Anda di halaman 1dari 12

Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan

nomor atom 24.


Kromium trivalen (Cr(III), atau Cr
3
) diperlukan dalam jumlah kecil dalam metabolisme gula
pada manusia. Kekurangan kromium trivalen dapat menyebabkan penyakit yang disebut
penyakit kekurangan kromium (chromium deficiency).
Kromium merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles menjadi mengkilat.
Dengan siIat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen
bangunan, komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda motor, maupun sebagai pelapis
perhiasan seperti emas, emas yang dilapisi oleh kromium ini lebih dikenal dengan sebutan emas
putih.
Perpaduan Kromium dengan besi dan nikel menghasilkan baja tahan karat.
Kromium(II) asetat, adalah senyawa kimia Cr
2
(CH
3
CO
2
)
4
(H
2
O)
2
. Rumus ini sering disingkat
Cr
2
(OAc)
4
(H
2
O)
2
. Senyawa ini, serta beberapa turunannya menunjukkan salah satu dari siIat luar
biasa yang hanya dimiliki beberapa logam - kemampuan untuk berikatan rangkap empat.
Dulunya, pembuatan kromium(II) asetat merupakan tes standar terhadap kemampuan sintesis
seorang pelajar, karena sensitivitasnya terhadap udara. Senyawa ini terdapat dalam bentuk hidrat
maupun anhidrat
Cr
2
(OAc)
4
(H
2
O)
2
adalah serbuk diamagnetis berwarna kemerahan. Sesuai dengan siIatnya yang
non-ionik, Cr
2
(OAc)
4
(H
2
O)
2
memiliki kelarutan yang rendah baik dalam air maupun metanol.
ManfaaL kromlum banyak menglngaL dla lLu Lldak akan keropok kalo bereaksl sama alr dan okslgen
seperLl halnya 8esl (le) yg berkaraL dan keropok allng kromlum hanya kusam sedlklL dan apablla dl
semlr berslh lagl) u

kromlum lLu kuaL plus Lampllannya klnclong karena kuaL makanya dla dlbuaL [adl campuran alloy
campuran logam2 kaya erunggu (1embaga+ 1lmah) aLau 8a[a (8esl + sedlklL karbon)

8erhubung klnclong dla blasanya dlbuaL Luk melaplsl logam laln supaya kellhaLannya keren dan
muahal kaya perak (kromlum blasa klLa llhaL pada pegangan plnLu mobll2 yg mengkllap lLu lho) !uga
supaya anLlkeropok

Selaln lLu maslh banyak kegunaan lalnnya mlsalnya

*sebagal pewarna unLuk caL (kromlum bs berwarna kunlng Lerang aLau hl[au zambrud apablla men[adl
garam mlsalnya kromlum sulfaL))
*membuaL baLu dellma lmlLasl (sebenarnya merah dl baLu dellma lLu gara2 kromlum [adl carl a[a yah
kromlumnya kan sama2 merah drpd dellma mahal )
*lLa magneLlk (Ckslda darl kromlumnya)
*enyamak kullL
*CeLakan baLu baLa
*dll p

kromlum lLu dlbuLuhkan manusla (Lp dlm [umlah sgL sedklL seakan halnya 8esl Magneslum namanya
MlkronuLrlen) unLuk lkan wah saya gak Lau mungkln ya [uga kan [uga makhluk hldup

nah kalo kebanyakan kromlum dl Lubuh klLa blsa berabe efek2nya adalah
*8uam kullL (kaya bercak2 + benLol + gaLel2 gL)
*SaklL peruL
*Menggangu slsLem kekebalan Lubuh
*MuLasl geneLlk (8lsa membuaL bayl lahlr cacaL karena gennya Lerganggu)
*kerusakan gln[al dan haLl
*kanker aru2 dan LenLu sa[a u[ung2nya
*MaLl )

unLuk lkan ya kaLanya la [uga blsa merusak lnsang lkan [lak berleblh

kromlum sebagal unsur klmla LerbenLuk sebagal macam2 benLuk dl dunla lnl

kromlum yg Ld dlsebuLln yg dl buLuhkan Lubuh lLu kromlum bervalensl 3 (anda Lau valensl kan?) [adl
kromlum(lll)

