Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

BIOLOGI UUMUM
1ARINGAN, ORGAN DAN SISTEM ORGAN
TUMBUHAN DAN HEWAN

















OLEH :

NAMA : RAHMI SAFITRI
NIM : 11E110019
KELOMPOK : III
ASISTEN : DENNY GUMILANG








PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BAN1ARBARU
2010
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam tubuh hewan dan tumbuhan terdiri dari berbagai penyusun tubuh,
salah satunya adalah organ. Organ merupakan bagian tubuh yang memiliki satu
atau lebih Iungsi tertentu. Penyusun organ adalah beberapa jenis jaringan yang
terorganisir dan saling berkaitan satu dg lainnya. Contoh: usus halus, berIungsi
mencerna dan menyerap sari-sari makanan. Struktur usus halus terdiri dari
jaringan otot, jaringan epitel, jaringan ikat, dan jaringan saraI. Sedangkan Sistem
organ merupakan gabungan dari berbagai organ yang melaksanakan satu Iungsi
dalam koordinasi tertentu (Kimball, 1992).
Pembesaran dan diIerensiasi sel-sel terorganisasi menjadi jaringan dan
kumpulan jaringan membentuk organ-organ, selanjutnya kumpulan organ
membentuk sistem organ dan menjadi tubuh tumbuhan dan hewan bersel banyak
(multiseluler) (Amin, 1994). Jaringan tumbuhan merupakan kumpulan sel-sel
yang mempunyai bentuk dan Iungsi yang sama, atau bentuk yang sama Iungsi
berbeda. Semua jaringan tumbuhan umumnya dibagi menjadi dua tipe yaitu
jaringan merismetik dan jaringan permanen. Jaringan merismatik (muda) dan
jaringan permanen (dewasa) bersama-sama membentuk organ-organ tumbuhan
yaitu akar, batang, daun, dan organ reproduksi (bunga, buah dan biji) yang
keseluruhannya merupakan tubuh tumbuhan (angiospermae) (Parlan, 1995).
Pada hewan-hewan multiseluler atau metazoa terdapat suatu pembagian
tugas untuk melaksanakan aktivitas atau Iungsi tertentu. Dalam perkembangan
awal embrio hewan multiseluler sudah mulai terbentuk diIerensiasi lapisan-
lapisan lembaga yang kelak akan terdiIerensiasi lagi menjadi jaringan atau organ
yang spesiIik (Pratiwi, 2000).
Struktur tubuh hewan tersusun atas sel, jaringan, organ dan sistem organ.
Berbagai struktur organ akan menyusun individu. Sel hewan adalah unit terkecil
secara structural dan Iungsional penyusun individu hewan dan untuk mendukung
Iungsi tersebut sel tersusun oleh organel. Jaringan adalah kumpulan sel-sel yang
mempunyai struktur dan Iungsi yang sama terdapat empat jaringan utama
penyusun individu, yaitu jaringan epithelium, jaringan ikat, jaringan otot dan
jaringan saraI (Supian, 2007).
Pada tahun 1875, Sachs membagi jaringan dalam tiga sistem berdasarkan
kesinambungan topograIi, yakni sistem dermal, sistem jaringan pembuluh, dan
sistem jaringan dasar. Sistem dermal meliputi epidermis, yakni pelindung primer
(pertama) bagi bagian luar tubuh dan periderm, yang menggantikan epidermis
pada tumbuhan yang mengalami pertumbuhan sekunder. Sistem jaringan
pembuluh terdiri dari xilem yakni yang mengangkut air dan garam tanah, dan
Iloem, yang mengangkut hasil Iotosintesis. Sistem jaringan dasar mencakup
jaringan yang membentuk dasar bagi tumbuhan, namun sekaligus juga dapat
menunjukkan spesialisasi. Jaringan dasar utama adalah parenkim dengan semua
ragamnya seperti kolenkim yaitu jaringan yang berdinding tebal dan sel tetap
hidup, sklerenkim yaitu jaringan berdinding tebal dan sering kali berkayu
sehingga keras dengan sel yang biasanya mati (Estiti, 1995).
