Anda di halaman 1dari 14

VISI

|ewujudkan masyarakat perkopIan yang sejahtera, tangguh dan mampu memberIkan kontrIbusI
terhadap
pembangunan perekonomIan NasIonal.

hISI

O |engarahkan anggota menjadI profesIonal dan memIlIkI cItra yang baIk.
O |emberIkan perlIndungan dan memperjuangkan kepentIngan anggota.
O |embantu upaya PemerIntah dalam menIngkatkan pengetahuan dan ketrampIlan petanI serta
pelaku usaha laIn dalam bIdang perkopIan.
O |emberIkan pendapat dan saran kepada PemerIntah dan Lembaga laIn, sebagaI sumbangan
dalam pengambIlan keputusan kebIjakan PerkopIan nasIonal.
O |enjalIn dan membIna kerjasama dengan nstansI/Lembaga terkaIt dIbIdang perkopIan baIk dI
dalam maupun dI luar negerI.
ndustrI KopI ndonesIa

ndonesIa merupakan negara produsen kopI keempat terbesar dunIa setelah 8razIl, 7Ietnam dan ColombIa. 0arI
total produksI, sekItar 67 kopInya dIekspor sedangkan sIsanya (JJ) untuk memenuhI kebutuhan dalam negerI.
TIngkat konsumsI kopI dalam negerI berdasarkan hasIl surveI LPE| U tahun 1989 adalah sebesar 500
gram/kapIta/tahun. 0ewasa InI kalangan pengusaha kopI memperkIrakan tIngkat konsumsI kopI dI ndonesIa telah
mencapaI 800 gram/kapIta/tahun. 0engan demIkIan dalam kurun waktu 20 tahun penIngkatan konsumsI kopI telah
mencapaI J00 gram/kapIta/tahun.

Strata ndustrI kopI dalam negerI sangat beragam, dImulaI darI unIt usaha berskala home Industry hIngga IndustrI
kopI berskala multInasIonal. Produkproduk yang dIhasIlkan tIdak hanya untuk memenuhI kebutuhan konsumsI kopI
dalam negerI, namun juga untuk mengIsI pasar dI luar negerI. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsumsI kopI dI
dalam negerI merupakan pasar yang menarIk bagI kalangan pengusaha yang masIh memberIkan prospek dan
peluang sekalIgus menunjukkan adanya kondIsI yang kondusIf dalam berInvestasI dIbIdang IndustrI kopI.

Perkembangan Kebutuhan KopI
SebagaI negara produsen, Ekspor kopI merupakan sasaran utama dalam memasarkan produkproduk kopI yang
dIhasIlkan ndonesIa. Negara tujuan ekspor adalah negaranegara konsumer tradIsIonal sepertI USA, negaranegara
Eropa dan Jepang. SeIrIng dengan kemajuan dan perkembangan zaman, telah terjadI penIngkatan kesejahteraan
dan perubahan gaya hIdup masyarakat ndonesIa yang akhIrnya mendorong terhadap penIngkatan konsumsI kopI.
Hal InI terlIhat dengan adanya penIngkatan pemenuhan kebutuhan dalam negerI yang pada awal tahun 90an
mencapaI 120.000 ton, dewasa InI telah mencapaI sekItar 180.000 ton.

Dleh karena Itu, secara nasIonal perlu dIjaga keseImbangan dalam pemenuhan kebutuhan kopI terhadap aspek
pasar luar negerI (ekspor) dan dalam negerI (konsumsI kopI) dengan menjaga dan menIngkatkan produksI kopI
nasIonal.

PoIa KonsumsI KopI
0ItIlIk darI sejarah perkembangan kopI dI ndonesIa, sejak kopI menjadI salah satu komodItI andalan PemerIntah
HIndIa 8elanda pada awal tahun 1900an, kopIkopI yang dIhasIlkan oleh perkebunan yang dIkelola oleh PemerIntah
HIndIa 8elanda hampIr semuanya dIekspor. KopIkopI yang berkualItas rendah dan tIdak laku dIeksporlah yang
dIjual atau dIberIkan kepada rakyat dan buruh kebun untuk dIjadIkan mInuman. Selera mInum kopI darI bahan
kopI yang berkualItas rendah InI terbawa secara turun temurun hIngga sekarang dan bahkan dIbeberapa daerah
khususnya dI Jawa, kopInya dIcampur dengan beras atau jagung (dIkenal dengan kopI jItu = kopI sIjI jagung pItu).

0engan menIngkatnya taraf hIdup dan pergeseran gaya hIdup masyarakat perkotaan dI ndonesIa telah mendorong
terjadInya pergeseran dalam pola konsumsI kopI khususnya pada kawula muda. CenerasI muda pada umumnya
lebIh menyukaI mInum kopI Instant, kopI three In one maupun mInuman berbasIs expresso yang dIsajIkan dI caf
caf. Sedangkan kopI tubruk (kopI bubuk) masIh merupakan konsumsI utama masyarakat/penduduk dI pedesaan
dan golongan tua.

Struktur IndustrI KopI 0aIam NegerI
Secara garIs besar IndustrI kopI dalam negerI dapat dIgolongkan kedalam J Kelompok, yaItu:

1. IndustrI kopI oIahan keIas kecII (Home IndustrI)
ndustrI yang tergolong dalam kelompok InI adalah IndustrI yang bersIfat rumah tangga (home IndustrI) dImana
tenaga kerjanya adalah anggota keluarga dengan melIbatkan satu atau beberapa karyawan. Produknya dIpasarkan
dI warung atau pasar yang ada dIsekItarnya dengan brand name atau tanpa brand name. ndustrI yang tergolong
pada kelompok InI pada umumnya tIdak terdaftar dI 0Inas PerIndustrIan maupun dI 0Inas PD|. ndustrI pada
kelompok InI tersebar dI seluruh daerah penghasIl kopI.

2. IndustrI kopI oIahan keIas menengah
ndustrI kopI yang tergolong pada kelompok InI merupakan IndustrI pengolahan kopI yang menghasIlkan kopI bubuk
atau produk kopI olahan laInnya sepertI mInuman kopI yang produknya dIpasarkan dI wIlayah Kecamatan atau
Kabupaten tempat produk tersebut dIhasIlkan. Produknya dalam bentuk kemasan sederhana yang pada umumnya
telah memperoleh zIn darI 0Inas PerIndustrIan sebagaI produk Fumah tangga.

ndustrI kopI olahan kelas menengah banyak dIjumpaI dI sentra produksI kopI sepertI dI Lampung, 8engkulu,
Sumatera Selatan, Sumatera Utara dan Jawa TImur.

3. IndustrI kopI oIahan keIas esar
ndustrI kopI kelompok InI merupakan IndustrI pengolahan kopI yang menghasIlkan kopI bubuk, kopI Instant atau
kopI mIx dan kopI olahan laInnya yang produknya dIpasarkan dI berbagaI daerah dI dalam negerI atau dIekspor.
Produknya dalam bentuk kemasan yang pada umumnya telah memperoleh nomor |erek 0agang dan atau label
laInnya.

8eberapa nama IndustrI kopI yang tergolong sebagaI IndustrI kopI InI adalah PT SarI ncofood Corp, PT. Nestle
ndonesIa, PT Santos Jaya AbadI, PT Aneka Coffee ndustrI, PT TorabIka Semesta dll.

Keragaman Kemasan
Produkproduk yang dIhasIlkan oleh IndustrI kopI dalam negerI sangat beragam mulaI darI produk yang bersIfat
tradIsIonal dengan menggunakan kertas sampul atau kemasan plastIk sederhana sampaI dengan kemasan
alumunIum foIl. Kemasankemasan produk kopI pada umumnya berupa sachet sIap sajI, atau kemasan pack dengan
IsI yang beragam.

Sedangkan untuk beberapa jenIs produk kopI olahan tujuan ekspor terdapat kemasan boks berukuran besar untuk
produk roasted coffee dan Instant coffee. Sedangkan untuk lIquId extract coffee berupa kemasan khusus yaItu
drum.

