Anda di halaman 1dari 19

BAB 1

PENDAHULUAN

Karsinoma prostat adalah suatu kanker ganas yang tumbuh di dalam kelenjar
prostat, tumbuh secara abnormal tak terkendali sehingga mendesak dan merusak
jaringan sekitarnya dan merupakan yang terbanyak diantara keganasan sistem
urogenitalia pada pria. Tumor ini menyerang pasien yang berumur di atas 50 tahun,
diantaranya 30 menyerang pria berusia 70-80 tahun dan 75 pada usia lebih dari
80 tahun. Kanker ini jarang menyerang pria berusia di bawah 45 tahun.
1

Kanker prostat merupakan tumor yang paling sering terjadi pada pria di
Amerika Serikat. Sekitar 200.000 kasus baru didiagnosis setiap tahunnya. Kanker
prostat menunjukkan morbiditas dan mortalitas yang sangat tinggi pada populasi pria
di Amerika. Secara khusus kanker prostat ternyata lebih banyak diderita oleh bangsa
AIro-Amerika yang berkulit hitam daripada bangsa kulit putih.
3

Kenaikan insidens kanker prostat dapat dihubungkan dengan peningkatan usia
harapan hidup, perubahan pola makan khususnya kombinasi lemak dan modalitas
diagnostik yang lebih baik. Sejak diperkenalkan pada akhir tahun 80-an, prostate
spesiIik antigen (PSA) merupakan salah satu alat bantu untuk diagnosis kanker
prostat, dikombinasikan dengan pemeriksaan colok dubur dan biopsi prostat dengan
bimbingan Transrectal Ultrasonography (TRUS).
3

Pengobatan kanker prostat bergantung pada stadium penyakit dengan terapi
radikal baik secara operasi maupun radioterapi diindikasikan pada penderita dengan
stadium awal. Prostatektomi radikal merupakan anjuran pertama pada penderita
berusia 70 tahun tanpa adanya komorbiditas yang dapat menghalangi pelaksanaan
operasi atau menambah morbiditas paska bedah. Pada penderita berusia ~70 tahun
atau menolak tindakan pembedahan dianjurkan pemberian radioterapi radikal.

Sedangkan pada penderita dengan stadium 3 atau 4 diberikan terapi hormonal secara
orchydectomi bilateral atau pemberian LHRH agonis beserta anti androgen. Pada
penderita T3 tanpa penyebaran ke kelenjar getah bening atau metastasis, kombinasi
radioterapi dan terapi hormonal selama 2 3 tahun masih bisa dipertimbangkan bila
harapan hidup antara 5 10 tahun.
2















BAB II
TIN1AUAN PUSTAKA
I. DEFENISI
Karsinoma prostat adalah suatu kanker ganas yang tumbuh di dalam kelenjar
prostat, merupakan keganasan yang terbanyak diantara keganasan system
urogenitaalia pria, menyerang pasien yang berusia diatas 50 tahun.
1,2

II. ANATOMI, HISTOLOGI DAN FISIOLOGI
Anatomi protat terdiri atas kelenjar (50) dan jaringan ikat Iibromuskular
(25 myoIibril otot polos dan 25 jaringan ikat) membungkus urethra pars
prostatica. Mempunyai bentuk seperti pyramid terbalik dengan basis (basis prostat)
menghadap collum vesicae dan apex (apex prostat) yang menghadap ke arah
diapragma urogenitale. Facies anterior berbentuk konveks, Iacies posterior agak
konkaI dan dua buah Iacies inIero-lateralis. Ukuran prostate adalah tinggi 3 cm, lebar
4 cm, dan lebar anterior-posterior sebesar 2,5 cm dan beratnya 20 gram. urethra
berjalan vertical menembus bagian anterior prostat. Facies prostat mempunyai
hubungan erat dengan collum vesicae, kecuali di bagian lateral. Celah yang terbentuk
diantaranya terisi oleh plexus venosus vesico prostatikus dan ductus ejakulatorius.
3
Prostat membentuk tiga buah lobi, yakni dua buah lobus lateralis dan sebuah
lobus medius. Kedua lobus lateralis dihubungkan satu dengan yang lain disebelah
ventral urethra oleh isthmus prostatae yang tidak tampak dari luar. Lobus medius
mempunyai ukuran yang bervariasi, terletak menonjol kedalam urethra pars kranialis
pada permukaan posterior dan menyebabkan terbentuknya uvula vesicae. Hipertrophi
lobus medius dapat menghalangi pengeluaran urin.
3