Pada praktikum ini dipelajari dan dibahas beberapa organ tubuh vertebrata
dengan menekankan pada letak dan besarnya organ tersebut terhadap organ lain
atau terhadap dinding badannya. Menentukan letak alat-alat yang satu dengan
yang lain dan sekitarnya disebut TopograIi. TopograIi dibedakan atas syntopi,
yaitu letak alat-alat terhadap yang lain dan skeletopi yaitu letak alat-alat terhadap
permukaan/dinding (Salisbury, 1995). Kemudian kita juga akan mempelajari dan
membahas tentang siIat-siIat tumbuhan bersel banyak. SiIat dari tumbuhan bersel
banyak adalah adanya tingkatan koordinasi dan korelasi yang tinggi antara
komponen organ, jaringan dan sel-sel. Jaringan tumbuhan dapat dibagi menjadi
beberapa macam berdasarkan struktur, Iungsi dan lokasi dari jaringan tersebut.
Jaringan pada tumbuhan di bagi menjadi dua tipe, yaitu jaringan meristematik
(muda), yang biasanya terdiri atas sel-sel embrional, dinding tipis, kaya akan
plasma, vakuola-vakuola kecil dan bentuk sel isodiametris, dan jaringan permanen
(dewasa), yang biasanya mempunyai bentuk sudah tetap, tidak mengalami
pembelahan, vakuola besar, mengalami penebalan dan plasma sedikit, yang
bersama-sama membentuk organ-organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, dan
organ-organ reprodukdi (bunga, buah,dan biji) yang keseluruhannya merupakan
tubuh tumbuhan angiospermae. Ciri-ciri dari jaringan pemanen adalah mempunyai
bentuk yang tetap, tidak mengalami pembelahan, vakoula besar, dinding sel
mengalami pembelahan, dan mempunyai plasma dalam jumlah sedikit.
Berdasarkan bentuk dan Iungsinya pada jaringan dewasa sudah dapat dibedakan
menjadi jaringan pengangkut dan jaringan Iotosintetik (Kimball, 1992).

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengenal beberapa jaringan pada
tumbuhan Angiospermae, untuk mengenal organ-organ tumbuhan beserta bagian-
bagiannya pada Angiospermae, untuk mengenal beberapa jaringan pada hewan,
untuk mengenal organ-organ tubuh hewan yang membentuk sistem organ dan
mempelajari letak organ terhadap organ lain.




















BAB II
TU1UAN PUSTAKA
Satuan terkecil dalam tumbuhan adalah sel, suatu wadah kecil berisi
substansi hidup, yaitu protoplasma dan diselubungi oleh dinding sel. Dalam setiap
sel hidup berlangsung proses metabolisme. Dinding sel melekat pada yang lain
dengan adanya perekat antarsel. Pengelompokan sel seperti itu, yang berbeda
struktur atau Iungsinya atau keduanya dari kelompok sel lain, disebut jaringan.
Jaringan yang secara umum terdiri dari sel-sel yang sama bentuk serta Iungsinya
disebut jaringan sederhana. Jaringan yang terdiri atas lebih dari satu macam sel
namun asalnya sama disebut jaringan kompleks atau majemuk (Estiti, 1995).
1. 1aringan dan organ pada tumbuhan
Jaringan pokok penyusun organ tumbuhan tingkat tinggi adalah jaringan
epidermis, merupakan jaringan penyusun tubuh tumbuhan paling luar dan
umumnya terdiri dari selapis sel saja. BerIungsi melindungi bagian dalam organ
tumbuhan, sehingga disebut sebagai jaringan pelindung. Jaringan parenkim atau
disebut juga jaringan dasar karena merupakan penyusun sebagian besar organ
tumbuhan seperti korteks batang dan akar, mesoIil daun dan endosperma biji.
Parenkim juga merupakan tempat utama berlangsungnya aktivitas penting bagi
tumbuhan seperti Iotosintesis, respirasi dan penimbunan zat-zat makanan
cadangan. Parenkim yang mampu melakukan Iotosintesis mengandung banyak
kloroplas sehingga disebut klorenkim. Jaringan klorenkim dan sklerenkim
berIungsi sebagai jaringan penguat pada tubuh tumbuhan. jaringan kolenkim
terdiri dari sel-sel yang berpotoplas hidup dengan penebalan dinding dari selulosa,
hemiselulosa dan pektin. Selnya kadang-kadang juga berisi kloroplas sehingga
mampu menjalankan Iotosintesis. Terdapat di daerah periIer, misalnya langsung di
sebelah dalam epidermis batang atau akar. Jaringan sklerenkim terdiri dari sel-sel
yang berdinding tebal dan keras karena telah mengalami ligniIikasi yaitu
penebalan dari zat lignin (kayu). Pada umumnya terdapat bersama parenkim,
misalnya parenkim korteks, yang berIungsi sebagai penguat jaringan lainnya
(Kimball, 1983).
Jaringan-jaringan diseluruh tubuh tumbuhan, pada akhirnya akan
berkelompok dan terorganisir dalam satuan yang lebih besar. Kelompok ini sering
dikenal dengan istilah organ, yang terdapat pada setiap akar, batang, daun, bunga
dan buah (Akbar, 2008).
Organ pada tumbuhan angiospermae terbagi menjadi :
1. Akar
Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tanaman dan biasanya
berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun ada pula akar yang tumbuh di
luar tanah. Akar pertama pada tumbuhan berbiji berkembang dari meristem
apeksdi ujung akar embrio dalam biji yang berkecambah. Akar embrio juga
dinamakan radikula. Pada gymnospermae dan dikotil, akar tersebut berkembang
dan membesar menjadi akar primer dengan cabang yang berukuran lebih kecil.
Sistem akar seperti itu disebut akar tunggang. Pada monokotil, akar primer tidak
lama bertahan dalam kehidupan tanaman dan segera mengering. Dari dekat
pangkalnya atau di dekatnya akan muncul akar baru yang disebut akar tambahan
atau akar adventiI. Keseluruhan akar adventiI seperti itu dinamakan susunan akar
serabut (Estiti, 1995).
2. Batang
Batang adalah suatu sistem berselang seling yang terdiri dari buku (node),
titik dimana daun melekat, dan ruas (internode) bagian batang diantara buku-
buku. Pada sudut yang terbentuk antara masing-masing daun dan batang terdapat
suatu tunas aksiler (axillary bud), yang memiliki potensi untuk membentuk suatu
tunas cabang. (Campbell, 2000).
3. Daun
Daun adalah organ Iotosintesis utama pada sebagian besar tumbuhan,
meskipun batang yang berwarna hijau juga melakukan Iotosintesis. Bentuk daun
sangat bervariasi, namun umumnya terdiri dari suatu helai daun (blade) yang pipih
dan tangkai daun yang disebut petiola, yang menyambungkan daun dengan buku
batang (Campbell, 2000).
Daun angiospermae amat beragam struktur anatomi dan morIologinya.
Pada sebagian besar angiospermae dapat dibedakan dasar daun, tangkai daun, dan
helai daun. Bentuk, struktur, dan ukuran ketiga bagian tersebut berguna dalam
menentukan klasiIikasi daun (Estiti, 1995).
