Anda di halaman 1dari 18

I.

PENDAHULUAN

A. Judul Percobaan : Produk Susu
B. Tujuan Praktikum :
- Melakukan Uji Organoleptik
- Menghitung Total Asam Titrasi
- Mengetahui Waktu Reduksi dengan Uji Methylen Blue


























II. DASAR TEORI

Susu adalah hasil pemerahan dari ternak sapi perah atau dari ternak menyusui
lainnya yang diperah secara kontinyu dan komponen- komponennya tidak dikurangi
dan tidak ditambahkan bahan- bahan lain. Susu segar merupakan cairan yang berasal
dari kambing sapi sehat dan bersih yang diperoleh dengan cara pemerahan yang benar
yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum
mendapat perlakuan apapun (SNI 01-3141-1998). Secara Iisiologis, susu merupakan
sekresi kelenjar ambing sebagai makanan dan proteksi imunologis (immunological
protection) bagi bayi mamalia. Dalam SK Dirjen Peternakan No. 17 tahun 1983
dijelaskan, susu adalah susu sapi yang meliputi susu segar, susu murni, susu
pasteurisasi, dan susu sterilisasi (Shiddieqy, 2008).
Komposisi rata- rata susu sapi terdiri dari: Air 83,3, protein 3,2, lemak
4,3, karbohidrat 3,5, kalium 4,3
mg
/
100gr
, kalsium 143,3
mg
/
100gr
, IosIor 60
mg
/
100gr
,
besi 1,7
mg
/
100gr
, vitamin A, SI 130, Vitamin B1 0,3
mg
/
100gr
dan vitamin C 1
mg
/
100gr
.
Lemak tersusun dari trigliresida yang merupakan gabungan gliserol dan asam-asam
lemak. Dalam lemak susu terdapat 60- 75 lemak yang bersiIat jenuh, 25- 30
lemak yang bersiIat tak jenuh dan sekitar 4 merupakan asam lemak
polyunsaturated. Komponen mikro lemak susu antara lain adalah IosIolipid, sterol,
tokoIerol (vitamin E), karoten, serta vitamin A dan D. Laktosa adalah bentuk
karbohidrat yang terdapat di dalam air susu. Kadar laktosa di dalam air susu adalah
4,60 dan ditemukan dalam keadaan larut. Laktosa terbentuk dari dua komponen
gula yaitu glukosa dan galaktosa. SiIat air susu yang sedikit manis ditentukan oleh
laktosa. Kadar laktosa dalam air susu dapat dirusak oleh beberapa jenis kuman
pembentuk asam susu. Pemberian laktosa atau susu dapat menyebabkan mencret atau
gangguan- gangguan perut bagi orang yang tidak tahan terhadap laktosa. Hal ini
disebabkan kurangnya enzim laktase dalam mukosa usus (Suhendar dkk., 2008).
Menurut Yuwono (2008), beragam susu yang ada di pasaran. Mulai dari susu
bubuk, cair, dan susu kental manis. Ragam susu yang ada di pasaran mayoritas
terbuat dari bahan- bahan baku berupa susu segar, whole milk, bubuk skim susu, dan
AMF (anhydrous milk fat).


