Anda di halaman 1dari 15

1

A. JUDUL PROGRAM Peningkatan Kekuatan dan Kekerasan Gear Rantai Sepeda Motor Buatan Lokal Dengan Proses Cyaniding. B. LATAR BELAKANG MASALAH Sprocket sepeda motor yang berpasangan dengan rantai merupakan salah satu contoh komponen yang berfungsi untuk mentransmisikan daya sehingga dalam pengaplikasiannya sprocket harus memiliki ketahanan aus yang baik. Di pasaran beredar beberapa macam produk sprocket sepeda motor mulai dari produk orisinil (buatan jepang) yang berharga mahal, hingga produk-produk non orisinil atau tiruan yang lebih murah. Harga produk orisinil saat ini sekitar tiga kali lipat dari harga produk non orisinil (Budi, 2005).

Keunggulan sprocket sepeda orisinil yaitu umur pakai yang lebih lama, disebabkan adanya proses perlakuan tambahan pada sprocket, yaitu surface treatment untuk mengubah sifat atau karakteristik logam pada permukaan. Salah satu proses yang dipakai untuk mengubah sifat permukaan logam adalah Cyniding.

Gambar 1. Gear rantai sepeda motor dari material baja karbon rendah.

Pada gambar 1 ditunjukkan gear rantai sepeda motor dari material baja karbon rendah. Seperti yang kita ketahui bahwa pada gear rantai sepeda motor (terutama gear rantai bagian belakang) sering sekali haus karena harus bergesekan dengan rantai, hal ini tentu merugikan dari segi efisiensi biaya karena umur pakainya yang relatif rendah. Dari permasalahan diatas menerangkan bahwa gear pada motor dapat kita keraskan permukaan giginya saja sehingga kekerasan yang optimum

kita dapatkan pada permukaannya saja tetapi bagian dalam dari gear rantai sepeda motor masih tetap ulet.

Cyaniding adalah proses perlakuan panas yang dikerjakan pada low-carbon steel dan alloy steel dimana steel dipanaskan hingga 760-8450C dalam molten bath dari larutan sianida (misalnya natrium sianida) dan garam lain. (Raka, 1999). Proses ini menghasilkan suatu lapisan permukaan yang keras dengan inti yang masih lunak sehingga baja karbon medium masih tetap ulet (tidak getas) meski permukaannya menjadi keras. C. PERUMUSAN MASALAH Permasalahan yang diangkat pada program ini dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh kandungan Sodium cyanide ( cyaniding ) terhadap sifat kekerasan dari gear rantai sepeda motor? 2. Bagaimana pengaruh Sodium cyanide ( cyaniding )terhadap efisiensi umur pakai dari gear rantai sepeda motor? 3. Bagaimanakah struktur mikro yang terbentuk pada gear rantai sepeda motor setelah menagalami perlakuan cyaniding? 4. Bagaimana perbandingan distribusi kekerasan pada sprocket orisinil dengan sprocket non orisinil hasil cyaniding? D. TUJUAN PROGRAM Tujuan dilaksanakannya kegiatan PKMP ini adalah: 1. Untuk mengetahui pengaruh Sodium Cyanide ( cyaniding ) terhadap sifat kekerasan dari gear rantai sepeda motor. 2. Untuk mengetahui pengaruh Sodium cyanide ( cyaniding )terhadap efisiensi umur pakai dari gear rantai sepeda motor. 3. Untuk mengetahui strukturmikro yang terbentuk pada gear rantai sepeda motor setelah menagalami perlakuan Cyaniding. 4. Untuk mengetahui perbandingan distribusi kekerasan pada sprocket orisinil dengan sprocket non orisinil hasil Cyaniding.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari program ini adalah data-data mengenai pengaruh temperatur pemanasan cyaniding dan pengaruh komposisi Sodium Cyanide pada gear rantai sepeda motor. Serta dapat dimasukkan dalam artikel ilmiah untuk dikaji ulang serta dapat dipatenkan. Sehingga diharapkan data tersebut kemudian dapat dijadikan acuan dalam proses pembuatan gear rantai sepeda motor. F. KEGUNAAN PROGRAM Kegiatan program ini yaitu dapat menghasilkan gear rantai sepeda motor yang berkualitas tinggi dengan harga yang relatif murah serta sebagai upaya peningkatan kualitas gear rantai sepeda motor G. TINJAUAN PUSTAKA 1. Baja Baja pada dasarnya adalah paduan besi-karbon. Selain terdiri dari besi dan karbon, baja biasanya juga mengandung sejumlah unsur lain sebagian berasal dari pengotoran pada bijih besi ( misalnya belerang dan phosphor ), yang biasanya kadarnya akan ditekan serendah mungkin, sebagian lagi dari unsur yang digunakan pada proses pembuatan baja ( misalnya silicon dan mangan ).

