Anda di halaman 1dari 19

O Penegertian Handy Talky

O Perangkat Handy Talky


O Perkembangan Handy Talky
O &ntung rugi penggunaan Handy Talky
3. Manfaat
O ita memahami tentang teknologi komunikasi Handy Taky
O awasan yang semakin luas tentang perkembangan teknologi
4. Tujuan
O &ntuk mengenalkan kepaada kita tentang teknologi komunikasi
Handy Talky




HANDY TALKY
Handy taIky
Handy talky ini biasa disebut secara singkat: HT. HT merupakan sebuah alat
komunikasi yang bentuknya mirip dengan telepon genggam, tetapi sifatnya searah.
arena searah, maka si pengirim pesan dan si penerima tidak bisa berbicara pada
saat yang bersamaan.
HT menggunakan gelombang radio frekuensi khusus, dan sering dipakai untuk
komunikasi yang sifatnya sementara karena salurannya dapat diganti-ganti setiap
saat.

Radio Over IP,
Sebuah mimpi yang tak terbeli, itu terlantun dari sebuah lagu, tetapi apakah
memang hari ini tetap tak terbeli ? Beberapa tahun kebelakang, adalah sebuah
mimpi disiang hari, atau bahkan membayangkan saya hampir tidak mungkin, tentang
radio komunikasi yang bekerja pada band VHF atau &HF, bisa dan mampu
memfasilitasi sebuah komunikasi radio jarak jauh seperti diatas, dari saudara kita
yang berada diBanda Aceh, langsung berbicara tanpa relay dengan saudara kita
yang berada diJayapura, sekali lagi yang berjarak lebih dari 3000 m. Apakah betul
hari ini sang mimpi tentang hal itu masih tak terbeli ? Perhatikan gambar dibawah ini
sebelum menjawabnya ..Handy Talky, berkomunikasi secara langsung, dengan
asumsi jarak maksimum, 2 kilometer,

Handy Talky, berkomunikasi dengan bantuan fasilitas radio pengulang, atau yang
biasa disebut sebagai repeater, tergantung ketinggian dan kekuatan pemancar
repeater, bias memfasilitasi komunikasi dari dua perangkat tersebut hingga 100
kilometer atau bahkan lebih jauh lagi,

Sebagai salah satu implementasi dari tehnology Voice over P, didalam dunia radio
komunikasi sudah muncul sebuah tehnology yang disebut RoP, atau Radio over P,
sebuah istilah dan definisi baru dalam dunia komunikasi suara, melengkapi
tehnology pengiriman suara melalui media listrik dan media frekwensi radio. Apakah
menurut anda sang mimpi, yaitu berkomunikasi radio dalam band VHF atau &HF,
melintas jarak lebih dari 3000 kilometer, masih juga belum terbeli ?

$ebuah mimpi yang menjadi kenyataan, Jika suara kita dirubah menjadi energi
listrik yang dikirimkan dalam bentuk denyut listrik melewati kabel-kabel, dan suara
kita dirubah menjadi gelombang radio yang dipancarkan, maka dengan media
tehnology P (nternet Protocol), suara kita akan dirubah menjadi data digital dalam
bentuk paket-paket kecil yang dikirim secara bertahap ketujuan, yang selanjutnya
dirubah kembali menjadi suara.


