Anda di halaman 1dari 12

Tugas Mata Kuliah

Pengantar Sejarah Asia



Restorasi Meiji











Di Susun Oleh:

Muhammad Shof|'|
13030111130008




1URUSAN ILMU SE1ARAH
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2011/2012


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Jepang merupakan salah satu negara maju di dunia yang juga sebagai negara
kebanggaan benua Asia. Jepang dibanggakan Asia karena Jepang mampu menciptakan
berbagai produk teknologi dan produk-produk lainnya yang mampu menyaingi produk-
produk dari barat. Bagi orang barat dan orang Asia, Jepang senantiasa menjadi negara
yang selalu menarik minat dan perhatian. Hal tersebut bukan karena Jepang merupakan
Negara Asia pertama yang mulai meniru dan mengambil alih ilmu pengetahuan dan
teknologi barat
1
, akan tetapi juga karena pandangan dunia dan tingkah laku Jepang
sendiri, baik di dunia internasional maupun di Asia sendiri.
Kemajuan yang dicapai Jepang dewasa ini mungkin tak terbayangkan seratus
tahun lampau, tatkala dimulainya pembaruan dan usaha-usaha yang dilakukan oleh
Kaisar Meiji, yang disebut dengan restorasi Meiji. Semenjak restorasi tersebut, mulailah
kebudayaan Barat masuk dan berkembang di Jepang. Sebelum adnaya restorasi Meiji
Jepang sangat tertutup dengan negara negara lain dan diperintah dengan cara
Ieodalistik.
Dorongan modernisasi Jepang berawal dari hadirnya angkatan laut Amerika
dibawah pimpinan Laksamana Perry. Laksamana Perry meminta pintu gerbang Jepang
untuk dibuka dan minta berunding dengan tujuan agar Jepang mau membuka diri dengan
bangsa asing, berdagang dan membolehkan kapal asing merapat di pelabuhan Jepang.
Akhirnya pada tahun 1854 Laksamana Perry berhasil memaksa mendapatkan jaminan
dari penguasa Jepang untuk memberi kebebasan kapal kapal Barat berlabuh di Jepang
dan memberi ijin kepada pedagang-pedagang Barat melakukan kegiatannya antara lai di
pelabuhan Yokohama dan beberapa pelabuhan lainnya
2
.
Modernisasi Jepang di zaman Meiji memang membawa pengaruh yang cukup
luas dalam tatanan kehidupan sosial dalam masyarakat Jepang. Peranan dan kekuasaan

1
!epang berhasll mengembangkan Leknologl dan llmu pengeLahuan baraL yang dlLerapkan pada
negaranya dan hlngga klnl !epang merupakan kekuaLan ekonml raksasa kedua dl dunla
2
Cukup banyak pendapaL mengenal dasar alasan mengapa bangsa !epang melakukan reformasl dalam
kehldupan kehldupan soslal pollLlknya dan cenderung menglkuLl caracara kehldupan bangsa 8araL padahal
bangsa !epang dlkenal sebagal bangsa yang memlllkl adaL dan Lradlsl yang kuaL Ada pendapaL yang
mengaLakan bahwa peran kalsar Mel[l memang sangaL menon[ol dalam mendorong Ler[adlnya perubahan
soslal pollLlk dl daam negerl !epang
Daimyo sebagai penguasa (landlords) wilayah tertentu mulai dihapuskan, tetapi posisi
mereka masih diakui dan dianugerahi gelar bangsawan. Demikian pula peranan para
Samurai yang secara bertahap mulai dikurangi dan akhirnya dihilangkan sama sekali.
Mereka kemudian sepenuhnya mendukung dan menerima legitimasi Kaisar sebagai
penguasa dan Kepala Negara Jepang.
Pada zaman Meiji tidak terdapat lagi kekuasaan Ieodal yang menguasai atau
memiliki wilayah sendiri diluar kekuasaan negara. Seluruh wilayah menjadi bagian dari
wilayah kekuasaan kekaisaran Jepang. Hal itu menyebabkan terbukalah peluang untuk
rakyat Jepang terhadap pendidikan yang meniru sistem pendidikan dunia Barat. Selain
itu juga menerapkan sistem moneter dan mendatangkan tenaga-tenaga ahli serta
mengimpor mesin-mesin pabrik untuk ditiru, sehingga Jepang mampu membangun dan
memodernisasikan industrinya.
Restorasi Meiji berjalan sukses. Hanya beberapa dasawarsa kemudian Jepang
berhasil menjadi negara adidaya. Hebatnya, meskipun Kaisar Meiji membuka pintu
Jepang buat pihak asing, negera ini tidak kehilangan identitasnya. Kaisar masih
memegang peranan penting sebagai pemimpin tertinggi negara dan agama Shinto sebagai
agama negara.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah dari pembuatan makalah ini
adalah :
1. Bagaimanakah gambaran umum Restorasi Meiji?
2. Bagaimanakah sistem pemerintahan Jepang selama masa Restorasi Meiji?
3. Bagaimanakah penghapusan Ieodalisme pada masa Restorasi Meiji?

. Tujuan Penyusunan Makalah
%ujuan pembuatan makalah ini adalah :
1. Mengetahui gambaran umum Restorasi Meiji.
2. Mengetahui sistem pemerintahan Jepang selama masa Restorasi Meiji.
3. Mengetahui penghapusan Ieodalisme pada masa Restorasi Meiji.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Restorasi Meiji
Restorasi Meiji dikenal juga dengan sebutan Meiji Ishin, Revolusi, atau
Pembaruan, adalah rangkaian kejadian yang menyebabkan perubahan pada struktur
politik dan sosial Jepang. Restorasi Meiji terjadi pada tahun 1866 sampai 1869, tiga
tahun yang mencakup akhir Zaman Edo dan awal Zaman Meiji. Restorasi ini diakibatkan
oleh Perjanjian Shimoda dan Perjanjian %owsen Harris yang dilakukan oleh Komodor
Matthew Perry dari Amerika Serikat
3
.
Pada tahun 1853, komodor Matthew C. Perry dari Amerika Serikat memasuki
teluk %okyo dengan kekuatan satu kuadron, sebanyak empat kapal. Ia kembali tahun
berikutnya dan berhasil membujuk Jepang untuk membuat perjanjian persahabatan
dengan negaranya. Pada tahun yang sama menyusul perjanjian-perjanjian serupa dengan
Rusia, Inggris dan Belanda, sehingga Jepang kembali terbuka bagi dunia luar. Perjanjian-
perjanjian tersebut diubah empat tahun kemudian menjadi perjanjian perdagangan, dan
kemudian perjanjian yang serupa dibuat dengan Perancis.
Kejadian-kejadian tersebut berdampak meningkatkan tekanan arus sosial dan
politik yang meggerogoti Iondasi struktur Ieodal. Selama kira-kira satu dasawarsa terjadi
kekacauan besar, sampai sistem Ieodal keshogunan %okugawa runtuh pada tahun 1867
dan kedaulatan dikembalikan sepenuhnya kepada kaisar dalam Restorasi Meiji pada
tahun 1868. Runtuhnya pemerintahan %okugawa merupakan berakhirnya zaman Edo
yang ditandai dengan penyerahan kekuasaan Shogun Keiki kepada kaisar Meiji. Zaman
baru ini disebut zaman Meiji yang berlangsung antaa 1868-1912. Kaisar Meiji juga
dipanggil sebagai kaisar Mutsuhito. Sebagai pusat pemerintahan maka kota Edo diganti
namanya dengan Kyoto, dan pada tahun 1869 ibu kota di pindahkan dari Kyoto ke
%okyo.
Pada masa inilah Jepang bergerak memodernisasikan diri dalam segala bidang,
yang dikenal dengan Restorasi Meiji
4
. Masa Meiji (1868-1912) merupakan salah satu
periode yang paling istimewa dalam sejarah bangsa-bangsa. Di bawah pimpinan Kaisar
Meiji, Jepang bergerak maju sehingga hanya dalam beberapa dasawarsa mencapai apa

3
hLLp//ldwlklpedlaorg/wlkl/8esLorasl_Mel[l
4
ada saaL lLu [uga !epang membangun slsLem pemerlnLahan ekonoml bahkan budaya dengan
menconLoh negaranegara 8araL.
yang diinginkan dimana di Barat memerlukan waktu berabad-abad lamanya. Hal yang
dicapai tersebut adalah pembentukan suatu bangsa yang modern yang memiliki
perindustrian modern, lembaga-lembaga politik modern, dan pola masyarakat yang
modern. Golongan-golongan lama yang selama masa Ieodal membuat masyarakat terbagi
dihapuskan. Seluruh negari terjun dengan semangat dan antusiasme ke dalam studi dan
pengambilalihan peradaban Barat modern
Selain itu, dalam Restorasi Meiji juga mempunyai pengaruh yang mendasar
terhadap perubahan konstitusi Jepang. Kehadiran bangsa Amerika di Jepang lah yang
menyebabkan perubahan konstitusi tersebut, yang mana konstitusi Jepang yang dibuat
atas supervisi Jenderal MacAthur, dan konstitusi itu masih berlaku hingga kini. Di bawah
asuhan Jenderal MacAthur, Jepang tumbuh kembali menjadi negara ekonomi yang
sangat tangguh, sehingga menjadi negara super power dalam bidang ekonomi sampai
saat ini.
Restorasi Meiji seolah menjadi jalan menuju kemakmuran bagi warga Jepang.
Dalam Restorasi Meiji ada beberapa hal yang menarik. Hal menarik tersebut adalah
sebagai berikut :
1. Para aktor yang sangat gigih dalam memerjuangkan reIormasi itu berjumlah tidak
lebih dari 100 orang pemuda.
2. %itik berat dari proses restorasi itu adalah di bidang pendidikan. Banyak
sekali pemuda Jepang dikirimkan ke luar negeri dan Jepang banyak mengambil
sistem Jerman dalam segala proses kehidupannya.
3. Sewaktu menjalankan Restorasi, Jepang sudah memiliki administrasi pemerintahan
yang sangat rapih warisan dari rezim %okugawa.
4. Pada dasarnya kepribadian Jepang sangat dipengaruhi oleh semangat Bushido yang
sangat asketik, berdisiplin tinggi, dan menjunjung tinggi kode etik dan tata
krama dalam kehidupan. Semua itu terus berlanjut pada waktu proses restorasi
itu berjalan.
Restorasi meiji memiliki tujuan utama yaitu sentralisasi kekuasaan pada Kaisar.
Namun demikian sentralisasi kekuasaan tersebut tidak bertujuan untuk mengeksploitasi
segala yang ada pada negara, melainkan agar memudahkan dalam pelaksanaan
pemerintahan. Dengan sentralisasi tersebut maka diharapkan Jepang akan menjadi negara
yang kuat dan makmur yang dapat menandingi negara-negara Barat, yang mana negara-
negara Barat tersebut telah banyak menjajah negara-negara di Asia, termasuk Jepang.

B. Sistem pemerintahan 1epang selama masa Restorasi Meiji
Sistem pemerintahan pada masa ini mengadopsi sistem dari Cina yaitu sistem
pemerintahan terpusat. Wilayah Jepang dibagi menjadi propinsi-propinsi yang dipimpin
oleh daimyo sebagai pemimpin militer daerah. Daimyo di masa %okugawa ini dibagi
menjadi 3 golongan yaitu :
1. Daimyo Shinpan, yaitu Daimyo yang mempunyai hubungak kekerabatan/keluarga
dengan %okugawa.
2. Daimyo Fudai
5
, yaitu Daimyo yang tidak mempunyai hubungan keluarga dengan
%okugawa. Daimyo ini secara langsung ikut membantu Shogun waktu merebut
kekuasaan yang waktu itu masih ada hubngan keluarga dengan %okugawa.
3. Daimyo %ozama, Daimyo ini juga tidak mempunyai hubungan keluarga dengan
%okugawa. Selain itu, Daimyo ini juga tidak ikut dalam membantu perebutan
kekuasaan. Daimyo-Daimyo ini terdiri dari beberapa keluarga, yaitu Chosu, Satsuma,
Heizen, dan %osa
6
.
Sebelum restorasi Meiji berlangsung, pemerintahan berada dibawah kekuasaan
%okugawa bakuIu
7
. Selama masa ini pula Jepang mengisolasi diri dari pengaruh luar.
Hingga kemudian sekitar tahun 1853 seorang pelaut Amerika Serikat yang bernama
perry menghendaki mendarat di pelabuhan Jepang untuk berdagang. hal ini tidak begitu
saja dipenuhi oleh pemerintah %okugawa dan memaksa kapal-kapal AS untuk unjuk
kekuatan dengan tembakan dari laut. Karena mengisolasi diri, Jepang ketinggalan
teknologi sehingga mengharuskan pemerintah Jepang menandatangani persetujuan
dengan komodor Perry.
Perjanjian ini berisi tentang kesewenang-wenangan pasukan Amerika Serikat
seperti mereka dapat menegakkan hukum mereka di tanah Jepang. Melihat ketidak-
mampuan pemerintah %okugawa dalam berperan sebagai kekuatan militer, beberapa
daimyo merasa tidak puas. Mereka adalah daimyo dari Satsuma dan Choshu yang
kemudian bergabung untuk menjatuhkan pemerintahan %okugawa dan beralasan
mengembalikan kekuasaan kepada kaisar/tenno.

3
ualmyo lnl se[a[ar dengan gubernurgubernur mlllLer
6
Mereka belum mendapaL kepercayaan sepenuhnya oleh Shogun maka berbagal pembaLasan
dlkenakan kepada mereka anLara laln Lldak boleh menghadap kalsar secara langsung Lldak boleh mendudukl
[abaLan[abaLan penLlng dl ?edo Lldak boleh memlllkl kekayaan yang berleblhleblhan
7
1okugawa lnl Lerdlrl aLas para Samural yang men[alankan admlnlsLrasl pemerlnLahan sekallgus sebagal
kekuaLan mlllLer
Pada tahun 1867 beberapa pemuda perwakilan dari Satsuma dan Choshu seperti
Saigo %akamori, Okubo %oshimichi, Komatsu %atewaki, Oyama Kakunosuke, Ito
Hirobumi, Shinagawa Yaziro, Hirazawa Maomi, dan Kido Koin mengadakan pertemuan
untuk bersama-sama meruntuhkan kekuasaan %okugawa dan menempatkan kaisar
sebagai kekuasaan pemerintah (tidak hanya sebagai pemimpin tertinggi agama). Inilah
sebenarnya yang menjadi tujuan utama dari perlawanan terhadap pemerintah %okugawa.
Mereka mengetahui jika pemerintahan kembali kepada kaisar, sedangkan kaisar masih
terlalu muda untuk menjalankan pemerintahan, maka orang-orang yang telah membantu
mengembalikan kekuasan kepada kaisarlah yang akan menjalankan sistem pemerintahan
selanjutnya. Merupakan cara yang licik memang, namun hal ini akan membawa Jepang
menjadi negara yang diakui oleh bangsa Eropa dan disegani oleh bangsa lain.
Setelah pemerintahan %okugawa jatuh, ibukota kaisar dipindah dari Kyoto ke Edo
pada tahun 1869. Dan akhirnya pemerintahan dikembalikan kepada kaisar. Namun
karena kaisar pada saat itu (Mutsuhito) masih berumur 15 tahun, maka pemerintahan
dijalankan oleh orang-orang dari Satsuma dan Choshu. Kemudian dari golongan-
golongan yang mendukung kaisar mengumandangkan semboyan 'sonno foui yang
artinya hormati kaisar dan usir orang asing.
Beberapa pemuda kemudian dikirim ke Eropa dan Amerika Serikat untuk
mencari ilmu pengetahuan dan menambah wawasan. Diantaranya yaitu pada tahun1882,
Ito Hirobumi ditunjuk sebagai ketua komite penyelidik konstitusi dan dikirim ke Eropa
untuk mempelajari sistem konstitusi pemerintahan di sana. Selama di Eropa beliau
menyimpulkan bahwa konsep konstitusi yang paling baik untuk Jepang adalah seperti
sistem pemerintahan kekaisaran jerman. Dan kemudian pada tanggal 11 Februari 1889,
ditetapkanlah konstitusi Jepang raya
8
.
Adanya kata-kata yang ambigu dan bagian-bagian yang kontradiktiI
menyebabkan sistem pemerintahan berubah-ubah dari demokratis ke otoriter sesuai
dengan interpretasi partai politik yang berkuasa. Perubahan ini berlangsung hingga
perang dunia ke-2. Kekalahan Jepang pada akhir perang dunia ke-2 memaksa kaisar
menyerahkan kekuasaannya. Pemerintah pendudukan yang didirikan Amerika Serikat
Serikat diperintahkan untuk membuat konstitusi baru untuk menyokong hal ini.

8
konsLlLusl lnl mulal dlberlakukan pada Langgal 29 nopember 1890 dengan dlmulalnya sldang perLama
parlemen kekalsaran konsLlLus lnl membagl kekuasaan anLara kalsar dengan uleL kekuasaan kalsar dengan
perdana menLerl dlbaLasl agar Lldak Ler[adl absoluLlsme
Kemudian tersusunlah konstitusi Jepang (nihon koku kenpou) yang mulai diberlakukan
tahun 1947, bersamaan dengan hengkangnya Amerika Serikat Serikat dan pemerintahan
demokrasi-liberal Jepang yang baru mulai berkuasa. Dengan demikian berakhirlah masa
berlakunya konstitusi Meiji.
Namun apakah selama restorasi Meiji tidak ada pertentangan di antara para
samurai mengenai berjalannya sistem pemerintahan? Hal ini tentu saja ada, misalnya
ketika para pemimpin disekeliling kaisar Meiji saat itu di bawah pimpinan Okubo
%oshimici menghapus sistem stratiIikasi dalam masyarakat terutama kaum samurai.
Okubo dan kawan-kawan menghapuskan daerah-daerah kekuasaan para daimyo untuk
dijadikan milik pemerintah seutuhnya. Para samurai pun tunduk pada keputusan ini.
Mereka menyadari bahwa untuk membawa Jepang menjadi negara yang menguasai ilmu
pengetahuan dan teknologi dengan tetap menjunjung tinggi kaisar serta mengusir
kekuasaan asing dari bumi Jepang, struktur masyarakat lama tidak bisa dipertahankan.
Membaurnya kaum samurai dengan golongan masyarakat yang lain akan
menularkan semangat, loyalitas terhadap pemimpin/kaisar dan disiplin hidup kaum
samurai yang mengilhami segala aktiIitas mereka. Dengan cara inilah Jepang mengalami
banyak kemajuan di berbagai bidang. Kemudian Pemerintah Meiji menghadapi para
samurai yang tidak setuju dengan modernisasi dan membuka hubungan dengan barat.
Meskipun pada awalnya pemerintah Meiji didukung oleh semangat semboyan sonno
joui, tetapi mereka sadar bahwa tidak boleh sembarangan mengusir bangsa asing karena
Jepang juga ingin belajar dan meniru dari mereka. Meskipun para samurai ada yang
menentang, ini berarti menandakan timbulnya semangat nasionalisme terhadap
bangsanya.
Para pemimpin Jepang menyadari bahwa militer Jepang tak akan kuat tanpa suatu
sistem pemerintahan yang baik, keadaan ekonomi dan sosial yang stabil. Segi
pemerintahan harus mendapat perhatian yang khusus. Pada tanggal 6 April 1868, Meiji
%enno mengeluarkan Charter Oath, yang terdiri dari lima bab. Lima bab tersebut adalah :
1. Akan dibentuk parlemen nasional dan dewan setempat.
2. Mengadakan azas-azas pemerintahan yang demokrasi.
3. Kemerdekaan, persamaan dan kebahagiaan dijadikan dasar kehidupan nasional.
4. Semua pendidikan yang tidak sesuai dengan tujuan pemerintahan akan dihapus.
5. Jepang akan mengambil dan mempergunakan tenaga-tenaga yang cakap dari mana
saja asalnya.
Dengan dikeluarkan Charter Oath, maka pada tahun 1868 diadakan reorganisasi
pemerintahan. Dalam reorganisasi pemerintahan ini kemudian jawatan-jawatan baru
dibentuk. Jawatan-jawatan tersebut antara lain :
1. Sosai atau Supreme Amisistrator yang dikepalai oleh seorang pangeran dan dibantu
oleh dua orang Iuku (wakil)
2. Gijo merupakan dewan eksekutiI yang anggota-anggotanya teriri dari para bangsawan
dan daimyo.
3. Sanyo merupakan dewan penasehat, anggota-anggotanya terdiri dari 5 orang
bangsawan dan 15 samurai.
Selain itu, untuk mengamankan dan mengelola negara juga dibbentuk alat-alat
perlengkapan negara, antara lain :
1. Departemen agama Shinto
2. Departemen dalam negeri
3. Departemen luar negeri
4. Departemen peperangan
5. Departemen keuangan
6. Departemen kehakiman
7. Departemen perundang-undangan
Pada tahun 1871 sistem kabinet mulai dipakai, dimana golongan Chosu, Atsuma,
Hizen dan %osa mempunyai peranan yag besar
9
. Sebaliknya golongan %okugawa tidak
mendapat kedudukan apa-apa dalam pemerintahan, karena mereka dianggap sebagai
golongan yang sudah bernoda, terutama terhadap Kaisar.

. Penghapusan Feodalisme pada Masa Restorasi Meiji
Adanya daimyo-daimyo dalam Restorasi Meiji dianggap menjadi penghambat
dalam pelaksanaan sistem pemerintahan sentralisasi. Hal ini karena adanya
kekuasaan-kekuasaan sulit untuk ditentukan dan sulit pula untuk mengambil suatu
kebijakan dalam pemerintahan. Dengan diserahkannya kekuasaan pemerintahan dari
Shogun kepada Kaisar berarti Jepang menganut pemerintahan sentralisasi. Sebagai
kelanjutan dari sistem pemerintahan sentralisasi maka segala bentu Ieodalisme harus
dihapuskan karena tidak sesuai dengan sistem sentralisasi tersebut.

9
Pal lnl dapaL dlmengerLl sebab merekalah golongan yang menghendakl adanya senLrallsasl kekuasaan
pada Langan kalsar dan selan[uLnya mengusulkan dladakannya reorganlsasl pemerlnLahan dlmana slsLem
pemerlnLahan menlru darl slsLem negara 8araL
Sebagai golongan yang pro kaisar, maka golongan Chosu, Satsuma, Hizen dan
%osa memberikan contoh mengembalikan hak milik tanah Ieodal mereka kepada
Kaisar. Dengan tindakan itu maka benih-benih yang mungkin dapat menimbulkan
perpecahan dapat terhindarkan. Selanjutnya negara dibagi-bagi menjadi provinsi-
provinsi (ken) yag diperintah oleh para gubernur yang ditunjuk dan diangkat oleh
Kaisar.
Para daimyo yang kehilangan jabatan ada 2 macam penyaluran oleh
pemerintah. Yang mempunyai kecakapan diberi jabatan tertentu, sedangkan yang
tidak mempunyai kecakapan dipensiun dan diberi pangkat kepangeranan sesuai luas
daerah yang pernah mereka kuasai dahulu. Selain hal yang sudah diatur oleh
pemerintah, ada juga daimyo yang terjun kedunia perdagangan.
Semua persoalan yang dimiliki para Samurai yang tertua akibat penghapusan
Ieodalisme ditampung oleh pemerintah. Mereka semua dipensiun dan dibayar dalam
bentuk sebagian uang tunai dan sebagiannya lagi berupa obligasi. Kemudian banyak
para Samurai tersebut yang terjun kedunia peperangan, industri, perbankan, dan
sebagainya.

BAB III
KESIMPULAN

Restorasi Meiji merupakan adalah rangkaian kejadian yang menyebabkan
perubahan pada struktur politik dan sosial Jepang yang dilakukan oleh Kaisar Meiji.
%ujuan dari Restorasi Meiji adalah sentralisasi kekuasaan pada Kaisar. Dengan
sentralisasi tersebut maka diharapkan Jepang akan menjadi negara yang kuat dan
makmur yang dapat menandingi negara-negara Barat, yang mana negara-negara Barat
tersebut telah banyak menjajah negara-negara di Asia, termasuk Jepang.
Pada masa Restorasi Meiji sistem pemerintahan yang digunakan adalah sistem
pemerintahan sentralisasi yang mana kekuasaan dipusatkan pada seorang Kaisar, agar
pemarintahan mudah diatur serta mudah untuk menentukan kebijakan. Keputusan kaisar
ini harus dipatuhi oleh seluruh warga negara Jepang.
Sebagai kelanjutan dari sistem pemerintahan sentralisasi, maka segala bentuk
Ieodalisme harus dihapuskan. Golongan yang pro kaisar mengembalikan hak milik tanah
mereka kepada Kaisar. Negara juga di bagi-bagi menjadi provinsi dan setiap provinsi
diperintah oleh gubernur yang ditunjuk oleh Kaisar. Para daimyo dan samurai setelah
adanya penghapusan Ieodalisme mereka diberi kebijakan oleh Kaisar.


DAFTAR PUSTAKA

Beasley, W.G. 2003. !0ngalaman J05ang S0farah Singkat J05ang. Jakarta: Yayasan obor
indonesia.
http://abinissa.wordpress.com/2007/11/04/restorasi-meiji-atau-modernisasi-jepang-dibawah-
kaisar-meiji/
http://hayudottie.staII.uns.ac.id/Iiles/2010/07/sejarah-jepang21.pdI
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/16234/3/Chapter20II.pdI
Irsan, Abdul. 2005. Politik Domestik, Global dan Regional. Makassar: Hasanudin University
Press.
Kodansha Encyclopedia oI Japan
Jansen, Marius B. 1983. J05ang S0lama Dua Abad !0rubahan. Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia
Pyle, Kenneth B. 1988. G0n0rasi Baru Zaman M0ifi. Jakarta: P% Gramedia
Suryohadiprojo Sayidiman. 1987. !0ngalaman dari J05ang. Manusia dan Masyarakat
J05ang dalam !0rfoangan Hidu5. Jakarta: Universitas Indonesia.