Gambar 2. Diagram fasa Fe Fe3C ( Sumber : Wahid (1999)

Pada gambar 2 ditunjukkan diagram fasa Fe Fe3C. Dimana baja mempunyai kadar karbon antara 0 2% carbon.

1.1 Klasifikasi berdasarkan komposisi kimia Baja secara umum dapat dibagi menjadi: Baja karbon ( baja tanpa paduan, plain carbon steel ). Baja paduan

1.1.1 Baja Karbon Baja karbon rendah ( Low carbon Mild steel), kadar karbon sampai 0,30%. Digunakan untuk baja profil rangka bangunan, mur, baut dan lain-lain. Baja ini dapat dikeraskan. Baja karbon menengah ( Medium carbon steel ), kadar karbon 0,30 % 0,70%. Masih terdiri dari ferrit dan perlit juga, dengan perlit cukup banyak, sehingga baja ini lebih kuat dan keras serta dapat dikeraskan, tetapi getas. Banyak dugunakan untuk konstruksi mesin, seperti poros engkol, poros, roda gigi, pegas dan lain-lain, yang memerlukan kekuatan dan ketangguhan yang lebih tinggi. Baja karbon tinggi ( High carbon steel ), kadar karbon lebih dari 0,70%, Baja ini terutama digunakan untuk konstruksi mesin yang memerlukan kekuatan lebih tinggi dan biasanya memerlukan sifat tahan aus, misalnya untuk gunting, mata bor, reamer dan perkakas tangan yang lain. 2. Pengerasan Permukaan Pengerasan permukaan atau case hardening biasanya digunakan untuk mendapatkan sifat tahan aus pada permukaan saja dan bagian dalamnya tetap memiliki keuletan dan ketangguhan yang baik. Dibandingkan dengan pengerasan tembus (through hardening) yang dapat menurunkan keuletan dan ketangguhan, pengerasan permukaan lebih sering dipilih untuk mengeraskan roda gigi, poros.

2.1 Cyaniding Cyaniding merupakan modifikasi liquid carburizing. Dilakukan dengan

menggunakan salt bath seperti pada liquid carburizing, tetapi dengan konsentrasi garam cyanid yang lebigh rendah dan temperature pemanasan yang lebih rendah. Reaksi yang terjadi pada salt bath sama dengan yang terjadi pada liquid carburizing, Tetapi, karena temperatur pemansasan yang dipakai lebih rendah, maka difusi nitrogen cukup banyak.

Cyaniding yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan salt bath dengan kandungan cyanide sebesar 30 % dengan pemanasan pada 800-8500C. Waktu tahan bias mencapai 1,5 jam. Pada kulit akan diperoleh kandungan nitrogen sampai 0.5% dengan kadar karbon 0.5-0.8%. Walaupun kadar karbonnya lebih rendah tetapi kekerasan yang tinggi dapat dicapai setelah diquench sehingga terbentuk martensit.

H. METODE PENELITIAN 1. Variabel Penelitian Variabel terikat yang digunakan dalam penelitian adalah gear rantai sepeda motor Sedangkan variabel bebasnya adalah variasi temperatur pada proses cyaniding.