Dalam jaringan prostate, yang nampak alveoli kelenjar adalah banyak tubulus
terminal kelenjar tubulo alveolar bercabang, irregular dan kecil-kecil. Alveoli

ukurannya bermacam-macam, lumen lebar dan jelas irregular pada alveoli yang lebih
besar dan epitel berbeda-beda. Kelenjar terbenam dalam stroma Iibromuskular yang
nyata, untaian muscular polos berjalan dalam berbagai arah bersama-sama dengan
serat-serat kolagen dan jala-jala elastin halus. Urethra pars prostatika nampak sebagai
bentuk susunan bulan sabit dengan cekungan kecil sepanjang lumen, terlebih nyata
pada resesus/lekuk urethra. Epitel umumnya epitel transisional, stroma Iibromuskular
prostate mengelilingi uretra. Kolikulus seminalis suatu taju stroma Iibromuskular
padat tanpa kelenjar, menonjol ke dalam lumen urethra, memberikan bentuk bulan
sabit. Utrikulus prostatikus terletak dalam masa kolikulus seringkali ujung distal
melebar, sebelum masuk kedalam urethra. Duktus ejakulatorius menembus prostate,
berjalan disamping utrikulus dan akhirnya bermuara dalam urethra.
3

Mc Neal yang banyak menulis tentang anatomi prostate mengusulkan suatu
konsep anatomi zonal berdasarkan dari gambaran anatomi dan histology prostate.
Dasar pembagian zonal dari Mc Neal ini dijadikan dasar untuk menentukan letak dan
asal keganasan dari prostate. Menurut Mc Neal prostate dibagi menjadi yang
glandulair yaitu yang berada pada daerah luar yang disebut zona periIer (periIer zone)
dan zona sentral yang kecil (central zone) yang keduanya kira-kira merupakan 95
dari seluruh kelenjar. Zona transisional (transitional zone) yang terletak periurethral
sekitar verumontanum yang merupakan hanya 5 dari seluruh volume prostate dan
tampaknya bagian ini yang dapat mengalami hyperplasia dan menimbulkan gejala-
gejala pembesaran prostate jinak sedang keganasan prostate 60 70 berasal dari
zona periIer, 10 20 dari zona transisional dan 5 10 dari zona sentral.
3

III. ETIOLOGI
Penyebab yang pasti belum diketahui, tetapi ada beberapa hal yang dapat
meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker prostat. Faktor predisposisi
tesebut antara lain : Genetic, ras, usia, riwayat keluarga, diet tinggi lemak, polusi,
hormonal dan aktivitas seksual.
2,3

angsa AIro-Amerika misalnya lebih banyak menderita penyakit ini


dibandingkan dengan bangsa kulit putih. Dalam suatu penelitian diperoleh data
bahwa bangsa Asia ( China dan Jepang ) lebih sedikit menderita penyakit ini. Namun,
penelitian itu juga membuktikan bahwa mereka yang pindah ke Amerika
mendapatkan kemungkinan menderita penyakit lebih besar daripada mereka yang
tetap tinggal di negara asalnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan dan
kebiasaan hidup sehari hari juga berperan dalam patogenesis penyakit ini.
2,3

Kemungkinan untuk menderita penyakit ini bertambah jika dalam keluarga
terdapat riwayat menderita penyakit ini. Risiko ini akan meningkat menjadi dua kali
jika saudara laki lakinya menderita penyakit ini. Kemungkinannya naik menjadi
lima kali jika ayah dan saudaranya juga menderita. Hal itu menunjukkan adanya
Iaktor yang melandasi terjadinya karsinoma prostat.
2,3

Diet diduga ada hubungannya dengan insidens karsinoma prostat. eberapa
diantaranya yang diduga meningkatkan risiko penyakit ini adalah lemak, susu yang
berasal dari binatang, daging merah dan hati. Lain halnya dengan beberapa nutrisi
lain diduga ada kaitannya dengan penurunan insidens karsinoma prostat, diantaranya
adalah vitamin A, beta karoten, isoIlavon atau Iitoestrogen yang banyak terdapat pada
kedelai, likoIen ( antioksidan karotenoid ) yang banyak terdapat pada tomat, selenium
( terdapat pada ikan laut, daging, biji bijian ) dan vitamin E. Kebiasaan merokok
berhubungan erat dengan timbulnya kanker prostat.
2,3

IV.PATOLOGI
Sebagian besar hasil pemeriksaan histopatologis karsinoma prostat adalah
adenokarsinoma yaitu lebih dari 95 . Kurang lebih 75 terdapat pada zona periIer
prostat dan 15 20 terdapat pada zona sentral dan zona transisional (5-
10).Secara patologi gambaran karsinoma prostat meliputi hiperkromatik,
pembesaran inti sel dengan nukleolus yang jelas.

Karsinoma sel transisional pada prostat biasanya berasal dari invasi langsung
buli-buli atau uretra. iasanya berupa suatu Iokus intraduktal atau intraasiner
karsinoma sel transisional pada prostat.
2,4

V. GAMBARAN KLINIK
Seperti telah disebutkan sebelumnya, karsinoma prostat biasanya ditemukan
secara kebetulan pada pemeriksaan histopatologik setelah prostatektomi, TUR, colok
dubur. Oleh karena pada stadium permulaan karsinoma prostat biasanya tidak
memberi gejala atau tanda klinik maka kebanyakan penderita baru datang pada
stadium lanjut dengan keluhan obstruksi dan gejala iritatiI yang merupakan tanda
pertumbuhan lokal tumor yang mengenai uretra, bladder neck atau trigonum buli-buli
atau tanda metastasis ke tulang atau organ lain, seperti gejala lesi medulaspinalis,
nyeri pada tulang, Iraktur patologik atau hematuria. Kadang metastasis ke tulang juga
tidak memberi keluhan yang jelas. Keganasan prostat sering ditemukan secara
kebetulan pada penderita yang diduga menderita hipertroIi prostat.
2

Gangguan deIekasi dapat terjadi jika tumor telah menekan rektum. ila telah
terjadi ke tulang akan memberikan gejala nyeri tulang, Iraktur pada tempat metastasis
atau kelainan neurologis jika metastasis pada tulang vertebra. ila sudah ada gejala
nyeri tulang maka harus dilakukan Ioto X-ray dan bone scan. Gambaran radiologik
tulang akibat metastase dari karsinoma prostat adalah bersiIat sklerotik.
1,2,3,4

Colok dubur ( rectal toucher ) merupakan pemeriksaan yang sangat penting
dilakukan pada karsinoma prostat. Pada DRE (Digital Rectal Examination) dapat
ditemukan seperti adanya indurasi, nodul-nodul,asimetris dan perabaan yang keras
pada prostat. Sangat sulit menentukan karsinoma prostat pada stadium dini melalui
pemeriksaan ini sehingga harus dibantu dengan pemeriksaan ultrasonograIi
transrektal.
3

Kanker prostat dikelompokan menjadi ;


O Stadium A : enjolan/tumor tidak dapat diraba pada pemeriksaan Iisik,
biasanya ditemukan secara tidak sengaja setelah pembedahan prostat karena
penyakit lain
O Stadium : Tumor terbatas pada prostat dan biasanya ditemukan pada
pemeriksaan Iisik atau tes PSA
O Stadium C : tumor telah menyebar keluar kapsul prostat tetapi belum sampai
menyebar ke kelenjar getah bening
O Stadium D : kanker telah metastase ke KG regional maupun bagian tubuh
lainnya (missal ; tulang dan paru-paru)

