Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PENDAHULUAN BAYI SEHAT DENGAN IMUNISASI DPT

Disusun Oleh :

ELIES MEILINAWATI SB 0202200047

POLITEKNIK KESEHATAN MALANG JURUSAN KEBIDANAN PROGRAM STUDI KEBIDANAN KEDIRI

LEMBAR PENGESAHAN Laporan Praktek Klinik Kebidanan telah diperiksa dan disetujui oleh pembimbing Praktek dan Pembimbing Institusi Program Studi Kebidanan Kediri. Tanggal 20 Juni 2005 2 Juli 2005 di BPS Ny. Nanik K

Bidan Pembimbing

Mahasiswa

Ny. Nanik Solekhan

Elies M SB

Pembimbing Institusi

( ___________________ )

LAPORAN PENDAHULUAN IMUNISASI DPT


A. Definisi Imunisasi adalah

Imunologi / imunitas untuk menimbulkan kekebalan pada seseorang dengan cara memberikan vaksin tertentu, sehingga dapat terlindung dari penyakitpenyakit infeksi. Imunisasi pengebalan adalah

Usaha untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu dengan memberikan / menyuntikkan vaksin. Imunisasi adalah

Pemberian kekebalan agar bayi tidak mudah tertular penyakit-penyakit seperti Hepatitis B, Tuberculosa, defresi, batuk rejam, tetanus, polio, campak. Kekebalan ada 2 : 1. Kekebalan aktif lama ) 2. Kekebalan pasif : Dibuat sendiri oleh tubuh ( berlangsung lama ) Imunisasi DPT adalah : Di dapat dari luar tubuh ( tidak berlangsung

Pemberian vaksin untuk menimbulkan kekebalan aktif dalam waktu yang bersamaan terhadap toksin yang dihasilkan kuman penyebab difteria, perbusisi dan tetanus. A. Cara dan Waktu Pemberian : Diberikan dengan suntikan intramuskuler dibagian anterolateral paha Imunisasi dasar faksin DPT diberikan setelah berusia 2 bulan Imunisasi DPT ulangan diberikan satu tahun sejak imunisasi DPT III, sebanyak 0,5 ml. sebanyak 3 kali ( DPT I, II, III ) dengan interval tidak kurang dari 4 minggu. kemudian tidak masuk sekolah ( 5 6 tahun ) dan saat meninggalkan sekolah dasar ( 12 tahun ) SD. Menurut program pemerintah ( PP I ) vaksinasi ulangan dilakukan dengan memberikan PT di kelas I SD dilanjutkan dengan TT di kelas 2 dan 3

B.

Kontra Indikasi Usia di atas 7 tahun Demam ( > 380 C ) Sakit berat ( terutama kelainan neorologis ) Riwayat reaksi berat terhadap pemberian DPT sebelumnya berupa

syok, kejang, penurunan kesadaran, atau gejala neorologis lainnya. C. Efek Samping Demam, nyeri, bengkak lokal, abses steril, syok, kejang Bila terjadi demam dan nyeri pada tempat suntikan dapat diberi aralgetik / anti pretik. Bila terdapat reaksi berlebihan maka imunisasi berikutnya diberikan DT. IMUNOLOGI

Aktif

Pasif

Imunitas aktif yang secara alami

Imunitas aktif yang sengaja dibuat

Imunitas pasif bawahan

Setelah menderita penyakit

Imunisasi

Janin

Difteri

Virus yang dilemahkan Virus yang dimatikan Toxoid Jenis Vaksin

Didapat dari ibu sewaktu dalam kandungan

Virus yang dilemahkan 1 kali pemberian BCG Campak Rubella Rotavirus Mumos

Toxoid

Virus yang dimatikan Perlu pemberian bosster Influensa Hepatitis A Hepatitis B DPT PT Polio

Texoid tetanus

IMUNISASI DPT Yang pernah menderita portusis / tetanus Bayi keadaan sehat Bayi sehat Kontra indikasi - Demam > 380 C - Riwayat anafilaksik - ( syok, kejang, penurunan kesadaran, dll )

Setelah usis 2 bulan

Imunisasi diberikan 3 X

Internal 4 minggu

Sarana IM ( 900 0 di paha / lengan dgn dosis 0,5 cc

Vaksin DPT/DT/TT

Tidak mengadakan replikasi dalam tubuh Perlu pemberian ulangan / bosster Vaksin

Vaksin DT Wanita hamil UK 7-8 bln

Wanita usia subur Usia 15-45 th

Usia sekolah : - Masuk SD ( 5-6 th ) - Lulus SD ( 12 th )

Imunisasi TT minimal 2 X

Vaksin DPT Membiakkan bakteri / virus dalam media pembiakan Dibuat tidak aktif Dengan pemanasan / bahan kimia Vaksin berupa cairan Tidak berwarna dengan sedikit endapan putih Vaksin ini mengandung 40 if toksoid difteri 15 if toksoid tetanus 24 ( bu ) bordetella pertusisi Aluminium Fosfak Mertiolat

Dapat digunakan jangka lama + 2 Tahun Penyimpanan 20 80 C

Intervensi Diagnosa/Masalah/ Kebutuhan Dx. Bayi sehat akan diimunisasi DPT Intervensi Rasional

1. Berikan penyuluhan tentanh 1. Ibu memahami manfamanfaat imunisasi DPT pada ibu. at imunisasi DPT pada bayinya untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus. 2. Berikan penyuluhan tentang 2. Ibu tahu bagian tubug tempat dan cara penyuntikan. mana yang akan proses dan rasa vaksin vaksin / disuntik imunisasi. 3. Minta ibu mengatur posisi 3. Memudahkan bayinya. penyuntikan memberikan nyaman pada bayi. 4. Lakukan imunisasi DPT. 4. Menyuntikkan DPT akan tetapi dengan

berkembang

masuk dalam tubuh, tetap mengadakan replikasi dalam tubuh sehingga dapat respon protektiof booster imunisasi. 5. Catat dalam KM. 5. Upaya pendokumentasian hasil imunisasi serta memudahkan mengingat yang 6. Berikan penyuluhan tentang 6. Ibu telah tidak diterima. cemas / untuk imunisasi akan / menimbulkan imun yang ulangan diperlukan

efek samping imunisasi DPT.

dengan bayinya imuisasi DPT.

kondisi setelah tahu bahwa telah dan beberap

7. Berikan penyuluhan tentang 7. Ibu status imunisasi bayinya. bayinya DPT

mendapatkan imunisasi imunisasi yang belum diterima. Masalah : Peningkatan samping 2. Anjurkan mengompres ibu dengan suhu badan karena efek 1. Berikan antipiuretik. 1. Untuk menurunkan / menyembuhkan dari imunisasi efek DPT

yang biasanya berupa panas badan. untuk 2. Saat air terjadi demam tubuh akan mengalami vaso konstriksi maka dengan kompres terjadi varodilatasi penguapan panas menghilang. tubuh dan sehingga akan

hangat pada bagian ketiak.

DAFTAR PUSTAKA 1. Diek, George. 1990. Imunisasi Dalam Praktek. Jakarta : Hipokrates 2. FKUI. 2000. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta : media Aeculapius 3. Direktoral Jendral PNM & PUP. 1989. Modul Latihan Petugas Imunissasi, Jakarta : Depkes RI

ASUHAN KEBIDANAN PADA ANAK DENGAN IMUNISASI DPT

Tanggal Masuk BPS : 8-4-2007 Jam Tanggal pengkajian Jam Diagosa Masuk : 10.00 wib : 8-4-2007 : 10.00 wib : Anak Sehat dengan Imunisasi DPT 1. Pengkajian 1. Nama Umur Jenis kelamin Anak ke Ibu : Nama Ibu Umur Agama Suku/bangsa Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Alamat Ayah : Nama Ayah Umur Agama Suku/bangsa Pendidikan Pekerjaan Penghasilan : Tn. Tomo Kurniawan : 25 tahun : Islam : Jawa / Indonesia : SMP : Swasta : + Rp 350.000 / bln ::: Ngantru Rt.3/2 Trenggalek : Ny. Suni : 22 tahun : Islam : Jawa / Indonesia : SMP Data Subyektif 1. Biodata anak : a.n. Reni : 2,5 bulan : perempuan :1

2. Biodata orang tua :

Riwayat Kesehatan a. Riwayat penyakit dahulu Penyakit waktu kecil : tidak pernah Pernah RMS Alergi Pernah operasi Imunisasi : tidak pernah : tidak ada : tidak pernah : HB I, BCG, NB II

b. Riwayat penyakit sekarang : tidak ada c. Riwayat penyakit keluarga : tidak ada d. Riwayat antenatal Keluhan selama hamil: mual, muntah ANC TT e. Riwayat Natal Umur kehamilah Jenis persalinan Ditolong oleh Keadaan bayi f. Riwayat Neonatal Kondisi bayi BB waktu lahir PB Waktu lahir g. Riwayat Gizi Pemberian ASI Pemberian MP ASI h. Riwayat Psikososial Yang mengasuh 2. Data Obyektif 1. Pemeriksaan Umum Keadaan umum Kesadaran Nadi Rr : baik : composmentis : 100 x / menit : 30 x / menit : ibu kandung & nenek : tidak : ya, setiap minta : baik : 3200 gram : 50 cm : 9 bulan : spontan : bidan nanik : langsung menangis : rutin di BPS : 2 x sebelum nikah

BB : : :

: 5200 gram simetris ya, kulit kepala bersih ya, warna rambut hitam ya, benjolan tdk edema tdk, pucat tdk simetris tdk/tdk ya/ya, sklera ikterus tdk/tdk, konjunctiva anemis tdk/tdk, palpelra edema

2. Pemeriksaan Fisik Kepala Muka Mata

Hidung Mulut & gigi Leher Dada Perut Genetalia Ekstremitas atas

: : : : : :

polip tdk/tdk, sekret tdk/tdk stomolitis tdk, lidah bersih ya labio palakoskisis tdk pembesaran kelenjar teroid tdk simetris ya kembung tdk jenis kelamin

: simetris ya/ya,kelainan tdk/tdk, edema tdk/tdk

Ekstremitas bawah : simetris ya/ya, kelinan tdk/tdk, edema tdk/tdk 2. Intepretasi data

No 1.

Data Dasar 8-4-2007 jam 10.10 wib DS : Ibu mengatakan anaknya belum pernah diimunisasi DPT sesuai dengan di buku KM DO : KU bayi baik Bayi belum diimunisasi DPT

Diagnosa/ Masalah / Kebutuhan Diagnosa : Bayi akan diimunisasi DPT

Masalah : pernah Peningkatan suhu badan karena efek samping

2.

PS : Ibu mengatakan takut kalau anaknya panas. DO : -

3. Intervensi DX/MSLH/Keb. 8-4-2007 jam 10.15 Dx : Bayi sehat akan diimunisasi PTT Masalah : Peningkatan suhu tubuh karena adanya efek samping Intervensi Tujuan : Bayi diimunisasi DPT Kriteria Hasil : Bayi menerima suntikan DPT Intervensi : 1. Berikan penyuluhan tentang manfaat imunisasi DPT pada ibu 1. Ibu memahami manfaat dari imunisasi DPT pada bayinya / untuk untuk mencegah penyakit difteri, pertusises tetanus 2. Berikan penyuluhan tentang tempat dan cara penyuntikan 2. Ibu tahu bagian mana yang akan disuntik sehingga dapat menyiapkan posisi yang sesuai. 3. Minta ibu mengatur posisi bayinya. 3. Untuk memudahkan proses penyuntikan dan memberikan rasa nyaman pada bayi. 4. Lakukan imunisasi DPT 4. Menyuntikkan vaksin DPT sebagai vaksin akan berkembang /masuk dalam tubuh , ( mengadakan replitasi ) sehingga timbul respon imun yang pro aktif . 5. Catat dalam KMS 5. Upaya pendokumentasian imunisasi serta memudahkan untuk Rasional

mengingat imunisasi yang sudah / akan. 6. Berikan penyuluhan tentang efek samping imunisasi DPT 6. Ibu tidak cemas dengan kondisi bayinya setelah imunisasi DPT. 7. Berikan penyuluhan tentang status imunisasi bayi pada ibu dan minta ibu kembali sesuai jadwal. Tujuan : Peningkatan suhu tubuh dapat dihindari Kriteria Hasil : Suhu tubuh dalam batas normal Intervensi : 1. Berikan anti piutetik 1. Untuk menurunkan/ menyembuhkan efek dari imunisasi DPT yang biasanya berupa peningkatan suhu tubuh. 2. Anjurkan ibu untuk mengompres dengan air hangat pada bagian ketiak. 2. Saat terjadi demam, tubuh mengalami vasokonstriksi dengan kompres tubuh terjadi vasolidasi & penguapan sehingga panas tubuh berkurang. 7. Ibu tahu kapan harus kembali.

4. Implementasi DX/Masalah/Keb DX : Bayi sehat akan diimunisasi DPT Tgl/ jam 8-4-2007 10.20 wib Implementasi 1. Memberikan penyuluhan tentang manfaat imunisasi DPT pada ibu 2. Memberikan penyuluhan tentang tempat dan cara penyuntikan 3. Meminta ibu mengatur posisi bayi 4. Melakukan imunisasi DPT dengan menyuntikkan 0,5 ml vaksin DPT pada bagian anterolateral paha kanan secara IM 5. Mencatat dalam KMS 6. Memberikan penyuluhan tentang efek samping imunisasi DPT. 7. Memberikan penyuluhan tentang status imunisasi bayi pada ibu dan meminta ibu kembali sesuai jadwal. Masalah : Peningkatan suhu tubuh karena adanya efek samping 1. Memberikan antiperetik 2. Menganjurkan ibu untuk mengompres dengan air hangat pada bagian ketiak.

5. Evaluasi DX/MSLH/Keb DX : Bayi sehat dengan imuniisasi DPT Tgl/Jam 8-4-2007 11.00 wib Evaluasi S : Ibu mengatakan anaknya sudah diimunisasi dan tahu tentang efek sampingnya. O : Bayi sudah diimunisasi A : Bayi dengan imunisasi DPT P : Anjurkan ibu kembali sesuai jadwal Masalah : Peningkatan suhu S : Ibu mengatakan tahu apa yang harus dilakukan

tubuh karena adanya efek samping

O : ibu menerima antipiretik A : Masalah teratasi sebagian P:-