2.Diagram Alir Penelitian START

Persiapan alat dan Bahan

Cyaniding, temperature 800 oC,850 holding time 90 menit Quenching ( oil)

Tempering 300C, 500oC holding time 60,120 menit

Uji kekerasan

Uji stukturmikro

Analisa data dan pembahasan

Kesimpula nn

END

Gambar 4. Diagram alir penelitian

3) Prosedur Penelitian 3.1 Bahan Penelitian Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah gear sepeda motor. Spesimen berbentuk plat lingakaran. Pada gambar 5 ditunjukkan spesimen uji yang akan digunakan pada penelitian ini.

Gambar 5. Spesimen Uji 3.2 Peralatan Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Mesin pemptong 2. Penggaris 3. Gerinda 4. Peralatan Heat treatment 5. Peralatan uji kekerasan - Mikro hardness 6. Peralatan pada pengambilan foto - Mikroskop optik - Kertas gosok grid 120-200 Las oksi asitilen Stpwatch Boks untuk quenching Termocouple - Serbuk alumina - Etching reagen - Mesin grinding dan polishing

3.3 Cyaniding Penelitian ini menggunakan dua variable yaitu variable temperature cyaniding dan waktu lamanya pemansan. Cyaniding dilakukan pada temperature 8500C dengan laju pemanasan konstan 150C/ menit dan waktu penahanan 90 menit kemudian diquencing di media oli. Cyaniding ini dilakukan supaya penetrasi nitrogen lebih

masuk ke dalam baja dan untuk memperoleh sifat tahan aus yang tinggi,fatique limits/strength yang lebih baik. 3.4 Tempering Tempering dilakukan sebelum mencapai temperatur kamar, sekitar 50 oC 75 oC. Untuk mengukur temperatur tersebut digunakan termocouple. Temperatur temper yang dipilih 300oC dan 500oC dengan waktu 60 dan 120 menit dan diquenching di udara. Tempering ini dilakukan untuk memperoleh sifat mekanik yang lebih tangguh.

3.5 Pengamatan Mikro Preparasi sampel yang dilakukan pada pengamatan mikro ini sama pada pengamatan makro. Pengamatan mikro dilakukan untuk mengetahui perubahan struktur mikro mulai dari bagian tepi sampai pada bagian tengah spesimen uji. Perbesaran yang diambil 100x,200x, 500x dan 1000x

Gambar 6. Mikroskop optic Pada gambar 6. Ditunjukkan mikroskop optic yang akan digunakan untuk pengamatan mikro untuk mengetahui perubahan struktur mikro yang terjadi. 3.6 Uji Hardness Untuk mengetahui kekerasan lapisan selubung (case depth) yang sangat tipis digunakan pengujian kekerasan dengan vickers. Pengujian dilakukan berdasarkan standar ASTM E 384, adapun langkah langkah yang dilakukan adalah: a. Spesimen dibersihkan permukaannya

b. Menempatkan indentor pada mesin c. Menempatkan beban yang sesuai pada mesin d.Menaikan tabel mesin dengan memutar hand wheel sehingga indentor mengadakan penetrasi pada specimen e. Memutar handle sehingga terjadi penetrasi berarti pembebanan penuh f. Setelah handle tidak bergerak lagi, skala dibaca (pembacaan pada beban penuh) g. Handle dikembalikan kepada posisi semula kemudian skala dibaca (pembacaan pada relieving).

Gambar 8 Lokasi uji titik mikro hardness Pada gambar 8 ditunjukkan lokasi uji titik hardness yang akan dilakukan pada spesimen uji. Angka kekerasan dihitung dengan rumusan sebagai berikut: bila F dalam satuan (N) kekerasan vickers menjadi:

(7) Dimana : Hv = Kekerasan vickers F = beban (kgf) S = luas indentasi (mm2) D = diameter rata rata indentasi (mm) = sudut indentor bila F dalam satuan (N) kekerasan vickers menjadi: (8) I. JADWAL KEGIATAN PROGRAM

10

Tabel 1. Jadwal pelaksanaan program No. Kegiatan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 Bulan 5 2 3 4

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 1. Pencarian Bahan dan Sampel Preparasi Sampel Perijinan Laboratorium Pengujian spesimen Penyusunan laporan dan Poster

2. 3. 4. 5.