4. Bunga
Bunga berIungsi sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan kelompok
angiosperma, karena bunga terdiri dari sejumlah bagian steril dan bagian
reproduktiI atau Iertil yang melekat pada sumbu, yakni dasar bunga atau
reseptakulum. Bagian sumbu yang merupakan ruas batang yang diakhiri oleh
bunga dinamakan tangkai bunga atau pedisel. Bagian steril dari bunga terdiri atas
sejumlah helai daun kelopak atau sepal dan sejumlah helai daun mahkota atau
petal. Keseluruhan sepal dalam bunga disebut kaliks, dan keseluruhan petal
disebut korola. Kaliks dan korola bersama-sama disebut perhiasan bunga atau
periant. Jika periant tidak terbagi menjadi kaliks dan korola, maka setiap helainya
disebut tepal. Bagian reproduktiI adalah benang sari atau stamen (mikrosporoIil)
dan daun buah atau karpel (megasporoIil). Keseluruhan stamen disebut andresium
dan keseluruhan karpel disebut ginesium. Pada umumnya bunga terdiri dari
keempat bagian bunga dan tempatnya berturut-turut dari tepi luar bunga ke bagian
tengah yaitu kaliks, korola, andresium, dan ginesium (Estiti, 1995).
2. 1aringan dan organ pada hewan
Organ pada berbagai jenis hewan mempunyai struktur yang berbeda-beda.
Organ yang satu dengan yang lain mengadakan koordinasi dan membentuk suatu
sistem secara kooperatiI sehingga terbentuk suatu sistem sekretoris atau sistem
sirkulasi. Pada hewan vertebrata ada sebelas sistem yang mendukung tubuh, yaitu
saraI, endokrin, pencernaan, imun, integumen, reproduksi, respirasi, ekskresi,
sirkulasi, otot dan skeleton. Pada vertebrata dua sistem organ dapat berIungsi
sebagai comuunication network, misalnya jaringan endokrin dengan jaringan
saraI. Jaringan endokrin menghasilkan hormon. Hormon merupakan senyawa
kimia yang berIungsi sebagai pembawa berita. Jaringan saraI / sistem saraI
merupakan electical message yang cepat dan penerus rangsang (Hartanto,2002).
Pada hewan-hewan multiseluler atau metazoa terdapat suatu pembagian
tugas untuk melaksanakan aktivitas atau Iungsi tertentu. Dalam perkembangan
awal embrio hewan multiseluler sudah mulai terbentuk diIerensiasi lapisan-
lapisan lembaga yang kelak akan terdiIerensiasi lagi menjadi jaringan atau organ
yang spesiIik. Kegiatan ini dicoba pengenalan beberapa organ tubuh vertebrata
dengan menekankan pada letak dan besarnya organ tersebut terhadap organ lain
atau terhadap dinding badannya. Menentukan letak alat alat yang satu terhadap
alat-alat yang lain dan sekitarnya disebut TopograIi. TopograIi dibedakan atas
synotopi yaitu letak alat-alat terhadap yang lain dan skeletopi yaitu letak alat alat
terhadap permukaan (Salisbury, 1995).
Penentuan topograIi atau letak alat-alat terhadap yang lain menggunakan
istilah seperti anterior, posterior, dorsal, ventral sinester, dexter, lateral, medial,
proxsimal, distal, dan lain-lain. Pada toIograIi vertebrata akan dilihat organ-organ
dalam rongga dada (situs viscerum thoracis) antara lain cor, pulmo, bronchus,
biIurcatio trachea dan trachea. Dan organ yang terdapat pada rongga perut (situs
viscerum abdominis) antara lain hepar, pancreas, ventriculus, intertinum tenue,
coecum, intestenum crasum, ren, lien, vesica Iellea, dan testis/ovarium. Antara
rongga dada dan rongga perut dibatasi oleh sekat yang disebut diaIragma (Amin,
1994).
Berdasarkan Iungsi dan strukturnya, jaringan hewan dikelompokkan
menjadi :
1. Jaringan Epitel, jaringan ini terdiri dari kumpulan sel-sel yang sangat rapat
susunannya sehingga membentuk suatu lembaran, maka disebut pula sebagai
membran epitel atau disingkat epitel saja untuk membedakan dengan epitel
kelenjar. Jaringan epitel tidak mempunyai substansi interseluler dan
cairannya sangat sedikit.
