Anda di halaman 1dari 19

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Di era globalisasi pada saat ini perkembangan ilmu dan teknologi sangat pesat
khususnya di bidang industri, dimana industri merupakan salah satu aspek yang sangat
memungkinkan untuk dikembangkan. PT. Coca-Cola Indonesia merupakan salah satu
produsen dan distributor minuman ringan terkemuka di Indonesia. Di Indonesia,
minuman ringan mudah sekali diperoleh di berbagai tempat, mulai dari warung sampai
toko-toko kecil. Minuman ringan dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat dari
berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan.

1.2aksud Dan Tujuan
Maksud dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu Tugas Besar
mata kuliah Pengantar Otomasi Industri, Jurusan Teknik Mesin, Program studi Teknik
Industri, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara Jakarta. Adapun tujuan penulisan
makalah ini adalah untuk menganalisis aplikasi otomasi di industri.

1.3 Batasan asalah
Ruang lingkup makalah ini dibatasi hanya pada penerapan perkembangan ilmu dan
teknologi pada bidang industri (sistem pengisian dan pencacahan).

1.4etoda Pengumpulan Data
Dalam penyusunan makalah ini menggunakan metoda deskripsi, yaitu metoda yang
menggambarkan masalah yang aktual dengan jalan mengumpulkan data, mengelola dan
menyusunnya. Untuk teknik pengumpulan data adalah Studi Pustaka, yaitu
mengumpulkan data dengan cara mencari literatur yang berhubungan dengan objek
masalah yang dibahas.




1.5 Sistematika Penulisan
Penyusunan makalah ini terbagi atas lima bab. Pembicaraan dimulai dengan
pendahuluan sebagai bab pertama yang memuat dasar-dasar latar belakang, maksud dan
tujuan yang hendak dicapai, batasan masalah, metode pengumpulan data, sistematika
penulisan. Selanjutnya pada bab kedua menjelaskan ilmu dan teknologi dan model,
dimana pada ilmu dan teknologi meliputi deIinisi teknologi, terapan ilmu dan teknologi,
perkembangan ilmu dan teknologi, sedangkan pada model meliputi bentuk model,
kegunaan model dan pembentukan model. Pada bab ketiga dikemukakan tentang
penerapan teknologi di PT. Coca-Cola Indonesia yang meliputi sejarah PT. Coca-Cola
Indonesia dan penerapan teknologi di industri PT. Coca-Cola Indonesia berdasarkan
Ienomena dialektika. Pada keempat dikemukan pembahasan tentang perkembangan
teknologi di PT. Coca-Cola Indonesia yang mencakup terapan teknologi, terapan
teknologi baik dan terapan teknologi lebih baik dan perangkat pendukung konsepsi
teknologi. Pada bab kelima, yaitu bab terakhir dari makalah ini merupakan simpulan
dari hasil pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya dan saran.
















BAB 2
LANDASAN TEORI

Istilah otomasi berasal dari bahasa Yunani 'automatos yang artinya bergerak sendiri.
Istilah otomasi (automation) pertama kali dikemukakan oleh Mgr. Fords di Detroit
untuk menggantikan kata otomatis (automatic). Otomasi pada umumnya dideIinisikan
sebagai proses dimana mesin-mesin yang ada mengikuti tahap-tahap operasi yang telah
ditentukan sebelumnya dengan sedikit atau tanpa adanya manusia sebagai pekerja, yang
menggunakan berbagai jenis alat, sensor, aktuator, dan perlengkapan khusus yang dapat
mengobservasi segala macam aspek dari operasi manuIaktur, membuat keputusan
berhubungan dengan perubahan yang seharusnya dibuat, dan mengontrol segala aspek
dari operasi.

