Anda di halaman 1dari 24

PENGUAT DAYA AUDIO

(Laporan Praktikum Sistem Digital )

Oleh Rizky Indah Melly E.P 0817032040

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DASAR JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMPUNG 2010

Judul Percobaan Tanggal Percobaan Nama NPM Fakultas Jurusan Program study Kelompok

: PENGUAT DAYA AUDIO : 2 November 2010 : Rizky Indah Melly E.P : 0817032040 : MIPA : Matematika : Ilmu komputer : 4 (Empat)

B. Lampung, 2 November 2010 Mengetahui, Asisten

Juana Romasta Natalia 0717041042

I.

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Penguat daya audio (power amplifier) adalah suatu pesawat elektronika yang berfungsi menguatkan sinyal suara yang berasal dari radio,tape recorder, cd player, preamp mic atau yang lainnya. Jika dilihat dari rangkaian akhir penguat daya, maka dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu: penguat daya sistem OT, OTL, dan OCL. Penguat daya system OT merupakan sebuah penguat daya yang menggunakan transformator output sebagai pelepas bebannya. Jenis OTL sebagai pelepas bebannya tanpa menggunakan transformator output, tetapi memakai kapasitor. Sedangkan jenis OCL beban dengan penguat daya dihubung langsung (direct copel) tanpa memakai kapasitor maupun transformator. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penguat daya audio, maka dilakukan percobaan penguat daya audio.

B.

Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. Menguji suatu penguat daya audio yaitu mengamati bentuk isyarat

masukkan dan keluaran, mengukur hambatan masukkan dan respon frekuensi 2. 3. 4. Menunjukkan pengaruh hubungan darlington pada transistor keluaran Menunjukkan pengaruh kapasitor bootstrap terhadap gain (penguat) Mengetahui fungsi-fungsi komponen yang digunakan pada penguat pada daya pengeluaran maksimum tegangan dan bentuk isyarat keluaran daya audio

II.

TINJAUAN PUSTAKA

Istilah penguatan pada dasarnya berarti membuat menjadi lebih kuat. Dalam bidang elektronika maka yang diperkuat adalah amplitudo dari sinyal. Untuk mengerti bagaimana penguat bekerja perlu dimengerti dua tipe penguatan yang utama yaitu : 1. Penguat tegangan yaitu penguat yang menguatkan tegangan dari sinyal masukan. 2. Penguat arus yaitu penguat yang menguatkan arus dari sinyal masukan. Sedangkan penguat daya yaitu kombinasi dari dua tipe penguat di atas. Meskipun pada kenyataannya semua penguat adalah penguat daya karena tegangan tidak akan ada tanpa adanya daya kecuali jika impedansinya tak terhingga. Efisiensi dari penguat daya didefinisikan sebagai perbandingan dari daya yang diterima beban dengan daya yang diberikan oleh catu daya. Suatu rangkaian yang dapat melakukan pengiriman daya dalam jumlah besar pada beban dengan impedansi rendah.Kelas operasi dari suatu penguat daya dilihat berdasarkan persentase siklus sinyal masukan yang menghasilkan arus keluaran. penguat daya dasar terbagi atas penguat daya kelas A, B, AB, dan C dengan siklus berturut-turut adalah 360o, 180o, dan <180o. (Theara Ramadanika, 2008)

Pada penguat daya, isyarat tegangan yang kecil diperkuat dan dibuat agar mampu memberikan arus isyarat yang besar untuk menggetarkan pengeras suara, menggerakkan motor listrik atau beban lain yang memerlukannya. Jadi pada penguat daya, tegangan isyarat besar dan arus isyarat juga besar. Adapun beberapa macam penguat daya antaranya : a.Penguat daya dengan trafo keluaran b.Penguat daya tolak-talik c.Penguat daya stangkup komplemeter

gambar 3.1 : Penguat Daya Audio a) Jika J1 dan J2 dan J3 menyatakan kabel jumper yang dapat dipasang dan dilepas. Jika J3 dilepas maka kapasitor boostrap C1 dilepas dari rangkaian bila J2 dipasang pada (a) maka Q3 dilepas dari Q5 dan Q3 bertindak sebagai transistor output. Sedangkan jika J2 dipasang pada (b) maka Q3 dan Q5 membentuk hubungan darlington.

