Anda di halaman 1dari 8

PRINSIP TANGGUNG JAWAB BERDASARKAN KELALAIAN ( LIABILITY BASED ON FAULT)

MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Hukum Perlindungan Konsumen

Disusun Oleh :

Ahsinatun Najibah Rohmah Bayu Ragil Pristiwanto

FAKULTAS SYARIAH JURUSAN MUAMALAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

2011

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Prinsip mengenai tanggung jawab merupakan hal yang sangat penting dalam perlindungan konsumen, karena dalam kasus pelanggaran hak konsumen, diperlukan kehati- hatian dalam menganalisis para pihak yang harus bertangung jawab dan seberapa jauh pertanggung jawaban yang di bebannya kepada mereka. Secara umum, prinsip pertanggung jawaban dalam hukum secara umum dibedakan menjadi : Berdasarkan kesalahan, praduga selalu bertanggung jawab, praduga selalu tidak bertanggung jawab, tanggung jawab mutlak, dan pembebasan tanggung jawab. Pada makalah ini kami akan sedikit mencoba memaparkan tentang prinsip tanggung jawab berdasarkan kesalahan ( liability based on fault). B. Rumusan masalah. 1. Bagaimanakah yang dimaksud dengan tanggung jawab terhadap konsumen? 2. Bagaimanakah hak dan kewajiban konsumen?
3. Bagaminakah yang dimaksud dengan prinsip tanggung jawab berdasarkan kelalaian

(Liability based on fault)? C. Tujuan Pembahasan. 1. Untuk mengetahui Bagaimanakah yang dimaksud dengan tanggung jawab terhadap konsumen 2. Untuk mengetahui Bagaimanakah hak dan kewajiban konsumen 3. Untuk mengetahui Bagaimanakah yang dimaksud dengan prinsip tanggung jawab berdasarkan kelalaian (Liability based on fault).

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Tanggung Jawab terhadap konsumen. Dalam UUPK, dari hubungan hukum dari dua pihak antara konsumen dan pelaku usaha, melahirkan dua bentuk tanggung jawab yaitu: tanggung jawab produk ( product liability) dan tanggung jawab profesional ( profesional liability) Pengertian tanggung jawab produk (pelaku usaha), sebagai berikut, Tanggung jawab produk adalah tanggung jawab para produsen yakni suatu tanggung jawab secara hukum dari orang atau badan yang menghasilkan suatu produk (producer, manufacture) atau dari orang atau badan yang bergerak dalam suatu proses untuk menghasilkan suatu produk (processor, assembler) atau orang atau badan yang menjual atau mendistribusikan produk tersebut untuk ke dalam peredaran, yang menimbulkan/ menyebabkan kerugian karena cacat yang melekat pada produk tersebut. Sedangkan pengertian dari tanggung jawab profesi adalah Tanggung jawab dari pemberi jasa/ pengemban profesi atau seseorang yang terlibat suatu pekerjaan yang perlu belajar terlebih dahulu untuk dapat mengerjakannya, atau suatu pekerjaan yang mensyaratkan pelatihan dan keahlian pada tingkat yang tinggi atas jasa yang diberikannya. B. Hak dan Kewajiban Konsumen. Hak konsumen adalah:
1. hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang

dan/atau jasa 2. hak untuk memilih barang dan/atau jasa serta mendapatkan barang dan/atau jasa tersebut sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan yang dijanjikan
3. hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai konsidi dan jaminan

barang dan/atau jasa 4. hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yang digunakan

5. hak untuk mendapatkan advokasi, perlindungan, dan upaya penyelesaian sengketa

perlindungan konsumen secara patut 6. hak untuk mendapat pembinaan dan pendidikan konsumen
7. hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak

diskriminatif
8. hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila

barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya. Sedangkan Kewajiban konsumen adalah:
1. membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau

pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan 2. beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang dan/atau jasa
3. membayar sesuai dengan nilai tukar yang disepakati

4. mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut. C. prinsip bertanggung jawab berdasarkan kelalaian ( liability based on fault). Prinsip ini mengatakan bahwa setiap orang bisa dimintai pertanggung jawabannya secara hukum, jika ada unsur kesalahan yang dilakukannya. Prinsip berlaku dalam hukum pidana dan perdata ( khususnya pasal 1365- 1367 KUH Perdata), suatu perbuatan bisa dikategorikan melawan hukum jika terpenuhi empat unsur pokok, yaitu adanya perbuatan, unsur kesalahan, kerugian yang di derita, dan kausalitas antara perbuatan dan kerugian. Tanggung jawab atas dasar kesalahan ini pembuktian harus dilakukan oleh penggugat ( dalam hal ini konsumen yang merasa dirugikan). Maksudnya adalah Mengenai beban pembuktiannya, asas ini mengikuti pasal 163 HIR atau pasal 283 Rbg atau pasal 1865 KUH Perdata, yang mengatur bahwa barang siapa yang mengaku atas suatu hak, maka harus membuktikan adanya hak atau peristiwa itu. Tanggung jawab berdasarkan kelalaian adalah suatu prinsip tanggung jawab yang bersifat subjektif, yaitu suatu tanggung jawab yang ditentukan oleh perilaku produsen.

Sifat subjektifitas muncul pada kategori bahwa seseorang yang bersikap hati-hati mencegah timbulnya kerugian pada konsumen. Berdasarkan teori tersebut, kelalaian produsen yang berakibat pada munculnya kerugian konsumen merupakan faktor penentu adanya hak konsumen untuk mengajukan tuntutan kerugian kepada produsen. Di samping faktor kesalahan dan kelalaian produsen, tuntutan ganti kerugian berdasarkan kelalaian produsen diajukan dengan bukti-bukti, yaitu : 1. Pihak tergugat merupakan produsen yang benar-benar mempunyai kewajiban untuk melakukan tindakan yang dapat menghindari terjadinya kerugian konsumen. 2. Produsen tidak melaksanakan kewajiban untuk menjamin kualitas produknya sesuai dengan standar yang aman untuk di konsumsi atau digunakan.
3. Konsumen

penderita kerugian, Kelalaian produsen merupakan faktor yang

mengakibatkan adanya kerugian pada konsumen (hubungan sebab akibat antara kelalaian dan kerugian konsumen).

BAB III KESIMPULAN

hubungan hukum dari dua pihak antara konsumen dan pelaku usaha, melahirkan dua bentuk tanggung jawab yaitu: tanggung jawab produk ( product liability) dan tanggung jawab profesional ( profesional liability). Konsumen memiliki hak dan kewajiban yang bisa menjadi dasar permintaan pertanggungjawaban atas kerugiannya, selama ia bisa membuktikan hak nya. Prinsip tanggung jawab berdasarkan kelalaian ini adalah setiap orang bisa dimintai pertanggung jawabannya secara hukum, jika ada unsur kesalahan yang dilakukannya. Prinsip berlaku dalam hukum pidana dan perdata ( khususnya pasal 1365- 1367 KUH Perdata), suatu perbuatan bisa dikategorikan melawan hukum jika terpenuhi empat unsur pokok, yaitu adanya perbuatan, unsur kesalahan, kerugian yang di derita, dan kausalitas antara perbuatan dan kerugian.

DAFTAR PUSTAKA

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

Sidharta. 2000. Hukum perlindungan konsumen indonesia. Jakarta: PT. Grasindo. Nasution, Az. 2000. Hukum perlindungan konsumen: suatu pengantar. Jakarta : diadit media.