Anda di halaman 1dari 32

Materi Pelatihan Dasar Dokter Kecil

My First Step To Be A doctor

MODUL PELATIHAN DOKTER KECIL


My First Step To Be A Doctor Setelah pelatihan ini diharapkan seorang dokter kecil akan memiliki kompetensi dalam hal : a. Knowledge b. Skill c. Atitude

1. Dokter Kecil dan Usaha Kesehatan Sekolah 2. Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat 3. Pengantar Ilmu Gizi Dasar 4. Imunisasa, Penyakit dan pengobatan sederhana Pelatihan ini terbagi menjadi 5. Keterampilan klinis dasar sub modul, yang meliputi:

6. Pertolongan kecelakaan

Jenis Imunisasi pada anak usia sekolah dasar b. Penyakit Definisi Penyakit Penyakit Menular 1. Demam Berdarah 2. Influenza 3. Cacar Sub Modul 2 4. Scabies Pengantar Ilmu Kesehatan Penyakit lainnya Masyarakat 1. Cacingan 2. Sakit Gigi - Higiene Diri 3. Diare a. Mandi 4. Sakit maag b. Mecuci tangan c. Pengobatan c. Mengguting Kuku - Analgesik dan antipiretik d. Membersihkan Telinga - Antasida e. Menggosok gigi - Oralit - Kesehatan Lingkungan - Antiseptik Sekolah - Anti Jamur (Whitefield) a. Ruang Kelas - Anti Scabies (salep 24) b. MCK - Anti Histamin (Alergi) c. Kantin Sekolah - Absorban Racun (Norit) d. Kebersihan Lingkungan - Obat Batuk Sekolah Sub Modul 5 Keterampilan Klinis Dasar Sub Modul 3 Pengantar Ilmu Gizi Dasar Pengukuran Tanda-tanda Vital Definisi Zat Gizi (TNRS) Pertumbuhan dan Penghentian perdarahan Perkembangan Desinfeksi dan perawatan Macam-macam dan luka manfaat Nutrisi bagi tubuh Pembidaian Gizi seimbang Pola makan sehat Sub Modul 6 Penentuan Status Gizi Pertolongan Pertama Pada Kurang Gizi dan Kecelakaan pencegahannya Kasus Kegawatdaruratan yang Sub Modul 4 mungkin terjadi di sekolah Imunisasi, Penyakit dan a. Keracunan Pengobatan b. Pingsan c. Sengatan Listrik a. Imunisasi d. kram - Definisi Imuisasi e. Perdarahan - Manfaat Imuisasi f. Gigitan Hewan -

pertama

pada

g. Keracunan

SUB MODUL I DOKTER KECIL DAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH


Pendahuluan
Usaha Kesehatan Sekolah adalah kegiatan-kegiatan dalam bidang kesehatan yang dilaksanakan di sekolah-sekolah dengan sasaran anak didik dan lingkungan hidupnya. Tujuan usaha kesehatan sekolah (UKS) adalah mencapai kesadaran kesehatan anak sebaik-baiknya, yaitu: a. Anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan

umurnya b. tidak mempunyai kelainan atau mengidap suatu penyakit c.mempunyai sikap, tingkah laku dan kebiasaan hidup sehat. Program Kegiatan UKS ada tiga, dikenal sebagai TRIAS PROGRAM, yaitu: 1. Pendidikan/penyuluhan kesehatan 2. lingkungan kehidupan sekolah yang sehat 3. pelayanan kesehatan di sekolah

Pengertian
Dokter kecil adalah anak didik yang dipilih guru, guna ikut melaksanakan sebagian usaha pelayanan kesehatan terhadap diri sendiri, keluarga, teman murid pada khususnya dan sekolah pada umumnya Tujuan 1. Agar Murid dapat menolong dirinya sendiri dan orang lain untuk hidup sehat 2. agar murid dapat membina teman-temannya dan berperan sebagai promotor dan motivator dalam menjalankan usaha kesehatan terhadap diri masing-masing 3. agar murid dapat membantu guru, keluarga dan masyarakat di sekolah dan di luar sekolah Kriteria anak didik a. telah menduduki kelas 4 sekolah dasar b. berprestasi baik di kelas c. berwatak pemimpin dan tanggung jawab

d. bersih dan berperilaku baik e. bermoral baik dan suka menolong f. bertempat tinggal di rumah sehat g. diizinkan orang tua Tugas dan Kewajiban a. selalu bersikap dan berperilaku sehat b. mengajak serta dan mendorong murid lainnya untuk bersama-sama menjalankan program kesehatan terhadap dirinya masing-masing c. mengusahakan tercapainya kesehatan lingkungan yang baik di sekolah dan di rumah d. membantu guru dan petugas kesehatan pada waktu mereka menyelenggarakan pelayanan kesehatan di sekolah e. berperan aktif dalam kampanye kesehatan yang diselenggarakan di sekolah, misalnya: 1. pekan kebersihan 2. pekan penimbangan dan pengukuran tinggi 3. pekan gizi 4. pekan kesehatan gigi 5. pekan kesehatan mata 6. dll Kegiatan Dokter Kecil 1. menggerakan teman agar saling mengamati tentang: 2. pengenalan dini penyakit 3. pengobatan sedehana 4. pengamatan kebersihan warung dan kebun sekolah 5. pengamatan hygiene dans anitasi rumah dan sekolah: halaman, ruang kelas, perlengkapan, persediaan air bersih 6. penjagaan kesehatan terhadap kecelakaan: kotak P3K, alat pemadam kebakaran, alat bermain, lapangan bermain 7. pencatatan dan pelaporan 8. rujukan Pencatatan Kegiatan A. kegiatan dokter kecil di rumah, di sekolah dan pekan kesehatan dicatat dalam buku harian dokter kecil, meliputi: 1. Kebiasaan sehat yang dikerjakan di rumah, di sekolah dan pada pekan kesehatan. a. kegiatan yang dilaksanakan dan pencatatan hasil kegiatan misalnya hasil penimbangan berat badan,

pengukuran tinggi badan dan ketajaman mata kanan dan kiri, jenis pertolongan pertama yang diberikan b. perilaku sehat yang dijalankan, misalnya:menggunting kuku, mengukur tinggi badan, menimbang berat badan diri sendiri serta menilai apakah berat badannya cukup 2. kebiasaan sehat yang dianjurkan kepada saudara di rumah dan teman-teman di sekolah, misalnya: a. menganjurkan untuk menggunting kuku rutin b. melihat televisi jangan terlalu dekat (minimal 3 m) c. jangan tidur terlalu larut malam d. jangan membaca buku sambil berbaring e. sikap duduk yang baik pada saat menulis/membaca 3. kebiasaan tidak semata yang dilihat atau yang masih dikerjakan: a. teman yang membuang sampah dimana-mana b. penumpang kendaraan melemparkan kulit buah dari mobil c. berjalan di jalan umum sambil membaca buku pelajaran seminggu sekali, buku harian diperlihatkan kepada orang tua dan guru kelas untuk diparap dan diberi komentar. Secara berkala buku diparap dan diberi komentar oleh puskesmas B. Kegiatan dokter kecildi kelas dicatat dalam buku laporan piket atau buku laporan kelas, meliputi: 1. Kegiatan yang dilaksanakan beserta hasilnya 2. usul diselenggarakannya kegiatan tertentu di bidang kesehatan guna meningkatkan kebersihan kelas dan kesehatan murid kelas 3. setiap hari buku laporan diperlihatkan kepada guru kelas untuk diparap dan diberi komentar.

