Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR I

KALORIMETER DAN KAPASITAS KALOR 1ENIS












Nama : Ni Luh Linda Ayu Oktaviani
NIM : 1108105002
Dosen : Ketut Sukarasa, S.Si., M.Si.
Asisten Dosen : Ni Made Indah Suwandewi


1URUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2011

KALORIMETER DAN KAPASITAS KALOR 1ENIS

I. TU1UAN PERCOBAAN
- Mempelajari cara kerja kalorimeter
- Menentukan kalor lebur es
- Menentukan kalor jenis berbagai logam (pada percobaan kali ini menggunakan
tembaga)

II. DASAR TEORI
alor adalah suatu bentuk energi yang diterima oleh suatu benda yang
menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud bentuknya. alor berbeda
dengan suhu, karena suhu adalah ukuran dalam satuan derajat panas. alor
merupakan suatu kuantitas atau jumlah panas baik yang diserap maupun
dilepaskan oleh suatu benda. Dari sisi sejarah kalor merupakan asal kata caloric
ditemukan oleh ahli kimia perancis yang bernama Antonnie Laurent Lavoiser
(1743 1794).
alor dideIinisikan sebagai energi panas yang dimiliki oleh suatu zat.
Secara umum untuk mendeteksi adanya kalor yang dimiliki oleh suatu benda yaitu
dengan mengukur suhu benda tersebut. Jika suhunya tinggi maka kalor yang
dikandung oleh benda sangat besar, begitu juga sebaliknya jika suhunya rendah
maka kalor yang dikandung sedikit. Dari hasil percobaan yang sering dilakukan
besar kecilnya kalor yang dibutuhkan suatu benda(zat) bergantung pada 3 Iaktor
yaitu massa zat, jenis zat (kalor jenis), perubahan suhu.
Satuan dari kalor adalah kalori (kal) yang sampai saat ini masih dipakai.
Satuan kalori ini dideIinisikan sebagai kalor yang dibutuhkan untuk menaikan
temperatur 1 gram air sebesar 1 (derajat celcius). Dalam setiap percobaan atau
dalam suatu perhitungan yang berhubungan tentang kalor satuan yang paling
sering digunakan adalah kilokalori. 1 kkal dideIinisikan sebagai kalor yang
dibutuhkan untuk menaikan temperatur 1 kg air sebesar 1.
Menurut Halliday (1985), perbandingan banyaknya tenaga kalor (AQ) yang
dibekalkan kepada sebuah benda untuk menaikkan temperaturnya sebanyak AT
dinamakan kapasitas kalor (C) dari benda tersebut yakni:
= oposos oor =
A
A

apasitas kalor per satuan massa sebuah benda yang dinamakan kalor jenis
(c) adalah ciri (karakteristik) dari bahan yang membentuk benda tersebut:
=
oposos oor
osso
=
A
A

Maka, kuantitas panas A yang diserap atau dilepaskan suatu benda saat
dipanaskan atau didinginkan sebanding dengan perubahan suhu (A) dan massa
benda ():
A = A
alor jenis adalah jumlah energi yang dipindahkan dari suatu benda atau
tubuh ke benda lain akibat dari suatu perbedaan suhu diantara benda atau tubuh
tersebut. alor dinyatakan dalam satuan energi joule (J) menurut satuan SI.
alorimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang
terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia. Pengukuran jumlah kalor reaksi
yang diserap atau dilepaskan pada suatu reaksi kimia dengan sebuah eksperimen
disebut kalorimetri. alor yang dibutuhkan untuk menaikan temperatur 1 gram air
sebesar 1 (derajat celcius) disebut tetapan kalorimeter. Dalam proses ini berlaku
Azaz Black yaitu 'banyaknya kalor yang diberikan sama dengan banyaknya kalor
yang diterima.. Dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut::

Icpus
=
tcmu

Apabila dua buah benda yang suhunya berbeda dipertemukan (dicampurkan),
benda yang bersuhu tinggi akan memberikan kalor kepada benda yang suhunya rendah.
Pada akhir pencampuran, suhu kedua benda menjadi sama. Berdasarkan hal tersebut jika
kalor jenis satu zat diketahui maka kalor jenis zat yang lain dapat dengan menggunakan
rumus kekekalan energi pada pertukaran kalor (Asas Black).
Banyaknya kalor yang dlepaskan oleh suatu benda dengan massa m
1
dan
kapasitas kalor jenis zat c
1
adalah :
A =
1
c
1
(
1
-
s
) (1)
sebanding dengan banyaknya kalor yang diserap oleh air dengan dengan massa
m
2
:
A =
1
c
1
(
1
-
s
) (2)
t
s
adalah suhu setimbang setelah terjadinya pencampuran.
Bila kapasitas kalor jenis air c
2
diketahui, suhu t
1
sama dengan suhu uap,
kapasitas kalor jenis c
1
dapat dihitung dengan mengukur besaran t
2
, t
s
, dan m
2
:


s
s
t t m
t t m
c c
c
c
c
1 1
2 2
2 1
(3)
Tabung kalorimeter juga menyerap panas yang dilepaskan oleh zat yang
bersuhu tinggi. Untuk itu, kapasitas kalor kalorimeter :
c
k
c
2

.
N
A
(4)
N
A
adalah nilai air kalorimeter sehingga kuantitas kalor yang diserap dari
persamaan (2) dapat ditulis sebagai :

2 2 2 2
t t c N m Q
s A
c c
(5)

dan persamaan (3) menjadi :
(6)











Gambar 1: Pelepasan alor oleh Butiran Logam dan Penerimaan Panas oleh Air



s
s A
K
t t m
t t N m
c c
c
c
c
1 1
2
1
III. ALAT DAN BAHAN
- 1 alorimeter
- Butiran tembaga
- 1 Termometer -10 ~ 100
o
C
- 1 Steam generator
- 2 Beaker glass
- 1 StatiI
- 1 Timbangan

Gambar 2
Susunan peralatan untuk menentukan :
a. alor lebur es dan b. apasitas jenis Panas Logam

IV. LANGKAH PERCOBAAN
a. Pengukuran harga air kalorimeter
1. alorimeter kosong, selubung dan pengaduknya ditimbang sebanyak 5 kali.
2. Setelah kalorimeter diisi air

, bagian, kalorimeter kembali ditimbang dan


dicatat massanya sebanyak 5 kali. emudian suhunya dicatat.
3. Air di wadah yang lain dipanaskan hingga mendidih. emudian suhunya
dicatat.
4. Lalu air mendidih tersebut ditambahkan sampai kira-kira / bagian kedalam
kalorimeter.
5. emudian suhu kesetimbangan dicatat.
6. Setelah itu kalorimeter ditimbang kembali sampai 5 kali.

b. Pengukuran kalor lebur es
1. alorimeter kosong, selubung dan pengaduknya ditimbang sebanyak 5 kali.
2. Setelah kalorimeter diisi air

, bagian, kalorimeter kembali ditimbang dan


dicatat massanya sebanyak 5 kali. emudian suhunya dicatat.
3. Potongan es dimasukkan kedalam calorimeter sambil ditutup dan diaduk.
4. emudian suhu kesetimbangan dicatat.
5. Setelah itu kalorimeter ditimbang kembali sampai 5 kali.

c. Pengukuran apasitas alor Jenis Logam
1. eping-keping logam yang telah ditimbang dimasukkan ke dalam rongga
bunsen dan dipanaskan.
2. Setelah itu dicatat suhu tembaga tersebut.
3. alorimeter kosong, selubung dan pengaduknya ditimbang sebanyak 5 kali.
4. alorimeter serta pengaduknya ditimbang sampai 5 kali setelah diisi air kira-
kira

, bagian. Suhu air dicatat.


5. eping-keping logam dimasukkan kedalam kalorimeter. emudian
kalorimeter ditimbang kembali sampai 5 kali.
6. Lalu suhu setimbangnya dicatat.

V. DATA PENGAMATAN
1. Pengukuran Harga Air Kalorimeter
Percobaan
Massa
Kalorimeter +
Selubung +
Pengaduk
Kalorimeter +
Selubung +
bagian air
Kalorimeter +
Selubung + Air
Campuran
1. 241,70 gr 392,00 gr 438,00 gr
2. 235,20 gr 392,50 gr 438,00 gr
3. 235,50 gr 393,70 gr 429,10 gr
4. 240,00 gr 392,20 gr 425,50 gr
5. 236,00 gr 390,70 gr 427,80 gr

Suhu
Air dalam
kalorimeter
Air mendidih
Air dalam
kalorimeter + air
mendidih
29,00
0
C 62,00
0
C 31,00
0
C

2. Pengukuran Kalor Lebur Es
Percobaan
Massa
Kalorimeter +
Selubung +
Pengaduk
Kalorimeter +
Selubung + bagian
air + Pengaduk
Massa
Kalorimeter + Selubung
+ Air + es batu +
Pengaduk
1. 241,70 gr 392,00 gr 398,00 gr
2. 235,20 gr 392,50 gr 408,00 gr
3. 235,50 gr 393,70 gr 408,30 gr
4. 240,00 gr 392,20 gr 408,20 gr
5. 236,00 gr 390,70 gr 408,20 gr




Suhu
Air Es Batu Air + Es Batu
29,00
0
C 0
0
C 13
0
C
. Pengukuran Kapasitas Kalor 1enis Logam
Berat kepingan tembaga: 37,8 gr
Percobaan
Massa
Kalorimeter +
Pengaduk +
Selubung
Kalorimeter +


bagian air +
Pengaduk +
Selubung
Kalorimeter + Pengaduk
+ Selubung + Air +
Kepingan Tembaga
1. 241,70 gr 410,50 gr 442,10 gr
2. 235,20 gr 404,80 gr 453,00 gr
3. 235,50 gr 413,50 gr 446,80 gr
4. 240,00 gr 409,00 gr 453,00 gr
5. 236,00 gr 413,70 gr 452,50 gr

Suhu
Air dalam
kalorimeter
Kepingan
Tembaga
Keping-
keping logam
di panaskan
Air dalam
kalorimeter +
keping-keping
logam
29,00
0
C 28,00
0
C 50,00
0
C 39,00
0
C

VI. ANALISIS
PERHITUNGAN DATA
A. Pengukuran Harga Air Kalorimeter
1. Massa rata-rata kalorimeter kosong dan pengaduknya
k
:

k
= _

1
+
2
+
3
+
4
+
5

]
= _
, +, +, + , +,

]
= 237, 8 g

2. Massa rata-rata kalorimeter setelah diisi air
1
/
2
bagian (
k

u
)
(
k
+
u
) = _
%, +%, +%, + %, + %,

]

1961,1
5

= 392, 22 g
3. Massa air mula-mula (
1
) :
(
k
+
u
) (
k
) %, r ,8 r 154, gr
4. Massa kalorimeter air air mendidih (
c
) :

c
=

c1
+
c2
+
c3
+
c4
+
c5



438,00+438,00+429,10+425,50+427,80
5


2158,4
5

431, 8 g
5. Massa air mendidih (
2
) :

c
-
k
= ,8 -,8 = 193, 82 g
6. Temperatur :
Suhu air mula-mula 29,00
o
C
Suhu air mendidih

62,00
o
C
Suhu kesetimbangan 31,00
o
C

Kalor jenis kalorimeter :
2 1
Q Q
Q Q Q
k air

air mendidih
2 2 2 1 1 1 1
t c m t c m t c m
k k
c c c c c c
154,36 1 (31,00 29,00)| 194,32 c
k
(31,00 29,00)| 193,82

1
(62,00 31,00)
308,72

388,64 c
k
6008,42
c
k

8,-8,
88,
14,666
kal
/
gr
o
C
Harga air kalorimeter :

c
k
. m
k

14,666
kal
/
gr
o
C . 237,86 gr
488,5
kal
/
o
C

B. Pengukuran Kalor Lebur Es
1. Massa rata-rata kalorimeter kosong dan pengaduknya (
k
) :

k
= _

1
+
2
+
3
+
4
+
5

]
= _
, +, +, + , +,

]
= 237,8 g
2. Massa rata-rata kalorimeter setelah diisi air
1
/
2
bagian (
k

u
) :
(
k
+
u
) = _
%, +%, +%, + %, + %,

]

1961,10
5

= 392,22 g
3. Massa air mula-mula (
1
) :
(
k
+
u
) (
k
) %, r ,8 r 154, gr

4. Massa kalorimeter air es batu (
c
) :

c
=

c1
+
c2
+
c3
+
c4
+
c5



398,00+408,00+408,30+408,20+408,20
5


2030,70
5

4, 14 g
5. Temperatur :
Suhu air mula-mula 29,00
o
C
Suhu es batu

0
o
C
Suhu kesetimbangan 13,00
o
C

Kalor lebur es :
m
es
m
c
- m
k
- m
1
, r - ,8 r , r 13,92 r
c
es
0,5
kal
/
gr
o
C
Q
es
m . c . At
13,92 r 0,5
kal
/
gr
o
C (29,00 13,00)
o
C
111,36 kal
Q
es
m
es
.L
es

08

es
es
m
Q

111,3
13,92
8
kal
/
gr
o
C

C. Penentuan Kapasitas Kalor 1enis Logam
1. Massa keping logam tembaga () ,8 gr
2. Massa rata-rata kalorimeter kosong dan pengaduknya (H) :

k
= _

1
+
2
+
3
+
4
+
5

]
= _
, +, +, + , +,

]
= 237, 8 g
3. Massa rata-rata kalorimeter setelah diisi air
3
/
4
bagian ( m
k
m
air
) :
(
k
+
u
) = _
, +,8 +, +%, + ,

]

2051,2
5

= 41, 24 g
4. Massa rata-rata kalorimeter ditambah air dan tembaga:

k
+
u+tcmbugu
) = _
, +, +,8 + , + ,

]

2247,10
5

449, 42 g

5. Massa air mula-mula (A) :
(
k
+
u
) (
k
) , r ,8 r 12,8 g
6. Temperatur:
Suhu air mula-mula 29,00
o
C
Suhu tembaga awal (
1
) 28,00
o
C
Suhu tembaga panas (
2
)

50,00
o
C
Suhu kesetimbangan 39,00
o
C

Kalor jenis tembaga:

g
=
(
3
-
2
)
(
1
-
3
) +H(
3
-
2
)


172,38 (39,00-50,00)
37,8(28,00-39,00)+237,86(39,00-50,00)


-1896,18
-415,8+(-2616,46)


-1896,18
-3032,26

, 25 g

RALAT NISBI
a. Pengukuran Harga Air Kalorimeter
1. Massa kalorimeter pengaduk selubung
No m (gr) (gr) (m-) (gr) (m-)
2
(gr)
1. 241,70 237,86 3,84 14,7

2. 235,20 237,86 -2,66 7,07

3. 235,50 237,86 -2,36 5,57

4. 240,00 237,86 2,14 4,58

5. 236,00 237,86 -1,86 3,46

_( - )
2
(gr) 35,38



Am
_(m - m)
2
n (n - 1)


35,38
5 (5 - 1)


35,38
20

V,%
1,33

gr

_A ,8 r _ , r gr

Ralat nisbi 100
100 (
1,33
237,86
%)

` 100 (5,60 x 10
-3
x 100)
100 0,0056
,44
2. Massa kalorimeter pengaduk selubung bagian air
No m (gr) (gr) (m- ) (gr) (m- )
2
(gr)
1. 392,00 392,22 -0,22 0,048

2. 392,50 392,22 0,28 0,078

3. 393,70 392,22 1,48 2,190

4. 392,20 392,22 -0,02 0,0004

5. 390,70 392,22 -1,52 2,310
(gr) 4,6264


Am
_(m - m)
2
n (n - 1)


4,6264
5 (5 - 1)


4,6264
20

V,
0,481

gr

_A %, r _ ,8 r

Ralat nisbi 100
100 (
0,481
392,22
%)

` 100 (1,23 x 10
-3
x 100)
100 0,00123
,8
3. Massa kalorimeter air mendidih
No m (gr) (gr) (m- ) (gr) (m- )
2
(gr)
1. 438,00 gr 431,68 6,32 39,94

2. 438,00 gr 431,68 6,32 39,94

3. 429,10 gr 431,68 -2,58 6,66

4. 425,50 gr 431,68 -6,18 38,19

5. 427,80 gr 431,68 -3,88 15,05

(gr) 139,78


Am
_(m - m)
2
n (n - 1)


139,78
5 (5 - 1)


139,78
20

V,%8%
2,64

gr

_A ,8 r _ , r gr

Ralat nisbi 100
100 (
2,64
431,68
%)

` 100 (6,115 x 10
-3
x 100)
100 0,00612
,88
O Ralat massa bagian air
No (gr) (gr) ( - ) (gr) ( - )
2
(gr)
1. 392,00 392,22 -0,22 0,0484
2. 392,50 392,22 0,28 0,0784
3. 393,70 392,22 1,48 2,1904
4. 392,20 392,22 -0,02 0,0004
5. 390,70 392,22 -1,52 2,3104
2
(gr) 4,628

Am
_(m - m)
2
n (n - 1)


4,628
5 (5 - 1)


4,628
20

V,
0,48

gr

_A %, r _ ,8 r gr

Ralat nisbi 100
100 (
0,48
392,22
%)

` 100 (1,22 x 10
-3
x 100)
100 0,00122
,88
b. Pengukuran Kalor Lebur Es
1. Massa kalorimeter pengaduk selubung
No m (gr) (gr) (m- ) (gr) (m- )
2
(gr)
1. 241,70 237,86 3,84 14,7

2. 235,20 237,86 -2,66 7,07

3. 235,50 237,86 -2,36 5,57

4. 240,00 237,86 2,14 4,58

5. 236,00 237,86 -1,86 3,46

(gr) 35,38


Am
_(m - m)
2
n (n - 1)


35,38
5 (5 - 1)


35,38
20

V,%
1,33

gr

_A ,8 r _ , r gr

Ralat nisbi 100
100 (
1,33
237,86
%)

` 100 (5,60 x 10
-3
x 100)
100 0,0056
,44


2. Massa kalorimeter pengaduk selubung bagian air
No m (gr) (gr) (m- ) (gr) (m- )
2
(gr)
1. 392,00 392,22 -0,22 0,048

2. 392,50 392,22 0,28 0,078

3. 393,70 392,22 1,48 2,190

4. 392,20 392,22 -0,02 0,0004

5. 390,70 392,22 -1,52 2,310
(gr) 4,6264


Am
_(m - m)
2
n (n - 1)


4,6264
5 (5 - 1)


4,6264
20

V,
0,481

gr

_A %, r _ ,8 r

Ralat nisbi 100
100 (
0,481
392,22
%)

` 100 (1,23 x 10
-3
x 100)
100 0,00123
,8


3. Massa kalorimeter es batu
No m (gr) (gr) (m- ) (gr) (m- )
2
(gr)
1. 398,00 -8,14 66,256
2. 408,00 , 1,86 3,46
3. 408,30 2,16 4,67
4. 408,20 , 2,06 4,24
5. 408,20 2,06 4,24
(gr) 82,866

Am
_(m - m)
2
n (n - 1)


82,866
5 (5 - 1)


82,866
20

V,
4,14

gr

_A r _, r

Ralat nisbi 100
100 (
4,14
406,14
%)

` 100 (10,2 x 10
-3
x 100)
100 0,0102
,88


c. Pengukuran Kapasitas Kalor 1enis Logam
1. Massa kalorimeter pengaduk selubung
No m (gr) (gr) (m- ) (gr) (m- )
2
(gr)
1. 241,70 237,86 3,84 14,7

2. 235,20 237,86 -2,66 7,07

3. 235,50 237,86 -2,36 5,57

4. 240,00 237,86 2,14 4,58

5. 236,00 237,86 -1,86 3,46

(gr) ,8

Am
_(m - m)
2
n (n - 1)


35,38
5 (5 - 1)


35,38
20

V,%
1,33

gr

_A ,8 r _ , r gr

Ralat nisbi 100
100 (
1,33
237,86
%)

` 100 (5,60 x 10
-3
x 100)
100 0,0056
,44

2. Massa kalorimeter pengaduk selubung
3
/
4
bagian air
No m (gr) (gr) (m- ) (gr) (m- )
2
(gr)
1. 410,50 410,24 0,26 0,068

2. 404,80 410,24 -5,44 29,59

3. 413,50 410,24 3,26 10,62

4. 409,00 410,24 -1,24 1,54

5. 413,70 410,24 3,46 11,97

(gr) 53,788

Am
_(m - m)
2
n (n - 1)


53,788
5 (5 - 1)


53,788
20

V,%
1,64 gr

_A , r _ , r

Ralat nisbi 100
100 (
1,64
410,24
%)

` 100 (4,00 x 10
-3
x 100)
100 0,004
,


3. Massa kalorimeter air tembaga
No m (gr) (gr) (m- ) (gr) (m- )
2
(gr)
1. 442,10 449,42 -7,32 53,58

2. 453,00 449,42 3,58 12,82

3. 446,80 449,42 -2,62 6,86

4. 453,00 449,42 3,58 12,82

5. 452,50 449,42 3,08 9,49

(gr) 95,57

Am
_(m - m)
2
n (n - 1)


95,57
5 (5 - 1)


95,57
20

,8
2,18

gr

_A %, r _ ,8 r gr

Ralat nisbi 100
100 (
2,18
449,42
%)

` 100 (4,85 x 10
-3
x 100)
100 0,00485
,515
VII. Pembahasan
Pada percobaan kali ini dilakukan pengukuran harga air kalorimeter, kalor
lebur es, dan kapasitas kalor jenis logam (tembaga). Untuk mendapatkan harga
air kalorimeter (N
A
) yang perlu ditentukan adalah kalor jenis kalorimeter (c
k
).
Dan untuk mencari kalor jenis kalorimeter ini digunakan prinsip Azas Black
yaitu 'banyaknya kalor yang diberikan sama dengan banyaknya kalor yang
diterima.. Dalam perhitungan di atas didapatkan kalor jenis kalorimeter 14,666
kal/g
o
C. Dengan diketahuinya c
k
maka harga air kalorimeter dapat ditentukan, dan
dalam perhitungan di atas didapatkan N
A
sama dengan 3488,5 kal/g
o
C.
Pada percobaan ini juga dilakukan penghitungan untuk mencari kalor lebur
es. alor lebur adalah kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat padat
menjadi zat cair. alor lebur es dapat ditentukan dengan terlebih dahulu mencari
kalor yang diterima oleh es (Q
es
). Setelah Q
es
didapatkan maka kalor lebur es (L)
dapat dihitung dengan membagi m
es
rata-rata dengan Q
es
. Dalam perhitungan di
atas didapatkan kalor lebur es yaitu 8 kal/g
o
C.
alor jenis logam juga dapat ditentukan dengan menggunakan Azaz Black.
alor yang dilepaskan oleh logam yang telah dipanaskan sama dengan kalor yang
diterima oleh air. Dari perhitungan data yang telah dilakukan diperoleh kapasitas
kalor jenis tembaga yaitu 0,625 kkal/gram
o
C.
Pengambilan data pada percobaan ini dilakukan berulang-ulang agar hasil
yang diperoleh lebih teliti dan lebih mendekati nilai kebenaran. Untuk
memperbaiki hasil-hasil pengambilan data maupun perhitungan maka data-data
tersebut perlu diralat dengan metode ralat keraguan.
Hasil percobaan yang didapat melalui perhitungan berbeda jauh dari
literatur atau teori yang digunakan sebagai landasan teori untuk percobaan kali ini.
Beberapa buku menyebutkan bahwa kapasitas kalor jenis tembaga adalah 0,093
kkal/kg
o
C. Namun berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan didapatkan
kapasitas kalor jenis tembaga sebesar 0,625 kkal/kg
o
C. Perbedaan ini juga terlihat
pada hasil perhitungan kalor jenis lebur es dengan literatur yang ada. Literatur
menyebutkan bahwa kalor lebur es sebesar 334x10
3
J/kg, namun pada perhitungan
data diperoleh kalor lebur es sebesar 8 kal/g
o
C.
Hasil percobaan yang berbeda-beda itu dapat disebabkan ole beberapa
Iaktor yaitu diantaranya adalah:
1. eadaan lingkungan yang berubah dengan adanya kenaikan suhu dan tekanan
di lingkungan.
2. Pada saat mengukur massa, neraca yang digunakan tidak tepat pada skala nol.
3. Pengukuran suhu awal air pada kalorimeter yang kurang akurat.
4. etika pencampuran air panas pada percobaan pertama ada kalor yang lepas.
5. Suhu yang terlihat ketika air panas pada percobaan pertama dicampurkan ke
dalam kalorimeter kurang tepat.
6. Pengadukan saat peleburan es terlalu kuat sehingga menghasilkan kalor.
7. Penggunaan kalorimeter yang berulang berakibat pada pengukuran suhu yang
kurang akurat.
8. Terburu-buru saat eksperimen
9. Menutup kalorimeter yang kurang rapat memungkinkan ada kalor
10. etersediaan alat yang terbatas.
11. Faktor alam.
Syarat sebuah kalorimeter yang ideal adalah calorimeter tersebut memiliki
ketelitian yang cukup tinggi dan dapat mencegah hilangnya kalor akibat konveksi
dan konduksi
Azaz Black berbunyi 'jumlah kalor yang dilepaskan oleh benda yang
bersuhu lebih tinggi kepada benda yang bersuhu lebih rendah sama dengan jumlah
kalor yang diserap oleh benda yang bersuhu lebih rendah dari benda yang bersuhu
lebih tinggi tersebut.. sedangkan Hukum e Nol Termodinamika berbunyi 'jika
A setimbang termal dengan T dan T setimbang termal dengan B, maka A
setimbang termal dengan B. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa dua buah
benda yang suhunya sama dengan benda ketiga, suhunya adalah sama satu sama
lain, sehingga jika benda ketiga itu termometer, maka agar terpercaya dua buah
benda yang suhunya sama harus terbukti sama oleh termometer.
apasitas kalor jenis (c) adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan suatu zat
untuk menaikkan suhunya sebesar 1C tiap gram massa zat tersebut. apasitas
kalor (C) adalah banyaknya kalor yang dibutuhkan suatu zat untuk menaikkan
suhunya sebesar 1C tanpa memperhatikan massa zat tersebut. alor lebur adalah
kalor untuk meleburkan atau kalor untuk membekukan.
Yang dimaksud dengan kesetimbangan termal yaitu bila dua buah zat yang
berbeda suhunya disatukan, maka setelah beberapa saat kedua benda tersebut
suhunya akan sama. Dapat dikatakan bahwa kedua benda tersebut dalam keadaan
setimbang termal. Proses ini terjadi jika pengaruh dari lingkungan kita abaikan.

VIII. Kesimpulan
a. Apabila dua benda yang suhunya berbeda dipertemukan atau dicampurkan
dan diisolasi dengan sempurna terhadap lingkungan maka benda yang
suhunya tinggi akan memberikan kalor kepada yang bersuhu rendah. Bahwa
walaupun massa dan kenaikan suhunya sama, tetapi kalor yang diterima atau
dilepaskan oleh zat-zat yang berlainan jenis ternyata tidak sama. Hal ini
karena kemampuan atau kesanggupan menerima/melepaskan kalor setiap zat
berbeda.
b. alor adalah salah satu bentuk energi yang dipindahkan dari benda yang
bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah jika keduanya bersentuhan
c. alor jenis suatu zat dideIinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan
atau dilepas tiap satu kilogram masa, untuk menaikkan
d. Alat yang digunakan untuk mengukur kalor disebut kalorimeter, dan
kalorimeter bekerja berdasarkan Azas Black.
e. Prinsip dari Azas Black yaitu kalor yang diterima sama dengan kalor yang
dilepaskan.
I. Dalam menentukan harga kalor suatu zat tergantung pada beberapa Iaktor
yaitu:
1. hubungan antara kalor dengan kenaikan suhu (@t)
2. hubungan antara kalor dengan massa zat (m)
3. hubungan antara kalor dengan kalor jenis zat (c)
g. alor yang diperlukan suatu zat untuk menaikkan suhu berbanding lurus
dengan massa, kalor jenis zat, dan kenaikan suhunya. Dan secara matematis
dapat dituliskan dengan rumus Q m . c . @t


IX. Daftar Pustaka
Giancoli, Douglas C. 2001. isika Jilid I Edisi Kelima. Jakarta:Erlangga
Halliday, D., Resnick, R., Walker, J. - . asar-dasar isika Jersi iperluas
Jilid Satu. Tangerang: Binarupa Aksara.
anginan, Marthen. 2006. isika untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga.
Paramarta, Ida Bagus Alit., Suryaningsih, Ni Luh Gede Desy. 2011. Penuntun
Pratikum isika I. Jimbaran: Laboratorium Fisika Dasar.Universitas Udayana.
Diktat Fisika Dasar 1 Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu
Pegetahuan Alam Universitas Udayana.

Sumber lain:
www.chem-is-try.org
www.id.wikipedia.org
www.crayonpedia.com


LAMPIRAN: