Anda di halaman 1dari 7

ENERGI ALTERNATIF: FUEL CELL & SEL SURYA

Denniswara S., Widyo J., Yangki Sulaeman, David , Iwan N., Agus Rahmat A. 10209016, 10208038, 10209014, 10208035, 10209047, 10209089 Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia E-mail : bangbluebeo@yahoo.com Asisten : Pribadhi Mumpuni Adhi (10208069) Tanggal Praktikum : 26-10-2011

Abstrak
Persediaan energi di dunia semakin menipis dan suatu saat nanti pasti akan mengalami kelangkaan sumber energi. Dengan banyaknya pengguna sumber energi yang berasal dari minyak bumi (premium, pertamax, solar, dll) yang tidak sebanding dengan pertambahan jumlah bahan baku sumber energi inilah yang mendorong para pemikir teknologi untuk mencari sumber energi baru sebagai pengganti sumber energi yang sudah ada. Fuel cell merupakan salah satu energi alternatif yang sumber energinya berasal dari hasil energi elektrokimia pada proses elektrolisis air. Tujuan praktikum kali ini adalah untuk menentukan jumlah gas yang terbentuk serta menentukan efisiensi fuel cell. Metoda percobaan kali ini adalah praktikan mengamati dan melakukan percobaan secara langsung, hasil praktikum kali ini didapatkan perubahan volume kedua gas ketika terbentuk dan terpakai serta nilai efisiensinya.

Kata kunci: Energi, Efesiensi, fuel cell , Sel surya I. Pendahuluan a. Tujuan 1. Memahami bekerja 2. Menentukan efisiensi fuel cell dari sumber mana yang lebih baik. proses fuel cell b. Teori Dasar Fuel cell adalah device konversi energi elektrokimia. Pada percobaan ini, fuel cell dapat mengonversi

hidrogen menjadi daya listrik. Fuel cell merupakan susunan lapisan material tingkat lanjut dimana hidrogen dan oksigen dapat bereaksi satu sama lain untuk menghasilkan listrik dan air, tanpa pembuangan. Anoda, kaki negatif 1

dari fuel cell mengalirkan elektron yang dilepas hydrogen sehingga mengalir pada rangkaian luar. Anoda memiliki channel-channel sehingga dapat

menyebarkan hidrogen merata pada permukaan katalis. Katoda, kaki positif dari fuel cell, juga memiliki channelchannel yang meratakan oksigen pada permukaan mengalirkan katalis. elektron Katoda kembali juga dari
Gambar 1. Fuel Cell

rangkaian luar ke katalis di mana elektron-elektron itu dapat Untuk sebagai

berekombinasi dengan ion hidrogen dan oksigen dari air. Elektrolit pertukaran diperlakukan adalah membran yang hanya

memperoleh bahan

gas

hidrogen fuel cell, proses

bakar dilakukan

sebelumnya

proton. khusus

Materi ini

elektrolisis. Air diberi sumber listrik sehingga akan terurai menjadi gas H2 dan O2. Proses ini merupakan kebalikan dari proses reaksi fuel cell dari hidrogen menghasikan energi. Reaksi yang terjadi merupakan kebalikan dari proses reaksi di atas. Jika sumber listrik berasal dari sumber energi terbarukan seperti

menglairkan ion bermuatan positif. Membran ini memblok elktron. Pada PEMFC, membran harus dibasahi

supaya berfungsi dan stabil. Katalis adalah material khusus yang memfasilitasi reaksi hidrogen dan oksigen. Biasanya katalis terbuat dari nanopartikel platina sangat tipis yang melapisi kertas karbon. Katalis kasar dan poros sehingga luas permukaan platina yang maksimum dapat

cahaya matahari menggunakan bantuan sel surya, maka penghematan energi akan lebih baik.

mengenai hidrogen dan oksigen. Reaksi pada anoda: 2H2 4H+ + 4eReaksi pada katoda: O2 + 4H+ + 4e- 2H2O Reaksi total: 2H2 + O2 H2O 2

Sel surya modern berlandaskan pada teknologi semikonduktor.

akan tereksitasi menuju pita konduksi sehingga timbul aliran listrik. Bagian yang ditinggalkan elektron tadi disebut hole. Elektron akan menyebar di bagian n dan hole akan menyebar di bagian p. Kedua jenis muatan ini tidak dapat secara langsung berkombinasi karena terdapat bandgap energi di antara pita konduksi dan valensi.

Sebenarnya sel surya ini adalah P-N Juction Photodiodes dengan permukaan yang sensitive terhadap cahaya. Efek yang ditimbulkan oleh fotovoltaik inilah yang secara langsung mengubah cahaya menjadi energi listrik.

..(1) ..(2) ..(3)

II.

