Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I

PERCOBAAN II
SIFAT-SIFAT KELARUTAN SENYAWA ORGANIK




DISUSUN OLEH:
NAMA : HENDRA SENDANA
NIM : F1F1 10 014
KELOMPOK : I
KELAS : B
ASISTEN : SRI HARYANTI

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2011
Sifat-Sifat Kelarutan Senyawa Organik
A. Tujuan
1. Mempelajari siIat-siIat kelarutan senyawa organik
2. Membandingkan tingkat kelarutan suatu senyawa terhadap beberapa
pelarut
. Dasar Teori
Larutan dapat dideIinisikan sebagai suatu campuran dari dua atau lebih
komponen yang membentuk suatu dispersi molekular yang homogen, merupakan
satu Iase. Suatu larutan yang tersusun dari hanya dua zat dikenal sebagai larutan
binair, dimana zat yang satu yang dianggap terlarut dinamakan solut dan zat yang
dianggap sebagai pelarut dinamakan solven. Biasanya komponen yang besar
jumlahnya dinyatakan sebagai solven sedang komponen yang sedikit jumlahnya
dinyatakan sebagai solut. Tapi bilamana zat padat merupakan salah satu dari
komponen suatu larutan maka zat padat tersebut biasanya dianggap sebagai solut
sedang komponen lainnya (yang berupa zat cair) dianggap sebagai solven.
(Moechtar, 1989)
Senyawa-senyawa organik dapat diklasiIikasikan sesuai dengan
kelarutannya dalam sejumlah pelarut dan larutan tertentu. Senyawa dikatakan larut
apabila 0,1 gram padatan atau 0,2 ml cairan dapat larut dalam 3 ml pelarut. Secara
umum senyawa organik dapat diklasiIikasikan berdasarkan kelarutannya dalam
pelarut organik adalah senyawa polar larut dalam pelarut polar dan senyawa
nonpolar larut dalam senyawa nonpolar. Dalam kelarutan senyawa organik dengan
suatu larutan dapat memberikan inIormasi tentang klasiIikasi larutan yang bersiIat
asam dan larutan yang bersiIat basa. KlasiIikasi ini dapat dilakukan dengan
menentukan siIat kelarutannya dalam larutan basa, netral atau larutan asam
(Petrucci, 1987).
Pengamatan ilmiah menunjukkan bahwa ada kecenderungan 'like
dissolves like dalam kelarutan solut dalam solven. Air mampu melarutkan garam
karena gaya ion-dipol sama kuat dengan gaya ion-ion yang ada pada garam
sehingga mampu menggantikannya. Larutan yang memenuhi 'like dissolves like
mensyaratkan adanya kesetaraan kekuatan gaya untuk dapat mengatasi gaya
dalam solven dan solut. Suatu larutan tertentu dikatakan jenuh bila zat itu berada
dalam satu Iase dan dalam keadaan setimbang dengan larutan. Sedangkan suatu
larutan dikatakan lewat jenuh jika larutan itu mengandung zat terlarut dengan
kepekaan yang lebih besar daripada larutan jenuh zat itu. Dalam larutan tak jenuh,
kepekatan zat terlarut lebih rendah daripada kepekatan larutan jenuhnya. (Rivai,
2006)
Jenis-jenis pelarut yang digunakan untuk melarutkan, antara lain: a)
pelarut polar. Pelarut polar melarutkan zat terlarut ionik dan zat polar lain, b)
pelarut nonpolar. Aksi pelarutdan cairan nonpolar seperti hidrokarbon berbeda
dengan zat polar. Pelarut nonpolar tidak dapat mengurangi gaya tarik menarik
antara ion elektrolit kuat dan lemah, karena tetapan dielektrik pelarut yang rendah.
Oleh karena itu, zat terlarut ionik dan polar tidak dapat larutatau hanya dapat larut
sedikit dalam pelarut nonpolar, c) pelarut semipolar. Pelarut semi polar seperti
keton dan alkohol dapat menginduksi suatu derajat polaritas tertentu dalm molekul
pelarut nonpolar, sehingga menjadi dapat larut dalam alkohol (Hart, 1987).
Atom dengan keelektronegatiIan yang sama atau hampir sama membentuk
ikatan kovalen, dalam mana kedua atom menerapkan tarikan yang sama atau sama
terhadap elektron ikatan. Jenis ikatan kovalen ini disebut ikatan nonpolar. Dalam
molekul organik, ikatan karbon-karbon dan ikatan karbon hydrogen adalah jenis
ikatan nonpolar yang paling umum. Dalam senyawa kovalen seperti H2O, HCl,
CH3OH atau H2CO, satu atom mempunyai keelektronegatiIan yang substansi
lebih besar dari pada yang lain. Semakin elektronegatiI suatu atom, semakin besar
tarikannya terhadap electron ikatan tarikannya tidak cukup bagi atom untuk
memecahkannya menjadi ion, tetapi cukup sehingga atom ini mempunyai bagian
rapat elektron yang lebih besar. Hasilnya adalah ikatan kovalen polar, suatu ikatan
dengan distribusi rapat elektron yang merata (Fessenden dan Fessenden, 1986).