SemenLara kromloum yg dah pasLl gak bagus buaL klLa lLu kromlum bervalensl 6 heksavalen aLau yg
dlLulls dengan kromlum(vl)

nah erLanyaanya drmn klL abs dpL kromlum? memangnya klLa makan2 logam langsung??
1enLu sa[a enggak kromlum LerdapaL dlsayur2an (dlserap darl Lanah) alr yg klLa mlnum dan hewan
(makanya namanya alr mlneral banyak logamnya lho ) dan bahkan udara yang klLa hlrup namun
sangaaaaaL sedlklL

lkan adalah salah saLu hewan yg klLa makan dan mereka hldup dl alr seperLl yg klLa keLahul pabrlk lLu
kan suka membuang llmbah ke sungal dan banyak yg membuang Lanpa dlolah dulu Sl lkan2 yg hldup dl
sungal kan pasLl menyerap kromlum enLah sebagal makanan aLau saaL bernafas) kromlum blsa
menumpuk dl Lubuh lkan

!adl lkan makan kromlum klLa makan lkan yg banyak kromlum dl Lubuhnya akhlrnya sampal kromlum dl
Lubuh klLa dan dapaL Llmbul efek2 Lldak bagus yg dl[elaskan dlaLas
aram-garan Kromium (III) dioksidasi menjadi dikromat dengan mendidihkan dengan suatu
larutan PersulIat berlebih dengan adanya Perak Nitrat (sebagai katalis). Kelebihan PersulIat yang
tertinggal setelah oksidasi lengkap, dimusnahkan dengan mendidihkan larutan sebentar.
Kandungan Dikromat dari larutan yang dihasilkan ditetapkan dengan penambahan larutan Besi
(II) standar berlebih, dan mentitrasi kelebihannya dengan Kalium Dikromat 0,1 N standar.
2 Cr
3
3 S
2
O
8
2-
7 H
2
O Cr
2
O
7
2-
6 HSO
4
-
8 H


