Anda di halaman 1dari 8

A.

DEFINISI Luka bakar adalah kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan oleh energi panas atau bahan kimia atau benda-benda fisik yang menghasilkan efek baik memanaskan atau mendinginkan B. GEJALA DAN TANDA klasifikasi penyebab Penampakan luar Sensasi Waktu penyembuhan Luka bakar dangkal (superficial burn) Sinar UV, paparan nyala api Kering dan merah; memucat dengan penekanan nyeri 3 6 hari Luka bakar sebagian dangkal (superficial partial-thickness burn) Cairan atau uap panas (tumpahan atau percikan), paparan nyala api Gelembung berisi cairan, berkeringat, merah; memucat dengan penekanan Nyeri bila terpapar udara dan panas 7-20 hari Luka bakar sebagian dalam (deep partial-thickness burn) Cairan atau uap panas (tumpahan), api, minyak panas Gelembung berisi cairan (rapuh); basah atau kering berminyak, berwarna dari putih sampai merah; tidak memucat dengan penekanan Terasa dengan penekanan saja >21 hari Luka bakar seluruh lapisan (full thickness burn) Cairan atau uap panas, api, minyak, bahan kimia, listrik tegangan tinggi Putih berminyak sampai abu-abu dan kehitaman; kering dan tidak elastis; tidak memucat dengan penekanan Terasa hanya dengan penekanan yang kuat Tidak dapat sembuh (jika luka bakar mengenai >2% dari TBSA) C. PENYEBAB Liat table di atas D. TERAPI Secara sistematik dapat dilakukan 6c : clothing, cooling, cleaning, chemoprophylaxis, covering and comforting: Clothing: singkirkan semua pakaian yang panas atau terbakar. Cooling: Dinginkan daerah yang terkena luka bakar dengan menggunakan air mengalir selama 20 menit. Cleaning: pembersihan dilakukan dengan zat anastesi untuk mengurangi rasa sakit. Chemoprophylaxis : pemberian anti tetanus, dapat diberikan pada luka yang lebih dalam dari superficial partial Covering : penutupan luka bakar dengan kassa Comforting : dapat dilakukan pemberian pengurang rasa nyeri. Selanjutnya pertolongan diarahkan untuk mengawasi tanda-tana bahaya dari ABC (airway, breathing, Circulation) Cairan infus yang diberikan adalah cairan kristaloid (ringer laktat, NaCl 0,9%/normal Saline). Kristaloid dengan dekstrosa (gula) di dalamnya dipertimbangkan untuk diberikan pada bayi dengan luka bakar. Jumlah cairan yang diberikan berdasarkan formula dari Parkland : 3-4 cc x berat badan (kg) x %TBSA + cairan rumatan (maintenance per 24 jam). Cairan rumatan adalah 4cc/kgBB dalam 10 kg pertama, 2cc/kgBB dalam 10 kg ke 2 (11-20kg) dan 1cc/kgBB untuk tiap kg diatas 20 kg. Cairan formula parkland (3-4ccx kgBB x %TBSA) diberikan setengahnya dalam 8 jam pertama dan setengah sisanya dalam 16 jam berikutnya. Pengawasan kecukupan cairan yang diberikan dapat dilihat dari produksi urin yaitu 1cc/kgBB/jam. E. KOMPLIKASI Kecacatan dapat terjadi Luka dengan komplikasi infeksi Hypertropi jaringan/kerusakan jaringan Kontraktur F. PENCEGAHAN 1. Memberikan pengetahuan kepada anak-anak mengenai barangbarang yang panas dan dapat menyebabkan luka bakar bila disentuh 2. Bila anda menggunakan pemanas air atau air hangat untuk memandikan anak, pastikan terlebih dahulu dengan tangan anda, sebelum anak-anak mulai menggunakannya. 3. Jangan melakukan aktifitas yang berhubungan dengan panas sambil membawa atau menggendong anak. 4. Bila memungkinkan jangan berikan anak-anak akses untuk masuk ke dapur, tempat menyetrika dan bagian-bagian rumah yang banyak berkaitan dengan panas. 5. Bila anda menggunakan microwave, hati-hati karena ada kemungkinan panas pada makanan yang dipanaskan tidak merata, 6. Gunakan stop kontak listrik yang dilengkapi dengan penutup atau berikan penutup.

G. SUMBER REFERENSI Atkinson K. Burns : how to protect your child now. Parenting. 2001. Fenlon S, Nene S. Burns in children. Continuing Education in Anasthesia, Critical Care&Pain. British Journal of Anasthesia. 2007 Hansbrough JF, Hansbrough W. Pediatrics Burns. Pedriatics in Review. Vol 20;1999 http://www.hidupaman.com/index.php/tips-mencegah-luka-bakar-padaanak.html Morgan ED, Bledsoe SC, Barker J. Ambulatory management of Burns. American association of family Physician, 2000. Hudspith J, Rayatt S. First aid and treatment of minor burns. ABC of Burns. BMJ 2004;328;1487-9. Burns. Clinical practice Guidelines. Royal Children Hospital Melbourne. 2007 Holland AJA. Pediatric burns: the forgotten trauma of childhood. Canadian journal of Surgery;2006;4;272-7 H. TEMPAT BEROBAT Semua RS yang memiliki dokter spesialis anak, Dokter spesialis anastesi, dokter spesialis bedah, dokter spesialis kulit Blister.: melepuh adalah saku kecil cairan di dalam lapisan atas kulit, biasanya disebabkan oleh menggosok kuat ( gesekan ), pembakaran, pembekuan, paparan bahan kimia atau infeksi. Most blisters are filled with a clear fluid called serum or plasma [ 1 ] (aka, "blister water"). lepuh Kebanyakan diisi dengan cairan yang disebut jelas serum atau plasma [1] (alias, "air blister"). However, blisters can be filled with blood (known as blood blisters ) or with pus (if they become infected). Namun, lepuh bisa diisi dengan darah (dikenal sebagai blisters darah ) atau dengan nanah (jika mereka menjadi terinfeksi). The word "blister" entered English in the 14th century. Kata "melepuh" memasuki Inggris pada abad ke 14. It came from the Middle Dutch "bluyster", and was a modification of the Old French "blostre" which meant a leprous nodule -- a rise in the skin due to leprosy . Itu datang dari "bluyster Belanda Tengah", dan merupakan modifikasi dari blostre "Lama Prancis" yang berarti benjolan lepra - kenaikan di kulit akibat kusta . ASKEP LUKA BAKAR (COMBUSTIO) A. DEFINISI Luka bakar merupakan ruda paksa yang disebakan oleh tehnis. Kerusakan yang terjadi pada penderita tidak hanya mengenai kulit saja, tetapi juga organ lain. Penyebab ruda paksa tehnis ini berupa api, air, panas, listrik, bahkan kimia radiasi, dll. Luka bakar adalah suatu keadaan dimana integritas kulit atau mukosa terputus akibat trauma api, air panas, uap metal, panas, zat kimia dan listrik atau radiasi. Luka bakar adalah luka yang disebabkan kontak dengan suhu tinggi seperti api, air panas, bahkan kimia dan radiasi, juga sebab kontak dengan suhu rendah (frosh bite). (Mansjoer 2000 : 365) Jenis jenis luka bakar 1. Luka bakar listrik Disebabkan oleh kontak dengan sumber tenaga bervoltage tinggi akibat arus listrik dapat terjadi karena arus listrik mengaliri tubuh karena adanya loncatan arus listrik atau karena ledakan tegangan tinggi antara lain akibat petir. Arus listrik menimbulkan gangguan karena rangsangsan terhadap saraf dan otot. Energi panas yang timbul akibat tahanan jaringan yang dilalui arus menyebabkan luka bakar pada jaringan tersebut. Energi panas dari loncatan arus listrik tegangan tinggi yang mengenai tubuh akan menimbulkan luka bakar yang dalam karena suhu bunga api listrik dapat mencapai 2500oC, arus bolak balik menimbulkan rangsangan otot yang hebat berupa kejang kejang. Urutan tahanan jaringan dimulai dari yang paling rendah yaitu saraf, pembuluh darah, otot, kulit, tendo dan tulang. Pada jaringan yang tahanannya tinggi akan lebih banyak arus yang melewatinya, maka panas yang timbul akan lebih tinggi. Karena epidermisnya lebih tebal, telapak tangan dan kaki mempunyai tahanan listrik lebih tinggi sehingga luka bakar

yang terjadi juga lebih berat bila daerah ini terkena arus listrik. 2. Luka bakar kimia Luka bakar kimia dapat disebabkan oleh zat asam, zat basa dan zat produksi petroleum. Luka bakar alkali lebih berbahaya daripada oleh asam, karena penetrasinya lebih dalam sehingga kerusakan yang ditimbulkan lebih berat. Sedang asam umumnya berefek pada permukaan saja. Zat kimia dapat bersifat oksidator sepert kaporit, kalium permanganate dan asam kromat. Bahan korosif seperti fenol dan fosfor putih juga larutan basa seperti kalium hidroksida dan natrium hidroksida menyebabkan denaturasi protein. Denaturasi akibat penggaraman dapat disebabkan oleh asam formiat, asetat, tanat, flourat, dan klorida. Asam sulfat merusak sel karena bersifat cepat menarik air. Beberapa bahan dapat menyebabkan keracunan sistemik. Asam florida dan oksalat dapat menyebabkan hipokalsemia. Asam tanat, kromat, pikrat dan fosfor dapat merusak hati dan ginjal kalau diabsorpsi tubuh. Lisol dapat menyebabkan methemoglobinemia. B. ETIOLOGI Luka bakar disebabkan oleh perpindahan energi dari sumber panas ketubuh. Panas tersebut mungkin dipindankan melalui konduksi atau radiasi elektromagnetik. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab luka bakar. Beratnya luka bakar juga dipengaruhi oleh cara dan lamanya kontak dengan sumber panas (misal suhu benda yang membakar, jenis pakaian yang terbakar, sumber panas : api, air panas dan minyak panas), listrik, zat kimia, radiasi, kondisi ruangan saat terjadi kebakaran dan ruangan yang tertutup. Faktor yang menjadi penyebab beratnya luka bakar antara lain : 1. Keluasan luka bakar 2. Kedalaman luka bakar 3. Umur pasien 4. Agen penyebab 5. Fraktur atau luka luka lain yang menyertai 6. Penyakit yang dialami terdahulu seperti diabetes, jantung, ginjal, dll 7. Obesitas 8. Adanya trauma inhalasi

