Anda di halaman 1dari 6

PEMBELAHAN SEL

Oleh Aprillia Wulandari, 1006683375 Siklus sel mengarah pada pembelahan sel. Dimana 1 sel akan menghasilkan 2 sel. Sel tumbuh dan replikasi, terjadi segregasi kromosom dan terjadi pembelahan sel. Siklus sel terdiri dari 4 tahap: G1, S, G2 dan M. G merupakan fase gap dan S atau Sitodesis merupakan proses dimana terjadinya replikasi DNA. Fase G1: pada tahap ini akan terjadi sintesis RNA yang kemudian diikuti oleh sintesis protein sehingga sitoplasma akan bertambah banyak dan sel akan tumbuh dan terjadi juga pembentukan organel-organel sel yang menunjang pembelahan sel. Selain itu terjadi aktifasi metabolik sel, duplikasi organela dan komponen cytosolik yaitu mulainya replikasi centrosome. Fase S: sintesis fase, pada tahap ini tejadi proses sintesis DNA. Dalam tahap ini molekul-molekul DNA akan terbentuk melalui proses replikasi dari molekul DNA yang sudah ada. Di samping itu juga tejadi pembentukan molekul histon yang merupakan protein dasar dari kromosom. Fase G2: Tahap G2 atau second gap phase, merupakan tahap akhir dari pertumbuhan sel yang akan disusul dengan pembelahan sel, sintesis enzim dan protein, dan replikasi centrosome komplit (fase sebelum sintesis) yang merupakan fase persiapan sebelum fase berikutnya/mitosis. Selama intefase akhir, nucleus telah terbentuk dengan jelas dan dibungkus oleh selubung nucleus. Tepat di luar nukleus terdapat dua sentrosom yang terbentuk sebelumnya oleh replikasi sentrosom tunggal dan kromosom tidak dapat dibedakan secara individual karena kromosom tersebut masih berada dalam bentuk benangbenang kromatin yang tersusun longgar. Pada nukleus, benang-benang kromatin tergulung lebih rapat, memadat menjadi kromosom yang terpisah yang dapat diamati dengan mikroskop cahaya. Nukleolus menghilang. Setiap kromosom terduplikasi tampak sebagai dua kromatid saudara yang identik dan bersatu. Dalam sitoplasma gelendong mitotic mulai terbentuk dari mikrotubula yang memancar dari kedua sentrosom. Semtrosom-sentrosom ini saling menjauh menuju kutub. Pada tahap ini,

sel tumbuh lagi sampai sel tersebut menyelesaikan persiapannya untuk pembelahan sel. Fase M: mitosis/pembelahan sel, pergerakan kromosom bisa diikuti dari tengah ke tepi, akan menjadi sitokinesis (1 sel menjadi 2 sel) Pertumbuhan sel/siklus sel digambarkan sebagai jam, dimana banyak factor yang mempengaruhi: reseptor tyrosine kinase, reseptor G-protein, reseptor TGF- , integrin, nutrient status. Sehingga sel membelah atau tidak juga tergantung dari nutrisi, selain itu juga perlu banyak sinyal (reseptor). G0 dimana sel tidak membelah. Sel tidak selamanya membelah dan berhenti pada saat tertentu. Ada sel yang berhenti membelah (sel yang sudah berdiferensiasi) sehingga tidak kemampuan untuk membelah. Semua faktor-faktor tersebut yang menentukan apakah sel dalam fase G0 atau akan membelah. Pembelahan sel dibedakan menjadi 2 macam, yaitu pembelahan sel secara langsung dan secara tak langsung. Pembelahan sel secara langsung atau amitosis terjadi jika proses pembelahan tidak didahului dengan pembentukan gelondong pembelahan dan penampakan kromosom. Proses ini terjadi pada bakteri, Protozoa, dan ganggang bersel satu. Proses pembelahan ini tidak melalui tahapan-tahapan pembelahan. Pembelahan sel secara tak langsung terjadi jika proses pembelahan didahului dengan pembentukan gelondong pembelahan dan penampakan kromosom meliputi pembelahan mitosis dan meiosis. Proses ini berlangsung pada semua sel tubuh makhluk hidup, kecuali pada gonad (sel kelamin) yang menghasilkan sel kelamin. Pembelahan inilah yang menyebabkan terjadinya proses pertumbuhan dan perkembangan jaringan serta organ tubuh makhluk hidup.

Pembelahan Mitosis
Pembelahan mitosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan 2 buah sel anak yang identik, yaitu sel-sel anak yang memiliki jumlah kromosom sebanyak yang dimiliki oleh sel induknya. Tujuan dari pembelahan mitosis pada mahkluk hidup bersel banyak adalah memperbesar ukuran tubuh dan mengganti sel-sel tubuh yang mengalami kerusakan. Sedangkan pada mahkluk hidup bersel satu, mitosis bertujuan untuk memperbanyak jumlah sel dan mempertahankan dari kepunahan. Fase-fase

pembelahan mitosis adalah profase, metafase, anafase, dan telofase. Interfase Pada fase ini sel belum melakukan kegiatan pembelahan tetapi sel sudah siap untuk membelah. Selama interfase sel tampak keruh dan benang-benang kromatin halus lamakelamaan akan kelihatan. Beberapa ahli menganggap interfase bukan merupakan salah satu tahap dalam mitosis sehingga interfase sering disebut fase istirahat. Prometafase Pada prometafase, selubung nucleus terfragmentasi. Mikrotubula pada gelendong sekarang dapat memasuki nucleus dan berinteraksi dengan kromosom yang telah menjadi lebih padat. Profase Fase terlama dan paling banyak memerlukan energi-energi yang terkumpul Pada profase selaput inti dan membran inti melebur sehingga sel tidak tampak Benang kromatin memendek dan menebal membentuk kromosom. Setiap Pada sel manusia dan sel hewan, sentriol berpisah kemudian menuju kutub selama interfase digunakan untuk membentuk gelondong-gelondong pembelahan. memiliki membran inti. kromosom melakukan duplikasi menjadi kromatid. berlawanan dan terbentuk benang spindel. Metafase Membran inti sudah menghilang dan kromosom-kromosom berkumpul pada bidang ekuator, yaitu bidang tengah dari sel sehingga kromosom tampak paling jelas. Sentromer dari seluruh kromosom membuat formasi sebaris. Kromatid menggantung pada benang-benang spindel melalui sentromer. Pada metafase, tampak adanya dua

kromatid hasil penggandaan pada profase yang sedang mengalami pembagian menjadi dua. Anafase Pada fase ini sentromer membelah dan kedua kromatid dari setiap kromosom berpisah. Selanjutnya kromatid bergerak menuju ke kutub sel melalui benang-benang spindel. Karena benang spindel melekat pada sentromer maka sentromer bergerak terlebih dahulu pada pergerakan kromosom ke kutub sel. Tiap kromatid hasil pembelahan mempunyai sifat yang sama dengan induknya sehingga setiap kromatid merupakan kromosom baru. Telofase Kromosom yang telah berada di daerah kutub masing-masing makin lama makin menipis, kemudian berubah menjadi benang-benang kromatin yang tipis. Serabut gelondong lenyap, sedangkan membran inti dan inti mulai terbentuk kembali. Selanjutnya terjadi peristiwa pembagian inti (kariokinesis) dan sitoplasma terbagi menjadi dua bagian (sitokinesis). Masing-masing bagian mengandung satu nukleus yang memiliki 2n kromosom (diploid). Terbentuknya 2 sel anak yang mempunyai jumlah kromosom sama dengan induknya.

Pembelahan Meiosis
Pembelahan meiosis merupakan pembelahan sel yang menghasilkan 4 sel anak dengan jumlah kromosom separuh dari yang dimiliki induknya. Tujuan dari pembelahan meiosis adalah untuk pembentukan sel kelamin (gametogenesis). Pembentukan sperma pada hewan jantan disebut spermatogenesis sedangkan pembentukan ovum disebut oogenesis. Pada tumbuhan tingkat tinggi pembentukan serbuk sari disebut mikrosporogenesis, sedangkan pembentukan bakal buah disebut makrosporogenesis atau megasporogenesis. Keterkaitan hubungan pembelahan sel dengan pewarisan sifat Pembelahan sel baik itu mitosis maupun meiosis sebenarnya mempunyai tujuan yang sama yaitu mewariskan sifat (genetik) yang ada pada sel yang sedang membelah tersebut kepada sel-sel turunannya. Di dalam sel terdapat

kromosom yang mengandung gen. Ketika sel melakukan pembelahan, kromosom di dalam inti akan menduplikat yang akan diwariskan kepada sel anak. Sehingga sel anak akan menerima (mewarisi) kromosom-kromosom dan gen-gen dengan tipe dan ukuran yang sama dari induknya. Dengan demikian setiap individu mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan induknya dan masing-masing kromosom tersebut merupakan sumbangan dari kedua induknya. Meiosis terjadi pada alat reproduksi, yaitu pada gametosit (sel kelamin jantan dan sel kelamin betina). Pembelahan kromosom berlangsung dua kali berurutan tanpa diselingi interfase, yaitu meiosis I dan meiosis II. Meiosis I Profase I Pada profase I terjadi beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut. Leptonema (leptoten), kromatin membentuk kromosom. Zigonema (zigoten), terbentuk pasangan kromosom homolog. Pakinema (pakiten), kromosom mengganda menjadi 2 kromatid. Diplonema (diploten), kromatid menebal, membesar, rapat, dan bergandengan. Diaknesis, terjadi pindah silang rekombinasi gen, dan sentriol berpisah. Metafase I Pasangan kromosom homolog mengatur diri dan saling berhadapan di daerah ekuator. Setengah dari pasangan kromosom homolog mengarah ke kutub yang satu dan setengah pasangan kromosom homolog lainnya mengarah ke kutub yang lain. Anafase I Kromosom homolog berpisah dan menuju kutub yang berlawanan. Kromatid belum berpisah karena sentromer masih satu untuk satu kromosom.

Telofase I Kromosom yang masih terdiri dari dua kromatid berada di kutub. Selanjutnya terbentuk membran nukleus yang diikuti oleh proses sitokinesis. Akhir telofase I

terbentuk dua sel anak. Setiap sel anak mengandung n kromosom sehingga pada akhir meiosis I terbentuk dua sel anak yang haploid. Meiosis II Profase II Benang-benang kromatin kembali menebal menjadi kromosom. Kromosom yang terdiri dari 2 kromatid tidak mengalami duplikasi lagi. Nukleus dan dinding inti melebur. Sepasang sentriol bergerak menuju ke kutub yang berlawanan, kemudian mulai terbentuk benang-benang spindel. Metafase II Kromosom yang telah membelah menjadi dua kromatid berjajar pada bidang pembelahan. Selanjutnya sentromer menempatkan diri di tengah sel. Anafase II Sentromer membelah menjadi dua. Masing-masing kromatid berpisah dan bergerak ke kutub yang berlawanan. Kromatid tersebut merupakan kromosom baru. Kromatid sampai di kutub dan berubah menjadi benang kromatin. Terbentuk kembali membran inti dan anak inti. Terjadi sitokinesis dan terbentuk 4 sel anakan yang memiliki kromosom setengah dari induknya. DAFTAR PUSTAKA www.fp.unud.ac.id/biotek/wp-content/uploads/2009/.../siklussel1.ppt, Februari 2011, 17.53.27 www.scribd.com/doc/20537650/SIKLUS-SEL-Adnan-UNM, Senin, 28 Februari 2011, 16.57.45 http://www.sith.itb.ac.id/profile/pdf/iriawati/bahan-kuliah/bahan-2/SIKLUS %20SEL.pdf, Senin, 28 Februari 2011, 17. 26.55 Senin, 28 Telofase II