Otomasi memanIaatkan aplikasi mekanik, elektronik, dan sistem computer untuk
mengoperasikan dan mengendalikan suatu proses. Sebagai suatu sistem, tentunya
otomasi memiliki elemen-elemen yang menyusunnya yaitu:
1. Pengendali ( Controller )
Sistem kontrol merupakan bagian penting dalam sistem otomasi. Apabila suatu
sistem otomasi dikatakan layaknya semua organ tubuh manusia seutuhnya maka
sistem kontrol merupakan bagian otak/pikiran, yang mengatur dari keseluruhan
gerak tubuh. Pengendali biasanya meliputi :
a. Menghidupkan/menjalankan
b. Mematikan/menghentikan
c. Mengatur gerakan
d. Mengatur posisi/aliran
2. Aktuator
Merupakan tenaga yang dibutuhkan untuk melakukan proses otomasi. Metode yang
digunakan sebagai pengontrol aktuator adalah : Pneumatik, Hidrolik, Elektrik,
Aktuator memiliki beberapa macam jenis diantaranya adalah :
a. near Moton :
O $ngle Actng Cylnder
O ouble Actng Cylnder
b. #otary Moton :
O Ar Motor
O #otary Actuator
3. eed Back/$ensor
Untuk mengetahui umpan balik atau kondisi sehingga pengontrol dapat mengetahui
apakah pengerah dapat dan atau melakukan tugasnya dengan baik. Dalam
menggunakan suatu sistem otomasi tentunya ada tujuan yang timbul dari
penggunaan otomasi, di antaranya adalah :
a. Memperpendek waktu kerja
b. Kondisi kerja yang aman
c. Harga murah, kualitas baik
d. Meningkatkan standar hidup

Penerapan otomasi sangat luas dan dapat diterapkan baik di bidang manuIaktur maupun
non-manuIaktur. Beberapa contoh penerapannya adalah sebagai berikut :
1. Otomasi dalam perakitan produk
2. Otomasi dalam pemberian label / kode produk
3. Otomasi dalam pembentukan suatu produk
4. Otomasi dalam penanganan material
5. Otomasi dalam pengepakan produk
6. Dll

Unt uk di bidang manuIakt ur sendiri, penerapan ot omasi perlu ada beberapa
persiapan, yaitu :
1. Menentukan jenis produksi (job order, batch, kontinu)
2. Studi proses produksi :
a. Work $tudy
b. Method $tudy
c. Work Measurement
d. Fisibilitas perbaikan teknik produksi (eliminasi, kombinasi, perbaikan)
3. Estimasi ongkos : ekonomi teknik
4. Perencanaan dan Pengendalian Produksi
BAB 3
PEBAHASAN

3.1 Sejarah PT. Coca-Cola
Coca-Cola Bottlng Indonesia merupakan salah satu produsen dan distributor minuman
ringan terkemuka di Indonesia. Kami memproduksi dan mendistribusikan produk-
produk berlisensi dari The Coca-Cola Company.

Perusahaan kami memproduksi dan mendistribusikan produk Coca-Cola ke lebih
dari 400.000 outlet melalui lebih dari 120 pusat penjualan. Coca-Cola Bottlng
Indonesia merupakan nama dagang yang terdiri dari perusahaan-perusahaan patungan
(font venture) antara perusahaan-perusahaan lokal yang dimiliki oleh pengusaha-
pengusaha independen dan Coca-Cola Amatl mted, yang merupakan salah satu
produsen dan distributor terbesar produk-produk Coca-Cola di dunia.

Coca-Cola Amatil pertama kali berinvestasi di Indonesia pada tahun 1992. Mitra
usaha Coca-Cola saat ini merupakan pengusaha Indonesia yang juga adalah mitra usaha
saat perusahaan ini memulai kegiatan usahanya di Indonesia. Produksi pertama Coca-
Cola di Indonesia dimulai pada tahun 1932 di satu pabrik yang berlokasi di Jakarta.
Produksi tahunan pada saat tersebut hanya sekitar 10.000 krat. Saat itu perusahaan baru
memperkerjakan 25 karyawan dan mengoperasikan tiga buah kendaraan truk distribusi.
Sejak saat itu hingga tahun 1980-an, berdiri 11 perusahaan independen di seluruh
Indonesia guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk The Coca-Cola
Company. Pada awal tahun 1990-an, beberapa diantara perusahaan-perusahaan tersebut
mulai bergabung menjadi satu. Tepat pada tanggal 1 Januari 2000, sepuluh dari
perusahaan-perusahaan tersebut bergabung dalam perusahaan-perusahaan yang kini
dikenal sebagai Coca-Cola Bottling Indonesia. Saat ini, dengan jumlah karyawan sekitar
10.000 orang, jutaan krat produk kami didistribusikan dan dijual melalui lebih dari
400.000 gerai eceran yang tersebar di seluruh Indonesia.


