Anda di halaman 1dari 4

PROSES LAKTASI Hormon-hormon yang berpengaruh dalam proses laktasi: Estrogen berfungsi untuk pertumbuhan dan proliferasi lactiferous

s duct, pembentukan kelenjar alveolus, deposit lemak pada payu dara. Hal inilah yang menyebabkan pembesaran payudara pada ibu hamil. Progesteron memiliki efek menghambat efek prolaktin terhadap kelenjar mamae Prolaktin berfungsi untuk mengaktifkan kelenjar alveolus mensekresikan air susu serta menopang sekresi casein, asam lemak, laktosa dan volume sekresi air susu. Oxytocin berfungsi untuk pengeluaran air susu. Oxytocin menyebabkan kontraksi sel-sel myoepithel pada alveolus untuk mengosongkan lumen alveolar. Selain itu, oxytocin juga menyebabkan kontraksi pada myometrium. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab cram di daerah perut pada saat menyusui. PENGATURAN HORMON Selama kehamilan, jumlah prolaktin mengalami peningkatan. Dimulai dari minggu ke-8 kehamilan, jumlah prolaktin terus meningkat dari sekitar 10-25 ng/ml hingga akhirnya mencapai puncak menjadi sekitar 200-400 ng/ml. Peningkatan jumlah prolaktin dalam tubuh paralel dengan peningkatan jumlah estrogen selama kehamilan. Hal ini disebabkan karena estrogen menekan pengeluaran hypothalamic Prolactin Inhibiting Hormon (dopamine) dan memberikan stimulasi secara langsung terhadap pembentukan prolactin gene transcription di dalam hipofisis. Dengan kata lain, GnRH melalui perantaraan estrogen memberikan feed back positif pada hypothalamus untuk menghasilkan Prolactin Releasing Hormon (PRH) sehingga memberikan perintah pada hipofisis anterior untuk meningkatakan sekeresi prolaktin. Pada saat kehamilan, peningkatan kadar estrogen dalam tubuh disertai dengan peningkatan kadar progesterone. Hal inilah yang menyebabkan produksi air susu digantikan oleh kolostrum selama kehamilan. Produksi kolostrum ini bertahan sampai

hari ke-4 setelah persalinan, karena pada saat itu kadar estrogen dan progesterone belum sepenuhnya turun. Setelah persalinan, produksi estrogen dan progesterone menurun secara tajam sehingga memberikan feed back negative pada hypothalamus. Pelepasan Pituitary Inhibiting Hormon (PIH) oleh hypothalamus menyebabkan penurunan produksi prolaktin di dalam tubuh. Oxytocin memiliki efek pengisian kembali alveolar di samping pengeluaran air susu. Oleh karena itu, secara tidak langsung pengeluaran oxytocin memberikan feed back positive kepada hypothalamus untuk mensekresikan PRH sehingga produksi prolaktin meningkat kembali. Hal ini merupakan mekanisme untuk menjaga keseimbangan antara produksi dan pengeluaran air susu. Stimulus untuk pengeluaran oxytocin, diatur melalui impuls saraf dengan mekanisme: Sensor tactile yang berada di areola teraktifasi

Impuls berjalan melalui saraf sensoris thoracic yang berasal dari saraf no. 4, 5, dan6

masuk ke serat saraf sensori afferent

sampai ke nuclei paraventricular dan supraoptic yang berada di hypothalamus

Sintesis dan transport oxytocin ke posterior pituitary

Di sampaikan ke system duktus alveolar payudara melalui perantaraan darah

sel-sel myoepithel berkontraksi dan terjadi pengosongan lumen alveolar Proses pelepasan cepat ASI disebut "let-down". Dalam banyak kejadian, aktivasi pelepasan oxytocin tidak membutuhkan inisiasi dari stimulus tactile. Sistem saraf pusat dikondisikan untuk merespon kehadiran bayi, sehingga pada saat bayi menangis hal itu menginduksi hypothalamus untuk mensekresikan oxytocin. Pelepasan oxytocin juga penting untuk kontraksi uterus yang berkontribusi terhadap involusi uterus. Pengosongan lumen alveolus secara berkala penting untuk menjaga sekresi air susu dalam jumlah yang cukup. Efek oxytocin adalah fenomena pelepasan yang berpengaruh terhadap sekresi dan penyimpanan ASI. Oleh karena itu, prolaktin harus dalam jumlah yang cukup untuk melanjutkan sekresi agar dapat menggantikan air susu yang telah dikeluarkan. Maka dapat disimpulkan bahwa jumlah air susu yang dihasilkan sama dengan jumlah air susu yang dikeluarkan. Payudara dapat menyimpan air susu maksimal selama 48 jam sebelum hasil produksi tersebut dikurangi. Selama menyusui menyusui, neural input dari nipple mencapai hypothalamus dan menyebabkan hypothalamus menghasilkan neurotransmitter yang menekan pelepasan GnRH. PROSES SEKRESI AIR SUSU Alveoli pada kelenjar mamae merupakan kumpulan bulat sel-sel epitel selapis kuboid yang menjadi struktur yang aktif mensekresi air susu selama kehamilan. Hasil sekresi sel-sel tersebut berkumpul dalam lumen alveolus sampai ke duktus lactiferous. Pada bagian apical kutub sel sekresi terdapat beberapa tetes lemak dan vakual sekresi bermembran yang mengandung satu sampai beberapa kumpulan protein susu padat seperti kasein, -laktalbumin dan IgA. Tetes lemak tersebut (teruatam mengandung TAG netral) ke luar dari sel dan memasuki lumen , dalam proses ini lemak tersebut di bungkus oleh sebagian dari membrane sel apical. Protein susu juga dilepaskan ke dalamlumen melalui proses eksositosis. Laktosa disintesis dari glukosa dan galaktosa.

PEMBERHENTIAN LAKTASI Laktasi dapat dihentikan dengan cara tidak melanjutkan untuk menyusui bayi. Karena tidak ada proses ejeksi selama beberapa hari mak alveolus yang membengkak menekan pembentukan air susu melalui local pressure effect. Cairan tersebut akan diresorpsi sehingga mengurangi ukuran payudara dalam beberapa hari. Normalnya sekresi ASI akan menurun pada bulan ke-7 sampai bulan ke-9 postpartum dan bisa berlanjut sampai beberapa tahun jika proses menyusui dilanjutkan secra berkesinambungan.

Anda mungkin juga menyukai