O Bubuk skim dan AMF
Susu jenis ini merupakan hasil pemisahan komponen- komponen susu segar.
AMF terdiri dari lemak susu. Bubuk skim (kepala susu) terdiri dari komponen-
komponen susu selain lemak. Mayoritas kandungan bubuk skim adalah protein susu.
Sementara itu, whole milk adalah bubuk susu hasil dari pengeringan susu segar.
O Susu bubuk
Jenis susu ini terbuat dari whole milk yang dicampur (diIormulasikan) dengan
bubuk skim, AMF, dan bahan- bahan tambahan lain untuk tujuan IortiIikasi
(pengayaan). Semua bahan tersebut dilarutkan agar tercampur rata. Sesudahnya,
larutan tersebut kembali dikeringkan menjadi hasil akhir berupa susu bubuk.
O Susu cair
Jenis susu ini terbuat dari susu segar yang dicampur dengan bubuk skim susu
dan AMF. Tujuan pencampuran tersebut untuk menghasilkan produk homogen
dengan kandungan gizi sama sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Selanjutnya, campuran tersebut disterilkan. Bila proses sterilisasi yang
digunakan adalah proses UHT, susu yang dihasilkan adalah UHT. Bila yang
digunakan adalah pasteurisasi, susu yang dihasilkan adalah pasteurisasi.
Pada proses sterilisasi UHT, susu dipanaskan pada suhu 140
0
C selama 2- 4
detik saja. Sementara itu, sterilisasi dengan pasteurisasi ada dua jenis. Jenis pertama
adalah low temperature long time, yakni susu dipanaskan pada suhu 70-85
0
C selama
5- 10 menit. Jenis kedua adalah high temperature short time, yakni susu dipanaskan
pada suhu 100-110
0
Cselama beberapa detik saja.
O Susu steril
Sterilisasi dengan UHT membunuh bakteri patogen (jahat) dan pembusuk,
sedangkan pasteurisasi hanya membunuh bakteri patogen. Karenanya, susu UHT
lebih tahan lama jika dibandingkan dengan susu pasteurisasi.
Ada pula proses sterilisasi yang dilakukan dengan auoklaf. Caranya, setelah
campuran bahan baku dipasteurisasi, lalu dikemas dalam kaleng atau botol.
Sesudahnya, susu- susu dalam kemasan tertutup itu dimasukkan ke alat autoklaf untuk
direbus dengan tekanan tinggi pada suhu sekitar 121
0
C selama 15- 30 menit. Produk
yang dihasilkan disebut susu steril.


