Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI DI PT MADUBARU PG-PS MADUKISMO TUJUAN KUNJUNGAN DASAR TEORI Pelaksanaan perawatan di pabrik gula madukismo

dibagi menjadi 2 periode, yaitu 1. Dalam masa giling 2. Luar masa giling. pihak pimpinan PG madukismo menerapkan 2 sistim perawatan sbb. Preventive maintenance (dalam masa giling) Adalah semua aktivitas pemeliharaan secara terjadwal yang dilakukan secara sistematis dan periodik sehingga peralatan berada dalam kondisi yang baik, normal dan optimal. Tujuan dari preventive maintenance adalah a. Mencegah dan mendeteksi kerusakan alat sesedikit mungkin. b. Menjaga penurunan umur peralatan. c. Mencegah kegagalan operasional. d. Memperkecil break down time e. Mengurangi beban kerja bagian maintenance. Jenis pekerjaan- inspeksi rutin, pembersihan, pelumasan, penyetelan, kalibrasi terjadwal, overhaul, dan perbaikan pergantian suku cadang. Perawatan break down (luar masa giling) Adlah aktivitas perawatan yang dilakukan setelah selesai masa operasi pabrik secara keseluruhan, yang dilakuakan sebagai akibat dari terjadinya kerusakan alat, uantuk mengenbalikan sistem ke kondisi yang diinginkan. Jenis pekerjaan- identifikasi kerusakan, pembongkaran, perbaikan dan pergantian suku cadang, pemasangan, alignment dan adjustment, dan verivikasi.

GILINGAN CASE CRANE Fungsi Sebagai alat untuk mengambil tebu dari kiri dan meletakkannya di crane tebu. Cara kerjanya: -cane crane putarUntuk menganagkat dan menurunkan tebu, alat ini dilengkapi dengan hookyang dikaitkan pada rantai. Rantai ini ditarik menggunakan kawat baja yang digulung pada sebuah rol dengan penggerak motor laistrik. Putaran ini direduksi dengan gear box dan dapat berputar bolak balik. Untuk gerakputar menggunakan motor listrik yang putarannya telah diatur dengan gearbox. Pada bagian bawah body terdapat poros yang ditopang oleh bantalan luncur sehingga memudahakan untuk berputar. -cane crane lintasan-

Untuk gerak horizontal pada alat ini dipasang roda- roda yang digerakkan oleh motor listrik yang dilengkapi dengan gerabox untuk mengatur putaran. Perawatan -dalam masa giling1. pelumasan pada bearing roda dan bagian yang saling bergesekan. 2. pemeriksaan kawat baja, rantai pengait dan kait pengunci pada setiap shift. -luar masa giling1. Periksa keausan pada gearbox den bantalannya 2. Memeriksa motor listrik. 3. penggantian kawat baja jika terjadi aus. 4. pembersihan pada sela- selalintasan dengan menggunakan angle kompresor. UNIT GILINGAN Fungsi Untuk memerah/mengeluarkan nira sebanyak mungkin dari dalam sel sel tebu Cara kerja Pemerahan dilakukan dengan menggunakan pemerah gilingan, yaitu dengan cara melewatkan cacahan tebu diantara roll gilingan dan ditekan sehingga nira dapat keluar. Terdapat 3 unit gilaingan yang terdiri dari3 roll giliangan pada tiap unitnya dan sebuah banding unit. Perawatan -dalam masa giling1. periksa bukaan kerja roll depan dan roll belakang. 2. periksa minyak pelumas bantalan dan roda gigi pemerah. 3. periksa semua benda yang lolos dari plat engine dan penyelup ampas. -luar masa giling1. Pengukuran bukaan kerja antar roll atas dan roll depan serta roll atas den roll belakang. 2. periksa posisi plat ampas. 3. pengukuran diameter roll gilingan secara keseluruhan. 4. perbaikan dan penggantian bantalan roll gilingan. 5. Perbaikan penyekrap ampas dan gilingan. 6. penyetelan ulang roll gilingan.