b)

Q1 bersama R2 dan R4 memberikan bias kelas AB (projected cut off). Bila trimpot dibuat agar mempunyai hambatan kecil atau nol maka transistor (Q1) akan saturasi dan VCE = 0.

c)

Transistor (Q2) membentuk penguat tegangan (driver). Bila kapasitor bootstrap C1 dipasang maka Re akan tampak mempunyai harga hambatan efektif yang tinggi untuk tegangan isyarat. Akibat gain tegangan penguat Q2 haruslah mempunyai harga lebih tinggi bila bootstrap dipasang.

d) e)

Resistor R7 membentuk feed back tegangan shunt bersama R6 Kapasitor-kapasitor C5 dan C6 adalah kapasitor decoupling untuk menghilangkan osilasi pada frekuensi rendah (C5) dan osilasi pada frekuensi tinggi oleh karena feed back positif kuat Vcc. ( Akhmad Dzakwan, 2010) Penguat kelas A Penguat dengan letak titik Q di tengah-tengah garis beban. Mempunyai sinyal keluaran yang paling bagus diantara penguat jenis yang lain Efisiensinya paling rendah, karena banyaknya daya yang terbuang di transistor. Disipasi daya tertinggi terjadi saat tidak ada sinyal masukan.

Penguat kelas B Rangkaian dasar penguat klas B menggunakan dua transistor, yang satu transistor jenis NPN dan yang satunya lagi transistor jenis PNP. Emitor kedua transistor tersebut berhubungan dengan tahanan beban, RL. Sedangkan

sinyalinput dimasukkan pada basis dari kedua transistor tersebut. Gambar dari rangkaian dasar penguat klas B ditunjukkan pada gambar dibawah ini : Karakteristik Penguat Daya Kelas B Linieritas penguat daya adalah 50% Siklus sinyal keluaran penguat 180o Untuk menentukan efisiensi konversi penguat daya kelas-B, diasumsikan keluaran penguat adalah ideal (tanpa distorsi crossover). Efisiensi penguat akan diperoleh pada saat Vo pada kondisi maksimum. Kondisi maksimum ini dibatasi oleh kondisi saturasi dari QN dan QP. Saat kondisi saturasi terjadi, VCC VCEsat VCC. Penguat kelas AB Merupakan perbaikan dari penguat klas B. Cacat penyeberangan bisa dihilangkan dengan menambahkan prategangan pada dioda basis emitor. Dengan demikian transistor output sudah aktif saat belum ada sinyal masukan. Tentu saja titik kerja penguat menjadi berubah karena transistor tidak lagi berada pada keadaan cut off. Karena itulah disebut penguat klas AB. Penguat

audio yang banyak ada di pasaran pada umumnya adalah penguat klas AB. Untuk memberi prategangan pada basis emitor tidak harus dengan dioda bisa juga
dengan resistor atau transistor asalkan bisa memberi tegangan untuk mengaktifkan dioda di basis emitor.

(Nur Agus, 2005)

III. PROSEDUR PERCOBAAN

A.

Alat dan Bahan

Alat dan Bahan dari percobaan ini adalah sebagai berikut : 1. Transistor

2.

Resistor

3.

Trimpot

4.

Kapasitor

5. Power supply

6. Osiloskop

7. Signal Generator

8. Multimeter

9. Bread Board ( Papan Rangkai )

10. Kabel Penghubung

B.

Prosedur Percobaan Adapun prosedur dari percobaan ini dalah sebagai berikut :
1.

Menyusun rangkaian seperti gambar 3.1 dengan semua jumper

terhubung.

2.
3.

Mengukur tegangan dan keluaran multimeter. Memberi isyarat masukan sinusioda lalu mengamati keluarannya Melepaskan kapasitor bootstrap (C1) dari rangkaian, begitu pula

dengan menggunakan osiloskop.


4.

dengan transistor Q5 dan Q6 sehingga penguat daya audio tersebut menjadi penguat daya tanpa bootstrap dan tanpa hubungan darlington pada outputnya. Lalu mengukur tegangan outputnya dengan multimeter. Dan memberi isyarat masukan sinusioda lalu mengamati keluarannya dengan menggunakan osiloskop.

TUGAS PENDAHULUAN

1. Sebutkan jenis-jenis penguat daya yang ada dan terangkan masing-masing jenis tersebut? Jenis-jenis penguat daya adalah:

a)

Penguat daya dengan trafo keluaran Sinyal keluaran paling bagus diantara jenis yang lain. Efisiensinya paling rendah, karena banyaknya daya yang terbuang di transistor.

b)

Penguat daya tolak tarik Terdapat konfigurasi push-pull dimana dua transistor akan bergantian bekerja menguatkan masing-masing setengah siklus sinyal masukan. Adanya cacat penyeberangan (crossover distortion) yang terjadi karena adanya tegangan bias pada dioda basis emitor

c)

Penguat daya stangkup komplementer Cacat penyeberangan bisa dihilangkan dengan menambahkan prategangan pada dioda basis emitor.

2. Apa perbedaan penguat daya dengan penguat tegangan? Penguat tegangan yaitu suatu alat elektronika yang berfungsi sebagai penguat yang menguatkan tegangan dari sinyal masukan. Penguat daya yaitu alat elektronika yang fungsinya merupakan kombinasi dari fungsi dua tipe penguat yaitu penguat tegangan dan penguat arus. Penguat arus yaitu suatu alat elektronika yang berfungsi sebagai penguat yang menguatkan arus dari sinyal masukan.

V.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Data Pengamatan
1. Osiloskop f 100 Hz H 2,2 6,25 V/div 20mV T/div 5mV Bentuk Gelombang

2. J1a Terbuka f 100 Hz H 2,2 6,25 V/div 20mV T/div 5mV Bentuk Gelombang

J1b Terbuka f 100 Hz H 2,2 6,25 V/div 20mV T/div 5mV Bentuk Gelombang

J2a Terbuka

f 100 Hz

H 2,2

6,25

V/div 20mV

T/div 5mV

Bentuk Gelombang

J2b terbuka F 100 Hz H 2,2 6,25 V/div 20mV T/div 5mV Bentuk Gelombang

J3 Terbuka F 100 Hz H 2,2 6,25 V/div 20mV T/div 5mV Bentuk Gelombang

Vpp Vrms T F

= Probe * V/div * h = Vpp * 0,5 * 0,7 = * T/div = 1/T

B. Pembahasan Penguat daya audio (power amplifier) adalah suatu pesawat elektronika yang berfungsi menguatkan sinyal suara yang berasal dari radio,tape recorder, cd player, preamp mic atau yang lainnya. Jika dilihat dari rangkaian akhir penguat daya, maka dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu: penguat daya sistem OT, OTL, dan OCL. Penguat daya system OT merupakan sebuah penguat daya yang menggunakan transformator output sebagai pelepas bebannya. Jenis OTL sebagai pelepas bebannya tanpa menggunakan transformator output, tetapi memakai kapasitor. Sedangkan jenis OCL beban dengan penguat daya dihubung langsung (direct copel) tanpa memakai kapasitor maupun transformator.

Pada percobaan daya audio ini dilakukan pengujian mengukur tegangan dan keluaran multimeter. Memberi isyarat masukan sinusioda lalu mengamati keluarannya dengan menggunakan osiloskop. Berdasarkan hasil percobaan diperoleh suatu data, namun data tersebut kurang akurat karena alat yang error serta kurang sesuai dengan buku panduan yang digunakan, maka dari itu dilakukakn Workbench suatu pengecekan namun hasil menggunakan kurangnya software electronics dalam (EWB), dikarenakan penguasaan

menjalankan softwarenya maka tidak dapat diperoleh suatu data perbandingan dengan hasil percobaan. Penguat daya audio banyak digunakan pada pesawat electronics seperti radio,tape recorder, cd player, preamp mic atau yang lainnya. Dengan adanya penguat daya audio, maka dapat mempermudah aktifitas sehari-hari. Pada penguat daya, isyarat tegangan yang kecil diperkuat dan dibuat agar mampu memberikan arus isyarat yang besar untuk menggetarkan pengeras suara, menggerakkan motor listrik atau beban lain yang memerlukannya Pada percobaan penguat daya audio ini diperoleh suatu hasil perhitungan. Perhitungan ini dilakukan dengan menggunakan rumus Vpp = probe x h x volt/div, dan Vrms = probe x 0.5 x 0.7, T = 1-f, f = 1/T. Hasil perhitungannya terdapat pada lampiran dari laporan ini. Pada percobaan penguat daya audio ini terdapat kesulitan untuk memperoleh data yang akurat dikarenakan terjadi kesalan pada alat, sehingga hasil yang diperoleh sama semua, walaupun telah di jalankan sesuai prosedur percobaan. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh perhitungan sebagai berikut : Vpp = 440, Vrms = 154, T = 31.25 , F = 1/31.25. Hasil perhitungan ini berlaku untuk semua pengamatan dikarenakan data yang diperoleh semuanya sama.

PENGUAT DAYA AUDIO

Oleh

Rizky Indah Melly Eka Putri

ABSTRAK

Telah dilakukan percobaan Penguat Daya Audio. Penguat daya audio (power amplifier) adalah suatu pesawat elektronika yang berfungsi menguatkan sinyal suara yang berasal dari radio,tape recorder, cd player, preamp mic atau yang lainnya.Penguat daya audio merupakan salah satu solusi di dalam rangkaian sistem analog maupun digital. Pada rangkaian akan mengalir berbagai macam bentuk isyarat masukkan dan keluaran. Untuk mengetahui hasil dari praktikum ini kita harus mengetahui terlebih dahulu alat-alat apa saja yang digunakan. Dalam percobaan, yang dilakukan adalah merangkai alat sesuai dengan gambar yang terdapat dalam petunjuk praktikum, setelah itu dicari bentuk gelombang yang terjadi pada masukan dan keluaran sebelum rangkaian diubah dan sesudah rangkaian diubah. Maka kita akan mengetahui h, ,V/div, T/div serta bentu dari gelombang dari pengukuran dengan osiloskop. Serta akan didapatkan hasil pehitungan Vpp, Vrms, T dan F. Berdasarkan hasil percobaan diperolah data yang kurang akurat, dikarenakan beberapa alat dan bahannya yang digunakan tidak sama dengan gambar rangkaian pada buku. Maka dari itu digunakan software EWB untuk membuktikan kebenaran dari hasil percobaan.

DAFTAR ISI

Halaman LEMBAR PENGESAHAN.............................................................................. i ABSTRAK....................................................................................................... ii DAFTAR ISI.................................................................................................... iii

I.

PENDAHULUAN A. Latar Belakang................................................................. 1 B. Tujuan Percobaan............................................................ 1 TINJAUAN PUSTAKA ........................................................ 2 PROSEDUR PERCOBAAN A. Alat dan Bahan................................................................ 6 B. Prosedur Percobaan.......................................................... 8 HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN A. Data Pengamatan............................................................. 9 B. Pembahasan .................................................................... 9 KESIMPULAN ..................................................................... 11

II. III.

IV.

V.

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... iv LAMPIRAN.............................................................................................. v

V. KESIMPULAN

Berdasarakan percobaan yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1) Penguat daya audio (power amplifier) adalah suatu pesawat elektronika yang berfungsi menguatkan sinyal suara yang berasal dari radio,tape recorder, cd player, preamp mic atau yang lainnya 2) Istilah penguatan pada dasarnya berarti membuat menjadi lebih kuat. Dalam bidang elektronika maka yang diperkuat adalah amplitudo dari sinyal 3) Pada penguat daya, isyarat tegangan yang kecil diperkuat dan dibuat agar mampu memberikan arus isyarat yang besar untuk menggetarkan pengeras suara, menggerakkan motor listrik atau beban lain yang memerlukannya 4) Macam-macam penguat daya audio diantaranya : a. Penguat daya dengan trafo keluaran b. Penguat daya tolak-talik c. Penguat daya stangkup komplemeter

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2010. http://id.wikipedia.org/wiki/Penguat. Jumat 28 Oktober 2010 10.05 Agus, Nur.2005. Penguat Daya Audio Sistem Ocl (Output Capasitor Less) dengan Menerapkan Ic Op Amp 741 Sebagai Penguat Depan.Semarang Dzakwan, Akhmad.2010.Penuntun Praktikum Sistem Digital ILCOM.Bandar Lampung : Jurusan Fisika FMIPA Unila. Ramadanika, Theara.2008.http://scribd.com/penguat-daya-audio. Jumat 28 Oktober 2010 11.00 Sriyanto, Budi.2005. Model Sistem Penguat Daya Audio Ragam Linier.Semarang

PERHITUNGAN

1. Osiloskop Vpp = Probe x V/div x h = 10 x 20 x 2,2 = 440 = Vpp x 0,5 x 0,7 = 440 x 0.5 x 0.7 = 154 = x T/div = 6.25 x 5 = 31.25 = 1/T = 1/31.25

Vrms

2. Osiloskop J1a terbuka Vpp = Probe x V/div x h = 10 x 20 x 2,2 = 440 = Vpp x 0,5 x 0,7 = 440 x 0.5 x 0.7 = 154 = x T/div = 6.25 x 5 = 31.25

Vrms

= 1/T = 1/31.25

3. Osiloskop J1b terbuka Vpp = Probe x V/div x h = 10 x 20 x 2,2 = 440 = Vpp x 0,5 x 0,7 = 440 x 0.5 x 0.7 = 154 = x T/div = 6.25 x 5 = 31.25 = 1/T = 1/31.25

Vrms

4. Osiloskop J2a terbuka Vpp = Probe x V/div x h = 10 x 20 x 2,2 = 440 = Vpp x 0,5 x 0,7 = 440 x 0.5 x 0.7 = 154 = x T/div = 6.25 x 5 = 31.25 = 1/T = 1/31.25

Vrms

5. Osiloskop J2b terbuka Vpp = Probe x V/div x h = 10 x 20 x 2,2 = 440 = Vpp x 0,5 x 0,7

Vrms

= 440 x 0.5 x 0.7 = 154 T = x T/div = 6.25 x 5 = 31.25 = 1/T = 1/31.25

6. Osiloskop J3 terbuka Vpp = Probe x V/div x h = 10 x 20 x 2,2 = 440 = Vpp x 0,5 x 0,7 = 440 x 0.5 x 0.7 = 154 = x T/div = 6.25 x 5 = 31.25 = 1/T = 1/31.25

Vrms

TUGAS AKHIR

1. Apa perbedaan penguat daya dengan menggunakan bootstrap dan darlington dengan penguat daya tanpa bootstrap dan darlington? Jawab : Pada penguat daya dengan menggunakan bootstrap dan darlington yaitu sinyal isyarat output yang ditunjukkan pada osiloskop lebih besar dibanding dengan bootstrap dan darlington. Hal ini karena boostrap dan darlington pada rangkaian berfungsi seperti kapasitor yang dapat menguatkan tegangan sehingga gelombang output yang dikeluarkan juga lebih besar.

2. Apa fungsi trimpot pada rangkaian tersebut ( jelaskan pengaruhnya terhadap output ) ? Jawab : Pada rangkaian, trimpot berfungsi sebagai resistor variabel. Trimpot ini dibuat agar memperkecil hambatan sehingga transistor akan saturasi.

3. Apa pengaruh kapasitor decoupling (Cs dan Cb) jika tidak terpasang ?

Jawab : Apabila kapasitor decoupling (Cs dan Cb) tidak dipasang pada rangkaian maka akan menimbulkan osilasi pada frekuensi rendah maupun frekuensi tinggi. Oleh karena itu kapasitor decoupling ini dibuat agar tidak terjadi osilasi pada frekuensi rendah maupun tinggi oleh karena feed back positif kuat.