Anda di halaman 1dari 14

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR......................... i
DAFTAR ISI .............................. ii
BAB I : PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang ....................
1
1.2 IdentiIikasi Masalah .................. 1
1.3 Maksud Dan Tujuan ...................
1
BAB II :PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Biaya .................. 2
2.2 Pengertian Biaya Overhead Pabrik ..... ......... 3
2.3 Sistem Pengalokasian Biaya Overhead Pabrik ........ 4
2.4 ........
BAB III : PENUTUP
3.1 Kesimpulan .........................
3.2 Saran ............................
DAFTARPUSTAKA .............................




ATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada TUHAN YESUS KRISTUS yang telah
memberikan rahmat dan Kasih karunianya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya,semoga dengan dibuatnya makalah ini
pembaca dapat memahami tentang Sistem Biaya dan Akumulasi Biaya.
Berbagai sumber reIerensi dasar dan esensial yang relevan dari buku manajemen
lainnya memang sengaja dipilih dan digunakan untuk memperkuat pembahasan dan
membangun karangka penyajian yang komperehensiI , agar mudah dipahami dan dapat
memenuhi harapan pembaca.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih mempunyai kekurangan baik dari segi
teknis maupun isi, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersiIat
membangun demi pembuatan makalah selanjutnya. Oleh karena itu,penulis berharap agar
makalah ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan berguna bagi pembacanya.





Batam, November 2011


Penulis






A I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang



Setiap bidang kegiatan produksi pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan
tersebut.Umumnya tujuan utama suatu perusahaan adalah mendapatkan laba atau keuntungan
yang besar. Setiap kegiatan produksi membutuhkan biaya produksi karena biaya produksi
ditujukan untuk memperoleh nilai ekonomis produk yang lebih tinggi. Oleh karena itu, setiap
perusahaan membutuhkan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead
pabrik.

Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik sangat penting
karena merupakan salah satu teknik untuk menerapkan kebijakan-kebijakan dalam
pembebanan oleh suatu produk. Merupakan bagian dari proses perencanaan untuk
menentukan tindakan bagi kegiatan produksi dimasa yang akan datang. Memberikan
inIormasi untuk menentukan tindakan bagi kegiatan produksi. Memberikan gambaran bagi
suatu perusahaan, disamping itu juga perusahaan membutuhkan analisis selisish.

1.2Batasan Masalah

Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik banyak
dipergunakan perusahaan untuk pembuatan produk sehingga banyak ketentuan yang harus
dilakukan didalam pelaksanaan. Untuk itu Penulis hanya membatasi penulisan ini pada
elemen elemen biaya, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead
pabrik.

1.3 Tujuan Penulisan



Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui elemen elemen biaya, biaya bahan baku,
biaya tenega kerja langsung, biaya overhead pabrik, biaya standar dan sesungguhnya secara
garis besar.
Maksud dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Sistem Biaya
dan Akumulasi Biaya terhadap perusahaan. Sedangkan tujuan dibuatnya makalah ini adalah
untuk memenuhi salah satu tugas Maka Kuliah Akuntansi Biaya.

1.4 Metode Penelitian



Metode yang digunakan penulis dalam mencari atau mengumpulkan data ini menggunakan
metode kepustakaan. Dimana metode ini pengumpulan data dengan cara mengkaji dan
menelaah data dari buku.















BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Biaya



Berikut ini beberapa pengertian dari biaya diantaranya adalah sebagai berikut :
Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah
terjadi atau yang akan kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu.
Biaya adalah pemakaian barang - barang yang dinilai untuk pencapaian hasil (output)
tertentu.
Biaya adalah pengeluaran pengeluaran atau nilai pengorbanan untuk memperoleh barang
atau jasa yang berguna untuk masa yang akan datang atau mempunyai manIaat yang meneliti
satu periode akuntansi tahunan.

Dari beberapa pengertian biaya diatas dapat dideIinisikan bahwa biaya merupakan
pengeluaran atau pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh barang atau jasa yang
dinilai dengan uang yang berguna untuk masa yang akan datang.

2.2 Elemen Elemen Biaya

a. Biaya Produksi

Merupakan biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap
untuk dijual. Contohnya biaya depresiasi mesin dan ekuipmen, biaya bahan baku, biaya
bahan penolong, biaya gaji karyawan yang bekerja dalam bagian - bagian, baik yang
langsung maupun yang tidak langsung yang berhubungan dengan proses produksi.

b. Biaya Pemasaran

Merupakan biaya biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk.
Contohnya adalah biaya iklan, biaya promosi, biaya angkutan dari gudang perusahaan
kegudang pembeli, gaji karyawan bagian bagian yang melaksanakan kegiatan pemasaran,
biaya contoh (sampel).

c. Biaya Administrasi dan Umum

Merupakan biaya biaya untuk mengkoordinasi kegiatan produksi dan pemasaran produk.
Contoh biaya ini adalah biaya gaji karyawan bagian keuangan, akuntansi, personalia dan
bagian hubungan masyarakat, biaya pemeriksaan akuntansi, biaya Iotocopy.

d. Biaya Langsung (Direct cost)

Biaya yang terjadi yang penyebab satu satunya adalah karena adanya sesuatu yang dibiayai.
Jika sesuatu yang dibiayai tersebut tidak ada, maka biaya langsung ini tidak akan terjadi.
Dengan demikian biaya langsung akan mudah diidentiIikasikan dengan sesuatu yang
dibiayai.

e. Biaya Tidak Langsung (Inderect cost)

Biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai. Biaya tidak langsung
dalam hubungannya dengan produk disebut dengan istilah biaya produksi tidak langsung atau
biaya overhead pabrik (Iactory overhead costs). Biaya ini tidak mudah diidentiIikasikan
dengan produk tertentu.


2.3 Biaya Bahan Baku

Suatu perusahaan didalam pembuatan suatu produk dibutuhkan biaya bahan baku. Biaya
bahan baku, biaya ini timbul karena pemakaian bahan. Biaya bahan baku merupakan harga
pokok bahan yang dipakai dalam produksi untuk membuat barang didalam suatu perusahaan.
Biaya bahan baku adalah merupakan bagian dari harga pokok barang jadi yang akan dibuat.

2.4 Biaya Tenaga Kerja

Perusahaan didalam memproduksi dibutuhkan tenaga kerja dimana tenaga kerja tersebut akan
dipergunakan didalam proses pembuatan produk perusahaan. Perusahaan didalam
mempergunakan tenaga kerja manusia membutuhkan biaya tenaga kerja. Dimana Biaya
tenaga kerja tersebut adalah harga yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja manusia
tersebut.

2.5 Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya tenaga kerja langsung, biaya ini timbul karena pemakaian tenaga kerja yang
dipergunakan untuk mengolah bahan menjadi barang jadi.

Biaya tenaga kerja langsung merupakan gaji dan upah yang diberikan tenaga kerja yang
terlibat langsung dalam pengolahan barang.

Sedangkan biaya tenaga kerja tidak langsung merupakan tenaga kerja yang tidak langsung
terlibat dalam pengelolaan barang.



2.6 Penggolongan Biaya Tenaga Kerja

Biaya tenaga kerja dalam suatu perusahaan dapat digolongkan menjadi beberapa macam,
antara lain sebagai berikut :

1. Biaya Produksi ( Terdiri dari Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Tenaga Kerja Tidak
Langsung).
Biaya Produksi adalah semua upah buruh dan insentip dalam rangka memproduksi suatu
produk

2. Biaya Komersial ( terdiri dari Gaji direksi dan gaji karyawan kantor).
Biaya Komersial adalah semua pembayaran gaji yang dibayarkan kepada para pegawai
(tetap/tidak tetap) guna mempertahankan eksistensi operasional perusahaan.

2.7 Biaya Overhead Pabrik

Biaya Overhead Pabrik adalah Semua biaya biaya produksi selain biaya bahan langsung
dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya bahan ini terdiri dari biaya bahan tak langsung , biaya
tenaga kerja tak langsung dan semua biaya biaya yang tidak dapat secara langsung
dibebankan kepada produk ataupun job.

Item biaya overhead pabrik sangat banyak, sehingga apabila ditinjau dari perilaku biaya,
dapat disusun klasiIikasi sebagai biaya tetap dan biaya variabel. Meskipun pada dasarnya
terdapat biaya semi variabel yang mengandung kriterium sebagai biaya variabel maupun
tetap. Namun untuk memudahkan perhitungan biaya dan pengendalian biaya, maka
klasiIikasi biaya semi variabel tersebut dipecah lagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel.
Pemisahan biaya ini sebenarnya mengandung kelemahan, mengingat tidak ada metode yang
dianggap tetap dalam pemisahan biaya semi variabel tersebut.

Pendapat ahli lainya menyatakan bahwa biaya overhead pabrik merupakan setiap
biaya yang tidak secara langsung melekat pada suatu produk, yaitu semua biaya-biaya di luar
biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya overhead pabrik mencakup
biaya produksi lainnya seperti pemanasan ruang pabrik, penerangan, penyusutan pabrik dan
mesin mesin. Biaya pabrik seperti pemeliharaan, gudang bahan-bahan dan hal lain yang
memberikan pelayanan-pelayanan kepada bagian produksi juga merupakan bagian dari biaya
overhead pabrik.
Biaya penjualan dan biaya distribusi, dan semua biaya administrasi juga
diperhitungkan sebagai biaya overhead sepanjang biaya-biaya tersebut tidak dapat secara
langsung dihubungkan dengan unit produk (Pass, Lowes dan Davis, 1998 118).
Berbagai macam biaya overhead pabrik harus dibebankan kepada semua pekerjaan
yang terlaksana selama suatu periode. Oleh karena itu, untuk dapat membebankan biaya
overhead pabrik secara merata kepada setiap produk digunakan tariI biaya overhead pabrik
yang ditentukan di muka. Penentuan tariI biaya overhead pabrik dilaksanakan melalui tiga
tahap berikut ini (Mulyadi, 1992 212):
1. Menyusun anggaran biaya over head pabrik.
2. Memilih dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk.
3. Menghitung tariI biaya overhead pabrik.


2.8 Biaya Standar dan Biaya Sesungguhnya

Pengendalian pada biaya merupakan patokan atau standar sebagai dasar uang dipakai untuk
tolak ukur pengendalian. Standar ini sangat dibutuhkan oleh manajemen untuk membantunya
dalam menjalankan operasi perusahaan.

Biaya standar adalah biaya yang ditentukan dimuka, yang merupakan jumlah biaya yang
seharusnya dikeluarkan untuk membuat satu satuan produk atau untuk membiayai kegiatan
tertentu, dibawah asumsi kondisi ekonomi, eIisiensi dan Iaktor Iaktor lain tertentu.
Biaya standar adalah alat yang dipakai untuk mengukur dan menilai prestasi pelaksanaan
yang harus ditentukan dengan teliti dan ilmiah melalui penelitian teknis, penilaian prestasi,
penelitian laboratorium penelitian gerak dan penelitian waktu.

(The National Association oI Accountants / NAA) yang dikutip oleh Cashin (1988)
mendeIinisikan Biaya sesungguhnya adalah biaya yang diakumulasi selama proses produksi
dengan menggunakan harga pokok historis yang biasanya merupakan lawan dari biaya yang
ditetapkan sebelum proses produksi yang ditujukan untuk mengetahui besarnya biaya yang
dikeluarkan perusahaan.

Biaya standar tidaklah menggantikan biaya sesungguhnya dalam suatu sistem akuntansi biaya
melainkan saling melengkapi biasanya penggunaan biaya standar dipergunakan untuk:

a. Menetapkan anggaran

b. Mengendalikan biaya mengarahkan dan mengukur eIesiensi

c. Menyederhanakan prosedur pembiayaan dan menyajikan laporan biaya
dengan cepat.

d. Membebankan biaya yang telah dikeluarkan ke bahan baku, barang dalam
proses dan barang jadi yang ada pada persediaan perusahaan.

e. Menutupkan dasar perhitungan untuk pelelangan, kontrak dan harga jual.

SISTEM PENGALOASIAN IAYA OVERHEAD PARI

Adapun Sistem pengalokasian biaya overhead itu meliputi :

a). Sistem Biaya Konvensional.
Menurut James A. Brimson (1991 : 7) sistem biaya konvensional mampu mengukur
secara akurat sumber daya yang dikonsumsi secara proporsional dengan jumlah unit yang
diproduksi dari suatu produk. Sumber daya tersebut meliputi bahan baku, tenaga kerja
langsung, jam mesin dan sebagainya. Dan biaya-biaya yang timbul akibat pemakaian sumber
daya tersebut dialokasikan pada produk berdasarkan jam kerja langsung, bahan baku yang
dibeli atau unit yang diproduksi. Sistem biaya tradisional dapat membantu manajemen dalam
perencanaan dan pengendalian kegiatan perusahaan di dalam perusahaan yang masih
menggunakan teknologi yang sederhana dalam proses produksinya untuk menghasilkan
produk.
-). .tivity-Based Cost System.
Timbulnya perhatian untuk merancang sistem akuntansi manajemen berdasarkan aktivitas
disebabkan oleh karena selama ini akuntansi manajemen (sistem tradisional) menghasilkan
inIormasi atas dasar pengolahan angka-angka akuntansi keuangan yang terikat terhadap
norma-norma akuntansi keuangan bagi kepentingan (entity) pihak luar perusahaan, sedangkan
inIormasi yang dibutuhkan untuk manajer tingkat intern perusahaan (yang berperan aktiI
untuk mengendalikan perusahaan tersebut) lebih membutuhkan inIormasi yang dekat
terhadap pengelolaan operasional. Kegunaan inIormasi akuntansi biaya yang relevan, akurat,
dan tepat waktu untuk proses pengambilan keputusan sangat dibutuhkan guna mencapai
posisi strategis perusahaan dalam lingkungan bisnis yang berubah setiap saat. Biaya atas
aktivitas produksi ditentukan oleh 48t Efectivene88 perusahaan dalam proses manuIaktur,
dan harga produk ditentukan oleh aktivitas mekanisasi pasar, yang mana harga tersebut
merupakan suatu hal yang given dalam strategi penetapan harga pokok. Oleh sebab itu
perusahaan dituntut untuk dapat memperbaiki (impr4vement) kondisi internnya secara terus
menerus, sehingga harga produk yang ditawarkan dalam persaingan bisnis yang berkompetisi
secara tajam dapat mencapai Market Share yang besar.
























A III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Di dalam proses produksi agar bisa berjalan sesuai yang diingikan perusahaan, maka
perusahaan dalam hal ini harus memperhatikan apa saja yang dibutuhkan seperti elemen
elemen biaya, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overead pabrik
didalam pelaksanaannya.

Berikut ini Elemen Elemen Biaya adalah sebagai berikut :

a. Biaya Produksi

b. Biaya Pemasaran

c. Biaya Administrasi dan Umum

d. Biaya Langsung (Direct cost)

e. Biaya Tidak Langsung (Inderect cost)

Biaya Bahan Baku didalam suatu perusahaan merupakan harga pokok bahan yang dipakai
dalam produksi untuk membuat barang didalam suatu perusahaan.

Biaya tenaga kerja langsung, biaya ini timbul karena pemakaian tenaga kerja yang
dipergunakan untuk mengolah bahan menjadi barang jadi.

Biaya Overhead Pabrik adalah Semua biaya biaya produksi selain biaya bahan langsung
dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya bahan ini terdiri dari biaya bahan tak langsung , biaya
tenaga kerja tak langsung dan semua biaya biaya yang tidak dapat secara langsung
dibebankan kepada produk ataupun job.

Pengendalian pada biaya merupakan patokan atau standar sebagai dasar uang dipakai untuk
tolak ukur pengendalian. Sedangkan Biaya sesungguhnya merupakan biaya yang diakumulasi
selama proses produksi dengan menggunakan harga pokok historis yang biasanya merupakan
lawan dari biaya yang ditetapkan sebelum proses produksi yang ditujukan untuk mengetahui
besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan.




























DAFTAR PUSTAKA

1. Mulyadi, 1993, Akuntansi Biaya, Edisi ketiga, Yogyakarta: BPFE Universitas Gunadarma.
2. Firdaus A. Dunia, 1994, Akuntansi Biaya, Buku Satu Lembaga Penerbit Fakultas Ekonom
Universitas Indonesia, Jakarta.

3. Schweitzer dan Hans-Ulrich Kueper, Akuntansi Biaya, Alih Bahasa oleh Burhan
Napitupulu dan Teddy Pawitro, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia,
Jakarta, 1991.

4. Tresno Lesmono, 1998, Akuntansi Biaya, Yogyakarta: Akademia Akuntansi YKPN
5. Ibnu Subiyanto dan Bambang Suripto, 1993, Akuntansi Biaya, Seri Diktat Kuliah,
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma, Jakarta.