2 S
2
O
8
2-
2 H
2
O O
2
4 HSO
4
-

Cara Kerja :
1. Timbang dengan cermat, sejumlah garam yang akan mengandung air kira-kira 0,25 gram
kromium.
2. Larutkan ini dalam 50 ml air suling.
3. Tambahkan 20 ml larutan perak nitrat sekitar 0,1 M; diikuti dengan 50 ml suatu larutan
ammonium atau kalium persulIat 10 .
4. Didihkan cairan perlahan-lahan selama 20 menit, dinginkan dan encerkan menjadi 250 ml
dalam sebuah labu ukur.
5. Pindahkan 50 ml larutan dengan pipet, tambahkan 50 ml Ammonium Besi (Besi (II)
SulIat) 0,1 N, 200 ml Asam SulIat 2 N dan 0,5 ml indikator 8,m N-Fenil,ntr,nil,t.
6. Titrasi kelebihan Garam Besi (II) dengan Kalium Dikromat 0,1 N sampai warna berubah
dari hijau menjadi merah violet.
7. Standarkan larutan Ammonium Besi (II) SulIat terhadap Kalium Dikromat 0,1 N dengan
menggunakan 8,m N-Fenil,ntr,nil,t sebagai indikator.
8. Hitung volume dari larutan Besi (II) yang dioksidasi oleh Dikromat yang berasal dari
Garam Kromium itu, dan dari ini, persentase Kromium dalam contoh.
Kromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Cr dan nomor
atom 24. Kromium trivalen (Cr(III), atau Cr
3
) diperlukan dalam jumlah kecil dalam
metabolisme gula pada manusia. Kekurangan kromium trivalen dapat menyebabkan penyakit
yang disebut penyakit kekurangan kromium (chromium deficiency). Kromium merupakan logam
tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles menjadi mengkilat. Dengan siIat ini, kromium
(krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada ornamen-ornamen bangunan maupun pada
komponen kendaraan seperti knalpot pada sepeda motor. Perpaduan Kromium dengan besi dan
nikel menghasilkan baja tahan karat. Logam kromium murni tidak pernah ditemukan di alam,
umumnya berada dalam bentuk persenyawaan padat atau mineral dengan unsur lain.
Kromium adalah logam yang tahan korosi oleh karena itu banyak digunakan sebagai pelapis
elektrolit dan inhibitor korosi dalam campuran baja (,lloy). Senyawa kromium dalam bentuk
kromat dan dikromat sangat banyak digunakan oleh industri tekstil, IotograIi, pembuatan tinta
dan industri zat warna. Tingkat bilangan oksidasi kromium yang sering dijumpai adalah III dan
VI. Cr(III) dalam larutan asam berupa ion Cr(H
2
O)
6
3
, sedangkan dalam larutan yang basa
berupa ion Cr(OH)
5
(H
2
O)}
2-
dan CR(OH)
6
3-
Cr(VI) dalam larutan asam (pH lebih kecil dari 6)
berupa ion HCrO
4
-
dan Cr
2
OH
4
2-
yang berwarna jingga, sedangkan dalam larutan basa berupa ion
CrO
4
2-
uang berwarna kuning. Pada pH yang rendah (sangat asam) hanya ion Cr
2
O
7
2-
yang ada di
dalam larutan. Kromium yang telah ditemukan di alam kemudian masuk ke lingkungan melalui
limbah industri dari lumpur elektroplating seperti limbah penyamakan dan pabrik inhibitor
korosi (Suhendrayatna, 2008).
Pada masa sekarang ini, krorn telah diakui sebagai nutrien esensial yang berIungsi antara lain
dalam metabolisme karbohidrat, lipid dan asam nukleat. Peranannya dalam menanggulangi
diabetes melitus, aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Salah satu Iaktor yang
'disalahkan adalah pola diet tinggi karbohidrat yang diolah refined) seperti kue, es krim dan
sirop kaya sukrosa. Karena makanan sejenis itu selain miskin krom juga menguras kandungan
krom tubuh. Krom adalah nutrien esensial, eIektiI jika dipakai untuk mencegah dan mengobati
keadaan deIisiensinya.
