Anda di halaman 1dari 5

www.digizoneku.com Pada dasaranya, baik manusia maupun komputer memiliki piranti input, sistem pengolah dan output.

Informasi yang diterima dan tanggapannya dikirimkan melalui beberapa media input dan output, yaitu: - Visual channel - Auditory channel - Haptic channel - Movement Sistem pengolahan manusia terdiri dari dua bagian yaitu pengolahan sadar (conscious processing) dan otomatis. Pengolahan sadar terjadi ketika rangsangan datang kemudian dibawa ke bagian intellektual dan memerlukan beberapa waktu untuk menghasilkan tanggapan. Pengolahan otomatis terjadi secara reflek dan memerlukan waktu tanggapan yang pendek.

Model persepsi, kognisi, dan memori pada manusia

Sistem Berbasis Pengetahuan

Bimo Adi Pradono (31045)

www.digizoneku.com Pengolahan perseptual dapat dipandang sebagai kumpulan register penyangga temporer. Informasi yang diterima manusia akan disimpan pada bagian ini sebelum dilewatkan ke pengolahan persepsi sebelum ditanggapi. Register sensori manusia mempunyai persistensi (kemenetapan) sebesar 0,2 detik sementara pendengaran sekitar 2 detik. Efek dari persistensi banyak dimanfaatkan dalam TV untuk membuat sederetan citra diskrit muncul sebagai citra bergerak kontinu. Register sensori dapat dibedakan menjadi beberapa macam yaitu: - iconic memory untuk stimuli visual - echoic memory untuk stimuli aural - haptic memory untuk sentuhan Memory-memory tersebut selalu di overwrite tiap kali ada informasi baru yang diterima. Informasi yang diterima oleh sensory memory akan dikirim dan disimpan ke memory yang permanen (Long Term Memory / LTM) atau di overwrite dan hilang. Kanal antara register sensori dan memori jangka pendek mempunyai kapasitas rendah yang menyatakan keterbatasan sesorang dalam memperhatikan semua masukan secara serentak.

Memori jangka pendek (Short-term memory) dan jangka penjang (Long-term memory ) memiliki aktivitas kognitif yang berbeda. 1. Short-term memory (STM) / working memory Miller (1956) membuktikan bahwa STM manusia memiliki kapasitas untuk menyimpan 7+/-2 chunks informasi. Sebagai contoh, cobalah untuk mengingat urutan nomor berikut: 0811738463 Berapa banyak nomor yang bisa anda ingat? Jika anda bisa mengingat lima sampai sembilan digit, maka kapasitas STM anda termasuk normal. Sekarang cobalah untuk mengingat urutan nomor berikut: 0811 738 463 Apakah anda bisa mengingatnya dengan lebih mudah? Disini, nomor-nomor tersebut di kelompokkan (chunked). Artinya, mengelompokkan informasi bisa meningkatkan kapasitas STM. 2. Long-term memory (LTM) LTM berfungsi sebagai tempat menyimpan informasi secara permanen, misalnya pengalaman kita, aturan dan kebiasaan kita, dan segala sesuatu yang kita ketahui. Sampai sekarang belum diketahui berapa kapasitas maksimum LTM manusia. LTM bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu episodic memory dan semantic memory. Episodic memory dipakai untuk meyimpan kejadian dan pengalaman yang kita dapatkan secara serial. Semantic memory dipakai untuk menyimpan fakta, konsep dan skill yang telah kita dapatkan secara terstruktur. Informasi pada semantic memory didapatkan dari episodic memory sehingga manusia bisa mempelajari fakta-fakta atau konsep-konsep baru dari kejadian yang dialaminya.

Sistem Berbasis Pengetahuan

Bimo Adi Pradono (31045)

