Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS POLITIK LUAR NEGERI Dalam hal ini pembagian pemikiran pada analisis politik luar negeri dapat

dibagai dalam 2, sebagai berikut:


1. Comparative foreign policy

Adalah : pada pandangan ini lebih banyak yang mengadopsi model-model atau gambaran pengembangan teori dan metodologi kuantitatif, positivist (scientific) yang menekankan tipe-tipe ideal negara, bentuk dalam suatu kemasyarakatan, dan model-model perilaku, termasuk modelmodel pembuatan keputusan (decision-making) sistematik Asumsi dasar perspektif ini yaitu bahwa tindakan internasional dapat didefinisikan sebagai sekumpulan keputusan-keputusan yang dibuat oleh unit-unit politik domestic yang diakui, dimana para pemimpin negara (baik individual maupun berkelompok) bertindak sebagai aktor-aktor utama dalam proses pengambilan keputusan tersebut1. Model ini menyatakan bahwa faktor apapun yang menjadi determinan dalam politik luar negeri akan diperhatikan dan dipertimbangkan oleh para pembuat keputusan (decision-makers). Kelebihan model ini yaitu dimensi manusia dianggap lebih efektif dari proses politik luar negeri itu sendiri. Maka itu faktor-faktor paling penting yang dapat menjelaskan pilihan-pilihan politik luar negeri adalah:
-

motivasi dari para pembuat keputusan (nilai-nilai dan norma-norma yang dianut) arus informasi diantara mereka (jaringan informasi) pengaruh dari berbagai politik luar negeri terhadap pilihan mereka sendiri keadaan atau situasi untuk mengambil keputusan (occasion for decision) yang mengacu pada sifat-sifat khusus situasional yang ada pada waktu keputusan itu dibuat, apakah sedang dalam keadaan krisis atau tidak. Perspektif ini memberikan penekanan utamanya pada analisis jaringan birokrasi

organisasi yang kompleks dengan prosesur-prosedur kelembagaannya , dan sumber-sumber dari perilaku politik luar negeri (misalnya: individu, peran, struktur pemerintah Pada model ini pemerintah dianggap terdiri dari sekian banyak individu dan organisasi. Konsekwensi yang
1

Yani ,Yanyan Mochamad. Perspektif-Perspektif Politik Luar Negeri:Teori dan Praksis.bandung: unpad

muncul adalah keputusan tidaklah dipandang sebagai produk rasionalitas melainkan produk dari proses interaksi dan penyesuaian dari berbagai individu dan organisasi. Dengan kata lain, politik luar negeri merupakan proses politik yang meliputi rundingan-rundingan (bargaining), kompromi (compromise), dan penyesuaian-penyesuaian (adjustment), tipe masyarakat, dan sistem internasional)2. Dalam pandangan ini lebih kepada, pada pandangan perbandingan kebijakan luar negri lebih memperlihatkan pada, keadaan negara tersebut, hal-hal yang menyangkut dengan keberlangsungan dari Model ini berupaya untuk memisahkan beberapa pilihan politik luar negeri berdasarkan perkiraan kapabilitas yang dimiliki suatu negara dan posisi geopilitiknya. Secara umum, politik luar negeri yang dipandang sebagai model adaptif dapat dilihat pada gambar di bawah ini 3:

Gambar 2: Model Adaptif Politik Luar Negeri


External Change

Structural change

Foreign policy

leadership

Sumber: James N. Rosenau, Comparing Foreign Policy: Theories, Findings, and Methods. New York: Sage Publications, 1974, hal. 47.

Bainus, Arry dan Darmawan, Wawan Budi. POLITIK LUAR NEGERI (Foreign Policy) Perkuliahan Ke-5 Pengantar Hubungan Internasional II (slide 07). Bandung: HI UNPAD. 2011 3 Yani ,Yanyan Mochamad. Perspektif-Perspektif Politik Luar Negeri:Teori dan Praksis.bandung: unpad

2. Generasi kedua menggunakan lebih beragam metodologi mencakup teknik-teknik

kuantitatif maupun kualitatif, berdasarkan pada beberapa perspektif teoretis kritikal (reflectivist) yang lebih berpandangan tentang pemikiran yang lebih kepada kritikan tentang suatu pandagan dalam hubungan internasional. Lalu dalam reflectivist inilah tergabungnya semua paham-paham yang lebih kepada sifat yang lebih objektif , seperti post-modernism pandangan yang lebih kepada gambaran kesia-siaan yang terjadi pad zaman modrenisme sehingga menimbulkan hasrat untuk melakukan perubahan , feminism lebih kepembahasan tentang gender antar kedudukan pria dan perempuan dalam hubungan internasional, critical theory, dan constructivism4 EVOLUSI STUDI POLITIK LUAR NEGERI
Usaha pertama dalam mengembangkan suatu kerangka sistematis adalah Richard C.

Snyder, H. W. Bruck dan Burton Sapin dengan model action-reaction-interaction yaitu bahwa negara-negara dapat dianggap sebagai actor yang berupaya untuk memaksimalkan pencapaian tujuan mereka berdasarkan kalkulasi rational di dalam kancah politik global5. Model ini dikenal pula sebagai model strategik (model aksi-reaksi) yang digunakan para analis (terutama para ahli sejarah diplomasi) untuk menerapkan tiap respon sebagai suatu perhitungan rasional (rational calculation) untuk menghadapi tindakan yang dilakukan pihak lain. Bagi mereka kunci untuk eksplanasi mengapa negara berperilaku bersandar pada cara para pembuat keputusan sebagai pelaku mendefinisikan situasi (definition of situation).
Berikutnya, James N. Rosenau mengembangkan suatu pre-theory yang menekankan 5

klaster dari sumber-sumber keputusan politik luar negeri yang relevan yaitu: idiosyncratic (kemudian disebut individu), role, governmental, societal, dan systemic. Selain itu, Rosenau mengembangkan pula cara me-ranking dari negara-negara berdasarkan isu spesifik dan atribut-atribut negara, seperti: size, political accountability/level of democracy, level of development.
Michael Brecher mengkaji lebih lanjut suatu kerangka bagi pemahaman keputusan politik

luar
4

negeri

dengan

mengembangkan

suatu

model

input-process-output,

yang

Bainus, Arry dan Darmawan, Wawan Budi. POLITIK LUAR NEGERI (Foreign Policy) Perkuliahan Ke-5 Pengantar Hubungan Internasional II (slide 07). Bandung: HI UNPAD. 2011
5

Lloyd Jensen.1982. Explaining Foreign Policy. New Jersey, Prentice Hall, Inc., Englewood Cliffs, hal.

mengidentifikasi dan mengklasifikasikan faktor-faktor penting dalam proses pembuatan keputusan. Penekannannya terutama pada hubungan di antara operational environment dan psychological environment.