O Susu kental manis
Jenis ini terbuat dari susu cair yang sudah dipasteurisasi kemudian ditambah
gula. Biasanya bahan baku pembuatan susu cair adalah susu segar yang tidak
memenuhi syarat untuk diproses menjadi susu cair karena minimnya kandungan
lemak. Sebagai kompensasinya, dalam proses pembuatan, susu cair tersebut diperkaya
vitamin- vitamin tambahan. Kandungan gula yang tinggi dalam SKM utamanya
berIungsi sebagai pengawet.
Susu memiliki manIaat yang tidak sedikit, diantaranya:
Mencegah osteoporosis dan menjaga tulang tetap kuat. Bagi anak anak, susu
berIungsi untuk pertumbuhan tulang yang membuat anak menjadi bertambah tinggi.
Menurunkan tekanan darah.
Mencegah kerusakan gigi dan menjaga kesehatan mulut. Susu mampu mengurangi
keasaman mulut, merangsang air liur, mengurangi plak, dan mencegah gigi berlubang.
Menetralisir racun seperti logam atau timah yang mungkin terkandung dalam
makanan.
Mencegah terjadinya kanker kolon atau kanker usus.
Mencegah diabetes tipe 2.
Mempercantik kulit, membuatnya lebih bersinar.
Membantu agar lebih cepat tidur. Hal ini karena kandungan susu akan merangsang
hormon melatonin yang akan membuat tubuh mengantuk.
(Anonim, 2009).
Kerusakan air susu terjadi apabila telah menunjukkan penyimpangan yang
melebihi batas yang dapat diterima secara normal oleh panca indera atau parameter
lain yang biasanya digunakan. Kerusakan bahan makanan dapat disebabkan oleh
Iaktor- Iaktor sebagai berikut: yaitu pertumbuhan dan aktiIitas bakteri, aktiIitas enzim,
pemanasan atau pendinginan, parasit, serangga, tikus, sinar, udara dan lama
penyimpanan. Dan Iaktor- Iaktor yang memengaruhi pencemaran bakteri dalam susu
meliputi Iaktor penyakit dan Iaktor perlakuan seperti: alat yang digunakan tindakan
sanitasi dan pemberian pakan sapi (Ressang dan Nasution, 1998).
Produk susu dinyatakan rusak dan tidak layak untuk dikonsumsi apabila dalam
susu tersebut terjadi perubahan rasa dan aroma, yaitu menjadi asam, busuk, tidak
segar dan susu menggumpal atau memisah. Untuk produk susu cair, perubahan warna
biasanya menunjukkan indikasi awal kerusakan produk, yaitu adanya pertumbuhan
bakteri dan peningkatan asam. Produk seperti ini sebaiknya tidak dikonsumsi
(Hadiwiyoto, 1980). Air susu yang diperah sering tercemar jika bagian luar dari sapi
dan daerah sekitarnya sebelum diperah tidak diperhatikan. Keadaan demikian
menyebabkan air susu walaupun berasal ambing yang sehat (bebas dari bakteri) tetap
terkontaminasi setelah pemerahan susu. Susu yang baru diperah sekalipun dari sapi-
sapi yang sehat dan diperah secara aseptis biasanya mengandung jumlah bakteri yang
sedikit (Eckles dkk., 1998).
Titiek dan Rahayu (2007) mengatakan bahwa beberapa kerusakan pada susu
yang disebabkan tumbuhnya mikroorganisme antara lain adalah pengasaman dan
penggumpalan, berlendir seperti tali yang disebabkan terjadinya pengentalan dan
pembentukan lendir oleh beberapa jenis bakteri dan penggumpalan susu yang timbul
tanpa penurunan pH. Galtz dan Bruvig (1980), melaporkan bahwa scherichia colli
dapat menyebabkan kerusakan pada susu akibat enterotoksin yang diproduksinya.
Mikroba patogen yang umum mencemari susu adalah . coli. Standar Nasional
Indonesia tahun 2000 mensyaratkan bakteri . coli tidak terdapat dalam susu dan
produk olahannya. Bakteri . coli dalam air susu maupun produk olahannya dapat
menyebabkan diare pada manusia bila dikonsumsi. Beberapa bakteri patogen yang
umum mencemari susu adalah Brucella sp., Bacillus cereus, Listeria monocytogenes,
Campylobacter sp., Staphylococcus aureus, dan Salmonella sp. (Titiek dan Rahayu,
2007).
Syarat mutu susu segar (SNI 01-3141-1998)seperti tabel dibawah ini :
Tabel 1. Syarat Mutu Susu Segar
arakteristik Syarat
Berat Jenis (pada suhu 27,5
0
C) minimum 1,0280
Kadar lemak minimum 3,0
Kadar bahan kering tanpa lemak minimum 8,0
Kadar protein minimum 2,7
Warna, bau, rasa dan kekentalan tidak ada perubahan
Derajat asam 6 - 7
0
SH
Uji alkohol (70 ) negatiI
Uji katalase maksimum 3 (cc)
Angka reIraksi 36 - 38
Angka reduktase 2 - 5 (jam)
Cemaran mikroba maksimum :
- Total kuman
- Salmonella
- . coli (patogen)
- ColiIorm
- Streptococcus Group B
- Staphylococus aureus

1 X 10
6
CFU/
ml

negatiI
negatiI
20/
ml

negatiI
1 X 10
2
/
ml

Jumlah sel radang maksimum 4 X 10
5
/ml
Cemaran logam berbahaya, maksimum :
- Timbal (Pb)
- Seng (Zn)
- Merkuri (Hg)
- Arsen (As)


0,3 ppm
0,5 ppm
0,5 ppm
0,5 ppm
Residu :
sesuai dengan peraturan
Keputusan
- Antibiotika; Bersama Menteri Kesehatan dan
- pestisida/insektisida Menteri Pertanian yang berlaku
Kotoran dan benda asing negatiI
Uji pemalsuan negatiI
Titik beku -0,520
0
C s/d -,560
0
C
Uji peroxidase positiI
(Badan Standardisasi Nasional, 1998).






