sinopsis siti nurbaya

Identitas Buku
Judul Pengarang Penerbit Cetakan Tahun Terbit Seri BP : Siti Nurbaya ( Kasih Tak Sampai ) : Marah Rusli : Balai Pustaka : 20 : 1990 : 575

Tempat Terbit : Jakarta Tebal Buku Pelaku : 271 halaman : Siti Nurbaya, Samsulbahri, Datuk Maringgih, Baginda Sulaiman, dan Sultan Mahmud. Sinopsis :

SITI NURBAYA (Kasih Tak Sampai)
Karya Marah Rusli Ibunya meninggal saat Siti Nurbaya masih kanak-kanak, maka bisa dikatakan itulah titik awal penderitaan hidupnya. Sejak saat itu hingga dewasa dan mengerti cinta ia hanya hidup bersama Baginda Sulaiman, ayah yang sangat disayanginya. Ayahnya adalah seorang pedagang yang terkemuka di kota Padang. Sebagian modal usahanya merupakan uang pinjaman dari seorang rentenir bernama Datuk Maringgih. Pada mulanya usaha perdagangan Baginda Sulaiman mendapat kemajuan pesat. Hal itu tidak dikehendaki oleh rentenir seperti Datuk Maringgih. Maka untuk

Pada suatu hari ketika Samsulbahri sedang liburan kembali ke Padang. kekasihnya yang sedang sekolah di stovia. serta yang lainnya Datuk Maringgih memerintahkan untuk membakar toko Baginda Sulaiman. asalkan Baginda Sulaiman mau menyerahkan Siti Nurbaya. kasihnya yang begitu dalam pada Samsulbahri kandas sudah akibat petaka yang menimpa keluarganya. Siti Nurbaya menangis menghadapi kenyataan bahwa dirinya yang cantik dan muda belia harus menikah dengan Datuk Maringgih yang tua bangka dan berkulit kasar seprti kulit katak. Yaitu menyarahkan puterinya Siti Nurbaya kepada Datuk Maringgih untuk dijadikan istri. Dan inilah kesempatan yang dinanti-nantikan oleh Datuk Maringgih. Cintanya yang menggebu-gebu padanya kandas sudah. Dengan demikian hancurlah usaha Baginda Sulaiman. Lebih sedih lagi ketika ia teringat Samsulbahri. Maka dengan seluruh orang suruhanya. hatinya pun begitu hancur pula. Samsulbahri . Datuk Maringgih sangat marah melihat mereka berdua yang sedang duduk bersenda gurau itu. namun demi keselamatan dan kebahagiaan ayahandanya ia mau mengorbankan kehormatan dirinya dengan Datuk Maringgih.melampiaskan keserakahannya Datuk Maringgih menyuruh kaki tangannya membakar semua kios milik Baginda Sulaiman. puterinya. Jakarta. Datuk Maringgih mendesak Baginda Sulaiman yang sudah tak berdaya agar melunasi semua hutangnya. sehingga Datuk maringgih berusaha menganiaya Siti Nurbaya. Menghadapi kenyataan seperti itu Baginda Sulaiman yang memang sudah tak sanggup lagi membayar hutang-hutangnya tidak menemukan pilihan lain selain yang ditawarkan oleh Datuk Maringgih. Ia jatuh miskin dan tak sanggup membayar hutang-hutangnya pada Datuk Maringgih. Samsulbahri yang berada di Jakata mengetahui peristiwa yang terjadi di desanya. ia dapat bertemu empat mata dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Maringgih. yaitu pendekar lima. Boleh hutang tersebut dapat dianggap lunas. Dan begitupun dengan Siti Nurbaya sendiri. kepada Datuk Maringgih. pendekar empat serta pendekar tiga. Dia sangat terpukul oleh kenyataan itu. terlebih karena Siti Nurbaya mengirimkan surat yang menceritakan tentang nasib yang dialami keluarganya. Pertemuan itu diketahui oleh Datuk Maringgih sehingga terjadi keributan. Sungguh berat memang.

