Anda di halaman 1dari 16

ABSTRAK

Laporan ini bertujuan untuk menggunakan kurva Franck-Hertz serta memahami peristiwa penyerahan energi yang tidak kontinu dari elektron bebas pada atom mercury. Untuk menghasilkan terjadinya pelepasan energi, mka atom mengalami transisi ke suatu keadaan eksitasi. Metode yang digunakan adalah menggunakan tabung Franck Hertz dan set up eksperimen Franck Hertz seperti pada gambar 1 dan 3. Data hasil pengamatan diolah dengan menggunakan program exel dan selanjutnya dibuat grafik hubungan antara tegangan pemercepat dengan arus anoda. Kurva Franck-Hertz pada U1 = 1,5 V; U3 = 3,0V memberikan hasil EHg adalah 4,85 volt. Dan menurut referensi EHg adalah 4,9 volt.Grafik yang diperoleh sesuai dengan referensi. Kata kunci : Eksitasi atom, penyerahan energi, kurva Franck-Hertz.

ABSTRACT
For produce discharge of energy transfer, so atom realize transition to excitation condition. Mechanism of energy transfer can happened at inelastic crash between electron and atom. The experiment of Franck-Hertz had been done in physics Experiment Laboratory at Tuesday, October, 21th 2008 in Mathematics and Natural Sciences, JenderalSoedirmanUniversity, Purwokerto .The objectives are study Franck-Hertz curve and discontinue energy transfer from free electron to mercury atoms. Curve of Franck-Hertz at U1 = 1,5V; U3 = 3,0V give result of EHg is 4,85 volt. And according to reference of EHg is 4,9 volt. Key word: Atom excitation, absorbs of energy, Franck-Hertz curve

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Leukipos dan Demokritos dua ilmuan yang mengembangkan konsep atom. Mereka menyatakan bahwa atom bagian terkecil suatu zat/partikal yang tidak dapat dibagi lagi. Konsep ini bertahan hingga abad XIX. Pada akhir abad ke XIX banyak ilmuan yang berusaha mengungkap rahasia atom (Usuludin, 1999) . Teori atom Bhor memperkenalkan atom sebagai sejenis miniatur planit mengitari matahari, dengan elektron-elektron mengelilingi orbitnya sekitar bagian pokok, tapi dengan perbedaan yang sangat penting. Bilamana hukum-hukum fisika klasik mengatakan tentang perputaran orbit dalam segala ukuran, Bhor membuktikan bahwa elektron-elektron dalam sebuah atom hanya dapat berputar dalam orbitnya dalam ukuran spesifik tertentu. Atau dalam kalimat rumus lain : elektron-elektron yang mengitari bagian pokok berada pada tingkat energi (kulit) tertententu tanpa menyerap atau memancarkan energi. Elektron dapat berpindah dari lapisan dalam ke lapisan luar jika menyerap energi. Sebaliknya, elektron akan berpindah dari lapisan luar ke lapisan lebih dalam dengan memancarkan energi.

Kemampuan teori Bhor yang menjelaskan spektrum dari hydrogen atom, yakni telah diketahui bahwa gas hydrogen jika dipanaskan pada tingkat kepanasan tinggi, akan mengeluarkan cahaya dari suatu frekuensi tertentu. Nilai terbesar teori Bhor tentang atom dari hipotesa sederhana tapi sanggup menjelaskan dengan ketetapan yang mengagumkan tentang gelombang panjang yang persis dari semua garis spektral (warna) yang dikeluarkan oleh hidrogen. Selain hal tersebut sejak awal mulanya penggunaan spektroskopi dalam percobaan fisika atom, telah diketahui bahwa atom mengemisikan radiasi pada frekuensi yang bersifat diskrit. Sehingga menurut model atom Bohr, frekuensi radiasi berhubungan dengan perubahan level energi yang ditulis dalam perumusan E = h. Eksperimen lanjut membuktikan bahwa absorbsi radiasi oleh atom juga terjadi pada frekuensi yang diskret. Maka, diharapkan pula transfer energi pada elektron atom melalui mekanisme apapun besarnya akan selalu diskret dan berhubungan dengan spektrum atom tersebut, seperti yang digambarkan oleh persamaan diatas. Salah satu mekanisme transfer energi adalah melalui tumbukan elektron yang bersifat tak elastis dari suatu keseluruhan atom. Jika atom yang dibombardir tidak mengalami ionisasi dan bila sedikit energi digunakan untuk keseimbangan momentum, maka seluruh energi kinetik dari elektron yang ditembakkan dapat tersalur ke dalam sistem atom. Namun, teori Niels Bohr terdapat kekurangan dan harus diganti secara mekanika

kuantum, agar ketelitian dan kegunaannya lebih besar. Berdasarkan permasalahan inilah, pada tahun 1914 ilmuwan bernama James Franck dan Gustav Hertz melakukan sederetan eksperimen yang membuktikan kebenaran teori Bohr yakni juga mengenai kehadiran eksitasi atom. Percobaan yang dilakukan oleh Frank dan Hertz pada prinsipnya adalah sederhana yaitu mencoba mengukur energi kinetik elektron sebelum dan sesudah ditumbukkan pada atom-atom merkuri. Percobaan dilakukan dengan suatu tabung yang menghasilkan sinar katoda (Gambar 2.1). Tabung diisi uap merkuri. Pada waktu seberkas sinar katoda memancar dari katoda, berkas elektron tersebut akan menghantam atom-atom uap merkuri. Berkas tersebut akan melewati anoda dan akan menuju ke pengumpul elektron yang dihubungkan dengan sebuah mikroamperemeter. Pengumpul diberi tegangan lebih negatif dari anoda (misal 0,5 eV), sehingga ketika energi kinetik elektron kurang dari selisih tegangan anoda pengumpul elektron tidak akan sampai ke pengumpul (arus tidak akan terdeteksi). Dengan mengatur tegangan pengumpul dan mengamati arus yang mengalir pada mikroamperemeter. Frank dan Hertz mampu menghitung besarnya energi kinetik elektron seolah menghantam atom-atom merkuri.
Gambar 2.1 Bentuk Tabung Frank Hertz

1.2 Tujuan Dengan dilaksanakannya praktikum ini tujuan yang ingin dicapai adalah: 1. Mampu menggunakan kurva Franck-Hertz 2. Memahami peristiwa penyerahan energi yang tidak kontinu dari elektron-elektron bebas kepada atom mercury / raksa(tumbukan elektron percobaan Frank-Hertz). 3. Memahami bagaimana suhu mempengaruhi jumlah dari atom-atom merkuri dan energi elektrik dari transmisi elektron. 4. Menghitung nilai tingkat energi atom-atom elektron dari atom-atom merkuri dengan mengamati nilai maksimal dan minimal dari elektron yang melewati atom-atom gas merkuri

BAB II DASAR TEORI


Sebuah atom dapat mengeksitasi ke tingkat energi di atas tingkat energi dasar yang menyebabkan atom tersebut memancarkan radiasi melalui dua cara. Salah satunya adalah tumbukan dengan partikel lain. Pada saat tumbukan, sebagian dari energi kinetik pada partikel akan diserap oleh atom. Atom yang tereksitasi dengan cara ini akan kembali ke tingkat dasar dalam waktu rata-rata 10-8 detik dengan memancarkan satu foton atau lebih. Cara lainnya adalah dengan lecutan listrik dalam gas bertekanan rendah, sehingga timbul medan listrik yang mempercepat elektron dan ion atomic sampai energi kinetiknya cukup untuk mengeksitasi atom ketika terjadi tumbukan. Misalnya pada lampu neon dan uap air raksa, medan listrik kuat yang terpasang antara elektroda dalam tabung berisi gas menimbulkan emisi radiasi spektral karakteristik dari gas itu yang ternyata merupakan cahaya berwarna kemerah-merahan (dalam kasus neon) dan cahaya kebiru-biruan (dalam kasus uap air raksa) dalam percobaan ini menggunakan uap air raksa sebagai media. Mekanisme eksitasi yang berbeda terpaut jika sebuh atom menyerap sebuah atom cahaya yang energinya cukup untuk menaikkan atom tersebut ke tingkat energi yang lebih tinggi. Jika cahaya putih yang mengandung semua panjang gelombang dilewatkan melalui gas hydrogen, foton dengan panjang gelombang yang bersesuaian dengan transisi antara tingkat energi yang bersangkutan akan diserap. Atom hidrogen yang tereksitasi yang ditimbulkannya akan memancarkan kembali energi yang eksitasinya hampir saat itu juga, tetapi foton keluar dalam arah yang rambang dengan hanya beberapa daya yang berarah sama dengan berkas semula dari cahaya putih tersebut. Jadi garis gelap dalam spektrum absorbsi tidak 100% hitam dan hanya terlihat hitam karena terjadi kontras dengan latar belakang yang terang. Garis yang seharusnya dalam spektrum absorbsi setiap unsur bersesuaian dengan garis pada spektrum emisi yang menyatakan transisi ke tingkat dasar yang cocok dengan hasil eksperimen (Beisser, 1992). Pada tahun 1914 James Frank dan Gustav Hertz melaporkan energi yang hilang akibat elektron yang melewati uap mercury, dan adanya pancaran sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 254 nm. Kemudian percobaan Frank-Hertz ini dijadikan percobaan klasik untuk menjelaskaan teori kuantum (Leyboed, internet). Gambaran sederhana mengenai percobaan ini adalah sebagai berikut: dalam tabung elektron-elektron meninggalkan katoda karena dipanasi dengan sebuah filamen pemanas, semua elektron kemudiaan dipercepat menuju sebuah kisi oleh beda potensial yang diatur. Apabila energi elektron lebih besar dari pada Vo, yaitu tegangan perlambat kecil antara kisi dan plat katoda maka elektron dengan energi V eV (elekron volt)dapat menembus kisi dan jatuh pada plat anoda. Arus elektron yang mencapai plat anoda tersebut dapat diukur menggunakan ampermeter. Semakin banyak elektron yang mencapai anoda maka arus listriknya akan lebih besar. Atom-atom dalam tabung saling bertumbukan akan tetapi tidak ada energi yang dilepaskan dalam tumbukan ini. Jadi tumbukannya secara elastis sempurna. Dan untuk menghasilkan terjadinya pelepasan energi, maka atom mengalami transisi kesuatu keadaan eksitasi dan

hal ini dapat dilakukan dengan cara tabung elektron diisi dengan gas hidrogen, maka elektron akan mengalami tumbukkan dan juga jika tegangan V dinaikkan lagi maka arus listriknya juga akan ikut naik. Pada percobaan ini menggunakan atom mercury atau raksa atau Hidrargium ( 80Hg200,6) mempunyai sifat-sifat fisis sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Bersifat cair dan berwarna putih keperakan Nonkunduktor Logam yang tidak dapat ditempa Tidak mengkilap Titik didih pada 630 oK Titik lebur pada 234 oK Hydragyrum atau raksa mempunyai konfigurasi sebagai berikut : 1s 2s 2p 3s 3p 3d 4s 4p 4d 4f 5s 5p 5d 5f 6 Diagram tingkat-tingkat energi untuk air raksa. Dalam masing-masing tingkat eksitasi satu elektron terluar berada dalam keadaan dasar, dan pelambangan tingkat energi dalam diagram bersesuaian dengan elektron terluar (Beiser,1987).

BAB III METODE PERCOBAAN


Frank dan Hertz menembaki uap berbagai unsur dengan elektron yang energinya diketahui dengan memakai alat seperti yang terlihat pada gambar 1. perbedaan potensial kecil V o dipasang diantara kisi dan keping pengumpul, sehingga setiap elektron yang mempunyai energi lebih besar dari harga minimum tertentu memberi kontribusi (sumbangan) pada arus i yang melalui ammeter. Ketika potensial pemercepat V bertambah, elektron yang datang pada keping bertambah banyak dan arus i naik (Gambar 2). Sehingga atom-atom dalam tabung saling bertumbukan akan tetapi tidak ada energi yang dilepaskan dalam tumbukan ini. Jadi tumbukannya secara elastis sempurna.

G1

G2

f Uf fk U1 U2 A IA U3

UA

-+

-+ Gambar 1. Diagram Tabung Frank-Hertz

+-

Gambar 2. Diagram eksitasi energi mercury (Hg)

Gambar 6. Diagram alat percobaan Franck-Hertz Gambar 3. Diagram alat percobaan Franck-Hertz Percobaan akan siap jika rangkaian terlebih dahulu sudah di set dan pipa lampu akan semakin panas dan temperatur oven juga akan sampai kira-kira 175 C dan memulai tegangan pada anoda untuk 0 V serta membuat Elektrometer Keithleuy yang skalanya harus diperhitungkan, lalu tegangan diturunkan sedikit demi sedikit sampai kita mendapatkan sinyal yang pasti pada elektrometer lalu catat tegangannya setelah itu tegangan anoda itu juga dinaikkan perlahan-lahan ( kenaikkan anoda maksimum 30 V ) maka elektrometer itu akan menangkap perubahannya secara lambat karena untuk memberikan waktu kepada reaksinya dan arus yang dipakai dari minimum sampai maksimum lalu catat tegangan yang disesuaikan dengan arusnya.

