Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagian besar senyawa kimia ditemukan di alam dalam keadaan yang tidak
murni. Biasanya, suatu senyawa kimia berada dalam keadaan tercampur dengan
senyawa lain. Untuk beberapa keperluan seperti sintesis senyawa kimia yang
memerlukan bahan baku senyawa kimia dalam keadaan murni atau proses produksi
suatu senyawa kimia dengan kemurnian tinggi, proses pemisahan perlu dilakukan.
Proses pemisahan sangat penting dalam bidang teknik kimia secara mendasar,
proses pemisahan dapat diterangkan sebagai proses perpindahan massa. Proses
pemisahan sendiri dapat diklasiIikasikan menjadi proses pemisahan secara mekanis
atau kimiawi. Pemilihan jenis proses pemisahan yang digunakan bergantung pada
kondisi yang dihadapi. Pemisahan secara mekanis dilakukan kapanpun
memungkinkan karena biaya operasinya lebih murah dari pemisahan secara kimiawi.
Untuk campuran yang tidak dapat dipisahkan melalui proses pemisahan mekanis
(seperti pemisahan minyak bumi), proses pemisahan kimiawi harus dilakukan. Proses
pemisahan suatu campuran dapat dilakukan dengan berbagai metode.
Metode pemisahan yang dipilih bergantung pada Iasa komponen penyusun
campuran. Suatu campuran dapat berupa campuran homogen (satu Iasa) atau
campuran heterogen (lebih dari satu Iasa). Suatu campuran heterogen dapat
mengandung dua atau lebih Iasa: padat-padat, padat-cair, padat-gas, cair-cair, cair-
gas, gas-gas, campuran padat-cair-gas, dan sebagainya. Pada berbagai kasus, dua atau
lebih proses pemisahan harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil
pemisahan yang diinginkan.
Proses pemisahan suatu campuran homogen, prinsipnya merupakan
pemisahan dari terbentuknya suatu Iasa baru sehingga campuran menjadi suatu
campuran heterogen yang mudah dipisahkan. Fasa baru terjadi / terbentuk dari
adanya perbedaan siIat Iisik dan kimiawi masing-masing komponen. Berbagai
metode yang digunakan untuk terjadinya suatu Iase baru sehingga campuran
homogen dapat dipisahkan, salah satunya adalah dengan elektroIoresis.
ElektroIoresis adalah teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan
berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik. Medan listrik
dialirkan pada suatu medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan.
Teknik ini dapat digunakan dengan memanIaatkan muatan listrik yang ada
pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatiI. Jika molekul yang
bermuatan negatiI dilewatkan melalui suatu medium, kemudian dialiri arus listrik dari
suatu kutub ke kutub yang berlawanan muatannya maka molekul tersebut akan
bergerak dari kutub negatiI ke kutub positiI. Kecepatan gerak molekul tersebut
tergantung pada nisbah muatan terhadap massanya serta tergantung pula pada bentuk
molekulnya. Jenis elektroIoresis antara lain, elektroIoresis kertas, elektroIoresis gel,
dan elektroIoresis kapiler.
ElektroIoresis kertas adalah jenis elektroIoresis yang terdiri dari kertas
sebagai Iase diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai Iase gerak, terutama
ialah ion-ion kompleks. Pemisahan ini terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi
sepanjang sistem pemisahan. Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada
muatan atau valensi zat terlarut, luas penampang, tegangan yang digunakan,
konsentrasi elektrolit, kekuatan ion, pH, viskositas, dan adsorpsivitas zat terlarut.
ElektroIoresis gel ialah elektroIoresis yang menggunakan gel sebagai Iase
diam untuk memisahkan molekul-molekul. Awalnya elektoIoresis gel dilakukan
dengan medium gel kanji (sebagai Iase diam) untuk memisahkan biomolekul yang
lebih besar seperti protein-protein. Kemudian elektroIoresis gel berkembang dengan
menjadikan agarosa dan poliakrilamida sebagai gel media.