2. Jaringan Pengikat, jaringan ini memiliki sel-sel yang tidak rapat susunannya
karena dipisahkan oleh suatu substansi interseluler yang nyata. Walaupun
Iungsi utama jaringan ini mengikatkan ketiga jenis jaringan dasar lainnya
ataupun antara organ-organ dalam tubuh, namun terdapat Iungsi lain
misalnya sebagai jaringan penyokong dan lain-lainnya. Oleh karena itu atas
dasar struktur dan Iungsi yang berbeda tersebut jaringan pengikat dalam arti
luas dikelompokkan menjadi jaringan pengikat sebenarnya, jaringan
kartilago, jaringan tulang, jaringan mieloid, jaringan darah dan jaringan
limIoid.
3. Jaringan Otot, jaringan ini terutama terdiri atas sel-sel yang berIungsi untuk
menggerakkan bagian-bagian tubuh. Pada umumnya selnya berbentuk
memanjang bahkan dapat berbentuk sebagai serabut yang dapat berubah
memendek.
4. Jaringan SaraI, jaringan dasar jenis ini terutama terdiri atas sel-selyang
mempunyai tonjolan-tonjolan yang mempunyai Iungsi menghantarkan
impuls listrik dalam tugas koordinasi kegiatan alat-alat tubuh (Hartanto,
2002).
Selain jaringan terdapat pula organ-organ yang saling bekerjasama untuk
melakukan Iungsi tertentu yang terbentuk menjadi sistem organ, Iungsi utama
masing-masing sistem organ terurai dalam tabel di bawah.
No
Sistem
Organ
Komponen Utama Fungsi Utama
1
Pencernaan
Mulut, Iaring, esopagus, perut,
intestinum, hati, pankreas, dan anus
Berperan dalam
pemprosesan makanan
(menelan, mencerna,
menyerap dan eliminasi)
2
Sirkulatori Jantung,pembuluh darah dan darah
Distribusi material secara
internal
3
Respirasi
Paru-paru, trakea, dan pembuluh
pernapasan yang lain.
Pertukaran gas (mengisap
O
2
dan mengeluarkan
CO
2
).
4
Imun dan
Limpatik
Sumsum tulang, limIa, limIa kecil,
timus, pembuluh limIa, dan sel
darah putih.
Pertahanan tubuh
5
Ekskresi Ginjal, uretra dan ureter
Mengeluarkan sisa
metabolisme, mengatur
keseimbangan osmosis
darah.
6
Endokrin Pituari, tiroid dan pankreas
Koordinasi aktivitas tubuh.
(pencernaan ,metabolisme)
Tabel 2.1. Komponen Utama Sistem Organ dan Fungsinya pada Hewan mamalia
(Hartanto,2002).
1. Sistem SaraI, agar organisme mampu bereaksi terhadap perubahan
lingkungan maka memerlukan tiga komponen yang berlainan, harus ada
reseptor rangsangan, harus ada pengantar impuls, dan adanya
koordinasisaraI yang terdiri dari eIektor (otot dan sistem kelenjar).
2. Sistem Pencernaan, dalam sistem pencernaan tersusun atas organ-organ
yang saling berkerja sama, organ-organ tersebut diuraikan pada tabel
berikut:
7
Reproduksi
Ovarium,testis dan organ yang
berhubungan
Reproduksi
8
SaraI
Otak, sumsum,saraI, dan organ
sensori.
Koordinasi aktivitas
tubuh,mendeteksi rangsang,
dan Iormulasi respon.
9
Integumen
Kulit dan turunannya ( rambut,
kuku, dan kelenjar kulit).
Perlindunga melawan luka
secara mekanik, inIeksi dan
kekeringan.
10
Skeleton
Tulang, tendon, ligamen dan
kartilago.