Menurut Rachmawan (2001), mutu susu dapat diklasiIikasikan berdasar pada
waktu yang dibutuhkan suatu produk susu untuk mengubah warna birunya, yaitu :
lasifikasi Susu
Waktu untuk
Perubahan Warna
Perkiraan 1umlah
Bakteri/ ml
Baik Lebih dari 8 jam Kurang dari 50.000
Sedang- Baik 6- kurang dari 8 jam 100.000- 4 juta
Dapat diterima 2- 6 jam 4 juta- 2 juta
Jelek Kurang dari 2 jam Lebih dari 2 juta






















III. METODE

A. ALAT B. BAHAN
1. pH meter 1. Susu Indomilk rasa vanilla (Sterilized Milk)
2. Erlenmeyer 2. Susu Bantal Real Good
3. Pipet ukur 3. Susu Indomilk- UHT rasa vanila
4. Pro pipet 4. Susu didiamkan selama 2 jam (susu bubuk)
5. Pipet tetes 5. Aquadest
6. Buret StatiI 6. Larutan methylen blue
7. Tabung reaksi 7. Indikator PP
8. Rak tabung reaksi 8. Larutan NaOH 0,1N
9. Penjepit
10.Waterbath
11.Gelas beker

C. CARA ER1A
1. Uji Organoleptik







2. Uji pH







Sampel Susu (Indomilk rasa vanila (Sterilized Milk), Susu Bantal Real Good,
Susu Indomilk- UHT rasa vanila, dan Susu Ultra Milk- Full Cream disiapkan
dan diamati tiap kemasannya
Kode produksi, tanggal kadaluarsa, nama perusahaan, nama dagang, tingkat
kesukaan (suka, tidak suka), rasa, warna, dan kondisi kemasan dicatat
Sampel Susu (Susu Indomilk rasa vanila (Sterilized Milk), Susu Bantal
Real Good, Susu Indomilk- UHT rasa vanila, Susu Ultra Milk- Full Cream, dan
Susu yang telah didiamkan selama 2 jam (susu bubuk)) diambil secukupnya
pH diukur dengan pH meter dan hasil tiap produk susu dicatat
3. Uji Total Asam Titrasi













4. Uji Methylen Blue














Sampel Susu (Susu Indomilk rasa vanila (Sterilized Milk), Susu Bantal
Real Good, Susu Indomilk- UHT rasa vanila, Susu Ultra Milk- Full
Cream, dan Susu yang telah didiamkan selama 2 jam (susu bubuk))
diambil 10 ml dan dimasukkan ke erlenmeyer
Aquadest ditambahkan sebanyak 5 ml dan
ditambahkan pula indikator PP sebanyak 2- 3 tetes
Kemudian dititrasi dengan NaOH 0,1N sampai berwarna merah muda
% =
o oE . oE
o op
%
Volume titran dicatat, kemudian TAT dihitung dengan rumus :
Sampel Susu (Susu Indomilk rasa vanila (Sterilized Milk), Susu Bantal Real
Good, Susu Indomilk- UHT rasa vanila, Susu Ultra Milk- Full Cream, dan
Susu yang telah didiamkan selama 2 jam (susu bubuk)) diambil 10 ml dan
dimasukkan ke tabung reaksi
Larutan Methylen Blue ditambahkan sebnayak 5 tetes, kemudian tabung
reaksi dipanaskan di waterbath pada suhu 37
0
C selama 10 menit
Setelah 10 menit, tabung reaksi dikocok dengan cara dibolak-balik 3x
Tabung reaksi lalu dipanaskan lagi di waterbath selama 2 jam pada suhu 37
0
C
Setiap 30 menit diamati perubahan warnanya, dari biru menjadi putih
Keterangan :
- berubah warna putih pada 30 menit pertama : buruk
30 menit kedua : sangat jelek
30 menit ketiga : jelek
30 menit keempat : agak jelek
- Tidak berubah setelah 2 jam baik

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. HASIL
Tabel 1. Data Produk Susu
1enis Merek Perusahaan 4de Pr4duksi Tanggal adaluarsa
SUSU
Indomilk rasa vanila
(Sterilized milk)
PT. INDOLAKTO,
Pandaan
S-12-0704-
NP0010
Juli 2011
Susu Bantal Real
Good
PT. GreenIields
Indonesia
06.3.3.22:24 15 September 2011
Ultra Milk Full
Cream
PT. Ultrajaya Milk
Industry, Tbk
15 3 Januari 2012
Indomilk- UHT rasa
vanila
PT. Indolakto,
Sukabumi
C01ADC Juli 2011


