Anda di halaman 1dari 3

http://www.tanyadokteranda.

com/Ieatured/2011/06/menyelam-dengan-aman-sudah-siapkah-
anda
http://www.hyperbaric-oxygen-inIo.com/decompression-sickness.html
http://www.belajardiving.com/dekompresi.php

Dekompresi atau dalam bahasa inggris kita sebut sebagai Decompression Sickness adalah
suatu keadaan yang paling harus dihindari oleh setiap diver. Secara sederhana dekompresi
dideIinisikan sebagai suatu keadaan medis dimana akumulasi nitrogen yang terlarut setelah
menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta system syaraI.
Akibat dari kondisi tersebut maka timbul gejala yang mirip sekali dengan stroke, dimana
akan timbul gejala-gejala seperti mati rasa (numbness), paralysis (kelumpuhan), bahkan
kehilangan kesadaran yang bisa menyebabkan meninggal dunia.
TEORI DASAR
Hukum Fisika yang paling mendasari teori dekompresi adalah HUKUM HENRY, dimana
hukum tersebut menyebutkan bahwa pada sebuah bejana yang berisi air dan udara, bila
tekanan udara ditingkatkan maka akan terjadi pelarutan udara kedalam zat cair tersebut
proporsi seiring dengan peningkatan tekanan udara. Saat tekanan dalam bejana tersebut sudah
cukup tinggi, apabila tekanan udara dikurangi secara perlahan-lahan, maka gas yang terlarut
akan dibebaskan secara perlahan kembali ke udara tanpa membentuk gelembung udara. Lain
halnya bila tekanan tersebut dikurangi secara cepat, maka udara yang terlarut didalam zat cair
akan dibebaskan secara cepat pula, dan membentuk gelembung udara seperti air mendidih
(boiling water).
Teori lainnya yang mendukung teori dekompresi adalah HUKUM BOYLE, yang
menyebutkan bahwa semakin tinggi tekanan udara, maka kepadatan molekul udara akan
semakin padat pada volume yang sama. Contoh, jika dipermukaan air kita ada sebuah balon
yang berukuran 1 Liter berisi satu juta molekul gas, maka pada kedalaman 30 meter, 1 Liter
balon gas tersebut akan akan berisi 4 juta molekul gas. Hal ini berarti bahwa semakin dalam
kita menyelam maka kita menghirup lebih banyak molekul gas ketimbang saat kita tidak
menyelam.
NITROGEN ADALAH BIANG KELADI DARI DEKOMPRESI
Saat kita menyelam, akibat terjadinya peningkatan tekanan, maka udara yang ktia hirup lebih
banyak dari biasanya. Seperti kita ketahui bahwa udara yang kita hirup saat menyelam adalah
mayoritas Oksigen dan Nitrogen. Peningkatan oksigen yang dihirup akan berdampak positiI
bagi metabolisme tubuh, namun gas nitrogen tidak digunakan oleh tubuh kita. Maka
akibatnya, gas Nitrogen akan terakumulasi didalam tubuh penyelam proporsi dengan durasi
menyelam dan kedalaman penyelaman. Dengan kata lain, semakin dalam kita menyelam,
semakin lama kita menyelam, maka akumulasi nitrogen didalam tubuh penyelam akan
semakin banyak.
BAGAIMANA BISA TER1ADI ?
Tubuh manusia adalah obat yang paling manjur bagi dirinya sendiri, tubuh kita memiliki
kemampuan menetralisir zat beracun dengan sendirinya. Begitu pula saat tubuh kita
mengalami kelebihan nitrogen dalam jumlah yang wajar, tubuh kita bisa me-netralisir dengan
sendirinya dalam waktu yang relatiI singkat melalui proses respirasi (pernaIasan). Sepanjang
kita tidak menyelam terlalu lama dan tidak terlalu dalam, serta naik perlahan-lahan sehabis
menyelam, maka nitrogen tersebut bukan menjadi masalah.
Masalah terjadi, bila kita naik dengan cepat dari kedalaman tertentu ke permukaan air. Hal ini
akan sama kondisinya dengan botol bir yang kita kocok lalu kita buka tutupnya. Nitrogen
yang sudah ter-akumulasi didalam cairan tubuh penyelam akan dilepas dalam bentuk
gelembung udara (buih) akibat dari penurunan tekanan secara drastis. Buih-buih inilah yang
akan menyumbat aliran darah maupun sistem syaraI tubuh manusia. Akibatnya bisa sangat
Iatal, mirip dengan stroke.
Gejala-gejala dekompresi ini dibagi menjadi 2 jenis, yaitu type pain only yang relatiI lebih
ringan biasanya menimbulkan rasa sakit di persendian, sakit kepala, gatal-gatal di kulit.
Dekempresi yang lebih parah biasanya terjadi jika kita melanggar berat aturan durasi dan
kedalaman menyelam atau naik ke permukaan dengan cepat. Dekompresi type 2 ini gejalanya
bisa lebih serius meliputi kelumpuhan, kehilangan kesadaran (pingsan), mati rasa, bahkan
kematian.
Mengkonsumsi alkohol, keletihan, Iaktor obesitas, usia, dll. dapat juga meningkatkan resiko
dekompresi, namun selama aturan penyelaman pokok yang meliputi naik perlahan-lahan,
batas-batas kedalaman, dan batas durasi penyelaman tidak kita langgar, maka kecil sekali
kemungkinan menderita dekompresi type 2.
Gejala-gejala Dekompresi biasanya timbul sesaat setelah menyelam atau tertunda sampai
maksimal 48 jam. Gejala dekompresi tidak mungkin terjadi setelah melewati 48 jam setelah
diving atau setelah naik pesawat, karena dalam waktu sekian lama tubuh sudah menetralisir
akumulasi nitrogen akibat menyelam. Dekompresi bukan penyakit menular, dekompresi
bukan penyakit menahun, dan teori ini tidak akan pernah berubah.
BAGAIMANA SEANDAINYA DEKOMPRESI TER1ADI ?
Berilah oksigen murni (100) pada penyelam yang menunjukan gejala dekompresi sehabis
menyelam, hubungi Rumah Sakit yang memiliki Iasilitas Hyperbarik (Recompression
Chamber). Segera evakuasi korban ke Iasilitas hyperbarik terdekat. Gejala-gejala Dekompresi
tidak akan membaik sampai si korban mendapatkan terapi hiperbarik.
Didalam Recompression chamber (Hyperbarik), si pasien akan dimasukan kedalam chamber,
dimana tekanan udara akan ditingkatkan kembali seperti sewaktu kita menyelam. Dengan
demikian buih-buih nitrogen yang menyumbat didalam aliran darah akan kembali melarut
didalam darah, dan di netralisir secara alamiah oleh tubuh melalui proses pernaIasan.
BAGAIMANA MENGHINDARI PENYAKIT DEKOMPRESI ?
Sangat penting bagi anda untuk memeriksa kelengkapan diving, Periksa dengan teliti dan
pastikan Iungsi kerja peralatan sangat bagus. Lakukan pemeriksaan medis untuk memaksikan
kondisi kesehatan tubuh anda.
Taati standard prosedur yang tertuang pada Recreational Dive Planner (RDP) atau dive
computer, anda akan mempelajari hal tersebut pada training selam anda. Naik ke permukaan
secara perlahan-lahan sehabis menyelam dengan kecepatan 18 meter dalam 1 menit. Selamat
menyelam!