3.2 Penerapan Teknologi Di Industri PT. Coca-Cola Indonesia Berdasarkan
Fenomena Dialektika
1. Terapan Teknologi
a. Diawali dengan menciptakan suatu resep atau racikan minuman cepat saji
(minuman ringan) untuk dikonsumsi oleh konsumen (minuman Coca-cola).
b. Diproduksi atau dibuat secara manual dengan menggunakan tenaga manusia
sepenuhnya.
c. Keuntungan :
O Suatu bentuk usaha yang menjanjikan.
O Memberikan suatu hal yang baru bagi konsumen dalam bentuk minuman
siap saji (minuman ringan) dan memiliki rasa yang enak.
d. Kerugian:
O Dalam proses produksinya, masih manual atau menggunakan tenaga
manusia sepenuhnya sehingga pemenuhan kebutuhan konsumen yang
semakin meningkat tidak dapat terpenuhi.
O Kemasan coca-cola yang masih kurang memadai atau kurang layak.
O Peluang kerugian sangat besar, dikarenakan proses pengisian masih
manual atau dikerjakan oleh tangan manusia yang mengakibatkan
banyaknya bahan atau kurangnya bahan yang diisikan pada botol.
O Sering terjadinya kekeliruan pada saat perhitungan jumlah bahan coca-
cola yang telah terisi dalam botol yang siap dijual atau dipasarkan.
2. Terapan Teknologi yang Baik
a. Kemasan coca-cola sudah menggunakan medium yang lebih baik (gelas /
plastik PET dan botol)
b. Mengubah sistem produksi (Pengisian & Pencacahan) dari manual ke
otomatis menggunakan mcrocontroller sebagai pengedali dan decoder (7-
segment) sebagai penampil hasil penghitungan botol yang telah terisi.
c. Keuntungan :
O Medium yang lebih baik, memungkinkan konsumen tertarik untuk
membeli dan mengkonsumsi.
O Dengan menggunakan sistem otomatis (Mcrocontroller), peningkatan
jumlah produksi sesuai dengan kebutuhan konsumen.
O Proses penghitungan jumlah botol semakin lebih akurat, karena
menggunakan sistem otomatis (ekoder / 7-segment)
d. Kerugian :
O Penggunaan sistem otomatis dengan mikrokontroler dalam sistem
produksi minuman coca-cola mengalami kendala dalam proses
assemblynya karena memerlukan beberapa tahap yang memakan waktu
dan cukup merepotkan.
O Penghitungan objek (botol coca-cola) walaupun terhitung otomatis,
tetapi masih terbatas, dan masih memerlukan tenaga manusia untuk
membuat pertanggung jawaban.
3. Terapan Teknologi yang Lebih Baik
a. Sistem otomatis menggunakan mkrokontroler dikembangkan menggunakan
PLC (Programmable ogc Control).
b. Menggunakan sistem basis data untuk pertanggung jawaban hasil produksi.
c. Keuntungan :
O Proses produksi semakin lancar, dan bila terjadi error dapat
ditanggulangi dengan cepat.
O Perhitungan botol coca-cola yang siap didistribusikan, lebih akurat dan
pertanggung jawaban baik karena menggunakan sistem basis data.
d. Kerugian :
O Ketergantungan perangkat sistem otomatis terhadap sumber energi listrik
sangat besar, sehingga proses produksi akan terhenti bila mengalami
gangguan pada pasokan sumber energi listrik.
O Perangkat cukup mahal
O Basis data yang dioperasikan melalui komputer, selain tergantung pada
sumber energi listrik, juga peluang kehilangan data dapat terjadi akibat
virus pada sistem computer, dll.