. Alat dan ahan
1. Alat
O Botol semprot
O Pipet tetes
O Tabung reaksi
O Pipet ukur 10 ml
O Filler
O Timbangan analitik
2. Bahan
O Etil asetat
O Aquades
O NaOH
O HCl
O H
2
SO
4

O Minyak tanah
O Metanol
O Etanol
O Glukosa
O Kanji/amilum
O Asan asetat
O KlroIorm

D. Prosedur kerja
1. Kelarutan dalam etil asetat











2. Kelarutan dalam air

Etil asetat, minyak tanah, metanol, etanol, glukosa, kanji, asam
asetat, dan kloroIorm.
Dipipet masing-masing sebanyak
0,2 ml
Dimasukkan kedalam tabung
reaksi
Ditambahkan 3 ml pelarut air
Dikocok
Diamati kelarutannya

Larut : metanol, etanol, glukosa, asam asetat, kanji
Tidak larut : minyak tanah, kloroIorm, etil asetat
Etil asetat, minyak tanah, metanol, etanol, glukosa, kanji, asam
asetat, dan kloroIorm.
Dipipet masing-masing sebanyak
0,2 ml
Dimasukkan kedalam tabung
reaksi
Ditambahkan 3 ml pelarut air
Dikocok
Diamati kelarutannya

Larut : metanol, etanol, glukosa, asam asetat
Tidak larut : minyak tanah, kanji, kloroIorm
3. Kelarutan dalam NaOH

















4. Kelarutan dalam HCl

Etil asetat, minyak tanah, metanol, etanol, glukosa, kanji, asam
asetat, dan kloroIorm.
Dipipet masing-masing sebanyak
0,2 ml
Dimasukkan kedalam tabung
reaksi
Ditambahkan 3 ml pelarut NaOH
Dikocok
Diamati kelarutannya

Larut : etil asetat, metaonol, etanol, glukosa
Tidak larut : minyak tanah, kanji, asam asetat, kloroIorm
Etil asetat, minyak tanah, metanol, etanol, glukosa, kanji, asam
asetat, dan kloroIorm.
Dipipet masing-masing sebanyak
0,2 ml
Dimasukkan kedalam tabung
reaksi
Ditambahkan 3 ml pelarut HCl
Dikocok
Diamati kelarutannya

Larut : metanol, etanol, glukosa, asam asetat
Tidak larut : etil asetat, minyak tanah, kanji, kloroIorm
. Kelarutan dalam H
2
SO
4


Etil asetat, minyak tanah, metanol, etanol, glukosa, kanji, asam
asetat, dan kloroIorm.
Dipipet masing-masing sebanyak
0,2 ml
Dimasukkan kedalam tabung
reaksi
Ditambahkan 3 ml pelarut H
2
SO
4

Dikocok
Diamati kelarutannya

Larut : etil asetat, metanol, etanol, glukosa, asam asetat
Tidak larut : minyak tanah, kanji, kloroIorm
. Hasil pengamatan
1. Tabel Pengamatan
No. Senyawa
Kelarutan Dalam
Etil
asetat
H
2
O NaOH HCl H
2
SO
4

1 Etil Asetat - x \ x
\ warna merah
kecoklatan panas
2 Minyak Tanah x x x x x
3 Metanol \ \ \ \ \ disertai panas
4 Etanol \ \ \ \ \ disertai panas
Glukosa \ \ \ \
\ warna merah
kecoklatan panas
6 Kanji/Amilum x \ x x x
7 Asam Asetat \ \ x \ \ disertai panas
8 KloroIorm x x x x x

