Anda di halaman 1dari 11

CRITICAL APPRAISAL

CHANGE OF EXPOSURE RESPONSE OVER TIME


AND LONG-TERM RISK OF SILICOSIS AMONG A
COHORT OF CHINESE POTTERY WORKERS

Diajukan untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Epidemiologi Kesehatan dan
Keselamatan Kerja semester 7
Oleh :

Novia ZulIa Hanum 108101000048



KESEHATAN & KESELAMATAN KER1A
PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN & ILMU KESEHATAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH 1AKARTA
1432
2011

1UDUL ARTIKEL
O udul pada jurnal penelitian ini tidak sesuai dengan kaidah
penulisan judul jurnal pada jurnal bahasa inggris yang seharusnya
adalah tidak melebihi 10 kata, karena judul jurnal ini terdiri dari
19 kata.
O udul pada jurnal penelitian ini juga tidak memiliki singkatan dan
sudah jelas sehingga judul tersebut dapat mewakili hasil penelitian.
PENULISAN NAMA PENELITI
O Nama peneliti terdiri dari 8 nama, ditulis lengkap tanpa gelar
akademik atau indikasi jabatan dan kepangkatan penulis.
O Nama penulis ditulis dalam satu baris dan sesuai kaidah menulisan
jurnal
O Nama lembaga para peneliti dan alamat korespondensi peneliti
tercantum dengan jelas dalam jurnal ini
ABSTRAK
O umlah kata pada abstrak dalam jurnal ini yaitu 207 kata. Hal ini
tidak sesuai dengan standar penulisan abstrak yaitu 150-200 kata.
Namun sudah ditulis dalam 1 alinea.
O Dalam penulisan abstrak tidak ditemukan adanya singkatan.
O Kata kunci sudah terdiri 5 kata
O enis abstrak dalam penilitian ini sudah inIormative, jelas tertulis
apa yang ingin dilakukan (tujuan), metode yang digunakan, hasil
penelitian, dan kesimpulan penelitian.
PENDAHULUAN
O umlah paragraI pada pendahuluan terdiri dari 3 paragraI atau
bagian, dan sudah sesuai dengan kaidah penulisan paragraI yang
terdiri dari 3-4 paragraI atau bagian.

O Latar belakang
3

Dalam jurnal penelitian ini sudah tergambar latar belakang


mengapa dilakukan penelitian ini yaitu ingin melihat hubungan
antara paparan debu silica kristalin dengan kejadian silikosis pada
pekerja pabrik tembikar di China.

O Tidak ada hipotesis penelitian dalam jurnal ini.

Dalam jurnal ini tidak terdapat tujuan, namun terdapat pada abstrak
yaitu ingin melihat hubungan antara paparan debu silica kristalin
dengan kejadian silikosis pada pekerja pabrik tembikar di China.

O Latar Belakang Masalah
Pada pendahuluan yang terdapat pada penelitian ini sudah
tergambar dengan jelas mengenai masalah atau latar belakang
diambilnya topic penelitian. Secara umum :
a) Silikosis merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang
terjadi karena telah menghirup debu silica
b) Meskipun sesuai dengan perkembangan Ilmu pengetahuan
dan teknologi bahwa penyakit silikosis ini dapat dicegah,
namun penyakit ini masih sering terjadi di beberapa Negara
berkembang.
c) Penelitian ini menjadi penting karena silica kristalin
diklasiIikasikan sebagai karsinogenik bagi manusia.

O Hipotesis
Dalam penilitian ini, peneliti tidak menjelaskan secara eksplisit
mengenai dugaan sementara penelitiannya. Akan tetapi dari tujuan
penelitian yang dipaparkan bahwa penelitian ini ingin melihat
hubungan antara paparan debu silica kristalin dengan kejadian
silikosis pada pekerja pabrik tembikar di China. Hipotesis yang
4

dapat diambil adalah adanya hubungan antara paparan debu silica


kristalin dengan kejadian silikosis pada pekerja pabrik tembikar di
China.

METODE
O Desain
Pada penelitian atau jurnal ini, desain penelitian yang digunakan
adalah cohort yang dilakukan selama 37 tahun.
O Populasi dan Sampel
Populasi pada penelitian ini yaitu pekerja dari 4 pabrik tembikar
dengan total pekerja yaitu 7373 orang. Sedangkan yang dijadikan
sampel yaitu sebanyak 3250 pekerja karena ada criteria inklusi dan
sebanyak 4123 orang dikeluarkan dari penelitian. Criteria inklusi
nya yaitu pekerja yang mulai bekerja sejak tanggal 1 anuari 1950
dan berusia diatas 15 tahun, minimal kerja selama 1 tahun, dan
tidak terkena debu silica dari tempat lain.
O Pengukuran
Pengukurann dilakukan dengan cara melihat data radiograIi dan
diagnosis pekerja yang dilakukan diprovinsi masing-masing di
China oleh tim medis yang terlatih khusus.
O Mekanisme Biologi

Pada penelitian ini terdapat mekanisme biologi yang menjelaskan
hubungan eksposure dan outcome yaitu silikosis merupakan suatu
penyakit akibat kerja berupa penumpukan debu silica Kristal pada
paru-paru.






