Anda di halaman 1dari 9

Geolog Swedia Temukan Fosil Kotoran Cacing

Stockholm, Selasa
Penemuan fosil hewan purba selalu menghebohkan,
terutama jika spesies tersebut belum ditemukan
sebelumnya. Tapi, bagaimana jika yang
ditemukan hanya kotoran hewan yang telah
menjadi fosil?
Sebagaimana dilaporkan suratkabar Sydsvenskan, para geolog Swedia menemukan Iosil
kotoran cacing yang hidup sekitar 500 juta tahun lalu. Gundukan kecil dari kotoran hewan tak
bertulang belakang tersebut ditemukan oleh Mats Eriksson dan Fredrik TerIelt, dua orang
geolog dari Universitas Lund, Swedia.
Saat ditemukan, Iosil kotoran cacing menyatu dengan permukaan batuan di dekat Malmo,
bagian selatan Swedia. "Para ilmuwan Cambrian tentu saja akan sangat tertarik dengan
temuan ini," kata TerIelt yang menyebut temuannya sebagai sesuatu yang unik.
"Kami sangat terkejut begitu menyadarinya bahwa itu tiada lain adalah coprolite atau Iosil
kotoran hewan," kata Eriksson. Mereka mengetahuinya setelah mengukur kadar IosIor pada
sampel Iosil yang ditemukan.
Karena menggelikan, kedua peneliti menyebut temuannya sebagai "Tinja Ganjil dan Tinja
Purba." Saat ini, mereka sedang menyusun artikel tentang penemuannya yang rencananya
akan dimuat sebuah majalah internasional.

Sumber: AP
Penulis: Wah


2il Mal2-org
Mats Eriksson menunjukkan
kotoran cacing berusia 500 juta
tahun yang telah menjadi Iosil.

isteri Binatang irip Reptil Pemakan
Dinosaurus
Posted on March 21, 2010 by admin

Peneliti menemukan hewan mirip reptil dengan panjang dua kali mobil SUV, pemakan
kura-kura serta dinosaurus. Hal itu terlihat dari bekas gigitan serta kotoran yang ada.
Reptil raksasa yang disebut Deinosuchus ini memiliki tinggi 29 kaki (sekitar 9 meter) dan
kemungkinan pernah mendiami pantai sekitar Georgia, Amerika Serikat sekitar 79 juta tahun
yang lalu.
Meskipun hewan ini tidak benar-benar mirip dengan reptil, mereka berada di antara
kelompok buaya dengan aligator (meskipun mirip, kedua binatang ini merupakan spesies
yang berbeda).
Di lain pihak, penemuan ini menunjukkan bahwa mengukur dinosaurus adalah hal sulit.
'Kami yakin Deinosuchus makan banyak kura-kura laut, tetapi jelas bahwa mereka juga
mengkonsumsi dinosaurus, ujar David Schwimmer, ahli paleontologi yang baru saja
menyelesaikan 2 penelitiannya mengenai reptil raksasa.
Satu diantaranya bersama dengan muridnya, Samantha Harrell.
Tim ini menganalisis berbagai spesies dari dinosaurus dan kura-kura laut, bersama dengan
gigi reptil tersebut yang kebanyakan patah di ujung.
Schwimmer menyebutkan bahwa patahan ini mungkin disebabkan makanan yang keras,
seperti materi tulang.
'Mereka memiliki gigi tebal yang tumpul, berkembang seperti topi kecil, terutama gigi
bagian belakang, ujar Schiwimmer.



Beberapa tulang dari dinosaurus menunjukkan bekas gigitan, termasuk tubuh bagian
belakang dari dinosaurus yang ditemukan di sebelah selatan Amerika Serikat dan tulang kaki
dari dinosaurus karnivora yang tersimpan di museum New Jersey.
'Tulang kaki mereka seperti habis dikunyah, dan bukan tampak seperti kunyahan biasa,
melainkan seperti anjing yang baru saja menggigitnya, kata Schwimmer. 'Ini kemungkinan
hasil dari gigitan reptil tersebut.
Bekas gigitan yang sama juga ditemukan di kulit kura-kura.
Fosil kotoran dikumpulkan di sepanjang tepi Hannahatchee Creek di Stewart Country anak
sungai utama Sungai Chattahoochee, di Georgia. Analisis kotoran ini memberikan
kesimpulan yang mendukung mengenai pemangsa predator ini.

SHINGTON, KIS Bukti baru menunjukkan Amerika Utara sudah dihuni sejak
14.000 tahun lalu alias sekitar 1000 tahun lebih awal dari catatan sejarah sebelumnya.
Tahukah Anda kalau jejak penduduk tertua di sana bukan dari Iosil tulang-belulang manusia,
melainkan dari Iosil kotorannya.
'Ini merupakan pertama kalinya kami dapat melacak jejak manusia secara pasti dan mereka
1000 tahn sebelum Clovis, ujar Dennis L Jenkins, arkeolog dari University Oregon. Clovis
adalah nama kebudayaan prasejarah tertua di Amerika Utara yang berkembang sejak 13.500
tahun lalu dan banyak diketahui dari barang-barang peninggalannya berupa mata-mata
tombak dari batu yang khas. Sementara Iosil kotoran ini berusia sekitar 14.340 tahun.
Kotoran berusia puluhan ribu tahun yang sudah mengeras menjadi batu itu ditemukan dari
sebuah gua di Oregon. Kode DNA yang diukur dari kotoran tersebut mirip dengan siIat
genetika penduduk yang saat ini tinggal di Siberia dan Asia Timur.
Wilayah Amerika Utara diyakini sebagai gerbang penyebaran manusia ke Benua Amerika.
Para pakar sejarah di seluruh dunia saat ini memperkirakan manusia mulai memasuki Benua
Amerika melalui Amerika Utara dari Asia melalui jalur darat yang menghubungkan Alaska
dan Siberia.
Di samping Iosil kotoran, arkeolog juga menemukan sejumlah artiIak di dalam gua. Jenkins
memperkirakan orang-orang prasejarah itu hanya tinggal di gua tersebut beberapa hari
sebelum bergerak ke lokasi lainnya.
Dari Iosil kotoran atau disebut coprolite tersebut para arkeolog bahkan dapat mempelajari
diet makanan penduduk tertua Amerika. Dalam kotoran tersebut ditemukan jejak tulang
bajing, rambut bison, ikan, protein dari burung, anjing, dan rumput-rumputan.(P/H)

engukur Usia rtefak dan Fosil Dalam


Ilmu rkeologi

Penemuan-penemuan arkeologi di seantero dunia telah membantu para ilmuwan


untuk meneliti kisah evolusi manusia dan migrasi manusia. Bagian yang cukup penting
adalah penelitian usia Iosil dan arteIak. Namun bagaimana ilmuwan menentukan usia dari
mereka? Ada beberapa metode yang dipergunakan yang akan dibahas berikut ini.
etode : Penanggalan Radiokarbon ( Mengukur usia hingga 14.300 tahun )
Suatu ketika arkeolog menemukan tulang benulang, sisa-sisa tanaman dan kotoran-
kotoran yang telah memIosil. DNA yang tersisa menunjukkan mereka berasal dari manusia
tetapi tidak usia mereka. Untuk itu, para ilmuwan melihat ke karbon yang terkandung dalam
kotoran kuno tersebut.
Menurut deIinisi, setiap atom dari elemen tertentu memiliki sejumlah tertentu proton
pada intinya. Misalnya unsur karbon memiliki enam proton, tetapi jumlah neutron dalam inti
dapat bervariasi. Ini berbeda dengan bentuk elemen yang disebut isotop secara inheren bisa
stabil atau tidak stabil. Yang tidak stabil disebut isotop radioaktiI, dan dari waktu ke waktu
mereka akan membusuk, membentuk partikel (neutron atau proton) dan energi (radiasi)
karena itu berubah menjadi isotop atau elemen lain. Mereka melakukan ini dengan laju yang
konstan disebut isotop 'setengah-hidup (halI liIe).
Kebanyakan unsur karbon berada dalam bentuk stabil karbon-12 (
12
C)-(enam proton,
enam neutron) atau karbon-13(
13
C),, namun sejumlah yang sangat kecil (sekitar
0,0000000001) ada sebagai radioaktiI karbon-14(
14
C)-(enam proton, delapan netron).
Tumbuhan hidup dan hewan terdiri dari
14
C bersama dengan isotop karbon lainnya, tetapi
ketika mereka mati dan Iungsi metabolisme mereka berhenti, mereka berhenti menyerap
karbon. Seiring dengan itu,
14
C meluruh menjadi nitrogen-14(
14
N); setengahnya akan terjadi
setelah sekitar 5730 tahun (ini adalah isotop yang setengah-hidup), setelah sekitar 60.000
tahun, semua
14
C akan hilang.

Segala sesuatu yang suatu ketika dulu merupakan bagian dari obyek kehidupan seperti
arang, kayu, tulang, tepung sari atau kotoran yang memIosil (coprolites) yang ditemukan
dapat dikirim ke laboratorium, dimana para ilmuwan dapat mengukur berapa banyak
14
C
yang masih tersisa. Karena mereka mengetahui berapa banyak yang ada di atmosIer dan, oleh
karena itu, berapa banyak seseorang telah menyerapnya selama hidupnya. Sehingga mereka
bisa menghitung berapa lama telah mati atau dari banyaknya pengendapan. Coprolite rata-
rata berumur sekitar 14.300 tahun, tapi ada juga yang berusia lebih dari itu.


Penanggalan Karbon telah dikembangkan oleh ilmuwan Amerika Willard Libby dan
teamnya di Universitas Chicago pada 1962, yang berhasil mengkalkulasi lebih akurat 5730
dengan /- 40 tahun (Libby halI-liIe).
etode : Penanggalan rgon-rgon ( Mengukur usia kira-kira 154.000 s/d 160.000 tahun )
Metode penanggalan Radiokarbon bekerja dengan baik untuk beberapa penemuan
arkeologi, namun memiliki keterbatasan, sampai saat ini hanya dapat digunakan untuk
mengukur usia bahan organik kurang dari sekitar 60.000 tahun. Namun, ada isotop radioaktiI
lain yang dapat digunakan untuk mengukur usia bahan non-organik (seperti batu) dan bahan-
bahan yang lebih tua (sampai miliaran tahun)
Salah satu dari radioisotop ini adalah adalah kalium-40, yang dapat ditemukan di
batuan vulkanik. Setelah batu vulkanik mendingin, kalium-40(
40
K) akan meluruh menjadi
argon-40(
40
Ar) dengan waktu paruh 1,25 miliar tahun. Dengan ratio ini memungkinkan untuk
mengukur rasio
14
K terhadap
40
Ar, dengan ini dapat diperkirakan umur batu tersebut, tetapi
metode ini kadang kurang tepat. Namun, pada 1960 para ilmuwan menemukan satu cara
bahwa jika sampel batu tersebut disinari dengan neutron, maka terjadi
40
K berubah menjadi
Argon-39(
39
Ar), sebuah isotop tidak mudah ditemukan di-alam tapi lebih mudah untuk
diukur. Walaupun lebih rumit, proses ini menghasilkan pengukuran usia yang lebih tepat.
Sebagai contoh, para ilmuwan dari Universitas CaliIornia di Berkeley mampu mengukur usia
sampel batuan dari letusan tahun 79M dari gunung berapi Vesuvius, letusan yang terjadi
dalam kurun waktu 7 tahunan. Ketika pada tahun 1997 mereka menemukan peralatan dari
batu, dan Iosil sisa-sisa beberapa jenis hewan, termasuk kuda nil, dan tiga tengkorak hominid,
yang tidak dapat diukur dengan
14
C karena usianya terlalu tua.
Karena tengkorak Hominid dan arteIak yang ditemukan di Herto tidak dapat diukur
usianya secara langsung karena bahan-bahan organiknya telah lama memIosil menjadi batu.
Maka para ilmuwan meneliti batuan-batuan dan pasir vulkanik yang menempel dan
mengubur Iossil tersebut. Hasil pengukuran batuan ini menunjukkan usia sekitar 154.000
sampai dengan 160.000 tahun, dengan demikian tengkorak tersebut dapat disimpulkan
berusia sekitar tahun yang sama, sehingga Homo Sapien ini dapat dianggap yang tertua yang
telah ditemukan selama ini.
etode : Penanggalan Termoluminisen/Thermoluminescence ( Mengukur usia lebih dari
77.000 tahun )
Seperti dalam Penanggalan Argon-Argon, metode penanggalan Termoluminisen ini
dialakukan dengan cara sampel dipanasi dengan suhu tinggi, kemudian dihitung/diamati
mulai dari sejak mula dipanasi. Dengan pemanasan suhu ekstrim tinggi menyebabkan
sebagian elektron yang terdapat pada kristal tertentu seperti kuarsa dan Ielspar dalam batuan
tereliminir, sedang seiring dengan lepasnya elektron tersebut maka dapat ditemukan jumlah
jejak atom radioaktiI yang ditemukan dilingkungannya. Dengan cara memanasi ulang batuan
tersebut ilmuwan dapat melepaskan energi yang tersimpan, yang berupa pelepasan sebekas
cahaya, ini yang dinamakan 'Termoluminisen. Intensitas cahaya menunjukan Intensitas
cahaya menunjukkan berapa lama batuan tersebut sejak terakhir telah dipanaskan.