1. II. ISI
1. A. Bentuk Kromium
Seperti logam jarang lain yang esensial, krom adalah suatu unsur peralihan dalam tabel berkala.
Kemampuan deret unsur-unsur ini untuk membentuk senyawa koordinasi dan kelat adalah suatu
siIat kimia penting yang membuat logam-logam esensial tersedia untuk sistem-sistem kehidupan.
Krom di dalam makanan terdapat sekurang-kurangnya dalam dua bentuk yaitu sebagai Cr
3
dan
di dalam suatu molekul yang aktiI secara biologis. Walaupun belum sepenuhnya dicirikan,
molekul yang aktiI secara biologi itu tampaknya ialah suatu kompleks dinikotinatokrom
3
,
terkoordinasikan dengan asam-asam amino (mungkin sekali glutation) yang membuat molekul
itu stabil (Nasoetion dan Karyadi, 1988).
1. B. Fungsi Kromium
Kromium membantu mengawal tahap gula dalam darah. Ia mungkin juga membantu dalam
mengurangkan simptom kelaparan Iisiologi dan memainkan peranan dalam mengurai lemak.
Adapun Fungsi Utama dari Kromium adalah:
O Kromium terlibat dalam pengeluaran tenaga dari lemak dan karbohidrat.
O Kromium dipercayai bekerja dengan hormon insulin untuk mengawal tahap gula dalam
badan dan membantu dalam menurunkan tahap kolesterol.
1. C. Sumber Kromium
Kromium dibutuhkan tubuh untuk proses yang mengubah makanan menjadi energi, membantu
sel-sel utama insulin untuk mengambil glukosa. Jumlah krom yang tersedia dari makanan untuk
keperluan metabolik, sebagian bergantung pada krom total dalam suatu jenis makanan tertentu
dan sebagian lagi pada bentuk kimianya. Kadar krom rata-rata yang direkomendasikan untuk
konsumsi harian adalah 50-200 mikrogram. Adapun sumber-sumber kromium terbaik adalah
daging (terutama hati dan daging organ lain), ragi bir, biji-bijian tak disosoh, kacang-kacangan,
keju roti, gandum, sereal, bir dan anggur. Makanan yang bersiIat asam memperbesar pelarutan
krom dari peralatan masak baja tahan karat, akan tetapi belum dapat dipastikan apakah hal ini
ada manIaatnya untuk penambahan sumber krom makanan.
1. . efisiensi Kromium
Bahwa deIiensi krom diaplikasikan dalam beberapa bentuk diabetes telah ditunjukkan dalam
studi-studi kassus alimentasi parental. Penurunan kandungan krom jaringan dengan umur dapat
mencerminkan sekurang-kurangnya untuk sebagian, adamya deIisiensi krom di dalam makanan
Di Amerika Serikat dan di masyarakat lain yang teknologinya sudah maju. Schoeder et al.
Mengkorelasikan nilai-nilai kandengan krom jaringan dengan nilai dugaan konsumsi krom dalam
makanan berbagai populasi dan menemukan konsumsi krom dalam makanan di Amerika Serikat
berkisar antara 5 sampai 150 per hari dengann rata-rata 60 , jauh lebih rendah daripada
konsumsi-konsumsi yang dilaporkan dari berbagai wilayah di selur dunia.
Kandungan krom yang lebih rendah diduga terjadi akibat pengolahan dan pemurnian pangan,
dengan kehilangan krom diperkirakan sampai 80 persen untuk jenis bahan pangan, karena ada
kecenderungan orang lebih menyukai serealia, biji-bijian, lemak dan gula yang telah dimurnikan
dan diolah lebih lanjut, dan mengingat bahwa dalam bentuknya yang dimurnikan bahan-bahan
itu adalah sumber krom. Amerika Serikat agaknya terdapat konsumsi krom yang sanagt
marginal.
Penelitian-penelitian tentang suplementasi Cr
3
pada subjek manula memberikan dugaan adanya
diIisiensi krom dalam kelompok inidan memperkuat proporsi bahwa konsumsi krom dalam