3.3 Analisis Ekonomi
Untuk analisa ekonomi, kami memperkirakan kapan perusahaan akan mengalami
Return on Investment (ROI), dengan perkiraan biaya dan laba sebagai berikut:
Asumsi : (sebelum menggunakan otomasi)
Jumlah tenaga kerja 500 pekerja
Hari kerja 20 hari/bulan
Produksi per hari 10.000 krat/hari
Perkiraan biaya dan laba :
Tabel 3.3.1 Perkiraan laba dan biaya
Investasi Awal 28.200.000.000
Pengeluaran (bulan)
Gaji (500) 750.000.000
Perawatan 10.000.000
Bahan Baku 200.000.000
Biaya Operasional 26.000.000
Total 986.000.000

Pemasukan (bulan)
Penjualan Produk 1.511.900.000

Laba/Bulan 525.900.000

ROI 28.200.000.000 / 525.900.000 54 bulan
Dari perkiraan laba dan biaya diatas, maka akan didapatkan laba bersih perusahaan
setiap bulannya, dan dari sini dapat dihitung kapan perusahaan akan mengalami ROI.
Dari hasil perhitungan didapatkan ROI 54 bulan. Ini berarti perusahaan akan balik
modal setelah penerapan otomasi dijalankan sekitar 4 tahun 5 bulan.

Asumsi : ( sesudah menggunakan otomasi )
Jumlah tenaga kerja 200 pekerja
Hari kerja 20 hari/bulan
Produksi per hari 55000 krat/hari
Perkiraan biaya dan laba :
Tabel 3.3.2 Perkiraan laba dan biaya
Investasi Awal 75.850.000.000
Pengeluaran (bulan)
Gaji (200) 300.000.000
Perawatan 50.000.000
Bahan Baku 200.000.000
Biaya Operasional 26.000.000
Total 576.000.000

Pemasukan (bulan)
Penjualan Produk 3.511.000.000

Laba/Bulan 2.935.000.000

ROI 75.850.000.000/ 2.935.000.000 25 bulan
Dari perkiraan laba dan biaya diatas, maka akan didapatkan laba bersih perusahaan
setiap bulannya, dan dari sini dapat dihitung kapan perusahaan akan mengalami ROI.
Dari hasil perhitungan didapatkan ROI 25 bulan. Ini berarti perusahaan akan balik
modal setelah penerapan otomasi dijalankan sekitar 2 tahun 1 bulan.











BAB 4
PERKEBANGAN TEKNOLOGI DI PT. COCA-COLA INDONESIA

4.1Terapan Teknologi
Diawali dengan menciptakan suatu resep minuman ringan (coca-cola), dimana dalam
proses pengerjaannya dikerjakan secara manual atau dengan kata lain proses pengerjaan
dikerjakan oleh tenaga manusia sepenuhnya. Hanya saja dalam terapan teknologi ini,
mengalami beberapa kendala, yaitu dalam hal pemenuhan kebutuhan konsumen yang
terus meningkat, dll.

4.2 Terapan Teknologi yang Baik
Dari terapan teknologi yang sudah ada, kemudian berkembang menjadi suatu terapan
teknologi yang baik. Hal ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan yang
terdapat pada terapan teknologi. Yaitu terciptanya suatu alat yang dapat mempermudah
manusia dalam melakukan suatu proses pengerjaan (dalam hal ini pengisian dan
pencacahan botol Coca-cola) yaitu dengan menggunakan sistem Mcrocontroller.

Hanya saja, dengan menggunakan sistem ini (sistem Mcrocontroller), masih
mengalami kendala yaitu dalam proses assemblynya karena memerlukan beberapa tahap
yang memakan waktu dan cukup merepotkan.

Mcrocontroller atau pengendali mikro merupakan sistem mikroprosesor lengkap yang


terkandung di dalam sebuah chp. Mcrocontroller berbeda dari mikroprosesor serba
guna yang digunakan dalam sebuah PC, karena sebuah microcontroller umumnya telah
berisi komponen pendukung sistem minimal mikroprosesor, yakni memori dan
antarmuka I/O. Atau dengan kata lain Mcrocontroller adalah suatu keping IC dimana
terdapat microprosessor dan memori program (ROM) serta memori serbaguna (RAM).
Kelebihan utama dari Mcrocontroller ialah telah tersedianya RAM dan peralatan I/O
pendukung sehingga ukuran board microcontroller menjadi sangat ringkas.