3.1 Alat Dan Bahan 1. 1 tabung Frank Hertz 2. 1 rangka sambung untuk tabung 3. 1 tabung oven listrik 4. kabel penghubung 5. Osiloskop 6. Multimeter 7. Sensor suhu NiCr-Ni

3.2 Cara Kerja 1. Menyusun peralatan sperti pada gambar 3. 2. Memasukan terlebih dahulu tabung Franck-Hertz pada kerangkanya. 3. Memanaskan tabung oven sampai 180 C dan menyalakan sumber daya stabil. 4. Memasukan tabung Franck-Hertz pada kerangka dan memasukannya ke tabung oven. 5. Mengatur U1 sebesar 1 V dan U3 sebesar 3 V dengan suhu 180C. 6. Melakukan percobaan dengan variasi harga U2 dan mengamati serta mencatat besarnya arus I.

7. Mengulang langkah 5 dan 6 untuk harga U1 sama dengan 1 V serta U3 sama dengan 3.25 V.

DiagramAlirPercobaanFranck Hertz

Mulai

Menyusun peralatan

Menunggu lampu power suplly berwarna hijau (110 V)

Mengatur nilai U1dan U3 hingga diperoleh kurva Franck-Hertz Mencatat nilai IA untuk masing-masing variasi nilai U2(0, 0.2, 0.4, , 24 volt)

Apakah nilai IA untuk masing-masing U2 sudah di dapat ?

Belum

Sudah Selesai

Gambar 4. Diagram alir untuk percobaan Frank-Hertz

BAB IV HASIL PENGAMATAN


4.1 Data Pengamatan UA (V) 0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 1.2 1.4 1.6 1.8 2.0 2.2 2.4 2.6 2.8 3.0 3.2 3.4 3.6 3.8 4.0 4.2 4.4 4.6 IA (mA) 41.0 41.2 41.4 41.5 41.7 41.8 41.9 42.3 42.4 42.6 42.9 42.7 42.6 42.8 43.1 43.3 43.5 44.0 44.4 44.8 45.2 45.9 46.1 46.5 UA (V) 8.2 8.4 8.6 8.8 9.0 9.2 9.4 9.6 9.8 10.0 10.2 10.4 10.6 10.8 11.0 11.2 11.4 11.6 11.8 12.0 12.2 12.4 12.6 12.8 IA (mA) 46.0 47.1 48.9 50.0 49.9 51.0 51.0 52.0 53.0 54.0 53.1 54.1 53.9 53.1 52.0 50.7 50.4 50.5 50.6 50.7 50.9 51.5 52.6 53.0 UA (V) 16.2 16.4 16.6 16.8 17.0 17.2 17.4 17.6 17.8 18.0 18.2 18.4 18.6 18.8 19.0 19.2 19.4 19.6 19.8 20.0 20.2 20.4 20.6 20.8 IA (mA) 56.0 55.6 55.0 55.0 54.9 55.0 55.3 55.5 55.7 55.9 56.0 56.3 56.7 56.9 57.0 57.5 57.7 57.8 57.9 58.0 58.9 58.5 59.0 60.0

4.8 5.0 5.2 5.4 5.6 5.8 6.0 6.2 6.4 6.6 6.8 7.0 7.2 7.4 7.6 7.8 8.0

47.0 47.2 47.3 47.6 47.4 47.2 47.0 46.6 46.2 45.9 45.6 45.1 45.0 45.1 45.2 45.3 45.4

13.0 13.2 13.4 13.6 13.8 14.0 14.2 14.4 14.6 14.8 15.0 15.2 15.4 15.6 15.8 16.0

53.9 54.0 55.5 56.0 57.0 56.9 58.0 59.0 59.1 58.9 58.8 58.6 58.0 57.5 57.2 57.0

21.0 21.2 21.4 21.6 21.8 22.0 22.2 22.4 22.6 22.8 23.0 23.2 23.4 23.6 23.8 24.0

60.3 60.5 60.9 61.2 61.4 61.7 61.9 62.2 62.2 62.0 61.7 61.5 61.2 61.0 60.9 60.5

4.2 Hasil dan Perhitungan

Grafik Hubungan Tegangan Pemercepat dengan Arus Anoda


70.0 60.0
Arus Anoda (mA)

50.0 40.0 30.0 20.0 10.0 0.0 0.0 10.0 20.0 30.0 Teganan Pemercepat (V)
Series1

Gambar 5. Grafik hubungan antara U2 dan IA pada percobaan 1

Dari kurva diatas maka dapat ditentukan nilai EHg adalah:

U21

= Puncak II Puncak I = 9,8 V 4,8 V =5V

U32

= Puncak III Puncak II = 15,6 V 9,8 V = 5,8V = Puncak IV Puncak III = 18,8 V 15,6 V = 3,2V =Puncak V Puncak IV = 24,2V 18,8 =5,4V

U43

U54

Urata =
EHg

U
n

5 5,8 3,2 5,4 4,85 V 5

= e x Urata = 4,9 Ev

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN


5.1. Data Pengamatan

Grafik Hubungan Tegangan Pemercepat dengan Arus Anoda


70.0 60.0
Arus Anoda (mA)

50.0 40.0 30.0 20.0 10.0 0.0 0.0 10.0 20.0 30.0 Teganan Pemercepat (V)
Series1

Gambar 5. Grafik hubungan antara U2 dan IA pada percobaan 1

Dari kurva diatas maka dapat ditentukan nilai EHg adalah:

U21

= Puncak II Puncak I = 9,8 V 4,8 V =5V = Puncak III Puncak II = 15,6 V 9,8 V = 5,8V = Puncak IV Puncak III = 18,8 V 15,6 V = 3,2V =Puncak V Puncak IV = 24,2V 18,8 =5,4V

U32

U43

U54

Urata =
EHg

U
n

5 5,8 3,2 5,4 4,85 V 5

= e x Urata = 4,9 eV Dari percobaan yang dilakukan diketahui bahwa fenomena tumbukan antara elektron dengan

atom mercury terjadi saat katoda dipanasi sebuah filamen pemanas, sehingga semua elektron dipercepat menuju kisi oleh beda potensial V yang dapat diatur. Elektron-elektron yang dipercepat tersebut kemudian bertumbukan dengan atom mercury yang telah diuapkan hingga 175 o Celcius, sehingga memudahkan tumbukan antara keduanya terjadi. Bertumbukannya elektron dengan atom mercury ada dua kemungkinan yakni tumbukan elastis sempurna dimana elektron tidak melepaskan energi. Dan yang kedua tumbukan elastis tidak sempurna dimana elektron dapat melepaskan energinya dengan cara elektron harus mempunyai energi yang cukup untuk menyebabkan atom mercury bertransisi ke suatu keadaan eksitasi. Dengan demikian apabila energi elektron mencapai 4,9 eV elektron dapat melakukan tumbukan tak elastik dengan atom mercury dan meninggalkan energi 4,9 eV pada atom mercury. Dalam praktikum Percobaan Franc-Hertz, Praktikan memperoleh hasil seperti pada gambar 5 yaitu grafik hubungan antara potensial pemercepat U2 dengan arus keping I. Dari eksperimen tegangan pemercepat U2 dimulai dari 0 volt sampai dengan 30 volt. Ketika tegangan pemercepat semakin besar maka arus I akan naik, dan setelah tegangan pemercepat mencapai 4,9 volt maka arus akan turun, selanjutnya arus akan naik lagi dan bila tegangan pemercepat mencapai kelipatan 4,9 volt arus akan kembali turun. Hal ini dikarenakan ketika potensial pemercepat U2 bertambah naik maka akan semakin banyak elektron-elektron bebas dari katoda yang sampai ke anoda sehingga arus yang terdeteksi oleh ampermeter akan naik, selama elektron bergerak dari katoda ke anoda elektron akan menumbuk atom Hg, namun selama energi elektron lebih kecil dari energi untuk mengeksitasi atom Hg tumbukan yang terjadi adalah tumbukan lenting sempurna (elastic collisions) sehingga tidak ada energi yang dilepaskan.

