Anda di halaman 1dari 8

PENGENALAN WALANG SANGIT 1ANTAN DAN BETINA

( Laporan Praktikum Hama Penting Tanaman )








Oleh

Muhammad Deri Bastian
0914013129





1URUSAN AGRIEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011



I. PENDAHULUAN

Latar Belakang
Walang sangit (Laticorisa acuta) adalah hama yang menyerang tanaman
padi setelah berbunga dengan cara menghisap cairan bulir padi
menyebabkan bulir padi menjadi hampa atau pengisiannya tidak
sempurna Penyebaran hama ini cukup luas
Di Indonesia walang sangit merupakan hama potensial yang pada waktu-
waktu tertentu menjadi hama penting dan dapat menyebabkan kehilangan
hasil mencapai 50 Diduga bahwa populasi 100000 ekor per hektar
dapat menurunkan hasil sampai 25 Hasil penelitian menunjukkan
populasi walang sangit 5 ekor per 9 rumpun padi akan menurunkan hasil
15 Hubungan antara kepadatan populasi walang sangit dengan
penurunan hasil menunjukkan bahwa serangan satu ekor walang sangit
per malai dalam satu minggu dapat menurunkan hasil 27
Kwalitas gabah (beras) sangat dipengaruhi serangan walang sangit
Diantaranya menyebabkan meningkatnya Grain dis-coloration Sehingga
serangan walang sangit disamping secara langsung menurunkan hasil,
secara tidak langsung juga sangat menurunkan kwalitas gabah
Walang sangit jantan dan betina memiliki perbandingan 1 : 1 Perbedaan
walang sangit jantan dan betina dapat di lihat dari bentuk abdomennya
bdomen walang sangit jantan terlihat mengganda sedangkan abdomen
walang sangit betina terlihat meruncing


B Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan kali ini antara lain untuk :
O Mengetahui perbedaan walang sangit jantan dan betina
O Dapat membedakan walang sangit jantan dan betina






























II. METODE PERCOBAAN

lat dan Bahan
dapun alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah cawan petri dan
pinset Sedangkan bahan yang digunakan adalah walang sangit jantan dan
betina

B ara Kerja
ara kerja yang dilakukan pada percobaan ini adalah :
1 mbil walang sangit secara acak sebanyak 50 ekor
2 Diletakkan di cawan petri
3 mbil walang sangit dengan menggunakan pinset lalu amati
abdomen walang sangit tersebut Jika abdomen terlihat mengganda
maka walang sangit jantan sedangkan bila abdomen terlihat
meruncing maka walang sangit betina
4 Hitung sex ratio dengan rumus Ws
















III. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Pengamatan


Walang Sangit Jantan


Walang Sangit Betina

B Pembahasan
Perbedaan walang sangit jantan dan betina dapat di lihat dari bentuk
abdomennya bdomen walang sangit jantan terlihat mengganda
sedangkan abdomen walang sangit betina terlihat meruncing
Setelah melakukan pengamatan terhadap walang sangit jantan dan betina
didapatkan jumlah walang sangit jantan sebanyak 25 ekor sedangkan
walangsangit betina 24 ekor dan 1 ekor tidak diketahui jantan atau betina
karena walang sangit rusak Dari hail tersebut dapat dilihat perbandingan
walang sangit jantan dan betina adalah 1 : 1 dan sex ratio walang sangit
tersebut Sex rasio merupakan angka perbandingan antara jumlah jantan
dengan jumlah betina pada di suatu daerah pada waktu tertentu Sex ratio
berIungsi untuk mengetahui komposisi menurut jenis kelamin Setelah
dihitung perbandingan walang sangit jantan dan betina maka didapatkan
nilai sex ratio walang sangi dari percobaan kali ini adalah 1,041





IV. KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1 Perbedaan walang sangut jantan dan betina adalah abdomen yang terlihat
berganda dan meruncing
2 Walang sangit jantan dan betina memiliki perbandingan 1 : 1
3 Sex ratio adalah perbandingan antara jantan dan betina di suatu daerah
dalam waktu tertentu
4 Sex ratio walang sangit pada percobaan ini adalah 1,041















TIN1AUAN PUSTAKA

nonim2011 http://bbpadilitbangdeptangoid/indexphp/in/hama-padi/206--
hama-walang-sangit Diunduh pada tanggal 9 November 2011
pukul 2137 WIB

nonim2011 http://purwakartakabbpsgoid/data/Bid20KependudukanswI
Diunduh pada tanggal 9 November 2011 pukul 2155 WIB





















!#