4.3 Terapan Teknologi yang Lebih Baik
Kemudian dari terapan teknologi yang baik, semakin berkembangnya ilmu dan
teknologi, menghasilkan suatu terapan teknologi yang lebih baik. Hal ini pun bertujuan
untuk menanggulangi permasalah yang ada dalam terapan teknologi yang baik. Gambar
dibawah ini merupakan Proses manuIaktur PT. Coca-Cola Indonesia :
1. Tahap pertama untuk menghasilkan Coca-Cola sangat sederhana, yaitu membuat
sirup yang terdiri dari gula dan air. Airnya disaring dengan seksama karena bagi
"Coca-Cola" bahan baku berkualitas tinggi sangat mutlak diperlukan.









Gambar 4.3.1 Gula dan Air sebagai bahan baku
2. Untuk memastikan bahwa air yang digunakan untuk produk botol dan kaleng benar-
benar bersih dan murni, air tersebut disaring. Para teknisi pengawasan mutu menguji
air tersebut berkali-kali sebelum digunakan untuk membuat produk akhir.









Gambar 4.3.2 Penyaringan Air

3. Pemeriksaan dan pengujian berlanjut. Perangkat canggih membantu para teknisi
memeriksa segala segi proses, mulai dari kondisi tiap kemasan hingga kadar
karbondioksida, rasa dan kandungan sirup. Pada tahap ini, campuran sirup diperiksa.








Gambar 4.3.3 Pemeriksaan dan pengujian berlanjut
4. Sirup kemudian ditambahkan dengan konsentrat "Coca-Cola". Sari rasa untuk
"Coca-Cola ini dibuat di pabrik-pabrik The Coca-Cola Company dan hingga kini
tetap merupakan rahasia dagang terbesar di dunia. Teknisi kemudian mencicipi,
memeriksa dan mencatat campuran setiap batch sirup dengan seksama. Setelah
pencampuran, cairan siap untuk diberi tambahan karbondioksida. Pengawasan mutu
yang amat ketat adalah alas an mengapa "Coca-Cola" dikenal sebagai minuman
yang memiliki kadar soda yang paling sempurna.









Gambar 4.3.4 Penambahan konsentrat 'Coca-Cola



5. Rangkaian botol dari gelas atau plastik PET (Polyethelyne terephthalate) maupun
kaleng sekarang dalam jumlah sangat besar siap untuk diisi dengan produk akhir.
Botol-botol pun harus melalui pemeriksaan yang amat teliti. Pertama-tama dicuci
dan dibasuh kemudian diperiksa secara elektronik dan manual. Barulah boto-botol
tersebut siap untuk diisi dengan minuman ringan paling popular di dunia saat ini.









Gambar 4.3.5 Botol dari gelas atau plastik
6. Botol demi botol diletakkan di atas ban berjalan agar dapat terisi secara otomatis.
Cara tersebut menjamin jumlah dalam tiap botol akurat, dan penutupan botol secara
otomatis menjamin kadar higienis yang sempurna pula.








Gambar 4.3.6 Botol-Botol pada Ban Berjalan
7. Akhirnya, botol-botol diberi label, kode produksi dan dikemas dalam karton-karton
atau dimasukkan ke dalam krat. Selanjutnya, pusat penjualan siap untuk
mengirimkan produk-produk "Coca-Cola menuju lebih dari 420.000 gerai (outlet)
yang menjual produk-produk "Coca-Cola" di Indonesia.
Dalam proses ini, menggunakan PLC (Programmable ogc Control). Yang
merupakan pengembangan dari sistem mcrocontroller.

