Anda di halaman 1dari 12

BUAH-BUAHAN : CARA PENYIMPANAN DAN TIPS

ada beberapa jenis buah yg tdk dpt disimpan dlm lemari pendingin, contoh : mangga , alpukat, pisang. hindari pemakaian aluminium foil utk menyimpan buah/sayur yg mengandung acidic/asam, contoh irisan tomat, lemon, atau kol, krn dpt mempengaruhi cita rasa. apricot, peach, kembang kol, brokoli, wortel mengeluarkan gas ethylene yg dpt menyebabkan buah/sayuran matang lbh cepat, krn itu jenis buah dan sayur ini hrs disimpan terpisah. berikut bbrp tips cara penyimpanan buah dan sayur : 1> apel simpan apel dlm lemari pendingin. apel berkualitas baik dpt tahan disimpan dlm lemari pendingin sampai 6 mggu. 2> alpukat dlm keadaan blm matang dan keras, alpukat dpt disimpan dalam wadah pd suhu ruang. hindari menyimpan alpukat dlm lemari es krn tdk akan terjadi proses pematangan. jika ingin mempercepat proses pematangan, masukkan alpukat dlm kantong kertas dan bungkus bersama 1 buah apel/pisang/pir yg dpt memberi gas ethylene. alpukat yg sdh matang dpt disimpan dlm lemari es sampai 1 minggu. 3> pisang pisang sebaiknya disimpan dlm suhu ruang, krn jika disimpan dlm lemari es, pisang tdk dpt jadi matang dan kulitnya akan berubah warna jadi kehitaman. pisang yg sdh matang dpt disimpan selama 1-2 hr agar tdk jd busuk, walau rasanya akan sedikit berubah dan kulitnya akan menjadi hitam tetapi bagian dalamnya akan tetap putih dan bagian teksturnya tetap kencang. 4> anggur sebelum disimpan, buang semua bagian kulit yg sdh rusak atau sdh terlalu matang. cuci dibawah kran air dan keringkan dgn tisu. anginanginkan sebentar lalu masukkan dlm lemari es, dan dpt bertahan 1 minggu - 10 hari. selama masa penyimpanan di lemari es, buang bagian buah yg sdh terlalu matang utk mencegah kebusukan. anggur jg dpt disimpan dgn cara dibekukan di lemari es dan dpt bertahan 3 bln. 5> jeruk nipis

cuci bersih, keringkan, masukkan plastik lalu taruh dlm lemari pendingin. jika ada sisa dr jeruk nipis yg sdh diiris dan ingin disimpan dlm lemari es, dpt dilakukan dgn cara diperas utk diambil sarinya, lalu taruh di wadah cetakan es batu dan bekukan. sari jus jeruk nipis yg sdh beku dpt dimasukkan ke dlm plastik, bekukan kembali dan dpt bertahan sampai 4 bln. 6> mangga mangga hrs disimpan dlm suhu ruang dan dlm wadah yg kering. jgn simpan mangga dlm lemari es. mangga yg msh mengkal/mentah akan jadi matang dlm waktu 3 hr jika dibiarkan dlm suhu ruang. ada juga bbrp jenis mangga yg akan jadi matang lbh dr waktu 3 hari. begitu sdh matang, mangga dpt disimpan dlm lemari pendingin. 7> melon proses pematangan buah melon makan waktu krg lbh 4 hr pd suhu ruang. melon jg sgt sensitif dgn gas ethylene akan lbh cepat matang jika berdekatan dgn buah2an yg mengeluarkan gas tsb ( pisang, pir). hindari menyimpan melon yg msh mentah pd lemari es. melon yg sdh matang dan dlm keadaan terpotong dpt disimpan di lemari es dlm wadah plastik yg tertutup rapat dan dpt bertahan sekitar 3 hr. biarkan bijinya menempel pd buah yg sdh diptong hingga tiba waktu utk menyantapnya, utk memelihara sifat kelembaban dan keempukan buah tsb. 8> jeruk simpan di lemari es, bungkus dlm kantong plastik jika ingin bertahan lbh lama. 9> nanas begitu buah nanas matang, lapisi dgn plastik utk mencegah hilangnya kelembaban daging buah, lalu simpan dlm lemari es, dpt bertahan hingga bbrp hari. 10> strawberry stlh matang dan dipetik dr pohonnya, proses pematangan buah strawberry akan berhenti. simpan dlm lemari es di atas wadah plastik yg tlh dilapisi dgn tisu dapur, tutup rapat. strawberry yg tdk dibekukan hrs sgr disantap dlm waktu 2-3 hari. jgn mencuci strawberry sampai waktu akan disantap, krn buah akan jadi lembek dan berjamur.

SUMBER : http://wrm-indonesia.org/kumpulan-artikel/dapurkita/buah-buahan-cara-penyimpanan-dan-tips.html note :


http://theeazayoe.blogspot.com/2007/05/buah-buahan-cara-penyimpanan-dan-tips.html

Beranda Kumpulan Artikel Dapur Kita Buah-buahan: Cara Penyimpanan dan Tips

Buah-buahan: Cara Penyimpanan dan Tips Pengirim: Sylvie Gill Rabu, 14 Maret 2007 Ada beberapa jenis buah-buahan yang tidak dapat disimpan pada lemari pendingin, contohnya mangga, alpukat dan pisang. Hindari juga pemakaian alumunium foil untuk menyimpan buah/sayuran yang mengandung acidic atau asam, contohnya irisan tomat, lemon atau pun kol. Alumunium foil akan mempengaruhi cita rasa. Untuk yang bermukim di tempat dimana buah-buahan dari keluarga Stone Fruits seperti Apricot, Peach, Nectarine mudah didapat, satu hal yang perlu diingat bahwa buah-buahan ini mengeluarkan gas ethylene yang menyebabkan buah /sayuran lain menjadi matang lebih cepat. Contoh sayuran yang dapat menjadi matang lebih cepat adalah, brokoli, kembang kol dan wortel, oleh sebab itu sayuran ini harus disimpan secara terpisah. Berikut adalah beberapa seputar cara penyimpanan dan tips aneka buahbuahan yang saya rangkum dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat. Apel: Untuk menyimpan buah apel yang sarat akan manfaat, pastikan apel disimpan dalam lemari pendingin. Apel berkualitas sangat baik dapat tahan disimpan dalam lemari pendingin sampai 6 minggu. Alpukat: Dalam keadaan belum matang dan keras, buah alpukat yang dapat diolah menjadi jus dingin yang lezat, campuran pada salad mau pun masakan lainnya dapat disimpan di dalam wadah pada suhu ruang. Hindari menyimpan alpukat di dalam lemari pendingin karena tidak akan terjadi proses pematangan. Jika ingin mempercepat proses pematangan, masukan buah alpukat ke dalam kantong yang terbuat dari kertas dan bungkus bersama dengan satu buah apel/pisang mau pun buah pir yang dapat

memberikan gas ethylene. Buah alpukat yang sudah matang, dapat disimpan dalam lemari es dan dapat bertahan hingga 1 minggu. Pisang: Buah hati anda sudah mulai mengkonsumsi pisang ? Pisang sebaiknya disimpan pada suhu ruang karena jika disimpan dalam lemari es, pisang tidak dapat menjadi matang dan kulitnya akan berubah warnanya menjadi kehitaman. Pisang yang sudah matang dapat disimpan selama 1-2 hari agar tidak menjadi busuk, walau rasanya akan sedikit berubah dan kulitnya akan menjadi hitam tetapi bagian dalamnya tetap putih dan bagian teksturnya tetap kencang. Anggur: Sebelum menyimpan, buang semua bagian yang kulitnya telah rusak, atau pun sudah terlalu matang. Cuci anggur di bawah keran air dan keringkan dengan menggunakan tisu dapur untuk menyerap sisa air. Anginangini sebentar lalu masukan ke dalam lemari pendingin dan dapat bertahan kira-kira satu minggu hingga 10 hari. Selama masa penyimpanan di lemari pendingin, buang bagian buah yang sudah terlalu matang untuk mencegah pembusukan. Anggur juga dapat disimpan dengan cara membekukannya di dalam lemari pendingin dan dapat bertahan hingga 3 bulan. Jeruk Nipis: Cuci bersih, keringkan dan masukan ke dalam plastik lalu taruh dalam lemari pendingin. Jika ada sisa dari jeruk nipis yang sudah diiris dan ingin disimpan, dapat dilakukan dengan cara memerasnya untuk mendapatkan sari jus-nya dan taruh di wadah cetakan es batu dan bekukan. Sari jus jeruk nipis yang sudah membeku dan berbentuk kotak-kotak es dapat dimasukan ke dalam plastik, bekukan kembali dan dapat bertahan sampai 4 bulan. Mangga: Buah yang satu ini harus disimpan pada suhu ruang dan dalam wadah yang kering. Jangan pernah menyimpan mangga dalam lemari pendingin. Mangga yang masih mengkal/mentah akan menjadi matang dalam kurun waktu 3 hari jika dibiarkan pada suhu ruang. Ada juga beberapa jenis mangga yang akan menjadi matang lebih dari waktu 3 hari. Begitu mangga sudah matang, buah dapat disimpan dalam lemari pendingin. Melon: Proses pematangan buah melon memakan waktu kurang lebih 4 hari pada suhu ruang. Buah yang satu ini juga sangat sensitif dengan gas ethylene dan akan lebih cepat matang jika berdekatan dengan buah-buahan yang mengeluarkan gas tersebut seperti pisang dan pears. Hindari menyimpan melon yang masih mentah pada lemari pendingin. Buah melon yang sudah matang dan dalam keaadaan terpotong dapat disimpan dalam lemari pendingin dalam wadah plastik yang tertutup rapat dan dapat bertahan sekitar 3 hari. Biarkan bijinya menempel pada buah melon yang sudah dipotong sampai tiba waktu untuk menyantapnya, hal ini guna memelihara sifat kelembaban dan keempukan buah yang satu ini.

Jeruk: Simpan pada lemari pendingin dan jika ingin menyimpannya untuk lebih lama lagi, sebelumnya masukan jeruk ke dalam kantong plastik. Nanas: Begitu buah nanas sudah dalam keadaan matang, lapisi buah ini dengan plastik (contohnya dengan plastic wrap) untuk mencegah hilangnya kelembaban dari daging buah nanas yang khas lalu simpan dalam lemari pendingin dan dapat bertahan beberapa hari. Stroberi: Setelah matang dan dipetik dari pohonnya, proses pematangan buah stroberi akan berhenti. Simpan buah stroberi dalam lemari pendingin di atas wadah plastik yang telah dilapisi dengan tisu dapur, lalu tutup rapat. Buah stroberi yang tidak dibekukan harus segera disantap dalam kurun waktu 48-72 jam. Jangan mencuci buah stroberi sampai waktu menyantapnya tiba, karena hal ini membuat buah stroberi menjadi lembek dan berjamur. (Sylvie Gill) Sumber : Disadur dari berbagai sumber di internet Image: Diambil dari Gudang Google Image < Sebelumnya Ke Atas

http://wrm-indonesia.org/content/view/1036/4/

Agrobisnis
Jadikan Teman | Kirim Pesan

Windi Artaji

Pemulia tanaman

Penanganan Pasca Panen


REP | 13 October 2011 | 15:51 177 0 Nihil

Dikarenakan fisilogi metabolisme produk itu sendiri dan karena berbagai macam kerusakan baik itu karena mesin, cuaca ataupun penyakit, kualitas produk hortikutura setelah panen bisa menurun dan busuk, sehingga menyebabkan harga turun. Oleh sebab itu penanganan paca panen dipandang penting.

1. SAYURAN Dalam hal ini sayuran dibagi menjadi 2 jenis : 1) Sayuran yang tahan dingin penyimpanan yang paling baik adalah mendekati 0oC, diatas suhu air, 2) Sayuran yang tidak tahan dingin (mudah rusak karena dingin) penyimpanan harus diatas suhu kritis. Sayuran mudah kehilangan kadar air sehingga penyimpanannya membutuhkan kelembaban 95100%. Daun sayuran pantang terendam air , karena akan mudah busuk. Penanganan pasca panen sayuran sebaiknya mengikuti aturan sebagai berikut. 1. Panen Pilih panen saat suhu agak rendah (pagi hari atau petang hari). Jika panen dibawah terik matahari , gunakan alat untuk menahan sinar matahari seperti payung, jarring dan lain-lain. Setelah panen produk harus dihindarkan dari sinar matahari langsung. 2. Pembenahan dan pembersihan /Sortasi Pembenahan disini meliputi mambuang daun yang kuning dan busuk, melakukan grading ( Menggolong- golongkankan menurut mutu ). Sayuran yang ada akarnya harus dibersihkan untuk menghilangkan tanah pada akar. Daun sebisa mungkin tidak dicuci, karena akan mempercepat pembusukan. Pencucian harus menggunakan ais bersih karena akan menghindari penularan penyakit. 3. Pengemasan Penggunaan kardus atau keranjang plastik bisa memperkecil kerusakan dan kerugian, selain itu bisa juga digunakan keranjang bambu atau kotak kayu. 4. Pra pendinginan ( pre cooling ) Pada sayuran yang membutuhkan suhu rendah untuk mempertahankan kesegaran dan kualitasnya, dapat dipertimbangkan untuk melakukan pra pendinginan sebelum atau sesudah pengemasan. Cara-cara pendinginan antara lain : Pendinginan dengan uap, pedinginan dengan air, air es, pecahan es, hampa udara dan lain lain sesuai dengan karakteristik masing masing sayuran. 5. Pengiriman Proses bongkar muat dan distribusi adalah proses yang dapat menimbulkan kerusakan. Sehingga bongkar muat harus dilakukan dengan hati hati. Cara menyusun barang pada alat transportasi harus mempartimbangkan kemampuan wadah (kemasan) dalam menanggung tekanan, menghindari penumpukan yang banyak sehingga mengakibatkan produk paling bawah rusak karena tertimbun. 6. Penyimpanan

Sebagian besar sayuran tidak tahan penyimpanan dalam waktu yang lama. Sayuran sebaiknya dipanen pada saat cuaca cerah, dan bagian yang rusak karena penyakit harus dihilangkan. Penyimpanannya harus memperhatikan kondisi-kondisi seperti kelembaban harus mencapai + 95%, mengusahakan suhu dalam pendingin stabil, menurunkan kepekaan gas Ethylene di ruang penyimpanan, menghindari mencapur dalam ruang penyimpanan bersama-sama dengan buahbuahan yang mengandung gas ethylene seperti apel dan pear. Contoh: - Cabbage: suhu penyimpanan yang paling baik adalah 0-2oC, kelembaban 98-100%, udara dalam penyimpanan mengandung 2,5 5%O2. Dengan kondisi diatas kubis dapat bertaha kirakira 3 bulan. - Chinesa cabbage paling baik disimpan pada suhu 0oC dan kelembaban 95-100%, lama waktu penyimpanan kira-kira 1,5 2 bulan. Sebaiknya setelah panen bagian bawahnya direndam air untuk membantu menurunkan suhu dengan cepat, dapat di gunakan air es atau dry ice untuk pra pendinginan dan mempertahankan suhu yang rendah. Suhu yang paling baik adalah 1-2oC dengan kelembaban 95-100%. II. BUAH-BUAHAN Jangka waktu penyimpanan buah-buahan lebih panjang daripada sayuran, tetapi setelah penyimpanan tetap timbul masalah seperti kering ( kekurangan air ), penyusutan berat, berubah warna dan busuk. Kerusakan itu terutama terutama karena hilangnya kadar air. Kadar air dalam buah-buahan mencapai 80 90%. Biasanya buah yang luas permukaan ( volume ) besar kehilangan kadar airnya juga besar. Buah yang tidak mempunyai lapisan pelindung seperti kulit ari dan tidak mempunyai lapisan lilin kemungkinan kehilangan kadar air akan lebih besar lagi. Kerusakan kulit akibat mesin atau penyakit juga mengakibatkan kadar air dalam penyimpanan. Yang perlu dipertimbangkan dalam penyimpanan buah-buahan : 1. Tindakan perlindungan : Gunakan pelindung dari bahan kertas, lapisan plastik tipis, bantalan dll untuk melindungi buah-buah dari kerusakan mesin dan busuk. Ada buah untuk mempertahankan kesegarannya harus disimpan pada kelembabannya seperti paprika. Paprika paling baik pada kelembaban 90%. Jika kelembaban terlalu rendah dan terjadi kekeringan, penyusutan, kelembaban dapat ditingkatkan untuk menyelamatkannya. 2. Penurunan suhu dapat menurunkan laju respirasi dan menurunkan penguapan kadar air sehingga akan menurunkan kerusakan. Suhu penyimpanan pada buah-buahan mempunyai batas pasti yang disebut suhu kritis. Suhu dibawah suhu kritis malah akan merusak kualitas buah. Dalam penelitian akhir-akhir ini ditemukan bahwa suhu kritis untuk pare 7-8*C, labu 7-10*C, tomat 12-13*C dll. 3. Mengendalikan ketepatan gas dan menghilangkan ethylene : meningkatkan kadar CO2 dalam penyimpanan dan menurunkan O2 dapat menekan kerusakan produk. Disarankan supaya menggunakan plastik tipis untuk menambah kemasan dalam mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh gas. Gas ethylene yang dihasilkan oleh buah-buahan harus dihilangkan, jika tidak akan mengakibatkan penumpukan dan ini akan mempengaruhi kualitas buah. Contoh : 1 ppm ethylene dapat mengakibatkan timun menjadi kuning. 4. Buah-buahan sebaiknya dipanen pada tingkat kematangan yang tepat : Buah-buahan yang terlalu muda tidak tahan dingin sehingga mudah rusak. Buah yang terlalu matang jangka waktu penyimpanan terlalu pendek. Saat yang paling baik untuk memanen pada saat buah masak fisiologis.

5. Pra pendinginan : Saat memanen biasanya cuaca dikebun panas maka buah harus didinginkan. Setelah dingi baru didistribusikan, ini dapat menghindari kerusakan yang timbul suhu yang tinggi. III. UMBI-UMBIAN Sebagian besar umbi-umbian dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, tetapi dalam penyimpanannya ada beberapa masalah yang timbul, yaitu tumbuhnya tunas, akar, atau menjadi dua dan rusak karena suhu dingin dll, yang mengakibatkan jangka waktu penyimpanan menjadi pendek. Sehingga penyimpanan umbi-umbian tidak boleh sembarangan. Contoh. Ketela, setelah dipanen ketela harus diletakkan pada kondisi bersuhu 30-32*C, kelembaban 9095% selama 4-7 hari supaya bagian yang terluka dapat menutup kembali. Baru setelah itu disimpan pada suhu 13-16*C, kelembaban 85-90%. Pada kelembaban diatas 90% ketela dapat berubah warnanya dan berjamur. Wortel, setelah dipanen sebaiknya didinginkan sampai suhu dibawah 5*C, ini baik untuk penyimpanandalam jangka waktu yang lama dan menurunkan tingkat pembusukan. Tempat penyimpanan yang paling baik mendekati 0*C tetapi air tidak boleh membeku pada kondisis ini. Sebaliknya pada kelembaban98-100% tingkat kerapuhan mudah dipertahankan. Jika suhu penyimpanan meningkat, tingkat pembusukan dan tingkat bertunasnya akan meningkat pula, ini akan mempersingkat jangka waktu penyimpanan. Asparagus adalah tanaman yang beberapa tahun ini giat dibina oleh Misi Teknik Taiwan. Panen harus dilakukan pagi hari. Waktu panen sampai dengan penyimpanan tidak boleh lebih dari 4 jam. Disarankan sebaiknya setelah panen bagian bawahnya direndam air untuk membantu menurunkan suhu dengan cepat, dapat digunakan air es atau dry ice untuk pra pendinginan dan mempertahankan suhu yang rendah. Suhu yang paling baik adalah 1 2 *C dengan kelembaban 95 100%. IV. KACANG KACANGAN Kacang-kacangan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama, tetapi ada hal yang harus diperhatikan dalam penyimpanannya. Misalnya berkecambah, penyakit, menjadi tua dll yang dapat menyebabkan jangka waktu penyimpanan menjadi pendek. Oleh sebab itu kacangkacangan harus diletakkan pada suhu yang rendah. Contoh: Kedelai, saat tepet waktu panen untuk kedelai adalah pada saat batang kedelai matang, daun menjadi kuning dan rontok, kadar air pada polong kedelai hilang, dan tingkat kekerasan biji bertambah. Pada saat panen dapat digunakan apat digunakan mesin panen kedelai yang dapat membantu menyelesaikan pekerjaan panen, kedelai diletakkan di tanah, dijemur 2-3 hari. Sampai kadar airnya turun sampai di bawah 12%, kedelai dapat disimpan ditempat yang kering dan sejuk. Kacang setelah panen harus dikeringkan sampai kadar airnya di bawah 12% supaya tidak berjamur dan beracun. Polong kacang yang rusak dan berjamur dapat menular sehingga dalan proses panen dan pengeringan harus dihindari polong kacang yang rusak. Selain itu tempat penyimpanan harus mempunyai ventilasi yang baik sehingga aliran udara lancar.
http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2011/10/13/penanganan-pasca-panen/

Abstract
Helmiyesi. .12B 097 085. Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Kadar Gula dan Vitamin C Pada Buah Jeruk Siam (Citrus nobilis var. microcarpa). Dibawah bimbingan Rini Budi Hastuti dan Erma Prihastanti. Produk buah-buahan dan sayur-sayuran sesudah dipanen masih mengalami proses hidup meliputi perubahan fisiologis, enzimatis, dan kimiawi. Perubahan fisiologis yang dapat mempengaruhi sifat dan kualitas produk sesudah dipanen adalah, fotosintesisi, respirasi, transpirasi, dan men uanya produk. Masalah utama dalam penyimpanan buah jeruk siam pada suhu kamar adalah penurunan kualitas akibat menurunnya berat serta nilai gizi seperti vitamin C dan kadar gula. Hal ini disebabkan oleh proses transpirasi dan respirasi yang berlangsung cepat dan terus menerus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh lama penyimpanan terhadap kadar gula dan vitamin C serta mengetahui berapa hari penyimpanan yang masih dapat mempertahankan kadar gula dan vitamin C pada buah jeruk siam (Citrus nobilis var, microcarpa). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi terutama pada penjual buah jeruk siam tentang pengaruh lama penyimpanan terhadap kadar gula dan vitamin C serta berapa hari penyimpanan sebaiknya dilakukan. Percobaan meliputi 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah lama penyimpanan yaitu 0 hari (kontrol), 5 hari, 10 hari, dan 15 hari. Parameter yang diamati adalah kadar gula, kadar vitamin C dan susut berat buah. Penelitian ini rnengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), apabila ada beda nyata dipakai uji lanjut Duncan pada taraf significan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar gula buah jeruk siam pada penyimpanan 5 dan 10 had mengalami kenaikan dibandingkan kontrol. Pada penyimpanan 15 hari kadar gula mulai menurun dibanding penyimpanan 5 dan 10 hari namun sama dengan kadar gula kontrol. Kadar vitamin C pada penyimpanan 5 had tidak mengalami perubahan dibandingkan kontrol namun mulai terjadi penurunan pada penyimpanan 10 dan 15 had. Susut berat mengalami kenaikkan pada tiap pedakuan penyimpanan dan susut berat tertinggi pada penyimpanan 15 hari sebesar 29,16%.
http://eprints.undip.ac.id/30092/

LAPORAN AKHIR PASCA PANEN (AGH 440) PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN KONSENTRASIPERENDAMAN CaCl 2 TERHADAP DAYA SIMPAN BUAH MANGGA( Mangifera indica

PENDAHULUAN Latar Belakang Buah mangga ( Mangifera indica L . ) m e r u p a k a n s a l a h s a t u b u a h d a r i daerah tropis yang sangat berpotensi untuk dikembangkan karena memiliki nilaiekonomi yang tinggi. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pascapanen adalahmempertahankan mutu dan kualitas buah pada jangka waktu tertentu. MenurutSetyadjit dan Sjaifullah (1992) total kehilangan hasil pada buah mangga akibatpenanganan pascapanen yang kurang tepat diperkirakan mencapai 30%.Kehilangan hasil disebabkan oleh penanganan yang kurang baik atau terjadinyaproses respirasi, transpirasi dan perubahan fisik lain selama penyimpanan yangmenyebabkan mutu buah berangsur-angsur menurun (Pantastico,1993).Adanya penanganan yang kurang baik dalam pascapanen menyebabkanperdagangan buah mangga dalam negeri pada saat musim raya kurangmenguntungkan untuk petani. Hal ini dikarenakan buah mangga dapatbersubstitusi dengan buah yang lain seperti apel, jeruk dan buah lainnya pada saatm u s i m ya n g b e r s a m a a n . A k i b a t n ya h a r g a m a n g g a d i pasaran domestik lebihrendah (Broto, 2003). Hal ini merupakan peluang d a l a m u s a h a p e n i n g k a t a n kualitas buah mangga sehingga kualitas pascapanen buah mangga dapatmeningkat.Beberapa kasus penolakan ekspor banyak terjadi pada komoditas manggap r o d u k s i d a l a m n e g e r i . H a l i n i d i k a r e n a k a n w a k t u t e m p u h ya n g c u k u p l a m a sehingga begitu sampai di negara tujuan, buah mengalami kebusukan baik karenalalat buah, antraknos maupun karena chilling injury (Anonim,2008) . Bila inginmempersingkat waktu, harus menggunakan kapal terbang yang pada akhirnyaakan menaikkan biaya produksi.Penanganan sebelum dan sesudah panen merupakan hal penting untuk diperhatikan. Mutu buah-buahan dan sayuran tidak dapat diperbaiki, tetapi dapatdipertahankan. Mutu yang baik diperoleh bila pemanenan hasilnya dilakukan padatingkat kematangan yang tepat (Pantastico et al ., 1997). Menurut Kader (1992)usaha untuk menurunkan kehilangan pascapanen buah-buahan harusmemperhatikan faktor biologi dan lingkungan yang berhubungan dengank e r u s a k a n , m e n e r a p k a n t e k n o l o g i p a s c a p a n e n ya n g t e p a t d a n d a p a t

m e n u n d a penuaan serta mengupayakan kualitas terbaik buah.P e n g g u n a a n t e k n i k - t e k n i k pascapanen telah terbukti dapatmempertahankan kesegaran buah dan d a n m e n i n g k a t k a n d a ya s i m p a n b u a h

dengan menekan laju respirasi seperti perlakuan perendaman kalsium klorida danpelapisan lilin atau waxing . Ferguson dan Drobak (1988) menyatakan kalsium d a p a t m e r e d u k s i a t a u m e n u n d a k e r u s a k a n d i n d i n g s e l . P e n g a r u h i n i b i a s a n ya diekspresikan pada penundaan pelunakan buah. Kalsium juga mempertahankan fungsi membran.Menurut Guzman et al. ( 1 9 9 9 ) a p l i k a s i k a l s i u m s e c a r a u m u m d a p a t meningkatkan ketegaran pada buah melon. Ketegaran akibat perlakuan CaCl 2 d i s e b a b k a n a d a n ya i o n k a l s i u m ya n g b e r i k a t a n p a d a d i n d i n g s e l d a n l a m e l a tengah. Selain penggunaan kalsium khlorida (CaCl 2 ) dapat digunakan kalsiumlaktat sebagai alternatif untuk mempertahankan ketegaran. Guzman dan Barret(2000) menyatakan bahwa

kalsium klorida (CaCl 2 ) pada umumnya digunakano l e h i n d u s t r i p e n g a l e n g a n b u a h t o m a t s e b a g a i a g e n u n t u k m e m p e r t a h a n k a n ketegaran buah. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk menguji pengaruh konsentrasi pelilinan kalsium khlorida (CaCl 2

) dan lama penyimpanan terhadap kualitas buahmangga varietas manalagi.

http://www.scribd.com/doc/45810182/PENGARUH-LAMA-PENYIMPANAN-DANKONSENTRASI-PERENDAMAN-CaCl2-TERHADAP-DAYA-SIMPAN-BUAH-MANGGAMangifera-indica