Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA KLINIK

REPIANTIKA 31108010

STIKES BHAKTI TUNAS HUSADA PRODI S-1 FARMASI TASIKMALAYA 2011

JUDUL PRAKTIKUM 1. Laju Endap Darah dan Hb TUJUAN PRAKTIKUM 1. Menyiapkan pasien untuk pemeriksaan Laju Endap Darah dan Haemoglobin dalam darah 2. Menginterprestasikan hasil lab yang diperoleh DASAR TEORI Proses pengendapan darah terjadi dalam 3 tahap yaitu tahap pembentukan rouleaux, tahap pengendapan dan tahap pemadatan. Di laboratorium cara untuk memeriksa laju endap darah yang sering dipakai adalah cara Wintrobe dan cara Weetergren. Pada cara Wintrobe nilai rujukan untuk wanita 0 -- 20 mm/jam dan untuk pria 0 -- 10 mm/jam, sedang pada cara Westergren nilai rujukan untuk wanita 0 -- 15 mm/jam dan untuk pria 0 10 mm/jam. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi laju endap darah adalah faktor eritrosit, faktor plasma dan faktor teknik. Jumlah eritrosit/ul darah yang kurang dari normal, ukuran eritrosit yang lebih besar dari normal dan eritrosit yang mudah beraglutinasi akan menyebabkan laju endap darah cepat. Walau pun demikian, tidak semua anemia disertai laju endap darah yang cepat. Pada anemia sel sabit, akantositosis, sferositosis serta poikilositosis berat, laju endap darah tidak cepat, karena pada keadaan-keadaan ini pembentukan rouleaux sukar terjadi. Pada polisitemia dimana jumlah eritrosit/ l darah meningkat, laju endap darah normal. Pembentukan rouleaux tergantung dari komposisi protein plasma. Peningkatan kadar fibrinogen dan globulin mempermudah pembentukan roleaux sehingga laju endap darah cepat sedangkan kadar albumin yang tinggi menyebabkan laju endap darah lambat.

ALAT DAN BAHAN Spektrofotometer, kuvet, botol semprot, tabung reaksi, rak tabung, clinipet, pipet mikro, Tabung wintrobe, Na sitrat, Reagen drabkins

PROSEDUR 1. Pemeriksaan LED

darah vena + antikoagulan (4:1)

masukan dalam tabung wintrobe sampai tanda batas 0

Letakan tabung secara tegak lurus pada rak tabung

diamkan selama 1 jam

2. Pemeriksaan kadar Hb

masukan darah kedalam tabung yg telah di isi reagen drabkins

tunggu 5 menit

ukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 540 nm

PEMBAHASAN Laju endap darah terutama mencerminkan perubahan protein plasma yang terjadi pada infeksi akut maupun kronik, proses degenerasi dan penyakit limfoproliferatif. Peningkatan laju endap darah merupakan respons yang tidak spesifik terhadap kerusakan jaringan dan merupakan petunjuk adanya penyakit. Bila dilakukan secara berulang laju endap darah dapat dipakai untuk menilai perjalanan penyakit seperti tuberkulosis, demam rematik, artritis dan nefritis. Laju endap darah yang cepat menunjukkan suatau lesi yang aktif, peningkatan laju endap darah dibandingkan sebelumnya menunjukkan proses yang meluas, sedangkan laju endap darah yang menurun dibandingkan sebelumnya menunjukkan suatu perbaikan Selain pada keadaan patologik, laju endap darah yang cepat juga dapat dijumpai pada keadaan-keadaan fisiologik seperti pada waktu haid, kehamilan setelah bulan ketiga dan pada orangtua Yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan LED adalah faktor teknik yang dapat menyebabkan kesalahan. Selama pemeriksaan tabung atau pipet harus tegak lurus; miring dapat menimbulkan kesalahan 30%. Tabung atau pipet tidak boleh digoyang atau bergetar, karena ini akan mempercepat pengendapan. Suhu optimum selama pemeriksaan adalah 20C, suhu yang tinggi akan mempercepat pengendapan dan sebaliknya suhu yang rendah akan memperlambat. Bila darah yang diperiksa sudah membeku sebagian hasil pemeriksaan laju endap darah akan lebih lambat karena sebagian fibrinogen sudah terpakai dalam pembekuan. Pemeriksaan laju endap darah harus dikerjakan dalam waktu 2 jam setelah pengambilan darah, karena darah yang dibiarkan terlalu lama akan berbentuk sferik sehingga sukar membentuk rouleaux dan hasil pemeriksaan laju endap darah menjadi lebih lambat.

KESIMPULAN Berdasarkan hasil praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa kadar Hb yang dianalisis secara spektrofotometri memiliki absorbansi sebesar 0,208 dan pemeriksaan LED yang dilakukan menunjukan bahwa laju endap darah tersebut normal.