Tentunya diperlukan sebuah alat atau perangkat yang diperlukan untuk merubah
suara yang diterima dari pancaran radio tersebut menjadi data digital yang kemudian
akan diteruskan ketujuan melalui P network tadi, alat perubah itu disebut sebagai
gateway, atau media penghubung dari dua system atau lebih yang berbeda.
Untung Rugi Komunikasi HT
SEPERTNYA perangkat komunikasi radio HT sudah jauh ditinggalkan para
penggemarnya, tidak seperti ketika telepon seluler belum seperti sekarang ini. alau
toh ada, kebanyakan hanya pada lingkungan terbatas, seperti mereka yang bertugas
di bidang keamanan dan para anggota radio amatir yang masih setia.
PADA saat ini kalau bukan mereka yang berkepentingan dengan pemakaian radio
transceiver handie talkie (HT), mereka tentu akan enggan untuk menenteng HT.
Apalagi penampilannya sampai saat ini memang belum banyak berubah, ada yang
dibuat sebesar ponsel atau bahkan lebih mini lagi, namun selalu berakibat pada
pengurangan kualitas transmisinya dan akibatnya akses menjadi sulit.
esan penampilan sebagai bagian dari anggota keamanan sangat melekat dan HT
tidak bisa disembunyikan seperti halnya sebuah ponsel. Meski demikian, ada yang
merasa semakin percaya diri dengan menenteng perangkat seperti ini, sama seperti
kecenderungan para eksekutif sekarang yang terkesan canggih dengan membawa
communicator ataupun ponsel PDA (personal digital assistant) lainnya.
Rasa bangga bagi para petugas keamanan memegang HT, terutama karena
memang semula hanya tingkat komandan yang dilengkapi fasilitas HT, sehingga
mereka merasa menjadi orang penting dan selanjutnya sesama pemakai HT selalu
memanggil dengan sebutan "nDan, yang merupakan kependekan dari komandan.
Terlepas dari semua ini, radio transceiver (transmisi dan receiver/penerima)
genggam memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pesawat telepon biasa maupun
ponsel. ecepatan menjangkau lawan bicara maupun reaksi penerimanya masih
belum tertandingi oleh telepon.
Apalagi dengan HT maupun radio komunikasi lain bisa langsung diterima oleh
banyak orang sekaligus sehingga untuk tujuan berkomunikasi dengan banyak orang
masih merupakan pilihan yang mampu menandingi fasilitas telekonferensi.
elebihan-kelebihan ini yang kemudian diadopsi perusahaan Nextel
Communications untuk memberikan layanan PTT (push-to-talk) pelanggan telepon
mereka. Melalui sebuah telepon seluler, para pelanggan bisa berkomunikasi
layaknya sebuah HT dengan seseorang maupun banyak orang sekaligus.
Reinkarnasi HT pada ponsel melalui jaringan telepon seluler ini mendapat sambutan
hangat di Amerika Serikat. Dengan segera layanan ini diikuti perusahaan lain,
termasuk di Eropa dan negara-negara lain, tahun lalu. Selain itu, juga
penyempurnaan teknologi yang digunakan, yaitu dengan apa yang disebut PoC
(push-to-talk over celluler).
M&NAS HT biasa dilakukan secara langsung dari HT ke HT (point to point)
atau bisa juga dari HT ke perangkat repeater untuk disebarkan ke HT lainnya. &ntuk
jangkauan yang jauh, misalnya untuk sebuah kota atau bahkan antarkota,
kemungkinan alternatif kedua yang dipilih.
Repeater dapat ditempatkan di sebuah tempat tertinggi di kota itu, bisa juga di
sebuah puncak gedung tertinggi maupun puncak bukit atau gunung. Sedangkan
untuk jaringan yang luas dibuat jaringan yang menghubungkan antar-repeater.
Sebenarnya secara prinsip tidak berbeda jauh dengan jaringan telepon seluler.
Hanya, bedanya seluler membutuhkan repeater-repeater kecil yang diatur serapat
mungkin satu dengan lainnya, sebaliknya repeater HT kalau bisa sesedikit mungkin
dan jarak yang sejauh mungkin.
&ntuk mencakup seluruh Pulau Jawa, repeater HT cukup didirikan sekitar 10
repeater di puncak-puncak gunung atau gedung tinggi. Sedangkan sistem seluler
bisa sekitar 5.000 repeater kecil yang membentuk seperti sel.
Jaringan seluler terutama ditempatkan di kawasan kegiatan ekonomi, seperti pusat
