Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

KI 3061

PERCOBAAN V
KINETIKA ENZIM




Tanggal Praktikum : 28 Oktober 2011
Tanggal Pengumpula Laporan : 4 NOvember 2011



Oleh :
Muhamad UlIi Bahari
10709088

Asisten:
Wiwit R. R.
205110011







Laboratorium Biokimia
Program Studi Kimia
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung
2011


PERCOBAAN III
PENENTUAN KADAR PROTEIN SECARA LOWRY


I. Tujuan Percobaan
Menentukan Laju rekasi maksimum (Vmax) dan konstanta Michaelis (Km) enzim
tripsin dengan substrat kasein pada pH 8 dan suhu 35
o
C.

II. Teori Dasar
nzim adalah protein yang mengkatalisis reaksi-reaksi biologi. Sebagai
katalis, enzim mempengaruhi laju pada saat kesetimbangan dicapai, tetapi tidak
mempengaruhi kesetimbangan total reaksi. nzim membantu terjadinya reaksi dengan
menurunkan energy aktivasi pembentukan keadaan transisi substrat menjadi produk
dibandingkan proses yang tidak dikatalisis.
Laju awal (Vo) dari reaksi yang dikatalisis enzim meningkat dengan
bertambahnya konsentrasi substrat hingga dicapai keadaan di mana laju awal
maksimum (Vmax) dicapai pada kondisi substrat jenuh.

Persamaan Michaelis-Menten















Metode Grafik Lineweaver-Burk







III. Data Pengamatan











IV. Pengolahan Data

|S|=
|kuscn] x v kuscn
vtotuI

|S|
1

2% x 0.1
6.5
0.0307
|S|
2

2% x 0.5
6.5
0.15385
|S|
3
0.30769
|S|
4
0.9231
|S|
5
1.53846















1/Vmax 2.289 V max 0.4368 (menit)
-1
Km/Vmax 0.039 Km 0.4368 x 0.039 Km 0.017

V. Pembahasan
Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kinetika reaksi enzim tripsin
yang berinteraksi dengan substratnya yaitu kasein. nzim tripsin bekerja optimum
pada pH 8 sehingga digunakan dapar IosIat (pH 8) untuk menstabilkan pH larutan.
TCA atau trichloroacetate digunakan sebagai pemberhenti reaksi karena siIatnya
yag sangat asam, senyawa ini adalah turunan asam karbiksilat dengan tiga gugus
klorida yang berikata pada atom C-alIa sehingga keasamannya meningkat jika
dibandingkan dengan asam asetat. Reagen Folin-Ciocalteu digunakan untuk
mendeteksi produk reaks antara enzim tripsin dengan protein kasein, Reagen ini
bereaksi dengan protein-protein hasil urai dari kasein yang telah berinteraksi
dengan tripsin.
Dalam percobaan ini digunakan sampel tengan t
o
tan t
20
, dalam
pengerjaan pembuatan t
o
, larutan enzim langsung ditambahkan TCA 20,
kemudian diinkubasi selama 30 menit dalam penangas air 35
o
C sehingga praktis
semua tripsin tidak akan lagi aktiI atau dengan kata lain tidak akan eIektiI untuk
berinteraksi dengan kasein. Sedangkan pada t
20
tripsin dengan pH optimumnya
yaitu pH 8 atau dengan penambahan dapar IosIat langsung dicampurkan dengan
larutan kasein selama 20 menit dalam suhu sehingga enzim tripsin akan bereaksi
dengan substrat kasein secara maksimal, To juga dapat dikatakan sebagai blanko
dalam percobaan ini karena walaupun reaksi antara tripsin dengan kasein tidak
menghasilkan produk tetapi teap saja pada uji reagen Iolin-Ciocalteu larutan uji
tersebut menghasilkan warna biru dan dapat mngabsorpsi sinar dengan panjang
gelombang 650 nm.
Dari hasil Uji yang kami dapatkan Vmax 0.4368 (menit)
-1
dan Km
0.017. Km atau konstanta Michaelis dapat dikatakan juga sebagai konsentrasi
substrat pada saat Vo sama dengan Vmax. Sehingga jika jika Km mempunyai
nilai yang kecil maka pada konsentras substrat yang kecil rekasi akan berjalan
cepat. Sedangkan jika nilai Km besar maka pada konsentrasi substrat yang kecil
maka reaksi akan berjalan dengan lambat. Sehingga percobaan yang bertujuan
untuk menentukan Vmax dan Km dari suatu enzim dan substrat tertentu lebih baik
dan lebih mudah digunakan komposisi enzim substrat yang memiliki Km yang
kecil.

VI. Kesimpulan
nzim tripsin dengan substrat kasein pada pH 8 dan suhu 35
o
C mempunyai laju
reaksi maksimum atau Vmax .4368 (menit)
-1
dan konstanta Michaelis atau Km
0.017

VII. Daftar Pustaka
Poedjaji, Anna. 2005. asar-asar Biokimia. Bandung: UI Press. Halaman 140 -
162
Thenawijaya, Maggy. 1982. Lehninger. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 1. Jakarta:
rlangga. Halaman 242; 246.