Metode Percobaan Pertama-tama susun kit mobil fuel cell sesuai step yang tertera pada modul, lalu nyalakan baterai setelah itu hubungkan jack ke resistor. Ukur

Gambar 2. Sel Surya

tegangan dan arus yang melewati rangkaian. Catat nilai arus dan

Prinsip cara kerja sel surya adalah sebagai berikut: cahaya datang dengan panjang gelombang tertentu akan mengenai bahan semikonduktor dan menimbulkan pair generation Elektron

tegangannya. Hubungkan baterai ke mobil, sebelum dinyalakan catat

volume H2 dan O2. Nyalakan Baterai selama 30 detik sambil mengamati perubahan yang terjadi pada kedua silinder dalam. Setelah 30 detik matikan baterai, ukur pergeseran volume H2 dan 3

(electron-hole

production).

yang tadinya berada pada pita valensi

O2, lepas jack baterai lalu hubungkan kabel motor penggerak dengan fuel cell. Catat waktu yang dibutuhkan dari motor menyala sampai mati, ukur juga pergeseran volume H2 dan O2. Ulangi percobaan dengan lama baterai

III.

Data dan Pengolahan

1. Percobaan dengan baterai a. Data elektrolisis dan konversi

elektrokimia Daya baterai V = 2,66 Volt R = 468 ohm P = 0,0151 watt


No. Waktu Elektrolisis (s) Volume Gas terbentuk Waktu Motor (s) Volume Gas Terpakai

menyala 60, 90, 120, dan 150 detik. Berbeda dengan percobaan

pertama, pada percobaan kedua mobil akan dicharge oleh sel surya.
1 2 3 4 5

H2
30 60 90 120 150 2 3 6 10 10

O2
2 3 4 6 6 38,2 85 88,8 195,7 277,6

H2
2 3 4 6 7

O2
2 1 2 4 4

Hubungkan sel surya yang dipapari cahaya lampu dengan mobil, amati selama 5 menit ukur pergeseran

volume H2 dan O2, ukur juga arus dan tegangan setiap 10 detik. Setelah 5 menit cabut sel surya dari fuel cell. Hubungkan kabel motor penggerak dengan fuel cell Catat waktu yang dibutuhkan dari motor menyala sampai

Tabel 1. Data Elektrolisis dan Konversi Elektrokimia

Volume gas didapat dari Vsetelah di charge Vawal, lalu volume gas sisa didapat dari Vakhir-Vawal.
12 volume yang dihasilkan 10 8 6 4 2 0 0 100 200 lama pengisian baterai hidrogen oksigen

mati, ukur juga pergeseran volume H2 dan O2. Ulangi percobaan dengan menggunakan sumber cahaya matahari langsung.

Grafik 1. Grafik volume (mL) terhadap waktu pengisian baterai (detik)

Gambar 3. Mobil-mobilan dengan sumber listrik fuel cell

b. Efisiensi Einput nomor


sumber listrik

(joule) 1 2 3 4 5 0,453 0,906 1,359 1,812 2,265

EPterbentuk (joule) 78,2114 117,3171 195,5285 312,8455 312,8455

EPterpakai (joule) 78,2114 78,2114 117,3171 195,5285 215,0813

Eoutput
fuel cell

(joule) 0,1379 0,1471 0,1641 0,7067 1,1626

Tabel 2. Tabel energi

nomor 1 2 3 4 5

172,6521 1 0,001764 129,4890 0,666667 0,001881 143,8767 0,6 0,001399 172,6521 0,625 0,003614 138,1216 0,6875 0,005405 Tabel 3. Tabel efisiensi

- Sel surya waktu untuk sel surya disinari oleh cahaya matahari adalah 5 menit atau 300 detik Selama sel surya disinari oleh cahaya matahari :

akan didapat grafik hubungan daya terhadap waktu lamanya sel surya disinari matahari

xi Integral f(xi) 10 0 39 0,754175 68 1,51395 97 2,25157 126 2,97783 155 3,85797 184 4,7209 213 5,57195 242 6,43113 271 7,30187 300 8,17146 Tabel 4. Tabel hasil integrasi dari grafik 2 dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa luas dari grafik tersebut adalah 8.17146. Luas tersebut adalah sama dengan Einput dari sumber yang bearsa dari sel surya. Setelah sel surya dilepaskan : volume H2 yang terbentuk = 0,5 mL volume O2 yang terbentuk = 0 mL volume H2 yang terpakai = 0 mL volume O2 yang terpakai = 0 mL arus = 30,6 mA = 0,0306 A tegangan = 0 mV = 0 volt Einput sumber listrik 8,17146 (joule) EPterbentuk 9,776423 (joule) EPterpakai 0 (joule) Eoutput sel surya 0 (joule) 1,19641 0 0 Tabel 5. Tabel energi dan efisiensi untuk sel surya IV. Pembahasan

Grafik 2. Grafik daya yang dihasilkan terhadap waktu pada saat sel surya disinari cahaya matahari