3

O Specivicity
Pada penelitian ini sudah spesiIik karena telah menggunakan
radiograIi dan pengukuran dinilai sudah tepat.

O Bias dan cara meminimalisir bias:
a) Bias inIormasi, kemungkinan standar pengukuran konsentrasi
silica yang digunakan (standar jerman) tidak cocok, karena jika
menggunakan standar jerman tersebut paparan debu silica pada
pekerja tembikar masih dibawah batas normal, namun jika
menggunakan standar AS paparan debu silica bisa saja diatas
stanar dan tidak aman bagi pekerja. Selain itu juga bisa kerna
kesalahan diagnosis oleh tim medis apakah silikosis itu benar brnar
disebabkan oleh paparan debu silica atau adanya gangguan pada
paru-paru yang disebabkan oleh Iactor lain seperti status merokok.

O ConIounding
ConIounding dalam penelitian ini adalah status merokok karena
bisa saja gangguan paru-paru yang terjadi pada pekerja bukan
silikosis akibat paparan debu silica namun bisa saja itu hanya
gangguan paru akibat rokok. Selain itu conIounding lain dalam
penelitian ini adalah paparan kumulatiI (masa latency) karena tidak
diketahui kapan dosis paparan mempengaruhi pekerja sampai
menimbulkan silikosis.
O Time Relationship
Pada penelitian cohort jelas terihat bahwa eksposure mendahului
outcome, yaitu pekerja terpapar debu silica kemudian
menimbulkan silikosis.


O Statistik
Analisa statistik yang digunakan pada penelitian :
6

1. Paparan debu silica sampai menimbulkan silikosis di hitung


dengan menggunakan analisis regresi poisson yang
disesuaikan dengan usia saat paparan, jenis kelamin, dan
status merokok
2. Risiko jangka panjang dari silikosis di ukur dengan
menggunakan regresi poisson tergantung pada tingkat
pemaparan, masa laten, dan merokok.

O Cara mengukur Eksposure dan Outcome :
Eksposure adalah paparan debu silica pada pekerja tembikar di
China.
Outcome adalah kejadian silikosis pada pekerja tembikar di
china.
HASIL
O aktor Kebetulan
aktor kebetulan yang ada dalam penelitian ini dapat
mempengaruhi hasil penelitian. Hal tersebut dapat diketahui dari
penggunaan CI . Peneliti menggunakan CI sebesar 95, dengan
alpha 0.05, yang berarti bahwa Iactor kebetulan dalam penelitian
ini sebesar 5. Dan dengan ini penelitian diharapkan
menghasilkan nilai pvalue 0.001.

O Pengaruh bias terhadap hasil

Bias sangat mempengaruhi hasil penelitian. Dalam penelitian ini
terdapat beberapa bias yaitu :
Bias InIormasi, standar pengukuran konsentrasi silica yang
digunakan (standar jerman) tidak cocok, karena jika menggunakan
standar jerman tersebut paparan debu silica pada pekerja tembikar
masih dibawah batas normal, namun jika menggunakan standar AS
paparan debu silica bisa saja diatas standar dan tidak aman bagi
7

pekerja. Selain itu juga bisa karena kesalahan diagnosis oleh tim
medis apakah silikosis itu benar benar disebabkan oleh paparan
debu silica atau adanya gangguan pada paru-paru yang disebabkan
oleh Iactor lain seperti status merokok. ConIounding dalam
penelitian ini adalah status merokok karena bisa saja gangguan
paru-paru yang terjadi pada pekerja bukan silikosis akibat paparan
debu silica namun bisa saja itu hanya gangguan paru akibat rokok.
Selain itu conIounding lain dalam penelitian ini adalah paparan
kumulatiI (masa latency) karena tidak diketahui kapan dosis
paparan mempengaruhi pekerja sampai menimbulkan silikosis.
Sehingga dengan ada nya bias dan conIounding ini dapat
mempengaruhi validitas dan reliabilitas hasil penelitian ini.

O Dose Response Eksposure dan Outcome
Eksposure pada penelitian ini adalah paparan debu silica pada
pekerja tembikar di China dan Outcomenya adalah kejadian
silikosis pada pekerja tembikar di china.
Pada penelitian ini dosis responnya sudah jelas, yaitu semakin
banyak dosis paparan akan berisiko terkena silikosis

O 'aliditas statistik menjawab hipotesis
Pada penelitian ini tidak tetulis hipotesis yang jelas. Tapi dari
tujuan penelitian bahwa penelitian ini ingin melihat hubungan
antara paparan debu silica kristalin dengan kejadian silikosis pada
pekerja pabrik tembikar di China. Hipotesis yang dapat diambil
adalah adanya hubungan antara paparan debu silica kristalin
dengan kejadian silikosis pada pekerja pabrik tembikar di China.
Oleh karena itu hasil statistik yang didapat cukup valid untuk
menjawab tujuan penelitian. Karena pada hasil statistik dapat
8

dilihat adanya hubungan antara paparan debu silica dengan


kejadian silikosis. Hasil dari penelitian ini yaitu pekerja yang lebih
berisiko terkena silikosis dalam jangka panjang berada dalam
interval 0.9/1000 1.9/1000 dengan konsentrasi debu silica 0.1
mg/m3 selama 37 tahun. Dari hasil statistic ini dapat dilihat bahwa
ada hubungan antara paparan debu silica dengan kejadian silikosis.