Tabel 2. Hasil Uji Organoleptik, pH, dan TAT
Pr4duk TAT pH Warna Rasa emasan esukaan
Susu Indomilk rasa vanila
(Sterilized milk)
1,8 7,27 Krem Manis- vanila Baik Suka
Susu yang telah didiamkan
2 jam (susu bubuk)
2,8 7,50 Putih susu - - -
Susu Bantal Real Good 1,2 6,7 Putih Ful cream Baik
Tidak
suka
Ultra Milk Full Cream 1,6 6,6 Putih Gurih Baik Suka
Indomilk- UHT rasa vanila 3 6,4 Putih tulang Manis- vanila Baik Suka








Tabel 3. Hasil Uji Methylen Blue
Pr4duk
Waktu Inkubasi
esimpulan
30`` I 30`` II 30`` III 30`` IV
Susu Indomilk rasa vanila
(Sterilized milk)
- - - - Baik
Susu yang telah didiamkan
2 jam (susu bubuk)
- - - - Baik
Susu Bantal Real Good - - - - Baik
UltraMilk Full Cream - - - - Baik
Indomilk- UHT rasa vanila - - - - Baik

B. PEMBAHASAN
Susu biasanya berarti cairan putih bergizi yang dihasilkan oleh kelenjar susu
dari mamalia betina. Dewasa ini, susu memiliki banyak Iungsi dan manIaat.Untuk
umur produktiI, susu membantu pertumbuhan mereka. Sedangkan untuk orang lanjut
usia, susu membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu mengandung banyak
vitamin dan protein. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan minum susu.
Faktor- Iaktor yang memengaruhi kualitas susu antara lain adalah rasa, warna,
tingkat keasaman (pH), banyaknya mikrobia yang terkandung di dalamnya, dan
kandungan gizinya. Produk susu yang digunakan pada percobaan ialah Susu Indomilk
rasa vanila (Sterilized Milk), Susu Bantal Real Good, Susu Indomilk- UHT rasa
vanila, Susu Ultra Milk- Full Cream, dan Susu yang telah didiamkan selama 2 jam
(susu bubuk). Kelima macam sampel produk tersebut, ada yang termasuk ke dalam
jenis susu bubuk dan susu cair.
. Uji Organ4leptik
Uji Oganoleptik yang diamati pada kemasan produk susu ini meliputi
perusahaan, kode produksi, merek, dan tanggal kadaluarsa. Uji ini bertujuan untuk
mengetahui kualitas produk susu yang meliputi kadar keasaman (pH), warna, rasa,
keasaman, dan tingkat kesukaan. Susu dengan merek Indomilk rasa vanilla (Sterilized
Milk) diproduksi oleh PT. INDOLAKTO, Pandaan memiliki kode produksi S-12-
0704-NP0010, dan tanggal kadaluarsa Juli 2011. Hasil uji untuk sampel ini
didapatkan warna krem dan rasanya manis vanila. Kemasan pada Susu Indomilk rasa
vanila ini kondisinya baik dan disukai.
Produk susu dengan merek Susu Bantal Real Good diproduksi oleh PT.
GreenIields Indonesia memiliki kode produksi 06.3.3.22:24, dan tanggal kadaluarsa
15 September 2011. Hasil uji untuk sampel ini memiliki warna putih dan rasanya Iull
cream. Kemasan pada Susu Bantal Real Good ini kondisinya baik dan tidak disukai.
Produk susu dengan merek Indomilk- UHT rasa vanila diproduksi oleh PT.
Indolakto, Sukabumi memiliki kode produksi C01ADC, dan tanggal kadaluarsa Juli
2011. Hasil uji untuk sampel ini memiliki warna putih tulang dan rasanya manis
vanila. Kemasan pada Susu Indomilk- UHT rasa vanila ini kondisinya baik dan
disukai.
Produk susu dengan merek Susu Ultra Milk- Full Cream diproduksi oleh PT.
Ultra Jaya Milk Industry, Tbk memiliki kode produksi 15, dan tanggal kadaluarsanya
3 Januari 2012. Hasil uji untuk sampel ini memiliki warna putih dan rasanya gurih.
Kemasan pada Susu Ultra Milk- Full Cream ini kondisinya baik dan disukai. Hasil
dari uji organoleptik dari keempat macam produk menunjukkan bahwa semua jenis
susu memiliki kualitas yang baik.
. Pengukuran pH
Pengukuran pH digunakan alat pH meter. Pengukuran pH pada produk susu
dilakukan dengan tujuan mengetahui derajat keasaman produk tersebut. Hasil
pengukuran pH pada kelima sampel produk (Susu Indomilk rasa vanila (Sterilized
Milk), Susu Bantal Real Good, Susu Indomilk- UHT rasa vanila, Susu Ultra Milk-
Full Cream, dan Susu yang telah didiamkan selama 2 jam (susu bubuk)) menunjukkan
kadar keasaman yang berbeda. Hasil dari pengukuran pH juga dipengaruhi oleh hasil
perhitungan TAT (Total Asam Titrasi). Hasil dari perhitungan TAT semakin
rendah menunjukkan derajat keasaman (pH) yang rendah juga. Berdasarkan
pengujian, didapatkan hasil pH untuk Susu Indomilk rasa vanila (Sterilized Milk)7,27;