STANDART OPERASIONAL STASIUN GILINGAN 1. Cara menjalankan unit gilingan a. Control/ periksa: -saklar IMC dalam keadaan siap. -penampung olie metal gilingan terisi. -lingkunga roll gilingan dalam kondisi aman. b. Jalankan turbin uap perlahan lahan, naikkan putaran sampai putaran normal c. Jalnkan pompa hidrolik hingga tekanan atas top roll 200-250 kg/cm. d. Jalankan IMC(krepyak antar gilingan) satu per satu diawali dari IMC IV/V. e. Pastika semua mesin/ peralatan dalam keadaan aman. f. Masukkan tebu cacahan ke gilingan 1. g. Jaga ampas masuk gilingan 1 supaya konstan. Ketinggian ampas di chute gilingan I 1 meter . -roll atas terangkat 6mm. -tekanan hidrolik 250kg/cm. -nozzle turbin 9kg/cm. h. Jangan: -menghentikan gilingan yang penuh ampas. -menggiling tanpa imbibisi. -menggiling dengan roll aras kotor. i. Bila terjadi overload pada turbin, maka: -turunkan tekanan hidrolik s/d 0 kg/cm.

-putar balik gilingan. -start turbin pelan pelan s/d putaran normal. -giling kembali. 2. Cara menjalankan turbin gilingan a. Perksa olo bak penampung (governor dan gearbox) pada posisi yang cukup. b. Jalankan pompa oli pembantu dengan tekanan oli pada gearbox 1,5-2,0 kg/cm dan tekananoli governor 1-1,5 kg/cm. c. Lakukan pemanasan awal pada turbin selama 1jam, afsluiter pengering/kondenspot dibuka. d. Setelah turbin kering, dan tekanan cukup, turbin dijalankan. e. Buka afsluiter uap bekas perlahan sampai bukaan penuh, pasang emergency valve. f. Setelah afsluiter uap baru terbuka penuh, amati dengan cermat s/d kondisi aman. g. Atur putaran governor sesuai dengan kapasitas giling. h. Tutup afsluiter pengering dan periksa aliran minyak pelumas. 3. Cara mematikan turbin gilingan a. Tutup sampai rapat afsluiter uap baru. b. Jalankan pompa oli pembantu. c. Buka afsluiter pengering/ kondenspot. d. Tutup kembali afsluiter uap bekas. 4. Cara menjalankan pompa nira. a. Periksa kondisi pompa (pelumasan kopling, afsluiter, bantalan). b. Bila ditemukan suara/ geteran aneh, segera matikan dan diperbaiki. c. Jalankan pompa pembantu/ cadangan yang siap pakai.

PABRIK TENGAH DAN BELAKANG POMPA VAKUM Fungsi Untuk membuat hampa pada badan penguapan( evaporator). Cara kerja Sebuah poros engkol diputar dengan motor listrik, putaran poros engkol ini dihubungkan dengan torak menggunakan batang penghubung sehingga batang torak akan bergerak majumundur. Geraka torak tersebut dhubungkan dengan air kondensat pada badan penguapan dan terjadi kevakuman pada saluran tersebut. Tingkat kevauman diatur dengan menggunakan kran/valve pada saluran udara yang masuk ke pompa vakum. Perawatan -dalam masa giling1. periksa volume minyak pelumas torak. 2. periksa adanya kebocoran pada saluran vakum 3. periksa tekanan hisap dan tekanan dorong. 4. periksa kondisi bantalan dan minyak pelumas.

5. Periksa kondisi packing- packing. 6. Periksa tegangan atau kekancangan v-belt. 7. jagalah kebersihan. -luar masa giliang1. melepas semua saluran udara(hisap dan dorong). 2. memeriksa dan mengganti bantalan- bantalan. 3. memeriksa dan memperbaiki packing- packing. 4. klibrasi alat ukur. POMPA TRANSPORT Fungsi Untuk memindahkan fluida (air dan nira) dari tempat yang rendah ke tempat yang tnggi atau ke proses selanjutnya. Cara kerja. a) Pompa sentrifugal Pompa ini digerakkan menggunakan motor listrik untik memutar kipas yang bersudu sehingga fluida yang masik akan terlempar keluar searah putaran sudu akibat gaya sentrifugal. Aliran fluida pada pompa sentrifugal akan berlangsung secar a kontinyu. b) Pompa duplek Pompa ini meggunakan uap panas lanjut untuk menggerakkan sudu- sudu turbin sehingga poros turbin berputar. Pada poros ini, terdapat nok yang berbetuk oval dan akan menggerakkan push rod yang disalurkan untuk menggerakkan torak supaya dapat memaompa fluida. Aliran fluida pada pompa ini tidak dapat belangsung secara kontinyu seiring dengan gerakan torak maju mundur. Perawatan -dalam masa giling1. periksa kekencangan baut- abut pondasi. 2. periksa tekanan pompa (inlet dan outlet). 3. periksa volume minyak pelumas. 4. periksa adanya kebocoran pada saluran dan sambungan. -luar masa giling1. bongkar dan periksa pipa pipa saluran. 2. membersihkan bagian bagin pompa dari kotoran. 3. memeperbaiki bagian- bagian pompa yang aus/ rusak. 4. menyetel ulang alat ukur.

BOILER INSTRUKSI PERCOBAAN MENJALANKAN KETEL TIPE CWN1000 1. Pekerjaan persiapan. Petunjuk yang harus diselesaika sebelum percobaan menjalankan ketel uap, demi perawatan mesin. a. Tenaga listrik yang cukup doperlukan untuk menjalankan ketel uap dan motormotor listrik. b. Instalasi peralatan kompresor dan pengering udara.

c. Air yang bersih (treatment water) pada peralatan untuk penyaringan, air harus bekerja dengan baik dan tersedia tangki untuk air yang sudah disaring. d. Air pendingin harus tersedia untuk peralatan yang membutuhkan pendingin. e. Sumber uap untuk menggerakkan turbin. f. Sunber uap dari ketel uap lainnya akan dibutuhkan untuk menggerakkan turbin uap dari kipas angin ( I. D. Fan). g. Minyak bakar, gas propana dan peralatan untuk penyaluran harus tersedia. h. Peralatan carier harus dilengkapi dan berjalan baik. Ampas dapat disalutkan terus menerus. Bahan kayu yang kering harus tersedia. i. Peralatan untuk menyalurkan api harus lengkap. j. Saluran uap bekas dan katup kontrol harus tersedia untuk percobaan menjalankan ketel uap. k. Semua peralatan ketel uap sudah lengkap terpasang termasuk pipa- pipa dan kabel listrik. l. Semua katup udara harus dapatbekerja dengan baik sesuai dengan arah yang ditentukan. m. Semua peralatan yang berputar/bergerak dari ketel uap harus berjalan dengan sempurna. n. Karyawan yang berpendidikan untuk menjalankan ketel uap dan instrumentnya termasuk peralatan yang ada hubungannya dengan ketel uap. Pemeriksaan pada saluran listrik dan penyetalan intrument. a. Periksa semua salutan listerik kemudian gerakkan dari tiap peralatan listrik. b. Menyetel titik nol dan ketepatan menunjukkan dari tiap instrument. c. Percobaan pendahuluan menjalankan pompa- pompa, kipas angin dan semua peralatanpembantu. d. Percobaan biling out uantuk membersuhkan pipa pipa air dengan kaustic soda harus dilaksanakan sebelumnya, kemudian percobaan pemadatan uap. e. Pemeriksaan terakhir dan inspeksi. 2. Ketel uap dijalankan dengan tarikan alam. Ketel uap dapat dijalankan jika kipas angin cerobong (ID fan) berhenti. Saluran gas sampig dipasang antara saluran gas keluar ketel uap dan cerobong untuk mendapatkan cukup tarikan udara untuk pembakaran minyak bakar atau kayu bakar untuk menghasilakn uap dengan beban rendah tanpa kipas angin dan cerobong dijalankan. Uap yang dihasilkan dapat disalurkan pertama untuk menggerakkan turbin uap dari kipas angin cerobong dan menaikkan beban bertahap dengan menutup katup udara saluran udara samping sehingga ketel uap daat dijalankan dengan uap yang dihasilkan oleh ketel uapnya sendiri. Bila kipas angin cerobon berjalan, atrika udara dalam dapur dapat dikontrol secara otomatis untyk mendapatkan tarika udara negatif, kemudian ampas dapat disalurkan dalam dapur dengan cara otomatis untu menghasilakan uap untuk proses dan turbin pusat tenaga listrik. a. Sebelum manjalankan ketel uap, semua peralatan ketel, peralatan kontrol, pipapipa dan bahan bakar, pompa air, listrik harus tersedia dan harus diperiksa sedemikian rupa supaya dapat berjalan dengan normal.