. DISKUSI, INTERPRETASI, DAN SIMPULAN
O Apakah terlihat adanya kekonsistenan,spesiIitas, dan koherens
dengan penelitian lainnya
1. Konsisten
Hasil Penelitian ini telah menjawab tujuan penelitian karena sudah dijelaskan
pada hasil bahwa pekerja yang lebih berisiko terkena silikosis dalam jangka
panjang berada dalam interval 0.9/1000 1.9/1000 dengan konsentrasi debu silica
0.1 mg/m3 selama 37 tahun. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan penelitian
lainnya namun penelitian lainnya tersebut tidak dijelaskan dalam jurnal ini.
2. SpesiIitas
Pada penelitian ini sudah spesiIik karena telah menggunakan data dari hasil
radiograIi dan pengukuran dinilai sudah tepat.
3. Koherns
Hasil penelitian ini kohern dengan penelitian lain namun penelitian lainnya
tersebut tidak dijelaskan dalam jurnal ini.


O Apakah hubungannya kuat?
9

Hasil yang didapat dari penelitian menunjukkan bahwa hubungan


cukup kuat, namun hasil dari penelitian ini menunjukkan pekerja yang
lebih berisiko terkena silikosis dalam jangka panjang berada dalam
interval 0.9/1000 1.9/1000 dengan konsentrasi debu silica 0.1 mg/m3
selama 37 tahun.

O Apakah hasil penelitian dapat digeneralisir ke eligible (layakan)
sampelnya?
Hasil penelitian ini dapat digeneralisir ke eligible sampelnya karena
respon rate penelitian ini hanya 100
O Apakah hasil penelitian dapat digeneralisir ke populasi sumber?
Hasil dari penelitian ini tidak dapat digeneralisir ke dalam populasi
sumbernya karena sampelnya tidak cukup sehingga tidak bisa
mewakili populasi. Sampel yang diambil hanya 3250 pekerja,
sedangkan populasi 7373. Pekerja yang dikeluarkan sebanyak 4123
karena criteria inklusi, namun criteria inklusinya juga belum jelas.
O Apakah hasil penelitian dapat digeneralisir ke populasi lainnya?
Hasil dari penelitian ini dapat digeneralisir ke populasi lainnya, jika
populasi lain tersebut memiliki karakteristik yang sama dengan
populasi dalam penelitian ini.
O Apakah kekonsistenan dalam penulisan dimana metode maupun
hasil menjawab tujuan penelitian?
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menjawab tujuan
penelitian yaitu ingin melihat hubungan antara paparan debu silica
kristalin dengan kejadian silikosis pada pekerja pabrik tembikar di
China. Disain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
cohort. Disain tersebut sudah tepat jika digunakan untuk melihat
10

bagaimana paparannya sampai menimbulkan kejadian penyakit


silikosis dalam waktu yang lama. Hasil dari penelitian ini terlihat
konsisten, karena hasil yang didapatkan menjawab tujuan dari
penelitian ini. Namun dari hasil, didapat bahwa pekerja yang lebih
berisiko terkena silikosis dalam jangka panjang berada dalam interval
0.9/1000 1.9/1000 dengan konsentrasi debu silica 0.1 mg/m3 selama
37 tahun.

O Main Result

Hasil dari penelitian ini adalah pekerja yang lebih berisiko terkena
silikosis dalam jangka panjang berada dalam interval 0.9/1000
1.9/1000 dengan konsentrasi debu silica 0.1 mg/m3 selama 37 tahun.
(dengan menggunakan standar jerman)

LITERATUR
O Apakah literature yang digunakan sudah tepat ?
Literature yang digunakan sudah tepat karena kebanyakan dari
reIerensi yang dikutip membahas tentang hubungan anatara paparan
debu silica dengan silikosis dan reIerensi tersebut berhubungan dengan
penelitian yang dilakukan.

O Apakah pengutipan dan penulisan daItar pustaka sudah sesuai
dengan kaidah penulisan jurnal ?

Cara pengutipan literature dan penulisan daItar pustaka juga sudah
sesuai dengan ketentuan dan kaidah penulisan jurnal.


11


DATAR PUSTAKA

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Keaehatan. akarta : Rineka
Cipta
http://eprints.undip.ac.id/5613/.../METODE*PENELITIAN* diakses pada
tanggal 28 Oktober 2011