Gambar 4.3.7 Pemberian label dan kode produksi

PLC Programmable ogc Controller) atau Kontrol Logika Terprogram adalah


suatu microprosessor yang digunakan untuk otomatisasi proses industri seperti
pengawasan dan pengontrolan mesin di jalur perakitan suatu pabrik. PLC memiliki
perangkat masukan dan keluaran yang digunakan untuk berhubungan dengan perangkat
luar seperti sensor, relai, contactor dll.
Hampir segala macam proses produksi di bidang industri dapat diotomatisasi
dengan menggunakan PLC. Kecepatan dan akurasi dari operasi bisa meningkat jauh
lebih baik menggunakan sistem kontrol ini. Keunggulan dari PLC adalah
kemampuannya untuk mengubah dan meniru proses operasi di saat yang bersamaan
dengan komunikasi dan pengumpulan inIormasi-inIormasi vital.

4.4 Perangkat Pendukung Konsepsi Teknologi
Dimana dalam terapan teknologi yang baik dan terapan teknologi yang lebih baik
memerlukan perangkat pendukung seperti :
1. Microprosessor
Sebuah mikroprosesor (sering dituliskan: P atau uP) adalah sebuah central
processing unit (CPU) elektronik komputer yang terbuat dari transistor mini dan
sirkuit lainnya di atas sebuah sirkuit terintegrasi semikonduktor.
Berikut adalah karakteristik penting dari mikroprosesor :
a. Ukuran bus data internal (internal data bus size): Jumlah saluran yang terdapat
dalam mikroprosesor yang menyatakan jumlah bit yang dapat ditransIer antar
komponen di dalam mikroprosesor.
b. Ukuran bus data eksternal (external data bus se): Jumlah saluran yang
digunakan untuk transIer data antar komponen antara mikroprosesor dan
komponen-komponen di luar mikroprosesor.
c. Ukuran alamat memori (memory address size): Jumlah alamat memori yang
dapat dialamati oleh mikroprosesor secara langsung.
d. Kecepatan clock (clock speed): Rate atau kecepatan clock untuk menuntun kerja
mikroprosesor.
e. Fitur-Iitur spesial (special Ieatures): Fitur khusus untuk mendukung aplikasi
tertentu seperti Iasilitas pemrosesan Iloating point, multimedia dan sebagainya.
2. RAM
Memori akses acak atau RAM (Random Access Memory) adalah sebuah tipe
penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak
memperdulikan letak data tersebut dalam memori.
3. ROM
ROM (Read-Only Memory) adalah salah satu memori yang ada dalam komputer.
ROM ini siIatnya permanen, artinya program atau data yang disimpan didalam
ROM ini tidak mudah hilang atau berubah walau aliran listrik di matikan.
Menyimpan data pada ROM tidak dapat dilakukan dengan mudah, namun
membaca data dari ROM dapat dilakukan dengan mudah. Biasanya program atau
data yang ada dalam ROM ini diisi oleh pabrik yang membuatnya.
4. I/O (Input / Output)
Unit Input/Output (I/O) adalah bagian dari sistem mikroprosesor yang digunakan
oleh mikroprosesor itu untuk berhubungan dengan dunia luar.
Unit input adalah unit luar yang digunakan untuk memasukkan data dari luar ke
dalam mikroprosesor ini, contohnya data yang berasal dari keyboard atau mouse.
Sementara unit output biasanya digunakan untuk menampilkan data, atau dengan
kata lain untuk menangkap data yang dikirimkan oleh mikroprosesor, contohnya
data yang akan ditampilkan pada layar monitor atau printer.
5. Database
Database atau Basis Data adalah kumpulan inIormasi yang disimpan di dalam
komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program
komputer untuk memperoleh inIormasi dari basis data tersebut.
6. Motor DC
Motor DC merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi listrik
menjadi energi mekanik.
7. Sensor
Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan
lingkungan Iisik atau kimia.
InIramerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang
dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Namanya
berarti "bawah merah" (dari bahasa Latin inIra, "bawah"), merah merupakan warna
dari cahaya tampak dengan gelombang terpanjang.
Foto transistor adalah sebuah benda padat pendeteksi cahaya yang memiliki gain
internal.
Foto transistor memiliki karakteristik :
a. Pendeteksi jarak dekat InIra merah.
b. Bisa dikuatkan sampai 100 sampai 1500.
c. Respon waktu cukup cepat.
d. Bisa digunakan dalam jarak lebar.
e. Bisa dipasangkan dengan (hampir) semua penghasil cahaya atau cahaya yang
dekat dengan inIramerah, seperti IRED (inIrared led), Neon, Fluorescent, lampu
bohlam, cahaya laser dan api.
I. Mempunyai karakteristik seperti transistor, kecuali bagian basis digantikan oleh
besar cahaya yang diterima.
. $even $egment
$even $egment (7-Sement) adalah suatu segmen-segmen yang digunakan untuk
menampilkan angka. Seven segment ini tersusun atas 7 batang LED yang disusun
membentuk angka 8.
4.5 Sebelum dan Sesudah Otomasi
Berikut ini merupakan perbandingan antara sistem yang lama (tidak menerapkan
otomasi) dengan sistem yang baru (menerapkan otomasi):

