LAPORAN PRAKTIKUM
LABORATORIUM PRAKTIK KONVERSI ENERGI
(CHARGE CONTROL UNIT)
DOSEN PENGAMPU PRAKTIKUM
Angga Bahri Pratama [Link],M.T.
Nama : Aditya
NIM : 2205052023
Kelas : EN - 4D
TEKNIK KONVERSI ENERGI
JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI MEDAN
2024
A. Tujuan
Setelah melaksanakan percobaan ini dapat diharapkan
1. Menjelaskan prinsip kerja charge control unit.
2. Mengukur karakteristik charge control unit.
3. Mengetahui besar tegangan yang didapat oleh sel surya sehingga dapat menghidupkan
lampu indicator.
B. Teori Dasar
Besarnya sinar surya yang masuk ke dalam rangkaian solar cell unit sangatlah
mempengaruhi besar egangan dan arus yang keluar pada terminal keluaran sel surya.
Charge control unit berfungsi sebagai pembatas besarnya tegangan dan arus yang keluar
dari terminal keluaran charge control unit tersebut. Seperti diketahui bahwa keluaran dari
charge control unit ini kelak akan disambungkan kepada accumulator / baterai dengan
fungsi untuk mengisi baterai (charging). Untuk itu tugas charge control unit adalah sebagai
pengontrol besarnya tegangan dan arus yang masuk ke dalam baterai tersebut, delain
berfungsi sebagai pengaman apabila ada arus balik yang masuk dari baterai ke charge
control unit.
C. Alat dan bahan
1. Modul solar cell PTE-029-01.
2. Volt meter PTE-029-01.
3. Ampere meter PTE-029-07.
4. Kabel-kabel.
5. Kain penutup.
D. Proses pengambilan data
1. Siapkan peralatan yang diperlukan.
2. Rangkai peralatan seperti pada Gambar 2.1.
3. Tutup permukaan modul dengan kain hitam.
4. Amati dan catat kondisi LED, tegangan keluaran solar modul dan charge control unit
pada Tabel 2.1. dan Tabel 2.2
5. Buka kain penutup perlahan-lahan sehingga seperdelapan permukaan modul sel surya
terkena sinar matahari. Amati dan catat kondisi LED, tegangan keluaran sel surya dan
charge control unit pada Tabel 2.1 dan Tabel 2.2.
6. Ulangi langkah lima untuk semua kondisi permukaan sel surya yang terkena sinar
matahari mengikuti Tabel 2.1 dan Tabel 2.2.
7. Amati dan catat kondisi LED, tegangan keluaran sel surya dan charge control unit pada
table 2.1 dan Tabel 2.2.
TABEL TEGANGAN KELUARAN (Volt)
Pukul 16.08 WIB
Permukaan Sel Surya Sel Surya Charge control unit Kondisi LED
Tertutup penuh 0 0 Mati
Tersinari 1/8 2 2 Mati
Tersinari 2/8 3 2.5 Mati
Tersinari 3/8 3.5 4 Mati
Tersinari 4/8 7 7 Mati
Tersinari 5/8 9 9 Mati
Tersinari 6/8 10 5 Redup
Tersinari 7/8 17.5 1 Redup
Tersinari penuh 18 1 Terang
Table 2.1
TABEL TEGANGAN KELUARAN (Volt)
Pukul 16.16 WIB
Permukaan Sel Surya Sel Surya Charge control unit Kondisi LED
Tertutup penuh 0 0 Mati
Tersinari 1/8 2 2 Mati
Tersinari 2/8 2.5 2 Mati
Tersinari 3/8 4 3.5 Mati
Tersinari 4/8 6 5.5 Mati
Tersinari 5/8 9 8.5 Mati
Tersinari 6/8 13 12 Redup
Tersinari 7/8 18 1 Redup
Tersinari penuh 18 0.5 Terang
Table 2.2
E. Analisis Data
Percobaan pertama
GRAFIK TEGANGAN KELUARAN SEL SURYA DAN
CHARGE CONTROL UNIT
sel surya ccu
20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
Diagram 2.1
Percobaan Kedua
GRAFIK TEGANGAN KELUARAN SEL SURYA DAN
CHARGE CONTROL UNIT
sel surya ccu
20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
Diagram 2.2
F. Evaluasi
Solar charger Controller (SCC) memiliki fungsi utama sebagai pengontrol charging baterai
dengan mengontrol arus tegangan yang dihasilkan oleh panel surya yang akan digunakan
sebagai sumber daya tenaga listrik untuk kebutuhan charging baterai, se hingga baterai
tidak mengalami kondisi over charging, yang dapat mempersingkat usia pemakaian baterai.
G. Kesimpulan
Dari praktikum ini saya dapat menyimpulkan bahwa, apabila kita memasang saklarnya
untuk mengetahui lampu indikatornya, maka lampu indikatornya hidup da nada terjadi
penurunan tegangan secara automatis. Sebaliknya, apabila saklar indicator dicabut maka
nilai tegangannya semakin bertambah secara automatis, dikarenakan tidakdipakai oleh
lampu. Maka volt tegangan minimum yang keluar dari charge control uni berdasarkan
pengamatan saya sebesar Vmin = 0 Vdc, dan untuk tegangan maksimum yang keluar dari
charge control unit yaitu sebesar Vmaks = 12 Vdc pada saat percobaan kedua pukul 16.16
WIB.
H. Dokumentasi
Gambar 1
Merangkai modul chargecontrol unit
Gambar 2
Rangkain charge control unit
Gambar3
Mencatat tegangan keluar sebelum memasang saklar lampu indicator
Gambar 4
Mencoba melihat lampu indicator dengan menutup dengan tangan.
Gambar 5
Cahaya yang menyinari 2/8 dari permukaan Sel Surya dengan menggunakan kain
penutup
Gambar 6
Cahaya yang menyinari 3/8 dari permukaan Sel Surya dengan menggunakan kain
penutup
Gambar 7
Cahaya yang menyinari 4/8 dari permukaan Sel Surya dengan menggunakan kain
penutup.
Gambar 8
Cahaya yang menyinari 5/8 dari permukaan Sel Surya dengan menggunakan kain
penutup.
Gambar 9
Cahaya yang menyinari 6/8 dari permukaan Sel Surya dengan menggunakan kain
penutup.
Gambar 10
Cahaya yang menyinari 7/8 dari permukaan Sel Surya dengan menggunakan kain
penutup.
Gambar 11
Lampu indicator mulai hidup tetapi tidak terlalu terang (redup) ketika permukaan sel
surya tersinari 7/8 bagiannya.
Gambar 12
Permukaan sel surya tersinari penuh oleh cahaya matahari.
Gambar 13
Pada permukaan sel surya yang tersinari penuh maka lampu indicator juga hidup tetapi
sudah tingkat kecrahan yang terang.