karena surat telegram Datuk Maringgih yang memfitnah Siti Nurbaya. tetapi marabahaya berikutnya menunggunya di daratan. Setibanya di Jakarta. Karena saking kaget dan takut. timbul niatnya untuk pergi menyusul Samsulbahri ke Jakarta. karena dianggap telah mencoreng nama baik keluarganya dan adat istiadat. tetapi akhirnya jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir. walaupun dia selamat dari marabahaya tersebut. Tetapi Siti Nurbaya diselamatkan oleh seseorang yang telah memegang bajunya hingga dia tidak jadi jatuh ke laut. Mendengar teriakan anak yang sangat dicinatianya itu baginda Sulaiman berusaha bangkit. Sehingga Samsulbahri diusir dan harus kembali ke Jakarta dan ia benrjanji untuk tidak kembali lagi kepada keluargannya di Padang. Sejak saat itu Samsulbahri tidak meneruskan sekolahnya dan memasuki dinas militer. Siti Nurbaya berteriakteriak keras hingga teriakan Siti Nurbaya terdengar oleh ayahnya yang tengah terbaring karena sakit keras karena derita beruntun yang menimpanya. Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam. . ayah Samsulbahri yaitu Sultan Mahmud yang kebetulan menjadi penghulu kota Padang. Sehingga memaksa Siti Nurbaya kembali dengan perantaraan polisi. Tak lama kemudian Siti Nurbaya meninggal dunia karena memakan lemang beracun yang sengaja diberikan oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Siti Nurbaya yang mendengar bahwa kekasihnya diusir orang tuanya. bahwa dia ke Jakarta telah membawa lari emasnya atau hartanya. Sementara itu Samsulbahri yang ada di Jakarta hatinya hancur dan penuh dendam kepada Datuk Maringgih yang telah merebut kekasihnya. Siti Nurbaya kembali ke kampunyanya dan tinggal bersama bibinya. Tetapi. Akan tetapi mujurlah karena ia tak meninggal. oleh karena itu Siti Nurbaya diusirnya. Mendengar itu. naumun di tengah perjalanan dia hampir meninggal dunia.Karena dengan siasat dan fitnah dari Datuk Mariggih Siti Nurbaya ditangkap polisi. ia terjatuh kelaut karena ada seseorang yang mendorongnya.tidak mau membiarkan kekasihnya dianiaya. Kematian Siti Nurbaya itu terdengar oleh Samsulbahri sehingga ia menjadi putus asa dan mencoba melakukan bunuh diri. maka Datuk Maringgih dia pukul hingga terjerembab jatuh ketanah. malu atas perbuatan anaknya.

Datuk Maringgih jatuh tersungkur. Zuber Usman.B. Ketika bertemu dengan Datuk Maringgih dalam suatu keributan tanpa berpikir panjang lagi Samsulbahri menembaknya. Secara tematik. dikisahkan dikota Padang sering terjadi huru-hara dan tindak kejahatan akibat ulah Datuk Maringgih dan orang-orangnya. dia minta agar dipertemukan dengan ayahnya untuk minta maaf atas segala kesalahannya. tetapi juga mengandung kritik yang tajam terhadap adapt-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Dan di situlah kedua kekasih ini bertemu terakhir dan bersama untuk selama-lamanya. Novel ini pula yang pertama kali menampilkan masalah perkawinan . namun sebelum tewas ia sempat membacok kepala Samsulbahri dengan parangnya. Namun.Sepuluh tahun kemudian. novel ini tidak hanya menampilkan latar social lebih jelas. sebelum dia meninggal dunia. yang sangat melanggar adat istiadat dan memalukan itu. Ayah Samsulbahri juga sangat menyesal telah mengata-ngatai dia tempo dulu. Samsulbahri yang mengubah namanya menjadi Letnan Mas segera menyerbu kota Padang. dia dikuburkan di Gunung Padang dekat dengan kuburan kekasihnya Siti Nurbaya. Samsulbahripun meninggal dunia. Perminataan itu dikabulkan oleh ayahnya. Setelah berhasil betemu dengan ayahnya. Ajip Rosidi. Samsulbahri yang telah berpangkat Letnan dikirim untuk melakukan pengamanan. Samsulbahri alias Letnan Mas segera dilarikan ke rumah sakit. Jassin. yaitu ketika kejadian Samsulbahri memukul Datuk Maringgih dan mengacau keluarga orang. seperti yang disinggung H. Sewaktu di rumah sakit. maupun Teeuw. sebelum meninggal dia minta kepada orangtuanya agar nanti di kuburkan di Gunung Padang dekat kekasihnya Siti Nurbaya. Sapardi Djoko Damono. SITI NURBAYA (Kasih Tak Sampai) Pengarang : Marah Rusli (7 Agustus 1889-17 Januari 1968) Penerbit : Balai Pustaka Hampir semua kritikus sastra Indonesia menempatkan novel Sitti Nurbaya ini sebagai karya penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia.