Pada grafik gas H2 yang terbentuk terhadap waktu dapat dilihat bahwa jumlah H2 awalnya terbentuk dengan jumlah yang banyak dan secara drastic menurun seperti fungsi 5

eksponensial, hal ini menyatakan bahwa fungsi baterai dalam memberikan electron pada H2 semakin lama jumlah H+ semakin sedikit sehingga pembentukan H2 semakin sedikit terhadap waktu. Bila dibandingkan efesiensi fuel cell dengan sumberl sel surya dan baterai, terlihat bahwa efesiensi yang dihasilkan baterai lebih besar, hal itu memperlihatkan energi yang dihasilkan dari baterai lebih besar yang terkonversi menjadi energi kimia daripada energi yang dihasilkan dari sel surya, hal itu mungkin karena dari sel surya, energi yang terkonversi pun tidak sepenuhnya energi cahaya, jadi ada efesiensi dari sel surya sendiri, sehingga efesiensi dari sel surya lebih kecil bila dibandingkan dengan efesiensi sumber elektrolisis dari baterai. Dalam prosesnya, fuel cell harus dibuat lembab, hal ini dilakukan agar transfer proton dapat terjadi, karena H+ tidak dapat berpindah dari anoda ke katoda jika keadaan kering. Perbandingan gas H2 dan O2 yang terbentuk tidak 2:1, untuk elektrolisis dengan waktu yang lebih singkat, perbandingan H2 lebih besar daripada O2, sedangkan untuk waktu elektrolisis yang lebih lama, O2 lebih besar daripada H2, artinya untuk waktu awal H2 yang terbentuk lebih banyak daripada O2 sedangkan semakin lama jumlah H2 yang terbentuk semakin sedikit, dan sebaliknya jumlah O2 yang terbentuk semakin banyak, jadi reaksi terbentuknya H2 lebih cepat daripada O2. Sisa gas yang tidak terpakai saat motor dinyalakan memperlihatkan energi potensial dari sisa gas tersebut tidak cukup untuk menyalakan motor, sehingga tidak terjadi reaksi pelepasan electron untuk menggerakan motor, dan tersisa gas.

Proses elektrolisis H2O terjadi saat air diberi aliran electron, yang membuat bagian H+ dari air bereaksi dengan electron sehingga terbentuk gas H2 , dan atom oksigen yang tersisa bereaksi dengan atom oksigen lainnya sehingga terbentuk gas O2 . Fuel cell bekerja dengan cara mengkatalis gas H2 menjadi H+ dan e-, lalu dengan membrane yang hanya bisa melewatkan proton atau H+ dilewatkan H+ di bagian anoda menuju gas O2 sedangkan electron sendiri harus melewati sirkuit untuk bisa bertemu kembali dengan H+ dan O2 lalu disatukan kembali semuanya menjadi H2 O. electron yang bergerak melalui sirkuit tersebut menjadi arus atau energi listrik. Untuk elektrolisis dengan sel surya terdapat sedikit sekali gas H2 yang terbentuk, maka dari itu motor tidak dapat berjalan. Hal ini mungkin diakibatkan karena perbandingan gas hidrogen dan oksigen tidak memenuhi syarat untuk bereaksi. Yang mempengaruhi kecepatan terbentuknya gas diantaranya jenis katalis yang dipakai, kecepatan aliran energi yang digunakan atau daya dari sumber energi, dan perbandingan jumlah atom-atom yang terdapat diruas kiri dan kanan dari persamaan atau konsentrasi di ruas kiri dan kanan, dan suhu dari reaksi juga dapat mempengaruhi karena akan mempengaruhi gerak dari atomatomnya. V. Simpulan Elektrolisis H2O terjadi dengan cara dialirkan energi listrik ke air sehingga terbentuk gas H2 dan O2.

Efesiensi fuel cell dengan sumber energi elektrolisis baterai lebih besar dibandingkan dengan sumber sel surya.

Pustaka [1]
http://FUELCELLDITENGAHKRISISENERGIDUNIA m-amin.htm [2] http://KomunitasMahasiswaSentraEnergiKeleb ihandanKekuranganTeknologiFuelCell.htm [3] http://SELBAHANBAKAR(FUELCELL)SEBUAHENE RGIALTERNATIFBERKELANJUTANDANRAMAH LINGKUNGAN.htm [4] http://SELBAHANBAKAR(FUELCELL)SEBUAHENE RGIALTERNATIFBERKELANJUTANDANRAMAH LINGKUNGAN.htm [5] http://id.wikipedia.org/wiki/Air

Semakin lama waktu maka volume gas yang terbentuk semakin besar Salah satu factor yang mempengaruhi Kecepatan terbentuknya gas adalah molaritas, merupakan terlarut tiap karena banyaknya satuan molaritas mol volum zat zat

pelarut. Jika molaritas suatu zat besar maka semakin cepat pula reaksi tersebut berlangsung.