Anda di halaman 1dari 8

artikel

Monday, June 27, 2011 News Focus: Indonesia to Use Electronic ID Cards Source: ANTARA News Jakarta - As of 2011, the Indonesian government will start issuing electronic identification (eID) cards or locally called E-KTP for around 67 million people living in 187 districts/cities, out of a total of 178 eligible million throughout the country. Jakarta - Seperti tahun 2011, pemerintah Indonesia akan mulai menerbitkan identifikasi elektronik (e-ID) kartu atau secara lokal disebut E-KTP untuk sekitar 67 juta orang yang tinggal di 187 kabupaten / kota, dari total 178 yang memenuhi syarat juta di seluruh negeri. "The remaining 105 million in 300 districts/cities (will have e-ID cards) in 2012," Dr Hammam Riza, head of the communications and information technology centre of the Technology Application and Study Agency (BPPT), said here recently. "Para tersisa 105 juta di 300 kabupaten / kota (akan memiliki e-KTP) pada 2012," kata Dr Hammam Riza, kepala komunikasi dan pusat informasi teknologi dari Badan Teknologi dan Aplikasi Studi (BPPT), di sini baru-baru ini. Mandated by Decree No.23/2006 on demographic administration, e-ID card pilot projects were carried out in six sub districts in six districts, by involving around 150,000 residents in 2010. Diamanatkan oleh Keputusan No.23/2006 tentang administrasi kependudukan, proyek e-card ID percontohan dilakukan di enam kecamatan di enam kabupaten, dengan melibatkan sekitar 150.000 penduduk pada tahun 2010. The pilot projects were conducted in Padang (West Sumatra), Cirebon (West Java), Jembrana (Bali), Denpasar (Bali) and Makassar (South Sulawesi). The home affairs ministry has allocated a total budget Rp6.3 trillion from the state budget for the application of the e-ID cards, including for the logistics such as cards, card readers, finger print scanners, cameras, signature pads, servers, and trainings for 40,000 operators in every district/city. Departemen Dalam Negeri telah mengalokasikan total anggaran sebesar Rp6.3 triliun dari APBN untuk aplikasi e-KTP, termasuk untuk logistik seperti kartu, pembaca kartu, scanner sidik jari, kamera, bantalan tanda tangan, server , dan pelatihan bagi 40.000 operator di setiap kabupaten / kota. "We need to be careful with the budget because it requires around Rp 6 trillion ($642 million)," Home Affairs Minister Gamawan Fauzie said here last year. "Kita perlu berhati-hati dengan anggaran karena membutuhkan sekitar Rp 6 triliun ($ 642,000,000)," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzie sini tahun lalu. The minister has asked the Corruption Eradication Commission (KPK) to help monitor the

project to prevent corruption in its procurement. KPK Deputy Chief Mochammad Jasin last year said KPK was ready to monitor this project and would not tolerate any irregularities. . Menteri telah meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membantu memantau proyek untuk mencegah korupsi dalam pengadaan. The e-ID card project has been long planned as part of a government initiative to give every citizen a single 16-digit identity number. Each card will display a photo, name and identity number. The e-ID cards will have inserted-8-kb chips containing 27 kinds of information and using 10 finger-print and eye biometric system of each resident. Proyek e-card ID telah lama direncanakan sebagai bagian dari inisiatif pemerintah untuk memberikan setiap warga negara nomor 16-digit identitas tunggal. Setiap kartu akan menampilkan foto, nama dan nomor identitas. E-ID card akan memiliki dimasukkan-8-kb chip yang mengandung 27 jenis informasi dan menggunakan 10 jari-cetak dan sistem biometrik mata penduduk masing-masing "The objective of the e-ID cards is to prevent ID forgery or multiple ID possession, so every resident will only have one ID. Besides, the e-ID cards can also be used for other purposes, such as banking, taxation, insurance and Direct Cash Assistance," Hammam said. "Tujuan dari e-KTP adalah untuk mencegah pemalsuan ID atau kepemilikan beberapa ID, sehingga setiap penduduk hanya akan memiliki satu ID Selain itu, e-ID card juga dapat digunakan untuk keperluan lain,. Seperti perbankan, perpajakan, asuransi dan Bantuan Langsung Tunai, "kata Hammam. "Jembrana District is a success example, Kabupaten Jembrana adalah contoh sukses, The nation-wide application of E-ID cards will also become a basis for the issuance of other important documents such as passports, driving licenses, NPWP (tax identification number), insurance po;icies, and land certificates. Aplikasi nasional E-KTP juga akan menjadi dasar bagi penerbitan dokumen-dokumen penting lainnya seperti paspor, surat izin mengemudi, NPWP (nomor identifikasi pajak), asuransi po; icies, dan sertifikat tanah. More than that, Home Minister Gamawan Fauzi believed that the E-ID cards would help improve public services which are currently considered to be very poor due to corruption and long-winded bureaucratic processes. Lebih dari itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi percaya bahwa E-ID kartu akan membantu meningkatkan pelayanan publik yang saat ini dianggap sangat miskin karena korupsi dan bertele-tele proses birokrasi. The e-ID cards would also provide accuracy in voter counts for general and regional elections. State security would also benefit as the use of two ID cards could be minimized as terrorists and other criminals usually hold multiple identity cards, E-ID kartu juga akan memberikan ketepatan dalam jumlah pemilih untuk pemilihan umum dan daerah. Keamanan negara juga akan menguntungkan sebagai penggunaan dua kartu ID dapat diminimalisir sebagai teroris dan penjahat lainnya biasanya memegang kartu identitas ganda,

"With the chips, it will be very difficult to have double or multiple ID cards, because the E-ID cards with chips are only issued by the Home Affairs Ministry," Fauzi said. The population data will also be made online accessible throughout the country, so no one can make double or multiple ID cards from other regions, he said. Hopefully, there will be no more cases such as those of Melinda Lee who have reportedly had four ID cards and her husband, Andhika Gumilang having six ID cards. The couple have been accused of being involved in the Citibank embezzlement case. "Dengan chip, maka akan sangat sulit untuk memiliki KTP ganda atau multiple, karena E-ID kartu dengan chip hanya dikeluarkan oleh Departemen Dalam Negeri," kata Fauzi. Data penduduk juga akan dibuat online yang dapat diakses di seluruh negeri, sehingga tidak ada yang bisa membuat KTP ganda atau beberapa dari daerah lain, katanya. Mudah-mudahan, tidak akan ada lebih banyak kasus seperti Melinda Lee yang telah dilaporkan memiliki empat kartu ID dan suaminya, Andhika Gumilang memiliki enam kartu ID. Pasangan ini telah dituduh terlibat dalam kasus penggelapan Citibank.

Positive 1. Menghindari pajak 2. Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota 3. Mengamankan korupsi 4. Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris) tuk mengatasi duplikasi tersebut sekaligus menciptakan kartu identitas multifungsi, digagaslah eKTP yang menggunakan pengamanan berbasis biometrik. 1. tax evasion 2. Facilitate the manufacture of passports that can not be made across the city 3. securing corruption 4. Hiding the identity (eg by terrorists) to overcome the duplication is at once creating a multifunctional identity card, digagaslah e-ID cards that use biometric-based security. In addition to the objectives to be achieved, the benefits of e-ID card is expected to be perceived as follows: 1. The identity of a single identity 2. Can not be forged 3. Can not be duplicated 4. Can be used as a sound card in the election or elections

Negativ Arguments against Arguments against identity documents as such: The cost of introducing and administering an identity card system can be very high. Figures from 30 (US$60) to 90 or even higher have been suggested for the proposed UK ID card. However, this argument is also refuted, because in countries like Chile the identity card only costs up to 6 pounds. Arguments against national identity documents: Rather than focus on government-issued ID cards, federal policy has the alternative to encourage the variety of identification systems that exist in the private marketplace today. Many of the private systems already provide better assurance of identity and trustworthiness than many government-issued ID cards. Arguments against overuse or abuse of identity documents: Cards with centralised database could be used to track anyone's movements and private life, thus endangering privacy. The proposed British ID card (see next section) will involve a series of linked databases, to be managed by the private sector. Managing disparate linked systems using a range of institutions and any number of personnel is alleged to be a security disaster in the making. Argumen terhadap Argumen terhadap dokumen identitas seperti: Biaya memperkenalkan dan administrasi sistem kartu identitas bisa sangat tinggi. Angka Dari 30 (US $ 60) sampai 90 atau bahkan lebih tinggi telah diusulkan untuk kartu ID Inggris diusulkan. Namun, argumen ini juga membantah, karena di negara-negara seperti Chili kartu identitas hanya biaya hingga 6 kilogram. Argumen terhadap dokumen identitas nasional: Daripada fokus pada pemerintah mengeluarkan kartu ID, kebijakan federal memiliki alternatif untuk mendorong berbagai sistem identifikasi yang ada di pasar swasta saat ini. Banyak sistem swasta sudah memberikan jaminan yang lebih baik dari identitas dan kepercayaan dari banyak pemerintah mengeluarkan kartu ID. Argumen yang menentang penggunaan berlebihan atau penyalahgunaan dokumen identitas:

Kartu dengan database terpusat dapat digunakan untuk melacak pergerakan seseorang dan kehidupan pribadi, sehingga membahayakan privasi . Kartu ID yang diusulkan Inggris (lihat bagian berikutnya) akan melibatkan serangkaian database terkait, untuk dikelola oleh sektor swasta. Mengelola sistem terkait yang berbeda dengan menggunakan berbagai lembaga dan sejumlah personil diduga menjadi bencana keamanan dalam pembuatan.

JAKARTA--MICOM: Mengemukanya berbagai masalah dan banyak kritik atas pelaksanaan proyek e-KTP seharusnya disikapi dengan menghentikan proyek tersebut dan dilakukan evalusi. Sehingga, diketahui sumber permasalahan dan penyalahgunaan dalam poryek senilai RP6,25 triliun tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Kelompok Fraksi PDI Perjuangan di Komisi II DPR RI Arif Wibowo di Jakarta, Minggu (18/9). Kemendagri terkesan menutup-nutupi sejumlah persoalan yang muncul di lapangan, dengan menuding pihak yang mengritisi proyek triliunan rupiah itu sebagai mafia e-KTP dan bahkan sebagai pihak yang akan menggagalkan proyek tersebut. Respons itu sangat politis dan insinuatif serta tidak ada relevansinya dengan upaya perbaikan yang seharusnya dilakukan. Selain itu, kata Arif, pembentukan Panja untuk melakukan penyelidikan terhadap karut marutnya proyek e-KTP juga sudah sangat relevanSebaliknya, Kemendagri malah menuduh pihak-pihak yang kritis terhadap proyek eKTP dengan biaya Rp6,295 triliun untuk tahun 2011-2012 tersebut, sebagai mafia. Arif mencatat ada tujuh klasifikasi persoalan yang masih belum jelas solusinya dalam proyek eKTP tersebut. Pertama, standarisasi yang diadopsidalam e-KTP kurang memperhatikan keseluruhan standar dari peraturan yang ada. Kedua, pelaksanaan e-KTP di 197 daerah faktanya meleset jauh dari target waktu yang seharusnya dimulai 1 Agustus 2011. Mayoritas daerah belum menerima sejumlah paket/perangkat yang diperlukan, jaringan yang tidak berfungsi online, ketersediaan listrik yang tidak mencukupi, sebagian kecil Kecamatan serta kelurahan/desa baru menerima perangkat e-KTP September 2011 dengan kondisi tidak lengkap dan bermasalah. Ketiga, belum berlangsungnya koordinasi yang baik antara Kemendagri dengan Pemerintah Daerah khususnya dalam hal penyiapan regulasi yang harus disiapkan dalam bentuk peraturan daerah dalam rangka mengalokasikan anggaran pendukung. Padahal seharusnya proyek e-KTP sepenuhnya dibiayai APBN. Keempat, umumnya Kabupaten/Kota yang hendak melaksanakan program e-KTP tahun 2011 telah berusaha maksimal melaksanakan dan mempersiapkan pelaksanaan e-KTP dengan berbagai keterbatasannya. Akan tetapi manajemen serta distribusi perlengkapan e-KTP serta ketidaksiapan daerah dalam melaksanakan program ini menyebabkan kekacauan dalam pelaksanaan, akibatnya tampak dipaksakan dan cenderung semata-mata memenuhi ambisi pemerintah pusat. Kelima, kewenangan sekaligus kewajiban Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pelaksanaan program e-KTP hanya terbatas pada pemanggilan warga untuk mendapatkan pelayanan e-KTP, pengadaan listrik, dan sosialisasi. Potensi masalah yang akan timbul akibat tekanan pemerintah menyebabkan pemerintah daerah melakukan penganggaran tanpa melalui mekanisme APBD berikut pengadaan sarana penunjang yang tidak sesuai peraturan perundang-undangan.

