Anda di halaman 1dari 4

RMK PENGAUDITAN I STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN

Nama NIM Jurusan

: Kartika Adiputra : 0906305165 : Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS UDAYANA 2011

STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN

Standar pekerjaan lapangan adalah salah satu bagian dari standar auditing. Standar pekerjaan lapangan merupakan bagian yang mengatur mengenai pertimbangan-pertimbangan yang harus digunakan dalam pelaksanaan audit. Disini standar pekerjaan lapangan dbagi menjadi tiga, diantaranya : 1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya. Pekerjaan mengaudit harus direncanakan secara memadai agar audit dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Perencanaan meliputi pengembangan strategi audit dan perancangan program audit untuk melaksanakan audit.
2. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendalian intern harus diperoleh

untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang akan dilakukan. Pemahaman mengenai struktur pengendalian intern klien digunakan untuk : Mengidentifikasi salah saji yang potensial. Mempertimbangkan faktor yang mempengaruhi risiko salah saji yang material. Merancang pengujian substantif. 3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, permintaan pertanyaan, dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. Audit harus menghimpun evidential matter (hal-hal yang bersifat membuktikan) dan tidak sekedar evident atau bukti konkrit sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan klien.

UNSUR-UNSUR PEKERJAAN LAPANGAN PERENCANAAN DAN SUPERVISI Ikatan Akuntansi Indonesia menetapkan panduan bagi auditor dalam menjalankan tugasnya yang berdasarkan standar auditing dalam mempertimbangkan dan menerapkan prosedur perencanaan dan supervisi, termasuk penyiapan program audit, pengumpulan informasi tentang bisnis entitas, penyelesaian perbedaan pendapat diantara personel kantor akuntan. Pendelegasian fungsi dan supervisi audit oleh auditor yang dilakukan kepada personel lain guna memenuhi keperluan sebagai asisten sebagai penanggung jawab ahir dan sebagai auditor itu sendiri maupun sebagai asistennya

PERENCANAAN Meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan lingkup audit yang bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas, pengalaman mengenai entitas dan pengetahuan tentang bisnis entitas, dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Masalah yang berkaitan dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi

tempat usaha entitas.


2. Kebijakan dan prosedur akuntansi entitas. 3. Metode yang digunakan dalam mengolah informasi akuntansi. 4. Tingkat pengendalian yang direncanakan. 5. Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan audit. 6. Pos laporan keuangan yang memerlukan penyesuaian. 7. Kondisi yang memerlukan perluasan atau pengubahan pengujian audit,

seperti resiko kekeliruan atau kecurangan yang material atau adanya transaksi antar pihak pihak yang mempunyai hubungan istimewa.
8. Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan sebagai contoh

laporan auditor tentang laporan keuangan keuangan konsolidasian, laporan keuangan yang diserahkan ke bapepam, laporan khusus yang menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian.

TAHAPAN-TAHAPAN STANDAR PEKERJAAN LAPANGAN Prosedur yang mencakup review terhadap catatan auditor yang berkaitan dengan entitas dan pembahasan dengan personel lain dalam satu kantor akuntan dan dengan personel entitas, meliputi beberapa prosedur sebagai berikut:

Mereview arsip korespondensi, kertas kerja, arsip permanent, laporan Membahas masalah masalah yang berdampak terhadap audit dengan

keuangan, dan laporan auditor tahun lalu. personel kantor akuntan yang bertanggung jawab atas jasa non audit bagi entitas.

Meminta keterangan tentang perkembagan bisnis saat ini yang berdampak Membaca laporan keuangan interim tahun berjalan. Membahas tipe, lingkup, dan waktu audit dengan manajemen, dewan Mempertimbangkan dampak diterapkanya pernyataan standar akuntansi dan Mengkoordinasi bantuan dari personil entitas dalam penyiapan data. Menentukan luasnya keterlibatan, jika ada konsultan, spesialis dan auditor Membuat jadwal pekerjaan audit. Menentukan dan mengkoordinasi kebutuhan staf audit. Melaksanakan diskusi dengan pihak pemberi tugas untuk memperoleh

terhadap entitas.

komisaris, atau komite audit. standar auditing yang diterapkan oleh IAI terbaru.

intern.

tambahan informasi tentang tujuan audit yang akan dilaksanakan sehingga auditor dapat mengantisispasi dan memberikan perhatian terhadap hal hal yang berkaitan yang dipandang perlu.