Anda di halaman 1dari 16

PT BUKIT ASAM (Persero) Tbk.

Engineering, Procurement and Construction of Tarahan Port Expansion Phase 5

No Package Rev Date Page

: : : :

10-183 0 Oct 2010 i

TENDER DOCUMENT - EPC : SECTION 12

DAFTAR ISI
BAGIAN 12 JALAN SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN KERETA API.1

TABLE OF CONTENT
SECTION 12 TECHNICAL SPECIFICATION OF RAILWAY LINE WORK 1 12.1 1 12.2 1 12.3 3 12.4 4 12.5 6 12.6 7 12.7 7 12.8 7 SUBGRADE RAILWAY FOUNDATION ON EMBANKMENT BALLAST DAN SUBBALLAST SLEEPER RAIL. .. FROG (RAILWAY SWITCH).. TIES. SIGNAL HOUSE

12.1 TANAH DASAR.. 1 12.2 TUBUH JALAN DI ATAS TANAH TIMBUNAN.. 1 12.3 BALAS ATAS DAN BALAS BAWAH 3 12.4 BANTALAN.. 4 12.5 REL 6 12.6 WESEL. 7 12.7 PENAMBAT. 7 12.8 RUMAH SINYAL 7

BITA

TIMBUNAN
PT BUKIT ASAM (Persero) Tbk. Engineering, Procurement and Construction of Tarahan Port Expansion Phase 5

TENDER DOCUMENT - EPC : SECTION 12


BAGIAN 12 SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN JALAN KERETA API 12.1 TANAH DASAR
1. Tanah dasar harus mempunyai daya dukung yang cukup dan mempunyai nilai CBR minimum 8 % 2. Bahan tanah dasar harus terdiri dari bahan-bahan yang sesuai, seperti yang tercantum dalam tabel 1 3. Ukuran butir tanah dasar tidak boleh > 75 mm 4. Maksimum 40 % dari butiran tanah dasar harus lewat saringan standar 420 5. Minimum 2 % dan maksimum 20 % dari butiran harus lewat saringan standar 74 6. Karakteristik Fisik dan Mekanik Karakteristik Fisik dan Mekanik tanah dasar harus memenuhi syarat berikut : a) Kekuatan geser Bahan harus mempunyai kekuatan geser yang tinggi (> 10 gr/cm2) b) Kompresibilitas dan Elastisitas Bahan harus mempunyai Kompresibilitas dan Elastisitas yang rendah (penurunan/Settlement < 2 mm) c) Pengembangan Indeks plastis (IP) bahan < 12 d) Sensitifitas Bahan yang Pemadatan Karakteristik Pemadatan harus sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam spesifikasi Konstruksi Lahan f) Batas Cair (Liquid Limit) Batas Cair (Liquid Limit) bahan < 35 % g) Koefesien Keseragaman Koefesien Keseragaman bahan > 6 harus (< mempunyai 1) e) Sensitifitas Karakteristik rendah

1. Jenis tanah timbunan tidak boleh termasuk klasifikasi tanah tidak stabil/kestabilan rendah seperti di perlihatkan pada tabel 1. 2. Tanah timbunan tidak boleh mengembang/menyusut oleh pengaruh air. 3. Bagian atas timbunan setebal minimum 1 m harus

12.2 TUBUH JALAN DI ATAS TANAH

BITA
No Package Rev Date Page : : : : 10-183 0 Oct 2010 1 of 7

SECTION 12 TECHNICAL SPECIFICATION OF RAILWAY LINE WORK


12.1 SUBGRADE 1. Subgrade shall have sufficient bearing capacity and minimum CBR value of 8% 2. Subgrade materials shall appropriate materials as contained in table 1 comprise

3. Size of subgrade particles shall not be > 75 mm. 4. Maximum 40% of subgrade particles must pass standard filter 420 . 5. Minimum 2% and maximum 20% of particles must pass standard filter of 74 . 6. Physical and Mechanical Characteristics Physical and Mechanical Characteristic subgrade shall fulfill the following terms: a) Sliding power/ Shear strength Material shall have high sliding power (>10 gr/cm2) b) Compressibility and Elasticity The materials shall have compressibility and elasticity (decrease/settlement < 2 mm). c) Development Plastivity Index (IP) of material is < 12. d) Sensitivity Material shall have low sensitivity (<1) e) Characteristic of Compacting Characteristic of Compacting must be in accordance with the requirement set forth in specification of Land Construction. f) Liquid Limit Liquid Limit of Material shall be <35%. g) Coefficient of Uniformity Coefficient of uniformity of material shall be > 6 low of

12.2 RAILWAY FOUNDATION ON EMBANKMENT


1. Type of embankment must not be classified as unstable land/low land as speficited in table 1. 2. Piling soil must not expanded/shrinked due to water. 3. Part on piling with the minimum thickness of 1 m shall

PT BUKIT ASAM (Persero) Tbk. Engineering, Procurement and Construction of Tarahan Port Expansion Phase 5

No Package Rev Date Page

: : : :

10-183 0 Oct 2010 2 of 7

TENDER DOCUMENT - EPC : SECTION 12


merupakan material yang lebih baik dari bagian bawahnya. 4. Agar tidak terjadi genangan maka permukaan tanah dasar dibuat miring keluar sebesar 5 % 5. Permukaan atas timbunan harus terletak minimum 75 cm di atas elevasi muka air tanah tertinggi 6. Bahan timbunan yang dalam keadaan basah, apabila dalam kondisi kering dapat dipakai, maka bahan timbunan tersebut harus dikeringkan terlebih dahulu sesuai persyaratan Tabel 1 : Soil types and Function General Classificatio n Description Classification symbol 74 Clean gravel Gravels, 50% or more of coarse fraction retained on 4.76mm (no. 4) sieve Sand, 50% or Soil with more of coarse coarse granular fraction , 50% is retained on retained 4.76mm on 74 (no. 4) sieve sieve GW GP GM GC Functions of materials gravely sands, little or no fines Poorly graded sands and gravely sands, little or no fines Silty sands, sandsilt mixture Clayey sands, sand-clay mixture Inorganic silts, very fine sands, rock flour, silty or clayey fine sands constitute better material than the lower part. 4. In order to prevent any water trap, subgrade surface shall be made in slope outward of 5%. 5. The top surface of piling must be located at least 75 cm above the highest eleveation of ground water surface. 6. Piling material is in wet condition, if it is in dry condition, then such piling material must be first dried in accordance with the requirements.

Gravel with fines

SW Clean sand Sand with fines SP SM SC ML Silts and Clays liquid limit 50% or less

Well graded gravels and gravel-sand mixtures, little or no fine s Poorly graded gravels and gravelsand mixtures, little or no fine s Silty gravels, gravel-sandsilt mixt ures

CL

Soil with tiny granular, more than 50% passes a strainer of

OL MH

Inorganic clays of low to medium plasticity, Coarse containing gravely clays, sandy clay, clays, silty clays mixture of and lean coarse, clays sand and cla y Organic silts Welland organic graded sands and silty

clays of low plasticity Inorganic silts, micaceous or

Embankm Subgrade ent Very stable Quite stable Quite stable Quite stable Very good V e r y g o o Very stable Quite stable if it well compres sed Quite stable if it well compres sed Quite stable Good Good to Fair Good to Fair Quite stable Good to Fair Fair to Poor Quite stable Unstabl e, Fair to poor d

G o o d Good

Fair to poor

BITA

PT BUKIT ASAM (Persero) Tbk. Engineering, Procurement and Construction of Tarahan Port Expansion Phase 5

No Package Rev Date Page

: : : :

10-183 0 Oct 2010 3 of 7

TENDER DOCUMENT - EPC : SECTION 12


General Classification Silts and Clays liquid limit greater than 50% Classification symbol Description diatomaceous fine sands or silts, elastic silts CH Inorganic clays of high plasticity, fat clays Functions of materials Embankment Subgrade should not be poor used Low level of stability, in Poor to danger of very poor expansion Poor to very poor

OH Organic clays of medium to high plasticity

Unstable, must not be used

Highly organic soils

PT

12.3 BALAS ATAS DAN BALAS BAWAH A. BALAS ATAS 1. Lapisan Balas Atas terdiri dari batu pecah yang keras, bersudut tajam dan mempunyai ukuran antara 2 - 6 cm dengan gradasi butiran seperti ditunjukkan pada tabel 2. 2. Lapisan balas atas harus dapat meneruskan air dengan baik 3. Keausan pada tes Los Angeles < 40 % 4. Berat padat per meter kubik minimal 1400 kg 5. Kandungan partikel partikel pipih/tipis/panjang < 5 % 6. Kandungan material yang merugikan tidak boleh melebihi prosentase tertentu yaitu: a). Material yang lunak dan mudah pecah < 3 % b). Material yang melalui ayakan no. 200 < 1 % c). Gumpalan-gumpalan lempung < 0.5 % 7. Batu pecah untuk lapisan balas atas tidak boleh mengandung kotoran-kotoran organik dan tumbuhan atau bagian tumbuhan yang dapat membusuk

Peat, muck and other highly organic soils 8. Kemampuan untuk meresap air batu pecah untuk lapisan balas atas < 3 % 9. Tebal lapisan balas atas = 30 cm (dalam kondisi padat)

12.3 BALLAST DAN SUBBALLAST A. BALLAST 1. Top Ballast Layer shall consist of hard fractured stone, sharp angle and measurement of 206 cm with gradation of particles as shown in table 2.. 2. Ballast materials must be capable of flowing water well. 3. Weathering at Los Angeles test is < 40 % 4. Minimum density weight is 14 kg per cubic meter. 5. The long/ thin/flat particles contains < 5 % 6. The material shall not contain poor material more than certain percentage: a). Soft and brokenable material shall be < 3 % b). Filtered Material no 200 shall be < 1 % c). Lump of clay shall be < 0.5 % 7. Crushed stone for ballast shall not contain organic dirt and plants or parts of plants that can be rotten.

8. The permeability of the crushed stone for ballast is < 3% 9. The Top Ballast thickness is 30 cm (in solid condition)

BITA

% slip off (optimum)


PT BUKIT ASAM (Persero) Tbk. Engineering, Procurement and Construction of Tarahan Port Expansion Phase 5

100 95

TENDER DOCUMENT - EPC : SECTION 12


Table 2 : Material Granular Gradation for Ballast

Permitted range area (% slip off) 100 90 - 100

12.4 BANTALAN
Bantalan yang dipakai adalah bantalan beton untuk jalan rel sedangkan untuk wesel dipakai bantalan kayu.

Nominal Strainer Size 2 - 3/4 2 - 1 1 - 3/4

Percentage of Passing through 3 2 2 90 -100 1 25 - 30

100 25 - 30 100

95 - 100 35 - 70 100 90 - 100

B. BALAS BAWAH 1. Lapisan balas bawah terdiri dari kerikil halus, kerikil sedang atau pasir kasar dengan gradasi butiran yang memenuhi syarat seperti ditunjukkan dalam tabel 3. 2. Lapisan balas bawah berfungsi sebagai penyaring antara tanah dasar dan lapisan balas atas 3. Lapisan balas bawah harus dapat meneruskan air dengan baik 4. Tebal lapisan balas bawah dibagian tengah adalah 25 cm (dalam kondisi padat) 5. Pada tebing lapisan balas bawah dipasang konstruksi penahan berupa pasangan batu kosong yang dapat menjamin kemantapan lapisan balas bawah seperti ditunjukkan pada gambar. 6. Lapisan balas bawah harus dipadatkan hingga mencapai kepadatan 100 % d 7. Bahan lapisan balas bawah tidak boleh mengandung lumpur (butiran yang dapat melalui ayakan 0.063 mm) > 5 % berat asal. 8. Bahan lapisan balas bawah harus bersih dan tidak boleh mengandung kotoran-kotoran organik dan tumbuhan atau bagian tumbuhan yang dapat membusuk Tabel 3 : Gradation for Subballast

Strainer Size

No Package Rev Date Page

: : : :

10-183 0 Oct 2010 4 of 7

1 0 - 15 20 - 15

3/4 0 - 10 0 - 15

1/2 0-5 0 -5

3/8

no.4

no.8

0-5

B. SUBBALLAST 1. The subballast consists of fine crushed stone, fair crushed stone or coarse and comply with the requirement as shown in table 3 2. The subballast will function to filtering the subgrade and the ballast 3. The subballast must be capable of draining the water well. 4. The thickness of middle subballast is 25 cm (in solid condition) 5. The slope of the subballast is restrained by stone masonry to stabilize the subballast as shown in the drawing 6. Subballast layer shall be compacted to a density of 100 % d 7. The materials for subballast shall not contain mud (granular passing sieve 0.063 mm) of > 5 % than the original weight. 8. The materials for subballast shall be clean and free from organic dirts, plants and rotten parts of plants

3/8 67 50 - 84

no.10 38 26 - 50

no.40 21 12 - 30

no.200 7 0 - 10

12.4 SLEEPER The sleepers are concrete sleepers for railways and wooden sleepers for frog.

BITA

3. Antara rel dan bantalan kayu harus dipasang pelat andas


PT BUKIT ASAM (Persero) Tbk. Engineering, Procurement and Construction of Tarahan Port Expansion Phase 5

4. Jenis kayu yang dipakai antara lain : a) Kayu besi

TENDER DOCUMENT - EPC : SECTION 12


A. BANTALAN BETON 1. Mutu campuran beton harus mempunyai kuat tekan karakteristik > 500 kg/cm2 2. Mutu baja minimum untuk tulangan geser adalah U-24 3. Tegangan putus minimum untuk baja prategang adalah sebesar 17.000 kg/cm2 4. Bantalan beton harus mampu memikul momen minimum sebesar Bawah rel = + 1500 kgm Tengah bantalan = -765 kgm

5. Bentuk penampang bantalan beton harus menyerupai trapesium, dengan luas penampang bagian tengah bantalan tidak kurang dari 85 % luas penampang bagian bawah rel. 6. Ukuran Bantalan Beton : a) Panjang = 200 cm b) Tinggi : - di bawah Rel = 21 cm - di tengah bantalan = 19 cm c) Lebar di bawah rel : - Atas = 15 cm - Bawah = 25 cm d) Lebar di tengah bantalan : - Atas = 15 cm - Bawah = 22,6 cm 7. Jumlah bantalan adalah = 1667 buah setiap kilometer panjang rel 8. Jarak bantalan pada lengkung = 60 cm diukur pada rel luar B. BANTALAN KAYU 1. Untuk bantalan kayu harus memenuhi syarat berikut : a) Utuh dan padat b) Tidak bermata c) Tidak ada lubang bekas ulat d) Tidak ada tanda tanda permulaan lapuk 2. Bantalan kayu sebelum dipergunakan harus diawetkan dengan merata dan sempurna

No Package Rev Date Page

: : : :

10-183 0 Oct 2010 5 of 7

A. CONCRETE SLEEPER 1. The quality of concrete mixture shall have compressive strength is greater than 500 kg/cm2 2. The minimum quality of steel for reinforced shear is U-24 3. Ultimate tensile stress for prestress steel is kg/cm2 17.000

4. Concrete sleeper must be able to support a minimum moment of: Below the rail = + 1500 kgm Middle sleeper = -765 kgm

5. The cross section of the sleeper is shaped like a trapezium with cross section area of middle sleeper is not less than 85 % of the base area directly below the rail 6. Dimension of Concrete Sleeper : a) Length = 200 cm b) Height : - Below the rail = 21 cm - Middle sleeper = 19 cm c) Width of below rail : - Top part = 15 cm - Bottom part = 25 cm d) Width of middle sleeper : - Top part = 15 cm - Bottom part = 22,6 cm 7. The number of sleepers is 1667 pieces in one kilometer railway line 8. The distance between two sleepers on a curve railway line is = 60 cm measured at the outside part of the rail B. WOODEN SLEEPER 1. The requirements of Wooden sleeper are: a) Solid and dense b) No spike knot c) No insect and termite holes d) No decaying surface 2. Wooden sleeper shall be perfectly preserved well before its used 3. Between the rail and wooden sleeper shall be put tieplates 4. Types of wood are : a) Ironwood

BITA

8.
PT BUKIT ASAM (Persero) Tbk. Engineering, Procurement and Construction of Tarahan Port Expansion Phase 5

Rel baru harus terbebas dari macam cacat yaitu:

berbagai

a) Permukaan kepala rel tidak rata b) Retak - retak

TENDER DOCUMENT - EPC : SECTION 12


b) Kayu Jati c) Kayu yang masuk kedalam kelas I dengan tegangan ijin lentur 125 kg/cm2 atau kelas II tegangan ijin lentur 83 kg/cm2 5. Dimensi bantalan kayu: Panjang = 200 cm, Lebar = 22 cm dan Tinggi = 13 cm 6. Bentuk bantalan kayu harus berupa empat persegi panjang pada seluruh tubuh bantalan 7. Jumlah bantalan adalah = 1667 buah setiap kilometer panjang rel 8. Jarak bantalan pada lengkung = 60 cm diukur pada rel luar

12.5

REL

1. Rel yang dipergunakan adalah jenis rel R 54 2. Jenis rel yang dipakai adalah tahan aus dengan komposisi kimia sesuai tabel berikut : rel

Tabel 4 : Chemical composition of rail Sustance C Si Mn P S 3. Kuat tarik minimum rel adalah 90 kg/mm2 4. Berat Jenis rel adalah 7,85 gr/cm3 5. Kekerasan minimum bagian atas kepala rel adalah 240 Brinell 6. Kelurusan rel diperiksa pada setiap jarak 1,50 meter. Penyimpangan kelurusan yang diperkenankan pada setiap jarak tersebut untuk re R-54 adalah ; a) Ke samping < 0,5 mm b) Ke atas < 0,5 mm c) Ke bawah < 0,3 mm 7. Batang rel tidak boleh terpuntir

b) Cracks
No Package Rev Date Page : : : : 10-183 0 Oct 2010 6 of 7

BITA

b) Teak wood c) First class wood with the ultimate tensile strength of 125 kg/cm2 or the second class with the ultimate tensile strength of 83 kg/cm2 5. Dimension of wooden sleeper: Lenght = 200 cm, width = 22 cm dan height = 13 cm 6. The shape of wooden sleeper shall be a rectangular. 7. Number of sleepers is 1667 pieces for one kilometer rail length 8. Distance of two sleepers on a curve railway is 60 cm measured at the outside part of the rail

12.5 RAIL 1. The type of rail is R - 54 2. The type of rail should be high weather endurance rail with the chemical composition of::

Contain (%) 0,60 - 0,80 0,15 - 0,35 0,90 - 1,10 Max 0,035 Max 0,025 3. Minimum tensile strength of rail is 90

kg/mm2 4. Density of rail is 7,85 gr/cm3 5. Minimum hardness of rail at the top part of rail is 240 Brinell 6. The alignment of the rail shall be checked at every 1.50 meter. Tolerable alignment deviations in such a distance for R-54 are a) Sideways of < 0,5 mm b) Upwards of < 0,5 mm c) Downwards of < 0,3 mm 7. Rail rod shall not be twisted 8. New rail shall be free from defects such as : a) Uneven top rail surface

PT BUKIT ASAM (Persero) Tbk. Engineering, Procurement and Construction of Tarahan Port Expansion Phase 5

No Package Rev Date Page

: : : :

10-183 0 Oct 2010 7 of 7

TENDER DOCUMENT - EPC : SECTION 12


c) Terdapat cacat pada bidang permukaan lainnya c) Any defects on other surfaces

12.6 WESEL
1. Wesel yang dipakai adalah wesel R-54 dengan sudut 1 : 12 2. Wesel yang dipakai adalah wesel yang merupakan satu kesatuan yang dibuat khusus

12.6 FROG (RAILWAY SWITCH) 1. The type of frog is frog R-54 with an angle of 1 : 12 2. The frog used is unity frog specially design for this purposes

12.7 12.7 PENAMBAT


Penambat yang dipakai adalah penambat jenis Pandrol seperti ditunjukkan didalam gambar)

TIES

The type of ties is Pandrol ties (as shown in the diagram)

12.8 SIGNAL HOUSE 12.8 RUMAH SINYAL


Rumah sinyal dibangun dengan ukuran 4x6 m2 Pekerjaan harus dikerjakan sesuai dengan gambar rencana dan tidak boleh menyimpang dari ketentuan / persyaratan bangunan sipil/gedung Untuk pekerjaan besi kanal NP 18 untuk tempat kedudukan perkakas hendel tidak termasuk dalam hitungan bangunan karena sudah dimasukkan ke dalam anggaran perkakas hendel. Lantai papan menjadi tanggungan pelaksana pekerjaan sinyal. Di rumah sinyal ini akan dipasang peralatan untuk melayani sinyal dan wesel. Signal House is built at the size of 4 bx 6 m2 The signal ouseox shall be constructed in accordance with the drawing and shall not deviate from the building construction requirement. The NP 18 Canal steel work to place handling equipment is excluded in the building design/calculation, because it has been included in the handling equipment budget. Wooden floor shall be borne by the contractor of signal work. In this signal house, equipment shall be installed in order to serve signal and frogs.

BITA