Anda di halaman 1dari 4

KESEJAJARAN POROS TERHADAP 1 BIDANG

TUJUAN Setelah menyelesaikan praktek ini, mahasiswa mampu : 1. Menjelaskan perbedaan fungsi suatu poros 2. Menjelaskan pengertian poros 3. Meluruskan poros pada bidang datar 4. Menyebutkan berbagai jenis poros 5. Menunjukkan penerapan pensejajaran poros yang benar 6. Memeriksa kelurusan poros terhadap satu bidang datar 7. Menyebutkan peralatan untuk pensejajaran poros 8. Menggunakan peralatan untuk pensejajaran poros dengan benar.

DASAR TEORI Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap mesin. Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersama sama dengan putaran. Peranan utama dalam transmisi seperti ini dipegang oleh poros. Beberapa macam poros berdasarkan pembebanan poros untuk meneruskan daya, antara lain : 1. Poros transmisi Jenis poros ini mendapatkan beban puntir murni atau puntir dan lentur. Daya ditransmisikan melalui kopling, roda gigi, pulli sabuk atau spoket rantai. 2. Spindel Jenis poros ini termasuk pendek, layaknya poros utama pada mesin perkakas, dimana beban utamanya berupa puntiran. 3. Gandar Jenis poros ini tidak mendapatkan beban puntir, bahkan terkadang tidak boleh berputar, sehingga ia hanya mendapatkan beban lentur. Pada mesin pada umumnya, poros terbuat dari baja yang ditarik dingin dan dinifis, baja karbon konstruksi mesin yang dihasilkan dari ingot yang di kill ( baja yang dideoksidasikan dengan ferro silikon dan di cor, dengan kadar karbon terjamin ). Sedangkan poros yang digunakan untuk meneruskan putaran tinggidan beban berat, pada umumnya dibuat dari baja paduan dengan pengerasan kulit yang sangat tahan terhadap keausan.

KEGIATAN PRAKTEK - Alat yang digunakan : 1. Kunci L 2. Gunting plat 3. Penyiku 4. Palu karet 5. Mistar sorong 6. Mikrometer

7. Dial indikator - Pemeriksaan kebulatan dan kelurusan poros Langkah kerja : 1. Melepaskan poros dari plat siku 2. Memasang poros pada alat pemutar poros 3. Memasang dial indikator dengan arah tegak lurus pada permukaan ukur 4. Mengatur posisi dial indikator kira kira mempunyai tekanan awal 0,5 mm terhadap titik pengukuran terendah. - Pensejajaran poros terhadap bidang datar Langkah kerja : 1. Melonggarkan baut baut yang ada di kaki kaki plat dengan menggunakan kunci L 2. Memasang dial indikator pada poros kira kira mempunyai tekanan 0,5 mm terhadap titik pengukuran terendah 3. Mengatur dial indikator pada posisi nol 4. Menggerakkan dial indikator dengan arah radial pada poros 5. Menentukan titik tertinggi poros 6. Menentukan jarak dari titik uji pada poros 7. Menentukan jarak antara titik tumpu dari plat siku 8. Menentukan harga X dengan menggnakan rumus perbandingan 9. Memotong beberapa lembar shim sesuai dengan harga X yang telah di dapatkan 10. Memasang shim pada bagian yang telah ditentukan 11. Mengencangkan baut pengikat pada bagian bawah bidang datar dengan menggunakan kunci L 12. Memeriksa kembali kesejajaran dengan dial indikator.

DATA PRAKTEK ~ Jarak dari titik poros pada poros ( L2) = 65 mm ~ Jarak dari titik tumpu pada kaki kaki plat siku ( L1 ) = 18 mm ~ Perbedaan ketinggian ( h2 h1 ) = 3,31 mm ~ Kebulatan - Poros 1 ( terjadi perbedaan 0,01 mm pada bagian depan dan belakang ) - Poros 2 ( terjadi perbedaan 0,02 mm pada bagian depan dan belakang )

- Poros 3 ( terjadi perbedaan 0,01 mm pada bagian depan dan belakang ) - Poros 4 ( terjadi perbedaan 0,02 mm pada bagian depan dan belakang ) ~ Diameter poros Poros 1 ---> diameter luar 1 = 75,06 mm diameter luar 2 = 75,07 mm diameter dalam = 30,24 mm

Poros 2 ---> diameter luar 1 = 75,04 mm diameter luar 2 = 75,06 mm diameter dalam = 30,26 mm

Poros 3 ---> diameter luar 1 = 75,96 mm diameter luar 2 = 75,98 mm diameter dalam = 30,74 mm Poros 4 ---> diameter luar 1 = 74,98 mm diameter luar 2 = 75,00 mm diameter dalam = 30,72 mm ~ Kesejajaran terhadap 1 poros - Poros 1 = 3,31 mm - Poros 2 = 2,95 mm - Poros 3 = 3,06 mm - Poros 4 = 3,01 mm