Anda di halaman 1dari 10

Varisela

Sinonim: cacar air, chicken pox Definisi Adalah suatu penyakit infeksi akut primer menular, disebabkan oleh Varicella Zooster Virus (VZV), yang menyerang kulit dan mukosa, dan ditandai dengan adanya vesikel-vesikel

Etiologi virus Varicella-zoster


Famili Kelas Ordo Genus Species

: Herpesviridae : Kelas I (dsDNA) : Alphaherpesvirinae : Varicellovirus : Human herpesvirus 3 (HHV-3)

Masa inkubasi berkisar antara 2 3 minggu; biasanya 14 16 hari Stuktur partikel virus (virion) varicella-zoster berukuran 120-300 nm Virion terdiri dari glikoprotein, kapsid, amplop (selubung) virus, dan nukleokapsid yang melindungi bagian inti berisi DNA genom utas ganda.

Bagian nukleokapsid berbentuk ikosahedral, berdiameter 100-110 nm, dan terdiri dari 162 protein yang disebut kapsomer.
Virus ini akan mengalami inaktivasi pada suhu 56-60 C dan menjadi tidak berbahaya

apabila bagian selubung dari virus ini rusak.

Reservoir : manusia. Cara penularan :


Langsung : dari orang ke orang (kontak langsung), droplet atau penularan melalui

udara dari cairan vesikel atau sekret dari saluran pernapasan orang yang terkena cacar air atau cairan vesikel dari penderita herpes zoster

Tidak langsung melalui benda yang baru saja terkontaminasi oleh discharge dari vesikel ataupun dari selaput lendir orang yang terinfeksi. Berbeda dengan variola, koreng dari lesi varicella tidak menular.

Infeksi biasanya menimbulkan kekebalan yang berlangsung lama; serangan kedua

jarang terjadi, infeksi virus biasanya menjadi laten.


Bisa berulang sebagai herpes zoster pada sekitar 15 % orang dewasa dan kadang-

kadang pada anak-anak.


Apabila

penyakit ini timbul pada pasien yang status (immunocompromise) dapat timbul penyulit hingga kematian

imun

menurun

Epidemiologi Dapat menyerang semua golongan umur dan umumnya menyerang anak-anak. Di indonesia, virus ini agaknya menyerang pada musim peralihan antara musim panas ke musim hujan maupun sebaliknya

Patogenesa Virus mukosa sal. napas atas replikasi lokal viremia I sel retikuloendotel viremia II diseminasi ke kulit & mukosa penyakit saraf sensorik ganglion sensorik (infeksi laten)

Patofisiologi

Gambaran Klinis

Masa tunas 2-3 minggu. Anak-anak lebih sering terserang daripada dewasa. Terdapat gejala prodromal ditambah ruam pada 24 jam sejak pertama gejala berupa makula eritematosa yang akan berkembang menjadi papul, papul lama-kelamaan akan berkembang menjadi vesikel, vesikel akan terisi oleh sel-sel PMN dan menjadi keruh sehingga menjadi pustul, dan bila pustul tadi pecah akibat trauma garukan akan menimbulkan krusta. Gambaran khas dari vesikel cacar air atau varicella layaknya Dewdrops on rose petals, Diskret (terpisah/tak berkelompok), polimorfik (berbagai macam bentuk dalam satu daerah), Sentrifugal: kepala/badan ekstremitas.

Laboratorium
Umumnya px. Lab tak diperlukan lagi, namun bila diperiksa hasilnya akan : o

3 hari pertama leukopenia diikuti leukositosis (tanda infeksi sekunder akibat bakteri)

o Serum antibody IgA dan IgM dpt terdeteksi hari pertama &kedua pasca ruam
Isolasi virus (3-5hari) dan Pemeriksaan Serologi : imunofluoresensi FAMA

(Fluorescent Antibody to Membran Antigen) untuk konfirmasi diagnosis


Pemeriksaan penunjang: apusan Tzanck berupa gambaran mononucleated giant cell

Diagnosa Dapat ditegakkan secara klinis dengan gambaran lesi kulit yg khas : o Muncul setelah masa prodromal singkat & ringan o Lesi berkelompok dibagian sentral o Perubahan lesi yg cepat dr makula, vesikula, pustula hingga krusta
o

Terdapatnya semua tingkatan lesi kulit dalam waktu bersamaan pd daerah yang sama

o Terdapat lesi mukosa mulut Umumnya px. Lab tak diperlukan lagi Diagnosa banding
Hand-foot-mouth disease (intradermal balloning dan degenerasi retikular keratinosit) Herpes zoster generalisata (lebih sering menyerang dewasa, riwayat cacar air

sebelumnya, ruam sejajar dermatom, nyeri hebat)