ElektroIoresis kapiler adalah metode elektroIoresis yang digunakan untuk
memisahkan asam amino, protein, lipid, karbohidrat, dan nukleotida dengan resolusi
tinggi yang dilakukan pada pipa kapiler berisi buIIer. Metode ini mulai digunakan
secara luas pada akhir tahun 1940 untuk aplikasi dalam berbagai bidang seperti
bioteknologi, kimia, lingkungan, dan analisis Iarmasi. ElektroIoresis kapiler
menggunakan listrik bertegangan tinggi yang menyebabkan semua komponen ion
atau molekul netral bergerak ke katoda. Deteksi dapat dilakukan dengan teknik
pendeteksian spektrometri atau elektrokimia. Teknik pemisahan ini dipengaruhi oleh
tegangan listrik, koeIisien diIusi, panjang, dan diameter pipa kapiler, serta konsentrasi
sampel. Metode ini memiliki eIisiensi dan selektivitas yang baik namun boros listrik
karena menggunakan tegangan tinggi dan alatnya juga mahal.
ElektroIoresis kapiler (CE), juga dikenal sebagai zona elektroIoresis kapiler,
dapat digunakan untuk memisahkan spesies ion oleh muatan mereka dan gesekan
kekuatan dan radius hidrodinamika. ElektroIoresis, bermuatan listrik bergerak analit
dalam konduktiI cairan menengah bawah pengaruh suatu medan listrik.
Diperkenalkan pada tahun 1960-an, teknik elektroIoresis kapiler (CE) dirancang
untuk spesies terpisah berdasarkan ukuran mereka untuk mengisi rasio dalam interior
sebuah kapiler kecil penuh dengan elektrolit.
1.2 %::an
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini antara lain :
Untuk mengetahui pengertian elektroIoresis kapiler.
Untuk mengetahui proses dari elektroIoresis kapiler
Untuk mengetahui aplikasi elektroIoresis kapiler.







BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Elektroforesis
ElektroIoresis adalah suatu teknik yang mengukur laju perpindahan atau
pergerakan partikel-partikel bermuatan dalam suatu medan listrik. Prinsip kerja dari
elektroIoresis berdasarkan pergerakan partikel-partikel bermuatan negatiI (anion),
dalam hal tersebut DNA, yang bergerak menuju kutub positiI (anode), sedangkan
partikel-partikel bermuatan positiI (kation) akan bergerak menuju kutub negatiI
(anode) (Klug & Cummings 1994: A-6). ElektroIoresis digunakan untuk mengamati
hasil ampliIikasi dari DNA. Hasil elektroIoresis yang terlihat adalah terbentuknya
band yang merupakan Iragmen DNA hasil ampliIikasi dan menunjukkan potongan-
potongan jumlah pasangan basanya (Klug & Cummings 1994: 397).
ElektroIoresis digunakan dengan tujuan untuk mengetahui ukuran dan bentuk
suatu partikel baik DNA, RNA dan protein. Selain itu, elektroIoresis juga digunakan
untuk Iraksionasi yang dapat digunakan untuk mengisolasi masing-masing komponen
dari campurannya, mempelajari Iitogenetika, kekerabatan dan mempelajari penyakit
yang diturunkan (Klug & Cummings 1994: A-6). ElektroIoresis dalam bidang
genetika, digunakan untuk mengetahui ukuran dan jumlah basa yang dikandung suatu
sekuen DNA tertentu (Klug & Cummings 1994: A-7). ElektroIoresis dapat dibagi
menjadi tiga yaitu elektroIoresis kertas, elektroIoresis gel, dan elektroIoresis kapiler.
Dalam makalah ini dibahas elektroIoresis kapiler.
ElektroIoresis kapiler adalah metode elektroIoresis yang digunakan untuk
memisahkan asam amino, protein, lipid, karbohidrat, dan nukleotida dengan resolusi
tinggi yang dilakukan pada pipa kapiler berisi buIIer. Metode ini mulai digunakan
secara luas pada akhir tahun 1940. untuk aplikasi dalam berbagai bidang seperti
bioteknologi, kimia, lingkungan, dan analisis Iarmasi. ElektroIoresis kapiler
menggunakan listrik bertegangan tinggi yang menyebabkan semua komponen ion
atau molekul netral bergerak ke katoda. Deteksi dapat dilakukan dengan teknik
pendeteksian spektrometri atau elektrokimia. Teknik pemisahan ini dipengaruhi oleh
tegangan listrik, koeIisien diIusi, panjang, dan diameter pipa kapiler, serta konsentrasi
sampel. Metode ini memiliki eIisiensi dan selektivitas yang baik namun boros listrik
karena menggunakan tegangan tinggi dan alatnya juga mahal.