Penopang tubuh dan
proteksi internal
11 Otot Otot skeletal Pergerakan, perpindahan.
Alat Aspek Fisik Enzim
Sumber
Enzim
Substrat Produk Akhir
Mulut Menghaluskan
Amilase
ludah
Kelenjar
ludah
Amilum
(pati)
Maltase
Tenggorokan Peristaltik
Perut besar
Mengaduk
peristaltik
Pepsin,
lipase,
amilase,
dan
pankreas
Kelenjar
getah
perut dan
pankreas
Protein
lemak,
dan
pati.
Polipeptida
Asam lemak,
gliserol
Maltosa
(Hartanto,2002).
3. Sistem Imun (kekebalan) antara lain diperankan oleh lima macam sel darah.
Namun, sel darah putih yang berperan paling utama adalah monosit,
khususnya limIosit.. Tugas utama sistem imun adalah membentuk
pertahanan terhadap benda asing yang disebut antigen. Antibodi adalah
molekul protein yang tersimpan dalam limIa dan plasma darah.
4. Sistem Transpor yaitu pada mikroorganisme dan hewan kecil tidak
memerlukan suatu system transport yang khusus. DiIusi, transpor aktiI dan
aliran sitoplasma sudah cukup menjamin setiap bagian badannya untuk
mendapat bahan memadai.
5. Sistem Koordinasi, terbagi dua yaitu sistem saraI yang merupakan sistem
yang bereaksi sangat cepat dan sel yang berperan adalah sel neuron, dan
sistem endokrin merupakan kelenjar-kelenjar endokrin yang melepaskan
hormon ke peredaran darah atau cairan lain yang beredar.
6. Sistem Ekskresi, sistem ekskresi pada vertebrata,terdiri dari beberapa organ
tetapi organ yang paling penting adalah ginjal. Potongan melintang ginjal
terdiri dari korteks pada bagian luar, di sebelah dalamnya adalah medula,
dan di dalamnya lagi ada ruang kosong yang disebut pelvis. Korteks dan
medula terdiri atas kira-kira satu juta neIron yang merupakan satuan
struktural dan Iungsional dari ginjal. Bahan-bahan yang tak berguna keluar
dari neIron dalam suatu larutan yang disebut urine (Hartanto, 2002).






Perut Kecil
Peristaltik,
emulsiIikasi
lemak,
absorbsi oleh
vili.
Peptidase,
laktase,
maltase,
sukrose.
Kelenjar
intestinal
Polipepti
dase,
laktase,
maltase,
sukrose.
Asam amino,
gula sederhana,
glukosa,
Iruktosa.
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum dilaksanakan pada pukul 14.00 - 16.00 WITA, hari Selasa 2
November 2010, bertempat di ruang Biologi 1, Laboratorium Dasar Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat
Banjarbaru.
3.2 Alat dan Bahan
A. Jaringan tumbuhan
Alat yang digunakan adalah mikroskop dan loupe dan bahan yang
digunakan adalah preparat jadi (awetan).
B. Organ dan sistem organ tumbuhan
Alat yang digunakan adalah cutter, loupe, mikroskop, kaca benda, kaca
penutup dan mikroskop binokuler.
Bahan yang digunakan adalah tanaman jagung (Zea mays), tanaman
kembang sepatu (Hibiscus sp) dan tanaman kembang merak (Caesalpinia
pulcherima), tanaman pinus (Pinus merkusii), dan tanaman melinjo
(Gnetum gnemon).
C. Jaringan hewan
Alat yang digunakan adalah mikroskop dan loupe dan bahan yang
digunakan adalah preparat jadi (awetan).
D. Organ dan sistem organ tubuh hewan
Alat yang digunakan adalah papan seksi/bak paraIin, alat bedah (set
sectio) dan buku gambar.
Bahan yang digunakan adalah mencit (us muscules) dan ayam buras
(Gallus domestica).
