Anda di halaman 1dari 2

http://digilib.its.ac.

id

SUMMARY KONVERSI TEPUNG TERIGU MENJADI SORBITOL MELALUI PROSES HIDROLISA DAN HIDROGENASI
CONVERSION OF WHEAT FLOUR TO SORBITOL THROUGH HYDROLYSIS AND HYDROGENATION PROCESS Created by Suryanti, Fenni Keyword : : glukosa; hidrogenasi; hidrolisa; katalis asam ; katalis Ni-raney; sorbitol.

Description :
Tepung terigu tidak hanya berfungsi sebagai salah satu sumber bahan makanan pokok, tetapi juga mampu menjadi bahan baku dalam industri kimia khususnya pada pembuatan sorbitol. Sorbitol merupakan pemanis buatan untuk makanan dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses hidrolisa tepung terigu menjadi glukosa dengan katalis asam (HC1), mempelajari pengaruh tekanan dalam proses hidrogenasi glukosa menjadi sorbitol, dan mempelajari kinetika reaksi pada konversi tepung terigu menjadi sorbitol melalui proses hidrolisa dan hidrogenasi. Proses hidrolisa dilakukan dalam reaktor alir kontinyu dengan volume 31,4 ml. Larutan tepung yang telah dicampur dengan HC1 sampai pH=2 dialirkan dengan laju alir 0,52;0,26;0,17;0,13;0,10;dan 0,08 ml/dt. Reaksi berlangsung pada suhu 150C, kemudian hasil didinginkan dan dinetralkan dengan NaOH 0.1 N. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi glukosa yang dihasilkan dipengaruhi oleh konsentrasi awal larutan tepung terigu, suhu reaksi, laju alir larutan, pangadukan, dan katalis. Analisa glukosa dilakukan dengan metode Lane Eynon dengan cara titrasi larutan glukosa pada larutan Fehling dengan indikator metil biru. Makin tinggi konsentrasi tepung terigu dan laju alir, konsentrasi glukosa akan semakin tinggi. Konsentrasi glukosa tertinggi dicapai dengan DE = 20,36% dengan laju alir = 0,08 ml/dt. Orde reaksi yang didapat adalah orde satu terhadap tepung terigu, dengan harga k = 0,0047/menit dan konversi sebesar 0,3823. Proses hidrogenasi dilakukan dengan cara mereaksikan larutan glukosa hasil dari hidrolisa dan gas hidrogen dengan menggunakan katalis Nikel raney dalam reaktor bertekanan tinggi dengan variabel tekanan = 5,10, dan 15 bar secara batch. Sedangkan waktu reaksi = 0,30,60,90, dan 120 menit. Reaksi berlangsung pada suhu 125C. Analisa produk menggunakan HPLC {High Performance Liquid Chromatography). Hasil percobaan menunjukkan bahwa pada suasana netral dan suhu reaksi 125C, makin tinggi tekanan dan makin lama waktu reaksi, konsentrasi sorbitol yang dihasilkan cenderung makin tinggi. Orde reaksi adalah orde satu terhadap glukosa dengan harga k = 0,0140/menit dan konversi reaksi sebesar 0,1851.

Description Alt:
Wheat flour is not function only as one of staple food source, but able to became as raw material in chemical industry particularly at sorbitol industry. Sorbitol is a foodstuff sweetener. The objectives of this research are to study hydrolysis process of wheat flour to glucose with acid catalyst (HO), to study the influence of pressure in glucose hydrogenation to sorbitol, and to study reaction kinetics at conversion of wheat flour to sorbitol throgh hydrolysis and hydrogenation process. This hydrolysis process is done in continuous plug flow reactor 31,4 ml volume. Wheat flour and HC1 solution mixture at pH=2 flow with flowrate 0,52;0,26;0,17;0,13;0,10;and 0,08 ml/s. The reaction done at temperature 150C then product take cooled and netralized straightly. The result show that the glucose concentration yield is influenced by initial concentration of wheat flour, reaction temperatur, solution flow rate, mixing, and catalyst. Glucose yield is analyzed by Lane Eynon method, with the manner of glucose solution titration to Fehling solution with methyl blue indicator. The more high of wheat flour concentration and flow rate, the glucose concentration yield is more high too. The highest glucose concentration gained at DE = 20,36% and flow rate = 0,08 ml/dt. Reaction order gained as first order with respect of wheat flour, k = 0,0047/minute and conversion (XA) is 0,3823.

Page 1

The hydrogenation process take with glucose from hydrolysis and hydrogen reaction with Ni-raney catalyst within batch autoclave reactor with pressure variables are 5,10,and 15 bar. Whereas reaction time variables are 0, 30, 60, 90, and 120 minutes. Reaction temperature is 150C. Sorbitol yield is analyzed by HPLC {High Performance Liquid Chromatography). The result show that "reaction temperature=125C with neutral condition, the more high of pressure, sorbitol concentration yield is more high too. Reaction order gained as first order with respect to glucose, k= 0,0140/minute and conversion is 0,1851.

Contributor Date Create Type Format Language Identifier Collection Call Number Source COverage Right

: Dr. Ir. Achmad Roesyadi, DEA : 18/01/2007 : Text : pdf ; 66 pages : Indonesian : ITS-Master-3100004019175 : 3100004019175 : 660.284 425 Sur : Theses Technology Process RTK 660.284 425 Sur, 2003 : ITS community : Copyright @2003 by ITS Library. This publication is protected by copyright and permission should be obtained from the ITS Library prior to any prohibited reproduction, storage in a retrievel system, or transmission in any form or by any means, electronic, mechanical, photocopying, recording, or likewise. For information regarding permission(s), write to ITS Library

Full file - Member Only


If You want to view FullText...Please Register as MEMBER

Contact Person :
Mr. Edy Suprayitno (edy_supra@its.ac.id) Mrs. Ansi M. Putri(ansi@its.ac.id) Mr. Agus Setiawan (setiawan04@its.ac.id) Mrs. Dewi Eka Agustina (dee@its.ac.id)

Thank You,

Nur Hasan ITS Digilib Supervisor

Page 2