konsentrasi. Donna (1991) menyatakan bahwa kehilangan cairan tubuh pada pasien luka bakar dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain : 1. Peningkatan mineralo kortikoid a. Retensi air, natrium dan klorida b. Ekskresi kalium 2. Peningkatan permeabilitas pembuluh darah ; keluarnya elektrolit dan protein dari pembuluh darah. 3. Perbedaan tekan osmotik intra dan ekstrasel. Kehilangan volume cairan akan mempengaruhi nilai normal cairan dan elektolit tubuh yang selanjutnya akan terlihat dari hasil laboratorium. Luka bakar akan mengakibatkan tidak hanya kerusakan kulit tetapi juga mempengaruhi sistem tubuh pasien. Seluruh sistem tubuh menunjukkan perubahan reaksi fisiologis sebagai respon kompensasi terhadap luka bakar, yang luas (mayor) tubuh tidak mampu lagi untuk mengkompensasi sehingga timbul berbagai macam komplikasi. Burn shock (syok hipovolemik) Burn shock atau shock luka bakar merupakan komplikasi yang sering dialami pasien dengan luka bakar luas karena hipovolemik yang tidak segera diatasi. Manifestasi sistemik tubuh terhadap kondisi ini (Burgess 1991) adalah berupa : 1. Respon kardiovaskuler Perpindahan cairan dari intravaskuler ke ekstravaskuler melalui kebocoran kapiler yang mengakibatkan kehilangan Na, air dan protein plasma serta edema jaringan yang diikuti dengan penurunan curah jantung, hemokonsentrasi sel darah merah, penurunan perfusi pada organ mayor dan edema menyeluruh. 2. Respon renalis Dengan menurunnya volume intravaskuler, maka aliran plasma ke ginjal dan GFR (laju filtrasi glomelular) mengakibatkan haluaran urine akan menurun. Jika resusitasi cairan untuk kebutuhan intravaskuler tidak adekuat atau terlambat diberikan, maka akan memungkinkan terjadinnya gagal ginjal akut. Dengan resusitasi cairan yang adekuat, maka cairan interstitial dapat ditarik kembali ke intravaskuler dan akan terjadi fase diuresis. 3. Respon gastro intestinal Respon umum yang biasa terjadi pada pasien luka bakar >20% adalah penurunan aktifitas gastrointestinal. Hal ini disebabkan oleh kombinasi efek respon hipovolenik dan neurologik serta respon endokrin terhadap adanya perlukaan luas. Pemasangan NGT akan mencegah distensi abdomen, muntah dan potensi aspirasi. Dengan resusitasi yang adekuat, aktifitas gastrointestinal akan kembali normal pada 24 48 jam setelah luka bakar. 4. Respon imunologi a. Respon barier mekanik Kulit berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri yang penting dari organisme yang mungkin masuk. Terjadi gangguan integritas kulit akan memungkinkan mikroorganisme masuk kedalam tubuh. b. Respon imun seluler D. MANIFESTASI KLINIK Derajat luka bakar 1. Derajat I Tampak merah dan agak menonjol dari kulit normal disekitarnya, kulit kering, sangat nyeri dan sering disertai sensasi menyengat. Jaringan yang rusak hanya epidermis, lama sembuh 5 hari dan hasil kulit kembali normal. 2. Derajat II a) Derajat IIa Jaringan yang rusak sebagian epidermis, dimana folikel rambut dan kelenjar keringat utuh disertai rasa nyeri dan

C. PATOFISIOLOGI Akibat pertama luka bakar adalah syok karena kaget dan kesakitan. Pembuluh kapiler yang terpajan suhu tinggi rusak dan permeabilitas tinggi. Sel darah yang ada didalamnya ikut rusak sehingga dapat menjadi anemia. Mengingat permeabilitas menyebabkan udem dan menimbulkan bula dengan serta elektrolit. Hal itu menyebabkan berkurangnya volume cairan intravaskuler. Kerusakan kulit akibat luka bakar menyebakan kehilangan cairan tambahan karena penguapan yang berlebihan, cairan masuk kebula yang terbentuk pada luka bakar derajat III dan pengeluaran cairan dari keropeng luka bakar derajat III. Akibat luka bakar, fungsi kulit yang hilang berakibat terjadi perubahan fisiologi. Diantaranya adalah 1. Hilang daya lindung terhadap infeksi 2. Cairan tubuh terbuang 3. Hilang kemampuan mengendalikan suhu 4. Kelenjat keringat dan uap 5. Banyak kehilangan reseptor sensori Luka bakar mengakibatkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah sehingga air, natrium, klorida dan protein akan keluar dari sel dan menyebabkan terjadinya edema yang dapat berlanjut pada keadaan hipovolemia dan hemo

warna lesi merah atau kuning, lepuh, luka basah, lama sembuh 7 14 hari dan hasil kulit kembali normal atau pucat. b) Derajat IIb Jaringan yang rusak sampai epidermis, dimana hanya kelenjar keringat saja yang utuh. Tanda klinis sama dengan derajat Iia, lama sembuh 14-21 hari. Hasil kulit pucat, mengkilap, kadang ada cikatrix atau hipertrofi. 3. Derajat III Jaringan yang rusak seluruh epidermis dan dermis. Kulit tampak pucat, abu abu gelap atau hitam, tampak retak retak atau kulit tampak terkelupas, avaskuler, sering dengan bayangan trombosis vena, tidak disertai rasa nyeri. Lama sembuh >21hari dan hasil kulitnya menjadi cikatrik dan hipertropi. E. PENATALAKSANAAN 1. Penanganan keperawatan a. Penanganan awal ditempat kejadian Tindakan yang dilakukan terhadap luka bakar : 1) Jauhkan korban dari sumber panas, jika penyebabnya api, jangan biarkan korban berlari, anjurkan korban untuk berguling guling atau bungkus tubuh korban dengan kain basah dan pindahkan segera korban ke ruangan yang cukup berventilasi jika kejadian luka bakar berada diruangan tertutup. 2) Buka pakaian dan perhiasan yang dikenakan korban 3) Kaji kelancaran jalan nafas korban, beri bantuan pernafasan korbam dan oksigen bila diperlukan 4) Beri pendinginan dengan merendam korban dalam air bersih yang bersuhu 200C selama 15 20 menit segera setelah terjadinya luka bakar 5) Jika penyebab luka bakar adalah zat kimia, siram korban dengan air sebanyak banyaknya untuk menghilangkan zat kimia dari tubuhnya 6) Kaji kesadaran, keadaan umum, luas dan kedalaman luka bakar serta cedera lain yang menyertai luka bakar 7) Segera bawa korban ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut

Roborantia (vitamin C dan A) Analgetik antibiotik 12) Mobilisasi secara dini 13) Pengaturan posisi Keterangan : Pada 8 jam I diberikan dari kebutuhan cairan Pada 8 jam II diberikan dari kebutuhan cairan Pada 8 jam III diberikan sisanya c. Penanganan luka bakar di unit perawatan intensif Hal yang perlu diperhatikan selama pasien dirawat di unit ini meliputi : 1) Pantau keadaan pasien dan setting ventilator. Kaji apakah pasien mengadakan perlawanan terhadap ventilator 2) Observasi tanda tanda vital; tekanan darah, nadi, pernafasan, setiap jam dan suhu setiap 4 jam 3) Pantau nilai CVP 4) Amati neurologis pasien (GCS) 5) Pantau status hemodinamik 6) Pantau haluaran urin (minimal 1ml/kg BB/jam) 7) Auskultasi suara paru setiap pertukaran jaga 8) Cek asalisa gas darah setipa hari atau bila diperlukan 9) Pantau status oksigen 10) Penghisapan lendir (suction) minimal setiap 2jam dan jika perlu 11) Perawatan tiap 2jam (beri boraq gliserin) 12) Perawatan mata dengan memberi salep atau tetes mata setiap 2jam 13) Ganti posisi pasien setiap 3jam (perhatikan posisi yang benar bagi pasien) 14) Fisoterapi dada 15) Perawatan daerah invasif seperti daerah pemasangan CVP, kateter dan tube setiap hari 16) Ganti kateter dan NGT setiap minggu 17) Observasi letak tube (ETT) setiap shift 18) Observasi setiap aspirasi cairan lambung 19) Periksa laboratorium darah : elektrolit, ureum/kreatinin, AGD, proteim (albumin), dan gula darah (kolaborasi dokter) 20) Perawatan luka bakar sesuai protokol rumah sakit 21) Pemberian medikasi sesuai dengan petunjuk dokter

b. Penanganan luka bakar di unit gawat darurat Tindakan yang harus dilakukan terhadap pasien pada 24 jam pettama yaitu : 1) Penilaian keadaan umum pasien. Perhatikan A : Airway (jalan nafas), B : Breathing (pernafasan), C : Circulation (sirkulasi) 2) Penilaian luas dan kedalaman luka bakar 3) Kaji adanya kesulitan menelan atau bicara dan edema saluran pernafasan 4) Kaji adanya faktor faktor lain yang memperberat luka bakar seperti adanya fraktur, riwayat penyakit sebelumnya (seperti diabetes, hipertensi, gagal ginjal, dll) 5) Pasang infus (IV line), jika luka bakar >20% derajat II / III biasanya dipasang CVP (kolaborasi dengan dokter) 6) Pasang kateter urin 7) Pasang NGT jika diperlukan 8) Beri terapi oksigen sesuai kebutuhan 9) Berikan suntikan ATS / toxoid 10) Perawatan luka : Cuci luka dengan cairan savlon 1% (savlon : NaCl = 1 : 100) Biarkan lepuh utuh (jangan dipecah kecuali terdapat pada sendi yang mengganggu pergerakan Selimuti pasien dengan selimut steril 11) Pemberian obat obatan (kolaborasi dokter) Antasida H2 antagonis

d. Perawatan luka bakar di unit perawatan luka bakar Terdapat dua jenis perawatan luka selama dirawat di bangsal yaitu : 1) Perawatan terbuka Yakni luka yang telah diberi obat topical dibiarkan terbuka tanpa balutan dan diberi pelindung cradle bed. Biasanya juga dilakukan untuk daerah yang sulit dibalut seperti wajah, perineum, dan lipat paha Keuntungan : Waktu yang dibutuhkan lebih singkat Lebih praktis dan efisien Bila terjadi infeksi mudah terdeteksi Kerugian : Pasien merasa kurang nyaman Dari segi etika kurang 2) Perawatan tertutup Yakni penutupan luka dengan balutan kasa steril setelah dibeikan obat topical. Keuntungan : Luka tidak langsung berhubungan dengan udara ruangan (mengurangi kontaminasi) Pasien merasa lebih nyaman Kerugian :

Balutan sering membatasi gerakan pasien Biaya perawatan bertambah Butuh waktu perawatan lebih lama Pasien merasa nyeri saat balutan dibuka

Urutan prosedur tindakan perawatan luka pada pasien luka bakar antara lain : 1) Cuci / bersihkan luka dengan cairan savlon 1% dan cukur rambut yang tumbuh pada daerah luka bakar sperti pada wajah, aksila, pubis, dll 2) Lakukan nekrotomi jaringan nekrosis 3) Lakukan escharotomy jika luka bakar melingkar (circumferential) dan eschar menekan pembuluh darah. Eskartomi dilakukan oleh dokter 4) Bullae (lepuh) dibiarkan utuh sampai hari ke 5 post luka bakar, kecuali jika di daerah sendi / pergerakan boleh dipecahkan dengan menggunakan spuit steril dan kemudian lakukan nekrotomi 5) Mandikan pasien tiap hari jika mungkin 6) Jika banyak pus, bersihkan dengan betadin sol 2% 7) Perhatikan ekspresi wajah dan keadaan umum pasien selama merawat luka 8) Bilas savlon 1% dengan menggunakan cairan NaCl 0,9% 9) Keringkan menggunakan kasa steril 10) Beri salep silver sulfadiazine (SSD) setebal 0,5cm pada seluruh daerah luka bakar (kecuali wajah hanya jika luka bakar dalam [derajat III] dan jika luka bakar pada wajah derajat I/II, beri salep antibiotika) 11) Tutup dengan kasa steril (perawatan tertutup atau biarkan terbuka (gunakan cradle bed) e. Terapi psikiater Mengingat pasien dengan luka bakar mengalami masalah psikis maka perawat perlu bekerja sama dengan psikiatri untuk membantu pasien mengatasi masalah psikisnya, namun bukan berarti menggantikan peran perawat dalam memberikan support dan empati, sehingga diharapkan pasien dapat dapat menerima keadaan dirinya dan dapat kembali kemasyarakat tanpa perasaan terisolasi. Hal lain yang perlu diingat bahwa sering kali pasien mengalami luka bakar karena upaya bunuh diri atau mencelakakan dirinya sendiri dengan latar belakang gangguan mental atau depresi yang dialaminya sehingga perlu terapi lebih lanjut oleh psikiatris. f. Terapi fisioterapis Pasien luka bakar mengalami trauma bukan hanya secara fisik namun secara psikis juga. Pasien juga mengalami nyeri yang hebat sehingga pasien tidak berani untuk menggerakkan anggota tubuhnya terutama ynag mengalami luka bakar. Hal ini akan mengakibatkan berbagai komplikasi terhadap pasien diantaranya yaitu terjadi kontraktur dan defisit fungsi tubuh. Untuk mencegah terjadinya kontraktur, deformitas dan kemunduran fungsi tubuh, perawat memerlukan kerjasama dengan anggota tim kesehatan lain yaitu fisioterapis. Pasien luka bakar akan mendapatkan latihan yang sesuai dengan kebutuhan fisiknya. Dengan pemberian latihan sedini mungkin dan pengaturan posisi yang sesuai dengan keadaan luka bakar, diharapkan terjadinya kecacatan dapat dicegah atau dinminimalkan. Rehabilitasi dini dapat dilakukan sejak pasien mengalami luka bakar. Hal yang dapat dilakukan oleh perawat adalah dengan memberi posisi. g. Terapi nutrisi Ahli gizi diharapkan dapat membantu pasien dalam pemenuhan nutrisi yang tidak hanya memenuhi kecukupan jumlah kalori, protein, lemak, dll tapi terutama juga dalam hal pemenuhan makanan dan cara penyajian yang menarik karena hal ini akan sangat mempengaruhi nafsu makan

pasien. Dengan pemberian nutrisi yang kuat serta menu yang variatif, diharapkan pasien dapat mengalami proses penyembuhan luka secara optimal. Ahli gizi bertugas memberikan penyuluhan tentang gizi pada pasien dan dengan dukungan perawat dan keluarga dalam memberikan motivasi untuk meningkatkan intake nutrisinya maka diharapkan kebutuhan nutrisi yang adekuat bagi pasien terpenuhi. Penentuan kebutuhan energi pasien luka bakar menurut CURRERI : Dewasa (18tahun) : (25kcal x BB ideal) + (40kcal x % luka bakar) Anak anak : (kalori basal menurut umur x BB ideal) + (40kcal x % luka bakar) Berat badan yang digunakan adalah berat badan ideal yaitu : Dewasa : BB ideal (kg) = TB (cm) 100 10% dari (TB 100) Anak anak : BB ideal (kg) = (umur dalam bulan : 2) + 4 atau (umur dalam tahun x 2) = 8 Energi basal untuk bayi dan anak menurut umur Umur (tahun) Energi basal Laki laki (kcal) Perempuan (kcal) 01 13 46 69 10 14 14 18 55 60 50 45 40 45 25 25 20 25 55 60 50 45 30 40 20 55 20 Kecukupan protein untuk bayi dan anak menurut umur Golongan umur (Tahun) Kecukupan protein (gr/kg BB) 01 13 46 6 10 10 18 2,5 2 1,8 1,5 1 1,5 Perhitungan kebutuhan protein untuk pasien luka bakar dengan rumus DAVIEZ dan LILIJEDAHL Dewasa (18 tahun) (1gr x kg BB ideal) + (3gr x % total luas luka bakar) Anak anak (Kebutuhan protein menurut umur x kg BB ideal) + (3gr x % total luka bakar) Kebutuhan lemak bagi pasien luka bakar menurut GOODENOUGH dan WOLFE adalah sebesar 30% dari total energi.

Kebutuhan karbohidrat untuk pasien luka bakar menurut CURRERI adalah 60 70% dari total energi dengan keadaan atau lokasi luka bakar yang dialami. 2. Penanganan medis Tindakan yang dilakukan dalam pelaksanaan pasien luka bakar antara lain terapi cairan dan terapi obat obatan topical. a. Pemberian cairan intravena Tiga macam cairan diperlukan dalam kalkulasi kebutuhan pasien : 1) Koloid termasuk plasma dan plasma expander seperti dextran 2) Elektolit seperti NaCl, larutan ringer, larutan Hartman atau larutan tirode 3) Larutan non elektrolit seperti glukosa 5% Sebelum infus diberikan, luas dan dalamnya luka bakar harus ditentukan secara teliti. Kemudian jumlah cairan infus yang akan diberikan dihitung. Ada beberapa cara untuk menghitung kebutuhan cairan ini. Pemberian cairan ada beberapa formula : 1) Formula Baxter hanya memakai cairan RL dengan jumlah : % luas luka bakar x BB (kg) x 4cc diberikan 8 jam I dan nya 16 jam berikut untuk hari ke 2 tergantung keadaan. 2) Formula Evans Cairan yang diberikan adalah saline Elektrolit dosis : 1cc x BB kg x % luka bakar Koloid dosis : 1cc x Bb kg x % luka bakar Glukosa : - Dewasa : 2000cc - Anak : 1000cc 3) Formula Brook Cairan yang diberikan adalah Ringer Laktat Elektrolit : 1,5cc x BB kg x % luka bakar Koloid : 0,5cc x Bb kg x % luka bakar Dektros : - Dewasa : 2000cc - Anak : 1000cc 4) Formula farkland Cairan yang diberikan adalah Ringer Laktat Elektrolit : 4cc x BB kg x % luka bakar b. Terapi obat obatan topical Ada berbagai jenis obat topical yang dapat digunakan pada pasien luka bakar antara lain : 1) Mafenamid Acetate (sulfamylon) Indikasi : Luka dengan kuman pathogen gram positif dan negatif, terapi pilihan untuk luka bakar listrik dan pada telinga. Keterangan : Berikan 1 2 kali per hari dengan sarung tangan steril, menimbulkan nyeri partial thickness burn selama 30 menit, jangan dibalut karena dapat merngurangi efektifitas dan menyebabkan macerasi. 2) Silver Nitrat Indikasi : Efektif sebagai spectrum luas pada luka pathogen dan infeksi candida, digunakan pada pasien yang alergi sulfa atau tosix epidermal nekrolisis. Keterangan : Berikan 0,5% balutan basah 2 3 kali per hari, yakinkan balutan tetap lembab dengan membasahi setiap 2 jam. 3) Silver Sulfadiazine Indikasi : Spektrum luas untukmicrobial pathogen ; gunakan dengan hati hati pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau hati. Keterangan : Berikan 1 2 kali per hari dengan sarung steril, biarkan luka terbuka atau tertutup dengan kasa steril. 4) Povidone Iodine (Betadine) Indikasi : Efektif terhadap kuman gram positif dan negatif, candida albican dan jamur. Keterangan : Tersedia dalam bentuk solution, sabun dan

salep, mudah digunakan dengan sarung tangan steril, mempunyai kecenderungan untuk menjadi kerak dan menimbulkan nyeri, iritasi, mengganggu pergerakan dan dapat menyebabkan asidosis metabolik. Dengan pemberian obat obatan topical secara tepat dan efektif, diharapkan dapat mengurangi terjadinya infeksi luka dan mencegah sepsis yang seringkali masih menjadi penyebab kematian pasien. F. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan laboratoriyum darah yang meliputi : 1. Hb, Ht, trombosit 2. Protein total (albumin dan globulin) 3. Ureum dan kreatinin 4. Elektrolit 5. Gula darah 6. Analisa gas darah (jika perlu lakukan tiap 12 jam atau minimal tiap hari) 7. Karboksihaemoglobin 8. Tes fungsi hati / LFT BAB II ASUHAN KEPERAWATAN A. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan melalui rute abnormal 2. Resiko tinggi terhadap perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan atau interupsi aliran darah arterial atau vena 3. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat, kerusakan perlindungan kulit 4. Nyeri akut berhubungan dengan kerusakan kulit atau jaringan, pembentukan edema B. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN 1. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan kehilangan cairan melalui rute abnormal Tujuan dan kriteria hasil : Menunjukkan perbaikan dibuktikan oleh haluaran urin individu adekuat, tanda vital stabil dan membran mukosa lembab. Intervensi : a. Awasi tanda tanda vital Memberi pedoman untuk penggantian cairan dan mengkaji respon kardiovaskuler. Catatan pemngamtan infasif diindikasikan untuk pasien dengan luka bakar mayor inhalasi asap atau penyakit jantung sebelumnya meskipun terdapat hubungan peningkatan resiko infeksi, perlu berhati hati dalam mengawasi dan merawat sisi inversi. b. Awasi haluaran urin dan berat jenis. Observasi warna urin dan hemates sesuai indikasi Secara umum, penggantian cairan harus dititrasi untuk menyakinkan rata rata haluaran urin 30 50 ml/jam (pada orang dewasa). Urin dapat tampak merah sampai hitam, pada kerusakan otot massif sehubungan dengan adanya darah dan keluarnya mioglobin. Bila terjadi mioglobinuria menyolok, minimum haluran urin harus 75 100 ml/jam untuk mencegah kerusakan atau nekrosis tubulus. c. Perkirakan drainase luka dan kehilangan yang tak tampak Peningkatan permeabilitas kapiler, perpindahan protein, proses inflamsi dan kehilangan melalui evaporasi besar mempengaruhi volume sirkulasi dan haluaran urin, khususnya selama 24 72 jam pertama setelah terbakar. d. Observasi distansi abdomen, hematemesis, feses hitam. Hemates drainase NG dan feses secara periodik Stres (curling) ulkus terjadi pada setengah dari semua pasien yang luka bakar berat (dapat terjadi pada awal minggu pertama).

2. Resiko tinggi terhadap perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan atau interupsi aliran darah arterial atau vena Tujuan dan kriteria hasil : Mempertahankan nadi perifer teraba dengan kualitas atau kekuatan sama ; pengisian kapiler dan warna kulit normal pada area yang cedera. Intervensi : a. Kaji warna, sensasi, gerakan, nadi perifer (melalui dopler) dan pengisian kapiler pada ekstremitas luka bakar melingkar. Bandingkan dengan hasil pada tungkai yang tidak sakit. Pembentukan edema dapat secara cepat menekan pembuluh darah, sehingga mempengaruhi sirkulasi dan peningkatan statis vena / edema. Perbedaan dengan tungkai yang tak sakit membantu membedakan masalah sistemik dengan lokal (contoh hipovolemia / penurunan curah jantung) b. Tinggikan ekstremitas yang sakit dengan tepat. Lepaskan perhiasan / jam tangan. Hindari memplester sekitar ektremitas / jari yang terbakar. Meningkatkan sirkulasi sistemik / aliran balik vena dan dapat menurunkan edema atau pengaruh gangguan lain yang mempengaruhi konstruksi jaringan edema. Peninggian yang lama dapat mengganggu perfusi atrial bila TD turun atau tekanan jaringan meningkat secara berlebihan. c. Dorong latihan rentang gerak aktif pada bagian tubuh yang tak sakit. Meningkatkan sirkulasi lokal dan sistemik. 3. Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan pertahanan primer tidak adekuat, kerusakan perlindungan kulit Tujuan dan kriteria hasil : Mencapai penyembuhan luka tepat waktu, bebas eksudat purulen dan tidak demam. Intervensi : a. Tekankan pentingnya tehnik cuci tangan yang baik untuk semua individu yang datang kontak dengan pasien. Mencegah kontaminasi silang, menurunkan resiko infeksi. b. Gunakan skort, sarung tangan, masker dan tehnik aseptik ketat selama perawatan luka langsung dan berikan pakaian steril / baju juga linen / pakaian. Mencegah terpajan pada organisme infeksius. c. Ganti balutan dan bersihkan area terbakar dalam bak hidroterapi atau pancuran dengan kepala, pancuran dapat dipegang. Pertahankan suhu air pada 37,80C. Cuci area dengan agen pembersih ringan atau sabun bedah. Air melembutkan dan membantu membuang balutan dan jaringan parut (lapisan kulit mati atau jaringan). Sumbernya bervariasi dari kamar mandi atau pancuran. Air mandi mempunyai keuntungan memberi dukungan untuk latihan ekstremitas tetapi dapat meningkatkan kontaminasi silang pada luka. Pancuran meningkatkan inspeksi luka dan mencegah kontaminasi dari debris yang mengapung. d. Bersihkan jaringan nekrotik / yang lepas (termasuk pecahnya lepuh) dengan gunting dan forsep. Jangan gaggu lepuh yang utuh bila lebih kecil dari 2 3 cm, jangan pengaruhi fungsi sendi dan jangan pajankan luka yang terinfeksi. Meningkatkan penyembuhan. Mencegah autokontaminasi. Lepuh yang kecil membantu melindungi kulit dan meningkatkan kecepatan repitelisasi kecuali luka bakar akibat dari kimia (dimana kasus cairan lepuh mengandung zat yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan). 4. Nyeri akut berhubungan dengan kerusakan kulit atau jaringan, pembentukan edema

Tujuan dan kriteria hasil : a. Melaporkan nyeri berkurang / terkontrol. b. Menunjukkan ekspresi wajah / postur tubuh rileks. c. Berpartisipasi dalam aktifitas dan tidur / istirahat dengan tepat. Intervensi : a. Kaji keluhan nyeri, perhatikan lokasi / karakter dan intesitas (skala 0 10). Nyeri hampir selalu ada pada beberapa derajat beratnya keterlibatan jaringan / kerusakan tetapi biasanya paling berat selama penggantian balutan dan debridemen. Perubahan lokasi / karakter / intensitas dapat mengindikasikan terjadinya komplikasi (contoh iskemia tungkai) atau perbaikan / kembalinya fungsi saraf / sensasi. b. Dorong ekspresi perasaan tentang nyeri Pernyataan memungkinkan pengungkapan emosi dan dapat meningkatkan mekanisme koping. c. Dorong penggunaan tehnik manajemen stres, contoh relaksasi progresif, nafas dalam, bimbingan imajinasi dan visualisasi. Memfokuskan kembali perhatian, meningkatkan relaksasi dan ras control yang dapat menurrunkan ketergantungan farmakologis. d. Tingkatkan periode tidur tanpa gangguan. Kekurangan tidur dapat meningkatkan persepsi nyeri / kemampuan koping menurun. Diposkan oleh Heri Saputra di Rabu, Maret 24, 2010 010009000003ee02000000002e02000000002e02000026060f 005204574d46430100000000000100a755000000000100000 0300400000000000030040000010000006c00000000000000 00000000110000000c0000000000000000000000c1010000b 001000020454d4600000100300400000c0000000100000000 000000000000000000000000050000d002000040010000f00 0000000000000000000000000000000e2040080a903004600 00002c00000020000000454d462b014001001c00000010000 0000210c0db01000000600000006000000046000000800100 0074010000454d462b224004000c000000000000001e40090 00c00000000000000244001000c0000000000000030400200 10000000040000000000803f214007000c0000000000000008 400005cc000000c00000000210c0db01000000000000000000 000000000000000000000100000047494638396112000d00e 300008a8a8a808080e5e5e5fffffff2f2f2eaeaeae4e4e4000000c cccccb4b4b41a1a1a3333336666664d4d4dffffffffffff2c000000 0012000d0000045910c8492b0893e8cdf90508400c64691220 5684a359a288a1aea23b1ca0210345cf9e8b836ed7f3d50e8ac 322a99bf50009d181d1581e844ea84000402a99c482764b162 c034ddeb8bc3d081268cc9a5d866302f8bc7e8f8f00003b0840 010824000000180000000210c0db010000000300000000000 00000000000000000001b4000004000000034000000010000 0002000000000000bf000000bf000090410000504103000000 000000b3000000b3ffff8f41000000b3000000b3ffff4f4121000 00008000000620000000c00000001000000150000000c0000 0004000000150000000c00000004000000510000004c01000 00000000000000000110000000c0000000000000000000000 0000000000000000120000000d0000005000000060000000b 00000009c000000000000002000cc00120000000d00000028 000000120000000d000000010004000000000000000000000 00000000000000e0000000000000000000000ffffff008a8a8a0 080808000f2f2f200cccccc00eaeaea00e4e4e400333333001a 1a1a00b4b4b400666666004d4d4d00e5e5e50023333333333 333333303030322adddddddddddda33020a0d262adddddddd 0da3730d0d0a2662addddddd8937730d0d0d26662add20908 907730300ff266662a240bc8900730d0d0d266665241090890 7730606062666524111148077730900072665241111110257 73020a022652411111111425730300ff252411111111114253 0009002244444444444444230606062222222222222222320

007074c000000640000000000000000000000110000000c00 00000000000000000000120000000d0000002900aa0000000 000000000000000803f00000000000000000000803f0000000 0000000000000000000000000000000000000000000000000 00000000220000000c000000ffffffff460000001c00000010000 000454d462b024000000c000000000000000e000000140000 0000000000100000001400000004000000030108000500000 00b0200000000050000000c020d001200030000001e000400 00000701040004000000070104008b000000410b2000cc000 d001200000000000d0012000000000028000000120000000d 00000001000400000000000000000000000000000000000e0 000000000000000000000ffffff008a8a8a0080808000f2f2f200 cccccc00eaeaea00e4e4e400333333001a1a1a00b4b4b40066 6666004d4d4d00e5e5e50023333333333333333303030322a dddddddddddda33020a0d262adddddddd0da3730d0d0a2662 addddddd8937730d0d0d26662add20908907730300ff266662 a240bc8900730d0d0d2666652410908907730606062666524 11114807773090007266524111111025773020a0226524111 11111425730300ff2524111111111142530009002244444444 444444230606062222222222222222320007070c000000400 92900aa000000000000000d00120000000000040000002701f fff030000000000010009000003f30300000000c80200000000 c802000026060f008605574d46430100000000000100630900 00000001000000640500000000000064050000010000006c0 0000000000000000000001100000011000000000000000000 0000c10100005702000020454d4600000100640500000f0000 000100000000000000000000000000000000050000d002000 040010000f000000000000000000000000000000000e20400 80a90300460000002c00000020000000454d462b014001001 c000000100000000210c0db01000000600000006000000046 0000008001000074010000454d462b224004000c000000000 000001e4009000c00000000000000244001000c0000000000 00003040020010000000040000000000803f214007000c0000 000000000008400005cc000000c00000000210c0db01000000 0000000000000000000000000000000001000000474946383 96112001200e30000d0c7bbaa6a34545350e5a32500000016 1616100903d08f29493512b98817e2a353281506332606ffc13 1fcb623d0c7bb21f9040100000f002c00000000120012000004 4ff0c949abbd9360bc8cde1411041e2815ca31961ba300c00a2 24ea328c287218d33a8ba0bcf774814400c073181001906cbe 686902006a418d172610a005281e0a50083892f84f2794c206 04df04a04003b00000840010824000000180000000210c0db0 1000000030000000000000000000000000000001b40000040 000000340000000100000002000000000000bf000000bf0000 90410000904103000000000080b3000080b3ffff8f41000080b 3000080b3ffff8f412100000008000000620000000c00000001 000000150000000c00000004000000150000000c000000040 00000460000001400000008000000544e5050060100005100 0000c80000000000000000000000110000001100000000000 0000000000000000000000000001200000012000000500000 00300000008000000048000000000000008600ee001200000 0120000002800000012000000120000000100010000000000 000000000000000000000000000000000000000000000000ff ffff0000000000780000007c0000ff7e0000ff3f0000ff3f8000ff1f c000ff0fe000ff07f000ff03f800ff01fc00ff00fe00ff007f00ff003f8 0ff001f00ff000e00ff000400ff00000000510000009001000000 0000000000000011000000110000000000000000000000000 000000000000012000000120000005000000068000000b800 0000d800000000000000c6008800120000001200000028000 0001200000012000000010004000000000000000000000000 0000000000100000000000000000000000ffffff000615280003 091000346aaa001616160053a3e200298fd00006263300bbc7 d0001235490023b6fc0031c1ff005053540025a3e5001788b90 01111111111111111110101011500a1111111111111050000 1099901111111111110101011599990111111111110001011 1496740111111111101ff001104be7f2111111111010101111 0fbe74a1111111101040911113ebe7fa111111101010111111

8bbe7fa1111110e070f111111acbe7f5111110188e21111111a cbe74011110a010111111111abc66d0111010101111111111 869944311010101111111111156744301080b0b1111111111 1044301101c4ff1111111111112301110e070f1111111111111 0111101010111111111111111111100010146000000140000 0008000000544e5050070100004c000000640000000000000 0000000001100000011000000000000000000000012000000 120000002900aa0000000000000000000000803f0000000000 0000000000803f00000000000000000000000000000000000 00000000000000000000000000000220000000c000000ffffffff 460000001c00000010000000454d462b024000000c0000000 00000000e0000001400000000000000100000001400000004 00000003010800050000000b0200000000050000000c02120 01200030000001e0004000000070104000400000007010400 49000000410b8600ee0012001200000000001200120000000 0002800000012000000120000000100010000000000000000 000000000000000000000000000000000000000000ffffff0000 000000780000007c0000ff7e0000ff3f0000ff3f8000ff1fc000ff0f e000ff07f000ff03f800ff01fc00ff00fe00ff007f00ff003f80ff001f0 0ff000e00ff000400ff00000000ad000000410bc600880012001 2000000000012001200000000002800000012000000120000 0001000400000000000000000000000000000000001000000 00000000000000000ffffff000615280003091000346aaa00161 6160053a3e200298fd00006263300bbc7d0001235490023b6f c0031c1ff005053540025a3e5001788b900111111111111111 1110101011500a11111111111110500001099901111111111 1101010115999901111111111100010111496740111111111 101ff001104be7f21111111110101011110fbe74a1111111101 040911113ebe7fa1111111010101111118bbe7fa1111110e07 0f111111acbe7f5111110188e21111111acbe74011110a0101 11111111abc66d01110101011111111118699443110101011 11111111156744301080b0b11111111111044301101c4ff111 1111111112301110e070f1111111111111011110101011111 111111111111110001010c00000040092900aa00000000000 0001200120000000000040000002701ffff030000000000 Label: ASKEP KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

Contents Isi [hide]

1 Causes 1 Penyebab

o o o o o

1.1 Friction or rubbing 1.1 Gesekan atau menggosok 1.2 Extreme temperature 1.2 Extreme suhu 1.3 Chemical exposure 1.3 Kimia paparan 1.4 Crushing/Pinching 1.4 Crushing / Pinching 1.5 Disease 1.5 Penyakit

2 Prevention 2 Pencegahan

o o

2.1 Friction blisters 2.1 Gesekan lepuh 2.2 Other 2.2 Lainnya

3 Treatment 3 Pengobatan

o o

3.1 Friction blisters 3.1 Gesekan lepuh 3.2 Blisters due to sunburn 3.2 Melepuh terbakar sinar matahari karena