Kemudian ketika energi elektron telah mencapai energi eksitasi atom Hg, tumbukan yang terjadi adalah tumbukan tak lenting (inelastic collisions) sehingga energinya akan diserap oleh atom Hg sebesar energi eksitasinya sehingga energi elektron akan berkurang. Karena energinya berkurang elektron tidak dapat sampai pada keping anoda sehingga arus akan turun. Ketika tegangan U2 dinaikkan terus energi elektron akan naik kembali. Namun setelah energi elektron kembali mencapai energi eksitasi atom, terjadi tumbukan tak lenting dan penyerapan energipun terjadi, akhirnya penurunan arus terjadi lagi yang ditafsirkan timbul dan eksitasi tingkat energi yang sama pada atom lain. Saat setelah mengalami tumbukan, elektron masih dapat berjalan atau bergerak dengan energi yang dimiliki lebih rendah dan jika elektron melewati kisi energinya tidak cukup untuk melewati tegangan perlambatan rendah, elektron tidak akan dapat melewati plat anoda sehingga arus yang dihasilkan akan turun. Pada percobaan diketahui elektron yang bertumbukan dengan atom memberikan energi kinetiknya sebagian atau seluruhnya untuk mengeksitasikan atom ke tingkat energi di atas tingkat dasar. Tumbukan semacam ini tidak elastik, sebagian lawan dari tumbukan elastik (lenting) yang berlangsung dengan energi kinetik kekal. Dari hasil percobaan dapat dilihat bahwa pada atom setelah mengalami eksitasi maka arusnya akan turun. Besarnya nilai EHg untuk masing masing puncak berdasarkan referensi adalah 4,9 eV dan hasil dari percobaan yang telah dilakukan adalah :

U21 = 5

U32 = 5,8 U43 = 3,2 U54 = 5,4 Urata-rata = 4,9 V , EHg= 4,9 eV
Nilai EHg menunjukan energi yang diperlukan untuk mempromosikan elektron atom gas merkury ketingkat yang lebih tinggi pada saat bertumbukan. Setelah nilai perhitungan grafik dibandingkan dengan nilai referensi, ternyata hasil yang didapat hampir sama. Dari praktikum didapatkan bahwa hampir semua atom Hg mengambil energi dari elektron sebesar 4,9 eV. Energi yang diambil ini menjadi energi dalam atom Hg yaitu energi yang diperlukan untuk memindahkan elektron pada tingkat dasar ke tingkat eksitasi. Bila energi elektron kurang dari 4,9 eV tumbukan bersifat elastik dan energi dalam Hg tak berubah. Bila energi elektron lebih besar dari 4,9 eV, sebagian energi elektron diambil menjadi energi dalam, sisanya tetap sebagai energi kinetik elektron. Peristiwa ini sering disebut transfer energi resonan.

BAB VI PENUTUP
6.1. Kesimpulan Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam percobaan Franc-Hertz, dapat disimpulkan bahwa: 1. Percobaan Franck-Hertz kali ini telah memberikan bukti kepada kita mengenai eksitasi atom Hg yaitu perpindahan elektron dari tingkat dasar ketingkat yang lebih tinggi melalui penyerapan energi yang berasal dari elektron bebas. 2. Berdasarkan kurva Franck-Hertz dapat diketahui bahwa penyerahan energi dari elektron bebas kepada atom Hg terjadi secara tidak kontinu. Penyerapan energi terjadi ketika energi kinetik elektron bebas telah mencapai energi eksitasi atim Hg. Dari kurva tersebut diperoleh energi eksitasi Hg (EHg) sebesar 5,6 eV. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa besarnya nilai EHg selalu sama untuk setiap puncak, sehingga penyerahan energi dari elektron dapat berlangsung untuk nilai EHg yang sama. Grafik Frank-Hertz menggambarkan besarnya potensial yang dibutuhkan untuk mengeksitasi atom ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu ketika berada pada tegangan 4.9 eV. Adapun nilai yang didapat dari percobaan ini adalah :

U21 = 5 U32 = 5,8 U43 = 3,2


U54 = 5,4

Urata-rata = 4,9 V, EHg = 4,9 eV

DAFTAR PUSTAKA

E.LEYBOLD, MANUFACTURERS description of the franck-hertz tube. This is a discussion of the Franck-Hertz tube, which should be available from your instructuor. R.EISBERG, Fundamentals of Modern Physics, Wiley , New York , 1961 . LS coupling is discussed on pages 428-441. Daryl W Pertson , The Art of Experimental Physics .1991 Oxtoby. 2003. Prinsip Prinsip Kimia Modern. Erlangga: Jakarta Wiyatno,Yusman. 2003. Fisika Modern. Pustaka Pelajar: Jogjakarta. Beiser, Arthur. 1987. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga.. Hartono,dkk. 2007. Panduan Praktikum Fisika Eksperimen I.Purwokerto:MIPA. Krane, Kenneth. 1992. Fisika Modern. Jakarta: Universitas Indonesia. Usuludin.1999. Fisika.Klaten:Intan Pariwara.