Adapun pelaksanaan pengujian secara keseluruhan dilakukan dilingkungan Jurusan Teknik Material dan Metalurgi FTI ITS dengan dibantu beberapa staf laboratorium. J. RANCANGAN BIAYA Adapun anggaran Biaya pada penelitian ini adalah sebagai berikut : URAIAN UNIT HARGA SATUAN 1. Biaya Habis Pakai Pembelian gear motor orisinil Pembelian gear motor non orisinil Pembelian gas oksitilen Pembelian serbuk alumina Pembelian Etching reagen Pembelian alkohol Tinta printer Biaya pembuatan proposal 2 tbg 200 gr 2 botol 1 botol 4 pak Rp. 450.000 12 buah Rp. 60.000 Rp. 540.000 Rp . 900.000 Rp. Rp. 50.000 Rp. Rp. 10.000 Rp. Rp. 40.000 Rp. Rp. 900.000 100.000 10.000 160.000 50.000 9 buah Rp. 250.000 Rp. 2.250.000 JUMLAH

11

dan penggandaannya Jumlah Biaya dokumentasi Rp. 100.000

Rp. 5.010.000

2. Peralatan Penunjang PKM Penyewaan termocouple Pembelian stopwacth Pembuatan mesin pemutar flame hardening Pembelian Penggaris 1 unit Rp. 5.000 9.000 Rp. untuk 5 unit Rp. 50.000 Rp. 3 liter Rp. 50.000 Rp. 150.000 250.000 450.000 1 unit 1 unit 2 unit Rp. 300.000 Rp. 50.000 Rp. 350.000 Rp. 700.000 Rp. 5.000 Rp. Rp. 300.000 50.000

Pembelian kertas amplas 50kertas Rp. grade 220 - 2000 Pembelian tekanan air Pembelian resin untuk moulding specimen nozzle

Jumlah

Rp. 1.905.000

3. Biaya Pengujian Jumlah biaya strukturmikro Biaya flame hardening Biaya mikro hardness Rp. Rp. Rp. 650.000 750.000 750.000

Rp. 2.150.000

4. Lain-lain Jumlah Biaya Tranportasi Biaya tak terduga 30 hari Rp. 20.000 Rp. Rp. 600.000 235.000

Rp. 835.000

Total Biaya

Rp. 9.900.000

12

5. Pemasukan Dikti Total Pemasukan K. DAFTAR PUSTAKA Avner 1985. Introduction to Physical Metallography, , Sidney . Singapore: Mcgraw-Hill Book Company Kenji Asakura, Fumio Hasimoto, Kyouritsu Syuppan, 2002.Manufacturing Process I Kenji Asakura, Fumio Hasimoto, Kyouritsu Syuppan, 2002Manufacturing Process II Mikell P. Groover; John Wiley & Sons, Inc.Fundamentals of Modern Manufacturing, Materials, Processes, and Systems; Second Edition Serope Kalpakjian and Steven R. Schmid, 2003.Manufacturing Processes for Engineering Materials, Fourth Edition, , Prentice Hall, New Jersey Thelning,Karl-Erik. Butterworths, 1984. Steels and Its Heat Treatment,: London and Boston Suherman, Wahid, 1988. Diktat Kuliah Ilmu Logam I : Jurusan Teknik MesinFTIITS, Surabaya Suherman, Wahid, 1988. Diktat Kuliah Ilmu Logam II: Jurusan Teknik MesinFTIITS, Surabaya http://www.google.co.id/#h1=id&biw=1366&bih=575&q=flame+hardening%28+ e1gun%2C1999%29&aq=f&aqi=&aq1=&oq=&gs_rfai=&fp+358c43829b219 671 http://rakacahya.blogspot.com/2009/06/heat-treatment.html Rp. 9.900.000 Rp. 9.900.000

L. LAMPIRAN 1) Biodata Kelompok KETUA KELOMPOK

13

Nama Nama Panggilan Jenis Kelamin Agama Tempat / Tanggal Lahir Alamat Asal Telephone/Handphone Email RIWAYAT PENDIDIKAN Tahun 1998-2004 2004-2007 2007-2010 2010-sekarang

