- 442 P.

PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENANAMAN MODAL
SUB BIDANG 1. Kebijakan Penanaman Modal SUB SUB BIDANG 1. Kebijakan Penanaman Modal 1. PEMERINTAH Menyusun dan menetapkan kebijakan pengembangan penanaman modal Indonesia dalam bentuk rencana umum penanaman modal nasional dan rencana strategis nasional sesuai dengan program pembangunan nasional. 1. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI Menyusun dan menetapkan kebijakan pengembangan penanaman modal daerah provinsi dalam bentuk rencana umum penanaman modal daerah dan rencana strategis daerah sesuai dengan program pembangunan daerah provinsi, berkoordinasi dengan Pemerintah. 1. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA Menyusun dan menetapkan kebijakan pengembangan penanaman modal daerah kabupaten/kota dalam bentuk rencana umum penanaman modal daerah dan rencana strategis daerah sesuai dengan program pembangunan daerah kabupaten/kota, berkoordinasi dengan pemerintah provinsi.

443 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG 2. menetapkan dan melaksanakan kebijakan daerah provinsi di bidang penanaman modal meliputi: 2. merumuskan. dan pengawasan dalam skala provinsi terhadap penyelenggaraan kebijakan dan perencanaan pengembangan penanaman modal. 2. menetapkan dan melaksanakan kebijakan daerah kabupaten/kota di bidang penanaman modal meliputi: 3. dan pengawasan dalam skala kabupaten/kota terhadap penyelenggaraan kebijakan dan perencanaan pengembangan penanaman modal. pembinaan. Mengoordinasikan. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA Merumuskan dan menetapkan pedoman. merumuskan.. menetapkan dan melaksanakan kebijakan nasional dibidang penanaman modal meliputi: 3. merumuskan. pembinaan. Mengoordinasikan. 3. pembinaan. . Mengoordinasikan. berkoordinasi dengan Pemerintah. dan pengawasan dalam skala nasional terhadap penyelenggaraan kebijakan dan perencanaan pengembangan penanaman modal. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI Merumuskan dan menetapkan pedoman. berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. PEMERINTAH Merumuskan dan menetapkan pedoman.

(3) Penyiapan usulan bidang-bidang usaha yang perlu dipertimbangkan mendapat prioritas tinggi di kabupaten/kota. (3) Bidang usaha yang menjadi prioritas tinggi dalam skala nasional. .444 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAH (1) Bidang usaha yang tertutup. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA (1) Penyiapan usulan bidang-bidang usaha yang perlu dipertimbangkan tertutup. (2) Bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan. (2) Penyiapan usulan bidang-bidang usaha yang perlu dipertimbangkan terbuka dengan persyaratan. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI (1) Penyiapan usulan bidangbidang usaha yang perlu dipertimbangkan tertutup.. (2) Penyiapan usulan bidangbidang usaha yang perlu dipertimbangkan terbuka dengan persyaratan. (3) Penyiapan usulan bidangbidang usaha yang perlu dipertimbangkan mendapat prioritas tinggi dalam skala provinsi.

kecil. menengah. menengah. koperasi. kelembagaan dan sumber daya manusia termasuk pengusaha mikro. kelembagaan dan sumber daya manusia termasuk pengusaha mikro. dan besar berdasarkan masukan dari daerah kabupaten/kota. koperasi.. kecil. menengah. kecil. potensi sumber daya nasional termasuk pengusaha mikro. koperasi.445 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAH (4) Penyusunan peta investasi Indonesia. dan besar. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI (4) Penyusunan peta investasi daerah provinsi dan potensi sumber daya daerah terdiri dari sumber daya alam. dan besar. . (5) Usulan dan pemberian fasilitas penanaman modal di luar fasilitas fiskal dan non fiskal nasional yang menjadi PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA (4) Penyusunan peta investasi daerah kabupaten/kota dan identifikasi potensi sumber daya daerah kabupaten/kota terdiri dari sumber daya alam. (5) Usulan dan pemberian insentif penanaman modal di luar faslitas fiskal dan non fiskal nasional yang menjadi (5) Usulan pemberian fasilitas fiskal dan non fiskal.

Kerjasama Penanaman Modal 1. 4. Mengkaji. dan menetapkan kebijakan dan ketentuan peraturan perundangundangan dibidang penanaman modal. 1. merumuskan dan menyusun. Menetapkan peraturan daerah kabupaten/kota tentang penanaman modal dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku. Mengkaji. mengoordinasikan dan melaksanakan kerjasama dengan dunia usaha di bidang penanaman modal. mengajukan usulan materi dan memfasilitasi kerjasama dengan dunia usaha di bidang penanaman modal di tingkat kabupaten/kota. mengajukan usulan materi dan memfasilitasi kerjasama dunia usaha di bidang penanaman modal di tingkat provinsi. merumuskan. 2. 1.. Menetapkan peraturan daerah provinsi tentang penanaman modal dengan berpedoman pada ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. Pelaksanaan Kebijakan Penanaman Modal 1. 4. Mendorong. melaksanakan.446 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAH PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI kewenangan provinsi. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA kewenangan kabupaten/kota. 4. menyusun kebijakan. . Melaksanakan.

PEMERINTAH Mengkaji. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA Melaksanakan.. 2. merumuskan.447 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG 2. Mengkaji. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI Mendorong. mengajukan usulan materi dan memfasilitasi kerjasama internasional di bidang penanaman modal di tingkat kabupaten/kota. 1. melaksanakan. dan menyusun kebijakan teknis pelaksanaan pemberian bimbingan dan pembinaan promosi penanaman modal di tingkat provinsi. menyusun kebijakan. merumuskan. 2. . mengajukan usulan materi dan memfasilitasi kerjasama internasional di bidang penanaman modal di tingkat provinsi. Mengkaji. merumuskan. 2. Mengkaji. 1. merumuskan dan menyusun kebijakan teknis pelaksanaan pemberian bimbingan dan pembinaan dalam promosi penanaman modal. dan menyusun kebijakan teknis pelaksanaan pemberian bimbingan dan pembinaan promosi penanaman modal di tingkat kabupaten/kota. mengoordinasikan dan melaksanakan kerjasama internasional di bidang penanaman modal. Promosi Penanaman Modal 1.

Mengoordinasikan. dan menyusun pedoman tata cara dan pelaksanaan pela yananan terpadu satu pintu kegiatan penanaman modal 2. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA Melaksanakan promosi penanaman modal daerah kabupaten/kota baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. merumuskan. Pelayanan Penanaman Modal 1. mengkaji. 3. Mengkaji. 1. merumuskan. dan menyusun pedoman tata cara dan pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu kegiatan penanaman modal. Mengoordinasikan. 3. mengkaji. Mengkaji. PEMERINTAH Mengoordinasikan dan melaksanakan promosi penanaman modal baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. merumuskan dan menyusun materi promosi skala Provinsi. 3.448 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG 2.. merumuskan. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI Mengoordinasikan dan melaksanakan promosi penanaman modal daerah Provinsi baik di dalam negeri maupun ke luar negeri yang melibatkan lebih dari satu kabupaten/kota. merumuskan. dan menyusun pedoman tata cara dan pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu kegiatan penanaman 3. . Mengkaji. 1. 2. merumuskan dan menyusun materi promosi skala nasional. dan menyusun materi promosi skala kabupaten/kota. Mengkaji.

PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA modal yang menjadi kewenangan kabupaten/kota berdasarkan pedoman tata cara dan pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu kegiatan penanaman modal yang ditetapkan oleh Pemerintah. — . 2.. — 2. Melayani dan memfasilitasi: a. Penanaman modal terkait dengan sumber daya alam yang tidak terbarukan dengan tingkat resiko kerusakan lingkungan yang tinggi. 2.449 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAH PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI yang bersifat lintas kabupaten/kota berdasarkan pedoman tata cara dan pelaksanaan pelayanan terpadu satu pintu kegiatan penanaman modal yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Penanaman modal pada bidang industri yang merupakan prioritas tinggi pada skala nasional.. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA . Penanaman modal yang terkait pada pelaksanaan strategi pertahanan dan keamanan nasional.450 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAH b. Penanaman modal yang terkait pada fungsi pemersatu dan penghubung antar wilayah atau ruang lingkupnya lintas provinsi. c. d.

451 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAH e. dan f. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA . yang berasal dari pemerintah negara lain.. yang didasarkan perjanjian yang dibuat oleh Pemerintah dan pemerintah negara lain. Penanaman modal asing dan penanam modal yang menggunakan modal asing. Bidang penanaman modal lain yang menjadi urusan Pemerintah menurut undang-undang.

PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA Pemberian izin usaha kegiatan penanaman modal dan non perizinan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota. Melaksanakan pelayanan terpadu satu pintu berdasarkan pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari lembaga atau instansi yang memeiliki kewenangan perizinan dan nonperizinan yang menjadi kewenangan Pemerintah. 3. .452 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG 3.. 4. Melaksanakan pelayanan terpadu satu pintu berdasarkan pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan perizinan dan nonperizinan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI Pemberian izin usaha kegiatan penanaman modal dan nonperizinan yang menjadi kewenangan provinsi. Melaksanakan pelayanan terpadu satu pintu berdasarkan pendelegasian atau pelimpahan wewenang dari lembaga atau instansi yang memiliki kewenangan perizinan dan nonperizinan yang menjadi kewenangan provinsi. 3. 4. PEMERINTAH Pemberian izin usaha kegiatan penanaman modal dan nonperizinan yang menjadi kewenangan Pemerintah. 4.

Melaksanakan pemantauan.453 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG 5. dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal. 2. Mengkaji. merumuskan. bagi penanaman modal yang menjadi kewenangan provinsi. bimbingan. dan pengawasan berkoordinasi dengan Pemerintah atau pemerintah 1. merumuskan. 5. berkoordinasi dengan pemerintah provinsi atau 1. dan menyusun kebijakan teknis pengendalian pelaksanaan penanaman modal di kabupaten/kota. PEMERINTAH Pemberian persetujuan fasilitas fiskal nasional. Mengkaji. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI Pemberian usulan persetujuan fasilitas fiskal nasional. dan pengawasan pelaksanaan penanaman modal. dan menyusun kebijakan teknis pengendalian pelaksanaan penanaman modal di provinsi. bimbingan. bagi penanaman modal yang menjadi kewenangan kabupaten/kota. dan menyusun kebijakan teknis pengendalian pelaksanaan penanaman modal skala nasional. 2. . bagi penanaman modal. berkoordinasi dengan Pemerintah dan 4. Mengkaji. bimbingan. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA Pemberian usulan persetujuan fasilitas fiskal nasional. 5.. 2. Melaksanakan pemantauan. Melaksanakan pemantauan. Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal 1. merumuskan.

Mengkaji.454 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG PEMERINTAH pemerintah kabupaten/kota.. 2. dan menyusun pedoman tata cara pembangunan dan pengembangan sistem informasi penanaman modal skala provinsi. 1. Mengkaji. Membangun dan mengembangkan sistem informasi penanaman modal yang terintegrasi dengan sistem informasi penanaman modal Pemerintah dan pemerintah kabupaten/kota. dan menyusun pedoman tata cara pembangunan dan pengembangan sistem informasi penanaman modal skala nasional. merumuskan. Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Penanaman Modal 1. merumuskan dan menyusun pedoman tata cara pembangunan dan pengembangan sistem informasi penanaman modal skala kabupaten/kota. Membangun dan mengembangkan sistem informasi penanaman modal yang terintegrasi dengan sistem informasi penanaman modal pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA pemerintah provinsi. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI kabupaten/kota. 2. 5. . 2. Mengkaji. Membangun dan mengembangkan sistem informasi penanaman modal yang terintegrasi dengan sistem informasi penanaman modal Pemerintah dan pemerintah provinsi. 1. merumuskan.

Memutakhirkan data dan informasi penanaman modal daerah. Memutakhirkan data dan informasi penanaman modal nasional.455 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG 3. 4. 1. . 4. Memutakhirkan data dan informasi penanaman modal daerah. 3. Membina dan mengawasi pelaksanaan di bidang sistem informasi penanaman modal. Membina dan mengawasi pelaksanaan instansi penanaman modal kabupaten/kota di bidang sistem informasi penanaman modal. PEMERINTAH Mengoordinasikan pengumpulan dan pengolahan data kegiatan usaha penanaman modal dan realisasi proyek penanaman modal skala nasional. Membina dan mengawasi pelaksanaan penanaman modal di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di bidang sistem informasi penanaman modal. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA Mengumpulkan dan mengolah data kegiatan usaha penanaman modal dan realisasi proyek penanaman modal skala kabupaten/kota. Pendidikan dan Pelatihan Penanaman Modal 1.. 6. Penyebarluasan. 3. 4. 1. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI Mengumpulkan dan mengolah data kegiatan usaha penanaman modal dan realisasi proyek penanaman modal skala provinsi.

dan sistem informasi penanaman modal skala kabupaten/ kota kepada aparatur pemerintah dan dunia usaha. dan multilateral. pengendalian pelaksanaan. PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI Mengoordinasikan pelaksanaan sosialisasi atas kebijakan dan perencanaan pengembangan. pemberian pelayanan perizinan. pemberian pelayanan perizinan.. regional. kerjasama luar negeri. promosi. promosi. PEMERINTAH Mengoordinasikan pelaksanaan sosialisasi atas kebijakan dan perencanaan pengembangan. sub regional. pengendalian pelaksanaan. 2. perjanjian kerjasama internasional di bidang penanaman modal baik kerjasama bilateral. pemberian pelayanan perizinan.456 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG 2. . pengendalian pelaksanaan. 2. promosi. dan sistem informasi penanaman modal skala provinsi kepada aparatur pemerintah dan dunia usaha. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA Melaksanakan sosialisasi atas kebijakan dan perencanaan pengembangan. kerjasama luar negeri. dan sistem informasi penanaman modal skala nasional kepada aparatur pemerintah dan dunia usaha.

PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI Mengoordinasikan dan melaksanakan pendidikan dan pelatihan penanaman modal skala provinsi.. 3.457 - SUB BIDANG SUB SUB BIDANG 3. . PEMERINTAH Mengoordinasikan dan melaksanakan pendidikan dan pelatihan penanaman modal skala nasional. PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA Melaksanakan pendidikan dan pelatihan penanaman modal skala kabupaten/ kota. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful