Anda di halaman 1dari 21

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

Bab 7 DISAIN UNTUK FASILITAS DISTRIBUSI


7.1 Ide tentang Listrik

Listrik adalah mirip dengan Air.


Potensi tenaga air adalah sebanding dengan Ketinggian (m) dari air dan Volume dari aliran (m3/s).

H (m)

Q (m3/s)

P (W) = 9.8* Q(m3/s) * H (m)

Kemiripan, Potensi tenaga listrik adalah sebanding dengan Tegangan (V) dan Arus (A).
I (A)

E (V)

P (W) = E (V) * I (A)

- 7-1 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

Lebih besar lebih mudah untuk mengalir.

Pipa
Q (m3/s)

<

Q (m3/s)

Lebih besar lebih mudah untuk mengalir, karena lebih besar tahanannya lebih kecil.

Konduktor
I (A)

<

I (A)

Penting untuk diperhatikan Hal-hal di atas adalah konsep dasar setelah bagian 7.2 berikut. Jika anda mendisain sebuah jaringan distribusi secara mendetil, direkomendasikan untuk berkonsultasi seperti ke PLN. 7.2 Pemilihan Jalur Distribusi Lokasi struktur pendukung harus dipilih pada tempat-tempat dimana (a) Mudah untuk akses dan perawatan (b) Kondisi tanah kuat dan stabil (c) Diharapkan tidak ada masalah dalam pengalihan/penggunaan lahan (d) Tidak ada masalah pada jarak dengan rumah dan pohon, dsb (e) Jalur distribusi harus paling pendek (f) Jika tiang dipasang disekitar slope curam atau pada dasar jurang, perhitungkan gambar berikut:

- 7-2 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

Karena tanah longsong dapat mengambil tempat, tempatkan jalur pada garis yang kuat.
Hindari memasang tiang pada dasar

jurang.

(g) Ketinggian konduktor dari atas tanah harus lebih dari 4 m.

Tegangan rendah: lebih dari 4 m 20kW: lebih dari 6.5 m

- 7-3 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

Kurang tinggi

Tegangan rendah: lebih dari 4 m 20kW: lebih dari 6.5 m

Tegangan rendah: lebih dari 4 m 20kW: lebih dari 6.5 m

7.3 Fasilitas Distribusi Struktur pendukung adalah sebagai berikut: (a) Tiang (b) Tarik tegang (c) Konduktor dan kabel 7.4 Tiang Tiang standar untuk jaringan transmisi diatas diklasifikasikan seperti terlihat dalam Tabel 1.3: Prioritas dalam penggunaan tiang beton harus bikinan lokal. Untuk tiang-tiang beton, pembuatan tiang yang lebih panjang dan kuat akan lebih baik untuk skala penggunaan yang lebih luas. Untuk memperbaiki kemampuan kerja dalam konstruksi dan perawatan, tiang didisain untuk dapat memasang sekrup pijakan.

(d) Pengaman (e) Trafo distribusi (f) Sambungan rumah

- 7-4 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

Tabel 7.4.1 Penerapan Struktur Pendukung


Struktur pendukung Penerapan Tiang beton Dipakai secara umum Tiang kayu (termasuk Digunakan untuk area dimana akses sulit untuk mesin-mesin berat tiang bambu) Tiang besi Digunakan untuk area dimana akses sulit untuk mesin-mesin berat (standar dilampirkan pada Ref 7.1))

Tiang beton

Tiang kayu

Tiang besi

7.4.1 Panjang Bentangan Tiang Panjang bentangan antara pendukung jaringan distribusi ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut: Bentangan yang direkomendasikan 50 m; Maksimum 80 m, untuk area diluar pemukiman, area persawahan, dan ruang terbuka; Maksimum 50 m, untuk area pemukiman penduduk.

- 7-5 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

7.4.2 Jarak Bebas Minimum yang Diijinkan untuk Konduktor dan Lingkungan Jarak bebas minimum konduktor dari atas tanah akan didisain dengan kriteria sebagai berikut:
Ketinggian konduktor di atas tanah Memotong jalan Sepanjang jalan Tempat lain 20 kV 6.5 m 6.0 m 6.0 m Tegangan Rendah 4.0 m 4.0 m 4.0 m 0.8 m 0.8 m 1.0 m 0.2 m

Jarak bebas vertikal antara konduktor telanjang 20 kV dan konduktor berpenyekat Tegangan Rendah Jarak bebas antar fasa dari konduktor telanjang 20 kV Jarak bebas vertical antar konduktor telanjang 20 kV Jarak bebas antara konduktor berpenyekat Tegangan Rendah

7.4.3 Ketinggian Tiang Ketinggian tiang harus ditentukan dengan memperhitungkan faktor-faktor berikut: (a) Ketinggian yang diperlukan untuk konduktor feeder (penyulang) diatas tanah dapat diamankan dibawah lendutan terbesar. (b) Jarak bebas yang diperlukan antara konduktor feeder dan bangunan, kawat listrik lain atau pepohonan dapat diamankan (jarak bebas dibawah lendutan maksimum harus diuji). Ketinggian yang direkomendasikan dari struktur pendukung adalah sebagai berikut: Tabel 7.4.2 Ketinggian yang direkomendasikan untuk struktur pendukung
Tegangan 20 kV Tegangan Rendah Panjang Tiang yang Direkomendasikan 9m 7m

(a) Rekomendasi kedalaman minimum pemasangan tiang adalah satu per enam dari panjang tiang. Sebagai contoh, Kedalaman pemasangan tiang = Panjang tiang 9 m1/6 = 1.5 m (b) Jika kondisi tanah tidak stabil, akar tiang harus diperkuat dengan baik. Lihat gambar berikut ini.

- 7-6 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

7.4.4 Ukuran Tiang Ukuran tiang harus ditentukan dengan memperhitungkan momen pada tiang dengan beban angin. Tabel berikut menunjukkan hubungan antara ukuran dan tinggi tiang untuk setiap ukuran kabel dalam ukuran persegi.
D0

Beton: 210 kgf/cm2 Penguatan: SR235, tekanan yang diijinkan adalah 1400 kgf/cm2, 19 mm2 D0 = ukuran persegi pada sisi tiang penguatan Bentangan tiang: 50 m 2 ukuran kabel:70mm
Panjang Tinggi Momen Momen Total D0 Penguatan d (cm) tiang tiang maksimum maksimum oleh momen (cm) 19mm2 oleh tiang kabel pcs 7m 5.8 m 204 898 1103 20 8 4 untuk TR 9m 7.5 m 388 1155 1543 23 8 4 untuk 20kV

ukuran kabel:35mm2
Total Panjang Tinggi Momen Momen tiang tiang maksimum maksimum oleh momen oleh tiang kabel 7m 5.8 m 184 583 767 9m 7.5 m 338 750 1088 D0 Penguatan d (cm) 19mm2 pcs 8 4 untuk TR 8 4 untuk 20kV

18 20

ukuran kabel: 16mm2

- 7-7 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

Panjang tinggin Momen Momen Total tiang tiang maksimum maksimum oleh momen oleh tiang kabel 7m 5.8 m 174 519 693 9m 7.5 m 338 668 1005

D0 Penguatan1 d (cm) 9mm2pcs 17 20 8 8 4 4 untuk TR untuk 20kV

7.5 Tarik tegang Tarik tegang harus dipasang untuk menyeimbangkan tiang. Jenis-jenis beban untuk struktur pendukung adalah (a) beban vertikal, (b) beban mendatar, dan (c) beban samping. (a) Beban vertikal Berat tiang, berat kabel, beban vertikal dari tekanan kawat, dll. (b) Beban mendatar Tekanan angin ke tiang, ketidakseimbangan beban dari panjang bentangan yang berbeda. (c) Beban samping Tekanan angin ke kabel, komponen beban samping dari tekanan kawat, dll.

Tekanan angin

(b) (c)

(a)

Tempat dimana tarik tegang harus dipasang adalah sebagai berikut: -Akhir dari jaringan distribusi

-Jaringan distribusi membelok seperti bentuk elbow. Adalah mungkin untuk menghilangkan tarik tegang jika sudutnya kurang dari 5 derajat.
tegangan

- 7-8 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

-Untuk memperkuat kelurusan jaringan distribusi menahan tekanan angin


Tekanan angin

-Pada daerah bergelombang, jika dibutuhkan, tarik tegang seharusnya dipasang.

Penggunaan kawat penegak untuk 20 kV tiang 9 m 200 daN (Underbuild) (Sudut tarik tegang dengan permukaan = 60 derajat)
Ukuran konduktor AAAC 25 m m2 AAAC 35 m m2 AAAC 50 m m2 AAAC 70 mm2 10 < < 45 Tipe I Tipe I Tipe I Tipe I Sudut belokan 45 < < 75 Tipe I Tipe I Tipe II Tipe II 75 < < 90 Tipe I Tipe II Tipe II Tipe II

Penggunaan kawat penegak untuk 20 kV tiang 9 m 200 daN (Semi-Underbuild) (Sudut tarik tegang dengan permukaan = 60 derajat)
Ukuran konduktor Sudut belokan

- 7-9 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

AAAC 25 mm2 AAAC 35 mm2 AAAC 50 mm2 AAAC 70 mm2

5 < < 10 Tipe I Tipe I Tipe I Tipe I

10 < < 30 Tipe I Tipe II Tipe II Tipe II

30 < < 60 Tipe II Tipe II Tipe II Tipe III

60 < < 75 Tipe II Tipe II Tipe III Tipe III

75 < < 90 Tipe II Tipe III Tipe III Tipe III

Penggunaan kawat penegak untuk 20 kV tiang 7 m 100 daN (Sudut tarik tegang dengan permukaan = 60 derajat)
Sudut belokan 5 < < 10 10 < < 60 2 x 25 + 1 x 25 mm2 Tipe I 3 x 25 + 1 x 25 mm2 Tipe I 2 x 35 + 1 x 25 mm2 Tipe I 3 x 35 + 1 x 25 mm2 Tipe I 2 x 50 + 1 x 35 mm2 Tipe I Tipe I 3 x 50 + 1 x 35 mm2 Tipe I Tipe I 2 x 70 + 1 x 50 mm2 Tipe I Tipe I 3 x 70 + 1 x 50 mm2 Tipe I Tipe I Tipe I : diameter kawat tarik tegang = 5 mm Ukuran konduktor Tipe II Tipe III : diameter kawat tarik tegang = 9 mm : diameter kawat tarik tegang = 2 x 9 mm 60 < < 90 Tipe I Tipe I Tipe I Tipe I Tipe I Tipe I Tipe II Tipe II

H = Kedalaman bagian tongkat sekur yang ditanam h = Panjang dari sisa tongkat sekur bagian atas = Sudut antara sekur (horisontal)

D H L

dengan

permukaan

Penggunaan tongkat sekur, balok sekur dan kedalaman penanaman untuk setiap klasifikasi sekur

- 7-10 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

Bahan tongkat sekur: U24 24daN/mm2


Klasifikasi sekur L (Ringan) M (sedang) L Panjang tongkat (m) 2.1 2.5 D Diameter (mm) 12 22 =60 H (cm) 155 190 H (cm) 30 Sekur balok 55x55x15 100x100x15

Klasifikasi tarik tegang


Bahan: kawat baja, 7-kawat; dililit ke sebelah kanan Klasifikasi sekur L (ringan) M (sedang) Potongan (mm2) 20 64 Diameter kawat tarik tegang (mm) 5 9 Beban terberat (daN) 1700 6000

7.6 Konduktor dan kabel 7.6.1 Kelebihan Konduktor dan Kabel Kelebihan dari konduktor dan kabel ditunjukkan pada tabel berikut
keuntungan o murah o mudah untuk menyambung tiap konduktor o aman o dapat untuk pemasangan dibawah tanah kerugian o tidak aman o mahal o susah untuk menyambung tiap kabel

konduktor kabel

7.6.2 Ukuran Konduktor Ukuran konduktor harus dipilih dengan memperhitungkan jumlah beban sekarang, beban yang diperkirakan, hubungan pendek/korsleting, kapasitas arus konduktor, kerugian tegangan, kerugian daya, kekuatan mekanikal, dll. Terlalu banyak ukuran tidak dapat dipakai untuk percabangan feeder.

7.6.3 Lendutan Konduktor

- 7-11 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

Lendutan kondutan ditentukan dengan mempertimbangkan tegangan konduktor yang diijinkan, kekuatan struktur pendukung, beban angin pada konduktor, dll. Lendutan konduktor perlu dijaga ketinggiannya dari atas tanah seperti tabel berikut:
Ketinggian konduktor dari atas tanah Memotong jalan Sepanjang jalan Tempat lain 20 kV 6.5 m 6.0 m 6.0 m Tegangan rendah 4.0 m 4.0 m 4.0 m

7.6.4 Beban Setiap Fasa Jaringan distribusi 3-fasa diperlukan untuk menjaga keseimbangan beban. Jika beban tidak seimbang melebihi 20%, peralatan akan menerima pengaruh yang buruk. 7.6.5 Dimanakah jaringan 3-fasa diubah ke jaringan satu fasa? Untuk menghindari hal-hal diatas, perlu sekali bahwa jaringan distribusi 3-fasa diperluas ke desa-desa permintaan. Jika tidak mungkin melakukannya karena biaya, kita perlu untuk memberi perhatian untuk menjaga keseimbangan beban. 7.7 Trafo Distribusi Pada kasus jaringan distribusi 20kV dibutuhkan sementara jaringan 380/220V karena jarak jauh dari stasiun pembangkit ke konsumen dengan alasan pengiriman kapasitas, penurunan tegangan dll, sejumlah trafo step-up dan step-down harus dipasang. Sambungan dari kedua step-up dan step-down sama persis. Trafo step-up dipasang pada sisi stasiun pembangkit untuk menaikkan 380/220V ke 20/11.5kV dan trafo step-down dipasang pada area konsumen untuk menurunkan tegangan dan kebalikannya. 7.7.1 Jenis Trafo Distribusi

Trafo distribusi diklasifikasikan kedalam dua jenis dengan metode penyekatan sebagai berikut; Trafo Oil immersed: Lilitan dibenamkan dalam isolasi minyak dalam tanki dan lebih murah. Jenis trafo kering: Lilitan disekat dengan penahan panas epoxy (H-class)

- 7-12 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

tanpa tanki tetapi mahal. Trafo distribusi diklasifikasikan ke dalam dua jenis dengan metode lilitan sebagai berikut; Trafo tiga fasa: Sambungan - Cocok untuk pentanahan dari poin netral Sambungan - Sambungan - Catatan: ; sambungan Delta ; sambungan Star Trafo satu fasa: Biasanya digunakan untuk menurunkan tegangan dari 20/11.5kV ke 220V dekat area konsumen. Trafo satu fasa dapat juga digunakan kedua sambungan star dan delta dengan sambungan luar dengan kombinasi dari trafo 3 nos. 7.7.2 Kebutuhan Trafo 1) Pertama, mengukur jarak dari powerhouse (rumah pembangkit) ke setiap pusat pemukiman masyarakat.

jarak a (km) jarak b (km) jarak c (km) jarak x (km)


x (km)

a (km)
Desa A X Desa B

b (km) c (km)
PH

Desa C

2) Menghitung arus beban I dari setiap jaringan distribusi (A)


