Anda di halaman 1dari 4

KESEJAJARAN POROS TERHADAP 2 BIDANG

TUJUAN Setelah menyelesaikan praktek ini, mahasiswa mampu : 1. Menjelaskan pensejajaran suatu poros 2. Meluruskan suatu poros terhadap dua bidang 3. Menyebutkan peralatan yang dibutuhkan untuk pembongkaran, perawatan dan perakitan 4. Menggunakan peralatan untuk pensejajaran poros dengan benar.

DASAR TEORI Pensejajaran suatu poros adalah kegiatan meratakan bidang landasan terhadap landasan dasar supaya diperoleh ketinggian yang sesuai ( rata ) dan sama terhadap bidang yang lain. Pensejajaran poros merupakan bagian yang paling penting karena mesin bertumpu pada landasannya masing masing. Jika landasan tidak rata, maka sulit untuk mendapatkan kerja mesin yang baik, benar dan tahan lama. Suatu poros bukan hanya sepotong batang lurus yang dipasang pada mesin. Poros harus memenuhi tuntutan toleransi pada ketelitian ukuran, kebulatan, kondisi permukaan dan pemasangan di mesin terhadap bagian bagian yang lain. Buruknya kesejajaran poros akan menyebabkan masalah perawatan pada mesin, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan, terutama pada mesin rotari.

KEGIATAN PRAKTEK - Alat yang digunakan : 1. Kunci pas 2. Gunting plat 3. Penyiku 4. Palu karet 5. Mistar sorong 6. Dial indikator - Pemeriksaan kebulatan dan kelurusan poros Langkah kerja : 1. Melepaskan poros dari plat siku 2. Memasang poros pada alat pemutar poros 3. Memasang dial indikator dengan arah tegak lurus pada permukaan ukur 4. Mengatur posisi dial indikator kira kira mempunyai tekanan awal 0,5 mm terhadap titik pengukuran terendah.

- Pensejajaran poros terhadap 2 bidang datar Langkah kerja : 1. Melonggarkan baut baut yang ada di kaki kaki plat 2. Memasang dial indikator pada poros kira kira mempunyai tekanan 0,5 mm terhadap titik pengukuran terendah 3. Mengatur dial indikator pada posisi nol 4. Menggerakkan dial indikator dengan arah radial pada poros 5. Menentukan titik tertinggi poros 6. Menentukan jarak dari titik uji pada poros 7. Menentukan jarak antara titik tumpu dari plat siku 8. Menentukan harga X dengan menggnakan rumus perbandingan 9. Memotong beberapa lembar shim sesuai dengan harga X yang telah di dapatkan 10. Memasang shim pada bagian yang telah ditentukan dan menggerakkannya mendekati baut dengan titik yang berlawanan dengan harga X 11. Mengencangkan baut pengikat pada bagian bawah bidang datar dengan menggunakan kunci L 12. Memeriksa kembali kesejajaran dengan dial indikator 13. Setelah sejajar, berikutnya mensejajarkan poros tersebut dengan bidang lainnya dengan cara yang sama dengan sebelumnya.

DATA PRAKTEK ~ Jarak dari titik poros pada poros (


L
2

) - Poros 1 = 103,46 mm - Poros 2 = 51,48 mm ~ Jarak dari titik tumpu pada kaki kaki plat siku (
L
1

) - Poros 1 = 39,90 mm - Poros 2 = 58, 95 mm ~ Perbedaan ketinggian (


h
2

h
1

) - Poros 1 = 2,03 mm - Poros 2 = 0,07 mm ~ Kebulatan - Poros 1 ---> Pengukuran I = Poros bengkok 0,03 mm Pengukuran II = Poros bengkok 0,04 mm - Poros 2 ---> Pengukuran I = Poros bengkok 0,01 mm Pengukuran II = Poros bengkok 0,01 mm