Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN INDIVIDU

PRAKTIKUM PENGUKURAN FAKTOR DAYA







DI SUSUN OLEH :
NANANG TRIYANDOKO
KE - 2D / 16
3.29.10.0.17


PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI
1URUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2011
I. Tujuan Percobaan
ahasiswa dapat mengerti dan memahami teori praktikum pengukuran Iaktor
daya dan menerapkannya dalam praktikum.
ahasiswa dapat menggunakan alat ukur Iaktor daya yaitu Cos meter.

II. Dasar Teori
enurut deIinisi, Iaktor daya adalah cosinus sudut Iasa antara tegangan dan
arus, dan pengukuran Iaktor daya biasanya menyangkut penentuan sudut Iasa ini.
Pada dasarnya instrumen ini bekerja berdasarkan prinsip elektrodinamometer, dimana
elemen yang berputar terdiri dari dua kumparan yang dipasang pada poros yang sama
tetapi tegak lurus satu sama lain. Kumparan putar berputar di dalam medan maknetik
yang dihasilkan oleh kumparan medan yang membawa arus jala-jala. Ini ditunjukkan
dalam kerja alat ukur. faktor daya.
Secara umum daya listrik mengandung unsur resistansi dan reaktansi atau
impedansi kompleks sehingga daya yang diserap tergantung pada siIat beban. Hal
tersebut dikarenakan yang menyerap daya adalah beban yang bersiIat resistiI, sedang
beban yang bersiIat reaktiI tidak menyerap daya. Dengan demikian perkalian antara
tegangan eIektiI dengan arus eIektiI adalah merupakan daya semu ( S )
S V . I (VA)
Sedangkan besarnya daya nyata (P ) adalah :
P V . I . Cos (Watt)
Disamping adanya daya nyata (P), daya semu ( S ), ada daya yang disebabkan oleh
beban reaktiI (Q), besarnya adalah :
Q V . I . Sin VAR
Hubungan antara ketiga daya nyata, daya semu dan daya reaktiI dapat dilukiskan
dengan segitigadaya.
Rasio besarnya daya aktiI yang bisa kita manIaatkan terhadap daya tampak yang
dihasilkan sumber inilah yang disebut sebagai Iaktor daya.




III. Alat dan Komponen yang Digunakan
Sumber Tegangan AC 1 Phasa
Slide Regulator
Voltmeter
Cos eter
ultimeter
Resistor
Induktor
Kabel

IV. Gambar Rangkaian Percobaan
Rangkaian dengan beban R

Rangkaian dengan beban R-L







V. Langkah Percobaan
1. empersiapkan alat dan komponen yang akan digunakan dalam praktikum.
2. engukur besarnya resistor yang akan digunakan.
3. engecek dan mengukur besarnya tegangan sumber terlebih dahulu.
4. erangkai alat dan komponen seperti gambar rangkaian dengan beban R
seperti gambar di atas.
5. Sebelum menghidupkan saklar, kita laporkan rangkaian terlebih dahulu
kepada pembimbing.
6. Setelah disetujui saklar dapat kita hidupkan.
7. embaca hasil pengukuran pada Cos meter dan mencatatnya ke dalam tabel
percobaan.
8. elakukan pengukuran selanjutnya dengan menggunakan resistor yang
bervariasi.
9. elakukan kembali langkah 4-9 dengan menggunakan beban R-L yang
bervariasi.

VI. Data Hasil Percobaan
Tabel percobaan dengan beban R
No V (Volt) R (O) Cos
1 100 140 1
2 100 70 1
3 100 50 1
4 100 35 1
5 100 25 1

Tabel percobaan dengan beban R-L dengan variasi R
No V (Volt) R (O) L (Selektor) Cos
1 100 140 1 0,96
2 100 70 1 0,66
3 100 50 1 0,56
4 100 35 1 0,5
5 100 25 1 0,48

Tabel percobaan dengan beban R-L dengan variasi L
No V (Volt) R (O) L (Selektor) Cos
1 100 140 1 0,96
2 100 140 2 0,93
3 100 140 3 0,96
4 100 140 4 0,97
5 100 140 5 0,98

VII. Analisa Data
Pada percobaan dengan menggunakan beban R, didapatkan nilai Iaktor daya
(Cos ) yang sama yaitu 1 pada variasi nilai beban R. Hal tersebut terjadi
karena beban R tidak memiliki nilai reaktansi.
Pada percobaan dengan menggunakan beban R-L dengan nilai R yang
bervariasi, didapatkan perbedaan nilai Iaktor daya (Cos ) pada nilai R yang
bervariasi. Semakin besar nilai R maka akan menghasilkan nilai Iaktor daya
yang semakin besar pula dan juga sebaliknya.
Pada percobaan dengan menggunakan beban R-L dengan nilai L yang
bervariasi, didapatkan juga perbedaan nilai Iaktor daya (Cos ). Semakin
selektor dipindah ke selektor selanjutnya (dari kecil ke besar) akan
menghasilkan nilai Iaktor daya (Cos ) yang semakin besar. Akan tetapi pada
selektor no. 2 terdapat sedikit kesalahan. Kesalahan pengukuran tersebut
terjadi dikarenakan kondisi induktor yang kurang baik sehingga berpengaruh
pada hasil pengukuran.

VIII. Kesimpulan
Setelah melakukan praktikum pengukuran Iaktor daya dapat disimpulkan
bahwa dalam percobaan dengan menggunakan beban R-L besarnya nilai Iaktor daya
dipengaruhi oleh variasi nilai resistansi pada R dan nilai reaktansi pada L. Sedangkan
pada beban R nilai Iaktor daya adalah 1 dikarenakan beban R tidak memiliki nilai
reaktansi. Besarnya Iaktor daya inilah yang akan mempengaruhi besarnya daya pada
rangkaian.


DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/15079686/Book-15-Alat-Ukur-Teknik-Pengukuran-2
http://www.scribd.com/doc/55717838/TA-Lukmanul-Hakim-Cs
http://su.wikipedia.org/wiki/Faktordaya
http://konversi.wordpress.com/2010/05/05/memahami-Iaktor-daya/
http://www.scribd.com/doc/32931995/Cos-Phi-eter