Anda di halaman 1dari 24

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perkembangan industri di Indonesia pada saat ini mengalami peningkatan di segala bidang, khususnya dalam bidang industri kimia dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Salah satu bahan kimia yang sangat diperlukan dalam industri kimia adalah akrolein. Dengan mengembangkan industri akrolein di Indonesia diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap nilai impor sehingga menghemat devisa negara dan juga dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia. Dalam industri kimia akrolein banyak dipakai sebagai senyawa intermediate pada proses pembuatan polimer, seperti pembuatan poliakrolein. Selain itu akrolein juga digunakan dalam industri kimia yang lain misalnya dalam pembuatan zat-zat organik, pembuatan sintetik resin, atau sebagai bahan pengawet minyak dan lemak. Akrolein / Acrolein (C3H4O) biasanya juga dikenal dengan nama Akril aldehid dan mempunyai struktur kimia CH2 = CH COH. B. Prospek Pasar 1. Data Ekspor Impor Data impor untuk akrolein dari Biro Pusat Statistik (BPS) dapat dilihat pada tabel 1.1 : Tabel 1.1 Data Impor Akrolein No 1 2 3 4 5 Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 Impor (kg/tahun) 4.677.371 4.700.089 5.483.506 5.499.854 6.528.628

Selanjutnya prediksi kebutuhan (konsumsi) akrolein dalam Negeri dapat di cari dengan metode Least Square Time : n 1 2 3 4 5 6 7 X 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 Y 2.849.318 2.929.285 3.219.733 4.548.039 4.433.492 4.677.371 4.700.506 x2 3.996.001 4.000.000 4.004.001 4.008.004 4.012.009 4.016.016 4.020.025 x*y 5.695.786.682 5.858.570.000 6.442.685.733 9.105.174.078 8.880.284.476 9.373.451.484 9.424.514.530 10.999.913.03 8 2006 5.483.506 4.024.036 6 11.038.206.97 9 2007 5.499.854 4.028.049 8 13.109.485.02 10 Jumlah () 2008 6.528.628 44.869.73 10 20.035 2 40.140.205 4.032.064 4 89.928.072.02 1

(Perry, 1995) Maka :

Sehingga persamaan Least Square Time-nya adalah :

(Perry, 1995) Sehingga didapatkan prediksi kebutuhan Akrolein tahun 2009 2020 pada tabel berikut ini : Tabel 1.2 Prediksi kebutuhan Akrolein No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 Proyeksi (Kg) 6.591.237,133 6.973.830,576 7.356.424,018 7.739.017,461 8.121.610,903 8.504.204,345 8.886.797,788 9.269.391,23 9.651.984,673 10.034.578,12 10.417.171,56 10.799.765

Tabel 1.3. Kapasitas pabrik Akrolein yang sudah ada No 1 2 3. 4. 5. 6. Perusahaan Celenase Union Carbide Dow Badische BASF Rohm & Haas Sumitomo Lokasi Texas Louisiana Texaz Garmany U.K Nagoya Kapasitas (ton/tahun) 80.000 400.000 40.000 400.000 110.000 88.000 Proses -Propiolac Propene Acetylene Acetylene Propene Propene (Mckeeta, 1993)

2. Sasaran Pasar Akrolein merupakan salah satu produk industri kimia yang saat ini semakin dibutuhkan. Penggunaan produk akrolein dala dunia perindustrian sangat luas misalnya pada proses pembuatan polimer seperti pembuatan zat-zat organik, pembuatan sintetik resin, atau sebagai bahan pengawet minyak dan lemak. Maka pendirian pabrik akrolein sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut khususnya di dalam negeri dan usaha menambah devisa negara dengan ekspor produk akrolein ke luar negeri (India, Korea, Turki dll)

C. Tinjauan Pustaka 1. Proses Produksi Akrolein dapat dibuat dengan beberapa proses. Untuk menentukan proses yang paling menguntungkan, kita harus meninjau beberapa proses pembuatan akrolein a. Tinjauan Berbagai Proses Ada beberapa proses yang dapat dilakukan untuk menghasilkan akrolein yaitu : 1) Proses - Propiolactone Proses pembuatan akrolein dengan mereaksikan ketena dan formaldehida menghasilkan laktina yang kemudian menjadi akrolein Reaksinya : C2H2O + CH2O C3H4O + O2 (2 atm,200oC)

(McKetta, 1993) Reaksinya berlangsung eksotermis pada suhu operasi 200oC dan tekanan 2 atm. Reaktor yang digunakan adalah Reaktor Alir Pipa (RAP) karena reaksi berlangsung pada fase gas.

Diagram Alir Proses - Propiolactone

Untuk perhitungan potensial ekonomi (PE) dapat menggunakan persamaan : PE = (Nilai Produk) (Harga Bahan Baku) Tabel 1.4 Harga Bahan Baku dan Produk Proses Propiolactone Bahan Akrolein Ketena Formaldehida Berat Molekul 72 42 30 $/Kg 1,314 1,000 1,423

*(

)+

2) Proses Oksidasi Propena Reaksinya : CH2=CH-CH3 + 1/2O2 CH2=CH-CH3 + 9/2O2 CH2=CH-COH 3CO2 + 3H2O (4,3 atm,250oC)

Reaksinya berlangsung eksotermis pada suhu operasi 250-300oC. Reaktor yang digunakan adalah jenis reaktor fixed bed multitube reaksi berlangsung pada fase gas dengan katalis molibdenum. (McKetta, 1993) Diagram Alir Proses Oksidasi Propena

Untuk perhitungan potensial ekonomi (PE) dapat menggunakan persamaan : PE = (Nilai Produk) (Harga Bahan Baku) Tabel 1.5 Harga Bahan Baku dan Produk Proses Oksidasi Propena Bahan Propena Akrolein Oksigen Berat Molekul 42,08 72 32 $/Kg 0,908 1,314 0,108

*(

)+

3) Proses Karbonilasi Asetilena Pembuatan akrolein dilakukan dengan cara mereaksikan nikel karbonil dengan asitelena dan air atau alkohol kemudian menambahkan 60% - 80% karbon monoksida. Reaksinya : CO + CH=CH + H2O
( )

CH2=CHCOH

(1,1 atm;150oC) (McKetta, 1993)

Diagram Alir Proses Karbonilasi Asetilena

Untuk perhitungan potensial ekonomi (PE) dapat menggunakan persamaan : PE = (Nilai Produk) (Harga Bahan Baku) Tabel 1.6 Harga Bahan dan Produk Proses Karbonilasi Asetilena Bahan Akrolein Asetilena Karbon Monoksida Air Berat Molekul 56 26 28 18 $/Kg 1,314 1,008 1,217 0

((

( ))

berdasarkan peninjauan berbagai proses pembuatan akrolein, maka dapat dibuat matrik pemilihan proses, yang terlihat pada tabel 1.5 dibawah ini : Tabel 1.7 Matrik Pemilihan Proses No 1. 2 Pertimbangan Produk Bahan baku Proses Propiolactone akrolein (***) Ketena, Formaldehida (**) Proses Oksidasi Propena akrolein (***) Propena, Udara,

Superheated Steam (***) Cara mendapat diimpor dari Singapura, Propena diperoleh dari

Jepang dan pabrik setempat pabrik setempat (**) (*) Pengangkutan Penyimpanan 3 4. 5. 6. Potensial Ekonomi Reaktor Konversi Kondisi operasi : 7 8 Fase Pemisahan Suhu Tekanan 100oC (***) 3 atm (**) Cair dan Cair (**) Berdasarkan menggunakan distilasi (**) Jumlah * 24 titik 250oC (*) 4,3 atm (*) Gas dan Gas (**) didih, Berdasarkan titik didih, menara menggunakan distilasi (**) 25 menara Kapal dan truk tangki (*) Tangki (***)
-7,242 $/Kmol (**)

Kapal dan truk tangki (*) Tangki (***) 35,448 $/Kmol (***) Fixed Bed Multitube (*) 95% (***)

RATB (**) 65% (**)

No 1. 2

Pertimbangan Produk Bahan baku

Proses Karbonilasi Acetilena Akrolein (***) Nikel Karbonil. Asetilena, Asam

Karbon Monoksida, Klorida(*) Cara mendapat

Nikel Karbonil diimpor dari Jepang, Acetilen dari

Vietnam, Karbon Monoksida dari Jepang, Asam Klorida diperoleh setempat (*) Pengangkutan Penyimpanan 3 4. 5. 6. Potensial Ekonomi Reaktor Konversi Kondisi operasi : 7 8 Fase Pemisahan Suhu Tekanan 150oC (**) 1,1 atm (***) Cair dan Gas (*) Berdasarkan menggunakan distilasi (**) Jumlah * 19 titik didih, menara Kapal dan truk tangki (*) Tangki (**) 13.34 $/Kmol (*) Fixed Bed Multitube (*) 40% (*) dari pabrik

Keterangan : (***) (**) (*) ()

= Baik = Sedang = Kurang Baik = Tidak Baik

Berdasarkan tabel 1.7 di atas, dapat disimpulkan bahwa pemilihan proses yang paling baik dipilih adalah proses oksidasi propena. b. Tinjauan Termodinamika 1. Pada keadaan setimbang Reaksi : C3H6 + 3/2O2 C3H4O + H2O

Sifat termodinamika senyawa pada 298 K. Tabel 1.8 Harga Hf dan Gf Komponen C3H6 O2 C3H4O2 H2O Gof298 (kJ/mol) 62,72 0 -209 -228,60 Hof298 (kJ / mol) 20,42 0,00 -286,06 -242

1.a Panas reaksi standar (Ho298)

( ))

1.a.1. Energi gibbs standar (Gfo)

( ))

Dari harga G yang bernilai negatif, menunjukkan reaksi dapat terjadi secara spontan, dan dari harga H yang bernilai negatif, dapat disimpulkan bahwa reaksi yang terjadi merupakan reaksi eksotermis yang berarti terjadi pengeluaran panas. 1.a.2

Dimana : Gof R T K = Energi bebas gibbs pada keadaan standar (25oC, 1 atm) = Konstanta (8,314 J/mol K) = Suhu standar (K) = Konstanta kesetimbangan ( ( )( ) )( )

Dengan harga K yang sangat besar maka reaksi akan berjalan kekanan atau irreversibel. 2. Pada keadaan non Adiabatis Komponen C3H6 O2 C3H40 H2O a 31,298 29,526 7,755 33.933 b 0,072 -8,899E-03 0,2939 -8,419E-03 c 1,948 E-04 3,808E-05 -2,088E-04 -2,991E-04 D -2,158E-07 -3,269E-08 7,159E-08 -1,783E-08 e 6,295E-11 8,861E-12 -9,096E-12 3,693E-12 (Yaws, 1952)

Cp = a + bT + cT2 +dT3 +eT4+fT5+gT6, J/molK

,( )

( )-( )

,( ) ( )( ,( ( ( [,( ( ( ( ) )( )( )]( ( )( ) )( )( ) ) ( ) ( )( ) ( ))( )( ) ) )) )( )

[(( ( (( (

( ))

( ) ( ) )) ) ( ) ( )( (

( ))]( ) (

) ) )

[(( ( (( ( (( ( ( .( ( ( ( )(

( ))]( )

) )

( )( )(

) )) ( )) )/ )

)(

)(

) )(( )(

)( (

) )( )

c. Tinjauan Kinetika Reaksi : CH2=CH-CH3 + O2 CH2=CH-CH3 + 9/2O2 Dengan : k1 : 1,59 x 105 kmol/m3 reaktor/h/(kPa)2 k2 : 1,81 x 108 kmol/ m3 reaktor/h/(kPa)2
k1 k2

CH2=CH-COH + H2O 3CO2 + 3H2O

d. Pemilihan Reaktor Reaksi berjalan secara eksotermis dan dalam fase gas gas, sehingga digunakan reaktor jenis Fixed Bed Multitube. e. Utilitas Utilitas adalah unit unit proses di dalam industri, khususnya yang mempunyai fungsi untuk menunjang proses utama pabrik. Unit utilitas pada suatu pabrik meliputi air, steam/inert, listrik, bahan bakar dan udara tekanan. a) Air Air yang diperlukan dalam pabrik terdiri dari : 1) Air Pendingin Air pendingin setidaknya tidak mengandung padatan dan sedapat mungkin dihindarkan dari adanya bahan kimia korosif dengan bahan kimia yang memicu terjadinya kerak. Air pendingin tersebut biasa digunakan pada kondensor dan cooler. 2) Air Umpan Boiler Air yang digunakan sebagai umpan didalam boiler. Air tersebut dipanaskan sampai menjadi uap air atau steam. Steam tersebut biasanya digunakan sebagai pemanas pada reboiler dan heater. Air umpan boiler sebaiknya bebas dari sadah, bebas logam dan mineral, dan bebas gas tersuspensi.

