Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH MORFOLOGI DAN ANATOMI

AKASIA (Acacia mangium)






OLEH :


NAMA : DARWIN AZIS
NIM : 08101004060
JURUSAN : BIOLOGI
DOSEN PEMBIMBING : NINA TANZARINA, M.Si.


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SRIWI1AYA
INDRALAYA
2011
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Swt yang telah melimpahkan segala nikmat-Nya sehingga
saya dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini yang berjudul
'MorIologi dan anatomi akasia (Acacia mangium). Saya juga ucapkan terima kasih
kepada Ibu Nina tanzarina yang telah membimbing saya sehingga saya dapat
menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanIaat dan berguna untuk
membantu terutama bagi mahasiswa biologi universitas sriwijaya, sehingga dapat
menambah wawasan pengetahuan bagi pembacanya Akhir kata, saran dan kritik dari
dosen pembimbing dan rekan-rekan mahasiswa saya harapkan dalam rangka perbaikan
makalah ini.







Inderalaya, 08 November 2011



Penyusun







A I
PENDAHULUAN
A. Latar 0akang
Semakin masa mengalami kemajuan, kesadaran untuk merawat dan menjaga
lingkungan semakin menurun, banyak hal hal kecil yang seharusnya butuh perhatian
malah terabaikan begitu saja.
Beberapa tahun terakhir ini muncul Iilm Iuturistik yang berkisah tentang masa depan
bumi, dalam Iilm itu di gambarkan dunia kelak akan kering kerontang. Tidak ada lagi
pohon yang rimbun, tidak ada pula hutan yang hiaju sebagai penggantinya lahirlah
padang gersang dan runtuhan bangunan berserakan, mengerikan !
Apa yang dikisahkan dalam Iilm tersebut bisa menjadi kenyataan bila manusia tidak
berhati hati mengelola lingkungan hidup dalam pengelolaan lingkungan hidup, satu
aspek yang perlu mendapat perhartian manusia adalah tumbuhan hidup, manusia tidak
boleh menebangi tumbuhan tumbuhan begitu saja untuk daerah pemukiman dan
tempat usaha.......

. Rumusan Masaah
1. Bagaimana urutan taksonomi dari akasia ?
2. Bagaimana morIologi dari akasia?
3. Bagaimana anatomi dari akasia?
4. ManIaat tumbuhan akasia ?

C. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk memberikan pembahasan tentang morIologi, anatomi,
dan Iungsi tumbuhan akasia.
A II
PEMAHASAN

A. Urutan taksonomi akasia (Acacia mangium

KlasiIikasi
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Acacia
Spesies : Acacia mangium
Nama umum : Akasia mangium

. Morfoogi Akasia

1. Akar (Radix
Adalah bagian pokok yang nomor tiga setelah batang dan daun bagi tumbuhan yang
tubuhnya telah merupakan kormos dan pada akasia ini, sistem perakarannya adalah
sistem akar tunggang, karena akar lembaganya terus tumbuh menjadi akar pokok yang
bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecildan akar pokok yang berasal dari
akar lembaga disebut akar tunggang (radik primaria)
Di lihat dari percabangannya dan bentuknya:
Akasia memiliki akar tunggang yang bercabang (ramosus) yang bentuknya kerucut
panjang, tumbuh lurus kebawah, bercabang cabang banyak dan cabang-cabangnya
bercabang lagi. Sehingga memberi kekuatan yang lebih besar pada batang,dan juga
daerah perakaran menjadi amat luas, hingga dapat menyerap air dan zat-zat makanan
yang lebih banyak.
2. atang (cauis
Tumbuhan biji belah pada umumnya mempunyai batang yang di bagian bawahnya
lebih besar dan keujung semakin mengecil, jadi batangnya dapat di pandang sebagai
suatu kerucut atau limas yang amat memanjang dan mempunyai percabangan.
- Bentuk cabang pada akasia yaitu berkayu dan bagian batangnya keras, kasar,
beralur longitudinal
- Arah tumbuh batangnya tegak lurus (erectus)
- Tinggi pohon bisa mencapai 30 meter dengan diameter hingga 1 meter.
- warnanya bervariasi mulai dari coklat gelap sampai terang.

