Anda di halaman 1dari 4

BAB III METODOLOGI

A.

Jenis Penelitian Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini penyusun menggunakan jenis penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan studi kasus. Pengamatan (observasi) adalah suatu hasil perbuatan jiwa secara aktif dan penuh perhatian untuk menyadari adanya rangsangan. Mula-mula rangsangan dari luar mengenai indera, dan terjadilah penginderaan kemudian apabila rangsangan tersebut menarik perhatian akan dilanjutkan dengan adanya pengamatan. Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara subyektif. Studi kasus adalah melakukan penelitian yang rinci tentang seseorang dari suatu unit selama kurun waktu tertentu. (Notoatmodjo, 2005)

B.

Tempat dan Waktu Penelitian Studi kasus dilakukan di poliklinik obsgyn RSUD Banyudono pada bulan Mei 2010 atau saat dilaksanakan Praktek Klinik Kebidanan III.

34

35

C.

Subyek Penelitian Pada penyusunan proposal Karya Tulis Ilmiah ini penyusun mengambil subyek penelitian pada Ny. M umur 22 Tahun G1P0A0 dengan kasus hipertensi gestasional di Poliklinik obsgyn RSUD Banyudono.

D.

Jenis Data Dalam memperoleh data penyusun menggunakan beberapa cara pengumpulan data, antara lain:

1.

Data Primer Yaitu data yang diperoleh sendiri oleh peneliti dari hasil pengukuran, pengamatan dan survey. Misalnya data yang diperoleh dari pengkajian langsung pada pasien dan hasil observasi selama kehamilan.

2.

Data Sekunder Yaitu data yang diperoleh dari pihak lain, badan/instansi yang secara rutin mengumpulkan data. Misalnya data keadaan morbiditas pasien rawat inap Rumah Sakit selama kurun waktu satu tahun, diperoleh dari bagian Rekam Medik Rumah Sakit (Effendy, 2000).

E.

Teknik Pengambilan Data Pengambilan data dilakukan dengan beberapa teknik, antara lain:

1.

Wawancara Dilakukan saat pasien datang dalam pengkajian data kesehatan dan kebidanan, kemudian dilanjutkan saat santai setelah persalinan.

36

Wawancara yaitu suatu metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data, dimana peneliti mendapatkan keterangan atau pendirian secara lisan dari seseorang sasaran penelitian (responden), atau bercakap-cakap berhadapan muka dengan orang (Notoatmodjo, 2005). 2. Pemeriksaan fisik Dilakukan secara head to toe mulai dari rambut, muka, dada, perut dan alat genital secara inspeksi. Dilakukan palpasi dengan cara leopold I, II, III dan IV serta pemeriksaan djj secara auskultasi. Menurut Uliyah (2006), dalam melakukan pemeriksaan fisik terdapat teknik dasar yang perlu dipahami, diantaranya: a. Inspeksi Inspeksi merupakan proses pengamatan atau observasi untuk mendeteksi masalah kesehatan pasien. (face to face)

b.

Palpasi Palpasi merupakan pemeriksaan dengan menggunakan indera

peraba, yaitu tangan, untuk menentukan ketahanan, kekenyalan, tekstur dan mobilitas.

c.

Auskultasi

37

Auskultasi merupakan cara pemeriksaan dengan mendengarkan bunyi yang dihasilkan oleh tubuh melalui alat stetoskop. d. Perkusi Perkusi merupakan cara pemeriksaan dengan melakukan pengetukan pada bagian tubuh dengan ujung-ujung jari untuk mengetahui ukuran, batasan, konsistensi organ-organ tubuh, dan menentukan adanya cairan dalam rongga tubuh. 3. Observasi langsung Observasi langsung dilakukan selama pemeriksaan dan kunjungan rumah dalam rangka memantau perkembangan. 4. Studi dokumen rekam medik Status pasien yang merupakan catatan perkembangan yang ditulis dokter dan bidan atau perawat dapat dipelajari untuk kelengkapan data. Studi dokumen rekam medik yaitu dengan mempelajari kasus melalui catatan medis pasien untuk mendapatkan informasi atau data tambahan yang penyusun perlukan (Notoatmodjo, 2005).

F.

Analisis Data Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan prinsip-prinsip manajeman asuhan kebidanan 7 langkah Varney.