Tabel 4.5.1 Perbandingan sistem sebelum dan sesudah otomasi





















Kajian Sebelum Otomasi Sesudah Otomasi
Total Biaya Besar Berkurang
Mutu Produk Baik Lebih Baik
Jumlah Tenaga Kerja 500 200
Keuntungan Lebih kecil Keuntungan Meningkat
Cacat Produk Lebih Banyak Dapat Diperkecil
BAB V
KESIPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Dari kasus otomasi ini, kami mendapatkan beberapa kesimpulan, yaitu sebagai berikut :
O Untuk menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan teknologi akan
membawa permasalahan baru, yang mana permasalahan yang baru tersebut suatu
saat akan menjadi permasalah utama yang membutuhkan suatu penyelesaian
dengan menggunakan teknologi yang setingkat lebih tinggi dari teknologi
sebelumnya. Hal ini akan terus terulang secara terus menerus. Oleh karena itu,
semakin berkembangnya ilmu dan teknologi, maka perkembangan IPTEK (Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi) akan mengalami kemajuan.
Penerapan otomasi memberikan hasil positiI bagi kinerja perusahaan,diantaranya
dalam hal kualitas, kapasitas produksi, eIektivitas, cacat produk, waktu produksi,
dan sebagainya.
Walaupun memiliki banyak keunggulan, namun terkadang masih ada kendala yang
dihadapi untuk menerapkan otomasi baik itu dalam segiIinansial perusahaan,
penyesuaian, hingga pengurangan tenaga kerja.
Dalam menerapkan otomasi, perusahaan dapat memperkirakan waktuterjadinya
ROI, seperti dalam kasus ini perusahaan akan mengalami ROIdalam kurun waktu
sekitar 2 tahun 1 bulan.
Untuk bertahan di dalam persaingan usaha, penerapan otomasimerupakan salah satu
strategi yang handal untuk kelangsungan hidup perusahaan dalam jangka waktu
yang panjang.

5.2 Saran
Untuk menjamin berkesinambungannya peradaban manusia, perkembangan ilmu dan
teknologi harus terus dikembangkan. Dan harus menyadari adanya kemungkinan
terjadinya kemunduran. Oleh karena itu, perkembangan ilmu dan teknologi harus
didukung dengan SDM (Sumber Daya Manusia) yang memadai.

REFERENSI

http://www.coca-colabottling.co.id/ina/index.php
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengendalimikro
http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroprosesor
http://id.wikipedia.org/wiki/RAM
http://id.wikipedia.org/wiki/ROM
http://id.wikipedia.org/wiki/I/O
http://id.wikipedia.org/wiki/Kontrollogikaterprogram
http://id.wikipedia.org/wiki/Sensor
http://id.wikipedia.org/wiki/InIramerah
http://id.wikipedia.org/wiki/Fototransistor
http://staII.ui.ac.id/internal/040603019/material/DCMotorPaperandQA.pdI
http://annasandrodeIath.multiply.com/journal/item/6/SevenSegment
http://id.wikipedia.org/wiki/Basisdata