ProduksI KopI DIahan
Produkproduk yang dIhasIlkan oleh IndustrI kopI pada dasarnya adalah berupa kopI bubuk dan kopI Instant. 0arI
kedua jenIs InI dIhasIlkan produkproduk kopI sepertI kopI three In one dan laInnya. Sedangkan dI Cafe (KedaI
KopI) produk dasarnya adalah berupa kopI orIgInal dan kopI espresso.

ProduksI kopI bubuk saat InI dIperkIrakan telah mencapaI 150.000 ton, sedangkan untuk kopI Instant dan turunnya
telah mencapaI 20.000 ton. 0ata 8PS (8Iro Pusat StatIstIk) mencatat bahwa volume ekspor kopI soluble ratarata
dalam 5 tahun terakhIr mencapaI sekItar 15.000 ton per tahun sedangkan ekspor kopI bubuk mencapaI J.000 ton
per tahun

Spesialti kopi
No. 1enis Kopi Masa Panen Proses Grade Citarasa Produksi
/ tahun
I
ARABICA
SPECIALTY
a. Mandheling CoIIee September -
May
semi
Washed
1,2, &
3
Full body, neutral,
good acidity
35,000
b. Linthong CoIIee October -
May
semi
Washed
1,2, &
3
Fine acidity, and
good body
10,000
c. Java CoIIee May -
August
Wet
Process
1 Good body, Iine
acidity, nice
complex cup and
exotic Ilavour
4,000
d. Toraja / Kalosi /
Celebes CoIIee
June -
September
Dry
Process
1 & 2 Good acidity,
smooth, very nice
mellow and good
body
4,000

e. Bali CoIIee
May -
September
Wet &
Dry
1,2, &
3
Fine acidity,
smooth
2,000
II ROBUSTA

SPECIALY

a. Washed Java
Robusta
May -
September
Wet
Process
1
Good body, clean,
very weak acidity
and bitterness net
5,000

b. Lampung Specialty
AP
April - July
Dry
Process
1
Full body, clean
and very weak
acidity
15,000

c. Lampung Specialty
ELB
April - July
Dry
Process
1
Full body, large
beans and clean
10,000

d. Flores CoIIee
May -
August
Wet
Process
1
Good body and
bitterness net
4,000
III
COMMERCIAL
COFFEE
SUMATERA
COFFE
April - July
Dry
Process
4,5 and
6
Full body and very
weak acidity
270,000


Ekspor

7olume ekspor kopI ndonesIa ratarata berkIsar J50 rIbu ton per tahun melIputI kopI robusta (85) dan arabIka
(15). Terdapat lebIh darI 50 negara tujuan ekspor kopI ndonesIa dengan USA, Jepang, Jerman, talIa, dan nggrIs
menjadI tujuan utama.

Pelabuhan Panjang (Lampung) merupakan pIntu gerbang ekspor kopI robusta ndonesIa, pelabuhan 8elawan
(Sumatera Utara) merupakan pIntu gerbang kopI arabIka Sumatera, sedangkan pelabuhan Tanjung Perak (Jawa
TImur) merupakan pIntu gerbang kopI arabIka dan robusta yang dIhasIlkan darI jawa TImur dan wIlayah ndonesIa
bagIan tImur.

PermIntaan akan kopI ndonesIa darI waktu ke waktu terus menIngkat mengIngat kopI robusta ndonesIa
mempunyaI keunggulan karena body yang dIkandungnya cukup kuat, sedangkan kopI arabIka yang dIhasIlkan oleh
berbagaI daerah dI ndonesIa mempunyaI karakterIstIk cIta rasa (acIdIty, aroma, flavour) yang unIk dan ekselen.






CCvL8 S1C8?
1he beglnnlng of coffee culLlvaLlon ln lndonesla sLarLed ln 1696 when lndonesla
became one of Lhe uuLch's colonles Splce farms ln 8aLavla were Lransformed lnLo
coffee farms and Lhe !ava and SumaLra lslands ln lndonesla evenLually became
known as Lhe Lhlrd largesL coffee exporLer ln Lhe world
1he growLh of local coffee buslness ln lndonesla
Lhe glanL coffee producer
lrom local coffee Lo a speclal cup of espresso
lndoneslans recognlzed coffee as an economlc planL and sLarLed Lo develop Lhelr
own coffee culLure for more Lhan 300 years ago
lndoneslan coffee culLure ls developed slmllarly Lo Lhe oLher ASLAn coffee culLures
lL ls Lhe blend beLween local coffee culLure whlch rooLed lLself deeply lnLo Lhe
people llfesLyle and Amerlcan espresso coffee culLure Mr lranky Angkawl[aya
Lhe owner of LsperLo 8arlsLa Course Lhe wellknown coffee buslness consulLanL
caLegorlzes Lhe behavlor of lndoneslan coffee consumers lnLo 2 eras as follow
- 8lack coffee era lndoneslan llfesLyle had always been bonded Lo black coffee
before espresso coffee came lnLo Lhe counLry 1he coffee LhaL has been popular
among lndoneslans for decades ls Lhe lnsLanL and black coffee called kopl
1ubruk whlch only cosL around 3000 8uplah or $uS 033 kopl 1ubruk ls
usually drunk wlLh frled banana or
crlspy snack made from gralns and lL
ls served very hoL slmllar Lo 1urklsh
coffee buL Lhey wlll pour lL onLo
Lhe saucer Lo cool lL down before
drlnklng lf Lhe coffee ls Loo hoL
eople of all ages love Lo gaLher aL
Lhe LradlLlonal coffee shops especlally
men who love Lo gaLher LogeLher and
creaLe a clgareLLe arL called nyehe"
wlLh lefL over coffee
- Lspresso era 1he lLallan espresso
sLyle sLarLed ln lndonesla around 20
years ago lL wasn'L popular aL all ln
Lhe beglnnlng and Lhe only place lL
ls served was ln hoLels Powever ln
2004 SLarbucks enLered Lhe markeL
and creaLed Lhe blg espresso wave
LhroughouL lndonesla
AlLhough lndoneslans now have more
coffee opLlons buL coffee ls sLlll a soclal
drlnk for Lhem lndoneslans usually
go for a coffee afLer work and coffee
shops are ranked ln Lhe Lop 3 places
where people usually meeL afLer work
or for a buslness meeLlng ln conLrasL
m a n y c u l L u r e s l n m a n y d l f f e r e n L
counLrles see coffee as a parL of Lhelr
l l f e s L y l e whe re Lhe y ha v e a coff e e
b e f o r e o r o n L h e l r w a y L o w o r k
Powever lndoneslans nowadays have
more undersLandlng on coffee know
whaL klnd of coffee Lhey wanL how
lL should be brewed and lnLegraLed
coffee lnLo Lhelr llfesLyle
u e v e l o p m e n L l n c o f f e e f a r m l n g
knowledge
1u l L l P M o c h L a r c h a l r p e r s o n o f
S p e c l a l L y C o f f e e A s s o c l a L l o n o f
l n d o n e s l a ( S C A l ) o n e o f L h e
organlzaLlons LhaL promoLe and help
lmprove Lhe coffee quallLy commenLed
on Lhe overall plcLure of Lhe coffee
exporL buslness as follow
hoLo by 1onl Wahld 13
CCvL8 S1C8?
uurlng 20002009 lndonesla had Lhe lncrease ln coffee
exporL of 320 per year and made our way lnLo Lhe Lop 3
coffee produclng counLrles Powever 70 of lndonesla coffee
exporL ls 8obusLa coffee ln Lhe early days Lhe uuLch dldn'L
have Lhe knowledge ln Arablca coffee and mosL of Lhe Arablca
coffee farms ylelded very llLLle produce or Lhe planLs dled 1he
farmers Lurned Lo 8obusLa coffee because lL ls more robusL Lo
Lhe weaLher and dlseases LaLer on coffee farmers sLarLed Lo
grow quallLy coffee Lo supply Lo Lhe lncreaslng demand afLer
coffee knowledge was promoLed Lo Lhe farmers and many
assoclaLlons were founded Lo promoLe Arablca coffee ln
addlLlon Lo Lhe assoclaLlons coffee buslnesses lncludlng
coffee manufacLurers and roasLers wldely bloomed and
ln uenced Lhe farmers Lo Lurn Lo Arablca coffee"
1here were many problems wlLh our coffee exporL ln 2010
lndonesla was affecLed by Lhe cllmaLe change and Lhe raln
lasLed longer Lhan usual causlng Lhe decrease ln Lhe coffee
produced Powever Lhere were coffee orders from all over
Lhe world whlch was a good slgn LhaL lndoneslan coffee has
Lhe quallLy and are ln demand"
Coffee Pouse and lLallan coffee Lrend
lL can be sald LhaL lndoneslan coffee markeL ls llke many
ASLAn counLrles LhaL ls Lhe domesLlc markeL sLarLed Lo
grow afLer Lhe Amerlcan coffee glanL enLer Lhe markeL 1he
evenL changed Lhe perspecLlve of coffee Lo be more abouL
llfesLyle and ln uenced local enLrepreneurs Lo sLarL Lhelr
own coffee shops
Andreas AndrlanLo Lhe owner of Cangklr Coffee expressed
hls perspecLlve on Lhe lLallan coffee Lrend LhaL 1he coffee
buslnesses ln lndonesla parLlcularly ln ma[or clLles are
ln Lhe developlng sLage 1he markeL ls growlng and Lhe
consumers are more knowledgeable Many lndy cafes and
coffee chalns popped up durlng Lhe lasL 43 years and l
belleve LhaL coffee lndusLry sLlll has Lhe poLenLlal Lo grow
ln Lhe nexL 3 years 1hese coffee shops are whaL push Lhe
lndoneslan domesLlc coffee consumpLlon and producLlon hlgher and lL ln uences more local coffee
shops ln
lndonesla"
1he unlque characLerlsLlc of local lndoneslan coffee shop you
cannoL overlook ls Lhe hlghllghL of local coffee bean 1he
proudly presenLed local coffee beans are used by many lndy
cafe owners and even Lhe glanL coffee chaln SLarbucks ls
offerlng coffee bean from SumaLra ln respond Lo Lhe
consumer's demand for good local coffee beans 1he
facL LhaL many shops are offerlng hlgh quallLy local coffee
made lndoneslan
When Caffe LaLazza was rsL opened ln 2000 lndoneslans
were unfamlllar wlLh espresso unLll Lhey have Lrled quallLy
lLallan coffee from a glanL coffee chaln 1he espresso wave
led Lo Lhe lncrease ln lndy cafes and local coffee chalns
lndoneslans are now more knowledgeable abouL coffee
and wlLh Lhe deLermlnaLlon Lo presenL local coffee beans Lhey
now undersLand LhaL local coffee can be as good as lLallan
coffee" MrPerl from Caffe LaLazza commenLed
Cnce Lhe consumers have Lhe knowledge on coffee quallLy
lL wlll evenLually lead Lo Lhe demand and Lhe lncrease ln
speclalLy coffee shops as Mr lrvan Pelml Lhe owner of
Anomall Coffee sLaLed LhaL Ma[or clLles such as !arkarLa
Surabaya 8all and 8andung have Lhe rapld growLh of
speclalLy coffee shops 1he owner of Lhese shops have Lo be
very selecLlve of Lhelr lngredlenLs and Lhe besL markeLlng
sLraLegy ls Lo offer quallLy producLs Lo wln Lhe hearL of Lhe
cusLomers"
hoLo by 1onl Wahld 14
CCvL8 S1C8?
lndy Cafe
Local Chaln
SLarbucks
10000 13000
12300 20000
23000
12000 13000
16000 23000
30000
13000 17000
17000 30000
33000
LACL PC1 CAuClnC
(12 CZ) / 8uplah
lCL CAuClnC
(14 CZ) / 8uplah
8LC 8LLnuLu/
8uplah
1he [ump ln local coffee chaln growLh
AparL from Lhe lncrease ln lndy cafes Lhe lLallan espresso
Lrend ls wldely spread and many local coffee chalns were
esLabllshed ln Lhe pasL couple of years Lo compeLe for a blg
blLe of Lhls large coffee cake wlLh Lhe Amerlcan coffee chalns
llke SLarbucks and Coffee 8ean whlch currenLly have 31
branches
- Caswell's Coffee
Mr eLer Slack Ceneral Manager of 1 !avArablca
(lndoneslan 8oasLer company) and Lhe owner of Caswell's
Coffee Lold us abouL Lhe shop hlsLory LhaL Caswell's
Coffee opened ln 2001 abouL Lhe same Llme as SLarbucks
And aparL from our 6 branches we are known Lo be a
quallLy roasLer and supply coffee beans Lo 3 sLars hoLels
resLauranLs and coffee shops We also Lralned our sLaffs
Lo become barlsLa champlons ln many sLage as well"
1 !avArablca !l kemang 1lmur no 23A !akarLa 12730
1el +62 21 7180317
Lmall pslack[caswellscoffeecom
WebslLe wwwcaswellscoffeecom
- Lxcelso Coffee
1he compleLe" coffee shop LhaL grows lLs own coffee
manufacLure exporL sells coffee equlpmenLs and has lLs
own franchlse Lxcelso Coffee ls one of Lhe popular local
coffee chalns and lL now has Lhe LoLal of 19 branches
(!akarLa Cf ce) kP Pasylm Asharl komp 8oxy Mas 8lok 81 no 29
1el + 62 216330331
Lmall cusLomer[excelsocold
WebslLe wwwexcelsocoffeecom/
- 8engawan Solo Coffee
1hls local coffee chaln wlLh 37 branches was creaLed by
Lhe passlon ln coffee of lpeng Wld[o[o Pls passlon ln
local quallLy lngredlenL and careful conLrol of roasLlng
process made 8engawan Solo Coffee a renowned and no
less popular Lhan Lhe oversea coffee chalns
(Pead Cf ce) Llna 8ulldlng SulLe 301 !lPr 8asuna Sald kav 87
1el + 62 213227673
Lmall lnfo[bengawansolocoffeecom
WebslLe wwwbengawansolocoffeecom/
- Coffee 1offee
1hls young local coffee chaln launched lLself ln 2006 ln
Surabaya lL qulckly caughL Lhe espresso Lrend and rapldly
grew Lo more Lhan 100 branches wlLhln only 4 years
Surabaya Cf ce !ln 8aya uharmahusada 181 Surabaya LasL !ava lndonesla 60286
1el +62 313929300
WebslLe wwwcoffeeLoffeecold
Lmall Lakeawaycoffee[gmallcom
1wlLLer Coffee1offeelun
lacebook Coffee 1offee lndonesla
Local coffee chaln vS lnLernaLlonal coffee chaln
8elng one of Lhe Lop coffee producers local coffee chalns
have Lhe cosL advanLages 1hey can buy cheaper beans and
experlmenL on dlfferenL local blends Lo compeLe wlLh Lhe
lnLernaLlonal chalns
8ecause we produce mosL of Lhe lngredlenLs used we can
seL our prlce 3330 lower Lhan Lhe compeLlLors and sLlll
malnLaln Lhe gross pro L of 6070" Mr Cdl AnlndlLo Lhe
owner of Coffee 1offee explalned abouL Lhe advanLage
Mr Alex lmbrony MarkeLlng Manager of kopl progo added
LhaL l belleve LhaL belng a coffee exporLlng counLry really
ln uence Lhe growLh of coffee buslnesses Slnce we are able
Lo geL Lo Lhe lngredlenLs easlly lndy cafes and local chalns are
able Lo sell aL a cheaper prlce Lhan oversea chalns"
WlLh Lhe cosL advanLage from belng Lhe Lhlrd blggesL coffee
producer many lndoneslans enLered many secLors ln Lhe
coffee lndusLry from roasLers shop owners and consulLanLs
8uL Lhe lncrease ln domesLlc consumpLlon doesn'L only depend
on Lhe volume of coffee produced Coffee buslnesses need
undersLandlngs and recognlLlon from Lhe consumers for lL
Lo survlve and develop lLs quallLy furLher