. Daun (foium
Merupakan suatu bagian yang penting, yang berIungsi sebagai alat pengambilan zat
zat makanan (reabsorbsi), asimilasi transpirasi dan respirasi.
Daun pada akasia memilki tulang daun yang lurus atau memanjang.
SiIat siIat daun yang di miliki oleh akasia adalah sebagai berikut :
a. angun daun (Circumscription
Dilihat dari letak bagian terlebarnya daun akasia memiliki panjang kira-kira 25-
17cm sedangkan lebarnya 9-4cm.
-. Ujung (0p0x
memiliki ujung yang lancip di tepi memilki panjang daun yang kira 25-17cm.
c. Pangka (-asis foii
Karena tepi daunnya yang bertemu, tetapi terpisah oleh pangkal ibu tulang / ujung
tangkai daun, maka pangkal dari daun akasia ini, adalah lancip.
d. Susunan tuang - tuang daun (n0rvation atau vanation
Daun akasia memilki susunan tulang yang memanjang dan bertemu di sati titik ujung
pada daun tersebut.
0. T0pi daun (margo
Akasia memiliki tepi daun yang rata (integer).

f. Daging daun (int0rvinium
SiIat siIat lain yang perlu diperhatikan antara lain :
1. Warna
hijau
2. Permukaan daun
Acacia mangium yang baru berkecambah memiliki daun majemuk yang terdiri dari
banyak anak daun. Daun ini sama dengan sub Iamili Mimosoideae misalnya
Paraseanthes Ialcataria, Leucaena sp, setelah tumbuh beberapa minggu Acacia mangium
tidak menghasilkan lagi daun sesungguhnya tetapi tangkai daun sumbu utama setiap
daun majemuk tumbuh melebar dan berubah menjadi phyllodae atau pohyllocladus yang
dikenal dengan daun semu, phyllocladus kelihatan seperti daun tumbuh umumnya.
Acacia mangium dapat tumbuh dengan cepat dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca,
meskipun demikian tanaman ini membutuhkan perawatan khusus jika ditanam sebagai
tanaman kebun karena daunnya yang banyak berguguran.


C. ANATOMI AKASIA
a. Baik akar maupun batang mempunyai kambium, hingga akar maupun batangnya
memperlihatkan pertumbuhan menebal sekunder dan keras.
b. Pada akar siIat radial berkas pengangkutnya hanya nyata pada akar yang belum
mengadakan pertumbuhan memebal.
c. Pada batang, berkas pengangkutan tersusun dalam lingkaran dengan xilem di
sebelah dalam dan Iloem di sebelah luar, di antaranya terdapat kambium, jadi berkas
pengangkutan bersiIat kolaterral terbuka kadang-kadang bikolateral. Anatomi yang khas
adalah tedapatnya Iloem dalam kayu (Iloem intraxiler)
1. Anatomi daun
Epidermis atas : terdiri dari 1 lapis sel, pipih, terentang tangensial, bentuk poligonal,
dinding antiklinal lurus, tidak terdapat stomata. Epidermis bawah : sel lebih kecil, pipih,
terentang tangensial, bentuk poligonal, dinding antiklinal lurus. Stomata: Tipe
anomositik, banyak terdapat pada permukaan bawah. Rambut penutup : Terdapat pada
kedua permukaan, lebih banyak pada permukaan bawah, bentuk kerucut ramping yang
umumnya agak bengkok, terdiri dari 1 sel, berdinding tebal, jernih, panjang rambut 150
am, pangkal rambut kadang-kadang agak membengkok, lumen kadang-kadang
mengandung zat berwarna kuning kecoklatan. Jaringan air : Terdapat di bawah
epidermis atas, terdiri dari 2 sampai 3 lapis sel yang besar, jernih dan tersusun rapat
tanpa ruang antar sel. Idioblas : terdapat di beberapa tempat, berisi hablur kalsium
oksalat berbentuk roset yang besar dan bentuk prisma. Kelenjar minyak : Rongga
minyak bentuk lisigen besar, terdapat lebih banyak di bagian bawah dari pada di bagian
atas. Jaringan palisade : Terdiri dari 5 sampai 6 lapis sel, terletak di bawah jaringan air, 2
lapis sel yang pertama lebih besar dan mengandung lebih banyak zat hijau daun, lapisan-
lapisan berikutnya berongga lebih banyak.
2. Anatomi -atang
Floem intraxyler. Selaput kayu yang utama membentuk lebih sedikit silinder
lengkap, dari Iloem internal juga membentuk suatu lapisan yang berlanjut Floem
internal kebanyakan di dalam tumbuhan, jarang suatu kambium muncul di dalam xilem
primer dan kecil jumlah Iloem sekunder internal dibentuk. Parenkim bersama-sama
dengan apa yang ada pada daerah protoxilem, membentuk daerah perimedullary.
3. Anatomi Akar
Akar, endodermis biasanya paling nyata pada akar. Endodermisnya tetap dalam
bentuk primer dan ditinggalkan bersama dengan korteks pada waktu perkembangan
penebalan sekunder dan peridem. Stele lebih nyata daripada korteks dalam akar
dibanding dengan yang terdapat dalam batang.
Fisioogi
Termasuk dalam tanaman C3