Seperti tengkorak Herto, berhubung batuan pada ukiran di goa Blombos tidak dapat
langsung ditentukan. Maka lapisan batuan yang sama pada bagian ukiran dipanaskan,
sehingga didapati Penanggalan Termoluminisen yang menunjukan usia yang sama dengan
bagian yang lainnya. Dimana hasil pemanasan tersebut menunjukkan usia sekitar 77.000
tahun. Sehingga dapat dikatakan ukiran tersebut merupakan temuan yang berusia tertua
selama ini.

Bangkai Burung Misterius Mirip "Dinosaurus" Ditemukan di Iran

Bangkai burung aneh dan misterius mirip burung era dinosaurus ini telah dilaporkan
ditemukan di dekat kota Meshginshahr di provinsi barat laut Iran Ardebil.

Penduduk setempat menemukan bangkai makhluk berbulu, yang tampaknya telah meninggal
beberapa hari yang lalu, di dekat sebuah desa terpencil Meshginshahr, kantor berita IRNA
melaporkan pada hari Minggu kemarin (8/5).

Sebuah tim pejabat Iran dari Organisasi Perlindungan Lingkungan (EPO) dikirim ke daerah
tersebut untuk menyelidiki kebenaran laporan tersebut.

Salah satu penduduk desa telah dilaporkan menyembunyikan bangkai burung itu dan tim
EPO sedang mencoba untuk menemukannya. Tim ini telah berhasil memperoleh Ioto mahluk
aneh tersebut yang diambil oleh salah seorang penduduk setempat.

Tim juga menemukan bukti yang menyatakan klaim penduduk setempat tempat tinggal
burung di sebuah gua di dekat desa.

Makhluk itu memiliki tengkorak reptil dengan gigi taring panjang dan geraham besar. Juga
memiliki tulang sayap kecil seperti burung yang biasa terbang.

Menurut laporan Iauna di Iran mencakup total 527 spesies, namun tidak ada yang serupa
dengan makhluk yang ditemukan, bagaimanapun penemuan itu membutuhkan penelitian
Ornitologi untuk memveriIikasi klaim.

Para ilmuwan percaya bahwa bukti Iosil menunjukkan burung dan dinosaurus saling berbagi
banyak Iitur seperti tulang berongga, gastrolith dalam sistem pencernaan, sarang bangunan
dan perilaku.

Penemuan Iosil Tyrannosaurus rex yang memiliki jaringan lunak juga menunjukkan bahwa
dinosaurus yang hidup 68 juta tahun dan burung berkaitan erat satu sama lain.