Karakteristik elektroIoresis kapiler yaitu :
O Menggunakan pipa kapiler pada pemisahan elektroIoresis.
O MemanIaatkan medan listrik berkekuatan tinggi, lebih dari 5 V/cm.
O Menggunakan detektor berteknologi modern, sebagaimana yang ada
pada kromatogram.
O EIisiensinya kadangkala sama dengan kromatograIi gas kapiler,
namun juga bisa lebih besar.
O Membutuhkan waktu beberapa menit untuk mengamati sampel.
O Mudah diotomatiskan untuk menganalisis dalam segi kuantitatiI, dan mudah
digunakan.
O Terbatas dalam mengkonsumsi (melibatkan) sejumlah reagent.
O Metode ini lebih aplikatiI untuk menyeleksi dalam ukuran luas, dibandingkan
dengan teknik separasi lainnya.
Salah satu keuntungan utama dari CE adalah dibutuhkan peralatan yang
sederhana. CE terdiri dari satu daya tegangan tinggi, penyangga reservoir, sebuah
kapiler, dan sebuah detektor. Pengaturan dasar dapat diuraikan dengan peningkatan
Iitur seperti sampel, peralatan injeksi ganda, mengontrol suhu kapiler, pengaturan
penyediaan daya, detektor ganda, dan kumpulan Iraksi.
Berbagai model elektroIoresis kapiler dapat dilakukan menggunakan
instrumen CE. Dasar dari perbedaan model pemisahan dapat dikarenakan bahwa
elektroIoresis kapiler telah dikembangkan dari suatu kombinasi elektroIoresis dan
teknik kromatograIi. Istilah umumnya ini dapat dianggap sebagai pemisahan
elektroIoresis dari sejumlah senyawa di dalam tabung sempit. Walaupun sebagian
besar aplikasi telah dilakukan menggunakan cairan sebagai media pemisah, teknik
elektroIoresis kapiler dimana kapiler berisi elektroIoresis gel, lapisan kromatograIi.
2.2 Proses Elektroforesis Kapiler
Alat-alat yang digunakan pada elektroIoresis kapiler adalah
O Kolom kapiler (dengan silika, jendela optis agar bisa diamati prosesnya dari
luar)
O Dua buah elektroda.
O Power supply (bisa diatur untuk bertegangan tinggi)
O Detector (sinar UV)
O arutan buIIer beserta dua buah tempat penyimpanannya.


Elektroosmosis
Merupakan proses dasar yang mengendalikan CE, peristiwa ini merupakan
hasil dari terdapatnya muatan pada dinding pipa kapiler.

Diameter Kapiler dan Panas 1o:le
Penggunaan tegangan listrik yang tinggi mengakibatkan terdapatnya panas
yang terhimpun dalam sistem. Ada dua masalah yang cukup besar yang timbul
sebagai akibat dari panas yang dihasilkan, yaitu gradien temperatur yang melintasi
kolom kapiler dan pertukaran temperatur dalam beberapa waktu menjadi tidak eIektiI
terhadap panas yang hilang.

Efek %egangan dan %emperat:r
Aliran elektroosmosis dan kecepatan elektroIoresis sebanding dengan kuatnya
medan listrik, sehingga pemberian tegangan begitu tinggi akan mempercepat proses
separasi, umumnya proses separasi terjadi pada kondisi temperatur 25
o
C (mendekati
suhu kamar). Dengan mendinginnya liquid pada kolom kapiler, maka akan mudah
untuk melakukan pengontrolan temperatur, pada saat buIIer yang digunakan
tersebut berkonsentrasi tinggi dan dengan lebar pipa kapiler yang agak besar. Ketika
terdapat masalah dalam melakukan pengontrolan temperatur maka solusi yang biasa
ditempuh adalah dengan menggunakan pipa kapiler yang lebih kecil, karena hal itu
bisa menekan pemakaian arus dan mengurangi panas.