D. Manfaat -atang akasia
Batang tanaman akasia yang keras dapat di manIaatkan sebagai bahan utama
berbagai macam bahan industri manuIacture, bahkan untuk jenis akasia mangium saat
ini telah di proyeksikan sebagai ganti pohon jati oleh perum perhutani atau lebih jelas di
kenal dengan istilah jati pus perhuatani. Ada banyak kelebihan pohon akasia di
bandingkan dengan pohon jati usia penebangan pohon akasia lebih cepat di bandingkan
pohon jati yaitu hanya 15 tahun di bandingkan pohon jati yang mencapai sampai 30-40
tahun dibandingkan itu akasia jauh lebih mudah beradaptasi. Selain dijadikan bahan
perindustrian perkayuan, ternyata akasia memiliki manIaat sebagai bahan obat-obatan
herbal akarnya bermanIaat mengobati demam dan perut mulas yaitu dengan meminum
air hasil rebusan akar yang telah di cuci dan di bersihkan di minum pagi dan sore.
























A III
PENUTUP

A. K0simpuan
Secara morIologi dapat diketahui bahwa jambu biji, memiliki :
Akar tunggang
Pohon Akasia mangium yang tua biasanya berkayu keras, kasar, beralur
longitudinal dan warnanya bervariasi mulai dari coklat gelap sampai terang.
Acacia mangium dapat tumbuh dengan cepat dan tahan terhadap berbagai kondisi
cuaca, meskipun demikian tanaman ini membutuhkan perawatan khusus jika
ditanam sebagai tanaman kebun karena daunnya yang banyak berguguran.
. Saran
Semakin berkemangnya masa, yang menyebabkan menipisnya rasa kecintaan dan
rasa memiliki pada lingkungan maka yang bisa kami sarankan
1. Tingkatkan dan kepedulian kita pada lingkungan terutama pada tumbuh tubuhan,
karena rusak dan baiknya lingkungan tergantung pada manusianya sendiri.
2. Berhati hatilah dalam mengelola lingkungan hidup. Jangan menebangi tumbuhan
begitu saja untuk daerah pemukiman dan tempat usaha adakanlah reboisasi !
3. Dalam makalah ini kita dapat mengetahui morIologi dan anatomi dari tumbuhan
akasia mangium.
4. Dalam penulisan makalah ini tentunya masih banyak kekurangan, maka dari itu
penulis mengharapkan kritik dan saran bagi pembaca untuk penyempurnaan makalah
ini.




DAFTAR PUSTAKA

Anonim 2011. Artikel Jaringan. 995id.wiki50dia.orgwikiAkasia mangium. Diakses
pada tanggal 2 November 2011.

Tjitrosoepomo, gembong. 2007. MorIologi Tumbuhan Yogyakarta : Gadjah Mada
University Pers.

Tjitrosoepomo, gembong. 2007. Taksonomi tumbuhan yogyakarta: Gadjah Mada
University Pers.

Ditjen Tanaman Pangan dan Hortikultura, 1996. Http://Ditjen Tanaman Pangan dan
Hortikultura.com.

Anda mungkin juga menyukai