b. Menjalankan ketel uap dengan tarikan alam. 1. Ketel diisi dengen air sampai permukaan normal dalam gelas penduga. 2. Bukalah katup udara dari saluran udara samping. 3. Tutuplah katup udara masuk dari kipas angin ke cerobong. 4. Bukalah lubang pada alat pembuangan abu(ash dumping hopper) sebagai pengaliran udara sementara waktu, atau bukalah penuh katup udara masuk dari dapur (ID Fan System). 5. Bukalah katup angin dari drum dan pemanas lajut. Bukalah juga katup buang air dari header pemanas lanjut. 6. Bukalah penuh katup buangan sebelum uap disalurkan bersirkulasi untuk disiapkan pemakaiannya oleh pengabut minyak. 7. Bakarlah kayu bakar yang sudah kering di atas batang batang rooster dan masukkan kayu bakar bertahap secata terus menerus dengan tenaga manusia. Untuk memenaskan ketel uap dan menaikkan suhu air dalam ketel mendekati 100 C dalam waktu 1,5 jam. 8. Teruskanlah pembakaran kayu bakar di atas batang rooster dengan tenaga manusia untuk menaikkan tekanan uap. 9. Naikkanlah tekana uap dalam drum katak sesuai dengan pressure raise curve sampai tekanan yang ditentukan dari pada uap dalam ketel. 10. Jika tekanan uap mencapai 0,5 kg/cm, tutupkatup udara dari dalam drum ketel. 11. Jika tekanan uap mendeketi 10 kg/cm, bukalah katup samping (by pass) dari katup uap utama. Uap akan disalurkan ke katup uap masuk turbin penggerak kipas angin ceerong dan keluarkanlah uap dari katup pembuangan air yang dipasang sebelum katup uap masuk dari turbin uap. 12. Jika tekanan uap sudah mencapai tekakan kerja, bukalah katup uap keluaran utama dari pemanas lanjut dan tutuplah katup uap samping untuk memenasi dan mengisinya dengan uap dan kemudian jalankan turbin uap penggerak kipas angin cerobong. Lihatlah instruksi untuk menjalankan turbin uap penggerak kipas angin cerobong. 13. Bukalah katup udara masuk kiaps angin cerobong bertahap dengan tenaga manusia untuk mencapai tarikan negatif dalam dapur, kemudian tutuplah katup uadara by pass gas dutch. 14. Peralatan kontrol otomatis dzpat digunakan untuk memepertahankan tarikan udara dalam dapur. 15. Jalankan kipas angin hembusan. 16. Gunakan peralatan pengabut untuk menjalankan ketel. 17. Bahan bakat dapat dialihkan dari minyak ke ampas tebu untuk manjalankanketel selanjutnya. 18. Katup buangan ( drain valve) dan katup udara(fent valve) dari saluran uap keluar header uap pemanas lanjut harus ditutup sesudah ketel digunakn untuk mendapatkan penyaluran uap melalui pemanas lanjut setiap waktu intuk melindungi pipa- pipa pemanas lanjut agar jangan sampai over heating. c. Cara menjalankan ketel dengan menggunakan bahan bakar minyak dengan tarikan alami.

Ketel diisi air sampai permukaan normal pada gelas penduga. Bukalah katup udara dari saluran udara samping. Tutuplah katup udara masuk dari kipas angin ke cerobong. Buka lubang pada ash dumping hopper bawah batang roster dalam dapur ketel untuk sementara waktu atau bukalah penutup katup udara dari pada dapur . 5. Bukalah penuh katup udara dari drum dan pemanas lanjut juga katup buangan header pamanas lanjut untuk penyaluran uap keluar. 6. Bukalah penuh katup buangan yang dipasang sebelum katup uap masuk turbin penggerak kipas angin cerobong. 7. Bakarlah kayu bakar yang sudah kering di atas batang batang rooster dan masukkan kayu bakar bertahap secata terus menerus dengan tenaga manusia. Untuk memenaskan ketel uap dan menaikkan suhu air dalam ketel mendekati 100 C dalam waktu 1,5 jam. 8. Menjalankan kipsa angin hembus dengan motor listrik. 9. Jalankan alat pengabut minyak dengan tenaga manusia secara tidak penuh untuk menaikkan tekanan uap dalam drum dengan menaikkan suhu dibawah 55 C dalam waktu 1 jam. Harus diperhatikan kasus tarikan dalam dapur antara -2 s/d -8 mmAQ selama menaikkan beban ketal dengan minyak sebagai bahan bakar. 10. Bila tekanan uap mencapai 8,5 kg/cm tutplah udara dari drum. 11. Bila tekanan uap mendeketi 10 kg/cm, bukalah katup samping (by pass) dari katup uap utama. Uap akan disalurkan ke katup uap masuk turbin penggerak kipas angin ceerong dan keluarkanlah uap dari katup pembuangan air yang dipasang sebelum katup uap masuk dari turbin uap. 12. Bila tekanan uap sudah mencapai tekakan kerja, bukalah katup uap keluaran utama dari pemanas lanjut dan tutuplah katup uap samping untuk memenasi dan mengisinya dengan uap dan kemudian jalankan turbin uap penggerak kipas angin cerobong. 13. Bukalah katup udara masuk kiaps angin cerobong bertahap dengan tenaga manusia untuk mencapai tarikan negatif dalam dapur ketel yang diinginkan, kemudian tutuplah katup udara samping. 14. Peralatan kontrol otomatis dzpat digunakan untuk memepertahankan tarikan udara dalam dapur ketel. 15. Lanjutkan pembakaran dengan minyak terus menerus dapat dialihkan ke bahan bakar ampas sesuai instruksi menjalankan ketel. 16. Katup buangan air dan katup udara dari header pemanas lanjut yang menyalurkan uap keluar dapat ditutup sesudah ketel uap disambung untuk kebutuhan pabrik sehingga uap akan terus menerus mengalir lewat pipa- pipa pemanas lanjut unttuk menjaga supaya pipa- pipa tidak ada kekhawatiran untuk terbakar. STANDART OPERASIONAL KETEL CHENG CHEN Cara menjalankan ketel uap. 1. Periksa peralatan ketel uap sesuai fungsi dan posisi 2. Ketel diisi sampai penuh 3. Tangki daerator penuh

1. 2. 3. 4.

4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19.

Afsluiter buangan dibuka Pemanasan dengan kayu hari terus menerus sampai mendidih Afsluiter buangan ditutup. Compressor dihidupkan/ pompa FO/ pemanas minyak elektrik dihidupkan. FD Fan duhidupkan/ ID Fan dihidupkan. Berner udara duhidupkan sampai tekanan 8 kg/cm. ID Fan dihidupkan dengan turbin. Dumper by pass tutup, dumper turbin dibuka. Berner diganti dengan uap sampai tekanan 15kg/cm. Afsluiter induk dibuka pelan sampai dengan bukaan penuh untuk masuk saring. Saf dujalankan/rotary dumper dijalankan/bagasse rotery feeder dijalankan. Buka klep amas nasuk menurut kebutuhan. BFW pump dihidupkan/daerator pump dihidupkan. Burner dihidupkan untuk membantu pembakaran bila perlu. DA AR dihidupkan /AH AR dihidupkan/konveyor abu dijalankan. Sinkron ketel uap dan tekanan harus sama.

POMPA MENGATASI GANGGUAN PDA INSTALASI POMPA 1. Pompa sukat dipancing a. Katup hisap. ya Bersihkan benda- benda asing ( jika rantai dilengkapi dengan rantai penarik, gerakkan rantai penarik naik turun dari atas lantai).

Apakah katup hisap tersumbat sampah atau benda asing

tidak

Apakah dudukan katup aus?

ya

Perbaiki katup/ganti dengan yang baru

2. Pompa vakum Apakah udara terisap dari sambungan pipa isap atau kotak paking? tidak ya Perbaiki/ ganti pompa vakum 1. Perbaiki perapat atau packing di sambungan pipa isap. 2. Kencangkan penekan packing. 3. Perbaiki saluran air perapat ke kotak packing

ya

Apakah kapasitas pompa vakum berkurang?

3. Pompa tidak berputar setelah tombol ditekan Apakah alat pelindung bekerja? Ya 1. Ganti sekring jika putus. 2. Jika pemutus sirkuit/ relay arus lebih terbuka, kembalikan Jika tidak brkrrja secara semestinya, perbaiki atau ganti.

Tidak

Cari sebab- sebab bekerjanya alat pelindung dan perbaiki penyimpangan

Apakah pompa adapt diputar dengan tangan? Tidak Apakah benda asing tersangkut di pompa?