keramaian, termasuk jalan-jalan utama. &ntuk daerah terpencil, apalagi di puncak-
puncak gunung yang tidak ekonominya, biasanya sulit mendapatkan sinyal untuk
seluler.
Sebaliknya repeater HT selalu ditempatkan di gunung- gunung tinggi yang kegiatan
ekonominya hampir tidak ada. Dengan demikian, sedikit repeater HT mampu meng-
cover daerah yang luas, terutama daerah-daerah terpencil yang biasa sulit dilakukan
ponsel.
Jadi, sebenarnya kedua sistem itu tidak sempurna karena belum bisa menutup
seluruh kawasan dan selalu ada blank- spot masing-masing. Dengan demikian, jika
kedua sistem disatukan, akan memberikan coverage area yang lengkap.
edua sistem jaringan ini sebenarnya bisa digantikan telepon satelit yang bisa
meliput seluruh permukaan Bumi. Namun, telepon satelit juga memiliki kelemahan
lainnya karena letaknya yang jauh dari Bumi.
&ntuk bisa menjangkau satelit, sebuah telepon satelit (ponsat) membutuhkan antena
yang lebih baik dan tidak boleh terhalang oleh atap gedung maupun pohon. Jadi,
untuk menyempurnakan daya tangkap maupun kirimnya satelit, bisa juga
menggunakan repeater-repeater di darat, terutama untuk radio hiburan yang
sekarang baru diterapkan di AS.
APAAH ponsel PTT atau PoC mampu menggantikan peran HT yang makin
tenggelam saat ini?
Reinkarnasi ini memang tidak seratus persen menggantikan peran HT yang
digunakan selama ini. Banyak hal yang bisa disempurnakan meski juga ada sisi
lemahnya.
elemahan pada radio transceiver terutama menyangkut keamanan informasinya.
Semua pembicaraan melalui HT apalagi diketahui frekuensi receiver-nya akan bisa
didengarkan oleh pihak lain.
Bahkan, untuk frekuensi radio yang tidak diketahui, bisa dicari dengan cara men-
scan pada daerah pita frekuensi tertentu. Sekarang ini banyak repeater radio yang
sudah dilindungi dengan berbagai cara, seperti digital scrambler, digital maupun
tone squelch, sampai trunking system.
Semua fasilitas perlindungan ini membuat HT menjadi sangat khusus dan harganya
juga semakin mahal, selain bertambah tebal saja bentuk fisiknya. Sedangkan untuk
digital maupun tone squelch saja tidak semua produsen HT menyediakan
produknya.
Dalam hal ini, produk HT Motorola yang biasa bermain di commercial-band memang
masih unggul. Sedangkan untuk produk radio amatir yang khusus untuk pita
frekuensi amatir sangat tertinggal, barangkali hanya Yaezu yang belakangan
meluncurkan produk yang mengimbangi produk Motorola, tetapi untuk jalur radio
amatir.
Dengan ponsel PTT (sebutan yang lebih familier daripada PoC) akan mampu
menjawab semua ini. Hanya orang-orang tertentu yang masuk daftar yang bisa
mendengarkan komunikasi HT seluler ini sehingga informasi rahasia tidak bisa
didengarkan oleh orang di luar dari yang telah ada kegiatan
didaftar.
Radio komunikasi konvensional juga mencoba mengadopsi teknologi informasi.
Antara lain dengan masuk melalui jaringan informasi broadband sehingga jaringan
yang digelar di Pulau Jawa, misalnya, bisa langsung berhubungan dengan jaringan
HT di pulau lain.
Lalu, apa kelemahan pada ponsel PTT?
Tentu ada, terutama pada biaya yang harus dikeluarkan. Berkomunikasi melalui
jaringan seluler tentu tidak gratis dan hal ini yang akan membatasi. Tidak lagi bisa
berbicara berpanjang-panjang seperti ketika menggunakan HT.
Dengan demikian, bisa diyakini, meski jaringan di ndonesia sudah mengoperasikan
ponsel PTT, hal itu tidak akan menggusur pemakaian HT. arena, pemakaian
frekuensi pada HT boleh dibilang gratis, bahkan mereka tidak banyak tahu kalau
frekuensi tidak bisa digunakan semaunya sendiri.
Meskipun demikian, fenomena pemakaian HT melalui jaringan seluler diperkirakan
tetap akan ramai. Terutama masyarakat umum akan bisa menggunakan ponsel HT
ini tanpa takut-takut melanggar aturan keamanan karena HT baru ini tidak perlu lagi
izin ataupun kecakapan tertentu, cukup membayar pulsa. (AE)