Sub Modul 2 Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat


A. Kesehatan Pribadi/ Diri sendiri/ perorangan
1. Kesehatan mata a. jangan membaca di tempat yang kurang/terlalu terang b. jangan mebaca sambil tiduran/berjalan c. membaca dengan jarak sekitar 30 cm d. jangan menatap langsung sinar yang sangat terang/ matahari e. sering memberi istirahat pada mata

f.

jangan menggosok-gosok mata g. mengambil kotoran pada mata harus dengan hati-hati dan dengan tangan yang bersih h. memeriksakan mata segera ke dokter bila terjadi gangguan mata i. pakailah kaca mata yang sesuai dengan nasehat dokter j. ,akanlah suplemen vitamin A dan makanan bervitamin A seperti wortle, dll 2. Kesehatan telinga a. jangan memasukan sesuatu benda ke dalam telinga atau mengorek telinga, mintalah pertolongan orang dewasa b. jangan meninju telinga orang lain atau teriak keraskeras di depan telinga c. segera berobat bila ada gangguan telinga 3. pernapasan dan mulut a. pernapasan melalui hidung dan mulut hendaknya tertutup b. menutup mulut dengan sapu tangan bila bersin atau batuk c. jangan memasukan jari yang kotor uatau benda lain ke dalam lobang hidung d. bawalah saputangan bersih setiap hari 4. kebersihan kaki dan tangan

a. cucilah tangan dan kaki secara teratur b. cucilah dengan sabun selepas buang air besar c. potonglah kuku paling sedikit seminggu sekali d. pakailah selalu alas kaki 5. kebersihan kulit dan kepala a. mandilah sedikitnya 2 kali sehari b. mandilah dengan air bersih dan sabun mandi c. keramaslah rambut sedikitnya 1 kali seminggu d. sesudah mandi keringkan dengan handuk 6. kebersihan pakaian a. Pakailah pakaian yang bersih dan rapi b. Pakailah pakaian yang sesuai dengan ,musim dan suhu c. Lepaskanlah baju basah selekas mungkin d. Hindari memakai pakaian dan sepatu yang sempit e. Gantilah baju paling sedikit 2 hari sekali kecuali bila sangat kotor f. Baju sering di cuci dan diseterika

B. Kesehatan Lingkungan Sekolah


1. Letak bangunan sekolah

a. dekat dengan perumahan penduduk b. agak jauh dari jalan besar yang ramai lalu-lintasnya, ini bisa mengganggu kegiatan belajar c. dekat dengan tanah lapang/taman d. jauh dari daerah: pembuangan sampah pabrik rel kereta api, terminal, dsb e. letak bangunan sekolah memanjang dari utara ke selatan 2. Halaman sekolah a. halaman sekolah harus selalu kering dan rata/tidak becek b. halaman cukup luas untuk bermain c. ditanami rumput yang selalu dipotong pendek dan sebagian ditanami pohon rindang dan lebih baik bila dapat disediakan tempat untuk kolam ikan, berkebun dan lain-lain kegiatan murid 3. Bangunan Sekolah/Ruang Kelas a. Jumlah ruang kelas, sebnaiknya atu kelas untuk 35-40 orang b. Ukuran ruang kelas sebaiknya timnggi 4 m, panjang 8 m, lebar 6 m, sehingga setiap murid mendapat ruang sebesar 5 m3 dan luas lantai 1m3 c. Lantai harus terbuat dari bahan yang tidak tembus air d. Dinding rata, halus tak retak-retak, dicat putih atau warna muda yang tidak menyolok e. Langit-langit terbuat dari bahan yang cukup kuat dan tak tembus oleh debu f. Tiap ruangan hendaknya dilengkapi dengan 2 buah pintu, dan daun pintu menghadap ke luar g. Luas jendela 20% atau 1/5 luas lantai, jendela diletakan sehingga murid tidak terkena angina secara langsung Sinar hendaknya datang dari 2 jurusan, kiri dan kanan,serta h. Waktu istirahat, pintu dan jendela harus terbuka i. Jangan meludah di lantai 4. Perlengkapan ruang kelas a. papan tulis: - papan tulis harus halus, tidak retak-retak, papan tulis di cat redup sehingga tidak memantulkan cahaya yang menyilaukan serta diletakan pada tempat yang mudah dilihat murid b. meja murid: - mejamurid sebaiknya tidak terikat satu sama lainnya, sehingga dapat dippindahkan oleh murid sendiri - meja murid berukuran lebar 40 cm, panjang 60 cm sedikit miring ke belakang

permukaan meja halus, tidak retak-retak dan tak bergelombang - meja harus punya laci dan terjaga kebersihannya c. Murid-murid - kursi murid hendaknya 1 buah untuk setiap murid dan terpisah dari meja murid sehingga dapat dipindah oleh murid sendiri - enak dipakai dan kuat, duduk kursi harus datar, tak retakretak dan pinggirnya tidak tajam - sandaran kursi tidak boleh tegak lurus melainkan miring/ condong ke belakang sedikit - tinggi kursi sesuai dengan murid, kaki tak terganggu atau mengalami tekanan-tekanan waktu murid duduk dan jarak kursi terdepan jangan terlalu dekat dengan papan tulis d. meja kursi guru: - hendaknya lebih tinggi dan lebih lebar daripada meja dan kursi murid - sebaiknya diletakan disamping sebelah kanan papan tulis - enak dipakai dan kuat dan selalu dijaga kebersihannya e. pengahpus papan tulis - terbuat dari bahan yangdaya ikatnya terhadap kapur cukup tinggi sehingga kapur tidak berterbangan waktu dihapus - harus selalu dibersihkan setiap hari di luar kelas f. gambar-gambar - gambar-gambar yang digantung pada dinding ruang kelas, harus senantiasa dijaga kebersihannya g. Peralatan kebersihan - tersedia sapu, kemoceng dan lap meja 5. Persediaan air bersih a. pada bangunan sekolah harus tersedia air bersih lebih praktis dari air ledeng atau sumur pompa (tangan/listrik) dan sebaiknya ada bak penampungan dengan ukuran + 20.000 liter b. air bersih harus memenuhi persyaratan berikut: - harus jernih, tak berbau, tak berasa - tidak mengandung zat-zat yang berbahaya - tidak mengandung bibit penyakit c. air bersih tersebut harus cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah sehari-hari (cuci tangan, kakaus/jamban, pengurasan, pembersihan lantai, dll) d. untuk air minum harus direbus/dimasak hingga mendidih terlebih dahulu dan cara oenyajiaannya menggunakan keran 6. Tempat cuci tangan - tempat bangunan sekolah hendaknya dilengkapi dengan tempat cuci tangan -

letak tempat cuci tangan harus cukup baik, dengan system air mengalir dan mudah dijangkau oleh anak-anak - harus disalurkan ke tempat saluran air kotor - tempat cuci tangan harus dilengkapi dengan sabun dank ain lap yang bersih dan kering 7. Kamar mandi - tiap bangunan sekolah harus dilengkapi sedikitnya 2 buah kamar mandi yang sekaligus dapat dipakai sebagai tempat cuci kaki - kamar mandi harus bersih dan terbuat dari bahan tak tembus air, tak terdapat sudut-sudut tajam, cukup luas dan terang, serta tidak retak-retak - pada kamar mandi harus selalu tersedia alat-alat kebersihan : sapu lidi, sikat lantai, sikat kloset, dsb - di kamar mandi harus tersedia sabun, handuk kering, cermin sisir dan gantungan untuk pakaian 8. Kakus/Jamban dan urinoir (tempat kencing) - jumlah kakus pada bangunan sekolah hendaknya diperhitungkan dengan perbandingan jumlah murid yang ada - kakaus harus menggunakan model leher angsa dan pembuangan kotorannya dimasukan ke dalam septic tank - jarak septik tank dengan sumber air minimal 10-15 m - kakus harus bersih, tidak terbuat dari bahan yang tembus air, tidak terdapat sudut tajam dan tidak berwarna gelap sehingga mudah dibersihkan - tidak ada genangan air serta cukup persediaan air 9. Tempat sampah dan pembuangan sampah a. tempat sampah yang ersedia harus memenuhi syarat kesehatan b. jumlah tempat sampah harus cukup banyak, paling sedikit tiap ruangan satu buah dengan ukuran kecil/sedang dan di luar ruangan ukuran besar pada jarak tiap 20 meter c. tempat sampah harus kosong pada waktu-waktu tertentu d. sampah dapat dibungkus untuk dibuang, timbun atau dibakar, sampah dilarang dibuang ke kolam, sungai, selokan, dan saluran air. -

C. Warung Sekolah

Jenis Warung sekolah dapat dibagi menjadi tiga (3), yaitu: 1. Warung yang dikelola oleh sekolah/guru/orang tua murid 2. warung yang dikelola oleh warga lingkungan sekolah seperti penjaga sekolah 3. warung sekolah yang dikelola oleh warga di luar sekolah, yaitu penjaja makanan/minuman keliling

Semua jenis warung sekolah harus mendapatkan perhatian dari pihak sekolah dan dokter kecil dalam pengawasannya. Berdasarkan pengamatan didapatkan hal-hal sebagai berikut: - makanan yang dijual di lingkungan sekolah umumnya tidak terjamin kebersihannya, tidak dilindungi terhadap lalat dan debu dan beberapa kali dipegang pembeli. - Kebanyakan jenis jajanan tidak/kurang bermanfaat ditinjau dari segi gizi anak. Persyaratan minimal Higiene dan sanitasi warung sekolah/pedagang keliling/ pikulan makanan/minumnan: 1. pedagang harus berjualan di sekitar tempat yang terjamin kebersihannya, tidak di dekat jamban, selokan yang kotor, pinggir jalan raya yang padat, tempat pembuangan sampah, dan tidak berdebu. 2. disediakan bak sampah yang mempunyai tutup/tertutup untuk menghindari lalat, dan bila penuh dibuang ke tempat sampah yanglebih besar 3. air kotor bekas cuci supaya dibuang ke dalam saluran pembuangan air umum 4. makanan yang dijual harus tertutup supaya terhindar dari bahaya lalat, debu dan kotoran lain, serta disediakan alat untuk mengambil makanan sehingga makanan tanpa bungkus tidak dipegang berkali-kalioleh pembeli 5. disediakann lap alat-alat dan lap tangan yang berbeda

SUBMODUL 3 PENGANTAR ILMU GIZI DASAR


Definisi Zat Gizi Ilmu gizi adalah ilmu tentang makanan dan zat gizi (nutrient) serta zat lain yang dikandungnya. Gizi adalah segala asupan yang diperlukan agar tubuh menjadi sehat. Zat gizi terdiri dari 6 kategori: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Fungsi utama zat gizi, yaitu Tri Guna Makanan, antara lain: 1. Sumber zat tenaga; manusia perlu makanan agar mempunyai tenaga untuk bekerja, bermain, belajar, berolah raga, dll. Misalnya: padi-padian, umbi-umbian, serta tepung-tepungan.

2. Sumber zat pengatur; manusia memerlukan makanan agar semua bagian tubuh kita dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Misalnya: sayur dan buah. 3. Sumber zat pembangun; manusia perlu makanan agar dapat tumbuh dengan baik. Misalnya: kacang-kacangan, kedele, tempe, tahu, telur, daging, hati, udang, ikan , susu, ayam, makanan hewani dan hasil olahan. .Makanan yang dikonsumsi harus mengandung makronutrien, yaitu zat gizi yang diperlukan dalam jumlah banyak. Makronutrien merupakan zat gizi penghasil energi dan jumlahnya dalam makanan harus proporsional, yaitu karbohidrat 60-70%, protein 10-15%, dan lemak 20-25% dari total energi. Kita juga harus mengkonsumsi mikronutrien, yaitu zat gizi yang diperlukan dalam jumlah sedikit, misalnya vitamin dan mineral. Fungsi Zat Gizi: a. Karbohidrat : sebagai sumber tenaga b. Protein : sebagai zat pembangun dan zat tenaga c. Lemak: sebagai sumber tenaga dan pelarut vitamin A, D, E, dan K d. Vitamin: sebagai zat pengatur e. Mineral: sebagai sumber zat pengatur dan zat pembangnun f. Air: membantu dalam proses pencernaan makanan MAKANAN GIZI SEIMBANG Tubuh manusia memerlukan semua zat gizi (energi, lemak, protein, vitamin dan mineral) sesuai kebutuhan. Zat gizi yang kita makan haruslah seimbang, agar semua fungsi tubuh dapat berjalan dengan baik. Namun, tidak ada satu jenis bahan makanan pun yang lengkap kandungan zat gizinya . Oleh karena itu, zat gizi yang kita makan haruslah seimbang dan beraneka ragam, agar semua fungsi tubuh dapat berjalan dengan baik. Makanan seimbang adalah pilihan makanan yang mengandung semua zat gizi yang diperlukan seseorang dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dan bebas dari pencemaran. Yang mempengaruhi kebutuhan makanan anak sekolah: 1. berat badan 2. tinggi badan 3. umur 4. jenis kelamin 5. jenis aktivitas

Memillih makanan yang baik juga penting , ciri makanan yang baik adalah: 1. yang memenuhi triguna makanan 2. makanan yang bersih, bebas dari debu , lalat, dan serangga lainnya 3. makanan yan aman, tidak mengandung bahan berbahaya yang dilarang untuk makanan, seperti zat pewarna berbahaya dan zat pengawet 4. makanan yang halal, tidak bertentangan dengan agama yang dianut siswa Sedangkan ciri-ciri makanan yang tidak layak dikonsumsi adalah: 1. makanan yang sudah bau basi 2. makanan yang berubah rasanya 3. makanan yang sudah lembek, berledir atau berbusa 4. makannan berjamur 5. makanan mengeras atau mengering 6. makanan berulat/mengandung benda asing 7. makanan kadaluwarsa 8. makanan yang sudah berubah warna 9. makanan kemasan yang rusak (misal:kaleng penyok, rusak, atau menggembung) Ketidakseimbangan antara asupan makanan dan penggunaan zat gizi yang terkandung untuk keperluan metabolisme tubuh akan mengganggu fungsi metabolisme tersebut. Kekurangan zat gizi akan menyebabkan status gizi kurang atau gizi buruk. Sebaliknya kelebihan zat gizi akan menyebabkan status gizi lebih, yang ditandai dengan kegemukan atau obesitas. Kekurangan atau kelebihan zat gizi pada seseorang dapat terjadi secara spesifik sesuai pola makan orang tersebut, yang dapat menimbulkan penyakit tertentu, tergantung zat gizi apa yang kurang/lebih dikonsumsi. Kita mengenal pedoman Empat Sehat Lima Sempurna yang masih sering digunakan sampai saat ini. Kini, kita juga mempunyai pesan dasar gizi seimbang yang berisi pesan-pesan utama yang perlu diketahui dan dilaksanakan untuk anak sekolah, yaitu: 1. Makanlah aneka macam makanan 2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi 3. Gunakan garam beryodium 4. Makanlah makanan sumber zat besi 5. Biasakan makan pagi 6. Minumlah air bersih, aman, dan cukup 7. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga teratur 8. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan, jangan jajan di sembarang tempat, pilih jajanan yang terlindung dari debu

dan lalat, pilih makanan/minuman yang tidak berwarna menyolok 9. Bacalah label pada makanan yang dikemas Sebaiknya, kita makan 2-3 kali sehari yang terdiri dari 4 macam kelompok bahan makanan. Dari tiap kelompok bahan makanan dan jenis yang dikonsumsi, maka makin banyak jenisnya makin baik. Adapun 4 kelompok bahan makanan tersebut adalah :

1. Makanan pokok, sebagai sumber zat tenaga : beras, jagung,


ubi, singkong, mie, dan lain-lain.

2. Lauk pauk, sebagai sumber zat pembangun : ikan, telur,


ayam, daging, tempe, kacang-kacangan, tahu, dll. 3. Sayuran dan buah-buahan, sebagai sumber zat pengatur : bayam, kangkung, wortel, buncis, kacang panjang, sawi, daun singkong, daun katuk, pepaya, pisang, jeruk, semangka, nanas dan lain-lain. 4. Air Satu hal yang biasanya dilupakan karena kesibukan adalah sarapan atau makan pagi. Padahal, makan pagi sangat penting untuk memelihara ketahanan tubuh, agar dapat bekerja atau belajar dengan baik, membantu memusatkan pikiran untuk belajar dan memudahkan penyerapan pelajaran, membantu mencukupi zat gizi. Jika tidak makan pagi, maka badan akan terasa lemah karena kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk tenaga, tidak dapat melakukan kegiatan atau pekerjaan pagi hari dengan baik, anak sekolah tidak dapat berpikir dengan baik dan malas, orang dewasa hasil kerjanya menurun. Penilaian status Gizi pada Anak-anak Gizi yaitu segala asupan yang diperlukan agar menjadi sehat. Gizi diperlukan oleh tubuh manusia untuk kecerdasan otak dan kemampuan fisik. Gizi diperoleh dari asupan makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Ada 3 macam kondisi dalam penilaian status gizi: 1. Ditujukan untuk perorangan atau untuk kelompok masyarakat. 2. Pelaksanaan pengukuran : satu kali atau berulang secara berkala. 3. Situasi dan kondisi pengukuran baik perorangan atau kelompok masyarakat : pada saat kritis, darurat, kronis dan sebagainya.

Ada berbagai cara yang dilakukan untuk menilai status gizi, salah satunya adalah pengukuran tubuh manusia yang dikenal dengan istilah Antropometri. Pertumbuhan dan Perkembangan Makanan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh, sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh. Pertumbuhan dapat kita ukur dengan mempergunakan satuan panjang atau satuan berat, sedangkan perkembangan pengukurannya lebih sulit. Makanan yang cukup dan gizi seimbang serta beragam dan bervariasi harus diberikan kepada anak. Pemasukan zat gizi yang kurang akan mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan anak terganggu. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan ada 2 golongan: faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam, misalnya: ras, keluarga, umur, jenis kelamin,dll. Faktor luar, misalnya: gizi, penyakit kronis, lingkungan, psikologis, endokrin, sosio-ekonomi, stimulasi, obat-obatan. Untuk mengukur kemajuan pertumbuhan, biasanya kita menggunakan berat badan dan tinggi badan. Berat badan merupakan indikator yang baik untuk menentukan kondisi gizi manusia. MENIMBANG BERAT BADAN Menimbang berat badan anak mempunyai beberapa tujuan, yaitu: 1. Mengikuti pertumbuhan 2. Menimbulkan minat pada anak untuk turut serta dalam memperhatikan pertumbuhan badannya dan menimbulkan kesadaran bahwa pertumbuhan penting diperhatikan sebagai ukuran kesehatan badan. 3. Memberikan nasihat /keterangan yang diperlukan bila dijumpai berat turun terus-menerus atau naik secara berlebihan. Alat yang dipakai 1. Sebuah timbangan berat badan yang berkekuatan 100 kg. 2. Alat tulis 3. KMS anak sekolah Cara 1. Timbangan diletakkan di tempat yang terang dan datar, dan tempat berdiri diberi alas berpijak agar tidak cepat menjadi kotor.

2. Jarum timbangan ditempatkan pada angka 0 sebelum penimbangan dimulai. 3. Sepatu, sandal, topi, peci, dll, dilepaskan dulu. Pada anak lakilaki baju atas dapat dibuka. 4. Anak disuruh naik ke atas timbangan, berdiri tegak tanpa berpegangan pada benda lain, tidak pula menyender pada dinding. 5. Bacalah dan catatlah angka yang ditunjuk oleh jarum dan beritahukanlah pada temanmu berapa berat badannya. Penjelasan Sebaiknya penimbangan berat badan dilakukan pada pagi hari, dilakukan dengan alat yang sama, dan pada waktu yang sama tiap kali menimbang agar penilaian dan perbandingan dapat lebih diandalkan. Penimbangan berat badan cukup 4 bulan sekali. Bila ternyata dalam masa itu tidak tampak kenaikan sedikit juga, maka hendaklah dicari sebab-sebabnya. Bila di sekolah terdapat makanan tambahan, umpamanya pembagian susu, dll, sebaiknya penimbangan dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan pemberian makanan tambahan. Hal ini dapat dilakukan setiap bulan agar kita dapat mengetahui manfaat tumbuh kembang dari makanan tambahan tersebut. MENGUKUR TINGGI BADAN Mengukur tinggi badan memiliki beberapa kegunaan, yaitu: 1. untuk mengetahui pertumbuhan anak 2. untuk mengetahui dan dapat membandingkan antara TB dengan BB sehingga dapat mengetahui BB ideal bagi seseorang. Alat yang Dipakai 1. pengukur tinggi badan yang dapat berupa: a. pengukur tinggi badan yang merupakan bagian dari timbangan (pada timbangan dewasa) b. pita pengukur (cm) yang diletakkan pada dinding yang rata c. ukuran (cm) yang digambar pada dinding yang rata. 2. alat tulis 3. lempengan/kepingan kayu atau kotak/buku tebal yang memiliki sudut siku-siku untuk batas ukuran di atas kepala. 4. KMS anak sekolah Cara 1. sepatu, sendal dll hendaknya dibuka. Anak disuruh berdiri tegak dengan pandangan lurus menghadap ke depan kedua tumit, pantat, punggung dan belakang kepala menempel di dinding atau pita pengukur.

2. letakan sisi siku-siku/ kotak/buku tebal itu di atas kepala tertinggi dengan sisinya yang lain rata melekat pada pita pengukur. 3. bacalah dan catatlah semua, kemudian beritahukan kepada anak tersebut berapa tinggi badannya dan dibandingkan dengan daftar standar sebagai pedoman. Penjelasan Sebaiknya pengukur tinggi ini dilakukan pada pagi hari sebelum pelajaran dimulai, karena keadaan anak masih segar, otototot belum kendor dan anak masih berdiri tegak, sehingga hasilnya akan tepat. Cara Mernggunakan KMS-AS (KMS- anak sekolah) KMS berisi grafik pertumbuhan berdasarkan BB dan TB, cara mengisinya adalah sebagai berikut: 1. Lakukan penimbangan BB dan pengukuran TB 2. Letakan hasilnya pada grafik mendatar dan tegak 3. Pertemukan titik BB dan TB pada satu alur grafik secara tegak lurus 4. Titik pertemuan menunjukan status gizi anak sekolah, apakah gizi baik, gizi kurang, atau gizi lebih 5. Lakukan tindak lanjut KURANG GIZI Dengan menentukan status gizi anak, kita akan dapat menemukan gizi buruk, salah satunya adalah dengan melihat anak semakin kurus atau dengan penimbangan bulanan di Posyandu.Gizi Buruk adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga secara klinis terdapat dalam 3 tipe yaitu Kwashiorkor, Marasmus, dan Marasmus-Kwashiorkor. Tanda-tanda Kwashiorkor: 1. Edema umumnya diseluruh tubuh dan terutama pada punggung kaki. 2. Wajah membulat dan sembab 3. Pandangan mata anak sayu. 4. Perubahan status mental: cengeng, rewel, kadang apatis. 5. Rambut berwarna pirang, kusam dan mudah dicabut. 6. Otot-otot mengecil, lebih nyata apabila diperiksa pada posisi berdiri dan duduk. 7. Gangguan kulit berupa bercak merah coklat yang meluas dan berubah menjadi hitam terkelupas. 8. Anak sering menolak segala jenis makanan (anoreksia) 9. Sering disertai infeksi, anemia dan diare/mencret. Tanda-tanda Marasmus: 1. Anak tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit. 2. Wajah seperti orang tua.

Cengeng, rewel. Perut cekung. Kulit keriput. Sering disertai diare kronik atau susah buang air besar. Tanda-tanda Marasmic-Kwashiorkor merupakan gabungan tanda-tanda kedua jenis tersebut diatas. Sebagai pencegahan dan pengobatan gizi buruk, diantaranya dengan memakan makanan 4 sehat 5 sempurna, serta dengan melaksanakan 13 pesan dasar gizi seimbang. ANEMIA PADA ANAK USIA SEKOLAH Pengertian anemia gizi adalah rendahnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah yang disebabkan oleh kekurangan zat besi (Fe). Gejala anemia gizi dapat diketahui dengan mudah, yaitu: 1. Lesu 2. Lelah 3. Letih 4. Lemah 5. Lalai Penyebab anemia gizi diantaranya adalah: 1. Rendahnya konsumsi makanan bersumber hewani yang tinggi kandungan zat besinya 2. Rendahnya konsumsi sayuran tinggi kandugan zat besinya, misal: bayam 3. Mengkonsumsi makanan/minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi, misal: the 4. Meningkatnya kebutuhan zat besi karrena pertumbuhan , pada wanita menstruasi 5. Karena penyakit infeksi, misal malaria dan kecacingan Cara Penanggulangan anemia gizi adalah: 1. Penuhi kecukupan makanan sesuai dengan prinsip gizi seimbang 2. Menghindari dari penyakit infeksi 3. Mengkonsumsi makanan hewani yang tinggi kandungan zat besinya 4. Bila dari makanan tidak dapat memenuhi kebutuhan zat besi, maka diberikan TTD tablet t ambah darah. GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY) Gangguan akibat kekurangan Yodium dapat menyebabkan:

3. 4. 5. 6. 7.

1. gangguan pertumbuhan fisik dan mental yang disebabkan oleh kekurangan yodium terus-menerus dalam waktu yang lama 2. pada anak sekolah dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, gangguan perkembangan, dan berakibat kecerdasan rendah, anak seperti ini biasanya sulit menerima pelajaran, tidak naik kelas, dan putus sekolah Untuk menghindari GAKY, maka kita harus: 1. banyak mengkonsumsi ikan laut yang segar atau hasil laut lainnya 2. mengkonsumsi garam beryodium yang memenuhi syarat 3. gunakan garam beryodium setiap kali memasak 4. banyaknya garam beryodium yang dikonsumsi 1 sendok the setiap hari Garam beryodium adalah garam yang telah ditambahkan dengan yodium, bentuk dan baunya tidak berubah, serta cara penggunaannya sama dengan garam biasa, dan dibubuhkan pada makanan atau masakan yang siap untuk dikonsumsi.

Sub Modul 4 Imunisasi, Penyalit dan Pengobatan


A. IMUNISASI
Mengapa Harus Imunisasi? imunisasi mencegah terjadinya penyakit akibat kuman bakteri/virus (infeksi) pada seseorang yang masih sehat APA YANG DIMAKSUD IMUNISASI? Imunisasi adalah suatu proses untuk membuat sistem pertahanan tubuh kebal terhadap invasi mikroorganisme (bakteri dan virus) yang dapat menyebabkan infeksi sebelum mikroorganisme tersebut memiliki kesempatan untuk menyerang tubuh kita. Dengan imunisasi, tubuh kita akan terlindung dari infeksi begitu pula orang lain karena tidak tertular dari kita. Oleh karena itu imunisasi harus dilakukan oleh semua orang agar pada akhirnya nanti infeksi dapat musnah dari muka bumi. BAGAIMANA IMUNISASI BEKERJA MELAWAN PENYAKIT? Imunisasi bekerja dengan cara merangsang

pembentukan antibodi terhadap mikroorganisme tertentu tanpa menyebabkan seseorang sakit terlebih dahulu. Vaksinasi, zat yang digunakan untuk membentuk imunitas tubuh, terbuat dari mikroorganisme ataupun bagian dari mikroorganisme penyebab infeksi yang telah dimatikan atau dilemahkan, sehingga tidak akan membuat penderita jatuh sakit. Vaksin kemudian dimasukan kedalah tubuh yang biasanya melalui suntikan. Sistem pertahanan tubuh kemudian akan bereaksi terhadap vaksin yang dimasukan ke dalam tubuh tersebut sama seperti apabila mikroorganisme menyerang tubuh dengan cara membentuk antibodi. Antibodi kemudian akan membunuh vaksin tersebut layaknya membunuh mikroorganisme yang menyerang tubuh. Kemudian antibodi akan terus berada di peredaran darah membentuk imunitas. Ketika suatu saat tubuh diserang oleh mikororganisme yang sama dengan yang terdapat di dalam vaksin, maka antibodi akan melindungi tubuh dan mencegah terjadinya infeksi. APA SAJA PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI? Hingga saat ini terdapat 10 jenis vaksinasi yang dapat mencegah terjadinya infeksi pada anak, yaitu; 1. PoliO 2. campak, 3. gondongan 4. rubella (campak Jerman)

5. difteria 6. tetanus 7. batuk rejan (Pertusis) 8. meningitis 9. Cacar air 10. hepatitis B. IMUNISASI APA SAJA YANG DIBERIKAN PADA ANAK SEKOLAH? 1. DT 1, untuk difteri 2. TT, untuk tetanus 3. Polio, untuk polio 4. Hepatitis B, untuk penyakit hepatitis APA YANG TERJADI JIKA SEORANG ANAK TIDAK MELAKUKAN IMUNISASI? Secara garis besar, ada 2 kemungkinan; Pertama, jika anak tidak pernah terpapar dengan mikroorganisme penyebab infeksi, maka tidak akan terjadi apa-apa, anak akan tumbuh sehat. Kedua, jika anak terpapar dengan mikroorganisme penyebab infeksi, kemungkinan anak akan menderita penyakit atau tidak tergantung bagaimana kekebalan tubuhnya apakah dapat melawan mikroorganisme tersebut atau tidak. Anak dapat sakit ringan saja dan hanya perlu beristirahat dirumah, ataupun gejalanya cukup berat hingga harus dirawat di rumah sakit, ataupun dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian. Selain itu, denganmembawa mikrooragisme dalam tubuhnya, ia dapat menularkan penyakit ke orang lain di

sekitarnya yang juga tidak memiliki perlindungan terhadap mikroorganisme tersebut dan pada akhirnya dapat

menimbulkan epidemi dengan begitu banyak penderita yang sakit hingga meninggal.

B. Penyakit
Definisi Penyakit adalah gangguan fungsi tubuh Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidak nyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang dipengaruhinya. Untuk menyembuhkan penyakit, orang-orang biasa berkonsultasi dengan seorang dokter. 1.Demam berdarah Penyakit ini disebabkan oleh virus Dengue yang berasal dari golongan Flavivirus. Nyamuk Aedes Aegypti adalah vektor/penyebar penyakit demam berdarah. Virus ini ditularkan melalui darah orang yang telah terinfeksi yang diisap oleh nyamuk Aedes dan disuntikkan kepada orang yang sehat. Virus yang terbawa di daam darah masuk ke saluran pencernaan nyamuk dan berpindah ke kelenjar air liur (saliva) nyamuk. Kenapa virus Dengue harus bermigrasi ke kelenjar saliva nyamuk? Tiap kali nyamuk mengisap darah manusia (atau hewan), nyamuk harus menyuntikkan salivanya yang mengandung zat anti pembekuan darah (antikoagulan) sehingga darah tidak membeku dan denganlancar dapat masuk ke saluran pencernaan nyamuk melalui proboscis (belalai) nyamuk tersebut.. Nyamuk Aedes memiliki beberapa keunikan tersendiri seperti: 1. Nyamuk Aedes mengisap darah pada waktu-waktu tertentu.Nyamuk Aedes mencari makan pada pagi hari (sekitar jam 08-00 s.d jam 10.00) dan sore hari (sekitar jam 14.00 s.d jam 17.00). Nyamuk Aedes tidak mengisap darah pada malam hari. 2. Nyamuk Aedes hanya mau hidup pada air yang jernih. Air genangan pada sehelai daun cukup bagi nyamuk Aedes untuk meletakkan telur-telurnya dan berkembang biak. Nyamuk Aedes tidak akan mau tiggal pada air kotor seperti pada air selokan. 3. Nyamuk Aedes dapat mengisap darah berkali-kali dalam satu waktu.Tidak seperti nyamuk rumahan yang sekali saja mengisap darah hingga kenyang lalu terbang dan hinggap di suatu tempat, nyamuk Aedes dapat menghisap hingga 5 orang dalam sekali mencari makan dan terbang sejauh 100 meter dalam usaha mencari makan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan demam berdarah dapat menjadi wabah.

4.

4. Nyamuk Aedes selalu nungging tiap kali mengisap darah, dan nyamuk ini mudah dikenali dengan strip (belang) putih pada tubuhnya yang hitam, terutama di kaki.

Tanda dan gejala

1.
2. 3.

4. 5. 6.

munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, dan daerh bola mata sakit pada sendi dan otot ruam atau bintik merah demam berdarah mempunyai ciriciri merah terang, biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan - pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare. Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari pendarahan, (mimisan, pedarahan gusi, muntah darah, atau tinja hitam.dsb)

Pencegahan Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk untuk dengue. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga), selokan yang menggenang, bak mandi yang tidak dikuras air yang menggenang pada sampah kaleng/ban bekas, dll telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk. 3M 1. Menutup tempat penampungan ayr 2. Mengubur barang bekas yg bisa menampung air 3. Menguras bak mandi 2.Cacar Air Gejala Pwnywbab: virus Penularan: melalui air liur dan muntah yang mengandung virus Tanda/gejala: 1. demam, lemah, tidak nafsu makan 2. mula-mula timbul bercak merah, lalu menjadi bintik-bintik kecil yang mula-mula berisi cairan jernih, kemudian berubah menjadi keruh 3. mula-mula timbul di dada, lalu ke muka dan bahu, akhirnya di anggota gerak (3-4 hari) 4. pada satu saat didapati bermacam-macam tanda ersebut di atas

Pencegahan : hindari kontak / pendekatan dengan penderita Pengobatan : 1. beri parasetamol 3 X tablet/hari untuk usia kurang dari 10 tahun atau 3 x 1 tablet per hari untuk usia di atas 10 tahun, jangan diberikan pada waktu perut kosong 2. kirim ke puskesmas 3.influenza Penyebab : virus Penularan : melalui udara, batik, bersin, dsb Gejala 1. badan lemah, pegal-pegal 2. kurang napsu makan, 3. demam, 4. sakit kepala, 5. batuk, pilek, 6. bersin, Pengobatan: Umumnya penyakit yang diakibatkan oleh virus bisa sembuh sendiri. Pengobatan influenza adalah dengan membiarkan tubuh penderita membentuk antibodinya sendiri. Hal itu dapat dilakukan dengan banyak beristirahat dan mengurangi aktivitasnya, termasuk tidak banyak bercakap-cakap. Pengobatan yang umum diberikan adalah untuk mengurangi gejala yang mengganggu dari flu, seperti pemberian obat untuk menurunkan panas, menghentikan pilek dan batuk. 4.scabies . Penyebab : Scabies adalah jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau bernama Sarcoptes scabei. Tungau ini berukuran sangat kecil dan tidak terlihat oleh mata telanjang. Untuk melihatnya, diperlukan bantuan mikroskop. Gejala : memerah seperti iritasi,gatal dan umumnya banyak muncul di selasela jari, selangkangan, siku-siku, dan lipatan-lipatan paha. Di malam hari, rasa gatal bisa lebih meningkat. Penularan terjadi bila kebersihan pribadi dan lingkungan tidak terjaga dengan baik. penularan langsung karena kontak langsung dengan penderita. Dan ada pula yang disebabkan secara tidak langsung. Bisa lewat baju, seprai, handuk, bantal, air, gordyn, atau sisir Pengobatan : Berikan salep 24 di seluruh tubuh 5. Diare

Diare/mencret adalah penyakit yang ditandai oleh bertambahnya frekuensi berak lebih dari biasanya (biasa 3X) disertai adanya perubahan bentuk dan konsistensi tinja penderita. Ada 3 tingkatan mencret: 1. mulai mencret Dengan tanda-tanda : anak masih suka bermain dan masih mau makan Penganggulangan : mium lebih banyak dari biasanya, berikan ASI bila masih bayi/menetek,makan seperti biasanya 2. Mencret dan lemas Dengan tanda-tanda : anak tidak mau makan, kadang-kadang panas disertai untah, berak cair 3X sehari atau lebi. Lesu dan lemas Penanggulanan : Berikan segera oralit, segelas setiap kali anak mencret. Bujuk supaya mau diminum. Bila muntah dihentikan sementara, lalu berikan lagi sedikit demi sedikit. Beri makanan lembek (bubur, nasi tim, dll), untuk bayi berikan ASI lebih sering lebih baik. Bila semakin parah segera bawa ke puskesmas 3. Muntaber atau kolera Tanda-tanda : Mata cekung, bibir kering dan biru, kulit keriput, pada bayi ubun-ubun cekung, muntah terus, berak encer terus menerus, kencing sangat sedikit/tidak ada, bisa kejang-kejang Penanggulangan : bawa segera ke puskesmas sambil diberi oralit terus menerus, Cara penularan : makanan dan minuman yang tercemari oleh tinja/ kuman penyakit 6.Kecacingan Penyakit ini memang biasanya menyerang anak-anak. Utamanya bila tidak menjaga kebersihan lingkungan. Penderita cacingan biasanya perutnya buncit atau gendut tapi badannya kurus. Tapi itu bukan karena kelebihan lemak, melainkan karena infeksi cacing. Ada beberapa jenis cacing yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit pada anak. Yaitu cacing tambang (Necator americanus), gelang (Ascaris lumbricoides), cambuk (Trichuris trichiura), kremi, dan tremadota. Paling besar ukurannya adalah cacing Gelang karena dapat mencapai sebesar pensil. Panjangnya bisa mencapai 30 hingga 40 cm. Sementara cacing Cambuk panjangnya sekitar 3 hingga 4 cm dan cacing Tambang berukuran 1 hingga 2 cm. Meskipun ukurannya paling kecil, tapi cacing Tambang justru yang paling berbahaya. Sebab cacing ini bisa menyebabkan infeksi pada dinding usus yang menyebabkan anemia atau kekurangan darah yang paling berat.

Masuknya cacing ke dalam tubuh manusia bisa dengan berbagai cara. Diantaranya dalam bentuk telur atau larva, karena korban memakan daging yang tidak dimasak secara matang. Telur atau larva cacing dapat masuk tubuh melalui sayuran mentah yang disantap tanpa dicuci secara sempurna. Minuman yang pemanasannya tidak sempurna yaitu tak sampai 100 derajat celcius juga bisa menjadi perantara masuknya cacing ke dalam tubuh manusia. Selain itu, anak kecil yang suka bermain tanah atau tempat yang kotor juga bisa menjadi penyebab masuknya cacing ke dalam tubuhnya. Terutama bila dia menghisap jempol sehabis bermain dan tidak cuci tangan. Gejala cacingan ini biasanya tidak tampak spesifik. Tapi biasanya penderita cacingan mudah kelelahan dan berat badannya menurun. Pada anak yang tinggal di daerah perkotaan, infeksi cacing biasanya kadarnya ringan sehingga fisiknya tidak terlalu berbeda dengan yang tidak terinfeksi. Jika infeksinya sudah berat, maka anak akan terlihat sangat kurus tapi berutnya buncit, nafsu makannya merosot drastis serta nampak lesu dan tidak bergairah. Untuk mencegah timbulnya penyakit cacingan ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan : 1. Masak makanan hingga matang. Tujuannya agar cacing atau telur yang berada di dalamnya mati. Jika menyukai lalapan, pastikan sayuran lalapan dicuci bersih. 1. Biasakan mencuci tangan, kalau perlu dengan sabun cuci, setiap usai dari WC atau kamar mandi, atau sebelum memegang makanan. 2. Biasakanlah menggunakan alas kaki. Ini penting untuk menghindari infeksi cacing tambang. 3. Jika Anda curiga si kecil terkena cacingan, maka lakukanlah pemeriksaan di laboratorium. Sebagai tindakan pencegahan, minumlah obat cacing dengan dosis tepat secara berkala / setiap 6 bulan. 7.Sakit Gigi Sakit gigi mungkin sudah pernah Anda alami. Ketika menyerang, sakitnya sungguh menyiksa. Bahkan ada yang bilang lebih baik sakit hati daripada sakit gigi. berdasarkan survei yang dilaksanakan departemen kesehatan dan FKG UI di beberapa tempat, penyakit utama gigi berlubang dan gusi, sekarang diderita oleh hampir separo anak usia SD. Sangat disayangkan gigi yang baru tumbuh 2-3 tahun sudah berlubang. Penyebab: kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta asupan makanan manis dan iritan (dingin), dsb Penyakit gigi kelihatannya sepele. Namun, sesungguhnya penyakit gigi sangat berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Jika anak menderita sakit gigi, dia menjadi tidak bisa belajar, tidur terganggu, dan tidak bisa makan,

Padahal asupan makanan sangat dibutuhkan oleh anak untuk tumbuh dan berkembang. Jika asupan makanan terganggu karena sakit gigi, itu berpengaruh terhadap pertumbuhannya. Dengan demikian, kerugian akibat sakit gigi lebih dari berapa rupiah yang dikeluarkan untuk menambal gigi berlubang. selain mengganggu produktivitas, Anak-anak yang giginya berlubang dan rusak, tidak bisa meniti karier di dunia militer Jika terserang penyakit gigi berlubang, maka: 1. Secepatnya harus ditangani. Sebab gigi berlubang tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Kalau dibiarkan semakin lama justru akan makin parah. Gigi yang berlubang ini bisa menjadi sarang virus atau kuman yang menyebabkan infeksi, bahkan bisa berakibat ke ginjal dan jantung. 2. Jika rasa sakit menyerang, bisa minum sejumlah obat-obatan (Parasetamol) untuk mengurangi rasa sakit tersebut. 3. Segera periksa ke dokter untuk mendapat perawatan. Jika rasa sakit sedang menyerang, dokter tidak akan melakukan tindakan yang menambah rasa sakit. 4. Jika gigi sudah tidak bisa diselamatkan, sebaiknya dicabut. Ini untuk menghindari kondisi yang makin parah. 5. Sebagai langkah pencegahan ada beberapa tindakan sebagai berikut: Biasakan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak kecil dengan cara menyikat gigi dengan cara yang benar dan pada waktu yang benar, yaitu setelah sarapan dan menjelang tidur. Hindarkan anak-anak dari makanan yang manis-manis dan lengket. Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. 8. Sakit Maag Sakit maag (maag dalam bahasa Belanda berarti lambung) adalah gangguan pada lambung yang menimbulkan rasa tidak enak, biasanya di ulu hati, disertai perut kembung, perih, dan bahkan sampai mual. Terjadinya gangguan pada lambung disebabkan tidak terkontrolnya produksi asam lambung. Tidak jarang, asam lambung naik sampai ke mulut sehingga mulut terasa asam. Gejala : Ada sejumlah gejala yang biasa dirasakan penderita sakit maag seperti mual, perut terasa nyeri, perih (kembung dan sesak) pada bagian atas perut (ulu hati). Biasanya, nafsu makan menurun secara drastis, wajah pucat, suhu badan naik, keluar keringat dingin, dan sering bersendawa terutama dalam keadaan lapar. Penyebab: jadwal makan yang tidak teratur kerap membuat lambung sulit beradaptasi. Bila hal ini berlangsung terus-menerus, akan terjadi kelebihan asam dan akan mengiritasi dinding mukosa lambung. Rasa perih dan mual pun muncul. Atau karena adanya tumor di lambung, stress, dsb

Pengobatan : Antasida, untuk meredakan rasa sakit akibat penyakit ini, penderita bisa mengonsumsi obat sakit maag yang biasanya mengandung antasida. Obat ini berguna untuk menetralisir asam lambung. Namun, bila rasa sakit tak kunjung reda, sebaiknya segera berobat ke dokter agar dapat diketahui penyebabnya

C. OBAT-OBATAN DASAR
Pengobatan di sekolah adalah pengobatan ringan , diberikan oleh guru yang terlatih atau dokter kecil, obat-obatan yang disimpan di sekolah adalah yang ringan dan tidak berbahaya. Penyimpanan obat harus di tempat/lemari khusus dan mudah dijangkau. Penyimpanan obat harus dipisahkan antara: - obat yang umum/ dimakan diberi etiket putih - obat luar diberi etiket biru - obat luar diberi tanda palang berwarna merah jumlah obat yang ada dan penggunaanya harus dicatat dan dimonitor selalu ketersediaanya. Tempat penyimpanan obat. a. obat berbentuk cairan disimpan dalam botol bermulut sempit dan tersumbat b. obat berbentuk tablet disimpan dalam botol dengan mulut lebar dan ditutup rapat c. obat berbentuk salep disimpan dalam wadah lebar yang dapat ditutup dengan baik Macam-macam obat dan penggunaannya: 1.Analgesik dan antipiretik/ antinyeri dan anti demam adalah golongan obat yang dapat menghilangkan rasa nyeri seperti nyeri kepala, gigi, dan sendi, mampu menurunkan suhu tubuh, sehingga biasa disebut obat golongan analgesik-antiperitik, seperti aspirin, parasetamol, dan antalgin. Analgesik-antiperitik biasanya digunakan untuk mengobati penyakit dengan gejala demam (suhu tubuh meningkat) dan nyeri, seperti influenza dan salesma. Karena mempunyai efek samping yang ringan, obat golongan analgesikantiperitik dijual bebas di pasaran. Contoh : Parasetamol dosis 3 X tablet untuk usia kurang dari 10 tahun dan 3 X1 tablet untuk anak lebih dari 10 tahun 2.Antasida Mencegah dan Mengatasi Sakit Maag, mual, perut terasa pedih. Biasanya diminum sebelum makan.dan ada jg yg di minum saat sakit muncul. Dosis : 3 X 1 tablet dikunyah dahulu 3.Oralit

adalah obat untuk mengatasi kekurangan cairan saat anak terkena diare. di dalam oralit terkandung natrium, kalium, dan zat-zat penting lain yang serupa dengan zat-zat yang ada di dalam tubuh. Karena itu, untuk penanganan diare, yang penting penderita jangan sampai kekurangan cairan. memberinya oralit atau cairan lain yang biasa ada di dalam rumah tangga, seperti: air putih, air teh, sup, air tajin, air gula, dan sebagainya. Dalam hal ini, oralit harus dicairkan sesuai petunjuk penggunaan yaitu satu sachet oralit dicairkan ke dalam satu gelas air putih, diaduk hingga butiran oralit hilang, diminumkan setiap buang air besar sesuai dengan perkiraan jumlah BAB. 4.Antiseptik untuk mencegah infeksi dan membunuh kuman pada luka dibalurkan/dioleskan pada luka. contoh : Betadine 5.anti jamur (Whitefield) dioleskan 3 X sehari pada tempat yang terkena jamur/gatal 6.Anti Scabies(salep 24) dioleskan pada tubuh, terutama pada daerah buduk/penyakit/gatal, lipatan jari, paha,dan tempat2 lainnya 7.Antihistamin(Alergi) diberikan pada kasus alergi makanan/gatal-gatal/ kaligata tablet pada anak kurang dari 10 tahun dan 1 tablet pada anak lebih dari 10 tahun 8.Absorban Racun(Norit) diberikan pada kejadian keracunan, dosis satu butir 9.Obat Batuk OBH diberikan pada battuk dengan dosis 3 X 1 sendok makan per hari 11.Vitamin C Diberikan pada anak dengan keluhan sariawan gusi, mudah berdarah bibir kering dan pucat. Dosis 3 X1 selama 5 hari 12.Vitamin B Kompleks Diberikan pada anak yang tampak pucat, kurus dan nafsu makan kurang. Dosis 3 X 1 sehari selama 3 hari

Sub Modul 5 Keterampilan Klinis Dasar


1. Tanda-tanda Vital

Tanda tada vital adalah tanda-tanda yang dapat diukur dari tubuh yang dapat menggambarkan keadaan tubuh. Tanda-tanda vital meliputi: 1. Tekanan Darah 2. Denyut Nadi 3. Pernapasan 4. Suhu Tubuh a. Cara mengukur tekanan darah (tidak diberikan ) b. Cara memeriksa denyut nadi Raba bagian samping di bawah ibu jari, pada pergelangan tangan, rasakan denyutnya dan hitung selama 1 menit. Cara yang lebih mudah, bila denyut nadi teratur, hitung selama 15 detik dikali 4. Normal 60 100 kali per menit c. Cara memeriksa pernapasan Lihat pergerakan dada, hitung selama 1 menit/ 15 detik dikali 4. Normal 16 24 kali/menit d. Cara memeriksa suhu tubuh Gunakan termometer badan, pengukuran dapat dilakukan di mulut, anus atau ketiak. Disini kita akan mengukur suhu tubuh dari ketiak. Sebelum diunakan kibaskibaskan termometer agar suhunya turun, lalu himpitkan pada ketiak, tunggu sampai 5 henit, lalu baca angkanya. Normal 36 37 oCelcius.

2. perdarahan Darah terdiri dari 2 komponen, yaitu: 1. Sel Darah Sel darah terdiri dari : a. eritrosit, atau sel darah merah, berfungsi menghantarkan oksigen ke seluruh sel tubuh b. leukosit, atau sel darah putih, berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap kuman yang masuk ke dalam tubuh c. Trombosit, atau keping darah, yang berfungsi untuk pembekuan darah pada pendarahan 2. Plasma Darah Pendarahan, adalah keluarnya darah dari pembuluh darah, dan bila tidak dientikan dengan segera,pendarahan dapat menyebabkan kehilangan darah dan

kematian bila darah yang hilng dari tubuh sangat banyak. Dapat terjadi akibat banyak hal, misalnya: 1. Penyakit Demam Berdarah 2. Kecelakaan 3. Kelahiran 4. dsb Cara menghentikan perdarahan pada luka: Prinsipnya Kompresi (tekan) elevasi (angkat lebih tinggi dari jantung) desinfeksi (mencegah infeksi) 1. Tekan Langsung pada Luka dengan menggunakan Kasa/kain atau tangan langsung selama beberapa menit 2. bila luka kotor bersihkan dengan air mengalir dan langsung tekan selama beberapa menit hingga tidak ada lagi darah yang keluar 3. setelah perdarahan berhenti, bersihkan daerah luka dengan air bersih yang mengalir, bila berdarah kembali tekan lagi dengan kain/kasa/tangan. 4. Elevasikan bagian tubuh yang luka lebih tinggi dari Jantung 5. berikan antiseptic betadine atau rivanol di daerah luka dan sekitar luka 6. bila luka terbuka dan cukup luas, tutup dengan perban steril/bersih untuk menghindari infeksi dan gesekan pada luka 7. bila perdarahan terus terjadi, segera bawa ke dokter/puskesmas terdekat Perawatan Pada Luka: 1. Jaga kebersihan luka, bersihakan setiap hari dengan rivanol 2. ganti perban setiap hari/bila kotor atau basah 3. selalu berikan antiseptic betadin pada luka dan daerah sekitarnya 4. Jangan memberikan ramu-ramuan pada luka yang dapat menyebabkan infeksi

Sub Modul 6 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan


Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Hal yang paling penting bila menemukan kejadian kecelakaan adalah jangan panik atau ketakutan. Seorang dokter kecil harus tetap tenang dan tidak tegang atau takut. Nah, kalo dokter kecil bertemu dengan kasus kecelakaan, hal yang haru s dilakukan adalah: 1. Dekati korban, periksa apakah masih sadar atau pingsan 2. bila pingsan, coba bangunkan dengan suara keras, dan tepuktepuk badan korban dengan cukup keras, missal (bangun bangun) 3. bila korban kecelakaan tidak bangun-bangun segera minta tolong pada guru atau orang yang lebih tua, atau dengan berteriak minta tolong ada yang kecelakaan 4. periksa apakah korban kecelakaan masih bernapas atau tidak dengarkan dari hidungnya ada bunyi nafas atau tidak, rasakan apakah keluar udara dari hidungnya, apakah dadanya bergerak naik turun seperti bernafas 5. periksa nadi leher apakah masih terasa 6. Periksa apakah ada perdarahan, bila ada perdarahan, segera hentikan 7. terus mencari pertolongan orang yang lebih dewasa 8. bila korban kecelakaan hanya pingsan, baringkan pada posisi pemulihan 1. Keracunan a. amankan zat/benda penyebab keracunan b. bersihkan saluran pernapasan penderita dari lender/muntahan, baringkan dan miringkan kepalanya c. bila penyebab keracunan tidak diketahu segera berikan norit, putih telur, susu atau air sebanyak-banyaknya segera minta bantuan guru/orang tua/bawa ke puskesmas/dokter 2. Pingsan

Pingsan adalah kehlangan kesadaran sebentar karena aliran darah ke otak untuk sementara berkurang. Pingsan dapat terjadi karena banyak penyebab, diantaranya adalah: 1. Nyeri yang hebat 2. ketakutan 3. stress 4. kurang makan 5. berdiri di terik matahari dalam waktu yang lama 6. kurang darah 7. kelelahan Kalau kita menemukan seseorang yang pingsan, maka lakukanlah pertolongan berikut: 1. Lindungi korban dari bahaya dan cedera 2. baringkan korban di tempat yang nyaman, teduh dan datar, kaki ditinggikan leih tinggi dari kepala dan ditopang pastikan korban mendapat banyak udara segar, jangan dikerumuni 3. buka kancing baju bagian atas dan kendorkan pakaian yang ketat terutama yang menekan leher 4. kompres kepalanya dengan air dingin 5. berikan bau-bauan yang menyengat (minyak wangi, minyak angina, dsb) di depan hidung 6. bila korban muntah, miringkan kepalaya agar muntahannya tidak membuat tersedak 7. bila sadar kembali, tenangkan dan beri dukungan emosional, dudukkan perlahan-lahan Pingsan Bisa dicegah Lho! Caranya Jika teman kita ada yang merasa mau pingsan, segera dudukkan dan minta ia untuk meletakan kepalanya diantara lututnya dan tarik nafas panjang 3. Dehidrasi Dehidrasi adalah tubuh yang kekurangan cairan, bisa terjadi karena muntah berlebihan, diare, kurang minum, olah raga yang sangat berat, kepanasan yang lama, berkeringat banyak, dll. Penanganannya bila ada tanda-tanda dehidrasi seperti bibir kering, mata cekung atau diare dan berkeringat banyak, kesadaran menurun, denyut jantung semakin cepat, segera dudukkan di tempat yang teduh dan berikan cairan/ minum. 4. Kejang Otot/Kram Kram dapat terjadi karena letih, dapat pula karena dingin seperti berenang atau panas. Pertolongan bila ada teman kita yang kram adalah otot diulur dengan menggerakan otot ke arah berlawanan lalu lakukan pemijatan. Kram pada kaki Bantu ia berdiri dan berat badannya ditahan dengan kakanya yang bagian depan. Setelah kram hilang, pijat kakinya

Kram pada betis Lutut diluruskan, kaki ditekan dengan kuat dan mantap ke atas kea rah tulang kering, lalu pijat ototnya kram pada paha bila yang kram otot paha belakang, lutut diluruskan dan kakinya diangkat. Pada kram paha bagian depan, lutut ditekuk. Pada keduanya Otot dipijat dengan kuat kram perut Istirahat dan dudukkan, tidak perlu lakukan tindakan apapun 5. Sengatan Listrik - segera matikan aliran listrik dari gardu utama - jangan memegang atau menarik korban yang masih tersengat , tanpa menggunakan pelindung listrik - pisahkan penderita dengan mengunakan kayu/sapu atau barangbarang yang tidak mengalirkan listrik - gunakan alas kaki karet ketika menolong, hindari air atau benda basah/ bersentuhan dengan dinding atau lantai - panggil segera guru/orang yang lebih tua dan - bawa korban ke puskesmas/rumah sakit terdekat 6. Gigitan Hewan a. Untuk luka gigitan yang dangkal - luka dicuci dengan sabun dan air hangat sampai bersih - tepuk-tepuk luka supaya kering - beri antiseptic betadine dan kemudian ditutup dengan plester atau perban steril yang kecil b. untuk luka gigitan yang membahayakan - jangan dicuci, atasi perdarahan dengan tekan langsung dan tinggikan bagian tubuh yang luka - luka ditutup dengan perban steril/ kain bersih dan bawa ke rumah sakit c. sengatan Ular/ Laba-laba - tenangkan korban dan jangan memotong/mencuci luka bekas gigitan laba-laba - stabilkan bagian tubuh yang tergigit dan jangan digerakan, ikat bagian sekitar luka untuk mengurangi penyebara racun, tidak boleh lebih dari 10 menit. - rendahkan bagian tubuh yang tergigit di bawah jantung - berikan aspirin/paracetamol untuk mengurangi sakit - segera bawa ke rumah sakit