Ya

Jika motor terbuka/ putus lilitannya, perbaiki/ ganti motor.

Ya Keluarkan benda asing tersebut.

4. Pompa berputar tetapi air tidak keluar atau aliran kurang benar. Apakah katup keluar tertutup? tidak Apakah jumlah air untuk memancing tidak cukup? ya 1. Pariksa apakah air dalam tandon cukup. 2. Periksa apakah air bocor dari katup isap. 3. Untuk pengisapan dengan dorongan. Buka katup pada sisi isap jika tertutup Pertukarkan 2 dari kabel 3 fase untuk membalik putaran. ya Buka katup.

tidak

Apakah putaran pompa terbalik? tidak Apakah ada kantong udara di dalam pipa?

ya

ya

tidak

1. Buka katup laluan udara untuk membuang udara. 2. Periksa kemiringan pipa isap, sambungan pipa, dan kotak paking. Perbaiki kesalahan dan atasi gangguan.

Apakah ada benda asing menyumbat pompa/ pipa? tidak Apakah pompa mengalami keausan serius di dalamnya? tidak Apakah head isap terlalu tinggi dan apakah terjadi kavetasi?

ya

Keluarkan benda asing.

ya

Perbaiki dan ganti bagian yang aus. Setel celah sempit pada cincin perapat.

ya

tidak Head system telalu tinggi dibanding dengan head pompa?

1. Periksa tinggi pompa dari muka air. Jika perlu, turunkan letak pompa. 2. Periksa apakah ada hambatan pada katup/ pipa isap. Bersihkan saringan isap. Jika perlu besarkan diameter pipa isap. 1. Ubah system pipa untuk memperkecil head tahanan pada pipa keluar. 2. Ganti pompa yang sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan. 3. Tamnah pompa dalam sususnan seri

ya

5. Motor mengalami pembebanan lebih Apakah tegangan jala- jala terlalu rendah? Tidak Apakah putaran pompa terlalu tinggi? (untuk pompa yang digerakkan dengan sabuk). Tidak Apakah pompa beroprasi jauh dari titik yang ditentukan dalam aplikasinya? Ya

Ya

Ganti puli

Tidak

1. Dalam hal pompa sentrifugal, jangan operasikan denga kapasitas aliran yang berlebihan. Untuk mengecilkan aliran, atur pembukaan katup keluar. 2. Dalan hal pompa aliran aksial, buka katup lebih besar dan operasikan pompa pada head yang rendah daripada head yang ditentukan sebelumnya jika mungkin.

Apakah penekan paking menekan terlalu keras?

Ya

Kendorkan penekan paking

Tidak

Apakah ada benda asing yang menghambat bagian yang berputar? Tidak

Ya

Keluarkan benda asing

Apakah berat jenis dan viskositas zat cair yang dipompa terlalu besar?

Ya

Untuk pompa sentrifugal: 1. Kecilkan laju aliran dengan menaikkan head tahanan system dan operasikan pompa pada daerah yang tidak menimbulkan pembebanan lebih. 2. Perkecil diameter luar impeller atau gunakan motor penggerak yang berdaya lebih besar.

6. Bunyi dan getaran terlalu berlebihan Apakah kalurusan kopling kaku berubah? Tidak Apakah pondasi atau penumpu pipa kurang kokoh? Ya 1. Periksa kembali posisi dan bila perlu diperkuat. 2. Jika pompa mendapat beben terlalu besar dari pipa, pasang penumpu pada pipa. Bila perlu, pindahkan titik tumpuan dan pasang sambungan pipa lurus. Kecilkan katup keluar jika pompa beroperasi dengan kapasitas yang berlebihan. Jika laju terlalu kecil pada pembukaan penuh dari katup keluar, ganti katup keluar pada pompa. 1. kencangkan sambungan pipa isap dan paking tekan. 2. Ambil langkah yang diuraikan seperti di atas(butir 3). Ya Perbaiki kelurusan

Tidak

Apakah pompa beroperasi jauh dari titik spesifikasinya?

Ya

Tidak

Apakah ada udara nasuk atau terjadi kavitasi? Tidak Apakah ada benda asing masuk ke impellar? Tidak

Ya

Keluarkan benda asing Ya

Apakah bagian yang berputar tidak balance karena impellar aus?

Ya

Balancekan kembali impellar atau ganti dengan yang baik.