2.3 Metode-metode Elektroforesis kolom kapiler
1. Capillary Zone Electrophoresis atau Zona elektroIoresis kapiler
2. Isoelectric Focusing atau Pemusatan isoelektrik kapiler
3. Capillary Gel Electrophoresis atau ElektroIoresis Kapiler Gel
4. Isotachophoresis atau IsotakoIoresis Kapiler
5. Micellar Electrokinetic Capillary Chromatography atau Misel Kapiler
KromatograIi Elektrokinetik
6. ElektrokromatograIi Kapiler.
Pada elektroIoresis, campuran senyawa berbeda pada larutan biasanya dikenal
sebagai zona relatiI sempit, ke dalam sistem pemisah, dan induksi untuk bergerak di
bawah pengaruh suatu potensial yang diterapkan. Sesuai dengan perbedaan pada
keeIektiIan mobilitas dari perbedaan senyawa di bawah pengaruh medan listrik,
kemudian campuran berpisah menjadi zona spasial diskrit senyawa tunggal setelah
beberapa waktu.
Pemisahan elektroIoresis bisa dilakukan dengan sistem kontinu atau tidak
kontinu. Pada kasus dimana digunakan elektrolit kontinu, larutan yang dinamakan
elektrolit dasar membentuk sebuah rangkaian sepanjang jalur perpindahan. Rangkaian
ini tidak berubah oleh waktu dan menyediakan sebuah media sambungan untuk aliran
arus listrik serta pembentukan medan listrik sepanjang jalur perpindahan. Umumnya
elektrolit dasar adalah sebuah penyangga yang dengan selektiI mempengaruhi
keeIektiIan mobilitas. Dengan merubah karakteristik dari sistem elektrolit dasar
sepanjang jalur perpindahan, pemisahan bisa dioperasikan baik sebagai kinetik
ataupun proses yang tidak bergerak.
Pada proses kinetik, komposisi dari elektrolit dasar adalah konstan sepanjang
jalur perpindahan. Potensial listrik dan keeIekiIan mobilitas dari senyawa yang
dipisahkan juga konstan. Maka dari itu, senyawa yang berbeda berpindah dengan
konstan tetapi kelajuan berbeda dengan arus konstan lewat sistem. CZE, CGE,
MEKC, dan CEC merupakan contoh dari pemisahan.
Pada proses statis, komposisi dari elektrolit dasar tidak konstan. Medan listik
dan keeIektiIan mobilitas dapat berubah sepanjang jalur perpindahan. Tipe pemisahan
ini paling sering digunakan untuk proses pembentukan gradien pH sepanjang jalur
perpindahan. Setelah selang waktu, komponen tertentu dari sampel seperti
ampholytes, akan berhenti untuk berpindah dan berpusat pada posisi tertentu sesuai
pada titik isoelektriknya.
1. Capillary Zone Electrophoresis (CZE)
CZE merupakan metode yang paling sederhana dari CE, mekanisme
separasinya berdasarkan pada perbedaan rasio muatan-massa. Dasar-dasar
CZE adalah keseragaman larutan buIIer dan besarnya medan listrik yang tetap
pada sepanjang kolom (pipa) kapiler. Komponen-komponen sampel terpisah
menjadi zona-zona khusus yang bisa diamati pada gambar dibawah, untuk
menentukan mobilitas elektroIoresisnya maka digunakan persamaan dari teori
Debeye-Huckel-Henry.
Separasi molekul-molekul kecil dan besar dapat dilakukan dengan baik
dengan metode CZE. Meskipun pada molekul yang lumayan kecil dimana rasio
antara muatan dan massanya tidak begitu bagus.

2. Isoelectric focusing (CIEF)
Isoelectrik Iokus kapiler (CIEF) belum memberikan dimensi lain untuk
elektroIoresis kapiler dengan memperkenalkan mekanisme pemisahan
berdasarkan perbedaan titik isoelectrik (pI) dari biomolekul. Pemisahan protein
dalam CIEF bergantung pada pembentukan gradien pH sepanjang sumbu
longitudinal kapiler dan migrasi analit ke daerah pH, sama dengan pI mereka, di
mana perpindahan titik molekul netral berhenti. Beberapa langkah, baik secara
independen maupun simultan, terlibat dalam melaksanakan analisis yaitu dengan
CIEF. Sampel adalah yang pertama dilarutkan dalam ampholytes mixtureboI
carrier, yang akan membentuk dasar dari gradien pH di kapiler tersebut. Pilihan
kisaran pH didapatkan tergantung pada nilai-nilai pI dari analit, namun kisaran
yang cukup sempit akan mencakup hasil PIs dalam kekuatan menyelesaikan lebih
besar. angkah Iokus diperlukan untuk membentuk gradien pH dan sekaligus
Iokus analit ke dalam zona diskrit sepanjang gradien pH. Setelah migrasi dari
analit berhenti, arus akan berkurang. Dalam rangka untuk mendeteksi protein,
zona individu harus dimobilisasi, atau dielusi, melewati detection window.