3) Air Proses Air yang digunakan untuk proses didalam suatu pabrik. Air tersebut tidak boleh mengandung bahan kimia yang menganggu jelasnya proses. 4) Air Rumah tangga Air yang digunakan untuk keperluan rumah tangga diantaranya air minum, untuk mencuci peralatan, keperluan kantor, serta dialrkan kerumah-rumah karyawan untuk keperluan rumah tangga. Disamping itu tidak terdapat partikel padat, juga tidak boleh mengandung bahan kimia beracun dan tidak boleh mengandung bakteri pathogen. 5) Air pemadam Air yang digunakan untuk persiapan pengamanan apabila terjadi kebakaran didalam pabrik tersebut. Sebagai air pemadam kebakaran sebaiknya air tersebut tidak mengandung partikel padatan, b) Listrik Listrik merupakan energi yang digunakan untuk pengoperasian peralatan di dalam pabrik, penerangan, dan perkantoran. c) Steam Steam biasa digunakan sebagai pemanas pada reboiler dan heater, sehingga bahan yang berfase cair dinaikkan suhunya dengan menggunakan steam d) Udara tekan Udara paling banyak dipergunakan untuk purging pada saat pabrik sedang diperbaiki. Selain itu, udara tekan juga digunakan untuk membersihkan peralatan, serta untuk membuka kran pada alat kontrol. Sebelum digunakan, udara terlebih dahulu dilewatkan pada filter udara terutama kelembabannya untuk mengetahui kadar air di udara. 2. Bahan Baku, Bahan Pembantu, dan Produk A. Spesifikasi a. Bahan Baku 1) Propena Rumus Molekul : C3H6

Berat Molekul Fase pada suhu lingkungan Titik didih Suhu Kritis Tekanan kritis Densitas Viskositas Kelarutan salam air

: 42,08 g/mol : gas : -47,6oC : 91,85oC : 4.620,41 kPa : 1,81 kg/m3 : 8.34 Pas at 16.7 C : larut dalam air

2) Udara Komposisi : a) Nitrogen (79 %) Rumus molekul Berat molekul Fase pada suhu lingkungan Titik didih Suhu kritis Tekanan kritis Kelarutan b) Oksigen Rumus molekul Berat molekul Fase pada suhu lingkungan Titik didih Suhu kritis Tekanan kritis Densitas Kelarutan 3) Akrolein Rumus molekul : C3H4O : O2 : 32 g/mol : gas : -182,95oC : -118,38 : 5080,02 kPa : 1,429 g/L : larut dalam air : N2 : 28 g/mol : gas : -195,6 oC : -146,8 oC : 32,9 kPa : sedikit larut dalam air

Berat molekul Fase pada suhu lingkungan Titik didih Suhu kritis Tekanan kritis Densitas Kelarutan dalam air

: 56 g/mol : cair : 53o C : 232, 5oC : 51,60bar : 1059,33 kg/m3 : larut

a. Pengadaan dan Transportasi Bahan baku merupakan kebutuhan utama bagi keberlangsungan produksi suatu pabrik sehingga penyediaan bahan baku sangat diproritaskan. Dalam hal ini bahan baku yang digunakan adalah propena, udara dan steam dengan bahan pembantu katalisator Molybdenum dari PT. Chemindo Pratama, Jakarta. 1) Propena didapatkan dari pabrik PT. Tri Polyta Indonesia yang diangkut dengan menggunakan tangki. 2) Udara yang digunakan didapatkan dari lingkungan sekitar pabrik dengan menggunakan filter udara dan kompresor. 3) Steam didapatkan dengan menguapkan air dengan menggunakan boiler. 4) Kebutuhan air didapatkan dari PT. Krakatau Tirta Indonesia. b. Kemasan Akrolein yang berbentuk cair disimpan dalam tangki dan dipasarkan dengan menggunakan truk tangki. c. Penyimpanan 1) Penyimpanan propena pada suhu 30oC dalam tangki bertekanan tinggi dan disimpan dalam tangki silinder horizental. 2) Penyimpanan asam akrolein pada suhu 30oC bertekanan atmosferik disimpan dalam tangki vertikal. d. Prediksi Kapasitas Kapasitas produksi dapat diartikan sebagai jumlah maksimal output yang dapat diproduksi dalam satuan waktu tertentu. Pabrik yang didirikan harus mempunyai

kapasitas produksi yang optimal yaitu jumlah dan jenis produk yang harus dihasilkan dapat menghasilkan laba maksimal dengan biaya minimal. Kapasitas produksi dirancang dengan pertimbangan : 1. Kebutuhan furfural dalam Negeri. Untuk memenuhi kebutuhan akrolein dalam negeri selama ini masih

mengandalkan dari sektor import. Dengan adanya pabrik furfural ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan akrolein dalam negeri, sehingga import furfural bisa ditekan (dikurangi). 2. Ketersedian bahan baku Perkembangan kapasitas produksi propena di Indonesia yang merupakan bahan baku pembuatan akrolein masih stagnan pada 605.000 ton per tahun selama hampir 10 tahun terakhir (2010). Hingga saat ini produsen PP hanya ada 3 perusahaan yaitu PT. Tri Polyta Indonesia, PT. Polytama Propindo dan PT. Pertamina. Untuk mengantisipasi rendahnya kapasitas, para produsen berencana meningkatkan kapasitas. PT. Polytama Propindo akan menambah kapasitas sebesar 160 ribu ton pada 2010 ini, sedangkan PT. Tri Polyta Indonesia akan menambah kapasitas 120 ribu ton yang akan direalisasikan awal 2011. 3. Kapasitas pabrik asam akrolein yang sudah ada Kapasitas pabrik yang akan didirikan harus berada di atas kapasitas minimal atau sama dengan kapasitas pabrik yang sedang berjalan. Berdasarkan data kebutuhan dalam negeri dan dunia, ketersediaan bahan baku dan referensi kapasitas pabrik akrolein yang sudah ada maka kapasitas pabrik yang akan didirikan adalah sebesar 100.000 ton per tahun.

BAB II DESKRIPSI PROSES

A. Diagram Alir Proses

N2, O2, CO2 C3H6, C3H8 N2,O2, H2O C3H6, C3H8 H2O, C3H4O

R-01
N2, O2, CO2 C3H6, C3H8 H2O, C3H4O H2O C3H4O

MD-01

Sp01

H2O C3H4O2

B. Uraian Proses Singkat Reaksi antara propena dengan oksigen menjadi akrolein dilaksanakan dengan menggunakan reaktor fixed bed multitube, pada suhu 250-300oC. Katalis yang digunakan adalah molybdenum (Mo), untuk memperoleh kondisi reaksi tersebut pertama-tama udara lingkungan ditekan dengan menggunakan kompresor sampai diperoleh tekanan yang sesuai reaktor kemudian sampai diperoleh suhu 250oC. Sementara itu propena disimpan pada suhu 30oC dalam tangki bertekanan yang diuapkan kemudian dipanaskan sampai suhu 250oC kemudian dicampur dengan steam untuk menghindari terbentuknya coke. Selanjutnya dimasukkan ke dalam reaktor. Dalam reaktor terjadi reaksi membentuk akrolein dan sebagian membentuk

karbondioksida. Untuk mengendalikan suhu tidak boleh melebihi 300oC digunakan media pendingin air bertekanan yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit steam. Gas yang keluar dari reaktor selanjutnya didinginkan dan diembunkan dengan kondensor parsial sehingga terbentuk aliran dua fase yang dapat dipisahkan menggunakan separator. Dalam separator akan terjadi pemisahan gas N2, O2, CO2, C3H6, C3H8, sedikit air dan akrolein dengan cairan yang terdiri dari asam akrolein dan air. Cairan yang terdiri dari akrolein dan air kemudian diumpankan ke menara distilasi.. Dalam menara distilasi terjadi proses pemisahan antara air dan asam akrolein dimana akrolein akan keluar sebagai hasil atas menara distilai yang kemudian didinginkan dan ditampung dalam tangki produk. Adapun air yang keluar sebagai hasil bawah menara distilasi selanjutnya didinginkan dan dibuang ke pengolahan limbah.

C. Rencana Lokasi 1. Pemilihan Lokasi Pabrik Pemilihan lokasi pabrik merupakan salah satu tahapan yang sangat penting dalam perancangan suatu pabrik. Lokasi pabrik yang diinginkan adalah lokasi yang strategis dan mendukung effisiensi. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi pabrik antara lain kedekatan dengan sumber bahan baku, pemasaran, ketersediaan utilitas seperti air dan listrik, dan fasilitas lainnya. 1.1. Bahan Baku Bahan baku yang akan digunakan adalah propena. Propena diperoleh dari perusahaan-perusahaan daerah Pulau Jawa dan sekitarnya yaitu PT. Tri Polyta Indonesia, PT. Polytama Propindo dan PT. Pertamina. Sehingga dapat menghemat biaya transportasi bahan baku. 1. 2. Penyediaan Air Kebutuhan air pabrik akrolein secara keseluruhan baik untuk proses sebagai bahan baku, untuk alat penukar panas, untuk sanitasi, rumah tangga, perkantoran dan lain-lain. Dimana kebutuhan air ini akan disuplai dari PT. Krakatau Tirta Industri (KTI) yang berada di sekitar lokasi pabrik akrolein yang akan didirikan.

1.3. Tenaga Kerja Tenaga kerja dapat terpenuhi baik secara kuantitas dan kualitasnya, karena pendirian pabrik letaknya tidak jauh dari kota kota dengan jumlah SDM yang memadai. 1.4. Pemasaran Produk utama pabrik ini adalah akrolein, dimana jumlah kebutuhannya relatif meningkat disetiap tahunnya. Peningkatan ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan akrolein pada industri-industri yang menjadikan akrolein banyak dipakai sebagai senyawa intermediate pada proses pembuatan polimer,seperti pembuatan acrylic ester. Selain itu akrolein juga digunakan dalam industri kimia yang lain misalnya dalam pembuatan zat-zat organik, pembuatan sintetik resin, atau sebagai bahan pengawet minyak dan lemak. Lokasi pabrik yang terletak di daerah Cilegon, Banten. Lokasi pabrik ini juga dekat dengan pelabuhan sehingga memudahkan dalam proses pemasaran maupun pendistribusian produk. 1.5. Transportasi Struktur tofografi Banten yang strategis sehingga memudahkan untuk pengiriman bahan baku maupun produk, baik lewat jalan darat maupun jalan laut. Dengan demikian dalam hal transportasi bahan baku dan distribusi produk akan mudak dilakukan. 1.6. Tenaga Listrik dan Bahan Bakar Listrik untuk proses pabrik dan keperluan penerangan disuplai dari PLN. Untuk menjaga kelancaran operasi pabrim selama 24 jam, diperlukan generator set dengan menggunakan bahan bakar solar. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang telah dijelaskan, maka pabrik ini akan didirikan di Cilegon, Banten.

BAB III DAFTAR PUSTAKA

Kirk, R.E. and Othmer, D.F., 1995, Acrolein and Derivatives Supplement Encyclopedia of Chemical Technology, John Wiley & Sons, New York. McKetta, J. 1993, Encyclopedia of Chemical Processing and Design, Marcel Dekker, Inc. Perry, R.H. 1997, Chemical Engineers Hand Book, 7th ed. International edition, Mc. Graw-Hill, Book Company, Tokyo. Ullmanns. 2002, Encyclopedia of Industrial Chemical, Willey-VHC, Germany. Badan Pusat Statistic (BPS), 2003, Volume dan Nilai Ekspor dan Impor, Jakarta Yaws, C.L. 2003, Handbook of Thermodynamic and Physical Properties of Chemical Compounds, Norwich, New York.

PROPOSAL PRARANCANGAN PABRIK AKROLEIN DARI PROPENA DAN UDARA KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN

Disusun oleh : Musa Keliwulan (121050014) Prasetyo Agung Nugroho (121070066)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA 2011

LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL SKRIPSI PRARANCANGAN PABRIK AKROELEIN DARI PROPENA DAN UDARA KAPASITAS 100.000 TON/TAHUN

Disusun Oleh : Musa Keliwulan (121050014)

Prasetyo Agung Nugroho (121070066)

Yogyakarta,

Oktober 2011

Disetujui untuk Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri UPN Veteran Yogyakarta

Tanda Tangan

Pembimbing I Prof Dr Ir. Supranto, SU ..

Pembimbing II Ir.Bambang sugiarto, MT ..