Di sisi lain, besarnya kebutuhan anggaran penunjang pelaksanaan e-KTP tanpa persiapan yang matang tentu bakal berimplikasi pada peminggiran alokasi anggaran yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan rakyat. Keenam, rekomendasi KPK untuk mencegah potensi gagal dan terhamburnya keuangan negara tak digubris. Penilaian LKPP terkait tender yang mengkonfirmasi bahwa LKPP kesulitan mendapatkan akses seluruh proses tender dan diketahui melanggar ketentuan peraturan perundangan, juga tidak diindahkan. Ketujuh, hasil audit BPKP yang diklaim Pemerintah bahwa proyek e-KTP memenuhi prosedur efisiensi keuangan negara sangat meragukan. Karena, sejauh ini BPKP belum memenuhi permintaan kejaksaan untuk mengetahui jumlah kerugian negara dari uji petik e-KTP tahun 2009 yang salah satu tersangkanya Dirjen Adminduk pada saat itu. (Mad/OL-3) JAKARTA - MICOM: Mengemukanya various problems and a lot of criticism for the implementation of e-ID card project should be addressed to stop the project and conducted evaluation. Thus, the known source of problems and abuses in poryek worth Rp6, 25 trillion. This was disclosed by Chairman of the PDI-P faction in the House of Representatives Commission II Arif Wibowo in Jakarta, Sunday (18 / 9). Kemendagri impressed covering up a number of issues that arise in the field, with the accused party who criticized the project as a mafia trillions of dollars of e-ID cards and even as the party that will derail the project. The response was very political and insinuatif and no relevance to the improvement efforts should be done. In addition, said Arif, the formation of Committee to investigate the chaotic marutnya e-ID card project has also been very relevanSebaliknya, Kemendagri even accuse the parties who are critical of e-ID card project at a cost of Rp6, 295 trillion for the year 2011-2012, as mafia. Arif noted there are seven classification problems that are still not clear solution in the e-ID card project is. First, the standardization of e-ID card diadopsidalam less attention to the overall standard of the existing regulations. Second, the implementation of e-ID cards in 197 regions far from the target misses the fact that time was supposed to start August 1, 2011. The majority of the area has not received a number of package / device is required, a network that does not work online, inadequate availability of electricity, a small district and village / village recently received an e-ID devices September 2011 with conditions of incomplete and problematic. Third, the course has not been good coordination between Kemendagri by Local Government particularly in the preparation of regulations that must be prepared in the form of local regulations in order to allocate the budget support. When it should be e-ID card project is fully funded budget. Fourth, generally Regency / City who want to implement e-ID card program in 2011 has sought the maximum carry and prepare the implementation of e-ID cards with various limitations.

However, management and distribution of e-ID card equipment and local unpreparedness in implementing this program led to confusion in implementation, the result seemed forced and tend to solely meet the ambitions of the central government. Fifth, the authority of the Government as well as obligations of Regency / City in the implementation of e-ID card program is limited to calling the citizens to get service e-ID cards, provision of electricity, and socialization. Potential problems that will arise due to government pressure led local governments to budget without going through the following mechanisms procurement budget that is not appropriate means of supporting legislation. On the other hand, the magnitude of budget requirements supporting the implementation of e-ID card without good preparation will certainly have implications for the exclusion of the budget allocations that relate directly to the people's welfare. Sixth, the Commission recommendations to prevent the potential for failure and financial terhamburnya state was ignored. Assessment of tenders related LKPP confirm that LKPP difficulty getting access throughout the tender process and is known to violate the provisions of laws and regulations, are also ignored. Seventh, the audit BPKP Government claimed that the e-ID card project meets the financial efficiency of the procedure is very doubtful State. Because, so far BPKP not meet the prosecutor's request to know the amount of state losses of the test quotation e-ID card in 2009 that one of the suspects Adminduk Director General at the time. (Mad/OL-3)