makanan Amerika Serikat mungkin tidak cukup untuk memelihara kandungan krom jaringan
sepanjang hayat. Ketidakcukupan konsumsi krom dapat bertanggung jawab sekurang-kurangnya
atas beberapa kasus peningkatan ketidaktoleran glukosa dengan meningkatnya usia. Masalah
analitik dan intrumental menghambat suatu usaha pembuktian adanya hubungan langsung seperti
itu pada manusia.
1. . Toksisitas Kromium
Kontaminasi logam berat di lingkungan merupakan masalah besar dunia saat ini. Persoalan
spesiIik logam berat di lingkungan terutama karena akumulasinya sampai pada rantai makanan
dan keberadaannya di alam, serta meningkatnya sejumlah logam berat yang menyebabkan
keracunan terhadap tanah, udara dan air meningkat. Proses industri dan urbanisasi memegang
peranan penting terhadap peningkatan kontaminasi tersebut. Suatu organisme akan kronis
apabila produk yang dikonsumsikan mengandung logam berat. Kromium (Cr) merupakan
elemen berbahaya di permukaan bumi dan dijumpai dalam kondisi oksida antara Cr(II) sampai
Cr(VI), tetapi hanya kromium bervalensi tiga dan enam memiliki kesamaan siIat biologinya.
Kromium bervalensi tiga umumnya merupakan bentuk yang umum dijumpai di alam dan dalam
material biologis kromium selalu berbentuk tiga valensi, karena kromium enam valensi
merupakan salah satu material organik pengoksida tinggi. Kromium tiga valensi memiliki siIat
racun yang rendah dibanding dengan enam valensi. Pada bahan makanan dan tumbuhan
mobilitas kromium relatiI rendah dan diperkirakan konsumsi harian komponen ini pada manusia
di bawah 100 g, kebanyakan berasal dari makanan, sedangkan konsumsinya dari air dan udara
dalam level yang rendah.
III. P&T&P
Kromium adalah zat gizi esensial untuk hewan dan mungkin untuk manusia. Teloransi glukosa
akan terganggu pada hewan yang kekurangan kromium, tetapi suatu postulat tentang Iaktor
teloransi glukosa belum diisolasikan atau dicirikan. Konsumsi yang di anjurkan oleh Food and
Nutition Board National Research Council serta dianggap aman dan cukup adalah 50 sampai 200
g per hari. Penentuan kebutuhan kromium yang tepat untuk manusia, tetap merupakan
pekerjaan yang sulit, meliputi indentiIkasi Iungsi Iisiologik khusus yang berhubungan dengan
kadar kromium, tidak terang-terangan melawan dan berpengaruh terutama terhadap Iungsi-Iungsi
tersebut dengan Iaktor-Iaktor yang berdampingan.
. Chromium (Cr)
a. Pengertian Chromium
Chromium adalah suatu logam keras berwarna abu-abu dan sulit dioksidasi meski dalam
suhu tinggi. Cromium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang
Cr dan nomor atom 24. Cromium merupakan logam tahan korosi (tahan karat) dan dapat dipoles
menjadi mengkilat. Dengan siIat ini, kromium (krom) banyak digunakan sebagai pelapis pada
ornamen-ornamen bangunan maupun pada komponen kendaraan, seperti knalpot pada sepeda
motor.
4 Asal mula ditemukannya Chromium
Chromium pertamakali ditemukan pada tahun 1797 oleh Vauquelin, Ia menemukan
chromium yang berwarna kelabu kebiru-biruan. Sumber alami: hati, ragi untuk membuat bir,
lada hitam, daun kemangi, daging sapi, unggas, brokoli, dedak dan beras/beras biji utuh.
Biji yang prinsip adalah sumber khromit, yang mana adalah ditemukan di Zimbabwe,
Rusia, Transvaal, Turkey,Iran, Albania, Negara Finlandia, Republik Negeri Madagaskar
Demokratis, dan Phillippines.
4 Bentuk rantai Chromium / struktur atom




umber of nergy Levels: 4

First nergy Level: 2
Second nergy Level: 8
Third nergy Level: 13
Fourth nergy Level: 1
4 Sinonim Chromium
Sinonim atau nama lain dari chromium adalah:
Chrome atau chromo
Chromium element
Chromium metal
Metallic chromium
Chromium powder

4 Penggunaan
Chromium banyak digunakan dalam perindustrian, antara lain:
Cromium (0) digunakan dalam pembuatan baja (stainless steel) untuk menaikkan kekuatan,
kekerasan dan resistensi logam.
Cromium (VI) dan kromium (III) digunakan untuk menyepuh logam (electroplating),
pencelupan dan pewarnaan (dyes and pigment), penyamakan kulit (leather tanning) dan
pengawetan kayu (wood preserving)
Proses pemurnian bahan kimia dan pembuatan katalis
Pembuatan zat warna
Dalam industri kimia digunakan sebagai :
Cat pigmen (dapat berwarna merah, kuning, orange dan hijau)
Chrome plating
Penyamakan kulit
Treatment Wool

4 SiIat-siIat umum
SiIat Fisika Dan Kimia dari chromium antara lain:
Titik didih 2672 oC
Titik lebur 1837 1877 oC
Berat jenis 7,20 pada 28 oC
Kromium tidak larut dalam air dan asam nitrat, larut dalam asam sulIat encer dan asam klorida.
Kromium tidak dapat bercampur dengan basa, oksidator, halogen, peroksida dan logam logam.
Kromium dapat menyala atau mudah menyala, dapat terbakar secara spontan apabila terpapar di
udara atau bila debu kromium bercampur dengan udara dapat terbakar atau meledak.
Hindarkan dari panas, nyala api, percikan api dan sumber sumber kebakaran yang lain.
Hindari terjadinya debu kronium.
Chromium
Cr


Nomor Atom:
Berat Atom: 51.9961
enis Unsur: %ransition MetaI
Struktur Kristal: Cubic Body Centered
%itik lebur: 1907.0C = 36.6F = 180.15 K
%itik Didih: 671.0C = 839.8F = 9.15 K
Critical %emp: C = F = K
Atomic Radius: 1.85 . (. = Angstrom = 10
-10
m)
Covalent Radius: 1.18 .
lectronegativity: 1.66



4 Nilai Ambang Batas
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kromium dalam darah yang melebihi
nilai ambang batas (~20-3,0 g / 100 ml). Kandungan kromium dalam urine yang melebihi nilai
ambang batas (~11 g / liter).

b. Produksi Chromium
Tingkatan unsur logam pelapis kran di dalam udara dan air biasanya rendah. Di dalam
air minum tingkatan unsur logam pelapis kran pada umumnya rendah juga, tetapi mencemari air
baik boleh berisi chromium (IV yang berbahaya). Kebanyakan orang-orang yang makan
makanan yang berisi chromium (III) adalah rute pengambilan unsur logam pelapis kran yang
utama, chromium terjadi secara alami di dalam sayur-mayur banyak orang, buah-buahan, daging,
ragi dan butir.

c. 1alan Masuk Ke alam Tubuh
Pemajanan melaui :
Inhalasi terutama pekerja
Kulit
Oral

d. kskresi/liminasi Chromium
Ekskresi dari chromium yakni dikeluarkan lewat tinja dan sebagian besar dikeluarkan
lewat urine.

2. Pengaruh Chromium Terhadap Kesehatan
a. fek Klinis
EIek dari chromium terhadap kesehatan yakni bisa mengalami gangguan pernapasan dan juga
mengganggu alat pencernaan. Chromium(Vi) dikenal untuk menyebabkan berbagai kesehatan
mempengaruhi. Ketika chromium merupakan suatu campuran di dalam produk kulit, itu dapat
menyebabkan reaksi alergi, seperti ruam kulit. Setelah bernaIas chromium(VI) dapat
menyebabkan gangguan hidung dan mimisan.
Lain permasalahan kesehatan yang adalah disebabkan oleh chromium (VI) adalah:
o Ruam Kulit
o Ganggu perut dan borok
o Permasalahan berhubung pernapasan
o Sistem kebal yang diperlemah
o Ginjal Dan Kerusakan Hati
o Perubahan |dari;ttg| material hal azas keturunan
o Kanker Paru-Paru/Tempat terbuka
o Kematian

b. Keracunan Akut
4 Bila terhirup / inhalasi
Bila debu atau uap kromium terhirup pada konsentrasi tinggi dapat menyebabkan iritasi.
4 Bila kontak dengan kulit
Kontak langsung dengan debu atau serbuk kromium dapat menyebabkan iritasi pada
kulit.
4 Bila kontak dengan mata
Kontak langsung dengan debu atau serbuk kromium dapat menyebabkan iritasi pada
mata.
4 Bila tertelan
Logam kromium sangat sulit diabsorbsi melalui saluran pencernaan. Absorbsi dalam
jumlah yang cukup dari beberapa senyawa kromium dapat menyebabkan pusing, haus berat,
sakit perut, muntah, syok, oliguria atau anuria dan uremia yang mungkin bisa Iatal.