angkah ini dapat dilakukan elektroIoresis dengan penambahan garam,
hidrodinamis atau electroosmotically. Chen dan Wiktorowicz digunakan
mobilisasi hidrodinamik di hadapan medan listrik untuk mendeteksi protein dan
bentuk mutan terkait. Prosedur ini memungkinkan mobilisasi deteksi analit
sementara.
Perpindahan (pergerakan) cairan pada pipa kapiler akan terus berlangsung
sepanjang larutan memiliki muatan atau diberi muatan, apabila kondisi sudah
menjadi netral maka cairan akan berhenti bergerak.
3. Capillary Gel Electrophoresis
Mekanisme utama pemisahan elektroIoresis kapiler gel didasarkan pada
perbedaan ukuran zat yang terlarut sebagai analit berpindah dari pori kolom gel
yang terisi penuh. Gel berpotensi digunakan untuk pemisahan elektroIoresis
karena pemisahannya berdasarkan pada 'molecular sieving dan bertindak
sebagai media anti konvektiI, meminimalisir diIusi zat yang terlarutkan yang
mengkontribusi pelebaran zona, mencegah penyerapan zat yang terlarut ke
dinding kapiler serta membantu eleminasi elektroosmosis. Gel harus memiliki
karakter tertentu seperti stabilitas temperatur dan kesesuaian jarak ukuran pori
untuk menjadi media elektroIoresis yang sesuai.
Hijerten dan Zhu menggunakan poliaklrilamide dan agarose gelas kapiler
dengan 150m I.D. untuk pemisahan elektroIoresis molekul kecil dan besar. CGE
dengan koleksi Iraksi telah tampil untuk mikropreparasi puriIikasi dari
makromolekul.
Karger dan rekan kerjanya mendapatkan eIisiensi pemisahan tingkat tinggi
(hingga 30 juta plat teoritis per meter) menggunakan kolom kapiler berisi gel.
Kapiler-kapiler tersebut dipenuhi gel-gel poliakrelamide yang mengandung
natrium dodesil sulIat. Teknik ini juga disebut pemisahan SDS-PAGE kapiler dan
telah digunakan untuk pemisahan protein-protein, polinukleutida, dan Iragmen-
Iragmen DNA. Kesuksesan yang didapatkan ditandai dengan sebagian teknik
digunakan untuk pengembangan prosedur untuk pautan silang akrilamide dan
disakrilamide monomer di dalam kapiler sumbu silika. Poliakrilamide hasilnya
memiliki struktur gel yang acak yang dapat terikat ke dinding kapiler melalui
adisi dari reagen dwiIungsi. Ukuran pori ditentukan dari konsentrasi total gel, T
(T|bisakril|/V, dimana bis, akril, dan V adalah berat bisakrilamit, berat
akrilamit dan total volume) dan konsentrasi dari agen pautan silang, C
(C|bisakril|/akril). Ketika gel tersebut terikat pada permukaan kapiler
elektroosmosis dapat dieleminasi sejak bentuk protein mengkompleks dengan
SDS yang bermuatan negatiI, injeksi dan deteksi dilakukan pada ujung katoda dan
anoda dari kapiler.
SDS-PAGE Kapiler memiliki beberapa keuntungan dibandingkan gel
elektroIoresis konvensional, termasuk kebutuhan sampel yang kecil,
kemungkinan automatisasi dan sensiIitas yang tinggi. Dengan mengeksploitasi
kemampuan melewati yang tinggi dan pemisahan dua dimensi dari susunan gel
dan cepat dan penetapan masa molekul yang eIisien dan kuantitas dari susunan
kapiler, keuntungan tinggi telah dihasilkan dari pemisahan dan analisa variasi
biomolekul besar yang luas.
Metode seperti ini dilakukan dengan melibatkan gel, gel diisikan kedalam
pipa kapiler contohnya polyacrylamida, dan agarosa. Metode ini penting
diterapkan pada saat melakukan separasi DNA.
. Isotachophoresis
Pada metode ini aliran elektroosmosis sama dengan 0, sistem pada buIIer
adalah heterogen, pipa kapiler diisi dengan larutan elektrolit yang memiliki
mobilitas tinggi dibandingkan sampel-sampelnya yang akan diteliti sebagai
leading, kemudian sampel diinjeksi, kemudian larutan elektrolit kembali
dimasukkan kembali sebagai terminating.
. Micellar Electrokinetic Capillary Chromatography
Konsep dari MEKC ini adalah surIaktan ionik dimasukkan ke dalam larutan
buIIer yang mengalir pada konsentrasi micelle kritis. Bagian dalam micelle
bersiIat hidroIobik sedangkan bagian luarnya bersiIat anionik. Micelle memiliki
Iase pseudostation yang dapat memompa secara elektroIoresis. Pemisahan
didasarkan pada analisis perbedaan asosiasi dengan micelle. Interaksi antara
analisis dan micelle mengarah pada salah satu atau kombinasi dari interaksi
elektrostatik, ikatan hidrogen, dan atau interaksi hidroIobik. Aplikasi dari MEKC
terbatas pada beberapa kasus untuk molekul-molekul kecil dan peptida-peptida
yang mengarah ke ukuran Iisik dari makromolekul dan ketidakmampuan mereka
untuk memenuhi partisi ke bagian dalam dari micelle. Bagaimanapun juga,
MEKC telah berhasil pada pemisahan dari Iamili antibiotika dekapeptida dengan
menggunakan surIaktan Zwitter ion. SelektiIitas MEKC mungkin dimanipulasi
oleh variabe-variabel seperti tipe surIaktan, pH (pada larutan ionik), temperatur,
dan bahan tamabahan lain (organik, pasangan ion, dll). Donato dkk mempelajari
eIek pH, konsentrasi surIaktan dan pengaruh pengubah organik pada pemisahan
beberapa obat antiinIlamasi non-steroidal. Grup yang sama juga mengaplikasikan
CE dan MEKC untuk analisis langsung dari obat-obat antiinIlamasi non-steroidal
pada beberapa Iormulasi Iarmasetika tanpa sampel pretreatment. Sebuah surIaktan
katin (CTAB) eIektiI pada pemisahan kebalikan aliran elektroosmotik untuk
kedua antibiotik netral dan anionik.
Micellar merupakan agregat molekul yang ampiIilik yang dikenal sebagai
surIaktan, micelle berkemampuan untuk menganalisis analit pada level molekular
berdasarkan interaksi hidroIobik dan elektrostatik.
6. ElektrokromatograIi Kapiler (CEC)
Dalam CEC kolom pemisahan dikemas dengan wadah kromatograIi yang
dapat menjerat atau menahan larutan dengan keseimbangan distribusi normal
yang bergantung padanya dan di sini terdapat beberapa pengecualian
elektroIoresis. Pada CEC cairan mengalami kontak dengan dinding silika, begitu
juga dengan permukaan-permukaan partikel. Konsekuensinya elektroIoresis
terjadi pada cara yang sama pada saluran terbuka karena kehadiran muatan netral
pada beragam permukaan. Di mana aliran dari saluran terbuka adalah aliran
masuk dan tidak terdapat variasi kecepatan aliran melewati bagian kolom, aliran
pada tempat beristirahat terkemas lebih tidak sempurna karena kealamian dari
saluran. Walaupun, mendekati aliran masuk dan tersusun lebih seragam daripada
sistem dorong tekanan. Di sini kolom yang sama dapat memberikan eIisiensi yang
lebih tinggi saat digunakan elektrograIi daripada saat pemisahan dengan dorongan
tekanan.

2.4 Aplikasi Elektroforesis Kapiler
1. Capillary Zone Electrophoresis (CZE)
CZE sangat berguna untuk men-separasi protein dan peptide, hasil
yang didapat akan dianalisa perbedaannya berdasarkan satu subtituent dari asam
amino. Hal ini berguna dalam memetakan tempat modiIikasi mutasi dan post-
translasi yang terdeteksi.

2. Isoelectric focusing (IEF)
IEF berguna untuk menentukan pI dari protein, terutama dalam memisahkan
immunoglobulin, variasi hemoglobin dan menentukan posisi translational modiIikasi
dari protein rekombinan, separasi campuran protein.


3. Capillary Gel Electrophoresis
Pemisahan oligonucleotida dan sekuen produk DNA melibatkan agar
Polyacrylamide.

Secara umum aplikasi elektroIoresis dapat di badakan dalam berbagai bidang,
antara lain:
1) Forensics
O DNA Iingerprinting.
2) Genetics
O Mendeteksi kelainan genetik.
O Membandingkan gen homolog dari spesies yang berbeda, mengetahui susunan
sekuens berbagai genom.
O Mengetahui aktivitas gen selama perkembangan berbagai tipe sel organisme
atau percobaan perlakuan gen.
O Mengetahui variasi genetik yang ada di alam.
O MengidentiIikasi persamaan dan perbedaan genetik antar individu
3) iochemistry
O Menentukan atau mengidentiIikasi berat molekul DNA, RNA, dan protein
tertentu.
4) Mycrobiology
O Mengetahui jumlah Iragmen DNA yang diklon dalam rekombinan DNA
plasmid.
5) Molecular iology
O Mempelajari evolusi tingkat molecular.
O Menganalisa Iragmen DNA yang diampliIikasi lewat PCR
O Mendeteksi lokasi dan jumlah mRNA dalam sel atau jaringan tertentu.
O Mengetahui ukuran Iragmen DNA dari produk PCR
O Memisahkan produk DNA dari hasil digesti yang berbeda ukuran, kemudian
di-sequencing, Pemurnian atau puriIikasi DNA.
6) Farmasetika dan Klinik
Analisa Iormulasi Iarmasetika dan cairan biologis dengan CE sangat
dibutuhkan, terutama potensial komplementaritas dari metode ini terhadap HPC.
Penerapan aplikasi dari CE pada Iarmasetika analisis dan klinik meningkat
dibandingkan tiga tahun lalu. Metodelogi, menggunakan daerah bebas CE atau
MEKC, telah dikembangkan untuk analisa dari beberapa senyawa seperti salisilat
(aspirin), acetaminophen (paracetamol), cimetidine, obat hipoglikemia, obat anti
epilepsy, morIin, kokain pada urin. Analisa CE sangat sesuai saat diperlukan untuk
menentukan persentase dari obat atau metabolit pada cairan biologis tanpa ketepatan
kuantiIikasi. Akuisisi dari keakuratan kuantitatiI data membutuhkan sejumlah
tindakan pencegahan. Misalnya, eIek dari matriks biologis pada waktu perpindahan
dari analit dapat diperjelas dengan CE, jadi model internal prosedur standar yang
cocok sangat penting saat Iormulasi atau cairan biologis secara langsung dianalisa
dengan metode ini. Sebagai alternatiI, pada kasus untuk metode analisa lain,
membersihkan sampel sebelum analisa CE yang mungkin diinginkan. Pilihan tepat
dari prosedur yang dapat digunakan untuk memperoleh inIormasi analisa kuantitatiI
dari CE.









BAB III
PENU%UP
3.1. Kesimp:lan
Dari makalah ini dapat disimpulkan :
O ElektroIoresis adalah suatu teknik yang mengukur laju perpindahan atau
pergerakan partikel-partikel bermuatan dalam suatu medan listrik.
O ElektroIoresis kapiler adalah metode elektroIoresis yang digunakan untuk
memisahkan asam amino, protein, lipid, karbohidrat, dan nukleotida dengan
resolusi tinggi yang dilakukan pada pipa kapiler berisi buIIer.
O Proses elektroIoresis dapat dibedakan dengan berbagai metode, antara lain :
Capillary Zone Electrophoresis atau Zona elektroIoresis kapiler
Isoelectric Focusing atau Pemusatan isoelektrik kapiler
Capillary Gel Electrophoresis atau ElektroIoresis Kapiler Gel
Isotachophoresis atau IsotakoIoresis Kapiler
Micellar Electrokinetic Capillary Chromatography atau Misel Kapiler
KromatograIi Elektrokinetik
ElektrokromatograIi Kapiler
O Aplikasi elektroIoresis dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti Forensics
Genetics, Biochemistry, Mycrobiology, Molecular Biology, Farmasetika dan
Klinik.