Karsinoma prostate stadium dini dan lanjut mungkin asimptomatik pada saat
diagnosis, dan lebih dari 80 persen pasien menderita penyakit stadium C dan D pada
saat diagnosis. Pada orang yang simptomatis, keluhan yang sering ditemui adalah

disuria, kesulitan berkemih, mengedan jika ingin berkemih, perasaan tidak puas
setelah berkemih, peningkatan Irekuensi berkemih, retensi urin total, nyeri punggung
atau pinggang dan hematuria. Setiap laki-laki berusia diatas 40 tahun yang mengeluh
disuria, sering berkemih atau kesulitan berkemih tanpa obstruksi uretrhra mekanis
harus dicurigai menderita kanker prostate.
VI. DIAGNOSIS
Diagnosis kanker prostate ditegakkan berdasarkan pemeriksaan Iisis dan
laboratorium. Sebelum melakukan pemeriksaan sebaiknya ditanyakan mengenai
riwayat penyakit, riwayat penyakit kanker dalam keluarga dan gejala-gejala yang
dialami, khususnya yang berhubungan dengan berkemih. erdasarkan anamnesis
tersebut barulah dianjurkan pemeriksaan yang akan dilakukan sebagaimana yang
akan dijelaskan dibawah ini. erdasarkan dari ketentuan dari perhimpunan ahli
kanker amerika, dua dari pemeriksaan tersebut, yaitu digital rectal examination
(DRE) dan pemeriksaan prostate-antigen spesiIik (PSA), dianjurkan untuk pasien
lebih dari 45 tahun dan memiliki perkiraan masa hidup kurang dari 10 tahun, serta
usia lebih dari 45 tahun yang termasuk dalam resiko tinggi.
3

A. Digital Rectal Examination (DRE)
Karena bentuk prostate berada didepan rectum, maka memudahkan kita untuk
menyentuh prostate dengan memasukkan jari lewat rectum. Palpasi prostate
merupakan pemeriksaan yang mudah , murah tapi terbaik untuk mendeteksi semua
stadium penyakit selain stadium A. Adapun yang dapat dinilai dalam melakukan
pemeriksaan ini tonus sIingther ani dan reIleks CR, menilai apakah ada massa
dalam lumen rectum serta menilai keadaan prostate. DRE pada penderita kanker
prostate akan menunjukkan adanya pembesaran prostate dengan konsistensi keras,
padat, noduler, irregular, permukaan yang tidak rata, atau asimetris.


B. Prostat Spesifik Antigen (PSA) test
Peningkatan insidens kanker prostat yang pesat dalam dekade terakhir tidak
lepas dari digunakannya PSA sebagai modalitas diagnostik. Walaupun tidak
merupakan petanda tumor spesiIik untuk keganasan prostat, bila nilai PSA ~4 ng/ml,
yaitu nilai yang dipakai sebagai batas normal, umumnya akan dilakukan biopsi
prostat sekalipun tidak ditemukan kelainan pada colok dubur. Untuk keganasan
prostate dikenal petanda tumor yaitu IosIatase asam prostate (prostate acid
phosphatase PAP) dan antigen khas prostate (prostate speciIic antigen PSA) yang
sensivitasnya tinggi dan spesiIisitasnya tidak terlalu tinggi, tetapi lebih tinggi
dibandingkan dengan PAP.
3

Peningkatan kadar antigen spesiIik prostate (PSA) dalam serum adalah
pemeriksaan paling peka untuk mendeteksi kanker prostate secara dini. Kadar PSA
mungkin meningkat pada penyakit local, sedangkan peningkatan kadar IosIatase
asam biasanya mengisyaratkan kelainan ekstraprostate. Setelah diagnosis dan
pengobatan, penilaian respon paling baik dilakukan dengan melakukan pemeriksaan
berkala PSA maupun IosIatase asam.
3

. Transrectal Ultrasound (TRUS)