c. Keracunan Kronis
4 Bila terhirup / inhalasi
Paparan berulang dalam jangka waktu yang lama dari beberapa senyawa kromium
dilaporkan menyebabkan borok (ulcerasi) dan berlobang (perIorasi) pada nasal septum, iritasi
pada tenggorokan dan saluran pernaIasan bagian bawah, gangguan pada saluran pencernaan, tapi
hal ini jarang terjadi, gangguan pada darah, sensitisasi paru, pneumoconiosis atau Iibrosis paru
dan eIek pada hati hal ini jarang terjadi. Pada hakekatnya eIek ini belum pernah dilaporkan
terjadi akibat paparan logam.
4 Bila kontak dengan kulit.
Paparan berulang dalam jangka waktu yang lama dari beberapa senyawa kromium
dilaporkan menyebabkan berbagai tipe dermatitis, termasuk eksim 'Chrome holes sensitisasi
dan kerusakan kulit dan ginjal. Pada hakekatnya eIek ini belum pernah dilaporkan akibat paparan
logam.
4 Bila kontak dengan mata
Paparan berulang dalam jangka waktu yang lama untuk beberapa senyawa krom dapat
menyebabkan radang selaput mata (konjungtivities) dan lakrimasi. Pada hakekatnya eIek ini
belum pernah dilaporkan akibat paparan logam.

. Tes iagnostik
Tes diagnostik dilakukan dengan melihat gejala seperti mual akibat keracunan dan lewat
pemeriksaan laboratorium.

4. Pengobatan
Tindakan pertolongan pertama jika terpapar chromium:
a. Bila terhirup / inhalasi
Segera pindahkan penderita dari tempat paparan, jika perlu gunakan suatu masker
berkatup atau peralatan sejenis untuk melakukan pernaIasan buatan. Segera hubungi dokter.

b. Bila kontak dengan kulit
Segera lepaskan pakaian, perhiasan dan sepatu penderita yang terkontaminasi, cuci kulit
dengan sabun atau detergen lunak dan air yang banyak sampai dipastikan tidak ada lagi bahan
kimia yang tersisa di kulit (sekurang kurangnya 15 20 menit). Bila perlu hubungi dokter.
c. Bila kontak dengan mata
Segera bilas mata dengan air atau larutan garam Iisiologis (0,9 b/v) dalam jumlah yang
cukup banyak, sekali sekali kedipkan mata sampai dipastikan tidak ada lagi bahan kimia yang
tersisa (sekurang kurangnya 15 20 menit) Segera hubungi dokter.
d. Bila tertelan
Jika terjadi muntah, jaga posisi kepala agar lebih rendah dari pinggul untuk mencegah
aspirasi, bila perlu hubungi dokter.

5. Pencegahan
a. Terhirup / inhalasi
4 Lengkapi system ventilasi ruangan dengan penghisap udara (exhaust) lokal yang tahan ledakan
4 Respirator digunakan untuk pada kondisi terkena paparan yang cukup berat
4 Gunakan respirator yang dilengkapi dengan pelindung wajah lengkap
b. Mata
4 Pakai pelindung mata atau kaca mata pengaman tahan percikan, sediakan keran air pencuci mata
untuk keadaan darurat, dan shower di tempat kerja.
c. Kulit
4 Pakai pakaian pelindung diri
4 Pakai sarung tangan pelindung
d. Tertelan
4 Jangan makan minum, dan merokok, selama bekerja. Cuci tangan sebelum makan.
4 AFTAR P&STAKA

http://www.mail-archive.com/zoa-bioteksinergy-Iorum.net/msg00177.html
http://library.usu.ac.id/download/Ik/kedokteran-mansyur11.pdI
http://www.dinkesjatim.go.id/berita-detail.html?newsid58
http://cellIood-atm8.blogspot.com/
http://www.Ikm.undip.ac.id/data/index.php?action4&idx1985
http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/07/slo03.htm