: I Dewa Gede Panca Suwirta : Dewa : Laki-laki : Hindu : Klungkung, 26 Juni 1992 : Nusa Penida, Kabupaten Klungkung-Bali : 087854793404 : dewa5ne@gmail.com

Institusi SD SD N 1 Semarapura Tengah SMP SMP Negeri 1 Semarapura SMA SMA Negeri 1 Semarapura Perguruan Tinggi Jurusan Teknik Material & Metalurgi FTI-ITS Penulis,

Tingkatan

PENGALAMAN KEPANITIAAN : 1.Organizing Comitee Suksesi TPKH-ITS 2009 ANGGOTA KELOMPOK 1 Nama Nama Panggilan Jenis Kelamin Agama Tempat / Tanggal Lahir Alamat Asal Telephone/Handphone Email (I Dewa Gede Panca S ) NRP : 2710 100 004 : Gede Panca Ady Sapputra : Gede : Laki-laki : Hindu : Gianyar, 20 September 1992 : Jl. Jaya Negara No.22 Gianyar-Bali :081916616269 : panca_kacul@yahoo.com

RIWAYAT PENDIDIKAN Tahun 1998-2004 2004-2007 2007-2010 2010-sekarang Institusi SD SD Negeri 1 Gianyar SMP SMP Negeri 1 Gianyar SMA SMA Negeri 1 Gianyar Perguruan Tinggi Jurusan Teknik Material & Metalurgi FTI-ITS Penulis, Tingkatan

(Gede Panca Ady Sapputra) NRP : 2710 100 001

14

ANGGOTA KELOMPOK 2 Nama Nama Panggilan Jenis Kelamin Agama Tempat / Tanggal Lahir Alamat Asal Telephone/Handphone Email RIWAYAT PENDIDIKAN Tahun 1996-2002 2002-2005 2005-2008 2008-sekarang Institusi SD SD NEGERI 1 RENON SMP SMP NEGERI 1 DENPASAR SMA SMA NEGERI 4 DENPASAR Perguruan Tinggi Jurusan Teknik Material dan Metalurgi Fakultas Teknologi Industri, ITS Tingkatan : I Putu Rian Utanaya Murta : Rian : Laki-laki : Hindu : Tabanan / 2 Mei 1990 : jl. Mekar II Blok A III no 4 Pemogan, Denpasar : 085737222361 : ryanits-24@yahoo.com

PENGHARGAAN YANG PERNAH DITERIMA 1. 15 Besar olimpiade Fisika Bali tingkat SMP KARYA TULIS YANG PERNAH DIBUAT : 1. Peningkatan kualitas Sprocket orisinil butan local dengan pack karburizing, Penulis, hardening dan tempering.

ANGGOTA KELOMPOK 3 Nama Nama Panggilan Jenis Kelamin Agama Tempat / Tanggal Lahir Alamat Asal Telephone/Handphone Email RIWAYAT PENDIDIKAN

( I Putu Rian Utanaya M) NRP : 2708 100 027 : Rizky Dekatama : Rizky : Laki-laki : Islam : Purbalingga, 17 Agustus 1992 :Purbalinggai, Kabupaten Jembrana-Bali :087863163662 : doezcardoez@gmail.com

15

Tahun 1997-2003 2003-2006 2006-2009 2009-sekarang

Tingkatan SD SMP SMA Perguruan Tinggi

Institusi SD N 2 Ekasari SMP Negeri 5 Melaya SMA Negeri 1 Negara Jurusan Teknik Material & Metalurgi FTI-ITS Penulis,

(Rizky Dekatama ) NRP : 2710 100 081

2) Biodata Dosen Pembimbing

Nama NIP Jabatan Struktural Fakultas / Jurusan Alamat Telephone/Handphone Waktu untuk kegiatan PKM

: Ir. Muchtar Karokaro : 194707171978031001 : Dosen Tetap : FTI/ Teknik Material dan Metalurgi ::: 2 jam/minggu

Dosen Pembimbing,

( ) NIP. 194707171978031001