Transrectal ultrasound digunakan untuk mengetahui pertumbuhan prostate
yang tidak normal dan membantu dalam melakukan biopsy pada daerah prostate yang
abnormal. Tindakan ini menggunakan gelombang suara untuk membentuk pencitraan
dari prostate.TRUS selain dapat mengukur volume prostate, dapat juga mendeteksi
kemungkinan adanya keganasan dengan memperlihatkan daerah hypoechoic, dan
dapat pula melihat adanya bendungan vesika seminalis yang tampak merupakan
gambaran kista disebelah bawah dari prostate.
3

D. Transabdominal Ultrasound (TAUS)
Prostate dapat pula diperiksa dengan USG transabdominal (TAUS), biasanya
dilakukan dalam keadaan vesika urinaria penuh. TAUS dapat mendeteksi bagian
prostate yang menonjol ke buli-buli yang dapat dipakai untuk meramalkan derajat
besar obstruksi, selain tentu saja dapat mendeteksi apabila ada batu didalam vesika.
3

E. Biopsy
Pada biopsy jaringan sample diambil dan diperiksa dengan bantuan
mikroskop untuk mengetahui ada tidaknya perubahan dari kanker. Hanya biopsy yang
dapat menentukan kanker prostate dengan pasti. Sejumlah dokter biasanya
mengambil sejumlah jaringan sample untuk dibiopsi. Namun perlu diketahui
meskipun hasil biopsy negative namun kanker kemungkinan tetap ada. Hal ini
mungkin dikarenakan pada saat biopsy sample yang diambil bukanlah jaringan yang
mengalami kanker. Pada kanker prostate yang mempunyai pembungkus tumornya
memiliki grade dan stage tersendiri. Grade dan stage tersebut membantu dalam
menentukan jenis terapi yang akan dilakukan.
3


VII. PENYEBARAN
Tumor yang berada pada kelenjar prostat tubuh menembus kapsul prostat dan
mengadakan inIiltrasi keorgan sekitarnya ke urethra, leher kandung kemih, dan
vesikula seminalis. Karsinoma prostate dapat juga menyebar melalui jalur limIatik
dan hematogen. Penyebaran secara limIogen melalui kelenjar limIe pada daerah
pelvis menuju kelenjar limIe retroperitoneal. Penyebaran secara hematogen melalui
vena vertebralis menuju tulang-tulang pelvis, Iemur sebelah proksimal, vertebrae
lumbalis, kosta, paru, hepar dan otak.
2

Metastasis ketulang lebih sering osteoklastik (menyerap tulang) daripada
osteoblastik (membentuk tulang). Pada osteokalstik jaringan tulang diganti jaringan
tumor oleh inIiltrasi dan pertumbuhan tumor, sementara pada osteoblastik, tumornya
justru merangsang sel-sel pembentuk tulang di sekitarnya untuk membentuk tulang
ekstra yang jelas dapat dilihat pada Ioto roentgen.
3

Staging dan Grading
Tingkat penyebaran karsinoma prostate yang lazim dipakai didasarkan pada
system tingkat penyebaran 'American Urological Assosiation (AUA) dan TNM
adalah sebagai berikut
2,4

O T Tumor Primer
- Tx - Tumor primer tidak dapat dinilai
- T0 - Tidak dijumpai tumor primer
- Tis Karsinoma in situ ( PIN )
- T1a 5 jaringan yang direseksi mengandung sel-sel kanker, colok dubur
normal
- T1b - ~ 5 jaringan yang direseksi mengandung sel-sel kanker, colok dubur
normal.
- T1c - Peningkatan kadar PSA, colok dubur dan TRUS normal

- T2a - Teraba tumor pada colok dubur atau terlihat pada TRUS hanya pada
satu sisi, terbatas pada prostat
- T3a - Ekstensi ekstrakapsuler pada satu atau dua sisi
- T3b - Melibatkan vesikula seminalis
- T4 - Tumor secara langsung meluas ke baldder neck, sIingter, rectum,
muskulus levator atau dinding pelvik
O N Kelenjar limIe regional ( obturator, iliaka interna, iliaka externa,
limIonodus presakral )
-Nx - Tidak dapat dinilai
-N0 - Tidak ada metastasis ke kelenjar limIe regional
-N1 - Metastasis ke kelenjar limIe regional
O M Metastasis jauh
-Mx - Tidak dapat dinilai
-M0 - Tidak ada metastasis
-M1a - Metastasis jauh kelenjar limIe nonregional
-M1b - Metastasis jauh ke tulang
-M1c - Metastasis jauh ke tempat lain
Stadium Klinis
O Stadium I : T1a No Mo
O Stadium II : T1a No Mo
T1b,c No Mo
T1, T2 No Mo
O Stadium III : T3 No Mo
O Stadium IV : T4 No Mo
Gleason Score
Score gleason diperuntukkan untuk kanker prostat berdasarkan gambaran
mikroskopiknya. Score gleason sangat penting karena score gleason yang tinggi

berhubungan dengan prognosis yang buruk. Hal ini disebabkan score gleason yang
tinggi memberikan gambaran kanker yang pertumbuhannya cepat. Untuk menerapkan
score gleason perlu dilakukan biopsy. iopsi dilakukan dengan cara prostatectomy
atau dengan cara memasukkan dengan needle kedalam kelenjar prostat melalui
rectum.
3

Score gleason berkisar antara 2 sampai 10. score gleason dengan nilai 2
menandakan prognosis yang baik sedangkan nilai 10 menandakan prognosis yang
buruk. Score akhir merupakan kombinasi dari 2 penilaian yang berbeda dengan range
1 sampai 5. Score gleason berhubungan dengan beberapa gambaran berikut ini :
O Grade 1. kanker prostat yang menyerupai jaringan prostat normal.
Kelenjarnya kecil, bentuknya baik dan terbungkus rapat.
O Grade 2. jaringan masih mempunyai kelenjar-kelenjar yang bentuknya baik,
tapi lebih besar dan memiliki lebih banyak jaringan diantaranya.
O Grade 3. jaringan masih memiliki kelenjar yang masih dapat dikenali, tapi
selnya lebih gelap. pada pembesaran yang lebih tinggi, beberapa dari sel-sel
ini meninggalkan kelenjar dan mulai menginvasi jaringan sekitarnya.
O Grade 4. jaringan hanya menyisakan sedikit kelenjar yang masih dapat
dikenali. Sel sudah lebih banyak menginvasi jaringan disekitarnya.
O Grade 5. jaringan sudah tidak memiliki kelenjar yang dapat dikenali. Hanya
terdapat lembaran-lembaran sel disepanjang jaringan yang berada
disekelilingnya.
Dilakukan pemeriksaan patologi terhadap spesimen biopsi dan berusaha
memberikan penilaian terhadap dua bentuk yang paling berbeda. Hasil scoring
tersebut dijumlahkan untuk mendapatkan nilai akhir untuk score gleason. Contoh ;
spesimen prostat yang dibiopsi memperlihatkan dua bentuk yang berbeda salah
satunya diberi angka 2 dan yang lainnya diberi angka 3. maka hasil akhir dari score
gelason adalah 5.

Score gleason berguna dalam menegakkan prognosis dari kanker prostat. ila
digunakan dengan parameter lain, score gleason membantu dalam menentukan
staging kanker prostat yang mana secara tidak langsung akan memberikan gambaran
prognosis dari kanker prostat itu sendiri dan bermamIaat dalam penentuan terapi yang
akan dilakukan.
VIII. PENATALAKSANAAN DAN TERAPI
I. Surveilance (observasi)
Surveilance ditujukan untuk observasi dan pengawasan secara teratur tanpa
terapi inmasiI. Surveilance biasa digunakan pada stadium awal kanker prostate
dengan pertumbuhan yang lambat yang biasa didapatkan pada usia lanjut dengan
harapan hidup kurang dari 10 tahun. Tindakan ini juga dilakukan pada pasien yang
berisiko terhadap terapi bedah radio terapi maupun terapi hormonal. Sebagian besar
pasien yang mendapat tindakan surveilance biasanya menunjukkan tanda-tanda
pertumbuhan dari tumor, dan terapi biasanya dilakukan 3 tahun kemudian. Meskipun
tindakan surveilance yang dilakukan dapat mencegah resiko pembedahan dan radiasi,
namun resiko dari metastasis dapat meningkat.
2,3

II. Terapi Hormonal
Tujuan dari terapi hormonal adalah menurunkan kadar testosteron atau untuk
menghentikan kerja testosteron Terapi hormonal menggunakan pengobatan atau
pembedahan untuk menghambat asupan Dihidro testosterone (DHT) pada sel kanker
prostate, DHT adalah suatu hormon yang dihasilkan di prostat dan dibutuhkan untuk
pertumbuhan dan metastasis sel kanker prostate.
2,3

Penghambatan DHT dapat menghentikan pertumbuhan kanker prostat bahkan
menghambat metastasisnya. Namun, terapi hormon jarang menyembuhkan kanker
prostat karena kanker yang berespon terhadap terapi hormonal biasanya menjadi
resisten 1 sampai 2 tahun berikutnya. Sel hormonal biasa diberikan pada kanker

prostat yang sudah mendapat terapi pembedahan atau radioterapi untuk mencegah
timbulnya rekurensi.
3

erikut ini beberapa bentuk dari terapi hormonal.
O Orchidektomy adalah suatu pembedahan yang bertujuan mengangkat testis.
Karena testis yang dihasilkan testosterone, maka apabila testis diangkat maka
stimulasi hormonal terhadap tumor akan terhenti.
O Menggunakan Agonis dari LHRH, seperti leuprolide (lupron, viaduneligart),
Gossereline (zoladex) atau usereline (supra Fact), untuk menghentikan
produksi testosterone.
O Anti Androgen yang biasa digunakan adalah Ilutamide (eulexine) bisa
lutamide (casodex), nilutamide dan asetat siproteron, yang menghambat kerja
testosterone dan DHT pada pasien kanker prosta.
O Obat lain yang digunakan untuk menghambat produksi androgen pada
kelenjar adrenal adalah DHEA yang mengandung ketokenazol dan
aminoglutethimide. Karena kelenjar adrenal hanya membentuk 5 dari
androgen seluruh tubuh, maka pengobatan ini umumnya dikombinasikan
dengan pengobatan lain yang dapat menghambat 95 dari produksi androgen
di testis. Cara kombinasi ini biasa disebut TA (Total Androgen lock)
O Estrogen dalam bentuk dietil stilbesIron, dapat juga digunakan untuk menekan
pembentukkan testosteron. Namun estrogen jarang digunakan karena eIek
sampingnya yang kuat. EIek samping adri cara pengobatan ini berbeda-beda.
Orchidektomy dan Agonis LHRH dapat menimbulkan impotensi, rasa panas,
dan hilangnya keinginan untuk berhubungan seks. Anti androgen dapat menyebabkan
timbulnya mual, muntah, diare, dan pembesaran payudara. eberapa diantara cara
pengobatan tersebut dapat menyebabkan kelemahan tulang (medicine).

III. Terapi Radiasi


Radioterapi umumnya diberikan pada kanker stadium dini dan biasanya juga
pada stadium lanjut untuk mencegah metastasis ketulang, radioterapi dapat
dikombinasikan dengan terapi hormon pada penyakit dengan resiko sedang, dimana
radioterapi saja tidak cukup untuk mengatasi kanker itu. Pada salah satu penelitian
ditemukan bahwa kombinasi terapi supresi androgen yang dikombinasikan dengan
terapi radiasi selama 6 bulan dapat memperbaiki angka kelangsungan hidup pasien
jika dibandingkan dengan radioterapi saja pada pasien kanker prostat yang
terlokalisir. Terapi radiasi biasanya didahului dengan limIadenektomi.
3

IV. Operatif
Prostatectomy radikal
Prostatectomy radikal adalah suatu tehnik pembedahan dengan cara
mengangkat seluruh prostat. Cara ini di indikasikan untuk kanker yang hanya
mengenai prostat dan tidak menginvasi kapsula prostat, limIonodus dan organ lain
disekitarnya. Terdapat tiga cara pelaksanaan radical prostatectomy yaitu radical
retropubik prostatectomy dengan cara melakukan insisi abdomen. Sedangkan yang
kedua yaitu radikal perineal prostatectomy,dengan melakukan prostatectomy yaitu :
prostate yang terkena, vesikula seminalis dan ampula dari vasdeIerens diangkat
seluruhnya, sedangkan kandung kemih dibiarkan tetap berhubungan dengan
membrane urethra untuk membiarkan terjadinya berkemih. Dan yang ketiga cara
radikal suprapubik prostatectomy. Prostatectomy radikal dapat dikombinasikan
dengan radioterapi pada kanker prostate yang letaknya hanya pada daerah prostate.
Hal ini akan memberikan hasil yang baik karena kanker belum bermetastasis.
Komplikasi dari cara ini antara lain inkontinensia urine dan impotensi.
3


V. Kemoterapi
Kemoterapi adalah cara pengobatan terakhir yang digunakan untuk mengatasi
kanker prostate. Kemoterapi belum dapat meningkatkan angka kelangsungan hidup.
Suatu penelitian telah menunjukkan bahwa tindakan kemoterapi yang dilakukan
bersama cara pengobatan lainnya terbukti belum dapat meningkatkan kelangsungan
hidup. Kemoterapi sangat toxic dan memiliki banyak eIek samping.
3

IX.KOMPLIKASI
Komplikasi yang dapat ditimbulkan dari pemberian terapi baik dengan menggunakan
radiasi maupun pembedahan berupa : Gangguan ereksi (impotensi), Perdarahan post
operasi, Anastomosi striktur pada perineal prostatectomy, Urocutaneus Iistula
(perineal prostatectomy), Hernia perineal (Perineal prostatectomy).dll
X. PROGNOSIS
Harapan hidup untuk penderita kanker prostat berhubungan dengan stadium penyakit
Stadium A 87 , Stadium 81, Stadium C 64, stadium D 30.
3







BAB III
KESIMPULAN
Karsinoma prostat adalah suatu kanker ganas yang tumbuh di dalam kelenjar
prostat, merupakan keganasan yang terbanyak diantara keganasan system
urogenitaalia pria, menyerang pasien yang berusia diatas 50 tahun.
Penyebab yang pasti belum diketahui, tetapi ada beberapa hal yang dapat
meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker prostat. Faktor predisposisi
tesebut antara lain : Genetic, ras, usia, riwayat keluarga, diet tinggi lemak, polusi,
hormonal dan aktivitas seksual
Karsinoma prostate ditegakkan dengan pemeriksaan prostate spesiIik antigen
(PSA) dikombinasikan dengan pemeriksaan colok dubur yang didapatkan
pembesaran prostate dengan konsistensi keras, padat, noduler, irregular, permukaan
yang tidak rata, atau asimetri. iopsi prostat dengan bimbingan Transrectal
Ultrasonography (TRUS).
Cara penanganan karsinoma prostat ditujukan untuk meningkatkan angka
harapan hidup dan mempertahankan kualitas hidup dengan menggunakan metode
yang berbeda-beda berdasarkan umur dan dan stadiumnya.




DAFTAR PUSTAKA
1. Sjamsuhidajat.R., Jong. Wim de., Karsinoma Prostat. uku Ajar Ilmu edah.
Edisi 2. EGC., Jakarta., 2004., Hal 786-788
2. Purnomo ,. Karsinoma Prostat. uku Kuliah Dasar-dasar Urologi. FaEdisi
2. Sagung Seto. Jakarta. 2003. Hal 175-180
3. http://ilmubedah.inIo/carsinoma-prostat-20110205.html. Kumpulan Artikel
ilmu bedah. Diunduh tanggal 18 oktober 2011
4. http://ilmubedah.inIo/karsinoma-prostat-keganasan-20110205.html.
Kumpulan Artikel ilmu bedah. Diunduh tanggal 18 oktober 2011