Anda di halaman 1dari 3

SLR (Satellite Laser Ranging)

A. KARAKTERISTIK UMUMNYA

Satellite Laser Ranging atau biasa disingkat dengan SLR adalah teknologi satelit geodesi yang dapat mengukur jarak antara stasiun di bumi dengan satelit secara lebih teliti dengan suatu metoda tertentu. Sistem ini berbasiskan pada pengukuran jarak dengan laser ke satelit yang dilengkapi dengan retro-reflektor laser.Cara pengukurannya yaitu dengan Pulsa yang sangat pendek dari laser dikirimkan teleskop dari stasiun bumi, dan terus dipantulkan dengan suatu reflektor khusus didalam satelit dan memantul kembali ke bumi. Waktu yang diperlukan gelombang pulsa ini diukur, sehingga dengan demikian kita dapat mengukur jaraknya. Kita dapat pula menentukan waktu absolut dari perjalanan foton dari gelombang tersebut sehingga kita dapat menentukan bentuk geometri dari satelit dan laser tersebut secara baik, sejauh kita tetap memberikan pengontrolan atas beberapa kesalahan. memiliki keakuratan pengukuran hingga 50 picosecond atau sebanding dengan 1 cm bahkan kurang. Dengan pengukuran jarak dari SLR dari seluruh dunia kita dapat menetukan rotasi dari bumi dan pergerakan lempeng tektonik secara global

PARAMETER YANG DIKETAHUI o o o o Rotasi bumi dan waktu universal (UT1) Parameter model bumi dan MSL Koefisien medan gaya berat (gravitasi) Komponen kutub

C. BESARAN YANG DIUKUR Orbit satelit Koordinat geosentrik dari stasiun di bumi.

D. CARA MENDAPATKAN POSISI TITIK Secara umum Pengukuran jarak dengan menggunakan laser ke satelit dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut:

Geometri pengamatan SLR secara lebih rinci ditunjukkan pada gambar di samping , dan dapat diformulasikan sebagai berikut: d = c. t + do + ds + db + df + dr + 2 Dimana:

t = data ukuran waktu tempuh pulsa laser do = koreksi eksentrisitas di tanah ds = koreksi eksentrisitas di satelit db = delay sinyal di sistem tanah dr = kesalahan refraksi = kesalahan random dan bias yang tersisa

untuk SLR , refraksi yang disebabkan oleh lapisan troposfer umumnya dikoreksikan dengan menggunakan formulasi dari marini dan murray yang juga direkomendasikan dalan standar IERS . sedangkan efek dari refraksi ionosfer pada prinsipnya dapat diabaikan untuk frekuensi optik dari sinar laser. Koreksi refraksi untuk jarak ukuran dengan model Marini dan Murray dihitung dengan formulasi berikut: dr = Pada persamaan di atas: f . f(, H) _____A+B_____ sin E + B/(A + B) sinE +0,01

A= 0,002357 Po + 0,000141 eo B= 1,084.10-8.Po.To.K + 4,734.10-8 P20. 2 T0 3-1/K K= 1,163 0,00968.cos2 0,00104.T0 + 0,00001435.P0 Dimana:

E = elevasi sebenarnya dari satelit (derajat) Po = tekanan udara pada stasiun pengamat (mbar) To = temperatur udara pada stasiun pengamat (0K) eo = tekanan uap air pada stasiun pengamat (mbar)

Parameter frekuensi laserf () adalah: f() = 0,9650 + 0,0164 + 0,000228 2 4 Fungsi lokal stasiun laser f (,H) adalah: f( ,H) = 1 0,026 cos 2 - 0,00031 H Dimana: H = panjang gelombang laser (m) = lintang = ketinggian dari stasiun pengamat (km)

Perlu ditekankan bahwa titik referensi geometris pada stasium bumi SLR umumnya tidak sama dengan titik nol pengamatan secara elektris. Bias ini umum dinamakan delay sinyal dan besarnya ditentukan dengan proses kalibrasi sistem. Berikut ini adalah contoh dari suatu stasiun pengamatan SLR, yang ada di Amerika.