Susu Bantal Real Good 6,7; Susu Indomilk- UHT rasa vanilla 6,4; Susu Ultra Milk-
Full Cream 6,6; dan susu yang telah didiamkan selama 2 jam (susu bubuk) 7,50. Susu
Indomilk- UHT rasa vanilla 6,4 memiliki tingkat keasaman yang paling rendah dan
susu yang telah didiamkan selama 2 jam (susu bubuk) memiliki tingkat keasaman
yang paling tinggi. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa semakin rendah nilai pH
maka semakin tinggi tingkat keasamannya.
Tingkat keasaman pada susu segar menurut SNI 01-3141-1998 ialah 6- 7.
Susu Bantal Real Good, Susu Indomilk- UHT rasa vanila, dan Susu Ultra Milk- Full
Cream memiliki kuallitas yang baik karena nilai pH sesuai dengan SNI, sedangkan
Susu Indomilk rasa vanila (Sterilized Milk) dan Susu yang telah didiamkan 2 jam
(susu bubuk) kualitasnya kurang baik, karena nilai pH terlalu tinggi (~7) sehingga
cenderung sedikit lebih basa.
3. Uji T4tal Asam Titrasi
Uji total asam adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui kadar asam yang
terdapat dalam produk susu. Pada uji ini, sampel (Susu Indomilk rasa vanila
(Sterilized Milk), Susu Bantal Real Good, Susu Indomilk- UHT rasa vanila, Susu
Ultra Milk- Full Cream, dan Susu yang telah didiamkan selama 2 jam (susu bubuk))
dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N hingga terjadi perubahan warna menjadi pink.
Fungsi larutan NaOH adalah sebagai penitran basa. Penentuan total asam dilakukan
dengan titrasi asam basa dengan indikator PP. Indikator PP yang digunakan sebagai
indikator/ penanda titik akhir titrasi yang ditunjukkan dengan terbentuknya warna
pink. Titrasi ini disebut juga titrasi alkalimetri, karena NaOH merupakan suatu basa
kuat. Jika basa kuat direaksikan dengan asam pada larutan sampel secara sempurna
akan membentuk air dan garam. Penambahan aquadest pada sampel yaitu sebagai
pengencer.
Percobaan uji total asam titrasi terhadap Susu Indomilk rasa vanila (Sterilized
Milk) ialah 1,8; Susu Bantal Real Good 1,2; Susu Indomilk- UHT rasa vanila 3;
Susu Ultra Milk- Full Cream 1,6; dan Susu yang telah didiamkan selama 2 jam
(susu bubuk) adalah 2,8. Hasil perhitungan TAT tidak sesuai dengan hasil
pengukuran pH, yang mana Susu Indomilk- UHT rasa vanila memiliki tingkat
keasaman yang tinggi, namun pada perhitungan TAT hasilnya tinggi (seharusnya
TAT rendah). Kesalahan terjadi dapat dikarenakan saat melakukan titrasi tidak hati-
hati atau pun dalam pemakaian alat yang tidak steril.
. Uji Methylen Blue
Aktivitas enzim reduktase dapat diketahui dengan cara menambah zat warna
methylen biru dalam susu. Apabila terdapat aldehid hasil aktivitas enzim reduktase,
maka methylen blue akan tereduksi. Enzim ini akan tidak aktiI pada suhu 130C.
Percobaan ini dilakukan dengan tujuan mengetahui banyaknya mikroorganisme dalam
suatu susu.
Organisme yang tumbuh dalam susu akan menghasilkan oksigen yang ada.
Karena oksigen habis, terjadi reaksi oksidasi- reduksi untuk kelangsungan hidup
mikroba. Sitrat yang merupakan metabolit mikroba berIungsi sebagai donor hidrogen,
methylene blue sebagai aseptor hidrogen, dan enzim reduktase yang diproduksi
mikroba merupakan katalis. Reaksi oksidasi yang terjadi harus dapat menyediakan
energi untuk pertumbuhan mikroba. Oleh karena itu, dengan enzim reduktase mikroba
menurunkan potensial oksidasi-reduksi, dengan mereduksi methyelene blue. Karena
tereduksi maka methylen blue berubah warnanya dari biru menjadi putih metilen/
methylen white.
Pada percobaan uji methylen blue, diamati selama 2 jam dan per 30 menit
dicek apakah telah berubah dari warna biru menjadi warna hitam. Semakin cepat
terjadinya perubahan dari warna biru menjadi putih menunjukkan bahwa produk susu
tersebut mengandung bakteri. Berdasar pada hasil didapatkan bahwa semua produk
susu (Susu Indomilk rasa vanila (Sterilized Milk), Susu Bantal Real Good, Susu
Indomilk- UHT rasa vanila, Susu Ultra Milk- Full Cream, dan Susu yang telah
didiamkan selama 2 jam (susu bubuk)) memiliki kualitas yang baik, karena setelah 2
jam warna susu tetap berwarna biru, sehingga produknya tidak mengandung bakteri di
dalamnya.