3.3 Prosedur Kerja
A. Jaringan tumbuhan
Preparat yang telah disediakan diamati di bawah mikroskop dengan
perbesaran lemah, kemudian perbesaran kuat. Selanjutnya beberapa sel /
jaringan yang telah dimati digambar dengan dilengkapi keterangannya.
B. Organ dan sistem organ tubuh tumbuhan
Nama dari spesies dan suku dari spesimen yang digunakan ditulis.
Kemudian organ-organ seperti akar,batang, daun, bunga, dan buah diamati
dan diperhatikan masing-masing. Untuk akar, disebutkan sistem
perakarannya, apakah akar tunggang atau akar serabut. Kemudian
digambarkan secara skematis dan dilengkapi dengan keterangan bagian-
bagiannya seperti akar primer, leher akar, batang akar, cabang-cabang
akar, ujung akar, serabut akar , rambut-rambut akar dan tudung akar.
Untuk batang digambar secara skematis dan dilengkapi dengan keterangan
bagian-bagian seperti buku-buku batang,ruas batang,daun dengan duduk
daunnya, dan daun penumpu. Untuk daun, apakah daun tumbuhan sampel
tersebut lengkap atau tidak lengkap. Daun yang lengkap mempunyai upih
daun, tangkai daun dan helaian daun. Kemudian digambar secara skematis
sehelai daunnya dan diberi keterangan mengenai pangkal daun, ujung
daun, tepi daun dan pertulangan daun. Untuk bunga dituliskan jenis bunga
apakah sampel tumbuhan tersebut (tunggal atau majemuk). Setelah itu
digambar dan disebutkan bagian-bagian seperti ibu tangkai bunga, tangkai
bunga, dasar bunga, daun pelindung, daun tangkai, seludang bunga, daun
kelopak dan kelopak bunga, daun mahkota dan mahkota bunga, benang
sari dengan tangkai sari dan kepala sari, putik dengan bakal buah (daun
buah, ruang bakal biji , dan bakal biji), tangkai putik serta kepala putik.
C. Jaringan hewan
Preparat yang disediakan diamati di bawah mikroskop dengan
perbesaran lemah, kemudian perbesaran kuat. Kemudian beberapa sel /
jaringan digambar dan dilengkapi keterangannya.
D. Organ dan sistem organ tubuh hewan
KlasiIikasi hewan yang digunakan ditulis. Setelah itu, digambarkan
morIologinya dan diberi keterangan bagian-bagian badannya. Kemudian
Pembedahan dilakukan dengan cara, punggung mencit diletakkan pada bak
paraIin, kemudian keempat kakinya direntangkan dengan jarum pada bak
paraIin tersebut. Rambut di linea mediana dibasahi dan diusap kearah
lateral/samping, kemudian kulitnya digunting mulai daerah sternum ke
cranial dan juga ke caudal. Kulit dan jaringan di bawahnya diangkat
dengan pinset. Dinding perut dibuka memanjang sampai di dekat
diaIragma/sternum. Sternum dipotong melingkar mulai dari dexter
kemudian sinester, sehingga akan nampak organ-organ di dalam rongga
dada dan rongga perutnya, yaitu situs viscerum abdominis, situs viscerum
thoracis.
Situs viscerum abdominis meliputi hepar yang warnanya merah coklat,
terdiri atas beberapa lobi; Vesica Iellea (kantung empedu) yang terletak
pada lobus dexter hepatis; Venticulus yang berupa kantung besar
berwarna agak putih; Lien yang berwarna coklat, menempel pada
ventriculus bagian dorsal; Pancreas yang berwarna coklat pucat, lebih
besar daripada lien, bentuk irregular, meluas di bagian dorsal ventriculus;
Intestinum tenue yang halus berwarna kemerahan; Intestinum crassum
yang berwarna hijau tua, lebih besar; Coecum yang batas antara
intestinum tenue dan intestinum crassum, besar sekali, berwarna hijau tua
dan jelas kelihatan bagian-bagian incisura, haustra dan taenia; Vesica
urinaria yang tampak sebagai gelembung putih kekuningan berisi urin;
Ren yang ada dua buah, di kanan dan di kiri, bentuk seperti biji kacang
dengan melanjutkan ke ureter sebagai saluran yang menuju vesica urinaria.