tinggal seorang Saudagar kaya bernama Baginda Sulaiman. persahabatan mereka makin erat. novel ini memperoleh hadiah penghargaan dari pemerintah Indonesia sebagai hadiah tahunan yang diberikan setiap tanggal 17 Agustus. Apalagi. Sejak anak-anak sampai usia mereka menginjak remaja. berjalan dengan baik. Sutan Mahmud Syah termasuk salah seorang bangsawan yang cukup terkenal di Padang.dalam hubungannya dengan persoalan adat. ulasannya masih terus banyak dilakukan. Berbagai artikel maupun makalah yang membahas novel ini sudah banyak ditulis oleh para pengamat sastra Indonesia. Putrinya. Pada tahun 1969. Sebagaimana umumnya kehidupan bertetangga. Untuk pengajaran sastra di tingkat sekolah lanjutan. Perasaan tersebut baru mereka sadari ketika Samsulbahri akan berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya. Inilah ringkasannya. baik dalam maupun luar negeri.kini Hadiah Tahunan Pemerintah ini tidak dilanjutkan lagi. maupun dalam konteks social dan emansipasi wanita. Bersebelahan dengan rumah Sutan Mahmud Syah. keduanya belajar di sekolah yang sama. juga merupakan anak tunggal keluarga kaya-raya itu. novel ini merupakan salah satu novel wajib. Pada tahun 1963 saja. di Malaysia itu. Tahun 1991. Sitti Nurbaya. Hubungan kedua remaja itu berkembang menjadi hubungan cinta. anak tunggal yang berbudi dan berprilaku baik. mempunyai putra bernama Samsulbahri. Di Malaysia. Begitu pula hubungan Samsulbahri dan Sitti Nurbaya. Hingga kini. . baik dalam konteks sejarah kesusastraan Indonesia modern. novel ini terbit pula dalam edisi bahasa Melayu. Sitti Nurbaya sudah mengalami cetak ulang ke-11. hubungan antara keluarga Sutan Mahmud Syah dan keluarga Baginda Sulaiman. yang kemudian banyak diikuti oleh pengarang-pengarang Indonesia sesudahnya. Penghulu yang sangat disegani dan dihormati penduduk disekitarnya itu. TVRI menyiarkan sinetron Sitti Nurbaya dengan pemeran utamanya Novia Kolopaking (sebagai Sitti Nurbaya) dan Gusti Randa (sebagai Samsulbahri).

salah seorang saudagar kaya di Padang.” demikian Datuk Meringgih berkata (hlm. ia pasrah saja digiring polisi dan siap menjalsni hukuman. Bagi Datuk Meringgih kedatangan Baginda Sulaiman itu ibarat “Pucuk dicinta ulam tiba”. Tentu saja Datuk Meringgih tidak mau rugi. mendengar peristiwa yang menimpa diri kekasihnya itu lewat surat Sitti Nurbaya. Sitti Nurbaya keluar dari kamarnya dan menyatakan bersedia menjadi istri Datuk Meringgih asalkan ayahnya tidak dipenjarakan. Ia tak dapat melunasi utangnya. Ia kemudian menyuruh anak buahnya untuk membakar dan menghancurkan bangunan. makin hari makin bertambah maju. Oleh karena itu. “Aku sesungguhnya tidak senang melihat perniagan Baginda Sulaiman. ia meminjam uang kepada orang yang sebenarnya akan mencelakakan Baginda Sulaiman. Tanpa belas kasihan. Baginda Sulaiman tentu saja tidak mau putrid tunggalnya menjadi korban lelaki hidung belang itu walaupun sbenarnya ia tak dapat berbuat apa-apa. 92). Rentenir kikir yang tamak dan licik itu. Samsulbahri. Suatu putusan yang kelak akan menceburkan Sitti Nurbaya pada penderitaan yang berkepanjangan. tanpa prasangka apa-apa. ketika ia sadar bahwa dirinya tak sanggup untuk membayar utangnya. Oleh sebab itu. ia belum menyadari bahwa sesungguhnya. kemudian meminjamkan uang kepada Baginda Sulaiman dengan syarat harus dapat dilunasi dalam waktu tiga bulan. Pada saat itulah. Ia menganggap Baginda Sulaiman sebagai saingannya yang harus disingkirkan. dan semua harta kekayaan Baginda Sulaiman. kecuali apabila Sitti Nurbaya diserahkan untuk dijadikan istri mudanya. Datuk Meringgih pun dating menagih janji. Baginda Sulaiman kini jatuh miskin. juga ikut prihatin. ia akan mengancam akan memenjarakan Baginda Sulaiman jika utangnya tidak segera dilunasi. Cintanya kepada Sitti Nurbaya tidak mudah begitu saja ia .Sementara itu. kejatuhannya akibat perbuatan licik Datuk Meringgih. sehingga berani ia bersaing dengan aku. di samping rasa iri hatinya melihat harta kekayaan ayah Sitti Nurbaya itu. hendaklah ia dijatuhkan. Malang bagi Baginda Sulaiman. Maka. Akal busuk Datuk Meringgih berhasil. Pada saat yang telah ditetapkan. berusaha untuk menjatuhkan kedudukan Baginda Sulaiman. karena memang hal itulah yang diharapkannya. Datuk Meringgih. sejauh itu. Namun. took-toko.

Oleh karena itu. kemudian mengusir Samsulbahri. akibat tipu muslihat dan akal licik Datuk Meringgih yang menuduhnya telah mencuri harta perhiasan bekas suaminya itu. ayah Sitti Nurbaya berusaha datang ke tempat kejadian. Berita kematian Sitti Nurbaya dan ibu Samsulbahri. sejak ayahnya meninggal merasa dirinya telah bebas dan tidak perlu lagi tunduk dan patuh kepada Datuk Meringgih. sampai juga ke Jakarta. Sementara Sitti Nurbaya. berusaha membela diri dari tuduhan keji itu. Sitti Nurbaya bermaksud menyusul kekasihnya ke Jakarta. Ayah Samsulbahri yang merasa maluatas tuduhan yang ditimpakan kepada anaknya. Sitti Nurbaya meninggal karena keracunan. ketika liburan. mula-mula mencoba bunuh diri. Beruntung. karena kondisinya yang kurang sehat. Samsulbahri yang tidak merasa tidak melakukan hal yang tidak patut. Sitti Nurbaya terpaksa kembali ke Padang. Sitti Nurbaya pada saat yang sama sedang menjenguk ayahnya. Namun. berita kematian Sitti Nurbaya membuat sedih ibu Samsulbahri. Ia kemudian menyuruh seseorang untuk meracun Sitti Nurbaya. Datuk Meringgih masih juga belum puas. Namun. ia pulang ke Padang. Sifat Meringgih yang culas dan selalu berprasangka itu. Namun. Pemuda itu terpaksa kembali ke Jakarta. Samsulbahri yang merasa amat berduka. akhirnya ia bebas dari tuduhan. dan menyempatkan diri menengok Baginda Sulaiman yang sedang sakit. Kali ini. Pertengkaran pun tak dapat dihindarkan. Ternyata ekor perkelahian itu tak hanya sampai di situ. datanglah Datuk Meringgih. Tanpa sengaja. dan tidak berapa lama kemudian meninggal dunia. tentu saja menyangka kedua orang itu telah melakukan perbuatan yang tidak pantas. ia jatuh dari tangga hingga menemui ajalnya.lupakan. keduanya pun bertemu lalu saling menceritakan pengalaman masing-masing. Ia kemudian jatuh sakit. Kebetulan pula. Sejak saat itu ia tinggal menumpang bersama salah seorang familinya yang bernama Aminah. Rupanya. Ketika mereka sedang asyik mengobrol. Sekali waktu. . Pada saat pertengkaran terjadi. perbuatannya berhasil. Oleh karena Sitti Nurbaya tidak bersalah.

Letnan Mas mendapat perlawanan cukup sengit. Arifin. ia tak dapat begitu saja melupakan tanah leluhurnya itu. Rupanya. Ia juga sekarang lebih dikenal dengan nama Letnan Mas. cukup parah. pertemuan yang mengharukan antara “Si anak yang hilang” dan ayahnya itu merupakan pertemuan terakhir sekaligus akhir hayat kedua orang itu. dapat menggagalkan tindakan nekat Samsulbahri. Sebenarnya. Ia terpaksa dirawat dirumah sakit. Ternyata pemberontakan yang terjadi di Padang itu didalangi oleh Datuk Meringgih. hingga dalang pemberontak itu tewas. ia sempat bimbang juga ketika mendapat tugas harus memimpin pasukannya memadamkan pemberontakan yang terjadi di Padang. begitu tahu bahwa Samsulbahri yang dikiranya telah meninggal beberapa tahun lamanya tiba-tiba kini tergolek kaku menjadi mayat akhirnya pun meninggal dunia pada keesokan harinya. Bagaimanapun. lain lagi berita yang sampai ke Padang. akhirnya ia berhasil menumpasnya.awan pemberontak itu. Letnan Mas luka parah terkena sabetan pedang Datuk Meringgih. Sepuluh tahun berlalu. melainkan terdorong oleh rasa frustasinya mendengar orang-orang yang dicintainya telah meninggal. Adapun Sutan Mahmud Syah. Oleh karena setelah Letnan Mas menyatakan bahwa ia Samsulbahri. ia menjadi serdadu kompeni bukan karena ia ingin mengabdi kepada kompeni. Namun. termasuk juga menembak Datuk Meringgih. ia mengembuskan napas di depan ayahnya sendiri. Dalam pertempuran me. Samsulbahri kini telah menjadi serdadu kompeni dengan pangkat letnan. Namun. Di kota ini. . kepala Letnan Mas yang terluka itu.temannya. Namun. Oleh karena itu. Pada saat itulah timbul keinginan Letnan Mas untuk berjumpa dengan ayahnya. Ternyata. Samsulbahri dikabarkan telah meninggal dunia.

Ia selal teringat kepada kedua gadis itu. tinggap di Martapura. Yusuf pun kemudian dengan senang hati menemani keduanya berjalan-jalan. keduanya pergi ke pasar ikan. Esok harinya. Pertemuan itu berlanjut dengan perkenalan. Bagi yusuf.Layar Terkembang sulung Raden Wiriatmadja. Sesungguhnya ia bermaksud menghabiskan masa liburannya bersama keindahan tanah leluhurnya. Perkenalan yang tiba-tiba itu menjadi semakin akrab dengan diantarnya Tuti dan Maria pulang. Suatu hari. Yusuf pulang ke rumah orang tuanya di Martapura. Pemuda itu bernama Yusuf. Ayahnya adalah Demang Munaf. Dalam . seorang Mahasiswa Sekolah Tinggi Kedokteran di Jakarta. Dalam kongres Putri Sedar yang berlangsung di Jakarta. memancarkan semangat hidup yang dinamis. tanpa disangka-sangka ia bertemu lagi dengan Tuti dan Maria di depan Hotel Des Indes. Watak Tuti yang selalu serius dan cenderung pendiam sangat berbeda dengan adiknya Maria. Cukup hangat mereka bercakap-cakap mengenai berbagai hal. Ketika sedang asyik melihat-lihat akuarium. Menurutnya wajah Maria yang cerah dan berseri-seri serta bibirnya yang selalu tersenyum itu. Ia seorang gadis yang lincah dan periang. Sumatra Selatan. perteman itu ternyata berkesan cukup mendalam. ketika Yusuf pergi ke sekolah. Suatu petunjuk yang memperlihatkan cita-cita Tuti untuk memajukan kaumnya. Dia dikenal sebagai seorang gadis yang pendiam teguh dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi wanita. pertemuan antara Yusuf dan Maria berlangsung lebih kerap. mereka bertemu dengan seorang pemuda. namun ternyata ia tak dapat menghilangkan rasa rindunya kepada Maria. Kepada gadis lincah inilah perhatian Yusuf lebih banyak tertumpah. Sementara itu Tuti dan ayahnya melihat hubungan kedua remaja itu tampak sudah bukan lagi hubungan persahabatan biasa. Pada masa liburan. ia sempat berpidato yang isinya membicarakan emansipasi wanita. dan terutama Maria. Sejak itu. Tuti sendiri terus disibuki oleh berbagai kegiatannya.