Herpes simplex ( lesi berkelompok, nyeri hebat) Dermatitis kontak (riwayat kontak dengan bahan iritan) Impetigo (tak ada vesikel klasik, lebih sedikit ruam, lesi perioral/periferal)

Penyulit Jarang, biasanya terjadi pada pasien dengan imunitas yang menurun (pemakaian steroid jangka waktu lama, AIDS, keganasan) Infeksi sekunder

Ensefalitis Pneumonia Glomerulonefritis Keratitis Konjungtivitis Penatalaksanaan varisela

Penatalaksanaan NON-FARMAKO Isolasi untuk mencegah penularan Bila demam tinggi, kompres dengan air hangat Upayakan agar vesikel tidak pecah o Jangan menggaruk vesikel o Kuku jangan dibiarkan panjang o Bila hendak mengeringkan badan, cukup tepal-tepalkan handuk pada kulit. Jangan digosok

Penatalaksanaan varisela FARMAKO Simtomatik o Antipiretik (parasetamol) jarang diperlukan. Pemakaian aspirin tidak digunakan lagi karena dapat mengakibatkan sindrom reye pada pasien o Antihistamin

Bedak kocok (lotio calamine) untuk mengurangi gatal

Asiklovir 20 mg/kg (maks 800 mg) 4-5 kali sehari selama 5-10 hari. Diberikan dalam 24 jam pertama sakit Antibiotik topikal (mengurangi ruam terinfeksi)

Asiklovir Merupakan analog 2-deoksiguanosin Berkerja seperti substrat palsu Asiklovir trifosfat menghambat sintesis DNA virus dengan cara berkompetisi dengan 2-deoksiguanosin sebagai substrat DNA polimerase virus Indikasi : infeksi HSV-1 dan HSV-2, VZV (varicella dan herpes zoster)

Mekanisme kerja

Jika dimulai dalam waktu 24 jam sejak terjadinya ruam, pemberian asiklovir oral memiliki efek terapi terhadap infeksi varisela pada anak-anak dan orang dewasa Pada anak-anak dengan bobot badan hingga 40 kg, asiklovir (20mg/kg, hingga 800mg/dosis, 4x selama 5 hari) dapat menurunkan demam dan pembentukan lesi yang baru selama kira-kira 1 hari

Pencegahan Vaksin virus varicella yang dilemahkan (Varivax) dengan dosis 0.5 mL diberikan dengan dua kali interval pemakaian menurut rekomendasi ACIP

Profilaksis pasca pajanan Imunoglobulin varisela-zoster (Varicella-zoster immune globulin, VZIG), yang dibuat dari plasma darah donor dengan titer antibodi VZV yang tinggi, sangat efektif dalam memodifikasi atau mencegah penyakit jika diberikan dalam waktu 96 jam sesudah terpajan Dosis VZIG 0-10 kg=125 IU, 10-20 kg=250 IU, 20-30 kg=375 IU, 30-40 kg=500 IU, > 40 k5=625 IU secara Intra Muscular

Indikasi VZIG
Mereka yag diKontraindikasikan vaksinasi varisela

Neonatus yang ibunya mengalami gejala varisela dalam 5 hari sebelum hingga 2 hari setelah pajanan Pajanan pasca-natal pada bayi prematur (Usia gestasi <28 minggu / BBL <1000gr)
Ibu hamil yang terpajan Petugas RS yang rentan terinfeksi

Anak sehat yang beresiko sakit

Kontraindikasi VZIG Sudah pernah menerima vaksinasi varisela dan sudah seropositif

Prognosa Pada anak-anak sehat, prognosis varisela lebih baik dibandingkan orang dewasa oleh karena cacar air pada dewasa memiliki risiko 25 kali lipat menderita pneumonia pada penderitanya. Pada neonatus dan anak yang menderita leukemia, imunodefisiensi, sering menimbulkan komplikasi sehingga angka kematian meningkat.

Daftar pustaka 1. EDITION SHERRIS MEDICAL MICROBIOLOGY AN INTRODUCTION TO INFECTIOUS DISEASES 4TH, KENNETH J. RYAN, MD, C. GEORGE RAY, MD. EDITORS MCGRAW-HILL MEDICAL PUBLISHING DIVISION. New York. 2004 2. Departemen Kulit dan Kelamin FKUI. 2008. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Edisi Kelima (cetakan ketiga). Jakarta : Balai Penerbit FKUI

3. Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. Farmakologi dan Terapi Edisi Kelima (cetakan ulang). Jakarta : Balai Penerbit FKUI; 2009. 4. Fauci AS, Braunwald E, Kasper DL, Hauser SL, Longo DL, Jameson JL, et al., editors. Harrisons principles of internal medicine. 17th ed. New York: McGraw Hill; 2008.
5. Hardman J. G., dkk. 2001. Goodman and Gilman : The Pharmacological Basis of

Therapeutics 10th Ed. McGraw-Hill