Anda di halaman 1dari 5

Analisis Evapotranspirasi Metode Meyer

E 0,35 (ea ed) (1 V/100) mm/hari


Ed ea * RH
ea ~lihat tabel berdasar t bola kering
RH ~lihat tabel berdasar t bola basah & A t
V kecepatan angin (mile/hari)
Evapotranspirasi merupakan Iaktor dasar untuk menentukan kebutuhan air dalam rencana
irigasi dan merupakan proses yang penting dalam siklus hidrologi.
Analisis Evapotranspirasi Potensial Metode Thornwaite
Data yang diperlukan dalam metode ini adalah suhu rata-rata bulanan yang didapat dari suhu
rata-rata harian. Data tersebut dianalisis dengan rumus-rumus :

Analisis Neraca Air Metode Thornwaite Mather
Perhitungan neraca air menurut Iungsi meteorologis sangat berguna untuk evaluasi
ketersediaan air di suatu wilayah terutama untuk mengetahui kapan ada surplus dan deIisit
air. Neraca air ini umumnya dihitung dengan metoda Thornthwaite Mather.
Data yang diperlukan berupa :
1. Curah hujan bulanan
. Suhu udara bulanan
3. Penggunaan lahan
4. Jenis tanah atau tekstur tanah
5. Letak garis lintang
Langkah-langkah perhitungan :
1. Hitung suhu udara bulanan rata-rata
Data suhu udara pada umumnya sulit diperoleh, oleh karena itu suhu udara dapat
diperkirakan dengan data suhu yang ada di suatu tempat :A t 0,006 x A ht1 t
AtA h beda tinggi tempat lokasi 1 dengan lokasi (dalam meter)A t beda suhu
udara (A C);t suhu udara di lokasi .
. Hitung Evapotranspirasi dengan metode Thornthwaite Mather (Ep)
3. Hitung selisih hujan (P) dengan evapotranspirasi
4. Hitung 'accumulated potential water losses (APWL)
5. Hitung 'Water Holding Capacity (Sto) berdasar Tabel (Lampiran 4)
6. Hitung soil moisture storage (St.)

Sto dihitung atas dasar data tekstur tanah, kedalaman akar
7. Hitung delta St tiap bulannyaA st Sti bulan ke i dikurangi St bulan ke (i 1)
8. Hitung evapotranspirasi aktual (Ea)
untuk bulan basah ( P ~ Ep), maka Ea Ep
untuk bulan kering ( P Ep), maka Ea P ,- A St,
9. Hitung surplus air (S); Bila P ~ Ep, maka S ( P EP) - A St.
10.Hitung deIisit (D), D Ep - Ea.
Analisis Evapotranspirasi Metode Turc Langbein
Rumus umum yang digunakan yaitu konsep neraca air secara meteorologis pada suatu DAS
(Seyhan, 1977) :
P R Ea A St
Dalam hal ini :
P curah hujan
R limpasan permukaan
Ea evapotranspirasi aktual
A St perubahan simpanan
Apabila neraca air tersebut diterapkan untuk periode rata-rata tahunan, maka A St dapat
dianggap nol, sehingga surplus air yang tersedia adalah :
R P Ea
Dan jumlah air yang tersedia diperkirakan sebesar 5 hingga 35 dari surplus air.
Menurut Keijne (1973), evapotranspirasi aktual tahunan dapat diperkirakan dengan
menggunakan rumus Turc-Langbein :

Dalam hal ini :
E evapotranspirasi aktual (mm/tahun)
Eo evaporasi air permukaan (mm/tahun)
P curah hujan rata-rata (mm/tahun)
T suhu udara rata-rata (oC)
Nilai suhu udara dapat diketahui berdasarkan data suhu udara rata-rata tahunan dari stasiun
yang diketahui dengan persamaan :
T1 T (Z1 Z) 0,006
Dalam hal ini :
T1 suhu udara yang dihitung pada stasiun 1
T suhu udara yang diketahui dari stasiun
Z1 elevasi stasiun 1
Z elevasi stasiun
Rumus Penmman Modifikasi membutuhkan lebih banyak data terukur, yaitu suhu udara
bulanan rerata (t,
0
C), kelembaban relatiI bulanan rerata (RH, ), kecerahan matahari
bulanan (n/N, ), kecepatan angin bulanan rerata (u, m/s), dan letak lintang daerah yang
ditinjau. Perhitungan ETo berdasarkan rumus Penmann di daerah Indonesia adalah sebagai
berikut
ETo c x ETo*
ETo* W (0,75 Rs Rn
1
) (1 W). I(u). (ea ed)
dengan :
W Iaktor yang berhubungan dengan suhu dan elevasi
Rs radiasi gelombang pendek, dalam satuan evaporasi ekivalen (mm/hari)
Rs (0,5 0,54 n/N) R
a

Ra radiasi gelombang pendek yang memenuhi batas luar atmosIir atau angka
angot (mm/hari)
R
n1
radiasi bersih gelombang panjang (mm/hari)
R
n1
I(t).I(ed).I(n/N)

(-31)
I(t) Iungsi suhu
I(t)
I(ed) Iungsi tekanan uap
I(ed) 0,34 (0,044.ed
0,5
)
I(n/N) Iungsi kecerahan
I(n/N) 0,1 (0,9.n/N)
I(U) Iungsi kecepatan angin pada ketinggian meter (m/dt)
I(U) 0,7 (1 0,864 U)
(ea-ed) perbedaan tekanan uap jenuh dengan tekanan uap yang sebenarnya
ed ea . RH
ea tekanan uap sebenarnya yang besarnya berhubungan t
RH kelembaban udara relatiI ()
c angka koreksi Pennman yang besarnya mempertimbangkan perbedaan cuaca