Meringkas Peranti Komunikasi dengan IPIC$ 2.0
JAARTA Beberapa jenis alat komunikasi sekaligus bisa dirangkum dalam satu
integrasi. Artinya, handy talkie bisa bicara dengan telepon seluler, komputer jinjing
bisa ke handy talkie, dan sebagainya. Syaratnya, harus ada koneksi nternet
tentunya. Mari berkenalan dengan aplikasi P nteroperability Collaboration System
(PCS) 2.0.
Berapa banyak jenis peranti komunikasi yang kita pakai sehari-hari? Telepon seluler (ponsel),
telepon kantor, telepon rumah, belum lagi mereka yang membutuhkan Handy Talky (HT).
Kadang kita bahkan butuh lebih dari satu jenis ponsel, yakni yang General Mobile Systems
(GSM) dan yang Code Division Multiple Acces (CDMA) sekaligus.
Banyak perusahaan dan individu yang masih membutuhkan HT. Perangkat komunikasi
berbasis radio ini walau terkesan kuno, tetap saja diperlukan.
'Untuk mereka yang bekerja di perusahaan pertambangan, perkebunan, atau industri dengan
jangkauan luas seperti transportasi atau militer tetap membutuhkan HT. Masalahnya, dari HT
tidak bisa terhubung ke ponsel atau telepon tetap, ungkap IrIan Setiaputra, Managing
Director
Cisco System ndonesia kepada pers di Jakarta, pekan lalu.
Sesama HT sendiri kerap tidak bisa berkomunikasi apabila menggunakan kanal
frekuensi yang berbeda, padahal ada saatnya dimana antar perangkat komunikasi
berbeda membutuhkan koneksi, misalnya dari ponsel ke HT, dari telepon biasa ke
HT, atau bahkan dari HT yang berbeda frekuensi.
ini masalah itu bisa teratasi dengan adanya PCS 2.0 dari Cisco System.
Jangankan dari HT ke ponsel atau telepon tetap, komunikasi dengan PCS 2.0
memungkinkan terkoneksinya antara HT ke komputer jinjing sekalipun. Semua
perangkat komunikasi tersebut, ponsel, HT, laptop dan telepon biasa diintegrasikan
dalam suatu sistem melalui PCS 2.0. Sesuai namanya, basis komunikasinya
menggunakan nternet.
&ntuk memungkinkan koneksi dari HT ke laptop, lebih dulu laptop-nya diinstal
dengan peranti lunak yang sama fungsinya dengan HT. Dengan begini, pengguna
dapat berkomunikasi ke HT walau dari lain pulau sekalipun.
&ntuk saling terhubung, semua perangkat tersebut harus diseting dulu ke peranti
keras server PCS 2.0. ni merupakan server berbasis Linux yang didukung dengan
peranti lunak, PCS Policy Manager, PCS Dial Ports, Virtual Talp Groups Ports
yang mampu mengkombinasikan kanal frekuensi yang berbeda pada user.
Guna terhubung dengan integrasi dibutuhkan user D dan password, sehingga tidak
bisa sembarang orang menggabungkan diri dengan sistem ini walau mengetahui
nomor telepon tertentu.
Cisco PCS 2.0, membuat kemampuan menghapus kelebihan MDEM Handy Talky
(HT)
Modem Handy Talky adalah modem yang digunakan untuk kirim SMS antara alat
komunikasi HT,bila menggunakan handphone kirim SMS pulsa HP akan dipotong
tetapi kalau menggunakan modem HT kita tidak usah memikirkan pulsa.
Cara kerja MDEM Handy Talky adalah alat komunikasi HT dihubungkan dengan
modem lalu modemnya dihubungkan dengan komputer atau laptop pada bagian port
Com 1 atau Com 2,untuk sms antara HT maka harus menggunakan frekuensi yang
sama,misal HT ke 1 menggunakan frekuensi 148,00 Mhz maka HT ke 2 juga harus
menggunakan frekuensi 148,00 Mhz.
biaya dalam mengelola beragam peranti komunikasi yang sebelumnya tidak saling
terhubung.
ondisi geografis ndonesia yang unik sangat membutuhkan solusi komunikasi
macam ini. Sebab masih banyak area yang belum terjangkau jejaring selular
maupun telepon biasa.n
Handy taIky
Handy talky ini biasa disebut secara singkat: HT. HT merupakan sebuah alat
komunikasi yang bentuknya mirip dengan telepon genggam, tetapi sifatnya searah.
arena searah, maka si pengirim pesan dan si penerima tidak bisa berbicara pada
saat yang bersamaan.
HT menggunakan gelombang radio frekuensi khusus, dan sering dipakai untuk
komunikasi yang sifatnya sementara karena salurannya dapat diganti-ganti setiap
saat.

Cisco Luncurkan Perangkat Interkoneksi Canggih IPICS
2.0

sa digunakan untuk di dunia telekomunikasi khususnya telepon untuk membypass
SLJJ dan SL agar tidak perlu membayar biaya mahal. Teknik membypass tersebut
Produsen perangkat keras dan lunak asal Amerika Serikat (AS), Cisco System nc,
meluncurkan produk interkoneksi canggih Cisco P nteroperability Collaboration
System (PCS) 2.0 yang mampu menggabungkan koneksi berbagai perangkat
komunikasi ke dalam satu jaringan internet.
Dengan perangkat itu pengguna dapat menggabungkan koneksi antara pesawat
telepon PSTN (Public Switched Telephone Network), Land Mobile Radio (LMR),
telepon seluler, komputer, dan Handy Talkie Push To Talk (HTPTT).
Jadi dasarnya mengintegrasikan HT (handy talky), PSTN, P Phone (nternet
Protocol Phone) ke dalam satu jaringan. HT tetap digunakan karena coverage yang
luas dan tidak bisa digantikan oleh alat lain.
Jika sebelumnya, HT terisolir karena pengkotakkan perangkat komunikasi, dengan
PCS 2.0 antar perangkat seperti radio, P Phone, telepon mobile atau komputer
yang sudah dilengkapi software Cisco Push To Talk Management Center (PMC)
dapat diinterkoneksikan sehingga komunikasi antar lingkuangan kantor dan di
lapangan semakin tidak terbatas.
Solusi ini menegaskan posisi jaringan menjadi platform. nteroperabilitas antar jenis
perangkat komunikasi yang berbeda kini dapat teratasi sekaligus memberikan
penghematan biaya komunikasi. Hanya menggunakan satu perangkat komunikasi,
kita dapat berkomunikasi tanpa dibatasi lokasi dan tipe jaringan yang dipakai.
omunikasi menjadi kendala bagi perusahaan seperti pertambangan atau
perkebunan yang berareal luas, sehingga harus menggunakan dua alat komunikasi
yaitu ponsel dan HT.
Permasalahan yang dihadapi oleh pengguna HT adalah mempunyai channel atau
frekuensi yang berbeda, area yang terbatas, dan bisa tidak dapat berkomunikasi
dengan HT yang berbeda merk.
ondisi geografis ndonesia yang unik memerlukan solusi komunikasi yang efektif
dan efisien dalam biaya. Cisco PCS 2.0 memungkinkan pesawat radio di satu
pulau dengan pulau yang lain dapat saling terhubung bahkan dalam channel yang
berbeda. Mereka yang bertugas di pedalaman, di hutan dan di tengah lautan,
komunikasi menjadi semakin mudah.
PCS cocok digunakan oleh institusi yang kerap menggunakan HT untuk bekerja,
misalnya instansi pemerintah seperti tentara, kepolisian dan paramedis, serta
perusahaaan lapangan seperti pertambangan, perminyakan dan gas, serta
perusahaan jasa pengamanan/sekuriti.
omponen-komponen PCS yaitu Cisco PCS Server Hardware, PCS Server
Software, PCS Policy Manager, PCS Dial Ports, Channel/Radio Ports, Virtual
Talk Group (VTG) Ports. PMC (Push To Talk Management Center) dan P Phone
PTT Service.
Semua komponen PCS tersebut dapat dibeli satu paket atau beberapa komponen
yang optional (pilihan). Bisa dibeli terpisah. Harga satu paket PCS 2.0 kurang
lebih 55.100 dolar Amerika.
Pengoperasian PCS ini diatur oleh PCS Server yang telah diinstal dengan PCS
Software dan disambungkan dengan komputer yang terkoneksi dengan internet.
omputer tersebut akan difungsikan sebagai pengatur (dispetcher) traffic
komunikasi antar pesawat seperti PSTN, Ponsel, dan HT.
omputer tersebut dapat mengatur chanelling tiap pesawat komunikasi, tetapi tidak
dapat mengatur setting frekuensi, karena setting frekuensi tersebut dilakukan di
pesawat HT.
Pernahkah anda membayangkan, anda berkomunikasi dari perairan di Makassar
menggunakan handy talkie (HT) berbicara dengan rekan anda yang berada di k
bangunan atau gunung. Sebagai bayangan Relay Amatir Radio RAR di gunung
TangAceh menggunakan handy talkie (HT) di 2 meter atau VHF? Betul, tidak perlu
lagi menggunakan Single Side Band (SSB) untuk melakukan komunikasi demikian
jauh.
Pada masa lalu, kita biasanya menggunakan relay, biasanya di sebut sebagai
repeater, agar dua buah HT dapat berkomunikasi jarak jauh satu sama lain. Relay
biasanya di pasang di posisi yang tinggi, bisa di puncakuban Perahu memungkinkan
kita yang menggunakan 2 meter-an atau VHF berkomunikasi satu sama lain di
wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Tapi untuk berkomunikasi dengan seluruh
ndonesia, tampaknya kita perlu membuat jaringan repeater yang mengkaitkan
seluruh ndonesia, tentunya bukan pekerjaan yang mudah.
Pada hari ini, dengan di bantu nternet sebagai relay, komunikasi menggunakan HT
di 2 meter atau VHF dapat di relay ke lokasi yang jauh seluruh ndonesia asalkan
ada nternet. Secara logika memang masuk akal sekali, apalagi bagi kita yang biasa
menggunakan nternet pasti familiar dengan Yahoo Messenger (YM) yang
memungkinkan kita chatting menggunakan text maupun suara dengan komputer lain
di nternet. Teknologi ini di kenal sebagai Voice over nternet Protocol atau VoP.
Pada tingkat yang lebih tinggi, teknologi VoP biamulai di adopsi oleh rekan-rekan
amatir radio di dunia, dengan menyambungkan peralatan radio-nya ke nternet dan
menggunakan nternet sebagai relay jarak jauh-nya.
Teknik komunikasi Amatir Radio menggunakan nternet yang banyak di adopsi di
dunia, termasuk di ndonesia, adalah eQS. Menggunakan eQS seorang amatir
radio dapat saling terhubung tidak hanya menggunakan media udara, tetapi juga
melalui nternet. ni membuka peluang amatir radio dapat menikmati kebebasan
berkomunikasi antara amatir radio lainnya melalui frekuensi radio, melalui nternet
atau campuran keduanya.



Untung Rugi Komunikasi HT
SEPERTNYA perangkat komunikasi radio HT sudah jauh ditinggalkan para
penggemarnya, tidak seperti ketika telepon seluler belum seperti sekarang ini. alau
toh ada, kebanyakan hanya pada lingkungan terbatas, seperti mereka yang bertugas
di bidang keamanan dan para anggota radio amatir yang masih setia.
PADA saat ini kalau bukan mereka yang berkepentingan dengan pemakaian radio
transceiver handie talkie (HT), mereka tentu akan enggan untuk menenteng HT.
Apalagi penampilannya sampai saat ini memang belum banyak berubah, ada yang
dibuat sebesar ponsel atau bahkan lebih mini lagi, namun selalu berakibat pada
pengurangan kualitas transmisinya dan akibatnya akses menjadi sulit.
esan penampilan sebagai bagian dari anggota keamanan sangat melekat dan HT
tidak bisa disembunyikan seperti halnya sebuah ponsel. Meski demikian, ada yang
merasa semakin percaya diri dengan menenteng perangkat seperti ini, sama seperti
kecenderungan para eksekutif sekarang yang terkesan canggih dengan membawa
communicator ataupun ponsel PDA (personal digital assistant) lainnya.
Rasa bangga bagi para petugas keamanan memegang HT, terutama karena
memang semula hanya tingkat komandan yang dilengkapi fasilitas HT, sehingga
mereka merasa menjadi orang penting dan selanjutnya sesama pemakai HT selalu
memanggil dengan sebutan "nDan, yang merupakan kependekan dari komandan.
Terlepas dari semua ini, radio transceiver (transmisi dan receiver/penerima)
genggam memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pesawat telepon biasa maupun
ponsel. ecepatan menjangkau lawan bicara maupun reaksi penerimanya masih
belum tertandingi oleh telepon.
Apalagi dengan HT maupun radio komunikasi lain bisa langsung diterima oleh
banyak orang sekaligus sehingga untuk tujuan berkomunikasi dengan banyak orang
masih merupakan pilihan yang mampu menandingi fasilitas telekonferensi.
elebihan-kelebihan ini yang kemudian diadopsi perusahaan Nextel
Communications untuk memberikan layanan PTT (push-to-talk) pelanggan telepon
mereka. Melalui sebuah telepon seluler, para pelanggan bisa berkomunikasi
layaknya sebuah HT dengan seseorang maupun banyak orang sekaligus.
Reinkarnasi HT pada ponsel melalui jaringan telepon seluler ini mendapat sambutan
hangat di Amerika Serikat. Dengan segera layanan ini diikuti perusahaan lain,
termasuk di Eropa dan negara-negara lain, tahun lalu. Selain itu, juga
penyempurnaan teknologi yang digunakan, yaitu dengan apa yang disebut PoC
(push-to-talk over celluler).
M&NAS HT biasa dilakukan secara langsung dari HT ke HT (point to point)
atau bisa juga dari HT ke perangkat repeater untuk disebarkan ke HT lainnya. &ntuk
jangkauan yang jauh, misalnya untuk sebuah kota atau bahkan antarkota,
kemungkinan alternatif kedua yang dipilih.
Repeater dapat ditempatkan di sebuah tempat tertinggi di kota itu, bisa juga di
sebuah puncak gedung tertinggi maupun puncak bukit atau gunung. Sedangkan
untuk jaringan yang luas dibuat jaringan yang menghubungkan antar-repeater.
Sebenarnya secara prinsip tidak berbeda jauh dengan jaringan telepon seluler.
Hanya, bedanya seluler membutuhkan repeater-repeater kecil yang diatur serapat
mungkin satu dengan lainnya, sebaliknya repeater HT kalau bisa sesedikit mungkin
dan jarak yang sejauh mungkin.
&ntuk mencakup seluruh Pulau Jawa, repeater HT cukup didirikan sekitar 10
repeater di puncak-puncak gunung atau gedung tinggi. Sedangkan sistem seluler
bisa sekitar 5.000 repeater kecil yang membentuk seperti sel.
Jaringan seluler terutama ditempatkan di kawasan kegiatan ekonomi, seperti pusat
keramaian, termasuk jalan-jalan utama. &ntuk daerah terpencil, apalagi di puncak-
puncak gunung yang tidak ada kegiatanekonominya, biasanya sulit mendapatkan
sinyal untuk seluler.
Sebaliknya repeater HT selalu ditempatkan di gunung- gunung tinggi yang kegiatan
ekonominya hampir tidak ada. Dengan demikian, sedikit repeater HT mampu meng-
cover daerah yang luas, terutama daerah-daerah terpencil yang biasa sulit dilakukan
ponsel.
Jadi, sebenarnya kedua sistem itu tidak sempurna karena belum bisa menutup
seluruh kawasan dan selalu ada blank- spot masing-masing. Dengan demikian, jika
kedua sistem disatukan, akan memberikan coverage area yang lengkap.
edua sistem jaringan ini sebenarnya bisa digantikan telepon satelit yang bisa
meliput seluruh permukaan Bumi. Namun, telepon satelit juga memiliki kelemahan
lainnya karena letaknya yang jauh dari Bumi.
&ntuk bisa menjangkau satelit, sebuah telepon satelit (ponsat) membutuhkan antena
yang lebih baik dan tidak boleh terhalang oleh atap gedung maupun pohon. Jadi,
untuk menyempurnakan daya tangkap maupun kirimnya satelit, bisa juga
menggunakan repeater-repeater di darat, terutama untuk radio hiburan yang
sekarang baru diterapkan di AS.
APAAH ponsel PTT atau PoC mampu menggantikan peran HT yang makin
tenggelam saat ini?
Reinkarnasi ini memang tidak seratus persen menggantikan peran HT yang
digunakan selama ini. Banyak hal yang bisa disempurnakan meski juga ada sisi
lemahnya.
elemahan pada radio transceiver terutama menyangkut keamanan informasinya.
Semua pembicaraan melalui HT apalagi diketahui frekuensi receiver-nya akan bisa
didengarkan oleh pihak lain.
Bahkan, untuk frekuensi radio yang tidak diketahui, bisa dicari dengan cara men-
scan pada daerah pita frekuensi tertentu. Sekarang ini banyak repeater radio yang
sudah dilindungi dengan berbagai cara, seperti digital scrambler, digital maupun
tone squelch, sampai trunking system.
Semua fasilitas perlindungan ini membuat HT menjadi sangat khusus dan harganya
juga semakin mahal, selain bertambah tebal saja bentuk fisiknya. Sedangkan untuk
digital maupun tone squelch saja tidak semua produsen HT menyediakan
produknya.
Dalam hal ini, produk HT Motorola yang biasa bermain di commercial-band memang
masih unggul. Sedangkan untuk produk radio amatir yang khusus untuk pita
frekuensi amatir sangat tertinggal, barangkali hanya Yaezu yang belakangan
meluncurkan produk yang mengimbangi produk Motorola, tetapi untuk jalur radio
amatir.
Dengan ponsel PTT (sebutan yang lebih familier daripada PoC) akan mampu
menjawab semua ini. Hanya orang-orang tertentu yang masuk daftar yang bisa
mendengarkan komunikasi HT seluler ini sehingga informasi rahasia tidak bisa
didengarkan oleh orang di luar dari yang tel
didaftar.
Radio komunikasi konvensional juga mencoba mengadopsi teknologi informasi.
Antara lain dengan masuk melalui jaringan informasi broadband sehingga jaringan
yang digelar di Pulau Jawa, misalnya, bisa langsung berhubungan dengan jaringan
HT di pulau lain.
Lalu, apa kelemahan pada ponsel PTT?
Tentu ada, terutama pada biaya yang harus dikeluarkan. Berkomunikasi melalui
jaringan seluler tentu tidak gratis dan hal ini yang akan membatasi. Tidak lagi bisa
berbicara berpanjang-panjang seperti ketika menggunakan HT.
Dengan demikian, bisa diyakini, meski jaringan di ndonesia sudah mengoperasikan
ponsel PTT, hal itu tidak akan menggusur pemakaian HT. arena, pemakaian
frekuensi pada HT boleh dibilang gratis, bahkan mereka tidak banyak tahu kalau
frekuensi tidak bisa digunakan semaunya sendiri.
Meskipun demikian, fenomena pemakaian HT melalui jaringan seluler diperkirakan
tetap akan ramai. Terutama masyarakat umum akan bisa menggunakan ponsel HT
ini tanpa takut-takut melanggar aturan keamanan karena HT baru ini tidak perlu lagi
izin ataupun kecakapan tertentu, cukup membayar pulsa. (AE)

Rabu, 04/04/2007 14:50 B
gebrik Lewat HT Terdengar di Ponsel
Ardhi Suryadhi detikinet

akarta Radio dua arah andy-talkie (HT) identik dengan teknologi kuno
dibandingkan ponsel. Namun kini ngebrik lewat HT juga bisa nyambung ke ponsel.
Hal itu bisa dilakukan dengan menerapkan teknologi dari Cisco Systems yang bernama
IPICS, singkatan dari IP Interoperability Collaboration System 2.0. IPICS mengintegrasikan
perangkat HT, PSTN (telepon tetap), ponsel, IP Phone (VoIP), serta komputer dalam satu
jaringan berbasis internet.
Menurut IrIan Setiaputra, Managing Director Cisco Systems Indonesia, solusi ini
dikembangkan karena melihat posisi HT yang tidak bisa dibuang dan tergantikan oleh
perangkat lain. 'Namun persoalannya, HT sulit berkomunikasi dengan perangkat seperti
ponsel dan lainnya, ujar IrIan saat konIerensi pers CIsco di Hotel ShangriLa, Jakarta, Rabu
(4/4/2007).
Selama ini HT hanya digunakan untuk berkomunikasi pada Irekuensi yang sama dan dengan
cakupan yang terbatas. IrIan berharap dengan ini keterbatasan itu dapat dihilangkan.
Sekilas Cara Kerja IPICS
Solusi IPICS terdiri dari piranti lunak dan perangkat keras (server IPICS). Server tersebut
kemudian disambungkan ke 74:907 yang menuju koneksi internet. Perangkat HT kemudian
berkomunikasi dengan 807;07 melalui Irekuensi seperti biasa. $07;07 itu yang kemudian bisa
menyambungkan HT dengan jalur telekomunikasi lain.
Semua komunikasi HT via IPICS beroperasi layaknya menggunakan HT, artinya untuk
berbicara harus bergantian dengan menekan tombol tertentu. Untuk komunikasi dengan
ponsel atau telepon tetap harus diawali oleh ponsel atau telepon tetap, kemudian tombol 1
dan 2 pada ponsel atau telepon akan berIungsi sebagai tombol bicara dan mendengarkan.
Soal biaya, untuk panggilan ke jalur ponsel atau telepon tetap dikenakan biaya normal,
termasuk biaya pulsa lokal atau interlokal. Sedangkan untuk panggilan dari HT ke komputer
atau telepon Voice over Internet Protocol (VoIP) tidak akan dikenai biaya tambahan.

eave a Reply