Situs viscerum thoracis meliputi cor yang terletak di tengah berbentuk
seperti jantung pisang dan pulmo yang berwarna merah dengan sejumlah
lobus di kanan dan di kirinya. Berdasarkan organ-organ yang didapatkan,
organ-organ tersebut dikelompokkan dalam systema digestorium, systema
cardiovasculare dan systema respiratorium. Organ-organ di dalam rongga
dada dan rongga perut digambarkan. Systema urogenitale dan systema
digestoria digambarakan dan dilengkaapi dengan keterangannya.








BAB IV
PENUTUP
5. 1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diperoleh pada praktikum kali ini adalah sebagai
berikut :
1. Sel-sel terorganisasi menjadi jaringan dan kumpulan jaringan membentuk
suatu organ dan kumpulan organ tersebut membentuk sistem organdan
menjadi tubuh suatu organisme.
2. Jaringan pada tumbuhan terdiri dari jaringan muda (meristematik) dan
jaringan dewasa. Jaringan dewasa terdiri dari jaringan epidermis,
parenkim, sklerenkim, kolenkim, dan jaringan pengangkut. Organ pada
tumbuhan seperti akar, batang, daun, buah, dan bunga. Tanaman jagung
merupakan tanaman berkeping biji satu dan memiliki sistem perakaran
serabut
3. Pada kembang sepatu terdiri organnya terdiri dari akar, batang, daun dan
bunga. Daunnya tidak lengkap karena tidak adanya upih daun dan jenis
bunganya adalah bunga tunggal karena hanya ada satu buah bunga pada
tangkainya.
4. Pada hewan jaringan berupa jaringan epitel, jaringan saraI, jaringan
konektiI dan jaringan otot, organ seperti mata, hidung, jantung, kulit,
ginjal, hati, usus, lambung, laring, Iaring, anus, dan lain sebagainya, dan
pada sistem organ seperti sistem pencernaan, reproduksi, pernapasan,
peredaran darah, ekskresi, endokrin dan saraI.

5. 2 Saran
Kepada pada praktikan diharapkan dapat mempersiapkan terlebih dahulu
bahan-bahan yang diperlukan dalam praktikum dan juga keseriusan dan
kedisiplinan dalam melakukan praktikum sangat diperlukan untuk kelancaran
praktikum ini.


DAFTAR PUSTAKA
Akbar, Muhammad. 2008. aringan Tumbuhan
http://www.scribd.com/doc/backup/bab.jaringan.tumbuhan/pdI
Diakses pada tanggal 4 November 2010
Amin. 1994. Fisiologi Hewan daan Tumbuhan. Karunika. Jakarta.
Campbell. 2000. Biologi. Erlangga. Jakarta
Freeman,James A.1964.Cellular Fine Structure.Mc-Graw Hill Book,New York
Hidayat, Estiti. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbifi. ITB. Bandung.
Hartanto. N. 2002. Biologi Dasar. Swadaya. Jakarta
Kimball, J. W. 1992. Biologi ilid I. Erlangga; Jakarta.
Krisdianto. 2002. Panduan Praktikum Biologi Umum. Universitas Lambung
Mangkurat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Banjarbaru
Parlan.V. F. 1995. Panduan Belafar Biologi. Yudistira. Jakarta.
Pratiwi, A. D. 2000. Penuntun Biologi. Erlangga. Jakarta.
Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB. Bandung.
Subowo. 1992. Histologi Umum. Bumi Aksara. Jakarta
Supian, Amran. 2007. aringan Tumbuhan dan Hewan
http://www.scribd.com/doc/JaringanTumbuhandanHewan.pdI
Diakses pada tanggal 4 November 2010