www.digizoneku.com Informasi yang diterima manusia di proses dan diaplikasikan untuk: - Pengambilan kesimpulan / Reasoning Reasoning adalah proses dimana manusia menggunakan pengetahuannya untuk menarik kesimpulan atau mendapatkan pengetahuan baru tentang sesuatu. Reasoning terdiri dari tiga jenis: deductive, inductive dan abductive. Deductive reasoning dipakai untuk mendapatkan kesimpulan logika dari premise (fakta) yang diketahui. misalnya: jika hari ini hujan, saya tidak pergi kuliah hari ini hujan. Jadi hari ini saya tida pergi kuliah Deductive reasoning tidak memperdulikan kebenaran dari premise, jadi misalnya: Jika hari ini hujan maka tanahnya kering Hari ini hujan. Jadi tanahnya kering Contoh di atas tetap disebut deductive reasoning, meskipun kita tahu bahwa itu tidak masuk akal. Inductive reasoning meng-generalisasi-kan kasus-kasus yang kita lihat untuk mendapatkan informasi yang belum kita ketahui. Misalkan, jika semua gajah yang kita lihat memiliki belalai, kita infer (ambil kesimpulan) bahwa semua gajah memiliki belalai. Tentu saja inference ini tidak bisa dipercaya dan tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Meskipun demikian, induction sangat berguna bagi kita dalam mempelajari lingkungan kita. Kita tidak mungkin bisa melihat semua gajah yang ada atau yang akan ada dalam dunia ini, tetapi kita memiliki pengetahuan bahwa semua gajah memiliki belalai. Tipe ketiga dari reasoning adalah abduction. Abduction dipakai untuk mendapatkan sebab dari suatu kejadian. Misalnya, kita tahu bahwa Joni selalu ngebut jika dia mabuk. Jika suatu ketika kita lihat Joni sedang ngebut, maka kita ambil kesimpulan bahwa Joni sedang mabuk. Tentu saja hal ini tidak bisa dipercaya karena mungkin saja ada sebab lain, misalnya dia sedang terburu-buru karena terlambat ujian. - Memecahkan masalah / Problem-solving Jika reasoning adalah bagaimana cara mendapatkan informasi baru dari informasi yang sudah diketahui, problem-solving adalah proses untuk mencari solusi dari suatu task yang belum pernah dikenal sebelumnya, dengan menggunakan pengetahuan yang kita miliki. - Akuisisi keahlian / Skill acquisition Masalah-masalah yang kita pecahkan biasanya tidak seluruhnya merupakan masalah baru. Sebaliknya, secara tidak sadar, kemampuan (skill) kita pada suatu domain bertambah. Bagaimana cara kita meningkatkan skill yang kita miliki? Salah satu model dari skill acquisition adalah dari Anderson, yang dikenal dengan nama ACT model.

Sistem Berbasis Pengetahuan

Bimo Adi Pradono (31045)

www.digizoneku.com

Pengolahan Informasi Pada Komputer


Sama seperti manusia, komputer juga memperoleh input dari luar, kemudian mengaksesnya untuk menjadikan suatu bentuk keluaran. Komputer memiliki skema yang mirip dengan konsep pengolahan manusia karena memang diadaptasi dari pengolahan informasi pada manusia. Hanya saja, komputer memiliki keunggulan dalam kecepatan untuk mengolah informasi dan memiliki tingkat keakuratan data yang lebih tinggi dibanding manusia. Tapi, mesin/komputer tidak memiliki sistem naluri yang ada pada manusia karena sistem pada komputer hanya akan berjalan sesuai dengan program yang ditanamnkan oleh programmer, sehingga ruang lingkupnya terbatas. Justru dengan kecilnya ruang lingkup komputer, membuat keakuratan data yang dihasilkan menjadi jauh lebih tinggi. Proses Pengolahan Informasi pada Komputer

Komputer terdiri atas 2 bagian besar yaitu perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Perangkat keras: - Prosesor atau CPU sebagai unit yang mengolah data - Memori RAM, tempat menyimpan data sementara (short-term memory) - Hard drive, media penyimpanan semi permanen (long-term memory) - Perangkat masukan, media yang digunakan untuk memasukkan data untuk diproses oleh CPU. Contoh: mouse, keyboard, dll. Sistem Berbasis Pengetahuan Bimo Adi Pradono (31045)

www.digizoneku.com - Perangkat keluaran, media yang digunakan untuk menampilkan hasil keluaran pemrosesan CPU. Contoh: printer, monitor, dll.

Perangkat lunak: - Sistem operasi Program dasar pada komputer yang menghubungkan pengguna dengan hardware komputer. Sistem operasi yang biasa digunakan adalah Linux, Windows, dan Mac OS. Tugas sistem operasi termasuk (namun tidak hanya) mengatur eksekusi program di atasnya, koordinasi input, output, pemrosesan, memori, serta instalasi software. - Program komputer Merupakan aplikasi tambahan yang dipasang sesuai dengan sistem operasinya

Slot pada komputer - ISA/PCI, slot untuk masukan kartu tambahan non-grafis - AGP/PCIe, slot untuk masukan kartu tambahan grafis - IDE/SCSI/SATA, slot untuk hard drive/ODD - USB, slot untuk masukan media plug-and-play

Sistem Berbasis Pengetahuan

Bimo Adi Pradono (31045)