ternyata juga mampu membimbing masyarakat sekitarnya menjadi sadar akan . keadaan Maria makin bertambah parah. Kehidupan suami istri yang melewati hari-harinya dengan bercocok tanam itu. Pada suatu kesempatan. Yusuf memutuskan untuk kembali ke Jakarta. kemudian menyusul sang kekasih ke Bandung. Setelah mendapat restu ibunya. disitulah mata Tuti mulai terbuka dalam memandang kehidupan di pedesaan. Berikutnya. Supomo dipandangnya sebagai bukan lelaki idamannya. disaat Tuti dan Yusuf berlibur di rumah Ratna dan Saleh di Sindanglaya. Dalam kesempatan itulah. Namun keadaannya tidak juga mengalami perubahan. Sementara hari-hari Maria penuh dengan kehangatan bersama Yusuf. Supomo. Lelaki itu pernah mengirimkan surat cintanya kepada Tuti.keadaan demikian. Sindanglaya Jawa Barat. pemuda itu pun segera meninggalkan Martapura. Maria mengidap penyakit TBC. Saat itulah tiba adik Supomo yang ternyata disuruh Supomo untuk meminta jawaban Tuti perihal keinginandsnya untuk menjalin cinta dengannya. Lebih daripada itu. Sesungguhpun demikian pikiran Tuti tidak urung diganggu oleh keinginannya untuk merasakan kemesraan cinta. Perawatan terhadap Maria sudah berjalan sebulan lebih lamanya. Kali ini mengabarkan perihal perjalannya bersama Rukamah. Sementara itu. saudara sepupunya yang tinggal di Bandung. Dokter yang merawatnya menyarankan agar Maria dibawa ke rumah sakit TBC di Pacet. Tampaknya ia sudah pasrah menerima kenyataan. Kemudian diputuskan untuk merawatnya di rumah sakit. Setelah membaca surat itu. datang pula kartu pos dari Maria yang justru membuatnya makin diserbu rindu. surat Maria datang lagi. Ketika Maria mendadak terkena demam malaria. Kedatangan Yusuf tentu saja disambut hangat oleh Maria dan Tuti. Tuti sendiri lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca buku. Maria mulai merasakan kondisi kesehatan yang makin lemah. Yusuf menyatakan cintanya kepada Maria. Maka segera ia menulis surat penolakannya. Ternyata menurut keterangan dokter. Ingat pula ia pada teman sejawatnya. Kedua sejoli itu pun melepas rindu masing-masing dengan berjalan-jalan di sekitar air terjun di Dago. Tuti menjaganya dengan sabar. Sesungguhpun gadis itu sebenarnya sedang merindukan cinta kasih seorang.

kecuali melangsungkan perkawinan karena cinta keduanya memang sudah tumbuh bersemi. “Alangkah bahagianya saya di akhirat nanti. Dokter yang merawatnya pun rupanya sudah tak dapat berbuat lebih banyak lagi. Inilah permintaan saya yang penghabisan dan saya. pengabdian itu dapat dilakukan. tetapi juga di desa atau di masyarakat mana pun. Lalu sesuai dengan pesan tersebut Yusuf dan Tuti akhirnya tidak dapat berbuat lain. Sejalan dengan keadaan hubungan Yusuf dan Tuti yang belakangan ini tampak makin akrab. sebagaimana yang selama ini ia lakukan. Demikianlah pesan terakhir almarhum Maria. saya tidak rela selama-lamanya kalau kakandaku masing-masing mencari peruntungan pada orang lain”. kalau saya tahu. bahwa kakandaku berdua hidup rukun dan berkasih-kasihan seperti kelihatan kepada saya dalam beberapa hari ini. Kemudian setelah Maria sempat berpesan kepada Tuti dan Yusuf agar keduanya tetap bersatu dan menjalin hubungan rumah tangga. Keadaan tersebut benar-benar telah menggugah alam pikiran Tuti. mengabdi kepada masyarakat tidak hanya dapat dilakukan di kota atau dalam kegiatan-kegiatan organisasi. Ia menyadari bahwa kehidupan mulia. . kondisi kesehatan Maria sendiri justru kian mengkhawatirkan.pentingnya pendidikan. Maria mengjhembuskan napasnya yang terakhir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful