Anda di halaman 1dari 13

Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87

1

Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI)
Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) adalah salah satu yang
paling sering digunakan tes kepribadian dalam kesehatan mental . Tes ini digunakan oleh
proIesional yang terlatih untuk membantu dalam mengidentiIikasi kepribadian struktur
dan psikopatologi .
$0arah dan p0ng0mbangan
Para penulis asli dari MMPI adalah Starke R. Hathaway , PhD, dan JC McKinley ,
MD. MMPI merupakan hak cipta dari University oI Minnesota . Lembar jawaban standar
dapat tangan mencetak gol dengan template yang sesuai di lembar jawaban, tetapi tes
yang paling adalah komputer mencetak gol. Program komputer untuk mencetak versi
standar saat ini, MMPI-2, dilisensikan oleh University oI Minnesota Tekan untuk
Penilaian Pearson dan perusahaan lain yang berlokasi di negara yang berbeda. Program
komputer skor menawarkan berbagai pilihan proIil penilaian termasuk laporan skor
diperpanjang, yang meliputi data pada skala-yang terbaru dan paling canggih
Direstrukturisasi psychometrically Timbangan Klinis (RC timbangan).
| 1 |
Laporan skor
diperpanjang juga memberikan nilai pada lebih tradisional digunakan Timbangan klinis
serta Konten, Tambahan, dan sub-skala lain dari kepentingan yang potensial untuk
dokter. Penggunaan MMPI secara ketat dikontrol karena alasan etika dan keuangan. Para
dokter menggunakan MMPI harus membayar untuk bahan dan untuk layanan penilaian
dan laporan, serta biaya untuk menginstal program komputerisasi.
Komposisi skala
Skala Klinis
Hypochondriasis (Hs)
Skala 1 awalnya dirancang untuk membedakan penderita hipokondriasis dengan para
pasien dengan tipe-tipe psikiatrik lainnya. Meskipun skla itu dapat menunjukan diagnosis
hipokondriasis, namun skala itu paling berguna sebagai sebuah skala untuk
mengindikasikan berbagai macam karakteristik kepribadian, tetapi belum tentu konsisten
dengan diagnostic untuk hipokondriasis.
Depression
Kelima puluh tujuh item skala dua berhubungan dnegan brooding, kelmabanan Iisik,
Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87
2

perasaan depresi yang subjektiI, apati mental, dan malIungsi Iisik.skor tinggi mungkin
mengindikasikan berbagai kesulitan disalahsatu bidang atau lebih. Orang yang mendapat
skor tinggi pada skala 2 biasanay dideskripsikan sebagai orang yang uska mengkritik
dirinya, menarik diri, suka menyendiri, pendiam dan retiring (mengundurkan diri).
Hysteria
Dirancang untuk mengindikasikan psien-pasien yang telah mengembangkan gangguan-
gangguan atua motorik-motorik yang berbasis psikogenetik. Fitur penting orang yang
mempunyai skor tinggi pada skala ini adalah mereka secara stimulan melaporkan
keluhan-keluhan Iisik tertentu, tetapi juga menggunakan gaya pengingkaran dimana
mereka mungkin mengekspresikan optimism secara berlebih-lebihan.
Psychopathic deviant
Skala ini untuk mengetes tingkat penyesuaian social seseorang secraa umum. Pertanyaan-
pertanyaannya berhubungan dengan bidang-bidang seperti derajat pengasingan diri dari
keluarga, kedap social, masalah dengan sekolah dan Iigure otoritas, dan pengasiangan
dari diri sendiri dan masyarakat.

Masculinity-Ieminity
Skala ini dirancang untuk mengidentiIikasi laki-laki yang mengalami maslaah dnegan
perasaan homoseksual dan kebingungan identitas gender. Akan tetapi, upaya ini kurang
berhasil karena skor yang tinggi tampaknya tidak mempunyai kaitan yang jelas dengan
preIerensi seksual.
Paranoia
Untuk mengidentiIikasi orang dengan kondisi atau keadaan paranoid. Ia mengukur
derajat sensitiIitas interpersonal, kebijakan-diri, dankecurigaan seseorang. Elevasi ringan
pada skala 6 menunjukan bahwa orang itu emosional, berhati lembut, dan mengalami
sensitivitas interpersonal. Bila elevasi lebih tinggi, kecurigaan dan sensitiIitas seseorang
menjadi lebih ekstrim dan konsisten dalam proses-proses psikotik.
Psychasthenia
Keempat puluh delapan item pada skala 7 awalnya dirancnag untuk mengukur sindroma
psikastenia.
Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87


Schizophrenia
Skala ini dirancnag untuk mengidentiIikasi orang yang mengalam kondisi skizoIrenik
atau mirip. Tujuan ini sebagian berhasil dalam arti bahwa diagnosis skizoIrenia muncul
sebagai sebuah kemungkinana dalam kasus ornag yang mendapat skor ekstreem tinggi.
Akan tetapi, bahkan orang yang mendapat skor cukupo tinggipun belumtentu memenuhi
criteria skizoprenia.
Hypomania
Keempat puluh enam item pada skala 9 awalnya dikembangkan untuk
mengidentiIikasikan ornag yang mengalami gejala-gejala hipomanik. Gejala-gejala ini
mungkin mencakup periode-periode siklis euphoria, iritabilitas yang mengikat, dan
aktivitas tidak produktiI yang eksesiI yang mungkin digunakan sebagai distraksi untuk
menghancurkan depresi. Skala ini eIektiI buakn hanay dalam mengidentiIikasi orang
dengan kondisis manic tingkat sedang, tetapi juga dalam mengidentiIiIkasi karakteristik
kelompok-kelompok bukan pasien.
Social introversion
Skala ini dikembangkan dari person wahasiswa pada pertanyaan-pertanyaan yang terkait
dnegan kontinumintroversi-ekstraversi. Skala ini divalidasi berdasarkan sejauh mana
mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan social. Skor yang tinggi
menunjukan bawha responden pemalu, mempunyai keterampilan social yang terbatas,
merasa tidak nyaman dlaam interaksi sososial, dan menarik diri dari banyak situasi
interpersonal.

Nomor Singkatan Deskripsi Apa yang diukur
Jumlah
item
1 Hs Hypochondriasis Kepedulian dengan gejala tubuh 2
2 D Depresi Gejala depresi 57
Hy Histeri
Kesadaran masalah dan
kerentanan
60
4 Pd Psikopat menyimpang
KonIlik, perjuangan, kemarahan,
menghormati aturan masyarakat
50
5 MF Maskulinitas / Femininitas Stereotip maskulin atau Ieminin 56
Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87
4

kepentingan / perilaku
6 Pa Paranoia
Tingkat kepercayaan,
sensitivitas kecurigaan,
40
7 Pt Psychasthenia
Khawatir, Kecemasan,
ketegangan, keraguan,
obsessiveness
48
8 Sc SkizoIrenia
Aneh berpikir dan keterasingan
sosial
78
9 Ma Hypomania Tingkat rangsangan 46
0 Si Sosial introversi Orang orientasi 69

Skala Validitas
MMPI adalah salah satu tes pertama yang mengembangkan skala-skala untuk
mendeteksi apakah responden menjawab dengan cara yang akan membuat hasil-hasilnya
secara kesleuruhan tidak valid.
Skala '? atau Cannot Say (SC)
Skala ? (disingkat ? atau CS) bukan benar-benar sebuah skala Iormal tetapi sekedar
merepresentasikan jumlah item yang dibiarkan tidak terjawab pada lembar proIil.
Kegunaan mencatat jumlah pertanyaan yang tidak terjawab adalah memberikan salah satu
dari beberapa indeks validitas sebuah protocol. Jika 0 item atau lebih dibiarkan tidak
terjawab, protocol itu kemungkinan besar tidak valid dan tidak ada interpretasi lebih jauh
yang perlu diupayakan. Hal ini semata-mata karena jumlah item yang telah direspon tidak
cukup, yang berarti inIormasi yang tersedia untuk menskor skala kurang. Jadi, hasil-
hasilnya kurang dapat dipercaya. Untuk meminimalkan jumlah respon cannot say, klient
seharusnya di dorong untuk menjawab seluruh pertanyaan.
Skala VRIN
VRIN terdiri dari pasangan-pasangan pertanyaan terpilih yang diharapkan untuk dijawab
secara konsisten jika orang itu mendekati tes dengan cara yang valid. Setiap pasangan
item memiliki isi yang mirip atau berlawanan.
Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87
5

Skala TRIN
Skala ini sama sepperti skala VRIN akan tetapi, hanya pasangan-pasangan dengan isi
berlawanan yang di masukan.
Skala F
Skala ini mengukur sejauh mana seseorang menjawab dengan cara yang atipikal dan
menyimpang. Item-item dengan skala F MMPI dna MMPI-2 diseleksi berdasrakan
dukungan oleh kurang dari 10 populasi. Jadi, dari segi deIinisi statistic, mereka
mereIleksikan cara berIikir yang nonkonvensional. Skor tinggi pada skala F biasanya
disertai oleh skor-skor yang tinggi pada banyak skala klinis. Skor tinggi sering dapat
digunakan sebagai indicator umum patologi. Seseorang yang mempunyai skor tinggi
mugnkin juga 'Iaking bad, yang bias menginvilidasi protokolnya.
Skala Fb
Keempat puluh item Fb MMPI-2 dirancang untuk mengidentiIikasi cara merespon 'Iake
bad (pura-pura sakit) untuk 197 item terakhirnya. Tanpa skala Fb, tidak aka nada
pengecekan pada validitas beberapa item selanjutnya.
Skala Fp
Oleh akrena skala F biasanay terelevasi pada pasien-pasien psikiatrik, sering kali sulit
untuk membedakan anatar para penyandang psikopatologi sejati dengan mereka yang
menyandang sedikit patologi, tetapi berpura-pura sakit.
Skala FBS
Fake bad scale (FBS) dikembangkan dengan harapan bahwa skala ini akan dapat
mendeteksi pihak yang mengajukan tuntutan cedera pribadi yang membesar-besarkan
masalahnya . studi-studi lain mengindikasikannya sebagai salah satu skala terbaik MMPI-
2 untuk mendeteksi kepura-puraan.
Skala L
Skala L atau lie (kebohongan) terdiri atas 15 item yang mengindikasikan sejauh mana
seorang klien berusaha mendeskripsikan dirinya dengan cara positiI yang tidak realistis.
Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87
6

Jadi, mereka yang mendapat skor tinggi mendeskripsikan dirinya secara terlalu
perIeksionis dan idealis.
Skala K
Skala ini dorancang untuk medeteksi klient-klient yang terlalu positiI dalam
mendeskripsikan dirinya. Jadi, skala ii mempunyai kesamaan dengan skala L. akan tetapi,
skala K, lebih subtil dna eIektiI. Bila hanya individu-individu yang naI, moralistic dan
tidak rumit saja yang akan mendapatkan skor tinggi pada skala L, orang yang lebih
cerdas dan pintar secara psikologis mungkin mempunyai skor K yang mungkin sedikit
lebih tinggi meskipun mungkin tidak menunjukan elevasi pada skala L.
Skala S
Skala S dikembangkan dengan harapan bahwa skala bias mengidentiIikasikan dengan
lebih akurat orang yang berusaha tampak terlalu baik. Kelima puluh item skala S
dikembangkan dengan mencatat perbedaan-perbedaan dalam dukungan dalam terhadap
item antara orang dalam situasi perkejaan yang cenderung menampilkan dirinya secara
ekstrem positiI dan sempel respon normative. Jadi, orang yang mendukung beberapa item
ini dengan jumlah tinggi menampilkan dirinya sebagai orang yang rukun dengan orang
lain, bebas dari masalah psikologi, dan mempunyai keyakinan yang kuat terhadap
kebaikan manusia. Skala ini tampaknya tidak eIektiI dalam mendiskriminasikan antara
nonpasien yang diminta menampilkan dirinya secara ekstrem positiI dan orang yang
diminta untuk merespon secara jujur.
Singkatan
Baru di
versi
Deskripsi Menilai
SSP 1 "Can`t say" Pertanyaan tidak dijawab
L 1 Berbohong Klien "berpura-pura baik"
F 1 Kejarangan
Klien "berpura-pura buruk" (di semester
pertama uji)
K 1 DeIensiI Penolakan / menghindar
Fb 2 Kembali F
Klien "berpura-pura buruk" (dalam paruh
terakhir dari tes)
Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87
7

VRIN 2
Variabel Respon
Inkonsistensi
pasang menjawab pertanyaan serupa /
berlawanan tidak konsisten
Trin 2
Benar Respon
Inkonsistensi
menjawab pertanyaan semua benar / semua
palsu
FK 2 F dikurangi K
kejujuran tanggapan uji / tidak berpura-
pura baik atau buruk
S 2
SuperlatiI SelI-
Presentasi
peningkatan pada skala K, "muncul terlalu
baik"
Fp 2 F-Psikopatologi Frekuensi presentasi dalam setting klinis
Fs 2 RF Jarang somatik Respon Gejala somatik Overreporting

Skala Isi
Nama Singkatan Jumlah item
Anxiety (Kecemasan) ANX 2
Fears (Ketakutan) FRS 1
Obsessiveness OBS 16
Depression DPS
Health concerns HEA 6
Bezzare mentation BIZ 2
Anger ANG 16
Cynicism CYN 2
Antisocial practice ASP 22
Type A TPA 19
Low selI esteem LSE 24
Social discomIort SOD 24
Family problems FAM 2
Work inIerence WRK
Negative treatment indicators TRT 26



Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87
8

$I TE$T
Tes Szondi adalah teknik proyektiI yang dicetuskan oleh psikiater Lipot Szondi
Hungaria (189-1986). Ini dipopulerkan di Eropa dan Amerika Serikat setelah Perang
Dunia II, meskipun, tes awalnya dikritik oleh kalangan psikiatri yang berbeda, secara
bertahap memperoleh tempat yang penting sebagai teknik proyektiI, khususnya di tahun
1950-an dan 1960-an. Sejak 1970-an popularitasnya menurun, tetapi Uji Szondi belum
sepenuhnya dibuang. Secara geograIis, tes telah digunakan di Brazil, Jepang, Hongaria,
Jerman, Spanyol, Perancis, dan Amerika Serikat-terutama di Amerika sejumlah besar
tesis dan disertasi ditulis pada 1950-an dan 1960-an (lihat reIerensi), demograIis, telah
telah digunakan dengan gender yang berbeda ras,, sosial-ekonomi, dan kelompok agama:
anak sekolah, remaja nakal, narapidana penjara, seminarists, masyarakat adat,
mahasiswa, pasien diabetes, pasien kanker payudara, dan pasien mental.
Sangat dipengaruhi oleh teori psikoanalitik, biologi dan genetika, asumsi Szondi
adalah bahwa dalam tes itu "subjek memilih Ioto ... atas dasar hubungan genic kepada
orang yang diwakili oleh Ioto. Hal ini menandakan bahwa orang tersebut diwakili oleh
yang dipilih Ioto menderita gangguan kejiwaan (atau gangguan characterologic) yang
juga melekat dalam silsilah keluarga sendiri subyek "(1959:7). Sebagai soal Iakta, tes
Szondi telah sebagai tujuan utamanya untuk mengeksplorasi "sadar kekeluargaan" yang
termasuk silsilah seluruh subjek. Manusia dalam teori Szondian yang pasrah ditentukan
oleh karakteristik genetik tersembunyi mereka.
Foto-Ioto Szondi memenuhi persyaratan dua utama dari tes proyektiI. Pertama,
bertujuan untuk mengungkapkan batin individu memilih Ioto-Ioto. Kedua, individu tidak
menyadari bahwa ia / dia melakukan hal itu dan interpretasi yang mungkin tempat untuk /
nya pilihan. Dalam hal ini tes ini oleh-produk dari teori Szondi itu. Foto-Ioto yang
digunakan dalam Test Szondi memiliki kekuatan bukti sendiri: "telah diasumsikan bahwa
perwakilan gambar dari Iaktor-Iaktor penggerak langsung asosiasi subyek terhadap
bidang drive yang intrinsik pada gambar terbuka" (Szondi 1952:2).
Teori S:ondi dan Ufi
Ajaran-ajaran utama dari teori biologis Szondi dapat diringkas sebagai berikut
(Rabin 1951: 498, Szondi 1952:1-16):
Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87
9

(1) Faktor-Iaktor keturunan laten pada manusia, gen resesiI, tidak tetap aktiI atau
tidak aktiI dalam organisme manusia, tetapi memberikan pengaruh yang sangat
penting dan bahkan menentukan pada perilaku.
(2) Teori gen resesiI laten mengklaim bahwa Iaktor keturunan non dominan
menentukan pemilihan objek individu. The "drive" yang dihasilkan dari gen laten,
karena itu, pemilihan langsung individu-individu dari objek cinta, persahabatan,
pekerjaan, penyakit, dan bentuk-bentuk kematian.
() Akibatnya, sejak awal keberadaan manusia ada rencana tersembunyi dari
kehidupan dipandu oleh apa yang disebut drive. Sebagai konsekuensi kemajuan
Szondi konsep "genotropism", yang dipahami sebagai proses melalui mana dua
orang karena sama, identik atau terkait unsur genetik laten menjadi tertarik satu
sama lain.
Materi tes terdiri dari 48 Ioto, 2 sebesar inci di ukuran. Setiap Ioto mewakili
wajah seorang pasien mental. Gambar-gambar yang dibagi menjadi 6 set, setiap set terdiri
dari 8 Ioto. Berikut deskripsi Szondi, masing-masing gambar 8 kategori gambar dari
seorang individu yang memaniIestasikan penyakit berkaitan dengan Iaktor drive tertentu,
semua individu diIoto menderita parah gangguan hard terbuka, dan Ioto-Ioto ditandai
dengan awal bahwa gangguan spesiIik yang merupakan maniIestasi patologis paling
ekstrim dari drive yang bersangkutan. Subjek kemudian diminta untuk memilih dua
gambar yang paling disukai dan paling tidak disukai dari dua setiap set. Tanggapan
komposit merupakan proIil yang ditaIsirkan dalam hal makna psikologis jenis klinik yang
dipilih dan yang ditolak (Deri 8-9:1949, Szondi 18:1952).
Menurut Szondi ada empat drive-vektor, masing-masing dibagi lagi menjadi dua
Iaktor yang membentuk, diduga mereka mewakili seluruh lingkup mengemudi kekuatan
tertanam dalam kepribadian manusia, "normal" atau "abnormal." Vektor masing-masing
mewakili area kepribadian tertentu yang muncul dalam bentuk yang sangat berlebihan
dalam kondisi patologis yang berhubungan dengan dua Iaktor yang membentuk
itu. Sedangkan vektor hadala drive lebih umum, Iaktor yang membuat itu agak drive
lebih spesiIik atau butuh-sistem. Untuk tujuan pengujian, sistem perlu dapat diasumsikan,
tanpa memandang dari asal-usul mereka.Asumsi ini adalah hipotesis utama yang
mendasari tes Szondi. Jadi vektor-vektor penggerak empat dan Iaktor-Iaktor yang
Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87
10

berhubungan adalah: S-Vector: dorongan seksual, yang terdiri dari (s) Iaktor
homoseksual (h) dan sadis; P-Vector: drive paroksismal-kejutan, terdiri dari epilepsi (e)
dan histeris (hy) Iaktor; yang Sch-Vector: drive ego, terbuat dari katatonik (k) dan
paranoid (p) Iaktor, dan akhirnya, C-Vector, terdiri dari depresi dan maniak (m) Iaktor
(Szondi 1959).


























Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87
11

Gambar 1



Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87
12

Gambar 2


Pranayu Pramatyarati Paramithasari/M2A87
1

Gambar