Ket. \ Larut
x Tidak larut
2. Reaksi-reaksi
a) Kelarutan dalam etil asetat
CH
3
COOC
2
H

minyak tanah (Cn H


2
n 2)
CH
3
COOC
2
H

CH
3
OH CH
3
COOCH
3
C
2
H

OH
CH
3
COOC
2
H

C
2
H

OH CH
3
COOC
2
H

C
2
H

OH
CH
3
COOC
2
H

CH
3
COOH CH
3
COOC
2
H

CH
3
COOH
CH
3
COOC
2
H

CHCl
3

b) Kelarutan dalam H
2
O
H
2
O CH
3
COOC
2
H


H
2
O minyak tanah (Cn H
2
n 2)
H
2
O CH
3
OH CH
3
O
-
H
3
O


H
2
O C
2
H

OH C
2
H

O
-
H
3
O


H
2
O C
6
H
12
O
6
C
6
H
12
O
6
H
2
O
H
2
O kanji kanji H
2
O
H
2
O CH
3
COOH CH
3
COOH H
2
O
H
2
O CHCl
3

c. Kelarutan dalam NaOH
NaOH CH
3
COOC
2
H

CH
3
COOC
2
H
4
Na

H
2
O
NaOH minyak tanah (Cn H
2
n 2)
NaOH CH
3
OH CH
3
ONa H
2
O
NaOH C
2
H

OH C
2
H

ONa H
2
O
NaOH C
2
H

OH C
2
H

OH NaOH
NaOH kanji
NaOH CH
3
COOH CH
3
COONa H
2
O
NaOH CHCl
3

d. Kelarutan HCl
HCl CH
3
COOC
2
H


HCl minyak tanah (Cn H
2
n 2)
HCl CH
3
OH CH
3
Cl H
2
O
HCl C
2
H

OH C
2
H

Cl H
2
O
HCl kanji
HCl CH
3
COOH CH
3
COOH HCl
HCl CHCl
3

e. Kelarutan dalam H
2
SO
4

H
2
SO
4
CH
3
COOC
2
H

CH
3
COOC
2
H

H
2
SO
4

H
2
SO
4
minyak tanah (Cn H
2
n 2)
H
2
SO
4
CH
3
OH CH
3
OH H
2
SO
4

H
2
SO
4
C
2
H

OH C
2
H

OH H
2
SO
4

H
2
SO
4
kanji
H
2
SO
4
CH
3
COOH CH
3
COOH H
2
SO
4

H
2
SO
4
CHCl
3




. Pembahasan
Kelarutan merupakan kemampuan suatu zat untuk dapat bercampur secara
sempurna dengan suatu pelarut tertentu. Secara umum, dikatakan larutan apabila
zat terlarut dan perlarutnya berada dalam Iase yang sama, sehingga siIat-siIatnya
sama diseluruh cairan. Campuran ini disebut juga campuran homogen. Tetapi
suatu pelarut tertentu dicampur kemudian membentuk 2 lapisan, maka campuran
merupakan campuran dua Iase atau biasa disebut dengan campuran heterogen.
Pada percobaan ini akan diamati kelarutan berbagai senyawa-senyawa
organik dalam pelarut-pelarut polar dan sampel yang akan digunakan adalah etil
asetat, H
2
O, NaOH, HCl, dan H
2
SO
4
. Kelarutan dari tiap-tiap senyawa didasarkan
pada hukum like dissolved like yaitu yang menyatakan bahwa senyawa polar akan
larut dalam senyawa polar dan senyawa nonpolar akan larut dalam senyawa
nonpolar pula.
Pada uji kelarutan dengan menggunakan etil asetat sampel-sampel
senyawa yang larut yaitu metanol, etanol, glukosa, dan asam asetat sedangkan
sampel yang tidak larut yaitu minyak tanah, kanji, dan kloroIorm. Diketahui
bahwa etil asetat adalah pelarut yang bersiIat polar sehingga hanya dapat
melarutkan senyawa yang bersiIat polar pula seperti metanol, etanol, glukosa, dan
asam asetat. Etil asetat dapat larut pada sebagian sampel karena kemampuan etil
asetat dalam membentuk ikatan hidrogen dengan sampel yang sama-sama polar.
Ikatan hidrogen terbentuk karena adanya atom hidrogen yang parsial positiI dari
satu molekul yang ditarik oleh pasangan elektron yang menyendiri dari atom suatu
molekul lain yang bersiIat elektronegatiI. Tarikan ini yang disebut ikatan
hidrogen.
Pada uji kelarutan dengan menggunakan H
2
O sampel-sampel senyawa
yang larut yaitu metanol, etanol, glukosa, kanji, dan asam asetat. Kelarutan
senyawa ini disebabkan karena kemampuan dari H
2
O dalam membentuk ikatan
hidrogen pula.
Pada uji kelarutan dengan menggunakan HCl, senyawa metanol dapat larut
dalam senyawa HCl karena kesamaan siIat kepolarannya, etil asetat, kloroIorm,
kanji dan minyak tanah tidak dapat larut karena bersiIat nonpolar. Dalam pelarut
HCl memiliki ion yang lebih elektromagetiI yaitu Cl
-
sehingga elektron dari ion
H

lebih tertarik keion tersebut dan ini menyebabkan momen dipolnya yaitu dipol
positiI dan dipol negatiI membentuk kutub. Inilah yang menyebabkan kepolaran
sehingga senyawa polar dapat larut didalamnya.
Pada uji kelarutan dengan menggunakan H
2
SO
4
senyawa-senyawa yang
tidak larut yaitu minyak tanah, kanji dan kloroIorm. H
2
SO
4
termasuk senyawa
yang bersiIat polar sehingga minyak tanah dan kloroIorm yang bersiIat nonpolar
tidak dapat larut. Senyawa H
2
SO
4
yang bersiIat polar larut pada etil asetat,
metanol, etanol, glukosa, dan asam asetat. Pada senyawa kanji H
2
SO
4
tidak dapat
larut karena pada saat penambahan H
2
SO
4
terbentuk endapan kanji yang berwarna
putih. Endapan ini terbentuk karena kanji teroksidasi oleh H
2
SO
4
. Pada kelarutan
etil asetat, metanol, etanol, glukosa, dan asam asetat pada H
2
SO
4
disertai dengan
panas. Panas karena terjadinya reaksi eksoterm antara pelarut dan zat terlarut.
. Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari praktikum ini yaitu:
1. Prinsip kelarutan senyawa organik adalah senyawa polar hanya dapat
larut dalam senyawa polar dan senyawa nonpolar hanya dapat larut
dalam senyawa nonpolar pula.
2. Senyawa metanol adalah senyawa polar yang merupakan senyawa
hidrokarbon berantai rendah dan memiliki keasaman yang tinggi
sehingga dapat larut dalam air, HCl, H
2
SO
4
, etil asetat dan NaOH.
Sedangkan kloroIorm dan minyak tanah merupakan senyawa nonpolar
yang tidak dapat larut pada senyawa polar.
DATAR PUSTAKA
Fessenden, Ralp J dan Fessenden, Joan S. 1986. Dasar-Dasar Kimia Organik Jilid
1. Erlangga. Jakarta

Hart, H. 1987. Kimia Organik. Erlangga. Jakarta.

Moechtar. 1989. 'Farmasi Fisika`. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Petrucci, Ralph. 1987. Kimia Dasar. Erlangga. Jakarta.

Rivai, H. 2006. 'Asas Pemeriksaan Kimia`. Universitas Indonesia UI Press.
Jakarta.




Tugas Setelah Praktikum
1. Simpulkan ciri-ciri senyawa organik yang termasuk polar, semipolar, dan
nonpolar!
2. Bagaimana hubungan kelarutan berdasarkan struktur senyawa?
Jawab
1. Ciri-ciri;
- senyawa organik polar :
a) Momen dipolnya lebih besar dari nol
b) Larut dalam pelarut polar tetapi tidak larut dalam pelarut nonpolar
c) BersiIat konduktor
- senyawa organik semipolar :
a) Momen dipolnya tidak sama dengan nol, tetapi kecil
b) Larut dalam pelarut polar maupun nonpolar
c) BersiIat semikonduktor
d) Memiliki gugus polar dan nonpolar
- senyawa organik nonpolar :
a) Momen dipolnya sama dengan nol
b) Larut dalam pelarut nonpolar tetapi tidak larut dalam pelarut polar
c) BersiIat isolator
2. Kelarutan senyawa organik secara kimia bergantunga pada struktur
molekulnya sehingga secara kulaitatiI dapat meramalkan penggolongan
kelarutan organik berdasarkan sturktur zat terlarut serta siIat Iisika dan
kimia zat pelarut. Kelarutan dalam sebuah pelarut diramalkan berdasarkan
hukum kelarutan ike disso;e ike.