IXA =

Pa 10 3 3 VLV
,

IXB =

Pb 10 3 3 VLV
,

IPX = IXA+ IXB , IPC =

Pc 10 3 3 VLV

- 7-13 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

Disini, Pa [kVA]: beban dari X ke A (daya dari setiap rumah jumlah rumah tangga) VLV [V]: Tegangan rendah 3) Menghitung kerugian tegangan dari setiap kabel VXA [V] = IXA0.443a VXB [V] = IXB0.443b VPC [V] = IPC0.443c VPX [V] = IPX0.443x Hambatan dari konduktor 70 mm2 = 0.443 [/km] 4) Menghitung total kerugian tegangan Power house ke Desa A : VXA + VPX = VA If VA < (VLV persentase kerugian tegangan), ini tidak memerlukan trafo. Power house ke Desa B : VXB + VPX = VB, If VB < (VLV persentase kerugian tegangan), ini tidak memerlukan trafo. Power house ke Desa C : VPC, If VPC < (VLV persentase kerugian tegangan), ini tidak memerlukan trafo. 7.7.3 Penerapan Trafo Distribusi Trafo distribusi step-up (menaikan) dan step-down (menurunkan) harus pada konstruksi tiga-fasa, dan kapasitas standar mereka adalah sebagai berikut: 5 kVA, 10 kVA, 16 kVA, 25 kVA, and 50 kVA 7.7.4 Pemilihan Satuan Kapasitas Kapasitas trafo harus ditentukan 125 % (= 100 % / 80 %) dari kapasitas generator, jika faktor daya adalah 80 %. Beban maksimum adalah 100%, dan kelebihan beban tidak akan diijinkan karena mengurangi masa pakai trafo. Trafo cenderung untuk digunakan lama sampai mereka rusak tanpa perawatan berkala. Tabel berikut menunjukkan hubungan antara kapasitas trafo dan generator.

- 7-14 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

Tabel 7.9 Hubungan antara kapasitas trafo dan generator


Kapasitas Trafo Kapasitas generator 5 kVA 4 kW 10 kVA 16 kVA 25kVA 50kVA 4 kW 8 8 kW 12.8 12.8 kW 20 kW 40 kW kW 20 kW kW

Sebelum memutuskan satuan kapasitas trafo baru, area suplai dari trafo baru harus ditentukan dengan memperhitungkan hal-hal berikut: (a) Area suplai dari trafo baru tidak akan overlap dengan suplai trafo lain dari feeder lain. (b) Area suplai dari setiap trafo harus mandiri. (c) Pembatasan kerugian tegangan harus memuaskan pada setiap bagian dari area suplai. Kapasitas trafo baru harus ditentukan dengan memperhitungkan pertumbuhan permintaan yang diharapkan dari area, karena bagaimanapun kapasitas paling kecil yang memuaskan permintaan pada area sekarang secara umum diterapkan. 7.7.5 Lokasi Trafo step-up harus diletakkan dekat powerhouse. Trafo step-down harus diletakkan dalam atau dekat ke area pusat beban. Dalam memutuskan lokasi final untuk memasang trafo, kondisi-kondisi berikut sebaiknya juga diuji: (a) Mudah untuk akses dan pekerjaan-pekerjaan penggantian. (b) Dipisahkan dari bangunan-bangunan lain atau pepohonan dengan jarak yang cukup. (c) Untuk tipe dipasang pada tiang, pemasangan tiang harus tidak rumit. (d) Tipe di atas tanah harus dibangun dengan tidak menimbulkan masalah umum. 7.8 Sambungan Rumah (SR / HC(=House Connection)) 7.8.1 Pemakaian Sambungan Rumah Untuk SR (sambungan rumah), kabel twisted berinti tembaga atau berinti aluminium akan digunakan. Ukuran dari bahan berinti tembaga adalah: 4 mm2; 6 mm2; 10 mm2; 16 mm2; 25 mm2 Ukuran dari bahan berinti aluminium adalah: 10 mm2; 16 mm2; 25 mm2; 35 mm2 Adalah lebih baik untuk tidak menggunakan sebuah tiang di atap dengan jalur masuk konsumen diletakkan seperti bahwa itu akan dapat dilihat dari luar. Penggunaan tiang di atap hanya untuk melayani sambungan dari rumah ke rumah atau sebuah rumah yang tidak diletakkan pada sisi yang sama dari jalan dengan jaringan tegangan rendah,

- 7-15 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

sehingga sebuah tiang atap dibutuhkan. Jarak bebas minimum adalah 3 m untuk halaman tertutup, 4 m untuk jalan umum, jika ketinggian rumah kurang dari 3 m, sebuah tiang atap akan digunakan seperti yang diperlukan supaya jarak bebas tercapai. Bagaimanapun, jika dengan menggunakan sebuah tiang di atap jarak bebas minimum tidak tercapai, sebuah tiang pendukung harus digunakan untuk sambungan rumah seperti itu. Kawat-kawat dari bagian area yang paling kecil harus digunakan dengan pertimbanganpertimbangan berikut: (a) Kapasitas dari kawat mencukupi untuk membawa arus beban puncak. (b) Kriteria kerugian tegangan memuaskan.
Perhitungan kerugian tegangan maksimum untuk SR adalah sebagai berikut: - Untuk SR mengambil dari TR, kerugian tegangan maksimum untuk SR adalah 2 %. - Untuk SR mengambil langsung dari trafo, kerugian tegangan maksimum untuk HC adalah 12 %.

Bentangan sambungan rumah adalah seperti tabel berikut.


Potongan (mm2) 10 16 25 Dari tiang atap ke tiang atap a (m) 40 35 35 T (daN) 38 42 63 S (m) 0.78 0.84 0.84 Dari tiang jaringan TR ke tiang atap memotong jalan desa a (m) T (daN) S (m) 58 38 1.66 47 42 1.49 47 63 1.49 Dari tiang jaringan TR langsung ke rumah memotong jalan desa a (m) 49 40 40 T (daN) 38 42 63 S (m) 1.18 1.11 1.11

dimana : a = panjang bentangan (m) S = lendutan (m) T = tarikan/tegangan (daN) Asumsi: Intensitas angin = 40 daN/m2 Kekuatan tiang atap: 76 daN Faktor bentuk kabel dengan memperhatikan angin = 0.6 Lebar jalan desa = 6 m dengan trotoar di kanan dan kiri = 1 m Jarak bebas diatas jalan = 4 m Silakan mengacu ke referensi 7-2 tentang konstruksi sambungan rumah yang melintasi jalan desa. 7.8.2 Pengkabelan dalam Rumah

- 7-16 -

Panduan untuk Pembangunan Pembangkit Listrik Mikro-Hidro Bab 7

Jenis pengkabelan dalam rumah ditunjukkan dalam Gambar 7.8.1. Konsumsi tenaga yang diharapkan disetiap rumah tangga adalah 150 W dengan fasilitas-fasilitas sebagai berikut; 1) MCB (Molded Circuit Breaker) satu fasa untuk pengaman dari hubungan pendek dan pentanahan. 2) 2 nos. lampu ruang dengan saklar on-off. 3) 1 no. lampu di pintu masuk dengan saklar on-off. 4) 1 no. lampu di luar digunakan untuk fasilitas umum . Gambar 7.8.1 Jenis Diagram Pengkabelan Dalam Rumah

[Ref. 7-1 Standar Tiang Besi]


Beban yang bekerja (daN)
Diameter bagian tiang (mm) A B C 100 89.1 114.3 139.8

- 7-17 -

1,500

Manual for Micro-Hydro Power Development Chapter 7 (Reference)

Ketebalan pipa (mm)

A B C Diffraksi pada beban yang bekerja (mm) Ketebalan isian (mm) Panjang isian (mm)

3.2 3.5 4.5 96 5 600

E : Bagian dilas F : Sock-pen E G : Plat pegangan

100 300

- 7-18 -

Manual for Micro-Hydro Power Development Chapter 7 (Reference)

[Ref. 7-2 Konstruksi Sambungan Rumah Memotong Jalan Desa]

- 7-19 -

Manual for Micro-Hydro Power Development Chapter 7 (Reference)

- 7-20 -

Manual for Micro-Hydro Power Development Chapter 7 (Reference)

- 7-21 -