V. ESIMPULAN

Berdasar pada hasil percobaan yang dilakukan, didapat kesimpulan sebagai
berikut :
1. Faktor- Iaktor yang memengaruhi kualitas susu antara lain adalah rasa, warna,
tingkat keasaman (pH), banyaknya mikrobia yang terkandung di dalamnya,
dan kandungan gizinya.
2. Uji organoleptik yang dilakukan memberikan hasil Susu dengan merek
Indomilk rasa vanilla (Sterilized Milk) diproduksi oleh PT. INDOLAKTO,
Pandaan memiliki kode produksi S-12-0704-NP0010, dan tanggal kadaluarsa
Juli 2011. Hasil uji untuk sampel ini didapatkan warna krem dan rasanya
manis vanila.
3. Produk susu dengan merek Susu Bantal Real Good diproduksi oleh PT.
GreenIields Indonesia memiliki kode produksi 06.3.3.22:24, dan tanggal
kadaluarsa 15 September 2011. Hasil uji untuk sampel ini memiliki warna
putih dan rasanya Iull cream.
4. Produk susu dengan merek Indomilk- UHT rasa vanila diproduksi oleh PT.
Indolakto, Sukabumi memiliki kode produksi C01ADC, dan tanggal
kadaluarsa Juli 2011. Hasil uji untuk sampel ini memiliki warna putih tulang
dan rasanya manis vanila.
5. Produk susu dengan merek Susu Ultra Milk- Full Cream diproduksi oleh PT.
Ultra Jaya Milk Industry, Tbk memiliki kode produksi 15, dan tanggal
kadaluarsanya 3 Januari 2012. Hasil uji untuk sampel ini memiliki warna putih
dan rasanya gurih.
6. Dari keempat percobaan terhadap produk susu tersebut, semuanya memiliki
kondisi kemasan yang baik dan hanya pada Susu Real Good yang tidak
disukai.
7. Pengukuran pH pada percobaan ini didapati hasil Susu Indomilk rasa vanila
(Sterilized Milk) 7,27; Susu Bantal Real Good 6,7; Susu Indomilk- UHT rasa
vanilla 6,4; Susu Ultra Milk- Full Cream 6,6; dan susu yang telah didiamkan
selama 2 jam (susu bubuk) 7,50. Susu Indomilk- UHT rasa vanilla memiliki
tingkat keasaman yang paling rendah dan susu yang telah didiamkan selama 2
jam (susu bubuk) memiliki tingkat keasaman yang paling tinggi.
8. Perhitungan total asam titrasi pada Susu Indomilk rasa vanila (Sterilized Milk)
ialah 1,8; Susu Bantal Real Good 1,2; Susu Indomilk- UHT rasa vanila
3; Susu Ultra Milk- Full Cream 1,6; dan Susu yang telah didiamkan
selama 2 jam (susu bubuk) adalah 2,8. Terjadi kesalahan perhitungan pada
TAT.
9. Uji methylen blue yang dilakukan pada kelima produk susu (Susu Indomilk
rasa vanila (Sterilized Milk), Susu Bantal Real Good, Susu Indomilk- UHT
rasa vanila, Susu Ultra Milk- Full Cream, dan Susu yang telah didiamkan
selama 2 jam (susu bubuk)) didapatkan semua produk susu berkualitas baik,
karena setelah 2 jam warna biru tidak hilang.
















VI. DAFTAR PUSTAA

Anonim. 2009. Mengenal ManIaat Susu.
http.//rsiafamily.com/images/artikel/Mengenal20Susu20dan20Manfaatn
ya.pdf. 10 April 2011.
Badan Standardisasi Nasional. 1998. SNI 01-3141-1998, Susu Segar. Badan
Standardisasi Nasional. Jakarta.
Glatz, B. A. and Bruving, S. A. 1980. nterotoxin Production in Milk by
nterotoxigenik scherichia colli. J Food Protect.
Eckles, C. H., Combs and Macy, H. 1998. Milk and product, 4
th
d. Mc Graw Hill
Publishing Co. Ltd. New Delhi.
Hadiwiyoto, S. 1980. Pengolahan Hasil Hewani (Susu dan Ikan). Fakultas
Teknologi Pertanian. UGM. Yogyakarta.
Rachmawan, O. 2001. Penanganan Susu Segar. Departemen Pendidikan
Nasional. Jakarta.
Ressang, A. A. dan Nasution, A. M. 1988. Pedoman Ilmu Kesehatan Susu (Milk
Hygiene). IPB. Bogor.
Shiddieqy, 2008. Bakteri Menyebabkan Keracunan Susu. http.//netfarm.
blogsome.com/bakterimenyebabkan-keracunan-susu.html. 10 April 2011
Suhendar. Y., Dadang, W. I., Mardi, T., Riyanto, S., Palupi, I. R. dan Sucahyo, O.
2008. Pasca Panen Lalai Kualitas Susu Terbengkalai. http.//www.agrina-
online.com. 11 April 2011.
Titiek, F. D. dan Rahayu, S. 2007. Cemaran Mikroba pada Produk Pertanian,
Penyakit yang Ditimbulkan dan Pencegahannya. Jurnal Litbang Pertanian.
Yuwono, H. T. 2008. Mengenal Jenis Susu.
http.//be147rry.wordpress.com/mengenal-fenis-susu/. 10 April 2011.
.






LAMPIRAN

Perhitungan TAT
% =
o oE . oE
o op
%

O Susu Indomilk
Vol. NaOH : 1,8 ml
N NaOH : 0,1 N
Vol. Sampel : 10 ml
% =
,8 ,

% = 1, 8%

O Susu yang telah didiamkan 2 jam (susu bubuk)
Vol. NaOH : 2,8 ml
N NaOH : 0,1 N
Vol. Sampel : 10 ml
% =
,8 ,

% = 2, 8%